Beranda blog Halaman 101

Sarat Prestasi, SDN 1 Mojowetan Sekolah Favorit Kecamatan Banjarejo

0

 

Korandiva-BLORA.- Meski belum berhasil menembus prestasi pada tingkat kabupaten mau-pun provinsi, setidaknya segudang prestasi telah dikumpulkan oleh SD Negeri 1 Mojowetan, Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora.

Tak heran jika SD ini sekarang menjadi favorit dan memiliki siswa terba-nyak se Kecamatan Banjarejo dengan total 194 siswa. Dengan jumlah tersebut setiap jenjang kelas yang ada menjadi pararel.

Kepala Sekolah SD Ne-geri 1 Mojowetan, Supono, S.Pd.,SD, mengatakan, siswanya sempat mengalami penyusutan hanya pada waktu terjadi Covid-19 yaitu pada Tahun 2020 dan 2021.

“Karena sebagian wali murid memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta yang pada saat itu diijinkan masuk,” ujarnya, Kamis (25/4/2024).

Namun pada tahun 2023 dan 2024 ini kelas 1 di sekolahnya kembali pararel. “Tapi tahun ini, kelas 1 kami sudah kembali pararel,” tambah Supono.

Dengan jumlah siswa yang banyak itu, kata Supono, pihaknya berprinsip harus kerja keras karena memiliki tanggung jawab yang lebih besar. “Teman-teman guru juga memiliki kinerja yang tinggi dan mengikuti arahan saya untuk jam kerja,” tuturnya.

Segudang prestasi yang berhasil dicapai oleh SDN 1 Mojowetan itu antara lain juara 1 Sains Matematika tahun 2022 dan tahun 2023, juara 1 Kompetensi Sains Nasional (KSN), juara 1 lomba karya tulis ilmiah.

Kemudian untuk lomba bidang agama, juara 1 kaligrafi tahun 2021, juara 1 lomba wudhu, juara 1 lomba Qitobah, juara 1 praktek sholat putra, juara 2 lomba Karya tulis Islami tahun 2023, juara 1 OSN Matematika tahun 2023.

Untuk lomba Kaligarafi, SDN 1 Mojowetan pernah sampai provinsi namun belum berhasil membawa predikat juara mewakili kabupaten Blora. (*)

Ingin Jadi Pengacara, Enoz Tak Malu Jualan di Sekolah

 

Korandiva-BLORA.- Untuk anak seumurannya, Enoz R Haryanto tergolong memiliki kematangan berpikir yang lebih. Rasanya tepat jika SMP Negeri 1 Todanan tempatnya belajar mempercayakan jabatan ketua OSIS kepadanya untuk periode 2022-2023.

Di tingkat kecamatan, dia juga tercatat sebagai Ketua Forum Anak.
Sisi kehidupan remaja kelahiran Luwuk-Banggai, Sulawesi tengah 3 Desember 2009 ini menarik untuk disimak.

Demi cita-citanya menjadi seorang pengacara, setiap jam istirahat Enoz tidak malu-malu untuk berjualan kudapan di sekolahnya dengan cara berkeliling dari kelas ke kelas.

Suara khas menjajakan kuenya sudah begitu dikenal dan dinanti teman-temannya. “Risol… risol, cripca.. cripca..,” ucapnya menirukan cara dia berjualan.

Jika sedang hoki, sesekali gurunya memborong jualannya. “Awalnya saya sempat nerves saat jualan di kelas sebelah, tapi lama-lama biasa,” tutur siswa kelas 9 G yang suka matematika ini.

Anak pasangan Pison Haryanto dan Sunovianti ini bahkan mandiri sejak masih SD. “Sejak SD saya sudah jualan kecil-kecilan, jualan stiker, dari untung 3 ribu hingga 5 ribu itu saya jadi ketagihan jualan,” kenangnya.

Kebiasaan jualan itu akhirnya dibawanya hingga masuk SMP. Dari hasil jerih payahnya itu Enoz bisa mengantongi untung 30 sampai 40 ribu. Biasanya, dia hanya menyisihkan 10 sampai 15 ribu saja untuk di tabung. Selebihnya, diberikan kepada orang tuanya. Dia berharap dengan tabungan itu, kelak bisa membeli sepeda motor untuk transportasi sekolah di SMA.

Di sekolahnya, Enoz dikenal sebagai anak yang cerdas. Terbukti dia selalu juara 1 di kelas bahkan sekarang pararel 3.

Prestasi lain yang di sandangnya adalah juara 1 putra tergiat dalam ajang Pramuka tingkat Kwarda Jateng, juara 2 Pidato bahasa jawa Kabupaten Blora, serta masuk 5 besar lomba telling Story Ka-bupaten. Enoz juga aktif di Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). (*)

Tempati Bangunan Kuno, SDN 1 Todanan Pertahankan Gedung Bernilai Sejarah

 

 

Korandiva-BLORA.- Bukan tanpa alasan jika SD Negeri 1 Todanan menempati bangunan kuno peninggalan Belanda. Dari hasil penelusuran Diva sekolah dasar tertua di Kecamatan Todanan yang berdiri sekitar tahun 1918 dengan status sebagai Sekolah Rakyat (SR) itu hingga saat ini sudah berusia 106 tahun.

Kepala SD Negeri 1 Todanan Hartuti, S.Pd.,SD menuturkan, karena mengandung unsur sejarah itulah, seca-ra bergulir, setiap kepala sekolah yang menjabat sebagai Kepala SDN 1 Todanan, bersama wali murid dan masyarakat sekitar sepakat untuk tidak merubah bentuk bangunan yang berbahan asli kayu jati.

“Untuk sekarang tidak mungkin bisa mendapatkan bahan kayu jati yang kwalitasnya seperti yang ada ini,” kata Hartuti.

SD Negeri yang memiliki 330 sisiwa itu, selain mempertahankan bangunan asli ruang kelas dan perpustakaan juga merawat peninggalan kuno berupa meja dan kursi lengkap satu ruang berjumlah 12 set.

Sementara untuk WC sebetulnya masih asli, hanya bagian septic tanknya ditimbun. Dengan mengingat nilai sejarah itu Hartuti bertekat akan tetap mempertahankan keaslian bangunan sekolah tersebut.

“Insyaallah kami tetap akan mempertahankan dan merawat bangunan yang menurut kami bernilai sejarah tersebut mas,” kata Hartuti. (*)

Pola Pikir Manusia Berubah, Dunia Pendidikan Sekarang Maju Lebih Pesat

0

 

Korandiva-BLORA.- Perkembangan dunia pendidikan saat ini benar-benar telah maju pesat. Kemajuan inilah yang mau tidak mau harus diikuti para pendidik. Demikian disampaikan Koordinator Wilayah Bidang Kependidikan Kecamatan Sambong, Gunawan.

Kepada Diva, Gunawan mengungkapkan banyak hal terkait perkembangan dunia pendidikan ini. “Bukan hanya pendidik saja yang harus mengikuti, tetapi masyarakat juga tidak boleh ketinggalan,” katanya saat ditemui di kantor.

Kemajuan dunia pendidikan, lanjutnya, tak lepas dari masa pandemi yang pernah melanda negeri ini. “Kalau nggak ada pandemi, nggak akan berubah,” ujarnya.

Lebih lanjut pria 58 tahun ini mengatakan, saat ini pola pikir harus berubah. Tidak seharusnya pendidik terjebak pada pola pikir lama. “Guru harus melakukan pembelajaran yang bervariasi,” tegas Gunawan.

Dia menambahkan, apalagi saat ini keberadaan guru banyak diisi kaum muda. “Yang kaum tua saja bisa mengikuti perkembangan, misalnya mengikuti webinar, membuat link, dan sebagainya, apalagi guru muda,” ungkapnya.

Mengenai guru penggerak, penggemar olahraga bersepeda ini mengatakan, guru penggerak itu kiprahnya luar biasa. “Kiprah guru penggerak itu bagus sekali. Mereka banyak berinovasi, dan inilah yang dibutuhkan saat ini,” imbuh Gunawan.

Pihaknya berharap, perkembangan dunia pendidikan yang bagus ini hendaknya lebih banyak disosialisa-sikan kepada masyarakat. “Ini zamannya merdeka belajar, agar masyarakat tidak salah paham mengenai perubahan ini,” pungkasnya. (*)

Bambang: Amalkan PSK, Agar Hidup Sehat dan Bahagia

Korandiva-BLORA.- Masyarakat agar gemar melakukan senam jantung sehat, atau rutin berolahraga. Himbauan itu disampaikan oleh Ketua Klub Jantung Sehat (KJS) Mustika Kabupaten Blora, Tutik Setyowati pada acara peringatan ulang tahun KJS Mustika ke-14 di lantai IV Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Blora, Minggu 5 Mei 2024.

 

“Dengan aktif dan rutin berolahraga atau senam jantung sehat, mudah-mudahan kesehatan tetap terjaga,” katanya.
Menurut Tutik, penyakit jantung merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang tidak kalah bahayanya dan banyak menimbulkan kematian. “Kali ini kita mengambil tema, bertambah umur makin bijaksana,sehat, sejahtera dan bahagia,” terangnya.

Sebelum kegiatan dimulai, Penasehat Yayasan Jantung Sehat Kabupaten Blora Bambang Sulistya memberikan spirit kepada semua peserta agar mengamalkan akronim PSK dalam pergaulan hidup.

“(P) – Pengendalian diri yang merupakan hasil diklat di Bulan Ramadan tetap kita pertahankan dan ditingkat mantapkan,” tuturnya.
Kemudian (S) – Silaturahmi terus kita wujudkan dalam menjalani hidup yang semakin dinamis dan penuh dengan berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan ganggungan.
Sedangkan (K) – Kepyur/sedekah/berbagi jadikan kebutuhan hidup sehari-hari.
“Menyang Blora numpak sepur, Sopo pingin mulya kudu wani kepyur (Pergi ke Blora naik sepur, Siapa yang ingin Sejahtera harus berani berbagi),” tambahnya.

Kepala DPK Kabupaten Blora, Mohammad Toha Mustofa merasa termotivasi dan terinspirasi atas kegiatan tersebut dan memberi apresiasi positif atas semangat juang dalam memperoleh kebugaran jasmai dan rohani.
“Karena sehat itu pangkal kebahagian. Ada ungkapan bijak ‘Men Sana In Corpore Sano’. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” tegasnya. (*).

DP4 Blora Jamin Ketersediaan Pupuk Urea dan Pupuk Ponska

Korandiva-BLORA.- Para petani di beberapa wilayah di Kabupaten Blora melaksanakan penanaman padi pada musim tanam kedua tahun ini. Pada musim tanam padi yang kedua ini para petani optimis akan menghasilkan padi yang baik. Pasalnya kemungkinan hujan masih turun pada Mei ini. “Rata-rata sudah pada tahapan tandur (menanam bibit) tapi masih ada juga yang masih penyiangan dan penggemburan tanah,” ujar Sujiman, salah seorang petani di Dese Gedebeg Kecamatan Ngawen, Jumat (25/4/2024).

Ia mengakui hasil panen pada musim tanam pertama lumayan baik. Dari kisaran luasan 100 tumbak petani mendapat hasil panen sekitar 7 kuintal. Kondisi ini karena didukung suplay air yang cukup. “Mudah-mudahan panen padi musim tanam kedua juga masih ba-gus. Asal pada awal tanam hujan masih ada. Sehingga suplai air selalu ada,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman memastikan kesediaan pupuk subsisi untuk petani aman. DP4 menyampaikan jumlah pupuk subsidi yang tersedia sesuai pengajuan petani melalui rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) atau kelompok petani. “Yang pasti jumlah pupuk tersebut ter-bagi 70 persen pupuk Urea dan 40 persen pupuk Ponska,” tandasnya. (*)

Mantan Dirut GMM, Kamajaya Siap Bantu Pengembangan Tebu di Kabupaten Blora

Korandiva-BLORA.- Mantan Direktur Utama PT. Gendis Multi Manis (GMM) Blora, Lie Kamajaya berencana mendatangkan bapak angkat dalam pengembangan tanaman tebu di Kabupaten Blora.

Hal itu dikatakan Kamajaya saat menerima silaturahmi 13 pengurus APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia) Kabupaten Blora di rumahnya, Jalan Watu Lawang V.42/44 Kecamatan Gajah Mungkur, Semarang, Jumat 26 April 2024.
Kamajaya juga berniat mengenalkan budidaya tebu yang sudah dikembangkan di Cina dengan menggunakan varietas tebu giok yang mampu menghasilkan produksi 120 Ton per Ha dengan rendemen tebu yang tinggi di atas 10 persen. Bahkan disebut, untuk memotivasi para petani Blora mau menanam dan mengembangkan tebu, Kamajaya akan mengajak berguru budidaya tebu ke Negeri Cina.
Dalam kesempatan itu, Kamajaya menyampaikan apresiasi positif atas bangkitnya kembali para pengurus APTRI Kabupaten Blora untuk berjuang membela petani tebu. “Saya mendukung dan bersedia membantu dalam pengembangan tebu di Kabupaten Blora,” katanya
Dirinya juga siap hadir pada saat nanti pelantikan pengurus APTRI Kabupaten Blora masa Bhakti 2024-2029 di pendopo rumah dinas Bupati Blora yang direncanakan pada pertengahan Mei 2024.
Dalam silaturahmi itu Ketua APTRI Blora Sunoto menyampaikan, ibarat dalam peribahasa sambil menyelam menangkap ikan. Selain untuk meningkatkan rasa kekeluargaan dan persaudaraan juga untuk mendapatkan motivasi serta gemblengan mental dari Kamajaya.
“Pengurus APTRI Kabupaten Blora dikenal sebagai petani jangkar yang sudah merasakan pahit getirnya berjuang untuk mendirikan pabrik gula Gendis Multi Manis (GMM) bersama Kamajaya,” kata Sunoto.
Ia mengenang, dahulu ketika Kamajaya masih aktif sebagai Direktur Utama PG GMM setiap sebulan sekali selalu diajak bermusyawarah dari hati ke hati di rumah kumpul joglo.
Sementara Sekretaris APTRI Blora Anton Sudibyo mengungkapkan rasa kerinduan betapa indahnya kekompakan, kerukunan dan kebersamaan antara para petani tebu dengan para karyawan pabrik gula PT GMM dalam berjuang mewujudkan terminal kemakmuran.
“Saya sangat mengharapkan kepada Pak Kamajaya agar mau cawe-cawe untuk menumbuhkan sikap guyub rukun sesarengan nandur tebu untuk meningkatkan kesejahteraan,” ucapnya.(*).

Tingkatkan Mutu Lulusan, SMK Negeri 1 Kunduran Bekerja Sama dengan Korps Topografi KODAM IV / Diponegoro

0

Korandiva-BLORA.- SMK Negeri 1 Kunduran Blora yang berada di perbatasan Blora-Grobogan adalah salah satu sekolah kejuruan yang memiliki jurusan yang berhubungan langsung dengan pengukuran tanah.

Kepala SMK Negeri 1 Kunduran Amar Ma’ruf Fakhrudin, S.Pd. MM menjelaskan, bahwa ada empat jurusan di SMK Negeri 1 Kunduran, tiga diantaranya berhubungan langsung dengan pengukuran tanah yaitu Teknik Geospasial/Geomatika, Desain Pemodelan Informasi Bangunan dan Usaha Pertanian terpadu. Sedangkan satu jurusan lagi Teknik pemesinan.

Hari ini, Jum’at Pon tanggal 26 April 2024 SMK Negeri 1 Kunduran diundang langsung di Aula Topdam IV / Diponegoro Jl perintis kemerdekaan Watugong, Semarang untuk melaksanakan MoU/ Kerjasama dengan Korps Topografi KODAM IV / Diponegoro dalam bidang pendidikan.

MoU ini di tanda tangani Oleh Kepala Korps Topografi KODAM IV / Diponegoro Letkol Cahyono, M.Si (Han) dan Kepala SMK 1 Negeri Kunduran Amar Ma’ruf Fakhrudin, S.Pd, MM.

Terkait Kerjasama ini Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Wawan Setiawan, M.Pd menjelaskan, ada beberapa Kerjasama yang telah sepakat bersama. “Diantaranya adalah Sinkronisasi Kurikulum,” ujar Amar, kepala SMKN 1 Kunduran.

“Praktik Kerja Lapangan (PKL), Pemagangan Guru, Program Guru Tamu / Instansi Mengajar. Menjadi salah satu kegiatan unggulan SMKN 1 Kunduran,” imbuh Wawan.
Wawan menambahkan terkait informasi lowongan kerja dan perekrutan TNI-AD. “Mohon diinformasikan kepada Siswa-Siswi SMKN 1 Kunduran dan Alumni siswa yang ada di Kabupaten Blora, bahwasanya ada Lowongan Kerja / Perekrutan di lingkungan TNI – AD. Dan Workshop Kompetensi Keahlian,” pungkasnya. (*)

Banyak Suami Kepincut Wanita Penghibur, Emak-Emak Bongkar Paksa Warung Remang-Remang di Randublatung

0

Korandiva-BLORA. – Dianggap jadi tempat prostitusi dan jual beli miras, warga Dukuh Jape, Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung membongkar paksa 8 warung yang berada disebelah timur makam Jape. Mereka menganggap keberadaan warung tersebut mengganggu ketenteraman warga. Mereka yang menggeruduk warung remang-remang tersebut didominasi emak-emak.

Aksi mereka itu dipicu suami mereka yang kepincut wanita penghibur yang mangkal di warung tersebut.
Seorang warga RM menjelaskan sejak adanya warung remang-remang itu beberapa lelaki kepincut. Sehingga mengganggu ketentraman rumah tangga dan warga desa.

“Kami tidak mau suami kami menjadi korban,” terangnya.
Warga lainnya Suntoro juga sepakat warung remang-remang itu dibubarkan. Sebab, tempat itu kerap dijadikan tempat mabuk-mabukan dan praktik pelacuran.

Ia pun menunjukkan bukti berupa puluhan botol minum keras.
“Warga sudah sempat memperingatkan kepada pemilik warung untuk menghentikan aktivitasnya. Ini ketiga kalinya,” tuturnya.

Saat penggerebekan, penghuni warung tampak kocar-kacir. Mereka diduga wanita pemandu karaoke.
Namun, aksi warga yang membongkar warung itu diredam oleh polisi dan Satpol PP yang datang ke lokasi.

Sugiyanto, Kasitrantib Kecamatan Randublatung, mengatakan, jika pihaknya mencoba memediasi antara warga dan pemilik warung, agar terjadi kesepakatan terbaik.
“Kami tidak ingin ada keributan. Semua agar tetap kondusif,” jelasnya.

Pihaknya meminta warga menahan diri dan tidak terpancing provokasi.
“Jangan ada anarki, semua harus pakai etika. Biar mereka pindah dengan sadar, tidak perlu kekerasan,” ujarnya. (*)

Teka-teki Pilkades Serentak 2025, PMD Blora: Regulasi Masih Digodog di Kementerian

0

Korandiva-Blora.– Realisasi perpanjang jabatan kepala desa dalam revisi Undang-Undang (UU) Desa Nomor 6 Tahun 2024 belum bisa dipastikan. Karena masih tergantung keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ada yang menilai perpanjangan masa jabatan kades menjadi delapan tahun mestinya dilaksanakan periode selanjutnya. Bukan langsung ditambahkan kepada yang sekarang sedang menjabat. Karena dinilai kurang tepat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati mengatakan, proses pemberlakuan revisi UU Desa masih panjang. Menunggu peraturan pemerintah (PP), peraturan daerah (perda), hingga surat keputusan (SK).

“Setelah berkonsul ke Kemendagri, regulasi saat ini masih digodog di kementerian. Kita tunggu saja, siap untuk menindak lanjuti,” katanya, Jumat (26/4) lalu.

Menurut Yayuk, kalau masa jabatan masih 6 tahun, 2025 ada Pilkades serentak untuk 242 desa di Kabupaten Blora. “Jika Pilkades (pemilihan kepala desa) tetap dilaksanakan tahun depan kami juga tidak mempermasalahkan,” tandasnya.

Sementara itu ketua APDESI Kabupaten Blora ketika dikonfirmasi melaui pesan maupun telepon Whatsapp belum memberikan jawaban. (*)