Semua tulisan dari Prayitno

Halalbihalal PWRI Kecamatan Bogorejo Diikuti Pengurus dan Anggota IPPK

BLORA.-

Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan halalbihalal Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora, Jateng yang diselenggarakan pada Rabu (10/5/2023). Kegiatan halalbihalal yang dilaksanakan di rumah pribadi ketua PWRI Kecamatan Bogorejo H. Suliman, itu juga diikuti pengurus dan anggota Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK).
Peristiwa langka ini bisa terlaksana karena H. Suliman selain ketua PWRI juga merangkap jabatan sebagai ketua IPPK Kecamatan Bogorejo.
“Pada saat IPPK lahir 1973 namanya Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan, namun sejak 2020 berubah menjadi Perkumpulan Insan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Suliman.
Suasana kegiatan halalbihalal gayeng, guyub rukun, suka cita dan penuh rasa kekeluargaan.
Dalam sambutannya H. Suliman menyampaikan bahwa kegiatan halalbihalal sengaja dihadirkan peserta dari PWRI dan IPPK sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kerukunan dan persaudaraan di antara para peserta yang sama sama sudah purna tugas.
Karena PWRI adalah wadah organisasi dari seluruh para pensiunan ASN/Pegawai Negeri, tetapi kalau IPPK anggotanya hanya berasal dari para pensiunan Dinas Pendidikan. Sehingga sangat logis kalau dari segi pengembangan anggota PWRI bisa berkembang pesat.
Pada saat H. Suliman diberi amanah tahun 2021 anggota PWRI Kecamatan Bogorejo hanya 30 orang kini sudah mencapai 84 orang anggota PWRI.
Berbagai aktivitas yang telah dilakukan oleh pengurus PWRI selama ini selain pertemuan rutin dalam memberikan semangat kepada anggota agar tetap berkarya nyata untuk menjadi manusia yang bermanfaat melaluhi kegiatan pengabdian di masyarakat, juga dilaksanakan kegiatan senam kesegaran jasmani bersama forkompicam bertempat di halaman kantor kecamatan.
Bahkan untuk mewujudkan anjuran Gubernur Jateng agar para wredatama dapat melaksanakan Program BS (Bahagia Sehat), maka setiap tiga bulan sekali secara gotong royong diselenggarakan kegiatan wisata mandiri ke objek wisata baik didalam daerah maupun diluar Kabupaten Blora.
Satu jurus yang diterapkan oleh H.Suliman dalam mengembangkan anggota PWRI, yaitu dengan rajin bersilaturahmi dan memberi seragam gratis bagi angota yang baru masuk.
Ketua PWRI Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya memberi apresiasi positif atas terselenggara kegiatan halalbihalal dengan model kolaborasi antara PWRI dengan IPPK secara harmonis dan penuh nuansa kebahagiaan.
Bahkan kalau dikaitkan dengan tahun politik halalbihal kali ini termasuk bentuk Koalisi Wreda Mustika yang bisa menjadi perekat kerukunan para Purna Tugas di Bumi Samin Blora.
“Saya juga memberikan semangat kepada para peserta yang hadir agar para pensiunan tidak lagi terjebak oleh berita-berita yang membuat suasana kurang kondusif dan menakutkan,” tutur Mantan Sekda Blora itu.
Tentang cuaca panas yang akhir-akhir ini dirasakan oleh seluruh warga masyarakat Indonesia. Bahkan ada berita hoaks yang sudah beredar bahwa Indonesia akan dilanda gelombang panas (Heatwave) seperti yang tengah tejadi di Negara Asian lainnya Thailand, India, Bangladesh, Myanmar, Tiongkok dan Laos.
Namun menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan suhu panas yang terjadi saat ini di wilayah Indonesia merupakan fenomena alam dari gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun.
Sehingga potensi suhu panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama tiap tahunnya.
Ia memastikan bahwa Indonesia tidak sedang dilanda gelombang panas.Ada beberapa tip atau iktiar yang disarankan oleh Kementrian Kesehatan RI kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap paparan cuaca panas dengan upaya sebagai berikut.
Pertama, minum air putih yang banyak tak menunggu haus dan jangan minum air dingin. Kedua hindari minuman berkafein, berinergi, alkhohol dan minuman terlalu manis. ,
Ketiga, hindari kontak matahari secara langsung dan lebih baik menggunakan topi atau payung Keempat, pakailah baju yang berbahan ringan dan longgar, hindari memakai baju berwarna gelap agar tidak menyerap panas.
“Teladan memakai baju putih ala bapak Joko Widodo bisa ditiru,” kata Bambang Sulistya.
Kelima, hindari keluar ruang antara jam 11.00 hingga 15.00. Keenam jangan meninggalkan siapapun di dalam kendaraan kondisi parkir baik dengan cendela terbuka maupun tertutup. Ketujuh, gunakan sunscreen 30 SPF pada kulit yang tidak tertutup baju.
Selanjutnya Bambang Sulistya mengingatkan barang kali suhu PANAS sebagai pepeling atau tanda-tanda alam dari pemilik langit agar umat manusia semakin hati-hati dan waspada dalam menghadapi realita kehidupan.
Bahkan jadikan PANAS sebagai akronim yang memberikan spirit agar manusia makin taqwa.
Dengan memaknai, P: Pengendalian diri tetap menjadi kunci utama dalam pergaulan hidup sehari hari.Baik dalam bersikap,berucap maupun bertidak jangan lepas kendali. Apalagi di tahun politik semua hal bisa digoreng menjadi kegaduan baru.
“Ingat orang yang mudah bersumbu pendek dapat dipastikan bisa menimbulkan dampak buruk baik bagi diri sendiri maupun kepada orang lain,” jelasnya.
Sehingga sudah saatnya mulai saat ini kita stop untuk menebar berita hoaks, fitnah dan provokasi yang menyebapkan perpecahan umat.
Kemudian, A: Aktif untuk melakukan kiprah yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Termasuk aktif dalam bersilaturahmi kepada kaum lemah yang saat ini sangat mengharapkan perhatian dan bantuan kita.
N: Netralitas dan niat baik tetap harus dijaga dalam membangun komunikasi dengan sesama umat. Tebarkan semangat kasih sayang, kekeluargaan dan kerukunan agar harmonisasi kehidupan di masyarakat makin damai dan kondusif.
Berikutnya, S: Sedekah/berbagi/Kepyur jadi kebutuhan hidup. Parikan atau patun ala Blora “menyang Blora numpak sepur sopo sing pingin mulyo kudu wani kepyur” (Pergi ke Blora naik kereta api siapa yang ingin sejahtera harus berani berbagi) jadikan motivasi diri dalam kehidupan sehari hari.
Jangan diplesetkan karena tahun ini tahun politik menjadi menyang Mblora numpak sepur sopo sing pingin golek bolo kudu wani kepyur (Pergi ke Blora naik kereta api siapa yang ingin mendapat suara harus berani keluar dana).
“Ingat ada ungkapan sejatinya kebahagian hidup itu akan terwujud kalau kita mampu berbagi setulus hati kepada orang orang yang belum beruntung,” jelasnya.
Sementara sambutan Ketua IPPK Kabupaten Blora H.Suparjan yang juga pengurus PWRI Kecamatan Kunduran menyampaikan ucapan terimakasih atas terwujudnya sinergitas antara Pengurus PWRI dan Pengurus IPPK.
Sehingga bisa dilaksanakan kegiatan halalbihal yang bersejarah dan mampu membangun perekat kerukanan diantara para Wredatama.
Ia menjelaskan bahwa para purna tugas yang bergabung di IPPK yang merupakan para pensiunan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan baik Guru maupun karyawan yang setiap bulan dilatih kepyur dengan menyisihkan dana sebesar Rp30 ribu per orang dan nanti kalau meninggal dunia mendapat uang kematian sebesar Rp 17.200.000 per orang.
“Itulah daya tarik manfaat ikut sebagai anggota IPPK,” jelasnya.
Disamping itu bagi yang beragama Islam kalau meninggal dunia dibacakan Al-Qur’an oleh seluruh anggota.
Karena menurut H. Suparjan, di alam kubur Al-Qur’an sebagai penghibur, di Sirot sebagai penerang dan Surga sebagai sahabat.
Ada motivasi bagi para pensiunan bahwa ternyata para Wredatama itu sekarang mudah untuk mendapatkan uang hanya dengan cara gedak-gedek, memanggut- manggut, mengerdipkan mata dan berucap dengan hurap A dana pensiun sudah bisa dicairkan.
Selanjutnya siraman rohani disampaikan oleh KH Nur Aini. Ia menjelaskan bahwa Fase kehidupan manusia ada lima fase, yaitu alam ruh, alam rahim, alam dunia, alam kubur dan alam akhirat.
Fase di dunia sangat menentukan dalan perjalanan ke fase berikutnya sehingga perlu mendapatkan perhatian yang utama.
Mumpung kita masih diberi kesempaten di fase ke tiga berbuatlah terbaik dengan melaksanakan perintahNya dan meninggalkan Larangan-Nya.
Ia juga mengingatkan bahwa manusia itu diciptakan dalam bentuk sebaik baiknya sebagaimana yang tersurat dalam Al-Qur’an Surat At Tin ayat 4, sehingga manusia memiliki potensi besar untuk memberi kemanfaatan alam semesta. Jangan menjadi manusia yang justru akan merusak dan merugikan lingkungan hidup.
Disamping itu Ia mengukapkan mumpung kita masih hidup hendaknya kita harus berbakti kepada orang tua. Karena berbakti kepada orang tua atau Birrul walidain itu hukumnya wajib sesuai yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat An Nisa ayat 36.
Halalbihalal diakhiri dengan bersalam salaman dan makan bersama dengan menu ala empat sehat lima sempurna. (*)

Kegiatan Halalbihalal Paguyuban Sepeda Pancal BJJ, Diawali dengan Gowes Bersama Keliling Kota Blora

BLORA.-

Kegiatan halalbihalal di bulan Syawal bak merebaknya jamur di musim hujan. Setelah dua tahun vakum akibat pandemi, paguyuban sepeda pancal BJJ menyelenggarakan kegiatan halalbihalal di rumah pribadi H. Soedadyo selaku ketua pada Selasa (9/5/2023).
Uniknya, halalbihalal anggota BJJ ini diawali dengan kegiatan bersepeda santai dengan menelusuri panorama indahnya Kota Sate Blora Mustika selama satu setengah jam lalu menuju ke rumah kediaman mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora di kawasan Kridosono, Blora.
Para peserta gowes mengaku bersyukur karena selain bisa merasakan suasana kehangatan, kekeluargaan, kegembiraan dan kebugaran, juga masih bisa menikmati kegiatan halalbihalal secara GG (Gawe Guyub, Gawe Guyu, Gratis Gratisan, Gawe Gagasan dan Golek Ganjaran).
Pada kesempatan tersebut mantan Sekda Blora yang juga Ketua PWRI Blora, H. Bambang Sulistya diminta untuk memberikan spirit agar pertemuan ada nilai manfaatnya.
“Saya menyampaikan sebuah kata populer yang saat ini hampir setiap hari keluar atau dimuat di masmedia baik cetak maupun elektronik, yaitu Koalisi,” jelasnya.
Dijelaskan, kita pun paham bahwa tahun politik ternyata telah memberi suguhan yang menarik dan menghibur tentang sekelompok elit politik di tingkat nasional mengotak-atik saling melakukan manuver dan pendekatan agar terbentuknya koalisi ideal yang mampu menarik dan menjadi daya pikat kepada masyarakat yang kelak koalisi tersebut mampu menyuguhkan pasangan Capres-Cawapres yang akan memenangkan kompetisi di tahun 2024.
“Ada yang memaknai koalisi adalah sebuah atau sekelompok persekutuan, gabungan, atau aliansi beberapa unsur yang dalam kerjasamanya masing masing memiliki kepentingannya sendiri sendiri,” terangnya.
Koalisi seperti ini mungkin bersifat sementara atau berasas manfaat.
Sementara menurut KBBI koalisi merupakan kerjasama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara dalam parlemen.
“Namun disini Koalisi saya maknai sebagai sebuah akronim yang mampu memberi semangat dan ketegaran untuk berkarya nyata dalam hidup di zaman yang penuh dengan tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan,” bebernya.
Yaitu, K:Komitmen kita adalah tetap seperti di saat bulan Ramadan, yaitu melaksanakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya serta menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang banyak. Sehingga sikap ke hati hatian dan waspada menjadi pilihan utama.
Stop kebiasaan menilai orang lain dari sisi negatif dan suka menebarkan berita hoaxs serta memiliki Sikap mental WTS (Waton Suloya) selalu menghujat dan berprasangka buruk apapun kebijakan dilakukan pemerintah.
O:Optimis dalam menghadapi hidup sehari hari. Apalagi hidup itu misteri segala peristiwa atau kejadian yang akan menimpa kita tak pernah kita ketahui.
Sehingga pilihan kita dalam setiap melangkah harus dilandasi oleh niat baik dan semangat optimis karena ada ungkapan setiap kesulitan pasti ada kemudahan,setiap masalah pasti ada solusi dan setiap penyakit pasti ada obatnya.
Berikutnya, A:Aktif bersilaturahmi baik kepada saudara,teman maupun kepada orang orang yang kurang beruntung.Karena orang yang suka silaturahmi dijamin hidupnya akan bahagia dan ada harapan menjadi manusia yang mulia dan kelak masuk surga.
Apalagi saat ini masih banyak saudara saudara kita yang menderita yang sangat membutuhkan perhatian dan sentuhan jiwa.
L:Libatkan Allah dalam setiap langkah kita baik dalam duka dan suka.Berhentilah kebiasaan mengeluh apalagi suka pasang status di HP disaat kita sedang dirundung kesedian, kegalaun dan kesulitan hidup.
“Curhatlah kepada Tuhan Yang Maha Bijaksana agar diberi jalan yang terbaik dalam kehidupan,” tuturnya.
Gelorakan motivasi diri agar setiap saat kita selalu bersyukur dan bersabar dalam menghadapi ujian kehidupan.
I:Ingat bahwa kita adalah sebagai manusia yang tidak sempurna yang memiliki keterbatasan dan kekurangan.Sehingga kiprah yang harus kita lakukan adalah untuk menciptakan semangat saling asah,asih dan asuh kepada sesama umat.
Tebarkan budaya kasih sayang kepada siapapun,kapanpun dan dimanapun kita berada agar hidup makin terarah dan berkah dan hindari sikap permusuhan apalagi sikap yang selalu mengagap dirinya paling benar dan suka mengkafirkan orang lain.
Kemudian, S: Sedekah/berbagi/kepyur jadikan kebutuhan hidup.Bahkan sedekah/berbagi/kepyur menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah dalam kehidupan.
Ada ungkapan jawa sopo sing seneng kepyur uripe bakal makmur lan mujur (Siapa yang suka berbagi hidupnya akan sejahtera dan selamat).
I:Ibadah makin ditingkat mantapkan apalagi siap diamalkan dalam hidup sehari hari.Termasuk ungkapan satunya kata satunya dalam perbuatan dan hindari langkah yang tersirat dalam ungkapan jawa esuk dele sore tempe.
Kemudian disampakan tausiah oleh H.Soedadyo yang sehari-hari aktif menjadi imam di berbagai masjid dan diberi amanah sebagai salah satu unsur pimpinan Organisasi Muhammadiyah Kabupaten Blora.
Ia mencoba menjabarkan langkah yang mestinya dilakukan umat setelah bulan Ramadan dengan Akronim L5.
L1: Lebaran artinya bulan Ramadaan sudah selesai memasuki bulan Syawal bulan peningkatan dalam pengendalian diri dan peningkatan ibadah baik yang wajib maupun sunah.
Selanjutnya L2 : Luberan artinya memberikan sedekah/berbagi/kepyur bagi yang memiliki kesempatan atau kelebihan kepada kaum duafa.
L3: Leburan yaitu upaya melebur dosa saling memberi maaf satu dengan yang lain baik dosa yang disengaja maupun maupun yang tidak disengaja.
L4: Laburan artinya kembali hati menjadi putih atau suci sehingga upaya menjaga hati tetap menjadi bersih tetap ditingkat mantapkan dalam menampak kehidupan ke masa depan.
Berikutnya, L5:Liburan artinya sudah prei/berhenti untuk tidak lagi melakukan tindakan yang menimbulkan dosa.
Disamping itu H.Soedadyo menjelaskan makna Kupat dalam bahasa jawa laku papat (tindakan empat) yang harus dilaksanakan dalam memasuki bulan syawal yang sesuai surat Ali Imron 134-134, yaitu pertama bersegeralah untuk mendapat ampunan dari Allah, kedua bersedekah kepada kaum duafa disaat sempit maupun lapang.
Ketiga bersikap sabar setiap menghadapi ujian dan musibah.Menahan amarah menjadi kunci utama dalam membangun kondusifitas di masyarakat. Keempat sikap saling memaafkan adalah perilaku terpuji yang sangat dicintai Allah.
H.Soedaya juga menjelaskan simbolisasi tentang punakawan Semar,Gareng, Petruk dan Bagong dalam pewayangan sebagai gambaran perilaku dan pitutur baik bagi kita semua.
Dirinya mengingatkan bahwa di bulan Syawal adalah bulan peningkat agar amalan amalan di bulan Ramadan terus dimantabkan seakan akan kita memasuki bulan Ramadan lagi.
Bahkan menganjurkan puasa sunah enam hari dibulan Syawal yang pahalanya seperti puasa selama satu tahun.Kegiatan halalbihal diakhiri dengan bersalam salaman dan swafoto. (*).

Halalbihalal PWRI Kecamatan Todanan-Blora Diikuti Seratus Lebih Anggota

BLORA.-

Setelah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19, kegiatan halalbihalal kini kembali merebak dengan berbagai kreativitas dan penyelenggaraannya pun sangat beragam.
Bertempat di pendopo Kantor Kecamatan Todanan, pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Todanan Kabupaten Blora Jateng menghelat acara halalbihalal, Sabtu (6/5/2023).
Acara yang diikuti lebih seratus lebih anggota dan pengurus PWRI itu juga dihadiri oleh Forkompincam Kecamatan Todanan. Suasana kekeluargaan pada hari itu semakin meriah karena dibumbui tausiah oleh Achmad Alipian, seorang penceramah milenial yang jenaka, cerdas, motivatif dan inspiratif.
Ketua PWRI Kecamatan Todanan H. Madji Rahardjo dalam sambutannya mengajak kepada seluruh peserta yang hadir untuk selalu pandai bersyukur atas berbagai nikmat yang diberikan oleh Sang Maha Pemurah.
“Termasuk mensyukuri, hari ini kita diberi kesehatan dan bisa hadir mengikuti kegiatan halalbihalal dengan semangat suka cita dan penuh rasa kekeluargaan,” katanya.
Ia mengingatkan kembali tentang perjuangan pengurus PWRI Kabupaten Blora untuk mendapatkan gaji 13 pada tahun 2017 dengan melayangkan surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo dan kini gaji ke 13 sudah bisa kita nikmati.
Kemudian Mbah Madji sapaan akrabnya, juga mengukapkan kiprah yang lain yang telah dilaksanakan pengurus PWRI Kabupaten, yaitu pemberian kalender PWRI 2023 secara gratis dan pemberian tersebut sudah dibudayakan lebih dari lima tahun.
Kesempatan menyalurkan bantuan paket sembako kepada kaum duafa dari Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto yang merupakan putra terbaik di Bumi Blora Mustika sebanyak tiga kali penyaluran, dan terakhir ikut berpartisipasi menyumbang musibah bencana alam di Cianjur.
Mbah Madji memotivasi kepada para peserta, walaupun kita Wredatama namun jangan pernah lelah apalagi putus asa untuk terus berbuat baik dengan siapapun, kapanpun dan dimanapun kita berada karena berbuat baik itu kebutuhan hidup yang mulia.
Sambutan diakhiri dengan yel-yel ala PWRI Blora setiap kali mengucapkan yel-yel disambut dengan tepuk tangan tertawa dari para peserta.
Yel-yel tersebut dirumuskan dalam akronim 6A yaitu Awak Sehat, Akeh Kancane, Ati Seneng, Awet uripe, Ano gunane dan Ajeg ibadahe.
Kemudian dilanjutkan sambutan dari Camat Todanan yang diwakili oleh Sekcam Todanan, Mugiyono. Pihaknya memberikan ucapan terimakasih atas terwujudnya kegiatan halalbihalal karena mampu menggalang kerukunan, kekeluargaan dan kebersamaan para senior yang telah banyak memberikan sumbangsih kepada Pemerintah Daerah termasuk dirinya dulu juga pernah dibina dan dibimbingnya.
Mugiyono memberi apresiasi positif kepada para pengurus PWRI Kecamatan Todanan yang telah ikut mendukung dan membantu program Pemerintah Daerah terutama pada saat menghadapi pandemi Covid-19 untuk ikut berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan penerapan protokol kesehatan 5M.
Dirinya masih sangat berharap adanya berbagai masukan, ide dan pengawasan agar dapat melaksanakan pengabdian dan pelayanan prima kepada masyarakat dengan lancar dan baik.
Di acara yang sama, Bambang Sulistya, Ketua PWRI Kabupaten Blora menyampaikan ucapan terimakasih atas semangat dan kekompakan dalam mewujudkan agenda halalbihalal yang merupakan budaya adi luhung yang mampu menjadi wahana untuk silahturahmi dan perekat kerukunan umat.
“Saya memberi acungan jempol kepada pengurus PWRI Kecamatan Todanan yang menampilkan penceramah dari generasi milenial,” ucap mantan Sekda Blora itu.
Itu berarti merupakan sumbangsih PWRI untuk ikut mempromosikan dan bangga atas potensi SDM lokal yang dimiliki.
“Semoga kelak menjadi penceramah yang handal dan terkenal di Nusantara,” harapnya.
Kemudian, saat ini kita berada di bulan Syawal menurut para alim ulama bulan Syawal adalah bulan peningkatan, maka momentum halalbihalal hendaknya bisa dijadikan upaya peningkatan kuwalitas diri dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Ada empat hal yang perlu kita tingkat mantabkan dalam kehidupan sehari-hari
Pertama, pengendalian diri baik dalam berucap, bersikap maupun bertindak.Kalau dulu ada ungkapan mulutmu harimaumu, tapi saat ini adalah jarimu harimaumu.
Untuk itu kendalikan agar kita tidak mudah mengeshare berita hoaks, fitnah dan memecah belah kerukunan umat.
“Kirimkan berita berita yang positif, edukatif, motivatif dan membangkitkan semangat bhineka tunggal ika serta mampu menciptakan situasi yang kondusif di masyarakat,” tuturnya.
Sehingga mulai saat ini stop kebiasaan menggunjing/ngrumpi, ghibah, iri, dengki srei. Apalagi kini memasuki tahun politik kita harus hati-hati dan waspada dalam memberikan statement kepada para kandidat calon presiden yang sudah mulai bermunculan.
Kedua, silaturahmi, merupakan langkah yang positif dalam membangun komunikasi di masyarakat. Karena orang yang gemar bersilaturahmi akan dicintai Allah dan rejeki akan berlimpah.
Bahkan ada ungkapan Jawa Sopo sing seneng silaturahmi bakal entuk rejeki sing nyenengke ati lan bakal awet uripe (Siapa yang suka besilaturahmi akan mendapat rejeki yang membuat hati senang dan umurnya panjang).
Saat ini juga ada pendapat keberhasilan seseorang juga dipengaruhi oleh kegiatan untuk bersilaturahmi, makin intensif seseorang melakukan kegiatan bersilaturahmi kepada siapapun maka makin nyata kesuksesan seseorang dapat terwujud.
Ketiga, sedekah/berbagi/kepyur jadikan kebutuhan hidup sehari-hari.Karena orang yang suka sedekah/berbagi /kepyur hidupnya berkah, rejeki melimpah dan amanah.
Bahkan dijamin akan mendapatkan akronim SURGA. Selalu dimudahkan dalam menghadapi masalah, umurnya akan diperpanjang, rejeki akan melimpah, digagalkan musibah yang menimpa dan ada garansi bebas dari api neraka atau jaminan masuk surga.
Keempat, ibadah wajib dan sunah jangan diabaikan tapi makin ditingkatmantapkan. Apalagi mumpung saat bulan Syawal lakukan puasa sunah selama enam hari niscaya kita akan mendapatkan pahala yang melimpah.
“Kalau dikristalisasi empat langkah tersebut agar mudah diingat dalam pengamalan hidup sehari hari maka dapat dirumuskan menjadi sebuah akronim PSSI,” tambahnya.
Sebuah organisasi olah raga yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Sehingga ke depan agar hidup itu makin terarah dan bermanfaat untuk orang lain marilah kita bersama sama untuk menggelorakan semangat dan peningkatan PSSI.
Sementara tausiah yang diberikan oleh Gus milenial bernama Achmad Alipian putra asli Todanan telah memberikan sajian menarik, suara enak didengar, materinya mudah dipahami dan mampu memberi tuntunan pencerahan hati serta menghibur para Wredatama yang hadir dalam halal bi halal.
Ia memberi penilaian bahwa kegiatan halalbihalal itu sangat penting dan bermanfaat bagi umat manusia. Karena bisa dimanfaatkan untuk ajang bersilaturahmi dan kesempatan untuk saling memberikan maaf atas kesalahan yang telah kita lakukan baik disengaja maupun tidak disengaja selama ini.
Dirinya meyakinkan bahwa perbuatan yang menimbulkan dosa kepada sesama umat manusia lebih sulit dihapuskan dari pada perbuatan yang menimbulkan dosa kepada Allah.
Mengingat kalau perbuatan dosa dengan manusia kita harus saling bertemu dan secara iklhas bersedia untuk saling memaafkan.
Sementara perbuatan dosa kepada Allah dapat dilakukan dengan mengucapkan istighfar dan dengan melakukan amal soleh.
Gus Achmad menceritakan tentang orang- orang yang bangkrut akibat dosa-dosa kepada manusia yang belum dapat dilebur.
Ia juga mengingatkan kepada peserta yang hadir bahwa ibadah wajib harus menjadi prioritas utama dari pada ibadah sunah, contoh seperti kejadian di bulan Ramadan masih ada seseorang yang bersemangat untuk mengikuti tarswih tapi salat subuh dilewatkan.
Diakhir percerahannya Gus Achmad menitipkan harapan agar kita harus dapat merawat dan meningkatkan hasil diklat di bulan Ramadan dengan meningkatkan ibadah, sedekah dan berbuat baik kepada sesama umat agar hidup ini menjadi berkah dan menjadi manusia yang bertaqwa. (*).

Wujudkan Program Bahagia dan sehat, PWRI Kelurahan Karangjati-Blora Halalbihalal Sambil Wisata di Pantai Boom Tuban

BLORA.-

Merealisasikan program BS (bahagia dan sehat), pengurus dan anggota PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora, Jateng, Kamis (4/5/2023) menghelat kegiatan halalbihalal sambil menikmati wisata Pantai Boom di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Menurut Ketua PWRI Karangjati, H. Edy Widodo, tujuan diselenggarakan kegiatan halalbihalal tersebut selain untuk wahana silahturahmi dan rekreasi juga sebagai ikhtiar agar para kaum wredatama bisa menikmati kehidupan dengan penuh rasa syukur dan sabar.
“Setelah satu bulan penuh berjuang secara lahir batin melawan hawa nafsu di Bulan Ramadhan, kini menikmati kemenangan sebagai pijakan untuk menata kehidupan di masa yang akan datang,” kata Edy Widodo.
Menurut Edy, penyelenggaraan kegiatan silaturahmi di tempat wisata ini baru pertama kali dilakukan, sebagai wujud riil rasa syukur para purna tugas yang tergabung dalam PWRI atas telah diterimanya gaji ke-13.
Karena setiap peserta yang mengikuti halalbihalal dengan suka cita iuran sebesar Rp 100 ribu per orang untuk biaya tranportasi, akomodasi (snack dan makan) dan biaya masuk lokasi tempat wisata.
Animo untuk mengikuti agenda halalbihalal yang dikolaborasikan dengan rekreasi di tempat wisata ternyata mendapat respon sangat luar biasa terutama dari pihak anggota keluarga banyak yang berminat akan mengikuti.
Namun karena pertimbangan tertentu hanya sebagai perekat K3, kerukunan, kekeluargaan dan kebersamaan, maka pesertanya hanya dari para anggota dan pengurus PWRI.
Berbagai ungkapan dari para peserta yang mengikuti kegiatan hampir semua memberi respon positif dan merasa puas,terhibur dan tambah sedulur.


Terilhami kegiatan halalbihalal ini ada sebagian peserta yang mengusulkan kepada para pengurus agar mulai bulan depan diadakan iuran dana dari para anggota untuk kegiatan rekreasi religi secara swadaya agar bisa menciptakan spirit awet muda.
Sebagai ketua PWRI Kabupaten Blora, H. Bambang Sulistya memberikan apresiasi positif atas langkah cerdas dari para pengurus PWRI Kelurahan Karangjati yang merealisasikan gagasan halalbihalal di tempat wisata di luar kabupaten Blora.
“Semoga dapat memberikan nilai manfaat, inspirasi dan menjadi motivasi bagi kita semua dalam upaya membumikan dan melestarikan budaya bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Dipilihnya Bumi Wali Tuban untuk acara halalbihalal dan wisata sejatinya sangat pas.
Menurut catatan sejarah, Raden Tumenggung Wilotikto merupakan Bupati Blora pertama di tahun 1749 – 1762.
Pengangkatan Raden Tumenggung Wilotikto sebagai Bupati Blora, pada 11 Desember 1749, ditetapkan sebagai awal mula Kabupaten Blora.
Sehingga publik Blora perlu mengetahui, sebagai bentuk penghormatan dan mengenang para pendahulu.
Bahkan dalam rangkaian acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora, Bupati Blora Arief Rohman melakukan ziarah ke makam yang berada di Komplek Pemakaman Keluarga Tjitrosoman, Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Makam Bupati pertama Blora ini berada di sebelah pemakaman keluarga Raden Tumenggung Tjitrosuman VII yang tidak lain adalah Bupati Tuban tempo dulu. Tokoh ini sekaligus mertua dari Raden Tumenggung Wilotikto (Bupati pertama Blora).
Bupati bersama rombongan lantas memanjatkan doa, membaca tahlil, dan tabur bunga di pusara makam RT Wilotikto beserta istrinya.
Agenda itu menjadi momentum napak tilas sejarah Bupati Blora pertama yang menjabat 1749 – 1762. Makamnya di Tuban, karena menantu Bupati Tuban, agar kita tidak lupa dengan sejarah kepemimpinan di Blora,
Dengan demikian Blora sebenarnya mempunyai hubungan sejarah dengan Tuban. Selain Wilotikto yang dimakamkan di Tuban, ada juga Sunan Pojok Blora yang dulu pernah menjabat Bupati Tuban.
Ada prasasti silsilah Bupati Tuban, ada juga tertulis nama Bupati Blora disitu. Blora – Tuban memang bersaudara. Sehingga sejarah ini bisa terus digali agar kelak bisa menjadi pembelajaran bagi generasi muda Blora. (*).

Halal bi Halal KTNA Blora Menjadi Ajang Diskusi Pertanian dan Peternakan

BLORA.-

Bertempat di Buonasera Resto Cafe Kota Blora, pengurus dan anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Blora menggelar acara hala bi halal, Sabtu (29/4/2023).
Kegiatan halalbihalal yang dihadiri Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (P4) Kabupaten Blora H. Gundala Wejasena itu juga dimanfaatkan sebagai ajang diskusi oleh sebagian anggota beserta pengurus KTNA Kabupaten Blora.
Mengawali kegiatan, Ketua KTNA Kabupaten Blora Sudarwanto menyampaikan bahwa kegiatan halal bi halal terselenggara berkat bantuan serta dukungan dari seorang tokoh dan pengusaha non muslim, Bambang Suharto.
“Saya sangat berharap kegiatan semacam ini bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan dan semangat baru dalam berkiprah dan berkarya nyata untuk memberikan kontribusi positif bagi kemajuan petani di Kabupaten Blora,” ujar Sudarwanto.
Bambang Suharto yang merupakan salah seorang Dewan Penasehat KTNA Kabupaten Blora, dalam kesehariannya adalah pemilik usaha CV Sumber Tani yang bergerak di bidang agribisnis komoditas jagung yang memiliki mesin pengering jagung berkapasitas 300- 400 ton per hari.
“Ini patut menjadi teladan, motivasi dan inspirasi bagi kita, di tengah keberagaman masyarakat yang saat ini sedang berada di tahun politik,” tambah Sudarwanto.
Bambang Suharto merupakan sosok seseorang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib petani yang saat ini masih butuh perhatian dan bimbingan, serta bantuan untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Bambang Suharto selaku pemrakarsa dan sponsor tunggal kegiatan halal bi halal pada kesempatan itu mengukapkan, bahwa kegembiraan dan kebahagian adalah milik kita semua. Sebagai wujud ungkapan tersebut ia dengan tulus ikhlas ingin berbagi kebahagiaan dengan cara menyelenggarakan kegiatan halal bi halal.
“Dengan harapan semoga makin memperteguh dan mempererat tali persaudaraan kita untuk saling mengukapkan permohonan maaf dan rasa kegembiraan,” tuturnya.
Bambang Suharto mengingatkan, bahwa tiga minggu lagi di Blora akan memasuki penen raya jagung, karena itu seluruh pengurus dan anggota KTNA agar dapat memanfaat peluang tersebut melalui kegiatan pembelian hasil panen jagung dari para petani.
“Bila para pengurus dan anggota KTNA dapat menyalurkan hasil panen jagung petani dijual langsung ke CV Sumber Tani dengan harga yang berlaku di pasaran maka akan mendapat tambahan insentif harga yang dapat menambah pendapat keluarga,” tambahnya.
Apalagi jika ditangani oleh Koperasi KTNA yang saat ini sudah berbadan hukum, maka transaksi itu akan memberi kontribusi positif bagi penambahan pemasukan dana ke Koperasi KTNA.
Kalau ajakan itu dapat terealisasi menurut Bambang Suharto, KTNA Blora sudah bisa membantu petani jagung dalam kesulitan di bidang pemasaran jagung. Ia memberi quota kepada KTNA setiap kecamatan di Kabupaten Blora adalah 200 ton per bulan.
Selain itu Bambang Suharto juga mengajak kerjasama dengan KTNA Blora dalam pengembangan di bidang ternak sapi dan domba di wilayah Greneng Kecamatan Tujungan.
Bahkan bercita-cita ke depan wilayah Greneng jadi wisata agriwisata yang edukatif dan mampu memberi nilai manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Di wilayah tersebut Bambang Suharto memiliki lahan seluas 15 ha yang saat ini sudah dikembangkan tanaman buah buahan mulai dari tanaman alpukat, kelengkeng, durian, jambu kristal, sawo, mangga dan sirkaya.
“Untuk pengembangan ternak sapi dan domba di wilayah Greneng, kami mengikuti petunjuk Profesor Ali Agus dari UGM yang merupakan putra daerah Blora juga,” paparnya.
Sementara arahan dari H.Gundala Wijasena, memberi apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan halal bi halal yang dikemas dengan cara inovatif dan kreatif. Karena selain untuk meningkatkan silaturahmi juga dapat dimanfaat untuk kepentingan para anggota dan pengurus KTNA.
Gundala menekankan agar ke depan Blora harus bisa memanfaat potensi yang ada untuk menggunakan pupuk kandang/pupuk organik dalam berusaha tani karena Blora dikenal sebagai gudangnya ternak Jawa Tengah.
Bahkan baru baru ini Presiden Joko Widodo dalam memimpin rapat terbatas bersama jajarannya di Istana Merdeka meminta pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia dengan meningkatkan penggunaan pupuk organik bagi para petani.
Pengalaman masa lalu ternyata penggunaan pupuk unorganik belum memberikan hasil produksi yang memuaskan sebagai dampak dari lahan/tanah sudah banyak mengalami kerusakan.
Gundala juga meminta agar penggunaan pupuk organik harus sudah menjadi prioritas dan sasaran utama dalam budi daya tanaman pangan.
“Kalau perlu kita harus mampu memproduksi pupuk organik untuk kebutuhan sendiri dan memberikan contoh nyata bahwa penggunaan pupuk organik mampu memberikan produksi yang menguntungkan dan sekaligus untuk memperbaiki kerusakan tanah,” tegasnya.
Sementara itu Bambang Sulistya selaku penasehat KTNA Kabupaten Blora meminta kepada seluruh peserta yang hadir untuk belajar bersyukur atas realita saat ini, karena bisa menyelenggarakan halal bi halal bersejarah yang diprakarsai dan dibantu sepenuhnya oleh pengusaha non muslim.
“Barangkali itu teladan toleransi yang patut kita jadikan perekat kebersamaan, kekeluargaan dan kerukunan di masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, melalui kegiatan halal bi halal kita memperoleh berbagai motivasi dari Kepala Dinas P4 dan tawaran menarik dari pengusaha Bambang Suharto untuk berkiprah dalam pemasaran jagung.
“Berkenaan dengan hal tersebut saya sangat mengharapkan kepada peserta halal bi halal agar bisa memanfaat akronim KTNA sebagai spirit perjuangan dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan petani,” ungkapnya.
Yaitu (K): Komitmen kita selaku pengurus dan anggota KTNA harus memiliki semangat pengabdian yang tinggi dalam mendukung dan membatu petani agar kehidupan mereka semakin sejahtera, termasuk harus bisa menangkap peluang yang ditawarkan untuk membantu penanganan pemasaran pembelian hasil jagung petani dan ikut berperan aktif mensosialisasikan penggunaan pupuk organik dalam berusahatani di Kabupaten Blora.
(T): Tanggap dalam mensikapi persoalan/masalah yang sedang dihadapi oleh petani utamanya ketersedian sarana produksi dan pemasaran hasil produk petani disamping berbagai ancaman, habatan dan ganguan hama dan penyakit.
(N): Niat baik dalam memperjuangkan petani adalah berbagai upaya yang dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan petani.
Termasuk berkiprah dalam mengikhtiarkan agar berbagai kelemahan yang selama ini dihadapi petani dapat diatasi baik persoalan permodalan maupun dalam hal tehnologi dan pemasaran hasil.
(A): Aktif bersilaturahmi untuk membangun kemitraan dan meningkatkan komunikasi yang ramah lingkungan kepada para petani.
Halalbihalal diakhiri dengan acara diskusi yang memberikan gambaran riil di masyarakat bahwa saat ini para peternak sapi di Kabupaten Blora masih dihantui oleh penyakit PMK dan penyakit lato lato yang perlu penanganan intensif.
Hadirnya pemerintah daerah untuk memberikan dukungan dan bantuan penanganan penyakit tersebut terus dimaksimalkan. (*).

Abu Nafi: Jaga dan Lestarikan Seni Budaya Kita, agar Tidak Hilang di Era Global

“Dewasa ini seni budaya bagian paling utama bagi kita dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, karena itu harus tetap dilestarikan di berbagai daerah agar tidak punah,” ujar Abu Nafi.

***
BERTEMPAT di Gedung NU, Jl. Sumodarsono Blora, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Abu Nafi, SH, Minggu (30 April 2023), melakukan sosialisasi kebijakan melalui Media Tradisional bertema “Seni Budaya Sebagai Perekat Kebhinekaan Bangsa”.
Kegiatan sosialisasi melibatkan sekitar 100 orang warga, tidak terkecuali puluhan awak media di wilayah Kabupaten Blora. Semua yang hadir tampak terhibur menyaksikan Tarian Sukoreno Blora, Seni Tayub dari Sanggar Sekar Melati, Angklung Jalanan Blora dan orgen tunggal.
Menurut Abu Nafi, kehadiran seni budaya diharapkan mampu mempererat tali kerukunan bangsa dan negara, seperti halnya Sunan Kalijaga dalam berdakwah di masa lalu.


“Kita harus menghargai perjuangan seniman seniman jalanan di Blora, karena itu berikanlah kesempatan bagi mereka untuk tampil dan dikenal melalui berbagai media,” papar Mbah Abu, sapaan akrabnya.
Menurut Mbah Abu, seni budaya merupakan hal penting bagi kehidupan masa depan berbangsa dan bernegara, generasi penerus serta dapat memupuk rasa nasionalisme.
“Karena itu jangan mudah terpengaruh dan tidak mudah untuk dimasuki oleh budaya asing,” tandas politisi senior dari partai bergambar ka’bah itu.
Menurutnya, begitu banyak warisan budaya nusantara yang mendunia di antaranya Angklung, Wayang Kulit, Batik, Reog, Seni Ukir, Seni Grabah dan masih banyak lagi kesenian yang perlu dijaga kelestariannya.
“Mari jaga, lestarikan dan pertahankan, serta kita tingkatkan agar tidak hilang di era modern dan era global seperti saat ini,” pungkasnya. (*)

Bambang Sulistya: Jalani Kehidupan pasca Ramadan dengan SEMANGAT

BLORA.-

Dalam rapat konsolidasi yang digelar di penghujung bulan Ramadan, Jumat (21/4/2023), Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya menitipkan spirit kepada seluruh pengurus dan anggota PWRI agar semakin tanggap dan tangguh dalam menjalani kehidupan setelah Ramadan berlalu.
“Hampir satu bulan kita ditempa, digembleng dan berjuang menahan lapar, dahaga dan nafsu untuk menjadi manusia yang taqwa,” ujar Bambang.
Spirit tersebut berupa pesan moral agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari hari, yaitu sebuah akronim SEMANGAT.
Menurut Bambang, kesuksesan seseorang dalam memenangkan sebuah kompetisi kehidupan sangat ditentukan oleh semangat yang dimiliki dari yang bersangkutan.
“Namun disini makna akronim SEMANGAT merupakan kristalisasi dari nilai-nilai amalan selama bulan Ramadan,” tuturnya.
Yang dimaksud, (S) – Selalu berpikir, bersikap dan bertindak/berbuat baik dengan siapapun, kapanpun dimanapun kita berada.
Karena sesungguhnya Rahmat Allah sangat dekat kepada orang orang yang berbuat baik. (QS. Al-Araf:56).
Berbuat baik akan mendatangkan kasih sayang dari Allah baik di dunia maupun diakhirat. Melakukan perbuatan baik juga akan membuka pintu kebahagian, kesehatan dan penuh dengan harapan.
Walaupun dalam realita setiap kita berbuat baik kepada orang lain belum tentu kita mendapatkan penghargaan tetapi malah sebaliknya yang terjadi kita mendapat kambing hitam, fitnah, hujatan dan predikat pamer atau ria.
Namun percayalah orang yang selalu berbuat baik kepada umat niscaya akan bermanfaat bagi diri sendiri, yaitu hati menjadi tenang hidup penuh dengan keberkahan.
“Ada patun, enanam bibit diguludan atas, petani datang membawa talas, berbuat baik harus ikhlas. Jangan pernah meminta balas,” ucapnya.
(E)-Empatik dan sikap simpatik jadikan perhisan hidup dalam pergaulan sehari hari didalam keluarga dan masyarakat.
Budayakan sikap penuh perhatian, murah senyum, suka menolong, sopan satun,dan miliki kepekaan yang tinggi kepada saudara saudara kita yang saat sedang menderita atau kurang beruntung.
(M)-Menjadikan hidup yang hanya sekali di dunia ini makin bermanfaat kepada orang lain dan pandai bersyukur serta bersabar karena kita telah banyak menerima pelajaran yang luar biasa selama bulan Ramadan.
(A)-Anjuran untuk melaksanakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya hendaknya menjadi komitmen dan tekad utama ke depan dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan godaan, cobaan, ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.
Selanjutnya, N-Netralitas dalam bersikap dan selalu berpikir positif dalam menghadapi persoalan kehidupan. Apalagi saat ini kita hidup di tahun politik segalanya bisa digoreng menjadi menu istimewa sesuai dengan pesanan. Sehingga sikap ke hati-hatian dan waspada menjadi kendali diri.
(G)-Gigih dalam menghadapi realita hidup. Jangan pernah menyerah apalagi putus asa ketika musibah menimpa kita.Ingat di tengah kesulitan pasti ada kemudahan.
Sebagaimana tersurat dalam Al-Qur’an surat Al-Insyirah : 5-6 “Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan”.
(A)-Aja dumeh adalah sebuah nasehat yang mengatakan jangan sombong selalu berbagi kepada orang yang belum beruntung dan untuk selalu saling mencintai satu dengan yang lainnya.
Saat ini banyak perilaku para pemangku kepentingan yang mengamalkan ojo dumeh menjadi gaya hidup ditengah kondisi masyarakat yang susah, misalnya ojo dumeh kuasa tumindak daksura lan daksia.
Artinya janganlah mentang mentang menjadi penguasa segala tingkahnya menjadi sombong dan congkak serta sewenang wenang terhadap orang lain.Bahkan membudayakan jabatan menjadi barang perdagangan.
(T)-Tuhan Yang Maha Besar menjadi penolong,andalan dan motivator kehidupan,Jangan pernah berpaling dari Allah ketika kita mengalami kesulitan hidup sebagaimana yang tersurat dalam Al-Qur’an Surat Lukman ayat 30.
Sebuah doa untuk dipersembahkan disaat kita berada di penghujung Ramadan “Ya Allah,janganlah Engkau jadikan puasa tahun ini sebagai terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya,maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati bukan yang hampa semata”
“Selamat Hari Raya Idulfitri 1444 H mohon maaf lahir batin,” ucapnya. (*)

Rembug Gayeng jelang Musim Giling 2023, Petani Berharap Pembayaran Tebu dari GMM Tidak Terlambat

BLORA.-

Menjelang dimulainya musim giling tebu di Pabrik Gula (PG) Blora Tahun 2023, Senin 17 April 2023 diselenggarakan rembug gayeng antara manajemen PT Gendhis Multi Manis (GMM) dengan petani tebu di Rumah Kumpul GMM Todanan, Blora, Jateng.
Ketua Koperasi Petani Mandiri Tebu (Manteb), Bambang Sulistya yang hadir selaku narasumber pada acara tersebut, membuat catatan sebagai informasi untuk publik.
Disampaikan oleh Bambang, peserta yang hadir antara lain utusan para petani tebu wilayah Kabupaten Blora, perwakilan pengurus Koperasi Petani Tebu, perwakilan dari APTRI, Kepala Dinas P4 Kabupaten Blora H. Gundala Wejasena beserta kepala bidang dan staf, Direktur Operasional PT GMM Krisna Murtiyanto beserta Manager Tanaman Yudi Ardiansyah dan staf Bagian Tanaman PT GMM.
Agenda kegiatan diawali sambutan Kepala Dinas P4 Kabupaten Blora, sambutan dari perwakilan APTRI, sambutan Direktur Operasional PT GMM, Doa, Buka Puasa Bersama, Curhat Pendapat, Penutup.
Walaupun kegiatan Rembug Gayeng diselenggarakan dalam bulan Ramadan, mayoritas peserta yang sedang menjalankan ibadah puasa itu tetap bisa mengikuti pertemuan dengan suasana dinamis dan penuh semangat serta menghibur.
H. Gundala Wejasena yang memiliki banyak talenta diantaranya sebagai seorang seniman yang mahir membaca puisi, mengawali sambutannya dengan mengucapan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Bijaksana karena masih diberi kesempatan untuk mengikuti Rembug Gayeng untuk yang kedua kali karena tahun 2022.
Penyanyi dan penceramah yang tiga bulan lagi akan memasuki purna tugas itu mengaku sebelumnya sudah pernah mengikuti pertemuan yang sama.
Dalam sambutannya Gundala menegaskan, bahwa keberhasilan dalam membangun pertebuhan di Kabupaten Blora sangat ditentukan tiga faktor utama yaitu Pemerintah Daerah, para petani dan pabrik gula.
“Ketiga faktor tersebut harus bisa bersenyawa dan bersinergi dengan baik melalui komunikasi yang harmonis dan intensif,” ujar Gundala.
“Sayangnya kenyataan tersebut belum dapat diwujudkan, karena saya sendiri merasakan sejak masa giling sampai selesai giling baru kali ini bisa bertemu lagi,” tambahnya.
Secara lugas Gundala mengutarakan, bahwa sebernanya sangat bangga terhadap kehadiran PG GMM di Kabupaten Blora. Karena dulu harapan masyarakat petani tebu keberadaan PG GMM akan makin mempercepat peningkatan kesejahteraannya. “Ternyata harapan itu tinggal kenangan yang sulit untuk dilupakan,” tandasnya.
Faktanya menurut Gundala, pada masa giling tebu 2022 harga tebu stagnan, pembayaran hasil penjualan tebu belum sesuai dengan komitmen, komunikasi antara PT GMM, para petani tebu dan dinas teknis terkait belum sesuai harapan.
Sehingga terjadi berbagai problema yang dapat merugikan semua pihak. Apalagi ada informasi banyak tebu produksi dari Blora yang dijual ke pabrik gula yang berada di luar Kabupaten Blora bahkan ada yang dijual ke pabrik gula di Jawa Timur.
“Sungguh ironis, dulu pabrik gula GMM dibangun untuk menampung dan menggiling tebu yang berada di Kabupaten Blora tetapi realita yang ada menjadikan kebanggaan terhadap PG GMM mulai menurun,” tukasnya.
Ditambah rendemen tebu yang dihasilkan oleh PG GMM juga menurun sama seperti pabrik gula lain yang umurnya lebih tua.
H. Gundala juga menyoroti peluang pengembangan tebu ke wilayah hutan ternyata juga belum mendapatkan respon yang baik, terbukti diberi kesempatan oleh pemerintah untuk mengelola lahan hutan 1000 ha hanya terealisasi 100 ha.
Berkali kali H. Gundala mohon maaf kalau dalam memberi arahan malah banyak mengkritik kinerja PG GMM masa giling tebu 2022 yang perlu ditingkat mantapkan dan tidak terulang lagi pada masa giling tebu 2023.
Sementara Anton Sudibdyo selaku perwakilan APTRI, mantan anggota DPRD Blora yang sering mendapat sebutan Kyai Petani Lemhanas karena satu satunya petani di Blora yang pernah ikut kursus di Lemhanas, langsung membuka imformasi bahwa di bulan April 2023 banyak bahan tebu dari Blora yang sudah digiling di pabrik gula di Kabupaten Pati.
Menurut catatannya ada 100 rit- 150 rit tebu setiap hari keluar dari kabupaten Blora. Mbah Anton dengan cerdas dan kritis mengungkap kekurangan masa giling 2022.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah ketidakpekaan Pabrik Gula GMM terhadap petani tebu bahkan PG GMM cenderung cuek tak ada perhatian terhadap berbagai masukan yang berasal dari para petani.
Sedangkan keberhasilan pabrik gula juga sangat ditentukan oleh para petani tebu sehingga kedepan ia sangat berharap kepada pemangku manegemen PT GMM mau mendengar jeritan, keluhan dan curhatnya para petani tebu.
Mbah Anton mengingatkan, dahulu PG GMM menjadi kiblat dan teladan dalam pengelolaan tebu sehingga mampu menghasilkan rendemen tebu yang tertinggi di tingkat nasional.
Salah satu kiatnya adalah menerapkan standarisasi MBS potlot dan menjadi market leader dengan harga tebu yang menarik.
Rembug Gayeng dilanjutkan arahan Dirop Krisna Murtiyanto, dengan penuh rasa simpati dan senyum yang menyejukan menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan pelayan masa giling 2022 dan ucapan terima kasih atas masukan dan kritik atas kinerja yang sudah diwujudkan pada masa giling tebu 2022.
“Semoga masa giling tebu tahun 2023 di PT GMM kekurangan yang ada dapat eliminer dan kinerja lebih baik,” ucapnya.
Ia menyampakan data produkasi tebu giling tebu yang telah di hasilkan oleh PT GMM mulai tahun 2018 sampai tahun 2022 ada kecenderungan dari tahun ke tahun terus menurun.
Tahun 2018 tebu yang tergiling sebanyak 388.000 ton dan tahun 2022 hanya 296.234 ton dengan rendemen 6,83% urutat ke lima tingkat nasional.
Menurutnya beberapa kendala dalam musim giling 2022 antara lain terhambatnya penjualan produk karena berkaitan transportasi jalan antara Blora sampai Semarang ada 17 titik yang membuat angkutan terhambat dan jumlah curah hujan naik diluar prediksi.
“Hal ini menjadi penyebab utama kesulitan dalam pembiyaan pembayaran tebu dan menyebabkan redemen yang cenderung rendah,” paparnya.
Dalam sesi curah pendapat dipandu langsung oleh Manager Tanaman, Yudi Ardiansyah menjelaskan bahwa lahan tebu di Kabupaten Blora masa giling tebu tahun 2023 meningkat mencapai 4800 ha, sementara giling 2022 hanya 4300 ha.
Dalam agenda diskusi, Bambang Sulistya selaku ketua Koperasi Petani Mandiri Tebu (Manteb) diberi kesempatan untuk menyampaikan ungkapan perasaan dari para anggota koperasi dengan sebuah akronim KMP.
“Mungkin kalau mau mengikuti tren tahun politik maka KMP bisa dimaknai menjadi Koalisi Merah Putih karena saat ini di elit politik di tingkat nasional telah muncul berbagai koalisi yang belum jelas pasangannya,” kata Bambang Sulistya.
Namun dalam Rembug Gayeng ini KMP maknanya, (K)-Kebanggaan para petani tebu Kabupaten Blora terhadap kinerja PT GMM kalau dalam masa giling 2023 pihak managemen PT GMM dapat menetapkan harga tebu yang menarik dan bisa membuat petani tebu gumuyu, serta pembayaran hasil penjualan tebu dibayarkan sesuai dengan komitmen.
(M)-Menjadikan petani tebu mitra sejati bagi PT GMM sehingga forum komunikasi antara petani tebu dengan PT GMM dan pihak terkait selama masa giling tebu 2023 semestinya terus diwujudkan secara rutin dan berkesinabungan jangan sekali selama masa giling karena bisa dimanfaatkan sebagai wahana untuk penyampaian aspirasi, uneg-uneg dan pemecahan masalah.
(P)-Perubahan dan perbaikan dalam masa giling tebu 2023 menjadi komitmen kita bersama diantaranya, tebu tamasya semakin berkurang karena adanya harga tebu menarik, tidak akan ada pembayaran tebu yang terlambat.
Adanya peningkatan pengawasan baik diinternal maupun dieksternal PT GMM, standarisasi kualitas tebu giling tetap dipertahankan sesuai ketentuan yang ada.
Kemudian penanya ke dua dari petani Tebu bernama Pardiman menyampaikan pertanyaan kelancaran pembayaran dan kondisi mesin giling yang sering rewel mocat macet.
Akhirnya hasil dari Rembug Gayeng dapat rumuskan diantaranya pelaksanaan kegiatan masa giling tebu 2023 PT GMM diharapkan lebih baik dari masa giling tebu 2022, baik berkaitan dengan harga tebu, waktu pembayaran, kesiapan mesin giling maupun dalam membangun komunikasi bahkan Direktur Opresional siap dihubungi setiap saat melalui telepon.
“Catatan istimewa bagi saya secara pribadi dalam rembug gayeng saya memberi apreasi yang positif kepada bapak Direktur Operasional ketika mendapat kritik pedas dari siapun peserta tidak membalas dengan kemarahan,” tambah Bambang Sulistya.
Namun hanya direspon dengan senyum dan ucapan terimakasih. Teladan positif tersebut patut dijadikan guru kehidupan disaat situasi saat ini orang mudah bersumbu pendek dan cenderung mata gelap serta ngamukan. (*).

Bekerjasama dengan Baznas dan KORMI, PWRI Blora Salurkan Paket Sembako untuk Duafa

BLORA.-

Bekerja sama dengan Baznas dan KORMI, pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Senin (17/4/2023) menyalurkan 115 paket sembako kepada kaum duafa (warga yang belum beruntung).
Kegiatan tahunan itu yang dilaksanakan di halaman Kantor PWRI Kabupaten Blora itu dimaksudkan untuk membumikan spirit peduli dan berbagi di bulan Ramadan 1444 H.
Salah seorang penerima paket sembako, Kadir, yang sehari-hari bekerja sebagai pengangkut sampah memimpin doa terlebih dahulu sebelum paket sembako dibagikan.
“Saya mengucapkan rasa syukur dan terimakasih atas pemberian bantuan paket sembako, juga sangat berharap semoga di masa yang akan datang masih mendapatkan kesempatan untuk memperoleh paket sembako di bulan Ramadan,” kata Kadir.
Ketua Baznas Kabupaten Blora H. Sutaat pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan untuk menyalurkan bantuan paket sembako kepada kaum duafa yang diprakarsi oleh PWRI.
Bahkan dirinya juga menawarkan peluang bila ada para kaum yang belum beruntung mengalami musibah siap memberi dukungan bantuan.
Disamping itu H. Sutaat juga menanam keyakinan bahwa Insya Allah Baznas dimasa yang akan datang berupaya menambah jumlah bantuan paket sembako bagi kaum duafa yang diajukan oleh PWRI.
Selanjutnya, Ketua KORMI Kabupaten Blora H. Subekti mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Blora yang secara iklhas telah ikut andil membantu paket sembako yang diagendakan oleh PWRI kepada kaum duafa, menyampaikan harapan kepada penerima, semoga bantuan tersebut berkah dan bisa membuat wong cilik gumuyu.
Apa yang dilakukan oleh H. Subekti adalah bukti pengamalan iman dalam realita kehidupan sekaligus buah manis dari ibadah Ramadan.
Ketua PWRI Blora, H Bambang Sulistya menuturkan, mereka yang mendapat paket sembako adalah para pemulung, pekerja srabutan, pembuang sampah, asisten rumah tangga, penjual jajanan keliling, buruh bangunan.
“Juga, para janda tua yang tidak punya penghasilan, tukang parkir, tukang becak, Satpam Perumnas Karangjati, tukang ojek dan para ibu rumah tangga yang dalam kondisi tidak mampu,” ujarnya.
Pembagian paket sembako dilaksanakan dengan rasa haru dan kegembiraan, karena dilaksanakan di bulan Ramadan–di tengah kesulitan ekonomi, dan beredarnya kabar bahwa para pegawai swasta maupun negeri serta pensiunan sudah mendapat THR.
“Bagi mereka yang belum beruntung hanya bisa berharap dari langit semoga Allah menggerakkan nurani mereka yang saat ini memiliki kemampuan untuk secara ikhlas berbagi kepada kaum duafa,” tambah Bambang.
Apalagi saat ini di bulan Ramadan adalah bulan penuh kepedulian dan kepyur, bulan berlimpah pahala dan bulan penuh ampunan serta bulan untuk membangun persaudaraan.
Sehingga sangat wajar bila para penerima bantuan paket sembako seperti merasa berhak untuk mendapatkan berkah dari bulan Ramadan.
“Selaku ketua PWRI saya mengucapkan terimakasih atas respon positif dan bantuan paket sembako dari Baznas dan KORMI Kabupaten Blora semoga kedepan makin mantap dalam mewujudkan kerjasama dan sinergitas untuk sesarengan mbangun Blora,” tambah Bambang Sulistya.
Selain itu, mantan Sekda Blora itu juga mengajak kepada para peserta hadir untuk bersama-sama saling mendoakan semoga kita diberikan kesehatan dan rejeki yang barokah.
Serta di bulan Ramadan yang akan datang masih diberi kesempatan untuk bertemu dan merealisasikan budaya Ramadan adalah bulan Kepyur/Sedekah/Berbagi kepada kaum yang belum beruntung.
“Ada pantun ala Blora untuk bulan Ramadan, Blora kota sate, Sate ayam enak rasane, Mumpung isih duwe kesempatane, Ayo pado kepyur karo wong sing ora duwe,” tuturnya. (*).

Minta Anak Muda Gunakan Hak Pilih, AHY: Penentu Kemajuan Bangsa

SUMENEP.-

Meriahnya musik Tong-tong khas Sumenep (Madura/Jawa Timur) menyambut kedatangan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Panggung Pojur Universitas Bahaudin (Uniba), Rabu (13/4) malam. Ratusan mahasiswa dan mahasiswi memadati amphitheater yang terletak di halaman kampus. Dialog di udara terbuka berlangsung hangat. Lampion yang sengaja diterbangkan untuk menyambut kedatangan AHY pun menambah semarak suasana malam itu.
AHY datang mengenakan kaos bertuliskan “Madura Bersatu” yang sebelumnya dibeli saat mampir di Distro Madura United di Pamekasan. Sebagai narasumber utama Dialog Milenial, AHY sangat mengapresiasi keindahan kampus Uniba, bahkan menurutnya kampus yang mengandung makna Tera’ Ta’ Adhemar (benderang tanpa pelita) itu juga merupakan sebuah center of excellence.
“Malam hari ini spesial sekali saya diajak untuk secara langsung berkunjung ke sebuah kampus yang membanggakan. Awal masuk tadi saya sudah merasakan bahwa ini merupakan kampus yang benar-benar menjadi center of excellence. Saya begitu merasakan betapa para mahasiswa mahasiswinya menunjukkan antusiasme dan energi yang positif untuk kemajuan,” tutur AHY.
Di depan ratusan mahasiswa, AHY mengajak untuk mempersiapkan diri dengan baik menuju Indonesia Emas 2045.
“Maka dari itu, kita harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. Indonesia punya peluang untuk menjadi negara maju. Modal utama yang kita punya adalah SDM. Kita bersyukur dengan karunia SDA kita, tapi harus diingat kalau itu adalah sumber daya tidak tak terbatas, bisa habis. Kita harus bekerja keras jangan sampai kebutuhan kita hanya bergantung pada kekayaan alam kita. Harus tepat dan bijak mengelola sumber daya kita,” kata AHY.


Peran generasi muda Indonesia, lanjut AHY, tak terkecuali yang berada di Sumenep ini, harus sama-sama memajukan Indonesia. Terutama untuk pulih dari keterpurukan ekonomi. Sekali lagi kita bisa menjadi negara yang maju ketika pendidikan kita juga diperkuat sehingga manusia kita juga bisa berkualitas hidupnya. Lebih cerdas, lebih produktif, sehingga ekonomi bisa tumbuh lebih baik, dengan demikian harapan dan cita-cita kita sebagai bangsa yang maju di 2045 ini bisa tercapai,” lanjutnya.
AHY juga mengajak para generasi muda untuk terlibat dalam menggunakan hak suaranya di Pemilu 2024 mendatang.
“Buta yang paling buruk adalah buta politik. Jangan marah jika kita punya pemimpin buruk, karena yang baik tidak peduli. Jangan salahkan jika negara dipimpin oleh pemimpin yang tidak baik karena yang baik tidak ingin berpolitik. Jadi jangan lupa untuk berpartisipasi, gunakan hak yang kita miliki. Karena pada akhirnya kehidupan kita juga akan bergantung pada apa yang kita pilih,” tegas AHY.


Sebelumnya, Sekretaris Yayasan Uniba Madura Annisa Zafarina Qosasi, menyampaikan ucapan selamat datang dan harapannya terhadap kehadiran AHY di Uniba.
“Selamat datang Mas AHY, inilah kami keluarga besar Uniba. Prinsip Uniba adalah pendidikan nomor satu karena itu merupakan bekal untuk anak-anak Indonesia berkontribusi bagi bangsa. Tujuan membangunnya untuk mempersiapkan anak-anak Madura siap bersaing di kancah nasional dan Internasional. Kami berharap keberadaan Mas AHY di sini bisa membuka wawasan bagi para mahasiwa untuk semakin berperan dalam membangun bangsa,” kata Annisa.
Sementara itu di tempat yang sama, Rektor Uniba Prof. Rachmad Hidayat menyampaikan rasa bersykur atas apresiasi yang sudah diberikan, serta mengucapkan banyak terimakasih karena sudah memberikan motivasi yang sangat luar biasa kepada mahasiswa sebagai generasi bangsa selanjutnya.
“Saya sangat berterimakasih kepada Mas AHY atas apresiasi dan motivasinya tadi, berharap para generasi milenial nantinya bisa mempunyai karakter serta tauladan yang baik dalam memimpin bangsa ini,” terangnya. (*)