Beranda blog Halaman 109

Konsultasi ke Kemenpan RB, Bupati Blora Boyong Seluruh Kepala OPD ke Jakarta

0

BLORA.–

Bupati Blora Arief Rohman berupaya meningkatkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP), Reformasi Birokrasi (RB), dan Zona Integritas (ZI) di jajaran Pemkab Blora.
Kamis (25/01/2024), orang nomor satu di Blora itu memboyong seluruh Kepala OPD di jajaran Pemkab Blora untuk melakukan konsultasi terkait dengan SAKIP, RB, dan Zona Integritas (ZI), di Kementerian PAN RB, Jakarta.

Bupati Arief beserta jajaran diterima langsung oleh Deputi RB Kunwas, Erwan Agus Purwanto beserta staf di ruang kerjanya, lantai 2 Kementerian setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa Pemkab Blora berkomitmen serius untuk meningkatkan capaian SAKIP, RB, serta berupaya untuk bisa meraih ZI.

“Saya dan rombongan kepala OPD full team. Nanti akan di-coaching teman-teman dari KemenPAN RB, jadi memang kita ingin serius tentang hal ini. Terus terang penilaian di Pemkab Blora terkait SAKIP, RB, dan ZI ,belum bagus. Masih perlu kita dorong dan tingkatkan,” terang Bupati yang akrab dipanggil Mas Arief itu.

Disampaikan, bahwa Kabupaten Blora terhitung sejak Tahun 2018 nilai Sakip mendapatkan predikat “B” dengan nilai 60,35. Dan pada akhir tahun 2023 tetap dalam predikat “B” dengan nilai 65,40.
Demikian halnya dengan nilai RB sampai dengan akhir tahun 2022 masih mendapatkan predikat “CC” dengan nilai 59,23. Sedangkan ZI Kabupaten Blora, belum mendapatkan predikat WBK/WBBM.

“Melihat kondisi itu, kita berharap kedepan pencapaiannya bisa ditingkatkan. Indikator-indikator yang ada terus ditingkatkan, dan kami yakin semua OPD pasti bisa serta mohon komitmennya,” ungkap Bupati.

Terkait tekad adanya peningkatan khususnya pada capaian SAKIP, RB, dan ZI tersebut, Bupati Arief minta agar Kemenpan RB bisa mendampingi dan memberi arahan kepada seluruh Kepala OPD dan Camat jajaran Pemkab Blora.

Salah satunya dengan sesi pendampingan coaching clinic dengan narasumber dari Kemenpan RB yang akan berlangsung Kamis -Jumat (25-26 Januari 2024), di Hotel Grand Kemang, Jakarta.

Lewat pendampingan tersebut diharapkan seluruh OPD bisa memiliki pemahaman untuk meningkatkan capaian-capaian pada SAKIP, RB, ZI.

Bupati Arief berpesan kepada jajarannya, untuk mengikuti pendampingan dari Kemenpan RB tersebut secara serius dan sungguh-sungguh. Sehingga kedepannya bisa menghasilkan output seperti yang diharapkan, yakni meningkatnya capaian nilai SAKIP, RB, ZI.

“Ini sebuah bentuk komitmen kami. Untuk itu saya minta kepada seluruh perangkat daerah atau yang mewakili untuk benar-benar serius, dan mengerti. Ketika kepala daerah sudah punya komitmen pada hal tersebut, harus juga diikuti komitmen kepala OPD. Harapan kita untuk bisa naik kelas insyaAllah bisa,” tandasnya.

Terpisah, Deputi RB Kunwas Erwan menyampaikan sejumlah arahannya kepada Pemkab Blora.
“Saya kira kalau Bapak Bupati sudah bergerak ini tentunya ini jadi sebuah komitmen bagi Pemkab Blora,” terangnya.

Disampaikan, agar setelah ada kegiatan pendampingan dari Kemenpan, supaya ditindaklanjuti dengan hasil/output yang konkret. Termasuk juga bisa dimonitoring.
Sekedar diketahui, dalam pendampingan tersebut melibatkan 3 narasumber dari Kemenpan RB untuk membahas beberapa hal terkait SAKIP, RB, dan ZI. Selain pemaparan materi, peserta juga akan didampingi dan diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan narasumber.

Hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Asisten Administrasi Umum, seluruh Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemkab Blora, Kepala Bagian Ortala. (*).

“Intil-intil” Pupuk Bersubsidi Dijual sesuai Kebutuhan Petani

0

BLORA.-

Di Kabupaten Blora, penjualan Pupuk Bersubsidi banyak dipaket dengan “intil-intil”. Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Ngawen di sebuah Kios Pupuk Lengkap (KPL), pupuk Urea dijual dengan harga Rp 150.000, sementara Phoska dibandrol Rp 155.000 dipaket dengan intil-intil NPK Plus seberat 1 kg.

Kodir, pemilik kios pupuk lengkap di Desa Bergolo, TK Azzahra 2 mengatakan, adanya intil-intil tersebut merupakan keinginan petani. “Petani yang menginginkan paket tambahan,” katanya.

Di tempat lain, penjual pupuk di Desa Gedebeg, Imam Syafei juga mengatakan jika petani ingin mendapatkan intil-intil silakan, tapi jika tidak, dia tidak keberatan. “Semuanya tergantung kebutuhan petani,” ujarnya.

Yoyok, seorang petani di Desa Gedebeg, saat dimintai konfirmasi oleh wartawan mengatakan, bahwa ‘Intil-intil” itu perlu, khususnya untuk keperluan merabuk wineh (anak padi). “Setiap petani memiliki kebutuhan berbeda, tergantung pada kondisi lahan masing-masing,” ucapnya.

Sementara itu BPP Kecamatan Ngawen, Ari Nugroho S.p menginformasikan bahwa bagi petnai yang kartu taninya bermasalah dan yang ingin membuat kartu tani baru, bisa mengurus ke kantor BRI terdekat.

BRI siap melayani dan bekerja sama dengan KPL, Poktan. Pembenahan katu tani baru dan yang bermasalah.

“Sebentar lagi ada aplikasi baru yang namanya I Puber, yang akan lebih memudahkan petani,” imbuhnya. (*)

Demi Dapatkan Proyek Aspirasi, Oknum Sekdes di Blora Gadaikan BPKB Mobil Siaga

0

BLORA.-

Seorang perangkat desa yang menjabat sebagai sekretaris desa (Sekdes) Desa Berbak, Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora nekat menggadaikan BPKB Mobil Siaga yang merupakan kendaraan fasilitas desa untuk pelayanan masyarakat.

Menariknya, uang hasil menggadaikan mobil siaga tersebut digunakan sebagai pelicin untuk mendapatkan proyek Bantuan dari Provinsi (Banprov).

Peristiwa tersebut terjadi pada awal bulan November 2023, ketika oknum Sekdes berinisial “N” meminjam uang ke salah satu pegawai koperasi di Kabupaten Blora sebesar Rp 15 juta dengan jaminan BPKB Mobil Siaga plat merah dengan nomor polisi K-1161-XE.

Dikonfirmasi awak media terkait penggunaan uang pinjaman dari koperasi, oknum Sekdes Berbak itu mengatakan bahwa uang pinjaman tersebut digunakan untuk kepentingan pemerintah desa, yakni demi mendapatkan proyek aspirasi dana Bantuan Keuangan Provinsi (Banprov).

“Uangnya buat nggotek proyek aspirasi, Mas,” ucapnya, Rabu (17/01/2024).
Kepada awak media, Sekdes Berbak itu menegaskan bahwa uang pinjaman koperasi tersebut digunakan sebagai pelicin demi mendapatkan proyek aspirasi dana bantuan sebesar Rp. 200 juta. Uang pelicinnya 20 persen, yakni sebesar Rp. 40 juta.

“Untuk Banprov Rp. 200 juta. Uangnya itu buat nambahin. “Totalnya semua Rp. 35 juta,” terangnya.
Total uang pelicin yang sudah diserahkan oleh Sekdes Berbak kepada salah satu Kades di Kecamatan Ngawen sebesar Rp. 35 juta, dan nantinya setelah dana tersebut cair akan dipotong lagi untuk administrasi sebesar Rp. 5 juta.

Oknum Sekdes tersebut juga menjelaskan, bahwa sumber dari dana Rp. 200 juta tersebut merupakan program Banprov Tahun Anggaran 2024. “Untuk Tahun 2024, Mas,” ucapnya.

Ternyata, langkah oknum Sekdes Berbak menggadaikan BPKB Mobil Siaga Desa kepada pegawai salah satu koperasi di Blora itu tanpa sepengetahuan Andito selaku Pj Kepala Desa Berbak. Dan, Pj Kades itu baru mengetahui BPKB Mobil Siaga digadaikan adalah setelah uang pelicin dibayar lunas.

Kabarnya, pinjaman dengan jaminan BPKB Mobil Siaga tersebut sudah dibayar lunas pada Rabu (17/01) lalu, namun awak media yang berusaha menghubungi Pj Kades Berbak, hingga berita ini ditayangkan, Andito tidak merespon. (*)

Ketua Panwaslu Kecamatan Randublatung Lantik 270 Anggota Pengawas TPS

0

BLORA.-

Bertempat di Gedung Sasono Rinenggo Kelurahan/Kecamatan Randublatung, Senin (22/1/2024) telah dilaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah dua ratus tujuh puluh anggota Pengawas TPS se-Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora.

Tampak hadir Camat Randublatung Drs. Bukri M.Si, Ketua Panwaslu Kecamatan Randublatung Arif Nugroho beserta anggota, Kasek Panwaslu kecamatan setempat Usma Mukmin A.M, Ketua PPK Kecamatan setempat Sutejo Selamet.

Acara dimulai pukul 08.30 Wib, diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, lalu pembacaan Surat Keputusan Ketua Panwaslu Kecamatan Randublatung oleh Arif Nugroho, dilanjutkan pengambilan Sumpah Janji Pengawas TPS oleh Ketua Panwaslu, dan penyematan/pemakaian tanda atribut kepada perwakilan Pengawas TPS oleh Camat Randublatung, pembacaan pakta integeritas oleh Ketua Panwaslu kecamatan setempat.

 

Pada kesempatan itu Ketua Panwaslu Kecamatan Randublatung Arif Nugroho menyampaikan beberapa hal penting yang harus ketahui oleh semua Pengawas TPS.

“Selamat datang dan bergabung di Bawaslu ini,oleh karena itu sebagi Pengawas TPS setiap melaksankan tugas harus menganakan seragam autau atribut yang diberikan kepad jenengan semua, dan agar bisa diketahui oleh masyarakat,” pesan Arif.

Di waktu yang sama Camat Randublatung Drs. Bukri M,Si juga memberikan wejangan kepada anggota Pengawas TPS yang baru dilantik, dan memberikan ucapan selamat semua yang telah dilantik menjadi Pengawas TPS.

“Tugas jenengan itu tugas negara, maka saya pesan kepada jenengan semau harus ekstra hati-hati dan jaga netralitas sehingga dalam pemilu nanti bisa berjalan lancar dan kondusif,” pesan Camat.

Ditemui awak media di luar Gedung Sasono Rinenggo kepada wartawan Bukri mengatakan, bahwa di setiap desa paling tidak ada 15 petugas pengawas TPS. “Supaya tujuan Pemilu nanti bisa jadi pemilu yang jurdil,” kata Bukri. (*).

Di Kunduran, Kedatangan Presiden Jokowi Disambut Meriah oleh Warga dan Siswa Sekolah

0

BLORA.-

Hampir seluruh peserta didik di Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora dikerahkan untuk menjadi pagar betis dalam penyambutan Presiden Republik Indonesia pada Selasa (23/1/2024). Murid dan siswa dari sekolahan SD sampai dengan SLTA berdiri berjajar di sepanjang ruas bahu Jalan Raya Kunduran.
Anggota TNI dan Polri pun dikerahkan untuk pengamanan di setiap persimpangan jalan, mulai dari Ngawen hingga Tugu Blandong, Gagaan, perbatasan Blora-Prowodadi.
Semangat anak-anak dalam penyambutan orang nomor satu di Indonesia ini sangat luar biasa. Salah satu siswa dai MTs Al Huda mengaku senang bisa mengikuti penyambutan Presiden RI.


“Seumur hidup baru sekarang ini saya bisa ikut menjadi pagar betis dalam penyambutan bapak presiden,” ucap siswa MTs Al Huda yang bernama Tommy itu.
Salah satu anggota tim pengamanan dari TNI terlihat duduk santai menunggu kedatangan presiden, sembari memberikan wawasan serta semangatnya sebagai prajurit TNI kepadakepada siswa perserta pagar betis tentang kemiliteran.
“Kalau anak-anak ingin jadi TNI harus mempersiapkan fisik yang sehat dan baik. Contohnya seperti saya ini, dik,” ujarnya saat ditemui wartawan Diva.
Mbak Sita, salah satu warga asli Keluaraha Kunduran mengaku sudah tiga kali ini mengikuti acara penyambutan presiden. Namun menurutnya, penyambutan kali ini paling meriah. “Yang dulu gak seramai ini. Karena peserta didik se-Kecamatan Kunduran ikut semua menyambut kedangan Jokowi,” ujarnya sambil duduk santai. (*)

Redakan Suhu Politik, KORMI Blora Sosialisasikan Olahraga Rekreasi Masyarakat

0

BLORA.-

Bak jamur di musim hujan, perkembangan olahraga rekreasi di Kabupaten Blora terus tumbuh di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Seperti diatur dalam UU No 5 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, KORMI merupakan induk olahraga rekreasi di Indonesia.

Dengan selalu mengumandangkan slogan, “memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat”, KORMI Blora mampu memompa semangat masyarakat untuk meningkatkan imunitas diri melalui olah raga rekreasi.

Hal itu terbukti pada hari-hari libur di area tempat olahraga seperti Lapangan Kridosono dan Alun-alun Kota Blora, banyak anggota masyarakat baik anak anak, generasi melenia maupun para wredatama dan kelompok rentan (Keren) melaksanakan olahraga rekreasi seperti jalan kaki, lari-lari, senam kesegaran jasmani, jalan nurdik dan sepeda santai.

Ditambah lagi, Ketua KORMI Kabupaten Blora H. Subekti, SP., MMA dalam memasuki tahun politik 2024 telah mencanangkan dan memprogramkan agar berbagai olahraga rekreasi untuk ditingkat mantabkan.

Pengurus KORMI Blora dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Blora ke 274 telah menggelar senam kesegaran jasmani bersama bupati di Alun-alun Blora pada awal Januari lalu. “Kesemuanya itu hanya untuk menumbuhkan semangat berolahraga rekreasi di Bumi Blora Mustika,” ucapnya, Minggu (14/1/2024).

Subekti yang pernah menjabat Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Blora itu mengatakan, dengan rajin melaksanakan olahraga rekreasi akan diperoleh manfaat yang baik. “Pertama memperoleh kesehatan kebugaran jasmani dan kegembiraan hati,” ungkapnya.

Kedua, menumbuhkan semangat K3, kekeluargaan, Kerukunan dan kepekaan sosial.
“Ketiga melestarikan dan meningkatkan budaya daerah dan Nasional. Ingat di saat tahun politik mulai membara salah satu upaya untuk meredakan suasana agar tetap adem dan damai adalah dengan melaksanakan berolahraga rekreasi yang diharapkan mampu menciptakan suasana riang gembira,” ujarnya. (*).

Pasar Ngawen Terbakar, 78 kios Dilalap si Jago Merah

0

BLORA.-

Asap tebal mengepul dari bagian tengah pasar Ngawen Kabupaten Blora. Api dengan cepat menjalar, membakar sejumlah kios milik pedagang, Selasa siang (9/1/2024).
Dari video yang beredar, tampak asap mengepul dan membumbung tinggi dari api di lokasi pasar setempat.

Para pedagang dan pemilik kios tampak berhamburan dan panik sabil menyelamatkan barang dagangan dari amukan si jago merah. Sesekali jerit dan isak tangis pun tak kuasa terbendung melihat kobaran api yang semakin menggila.

Beruntung, petugas damkar bersama warga sekitar bergerak cepat melakukan pemadaman api di TKP setelah menerima laporan.

Camat Ngawen, Zaenuri saat dikonfirmasi megatakan, ada 78 kios dan los 744 unit yang terbakar.

“Iya mas, ini masih dilakukan pemadaman. Belum tahu penyebabnya, hanya saja ini kebanyakan loss dan beberapa kios yang terbakar,” jelasnya.

Zaenuri mengaku, hingga saat ini dibantu forkompimcam, bersama damkar, satpol PP, dan warga bergotong royong untuk memadamkan api.

Ditambahkan, saat melakukan pemadaman, juga ada bantuan dari Damkar Rembang, Grobogan ikut membantu pemadaman. (*).

Tahun Politik Sekarang Mirip Indonesia Zaman Kalabendu

0

BLORA.-

Tahun 2024 diprediksi merupakan tahun penuh harapan, keberuntungan dan tantangan. Hal itu disampaikan para winasis dalam kegiatan rapat internal pengurus PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kabupaten Blora, di ruang pertemuan PWRI, Selasa (9/1/2024).

Apalagi saat ini suhu politik sudah membara dampak dari hasil debat capres/cawapres ketiga yang penuh dengan dagelan beretika, menjadikan Negeri Katulistiwa ini sontak dipenuhi polusi suara hoaks dengan aneka ragam nada sesuai aliran koalisi yang diikuti.

Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya pada kesempatan itu menyampaikan pesan sebagai tambahan wawasan dan referensi, serta spirit dalam menghadapi realita tahun shio Naga. “Agar tetap dingin walaupun suasana panas,” katanya.

Pesan yang disampaikan mantan Sekda Blora itu diantaranya, kalau dulu ada peribahasa tong kosong nyaring bunyinya memiliki makna orang yang bodoh biasanya banyak ngomongnya atau bualannya.

“Namun saat ini berdasarkan hasil penelitian orang suka ngomong atau ngoceh sangat menyehatkan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri,” tuturnya.

Ada tiga manfaat yang diperoleh orang yang suka bicara. Pertama, membuat otak tetap aktif dan meningkatkan daya ingat serta mencegah pikun atau alzheimer.

Kedua, bisa mengurangi stres dan tekanan psikologis serta mencegah serangan stoke. Tentunya dengan catatan bicara tidak menimbulkan emosi apalagi membuat kemarahan. Ingat pitutur jawa yang bijaksana “Lamun siro iso ngomong nanging aja mbrebeki kuping”.

Ketiga, suka berbica juga dapat membuat awet muda karena berbicara itu melatih otot-otot wajah, tenggorokan dan paru-paru.
“Maka sarannya untuk kita semua di tahun politik saat ini kalau sedang ngobrol berkatalah yang benar, baik, sopan, lemah lembut dan pantas,” ungkapnya.

Selanjutnya situasi saat ini di Indonesia yang berideologi Pancasila menurut para pengamat spiritual kelangitan suasananya mirip dengan Zaman Kalabendu seperti yang pernah diramalkan oleh Prabu Jayabaya dan Raden Ngabehi Rangga Warsita seorang pujangga besar jawa.

Zaman Kalabendu sebagai ungkapan zaman kegelapan, zaman angkara murka, zaman sengsara, zaman penuh kebencian, zaman gojang gajing dan zaman edan yen ora edan ora kumanan.

Adapun ciri-ciri Zaman Kalabendu dapat terumuskan ke dalam akronim BEJAT bukan dimaksudkan menggambarkan seseorang yang sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi baik akhlaknya, budi pekertinya maupun perilakunya yang sudah menyimpang jauh dari etika kehidupan.

Namun BEJAT di sini mengandung arti sebagai berikut; (B)- Banyak orang berlomba-lomba dalam kerakusan, kesombongan dan kemunafikan.

Bahkan banyak orang yang sudah tidak lagi memiliki tata krama, unggah-ungguh, tidak punya rasa malu dan hatinya sudah terbakar oleh ambisi angkara murka, imannya mudah goyah dan keyakinannya mudah berubah.

Segala ikhtiar untuk meraih sesuatu dilakukan dengan menghalalkan segala cara. Pola instan dan trasaksional menjadi kebiasaan baru dalam menggapai baik rezeki maupun jabatan/kedudukan.
Saat ini sudah menjadi buah bibir bahwa jabatan menjadi komoditas baru yang bisa dijual belikan.

(E)- Emosi sudah menjadi panglima dalam pergaulan hidup sehari hari. Orang mudah bersumbu pendek, gampang gelap mata dan membabi buta.
Kebiasaan bertindak yang tidak menggunakan akal sehat. Perilaku kaduk wani kurang deduga (berani tanpa perhitungan) dan hantam dulu urusan belakang seperti sudah menjadi tren kebiasaan baru.

(J)- Janji sudah menjadi asesoris dalam pergaulan hidup dan sarana untuk promosi diri dalam meraih kepercayaan dan menggapai kemenangan.
Bukan lagi janji sebagai keyakinan sakral yang harus ditepati dan diujudkan. “Sehingga obral janji di tahun politik saat ini sudah menjadi sebuah keniscayaan yang harus dipasarkan di masyarakat,” tegasnya.
Tepat kiranya kalau saat ini syair lagu “Tinggi Gunung Seribu Janji” yang sangat populer pada masa tahun 70-an dinyanyikan oleh Bob Tutupoly menjadi kenyataan.
Sepenggal syairnya, Memang lidah tak bertulang, Tak terbekas kata-kata, Tinggi gunung seribu janji, Lain di bibir lain di hati.

(A)- Ada anomali baru saat ini wong cilik wani golek kesalahane karo wong gede, lan wong gede ora iso kanggo tuladha (Orang kecil berani cari kesalahannya dengan para penguasa, dan penguasa tak bisa jadi panutan/teladan).

(T)- Tersebarnya berita hoaks, fitnah, adu domba, provokasi dan pemecah belah persatuan dan kesatuan umat semakin luas dan meningkat. Keadaan tersebut bisa menimbulkan keresahan, kepanikan dan ketakutan di masyarakat.

Itulah sejumlah ciri Zaman Kalabendu yang perlu kita pahami bersama. Untuk mensikapi hal tersebut ada baiknya kita bumikan pitutur bijak “Sak beja bejane sing lali isih beja kang eling lan waspada” (Beruntunglah bagi yang lupa masih beruntung yang ingat dan waspada). Dan “Sak beja bejane wong urip isih beja wong urip sing eling karo sing gawe urip”.
Sehingga secara lugas agar kita tetap eksis di zaman kalabendu adalah iklhas melaksanakan perintah-Nya dan berani meninggalkan larangan-Nya.

Acara kegiatan rapat diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh H.Sudadyo untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Pemurah agar dalam pesta Demokrasi nanti Calon DPD RI Wakil dari Jawa Tengah Ir.H.Bambang Sutrisno MM bisa lolos/menang dalam pemilihan menjadi anggota DPD RI Dapil Jateng masa bakti 2024-2029. (*).

Awal Tahun 2024, Bea Cukai Kudus Gagalkan Pengiriman 196.000 Batang Rokok Ilegal dari Jepara

0

KoranDiva-KUDUS. – Mengawali operasi pemberantasan BKC Ilegal di Tahun 2024, Bea Cukai Kudus berhasil menggagalkan pengiriman 196.000 batang rokok ilegal di salah satu agen jasa pengiriman di Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Rabu (03/01/2024).

Mengawali kegiatan pemberantasan BKC ilegal di awal tahun 2024, tim macan kumbang muria melakukan kegiatan patroli darat dengan menyasar beberapa agen jasa pengiriman di beberapa wilayah Kabupaten Jepara.

Dari hasil patroli tersebut, tim mencurigai beberapa paket kiriman yang diduga berisi rokok ilegal di salah satu agen jasa pengiriman di Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara sehingga dilakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan paket tersebut, tim menemukan 117 paket yang berisi 8.860 bungkus rokok jenis SKM dengan berbagai merek seperti Lois L Bold, JAYA BOLD, GUCI, FLASH BOLD, dan DUBAI tanpa dilekati pita cukai, dan 940 bungkus rokok jenis SKM dengan merek LiNK BOLD yang dilekati pita cukai diduga palsu.

Nilai barang rokok ilegal tersebut diperkirakan sebesar Rp 270.480.000,00 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 187.615.120,-

“Tahun demi tahun berlalu, pemberantasan BKC ilegal harus digalakkan selalu. Penindakan paket yang berisi rokok ilegal di awal tahun ini dapat menjadi bekal bagi kami untuk meningkatkan koordinasi bersama pemerintah daerah dalam mengedukasi para pengusaha jasa ekspedisi agar lebih teliti dan berhati-hati dalam menerima paket kiriman,” ujar Sandy Hendratmo Sopan, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus. (*)

Istri Seorang PNS di Desa Geneng Diduga Lakukan Pungli BLT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau

0

BLORA.-

Usai ramai pemberitaan terkait dugaan pungli (pungutan liar) Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang terjadi di Desa Dringo Kecamatan Todanan Kabupaten Blora, pungli kini kembali terjadi di Desa Geneng Kecamatan Jepon Kabupaten Blora yang diduga dilakukan oleh oknum istri seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil), Senin (08/01/2024).

Dari hasil penelusuran awak media, pemotongan atau pungutan BLT DBHCHT para Petani Tembakau di Desa Geneng sebesar Rp. 100 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan dalih untuk uang kas kelompok tani, untuk pembuatan legalitas kelompok tani, serta sebagai imbalan untuk pihak-pihak yang mengurus proses bantuan tersebut.

Salah seorang petani tembakau penerima BLT DBHCHT di Desa Geneng yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, bahwa dirinya menerima BLT sebesar Rp. 1,1 juta dari jumlah yang seharusnya diterima adalah sebesar Rp. 1,2 juta, lantaran yang Rp. 100 ribu diserahkan kepada ketua kelompok tani yang berinisial W.

“Uang Rp. 100 ribu itu buat kas kelompok tani, sama untuk yang mengurus mengusulkan bantuan, katanya seperti itu dulu. Penyampaiannya dulu waktu pengumpulan berkas, sudah satu tahun lebih, katanya untuk mengurus badan hukum kelompok tani juga, Mas,” ucapnya, Sabtu (06/01/2024).

“Jumlah KPM BLT Petani Tembakau ada 112 KPM, setelah dari Blora beberapa KPM mendatangi rumah ketua kelompok tani untuk menyerahkan uang Rp. 100 ribu. Mungkin yang sudah menyerahkan ada sekitar 100 orang, karena ada beberapa KPM yang belum mengambil bantuan karena sedang tidak berada di desa,” jelasnya.

“Dulu ketua Kelompok Tani Surya Kencana kan suaminya. Karena sekarang sudah menjadi PNS, kan nggak boleh jadi ketua kelompok tani, lalu digantikan oleh istrinya. Untuk bendaharanya sendiri (Riyanto) saat ini bertempat tinggal di Randualas, tetapi status administrasinya belum pindah,” imbuhnya.

Dikonfirmasi awak media di kediamannya, W yang mengaku sebagai ketua Kelompok Tani Surya Kencana menyampaikan, bahwa itu bukan potongan melainkan KPM memberikannya secara sukarela. Dan menurutnya tidak semua KPM menyerahkan uang Rp. 100 ribu kepada dirinya.

“Sebenarnya itu bukan potongan. Kan dulu saya mengajukan, yang saya kasih informasi terus saya mintain data KTP dan KK. Tapi nanti kalau bisa cair ya ada gantinya untuk administrasi, saya bilang gitu, Mas,” ucapnya, Sabtu (06/01).

Bahkan menurut W, KPM malah menyampaikan jika nantinya dipotong Rp. 200 ribu tidak masalah, “Gini lho Bu, nanti potong Rp. 200 ribu nggak papa, buat administrasi,” kata W menirukan ucapan warga.

“Nah setelah cair kemarin, ada warga yang tanya ke saya, gimana kesepakatan dulu Bu? Saya jawab, dulu ibu-ibu sepakat Rp. 200 ribu, tapi monggo seikhlasnya saja. Banyak yang tidak memberikan, dan saya juga tidak mendatangi para KPM,” imbuhnya.

Dari 112 KPM yang ada di Desa Geneng menurut W baru 40 KPM yang sudah menyerahkan uang Rp. 100 ribu kepadanya. “Kurang lebih 40 an, Mas. Sebagian tidak ya saya tidak menanyakan, karena itu kesadaran mereka sendiri,” jelasnya.

W juga menjelaskan bahwa sebagian uang tersebut digunakan untuk mengganti biaya pengurusan legalitas kelompok tani tersebut. “Saya pakai untuk ganti administrasi, untuk ganti biaya ngurus badan hukum kelompok tani, serta untuk nebus bantuan aspirasi alat pertanian, Mas,” terangnya.

“Rencana Pengurus APTI ada Muscab untuk pergantian pengurus, kan ini cari dana kesulitan, minta bantuan bupati juga kesulitan, akhirnya teman-teman sepakat nanti kalau ada BLT nanti iuran,” lanjutnya.

Larso Ngariyanto selaku Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) saat di konfirmasi terkait kebenaran adanya rencana Musyawarah Cabang (Muscab) untuk pergantian pengurus dan membutuhkan iuran dana dari pencairan BLT DBHCHT para Petani Tembakau, dirinya menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar.

“Kalau APTI yang saya ketuai nggak ada rencana Muscab, jadi nggak ada pembahasan pengumpulan dana. Kalau APTI sebelah kurang paham, mungkin ada rencana Muscab, tetapi namanya bukan APTI, tapi PAPTI, akan tetapi logo yang dipakai sama, sehingga masyarakat tahunya ya APTI,” jelasnya. (*)