Beranda blog Halaman 126

Karnaval Budaya di Desa Kediren, Randublatung Bertajuk Samin Surosentiko

0

BLORA.-

Dalam puncak acara perayaan Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Kediren Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora menggelar karnaval budaya bertajuk Samin Surosentiko, Minggu (27/8/2023).
Kepala Desa Kediren Juwadi S.Sos, kepada wartawan mengatakan, pihaknya sangat mendukung digelarnya karnaval budaya. Selain dapat menggali potensi dan kreativitas masyarakat, karnaval juga menjadi tontonan dan hiburan yang paling dinantikan masyarakat setiap acara Agustusan.
“Tentu kita sangat mendukung, karena dari karnaval ini kita bisa melihat banyak potensi yang dimiliki oleh kelompok masyarakat,” kata Juwadi saat ditemui di area panggung kehormatan.
Sementara itu Ketua panitia Muryono S.Pd saat dikonfirmasi di sela-sela acara memaparkan, bahwa dilihat dari jumlah pesertanya, warga masyarakat Desa Kediren sangat antusias dalam merayakan peringatan HUT RI ke-78.


“Sangat luar biasa, pesertanya kurang lebih ada tiga ribu orang terdiri dari 33 RT se Desa Kediren,” ujarnya.
Lebih lanjut Muryono menguraikan, bahwa karnaval dimulai pukul 7.30 Wib, Start di Balai Desa dan rure yang ditempuh sekitar enam Km dan finish kembali di Balai Desa.
“Terkait hadiah, untuk pemenang utama hadiahnya dua ekor sapi. Selanjutnya ada dua ekor kambing, almari kayu jati, kompor gas, dan ratusan dorprec lainnya,” paparnya.
Suasana karnaval semakin meriah ketika barisan kepala desa bersama perangkatnya yang mengenakan kaos tim Samin Surosentiko melewati rute depan panggung kehormatan.
Di sepanjang rute yang dilewati, barisan Pak Kades dan perangkatnya ini selalu menjadi pusat perhatian penonton. Diiikuti barisan di belakangnya, ada atraksi Marching Band dari SMP Negeri 1 Randublatung yang dipimpin Nur Yahya S.Ag,M.Pdi”. (*).

Hadirkan Ratusan Sound System, Karnaval Kedungwaru Bikin Jantung Horreeggg

0

BLORA

Hingar bingar acara karnaval di Desa Kedungwaru Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan sound sistem di tengah peserta karnaval yang bisa bikin horreeggg.
Karnaval Desa Kedungwaru dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI yang digelar, Sabtu (26/8/2023). Pesertanya terdiri dari beberapa lembaga pendidikan di Kedungwaru, perwakilan RT dan Dukuh.
Adapun sound horreeegg yang dihadirkan para peserta karnaval diantaranya adalah Pro One dari Pati, Elkajur Rembang, SPL, ada juga Ria Audio dari Grobogan, juga Teguh Audio Grobogan, dan Produk Brewog dari Jawa Timur, serta masih banyak lagi sound yang dihadirkan dari luar daerah.
Kepala Desa Kedungwaru, Sumarsono selaku ketua panitia sekaligus penanggung jawab karnaval, pada kesempatan itu menghimbau kepada seluruh warganya agar selalu menjaga kondusivitas serta sportivitas agar kegiatan berjalan dengan baik.


“Kepada seluruh peserta karnaval, jangan sampai ada yang menggunakan minuman keras karena dapat memicu kekerasan,” tegasnya saat pidato pemberangkatan peserta karnaval.
Zainul, seorang penonton karnaval asal Ngaringan, Grobogan yang mengaku datang bersama teman-temannya mengaku puas melihat karnaval yang begitu meriah.
“Luar biasa, baru kali ini saya melihat karnaval seramai ini. Ada banyak pertunjukan sound sistem yang menggelegar, sampai-sampai jantungku ikut bergetar waktu dekat soundnya,” ujarnya. (*)

Raih Juara II, RT 03 RW 02 Desa Pojokwatu Banjir Saweran

0

BLORA.-

Menyemarakkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI, Desa Pojokwatu Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora menggelar Turnamen Bola Voly antar RT selama dua pekan di Lapangan Putuk, sejak 6 Agustus hingga 15 Agustus 2023. Dari turnamen yang diikuti 21 RT itu menghasilkan skor sebagai berikut; RT 04 RW 02 meraih juara I, RT 03 RW 02 juara 2 , dan RT 02 RW 01, serta RT 02 RW 01 juara 4.
Hadiah berupa piala dan uang tunai diserahkan pada malam puncak fimal tanggal 15 Agustus 2023 dengan rincian sebagai berikut: Juara 1 (uang tunai Rp 1.000.000), Juara 2 (uang tunai Rp 750.000), Juara 3 (uang tunai Rp 500.000), dan Juara 4 (uang tunai Rp 250.000).
Dari rangkaian pertandingan, kontingen RT.03 RW.02 memiliki cerita tersendiri. Walaupun hanya mampu menggondol predikat Juara 2, kontingen ini sempat kebanjiran “saweran” dari penonton berkat cemesan yang sangat memuaskan penonton.


Salah satu supoter bernama Alya anak Parsini terlihat tertawa berlakak-lakak begitu melihat cemesan dua orang pemain bernama Tulus dan Hanun. “Juara dua tidak apa-apa, yang penting kebanjiran saweran,” selorohnya dengan dengan wajah cemas.
Sementara itu Mujianto selaku ketua BPD Desa Pojokwatu mengaku bersyukur turnamen antar RT kali ini bisa membuat warga terhibur. Dia berharap melalui tontonan olahraga seperti ini, Desa pojokwatu bisa melahirkan atlet terbaik.
“JIka event seperti ini diselenggarakan secara kontinyu maka perlu ada evaluasi, agar kedepannya bisa lebih baik lagi.” ujar Mujianto.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Pojokwatu Atok Setyo Utomo, bahwa peserta dan pemenang jangan melihat nilai uang yang diperebutkan namun lebih kepada nilai kerukunan antar warga.
“Semoga tetap gurub rukun, dan event ini bisa melahirkan atlit-atlit volly terbaik,” ujar Atok. (*)

Lazismu Bersama RS PKU Muhamadyah Cepu Gelar Bakti Sosial di Desa Bodeh, Randublatung

0

BLORA.-

Bertempat di Balai Desa Bodeh Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora Lazismu bersama RS PKU Muhammadiyah Cepu menggelar bakti sosial melakukan cek kesehatan secara gratis, Sabtu (26/8/2023).
Selain melakukan cek kesehatan anak- anak balita, remaja dan lansia hingga pengobatan secara gratis, dalam kegiatan bakti sosial juga membagikan sembako dan pakaian layak pakai.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Bodeh Munadi bersama isteri, perangkat desa setempat, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, dua orang dokter dari Tim Lazismu PKU Muhammadiyah yaitu dr. Takul Asman dan dr. Innesti Fanna, serta tenaga medis dari PKU Muhamadyah Cepu.
Dalam kesempatan itu, dr. Innesti Fanna di konfermasi wartawan mengatakan, bahwa kegiatan bakti sosial itu sudah menjadi program RS PKU Muhammadiyah Cepu.


“Saya bersama Tim sudah bermalam di Desa Bodeh, mendirikan tenda, mempersiapkan segala sesuatu untuk besok, tapi sore ini bila ada pasien yang mau periksa juga kita layani dengan suka hati,” tuturnya.
Kepala Desa Bodeh pada kesempatan itu mengucapan terima kasih kepada Tim Lazismu yang telah memberi bantuan kesehatan secara gratis.
“Saya selaku kepala desa merasa senang dan bersukur warga masyarakat Desa Bodeh medapat bantuan yang diluar dugaan, dan saya ucapkan terima kasih semoga bantuan ini bermanfaat, semoga Lazismu RS Muhammadiyah Cepu semakin besar dan dicintai masyarakat,” pungkas Munadi. (*)

Banyak Petani ‘Mengadu’ Jatah Pupuk yang sudah Habis di KPL

0

BLORA.-

Petani sulit memperoleh pupuk bersubsidi, atau mendapat pupuk tapi jumlahnya kurang dari jumlah jatah yang seharusnya diterima. Itulah keluhan para petani di wilayah Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora akhir-akhir ini.
Repotnya para ‘pejuang pangan’Indonesia itu seperti tak punya tempat untuk mengadu. Ke Kades ,Ke BPP (Badan Penyuluh Pertanian), Camat, Polsek atau ke anggota dewan. Semua tak bisa ditemukan jawabnya.
Puncaknya tentu sebuah kepiluan yang terus berulang, setiap berbincang tentang pupuk bersubsidi di kalangan petani setiap masuk musim tanam.
Itulah curhatan para petani di empat dukuhan (Nglawungan, Greneng, Karangkembang dan Tunjungan ) wilayah Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan yang di terima Mas Ton (Bambang Sartono) saat blusukan “Sambang Kampung” mendengar curhatan warga.
Mas Puji salah satu petani di Dukuh Tunjungan mengatakan, kondisi ‘susah‘ mendapat pupuk bersubsidi sesuai ‘jatah’ di wilayah Desa Tunjungan bukan hal baru lagi melainkan cerita lama yang terus terulang.
Tapi anehnya, kondisi seperti dicuekin para pihak yang kompeten menangani pupuk bersubsidi tersebut. Mereka menganggap seperti tidak ada masalah, pada hal penuh jerit hati para petani dibalik persoalan pupuk bersubsidi itu.
Kondisi yang paling sering dijumpai menurut Puji misalnya, petani (pemilik kartu tani) sering tak bisa mengambil jatah pupuk miliknya di pengecer (Kios Penjual Langsung) yang ada di Tunjungan.
“Sering dibilangi oleh pengelola KPL, bila jatah pupuknya sudah habis. Pada hal jatah pupuk itu baru diambil sebagian. Atau diberitahu stok pupuk di gudang sudah kosong. Pada hal kenyataannya masih banyak petani yang belum mengambil jatahnya.
Kartu Pengawas
Mendapat jawaban pupuk kosong atau jatah pupuk sudah habis, tentu para petanipun protes. Tapi tetap tak berdaya. Mereka bisa apa, karena petani tidak memegang kartu tani.
” Bagaimana cara mengecek jatah pupuk sudah habis atau belum. Karana yang bawa kartu tani itu para pengelola KPL. Ya akhirnya ya hanya bisa pasrah” terang Puji.
Mendapat curhatan para petani itu Maston terpanggil, untuk mencarikan jawab sekaligus juga solusinya. Iapun berkomitmen untuk menelusuri persoalan distribusi pupuk bersubsidi sebagaimana yang dicurhatkan para petani di Desa Tunjungan dengan mengkroscek informasi itu ke KPL , distributor dan ke BPP Kecamatan Tunjungan.
Mas Ton (Bambang Sartono) bertemu dan mendengarkan curhatan petani di desa-desa Kec. Tunjungan Blora.


Sumaryono Kepala Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Tunjungan membenarkan bila dirinya sering menerima curhatan-cuhartan seperti kondisi yang dialami para petani di Desa Tunjungan. Bahkan juga dari desa-desa lain di wilayah Kecamatan Tunjungan.
Dirinya juga pernah menegur salah satu KPL di wilayah Tunjungan yang diindikasi melakukan penyaluran pupuk bersubsidi tidak sesuai ketentuan.
Menurut Sumaryono di Tunjungan, sebenarnya sudah desa yang memiliki sitem kontrol penyaluran pupuk bersubsidi dengan baik. Yaitu Kelompok Tani di Desa Nglangitan. Mereka telah memiliki kartu pengawas pengendalian penyaluran pupuk ke petani. Di kartu tersebut dicantumkan nama, luas lahan, jumlah/ jatah pupuk (urea dan NPK) dan tanggal pengambilan.
“Kartu tersebut dibawa ketua kelompok tani dan petani bisa mengecek atau mengontrol setiap saat jatah pupuk dan sudah berapa yang diambil. Jadi ada transparansi. Sehingga tak bisa KPL menyatakan jatah pupuk petani sudah habis, pada hal baru diambil sebagian misalnya, ” terang Sumaryono.
Apa yang dilakukan oleh kelompok tani di Ds Nglangitan, bisa menjadi inspirasi kelompok tani di wilayah Tunjungan yang lain. Sehingga tidak terjadi kondisi apa yang dialami oleh para petni di Desa Tunjungan.
Melihat masih munculnya keluhan terkait pendistribusian pupuk bersubsidi itu, Sumaryono dan stafnya di BPP Kec. Tunjungan akan meningkatkan pengawasan dan monitoring penyaluran pupuk bersubsidi di di Tunjungan.
Ia juga akan terus mengedukasi masyarakat (khususnya petani) dan pihak-pihak yang terkait dengan persoalan pupuk bersubsidi. (*).

Warga Plosorejo Dapat Bantuan Air Bersih dari Kantor Pajak Blora

0

BLORA.-

Dukuh Tlogo Desa Plosorejo, Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora mendapat bantuan air bersih dari Kantor Pajak Blora, Minggu, 13 Agustus 2023. Terlihat banyak warga yang ikut mengantri karena sejak terjadi kemarau panjang pada bulan April lalu tidak ada hujan hingga sekarang.
“Alhamdulillah, hari ini kita dapat bantuan air bersih dari Kantor Pajak Blora,” ujar Hari Firmansyah, warga setempat ketika ditemui wartawan di lokasi pembagian air, Minggu (13/8/2023).
Sementara itu seorang ibu bernama Sri Wijayanti yang datang ke lokasi sambil membawa jerigen mengaku senang dengan datangnya bantuan air tersebut.
“Tadi diberitahu Pak Hari katanya ada bantuan air yang akan datang sekitar jam tiga sore, karena itu saya dan teman-teman berkumpul di sini,” ujar warga RW.01 itu.
Masyarakat sudah berupaya mencari bantuan air bersih diantaranya melalui anggota DPR RI Edi Muryanto, dan anggota DPRD Blora Bibi Hastuti tapi hingga kini belum terwujud.
“Warga di sini sudah melakukan pengeboran air tanah dengan kedalaman hampir 100 meter, tetapi tidak keluar airnya,” ujar Hari.
Bagi masyarakat yang mampu, untuk memenuhi kebutuhan air bersih membeli air yang diangkut dengan truk tangki. Untuk 1 mobil engkel berisi 2 toren 1 besar 1 kecil harganya Rp 80.000 hingga Rp 100.000.
“Itu cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga 1 minggu,” tambahnya.
“Semoga pemerintah daerah atau instansi terkait mau membantu mencarikan / pengadaan air bersih (PDAM) lewat mata air desa tetangga,” harapnya. (*)

Setelah 7 Tahun Putus, Jembatan Kendayaan Dibangun Melalui Swadaya dan Gotong Royong

0

BLORA.-

Sejak ambrol dan putusnya jembatan pada Tahun 2016 warga Desa Kendayaan Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora mengalami kesulitan untuk akses keluar, baik untuk ke sawah maupun ke kota.
Sukimin, warga setempat mengaku miris setiap musim banjir tiba. Karena untuk akses menuju sawah saja dia dan tetangganya harus melewati desa desa lain yang jauhnya berkilo kilo meter.


Setelah bertahun-tahun menunggu bantuan pemerintah namun tidak pernah ada realisasi, jembatan yang panjangnya 48 meter dengan lebar 4 meter itu oleh warga Kendayaan dikerjakan secara bergotong royong.
“Mulai dari konsumsi, material tukang, semuanya murni swadaya dari masyarakat Kendayaan sendiri,” tandas Sukimin. (*)

Karnaval Umum, SMK Muhammadiyah 2 Cepu Tampilkan Cerita Roro Jonggrang

0

BLORA.-

Karnaval Cepu Kabupaten Blora tahun 2023 untuk tingkat SLTA, Instansi dan Umum dilaksanakan pada Rabu, 23 Agustus 2023 pukul 09.00 hingga selesai jelang mendekati sore hari.
SMK Muhammadiyah 2 Cepu yang turut memeriahkan Karnaval dalam rangka memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan RI, menampilkan beragam kreativitas para siswa diantaranya adalah kesenian barongan yang diramaikan dengan kelompok Drum Band dan iring-iringan patung Rorojonggrang.
Menurut Suharto, ST selaku koordinator, pada kegiatan karnaval Cepu grup Kesenian Barongan Mustiko Mudo dikolaborasi dengan seni tari sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya sebagai akulturasi budaya lokal. “Permainan hari ini mengusung cerita rakyat Indonesia,” ujar guru Teknik Kendaraan Ringan Otomotif itu, Rabu (23/8/2023).
Dalam kegiatan karnawal yang mengambil tema Munjunjung Tinggi NIlai Budaya untuk Melaju dan Membangun Bangsa, Grup Kesenian Barongan “Mustiko Mudo” membawakan cerita legenda Rorojonggrang.
Dijelaskan oleh Suharto, ST, SMK Muda memiliki jurusan Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Ketenaga Listrikan, Teknik Sepeda Motor dan Asisten Keperawatan.
“Melalui kegiatan karnaval, Kelompok Kesenian Barongan “Mustiko Mudo” telah menyatukan siswa-siswi SMK Muda dalam keseragaman kreativitasnya,” tandasnya.

Kelompok PKK dan Posiandu Desa Pelem-Jati Adakan Lomba Administrasi dan Estavet Sarung

0

BLORA.-

Dalam rangka memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia, kader PKK dan Posyandu mengadakan kegiatan lomba administri dan estavet sarung di Balai Desa Pelem Kecamatan Jati Kabupaten Blora, Rabu (23/8/2023).
Lomba diikuti oleh tujuh peserta yaitu: (1) Kelompok Melati, (2) Kelompok Mawar, (3) Kelompok Anggrek, (4) Kelompok Margi Sehat, (5) Kelompok Lili, (6) Kelompok Dahlia, dan (7) Kelompom Sedap Malam.
Pada hari itu juga hasil penilaian lomba langsung diumumkan oleh tim. Adapun pemenang lomba adalah sebagai berikut;
Lomba Administrasi; Juara 1 kelompok Margi sehat 4, Juara 2 kelompok Margi sehat 1.
Lomba Estavet Sarung; Juara 1 Kelompok Anggrek, Juara 2 Kelompok Mawar.
Lomba mindah kelreng pakai botol; Juara 1 Kelompok Matahari, Juara 2 Kelompok Dahlia.
Lomba komunikasi; Juara 1 Kelompok Melati, Juara 2 Kelompok Lili.


Di sela-sela kegiatan lomba, Kepala Desa Pelem Suyoto saat ditemui awak media mengatakan bahwa terselenggaranya lomba dalam rangka memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia ini adalah inisiatif para kader PKK dan Posiandu didukung teman-teman sesama kader.
“Selain memperingati hari kemerdekaan, kegiatna lomba ini dimaksudkan utnuk mengedukasi para kader PKK & Posiandu Desa Pelem agar tanggap dan cepat menghadapi situasi yang mereka hadapi,” tutur Suyoto. (*)

Tlethong Sapi

0

“Berilah kail, jangan ikannya” adalah pepatah turun temurun yang menitikberatkan bantuan yang ingin diberikan ke orang lain harus bisa membuat orang tersebut mandiri serta tidak ketergantungan.

Saya sangat setuju dengan pepatah ini, karena bantuan sembako dan bantuan langsung tunai (BLT) untuk warga miskin nyatanya telah membuat banyak orang makin bergantung terhadap bantuan dari pemerintah. Dan, bahkan program tersebut malah menciptakan warga miskin baru karena banyak orang mampu yang pura-pura miskin.
Di Kabupaten Blora, banyak penerima bantuan kail yang sekarang tidak bisa cari ikan di sungai, hal itu terjadi karena kail sebagai alat pencari ikan telah dijual alias “dimakan” layaknya ikan.
Seperti yang terjadi tahun ini, kelompok tani di Kabupaten Blora tidak bisa menerima bantuan program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO), padahal alat pembuatan pupuk organik itu sangatlah dibutuhkan oleh petani dikarenakan pemerintah pusat setiap tahunnya terus mengurangi kuota subsidi pupuk.
Bantuan program UPPO itu berwujud kandang, rumah kompos, bak vermentasi, kendaraan roda tiga, 8 ekor sapi, alat pembuat pupuk organik. Hewan Sapi dalam paket program UPPO ini adalah “alat” untuk memproduksi bahan baku utama pupuk organik yaitu tlethong alias kotoran sapi.
Ironisnya banyak sapi bantuan yang “hilang” dari kandang dan mengakibatkan UPPO yang dikelola kelompok tani tidak bisa berproduksi lagi.
Dari sejumlah peralatan UPPO, kenapa hanya sapi yang hilang? Karena hewan itu dianggap paling mudah untuk diuangkan dibanding harus menjual kandang.
Bantuan “hilang” tidak hanya terjadi pada kasus sapi dalam program UPPO. Traktor dan alsintan bantuan pemerintah juga banyak yang hilang.
Pupuk merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kegiatan pertanian, tapi kenapa sapi sebagai “mesin” pembuat pupuknya malah dihilangkan?
Selain terdesak ekonomi hingga nekat menjual sapi bantuan, bisa jadi faktor usia petani di Blora (yang tidak lagi muda) lebih menginginkan bantuan pupuk langsung dalam bentuk subsidi, bukan alat pembuat pupuk.
Hal itu bisa mendekati kebenaran jika mengacu pada predikat yang masih disandang oleh Kabupaten Blora yaitu sebagai “lumbung ternak” di Jawa Tengah. Popolasi sapi di Blora bisa dibilang cukup besar yaitu 285 ribu ekor.
Jika satu ekor sapi menghasilkan kotoran tlethong rata-rata 10 sampai dengan 15 kg per hari, jika dikalikan 285 ribu ekor sapi maka dalam satu hari Kabupaten Samin ini punya 285 Ton kotoran sapi yang tersebar di 16 kecamatan. Kalau diukur menggunakan bak truk, maka jumlah kotoran sapi yang dihasilkan sapi se Kabupaten Blora sebanyak 350 truk setiap harinya.
Andai saja petani Blora mau belajar cara pembuatan pupuk organik yang sangat-sangat mudah dengan peralatan sederhana, sebenarnya petani di Blora sudah tidak perlu pusing lagi harus berburu pupuk subsidi pada setiap jelang musim tanam.
Disini, peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian perlu terus digerakkan untuk mendorong terwujudnya regenerasi petani.
***