Semua tulisan dari Prayitno

Wajah Sumringah Wanita Bernama Suminah, Lansia Penjual Getuk Keliling di Blora

BLORA.-

Getuk, getuk.., gendar, lopis… Kalimat ini selalu terdengar setiap pagi, di lingkungan Perumnas Karang Jati. Kalimat itu disuarakan oleh perempuan lanjut usia (lansia) berusia lebih dari 80 tahun. Wajahnya yang sumringah seolah menunjukkan optimismenya menjalani kehidupan dengan penuh kepasrahan kepada Gusti Allah Yang Maha Adil.

Mbah Sum panggilan akrabnya, menjalani kehidupan dengan optimis dan penuh kepasrahan kepada Gusti Allah Yang Maha Adil.
Wanita yang memiliki nama lengkap Suminah itu adalah warga Desa Tempurejo Kec/Kab Blora, Jawa Tengah yang dalam menjalani hidup selalu berpegang teguh pada prisip pitutur Jawa, “Wong urip iku ana sing ngatur mulane ora usah bingung lan wedi pasrahno uripmu karo sing gawe urip. (Orang hidup itu sudah ada yang mengatur makanya tidak usah panik dan takut, serahkan hidupmu kepada Allah pemberi kehidupan)”.

Kepada penulis ia mengungkapkan ritme kehidupannya dari sejak bangun tidur sampai istirahat malam. Setiap hari mengawali kehidupan dengan salat tahajud hingga salat subuh. Setelah itu baru melaksanakan kegiatan membuat getuk dari ketela pohon, gendar dan lopis.

Setelah semua dagangan siap ia lalu berkeliling jalan kaki sambil menggendong dunak, menelusuri jalan jalan menuju ke Perumnas Karangjati untuk menawarkan getuk buatannya.

Ekspresi wajahnya yang selalu dihiasi senyuman alami bisa membuat hati trenyuh siapapun yang ditemui higga ingin membeli.
Bambang Sulistya, tokoh masyarakat Perumnas Karangjati adalah salah seorang yang mengaku kagum melihat semangat Mbah Sum yang dilihatnya setiap hari.

Mantan Sekda Blora itu sempat menanyakan berapa penghasilan Mbah Sum setiap harinya. “Lumayan, bisa untuk menambah beli jajan cucu dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Mbah Sum dengan sikap prasojo, Sabtu (10/2/2024).

Bambang Sulistya yang juga mantan anggota DPRD itu mencoba bertanya tentang siapa Paslon Capres dan Cawapres yang akan memenangkan Pemilu pada hari Rabu Legi 14 Februari 2024.

Mbah Sum dengan senyumnya yang lugas lugas menjawab. “Sedanten pasangan sae, ingkang unggul pasangan ingkang dipun kersakke Gusti Maha Bijak. (Semua pasangan baik,yang jadi pemenang adalah yang dikehendaki oleh Allah Yang Maha Bijaksana).”
Pitutur Mbah Sum itu menurut Bambang Sulistya, patut menjadi motivator dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari karena dapat memberi pencerahan dan menyadarkan kepada kita semua. Bahwa siapapun nanti yang terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden kita sebagai orang beriman meyakini, calon terbaik yang merupakan Kehendak Allah.
“Semoga pesta demokrasi 2024 berjalan luber, jurdil, aman, damai dan bermartabat,” ungkapnya. (*).

Semangat Hadapi Tahun Politik, PWRI Blora Amalkan Sikap RECEHAN

BLORA.-

Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Sambong Kabupaten Blora menggelar Musyawarah Kecamatan(Muscam) guna memilih ketua dan menyusun program kerja, Selasa (6/2/2024).

Muscam dihadiri Forkopimcam Sambong, pengurus dan anggota PWRI Kecamatan, Kepala desa Gadu dan sebagian pengurus PWRI Kabupaten Blora.

Bertempat di rumah pribadi salah satu pengurus PWRI Kecamatan Sambong di Desa Gadu, kegiatan Muscam dilaksanakan secara sederhana namun penuh suka cita.

Secara sistimatis, lugas dan tuntas tanpa membaca teks, ungkapan Ketua PWRI Kecamatan Sambong H. Suntari dalam menyampaikan laporan pertanggungjawaban organisasi menarik perhatian semua yang hadir.

Hal tersebut ternyata menginspirasi dan memotivasi kepada seluruh peserta hadir bahwa sebagai ketua PWRI Kecamatan menunjukan sikap profesional, mumpuni dan patut diteladani.

Kasi Trantib Kecamatan Sambong Arif Sustiyanto mewakiuli Camat Sambong Sukiran, memberi apresiasi positif atas sikap yang ditampilkan oleh ketua PWRI dalam menyampaikan laporan pertanggungjawaban.

Pada kesempatan itu, Ketua PWRI Kabupaten Blora ambang Sulistya mengucapkan terimakasih kepada para pengurus PWRI Kecamatan Sambong atas dedikasi dan kiprahnya selama ini dalam mewujudkan suasana kekeluargaan, kerukunan dan kinerja dalam pengabdian kepada masyarakat serta mendukung program program Pemerintah Daerah.

“Ingat saat ini suhu politik sudah membara sehingga sangat dibutuhkan sikap positif dari para pengurus PWRI Kecamatan,” ucapnya.

Jangan larut mengikuti eforia yang berkembang saat ini para politisi saling menebar aroma komunikasi yang cenderung saling membuly, saling menyalahkan,saling membuka aib dan saling memfitnah yang berdampak negatif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pada kesempatan tersebut, Bambang Sulistya menyampaikan spirit dalam menghadapi tahun politik agar para pengurus dan anggota PWRI mau mengamalkan sikap sikap positif yang terkandung dalam akronim RECEHAN.

Sementara istilah recehan itu mulai boming di masyarakat setelah debat Cawapres yang berlangsung di JCC Jakarta pada Minggu 21 Januari 2024. Saat itu kata recehan dilontarkan oleh Mahmud MD ketika merespon pertanyaan Gibran Rakabuming Raka terkait terminologi Green Flation (inflasi hijau).

“Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makna Recehan sebagai uang dengan nominal yang kecil atau sebagai benda yang kurang bernilai bagi banyak orang,” tuturnya.

Dalam bahasa gaul recehan menggambarkan sesuatu hal yang sepele, rendah atau kurang berkualitas.

Adapun sikap positif yang tersirat dalam akronim RECEHAN, yaitu:

(R) – Ramah dalam menghadapi pergaulan hidup sehari hari baik dalam bersikap,berucap dan bertindak.

“Tebarkan aura positif dimanapun kita berada dan gelorakan semangat saling asah,asuh dan asih kepada sesama umat,” tuturnya.

(E) – Enyahkan kebiasaan negatif yang saat ini menjadi tren baru di masyarakat,y aitu suka mengeluh ,suka mencela, menghujat, suka membuka aib orang lain, suka memfitnah dan menyebarkan berita hoaks.

(C) – Cerdas dalam mensikapi realita kehidupan saat ini.Gunakan akal sehat. Jangan mudah bersumbu pendek apalagi suka marah marah, berpikirlah dahulu baru berucap dan bertindak.

(E) – Empati kepada kepada siapapun yang kita temuhi utamnya kepada saudara kita kurang beruntung.Hindari ucapan dan tindakan yang dapat menyakiti hati wong cilik.

(H) – Hati-hati dalam memberikan memberikan respon terhadap berbagai berita yang saat ini bertebaran di dunia maya dan di masyarakat. Apalagi berita yang berbau politik pasti akan menimbulkan pro dan kontra yang berdampak terhadap kondusifitas masyarakat

(A) – Ajak seluruh anggota keluarga dan lingkungan masyarakat besuk pada hari Rabu 14 Februari 2024 berbondong bondong datang ketempat pemungutan suara untuk nyoblos sesuai dengan pilihan hati nurani masing masing.Jangan ada yang golput karena akan merugikan masa depan.

(N) – Niatkan dari lubuk hati yang paling dalam untuk selalu berbuat yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Bambang Sulistya mengakhiri sambutan dan menanyakan kepada seluruh peserta yang hadir apakah kepemimpinan yang telah dilakukan oleh H.Suntari telah membawa kemajuan dan kemanfaatan bagi para anggota PWRI.

Semua peserta menjawab secara antusias dan suka cita betul dan mereka akhirnya sepakat dan mufakat memilih kembali H.Suntari sebagai ketua PWRI Kecamatan Sambong masa bhakti 2024-2028. (*).

Koperasi PWRI Primkoptama Subur Gelar RAT Tahun Buku 2023

BLORA.-

Koperasi Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Primkoptama Subur Kecamatan Jepon Kabupaten Blora menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2023, Sabtu (27/1/2024).

Hadir dalam kegiatan RAT Bambang Wisnu mewakili Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Blora, Sukimin mewakili Camat Jepon ,Ketua PWRI Kabupaten Blora, Ketua PWRI Kecamatan Jepon, pengurus dan anggota Primkoptama Subur.

Secara singkat Ketua Primkoptama Subur masa bhakti 2022-2024, Hj Tasmi melaporkan bahwa selama mengemban amanah Ia selalu menyelenggarakan RAT tepat waktu dan untuk RAT tutup buku 2023 Primkoptama Subur masih mampu memberi SHU sebesar Rp7.407.500.dan melayani secara prima kepada para anggota.

Ketua PWRI Kecamatan Jepon, H.Rajiman Santarko mantan Camat Tunjungan dan Anggota DPRD masa bhakti 2014-2019 mengungkapkan bahwa ketua Koperasi Wredatama adalah sosok pemimpin yang jujur, berani dan suka berbagi sering dijuluki Srikandi Primkoptama Subur bahkan dua anaknya Tasmi sudah jadi profesor di Perguruan Tinggi di Ambon.

“Kinerja pengurus Prikoptama Subur bagus dan kreatif terbukti dalam mengelola koperasi masih menghasilkan SHU dan mampu menyelenggarakan RAT tepat waktu,” ucapnya.

Ia mengimbau kepada para pengurus dan anggota Koperasi agar di tahun politik ini bisa menjaga diri dan siap sebagai panutan serta tidak menjadi golput dalam pesta Demokrasi pada tanggal 14 Februari 2024.

“Selaku ketua PWRI Kabupaten Blora saya memberikan apresiasi positif atas terselenggara Rapat Anggota Tahunan Primkoptama Subur berarti mengindikasikan bahwa Koperasi Sehat dan pengurusnya memiliki komitmen untuk mengemban amanah dalam mewujudkan kesejahteraan para anggota,” kata Bambang Sulistya, Ketua PWRI Blora.

Dikatakannya, saat ini tinggal tersisa waktu 21 hari pesta Demokrasi akan digelar. Untuk itu sebagai upaya menumbuhkan spirit para anggota PWRI agar memiliki tekad bahwa pesta demokrasi harus kita sabut dengan riang gembira dan penuh harapan.

“Saya mengajak seluruh yang hadir untuk berdiri dan menyanyikan bersama Jingle Pemilu Tahun 1971,” ujarnya.

Ajakan tersebut disambut dengan antusias dan suka cita. Karena lagu mars Pemilu di era orde baru ciptaan Mochtar Embut seperti mengingatkan kembali masa lalu, setiap akan ada Pemilu mars itu selalu berkumandang dan setiap warga hafal syair dan lagunya.

Untuk membangkitkan memori syair lagu saya bacakan diluar dugaan peserta seperti suara koor menirukan syairnya dengan irama lagu sebagai berikut Pemilihan Umum telah memanggil kita/Seluruh rakyat menyambut gembira/Hak demokrasi Pancasila/Hikmah Indonesia Merdeka/Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya/Pengemban Ampera yang setia/Dibawah Undang Undang Empat Lima/Kita menuju ke pemilihan umum.

Selesai menyanyanyikan lagu tersebut nampak pancaran wajah mereka ceria dan gembira.
Memang para generasi manula lagu itu sangat dikenal dan populer. Karena enam kali pemilu 1971,1977,1982, 1992 dan 1997 digunakan sebagai lagu resmi mars pemilu.

Lagu itu kerap diputar menjelang dan sesudah siaran berita RRI. Setelah suasana peserta RAT sudah merasa terhibur langsung saya titipkan bekal untuk menyambut dan mendukung sukses pesta demokrasi 2024 dengan mengamalkan akronim PEMILU 2024 yang maknanya sebagai berikut:

(P) – Pilihlah wakilmu dan capres/cawapres yang dapat dipercaya dengan landasab kreteria Shidik (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Fatonah (Cerdas),Tablig (menyampaikan kebenaran), Prasojo (Sederhana), Loma (Suka berbagi) dan Nekat (berani).

(E) – Enyahkan pemikiran negatif tentang pesta Demokrasi.Saat ini sepertinya pesta demokrasi diwarnahi suasana dalam meraih kemenangan ditempuh dengan cara saling menghujat, saling membatai, saling membuka aib dan saling memfitnah.
Sehingga beda pilihan dianggap musuh dan lawan yang harus dihabisi.Mestinya beda pilihan hal yang biasa,beda pilihan adalah sunatulah dan berkah serta beda pilihan kita tetap paseduluran selawase. Beda pilihan tidak memecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.
Ada sebuah pesan dari bapak Proklamator RI Bung Karno:”Pemilihan Umum jangan menjadi tempat pertempuran perjuangan kepartaian yang dapat memecah belah kerukunan umat dan persatuan Bangsa Indonesia”.

(M) – Menangkal dan melawan berbagai berita hoaks,provokasi, fitnah dan adu domba yang dapat menciptakan situasi kurang kondusif, sehingga langkah cerdas yang harus diambil adalah stop menyebarkan berita hoaks dan berhati-hati dalam merespon berbagai berita yang kita terima jangan mudah merespon apalagi bersumbu pendek atau emosi.

(I) – Ingatkan kepada seluruh eleman masyarakat bahwa pemilu diselenggarakan dalam rangka untuk memilih dan menyeleksi para pemimpin pemerintahan baik eksekutif maupun legistatif guna mewujudkan Pemerintahan yang demokratis, kuat dan memperoleh kepercayaan serta dukungan dari rakyat.

(L) – Lestarikan dan budayakan Semboyan Bhineka Tunggal Eka dalam pergaulan hidup sehari hari apalagi di saat ini suhu politik sudah meninggi.
Sehingga perlu perekat persatuan dan kesatuan bangsa yang kukuh dan kuat.Ingat tak selamanya perbedaan itu menyakitkan dan menakutkan tapi perbedaan itu indah dan menghibur seperti warna pelangi di langit nan biru.

(U) – Ujudkan Pemilu 2024 menjadi pemilu yang gembira penuh kasih sayang, penuh kedamaian dan bisa menjaga keutuhan NKRI.

Ada ungkapan bijak bahwa Pertemanan dan kekeluargaan lebih berharga dari perbedaan politik. Pemilu hanya berlangsung lima tahun sekali sementara hubungan kekeluargaan kita dapat berlangsung sepanjang masa.

“Semoga Pesta Demokrasi 2024 akan berjalan lancar penuh kasih dan kedamaian serta Primkoptama Subur makin maju dan sejahtera,” ucapnya. (*).

Tahun Politik Sekarang Mirip Indonesia Zaman Kalabendu

BLORA.-

Tahun 2024 diprediksi merupakan tahun penuh harapan, keberuntungan dan tantangan. Hal itu disampaikan para winasis dalam kegiatan rapat internal pengurus PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kabupaten Blora, di ruang pertemuan PWRI, Selasa (9/1/2024).

Apalagi saat ini suhu politik sudah membara dampak dari hasil debat capres/cawapres ketiga yang penuh dengan dagelan beretika, menjadikan Negeri Katulistiwa ini sontak dipenuhi polusi suara hoaks dengan aneka ragam nada sesuai aliran koalisi yang diikuti.

Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya pada kesempatan itu menyampaikan pesan sebagai tambahan wawasan dan referensi, serta spirit dalam menghadapi realita tahun shio Naga. “Agar tetap dingin walaupun suasana panas,” katanya.

Pesan yang disampaikan mantan Sekda Blora itu diantaranya, kalau dulu ada peribahasa tong kosong nyaring bunyinya memiliki makna orang yang bodoh biasanya banyak ngomongnya atau bualannya.

“Namun saat ini berdasarkan hasil penelitian orang suka ngomong atau ngoceh sangat menyehatkan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri,” tuturnya.

Ada tiga manfaat yang diperoleh orang yang suka bicara. Pertama, membuat otak tetap aktif dan meningkatkan daya ingat serta mencegah pikun atau alzheimer.

Kedua, bisa mengurangi stres dan tekanan psikologis serta mencegah serangan stoke. Tentunya dengan catatan bicara tidak menimbulkan emosi apalagi membuat kemarahan. Ingat pitutur jawa yang bijaksana “Lamun siro iso ngomong nanging aja mbrebeki kuping”.

Ketiga, suka berbica juga dapat membuat awet muda karena berbicara itu melatih otot-otot wajah, tenggorokan dan paru-paru.
“Maka sarannya untuk kita semua di tahun politik saat ini kalau sedang ngobrol berkatalah yang benar, baik, sopan, lemah lembut dan pantas,” ungkapnya.

Selanjutnya situasi saat ini di Indonesia yang berideologi Pancasila menurut para pengamat spiritual kelangitan suasananya mirip dengan Zaman Kalabendu seperti yang pernah diramalkan oleh Prabu Jayabaya dan Raden Ngabehi Rangga Warsita seorang pujangga besar jawa.

Zaman Kalabendu sebagai ungkapan zaman kegelapan, zaman angkara murka, zaman sengsara, zaman penuh kebencian, zaman gojang gajing dan zaman edan yen ora edan ora kumanan.

Adapun ciri-ciri Zaman Kalabendu dapat terumuskan ke dalam akronim BEJAT bukan dimaksudkan menggambarkan seseorang yang sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi baik akhlaknya, budi pekertinya maupun perilakunya yang sudah menyimpang jauh dari etika kehidupan.

Namun BEJAT di sini mengandung arti sebagai berikut; (B)- Banyak orang berlomba-lomba dalam kerakusan, kesombongan dan kemunafikan.

Bahkan banyak orang yang sudah tidak lagi memiliki tata krama, unggah-ungguh, tidak punya rasa malu dan hatinya sudah terbakar oleh ambisi angkara murka, imannya mudah goyah dan keyakinannya mudah berubah.

Segala ikhtiar untuk meraih sesuatu dilakukan dengan menghalalkan segala cara. Pola instan dan trasaksional menjadi kebiasaan baru dalam menggapai baik rezeki maupun jabatan/kedudukan.
Saat ini sudah menjadi buah bibir bahwa jabatan menjadi komoditas baru yang bisa dijual belikan.

(E)- Emosi sudah menjadi panglima dalam pergaulan hidup sehari hari. Orang mudah bersumbu pendek, gampang gelap mata dan membabi buta.
Kebiasaan bertindak yang tidak menggunakan akal sehat. Perilaku kaduk wani kurang deduga (berani tanpa perhitungan) dan hantam dulu urusan belakang seperti sudah menjadi tren kebiasaan baru.

(J)- Janji sudah menjadi asesoris dalam pergaulan hidup dan sarana untuk promosi diri dalam meraih kepercayaan dan menggapai kemenangan.
Bukan lagi janji sebagai keyakinan sakral yang harus ditepati dan diujudkan. “Sehingga obral janji di tahun politik saat ini sudah menjadi sebuah keniscayaan yang harus dipasarkan di masyarakat,” tegasnya.
Tepat kiranya kalau saat ini syair lagu “Tinggi Gunung Seribu Janji” yang sangat populer pada masa tahun 70-an dinyanyikan oleh Bob Tutupoly menjadi kenyataan.
Sepenggal syairnya, Memang lidah tak bertulang, Tak terbekas kata-kata, Tinggi gunung seribu janji, Lain di bibir lain di hati.

(A)- Ada anomali baru saat ini wong cilik wani golek kesalahane karo wong gede, lan wong gede ora iso kanggo tuladha (Orang kecil berani cari kesalahannya dengan para penguasa, dan penguasa tak bisa jadi panutan/teladan).

(T)- Tersebarnya berita hoaks, fitnah, adu domba, provokasi dan pemecah belah persatuan dan kesatuan umat semakin luas dan meningkat. Keadaan tersebut bisa menimbulkan keresahan, kepanikan dan ketakutan di masyarakat.

Itulah sejumlah ciri Zaman Kalabendu yang perlu kita pahami bersama. Untuk mensikapi hal tersebut ada baiknya kita bumikan pitutur bijak “Sak beja bejane sing lali isih beja kang eling lan waspada” (Beruntunglah bagi yang lupa masih beruntung yang ingat dan waspada). Dan “Sak beja bejane wong urip isih beja wong urip sing eling karo sing gawe urip”.
Sehingga secara lugas agar kita tetap eksis di zaman kalabendu adalah iklhas melaksanakan perintah-Nya dan berani meninggalkan larangan-Nya.

Acara kegiatan rapat diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh H.Sudadyo untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Pemurah agar dalam pesta Demokrasi nanti Calon DPD RI Wakil dari Jawa Tengah Ir.H.Bambang Sutrisno MM bisa lolos/menang dalam pemilihan menjadi anggota DPD RI Dapil Jateng masa bakti 2024-2029. (*).

Awali Tahun Baru dengan Tanam Bibit Pohon Sukun, Bambang Sulistya: Supaya Rukun

BLORA.-

Setiap hari adalah awal yang baru sehingga buatlah kenangan dengan karya yang indah, mulia dan menjadi sejarah baru bagi kehidupan. Ungkapan bijak itu diucapkan oleh Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya, saat melakukan penanaman pohon di Taman Perumnas, depan Masjid Nurul Falah Karangjati RT 05 RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
“Ungakan tersebut menjadi inspirasi dan motivasi yang mendorong saya dalam mengawali Tahun Baru 2024 yang masuk dalam Shio Naga,” katanya, Selasa (2/1/2024).
Jenis pohon yang ditanam adalah bibit sukun madu yang diperoleh dari Kabupaten Brebes saat mengikuti puncak peringatan HUT PWRI ke-61 Tahun 2023 Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Sukun bisa dimaknai supaya rukun. Selain akan bermanfaat bagi kehidupan tanaman sukun ini merupakan simbol dan harapan, semoga pesta demokrasi pada 14 Februari 2024 nanti berjalan lancar, rukun dan damai,” jelasnya.
Selain itu dengan menanam sukun, mantan Sekda Blora itu bermaksud ingin menyadarkan pada masyarakat bahwa budaya menanam itu merupakan kebiasaan baik yang memiliki manfaat luar biasa bagi lingkungan hidup.
Menurut Bambang Sulistiya, kebiasaan menanam bisa menjadi pitutur dan virus kebaikan yang perlu ditularkan kepada generasi milenial.
“Menurut Bapak Eric Thohir, Menteri BUMN bahwa Filosofi menanam sama dengan menanam harapan, memberi arti untuk masa depan,” ucapnya.
Menurutnya, tidak ada yang instan seperti tanaman yang perlu proses untuk tumbuh besar,manusia berproses untuk menjadi manfaat bagi sesama umat.
Bahkan berdasarkan pendapat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi bahwa menanam tanaman sama dengan menanam kebaikan di muka bumi.
Oleh sebab itu masyarakat harus membangun mental untuk mau memelihara dan menanam tanaman.Ingat kalau kita menanam tanaman maka tanaman tersebut akan menghasilkan oksigen dan oksigen akan bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Oksigen yang dihasilkan oleh tanaman adalah merupakan amal jariah yang menghidupi jutaan manusia. Tidak hanya oksigen bila tanaman telah menghasilkan buah maka buahpun merupakan amal jariah yang bermanfaat bagi kehidupan baik bagi manusia maupun hewan.
Namun ada manfaat yang luar biasa dalam menanam tanaman di tahun politik,yaitu dapat mengurangi stres dan polusi suara yang saat ini boming di jagat raya di Bumi Nusantara.Karena sebuah penelitian bahwa dalam radius 30 meter dari pepohonan polusi suara dapat berkurang 50%.
Kemudian apa makna pentingnya menanam tanaman, sebagai orang beriman menanam tanaman adalah wujud nyata sedekah bumi yang menghasilkan amal jariah dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.
“Buah pisang dari Todanan, Pisang tanduk enak dimakan, Jika peduli dengan lingkungan, Menanam tanaman ayo kita lakukan,” tutur Bambang Sulistya dengan pantun. (*).

SGIE untuk Atasi Stuntung: Sego Goreng Iwak Endog

BLORA.-

Beberapa istilah baru seperti Ordal, Etik, asam sulfat, belimbing sayur, carbon captur dan storage, slepet dan SGIE menjadi topik hangat dalam perbincangan di masyarakat. Seperti yang ada di Lapangan Kridosono Blora yang pada Selasa (26/12/2023) lalu ramai dipenuhi warga yang berolah raga. Sambil ngobrol ringan mreka bercanda ria tentang berbagai istilah baru yang lagi viral di media sosial.
Tanpa bermaksud untuk saling mengejek atau memojokkan, apalagi untuk merendahkan dan menghina, istilah-istilah baru itu dijadikan bumbu dalam candaan yang menghibur hingga membuat suana obrolan tambah gayeng.
Mantan anggota DPRD Blora, Bambang Sulistya mengaku tertarik dengan akronim SGIE yang muncul saat dilaksanakan debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) di Jakarta Convension Center (JCC) Senayan Jakarta (22/12/2023). “SGIE itu dimaknai State of The Global Islamic Economy,” katanya.
Dengan kelakarnya mantan Sekda Blora itu mengatakan bahwa pengertian SGIE saat ini sudah berkembang. “SGIE adalah Sego Goreng Iwak Endog yang bisa untuk mengatasi penyakit stunting,” ungkapnya.
Lepas dari semua itu karena saat ini tahun politik tentu kita sangat berharap agar pada saat pesta Demokrasi 2024 nanti bisa terwujud suasana penuh kedamaian, luber, jurdil, aman, lancar dan sukses.
Kalau mulai saat ini seluruh rakyat Nusantara yang sudah memiliki hak pilih bisa mengamalkan akronim SGIE dalam pergaulan hidup sehari-hari.
(S) – Sikap saling menghormati, saling memahami dan saling mengendalikan diri terhadap pilihan yang berbeda adalah hukumnya wajib. Karena berberda pilihan itu rahmat, sunatullah dan berkah bagi umat. Jangan ada doktrin beda pilihan itu musibah apalagi menganggap musuh yang harus dibantai dan dihabisi. Beda pilihan kita tetap saudara dan sedulur sak lawase.
(G) – Gunakan akal sehat dalam merespons informasi, berita dan kabar burung. Jangan mudah baperan apalagi mudah bersumbu pendek. Ingat ungkapan bijak berpikir dulu baru berbicara jangan sampai berbicara dulu baru berpikir. Hindari kalau bicara suka Asmuni (asal muni/bicara) dan emosi.
(I) – Indahnya kerukunan, kekeluargaan, kebersamaan agar terus digelorakan keselurahan elemen masyarakat sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
(E) – Empati adalah sikap bijak yang harus dimiliki setiap umat beragama untuk membumikan semangat saling asah, asuh dan asih di tengah suhu politik yang sedang membara dan sikap yang membabi buta.
“Salam seger waras guyub rukun atine seneng akeh kancane untuk umat di Bumi Samin Blora,” tuturnya. (*).

Rayakan HUT ke-2, KORMI Blora Gelar Gowes dan Senam Bersama Bupati

BLORA.-

Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-274 Kabupaten Blora serta memperingati HUT ke-2 KORMI Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Blora yang dikomandani oleh H Subekti SP MMA, Minggu (24/12/2023)dilaksanakan kegiatan senam bersama Bupati Blora di Alun-alun Blora.
Acara diawali dengan kegiatgan gowes sepeda kuno bersama Gus Arief Rohman yang mengambil rute dari Alun-alun Blora, Jalan Pemuda hingga Tugu Pancasila, lalu kembali lagi ke Alun-alun Blora.
Kegiatan seremoni di Alun-alun diawali dengan laporan ketua KORMI yang mengiformasikan, bahwa kegiatan akbar senam bersama dengan Bupati diikuti lebih dari 500 orang yang berasal berbagai macam club senam kebugaran jasmani. “Dan baru Tahun 2023 ini juga dilaksanakan kegiatan festival senam kreasi yang diikuti oleh berbagai kelompok senam,” kata Subekti .
Kelompok senam yang mengikuti kegiatan pagi itu diantaranya Bugar, Nurdik, Maos, KJS, SBC, Werdo Wirogo dan Porpri. Pada kesempatan itu juga dibagikan bantuan sembako sebanyak 100 paket kepada petugas lapangan penangan banjir dari Dinas PUPR dan Petugas Kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup.
Pemberian paket sembako kepada petugas kebersihan Blora sebagai bentuk perhatian istimewa karena mereka adalah pejuang kebersihan yang telah ikut andil besar dalam menciptakan Blora menjadi Kota bersih dan Blora mendapatkan penghargaan Adipura.
Berikutnya diberikan pula paket makanan sarapan pagi untuk seluruh peserta dan dibagikan berbagai hadiah doorprize yang menarik dari berbagai sponsor atau donatur.
H. Subekti juga melaporkan bahwa tekad dari pengurus KORMI Kabupaten Blora akan terus berkiprah pakai istilah Bupati gass poll pro aktif membangkitkan spirit berolahraga rekreasi bagi masyarakat Blora.
Baik ada dukungan maupun belum ada dukungan dana dari APBD, KORMI tetap berkarya nyata sesarengan mbangun Blora Blora Berkelanjutan sebagai bentuk ibadah untuk mewujudkan masyarakat jadi semakin Sehat, Bahagia, dan Sejahtera.
Berbagai kegiatan olahraga yang digelar hari ini bisa terwujud dan terselenggara berkat dukungan dan bantuan dari Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati serta partisipasi secara ikhlas dari pengurus KORMI dan sponsor dari berbagai pihak terkait diantaranya; Dinas PUPR, Dalduk KB, DLH, Bappeda, DP4, BPH dan BKK.


“Berkenaan dengan hal tersebut atas nama pengurus KORMI mengucapkan terima kasih dan semoga bantuan tersebut menjadi amalan yang bernilai ibadah serta Gusti Allah akan melimpahkan rejeki dan pahala kepada bapak/ibu sekalian. Aamiin,” ucapnya.
Du akhir sambutan H. Subekti yang mantan kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Blora mempersembahkan parikan pantun ala Blora.
“Blora Kuto sate, Sate ayam enak rasane, Monggo sregep sesarengan olahragane, Supados awak sehat lan seneng atine,” tuturnya.
Bupati Blora H. Arief Rohman memberikan apreasiasi positif dan menyambut dengan suka cita atas kiprah yang dilakukan oleh pengurus KORMI dalam upaya menyehatkan masyarakat melalui berbagai olahraga rekreasi.
“Tumbuhkan terus semangat mengolah ragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga rekreasi yang akan menyebakan badan jadi sehat dan hati jadi senang serta ciptakan suasana kedamaian, guyub rukun paseduluran sak lawase,” tegasnya.
Selesai sambutan Bupati membagikan bantuan paket sembako dan mengundi hadiah utama doorprize.
Sajian yang menarik dan menghibur ketika Festival kreasi senam mulai dilakasanakan. Diawali tampilnya kelompok senam Bugar dengan kostum yang menarik diiringi lagunya Titik Puspa Gembala Sapi, suasana jadi ramai dan gayeng serta mampu memesona penonton.
Kemudian disusul Senam Nordik dari Cepu yang diiringi dengan lagu Jogya istimewa. Senam Nordik dari Blora ini pernah tampil istimewa di Solo.
Akhirnya dapat jadi catatan bersejarah bahwa dalam rangka memeriahkan dan manggayengkan Hari Jadi ke 274 Blora dan HUT KORMI kedua ternyata pengurus KORMI berhasil menyuguhkan sebuah kegiatan olahraga rekreasi yang menyehatkan dan menggembirakan serta dapat mewujudkan kerukunan, kekeluargaan dan kesetiakawanan atau kepekaan. (*).

Pemilu 2024, Beda Pilihan Hal Biasa dan Tetap Bersaudara

BLORA.-

Rapat konsolidasi pembinaan para pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Eks Karesdenan Pati (Blora, Rembang, Jepara, Kudus, dan Pati) berlangsung di ruang pertemuan PWRI Kabupaten Pati dalam rangka memantapkan pengabdian dan ikut berperan serta dalam mensukseskan Pesta Demokrasi 2024.
Pembinaan langsung disampaikan oleh Tim PWRI Provinsi Jateng yang dikomandani oleh Dr. H. Warsono SH, M. Hum mantan pejabat tinggi PJKA yang saat ini masih aktif sebagai pengajar di beberapa perguruan tinggi, Kamis (21/12/2023).
Sebagai penghantar Bambang Sulistya selaku koordinator PWRI Eks Karesidenan Pati menyampaikan ucapan terimakasih atas terselenggaranya agenda pembinaan khusus yang memiliki nilai manfaat bagi kemajuan organisasi PWRI di masa depan.
“Sehingga waktunya saya pilih Kamis Legi 21 Desember 2023 yang menurut keyakinan orang jawa merupakan hari yang baik dan istimewa untuk mendapatkan rejeki dan pitulungan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana,” ujarnya.
Bambang Sulistya juga meminta kepada para peserta yang hadir untuk berani menyampaikan uneg-uneg, gagasan, ide dan memberi masukan demi terwujudnya sebuah harapan yang mencerahkan dan membahagiakan. Kemudian dilanjutkan pencerahan tunggal oleh bapak Dr H.Warsono SH., M.Hum.
Ia menyampaikan arahan bahwa pembinaan hari ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pembinaan Pengurus PWRI per kabupaten tempo hari dan sekaligus merealisasikan sumber energi sebagai upaya pencerahan berkaitan kiprah para pengurus dan anggota PWRI Kecamatan di masing masing Kabupaten dalam mengikuti pesta Demokrasi 2024.
“Saya mengingatkan bahwa partisipasi aktif dalam memilih wakil rakyat dan pasangan capres dan cawapres adalah hak demokrasi yang harus diwujudkan sesuai pertimbangan rasional dan suara hati masing-masing anggota,” tegasnya.
Menurutnya, beda pilihan hal yang biasa yang merupakan berkah bagi kita semua dan kita tetap saudara.
Jangan sampai berbeda dalam memilih pemimpin bisa menimbulkan perpecahan dalam persatuan dan kesatuan bangsa apalagi menyebapkan permusuhan dan munculnya semangat saling menghina, mefitnah dan saling membantai.
Pengurus PWRI Provinsi Jawa Tengah telah mengambil kebijakan dan keputusan yang tegas dan jelas bahwa memilih jago untuk calon DPD RI dalam pesta Demokrasi 2024 adalah Ir.H.Bambang Sutrisno MM No 4 yang saat ini sebagai penasehat PWRI Provinsi Jateng dan telah banyak membantu berbagai aktivitas organisasi PWRI.
Ia sosok pemimpin yang cerdas, berani berjuang untuk wong cilik,memiliki kepekaan yang tinggi terhadap kaum yang belum beruntung dan siap berkarya nyata yang memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan bagi para Wredatama atau para pensiuan ASN/PNS.
Disamping itu H.Bambang Sutrisno saat ini masih aktif sebagai anggota DPD RI perwakilan Jateng. Salah satu karya nyata yang menjadi catatan sejarah ia ikut membidani lahirnya P3K di Bumi Nusantara.
Warsono juga meminta kepada para pengurus PWRI dalam mendukung keterpilihan H.Bambang Sutrisno jangan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan seperti ajaran dari Machiavelli. Pokoknya, kata dia, PWRI dalam pesta Demokrasi 2024 harus memiliki wakil di DPD RI.
“Untuk itu mari kita mantabkan tekad dan semangat kita untuk memperjuangkan cita cita menjadi kenyataan dengan spirit rawe rawe rantas malang malang putung H.Bambang Sutrisno harus beruntung menjadi anggota DPD RI perwakilan Jawa Tengah masa Bhakti 2024-2029,” jelasnya.
Berdasarkan berbagai curah pendapat yang disampaikan oleh para ketua PWRI eks Karesiden Pati maka hasil pembinaan membuahkan kesepakatan.
Pertama, para pengurus PWRI eks Kares Pati akan segera mensosialisasi hasil pembinaan kepada para pengurus dan anggota PWRI Kecamatan/Kelurahan.
Kedua, Tim Pencerahan sukses pesta Demokrasi 2024 dari PWRI Provinsi jateng akan segera menyampaikan berbagai masukan yang bersifat urgen dan realistis kepada bapak H.Bambang Sutrisno untuk mendapatkan solusi dan kebijakan terhadap permasalahan yang terjadi di tingkat lapangan.
Ketiga, Para pengurus PWRI Kabupaten eks Kares Pati sangat berharap bila masih ada kesempatan bisa diadakan pertemuan dengan bapak H Bambang Sutrisno untuk mendapatkan tambahan spirit perjuangan untuk menangkan dalam pemilu 2024.
“Semoga doa dan harapan para pengurus PWRI didengar dan dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin,” ungkapnya. (*).

Hari Jadi ke-274, Acara Resepsi Diselenggarakan di Lapangan Kridosono

BLORA.-

Kegiatan Resepsi Hari jadi Kabupaten Blora ke 274 yang digelar di Lapangan Kridosono Kabupaten Blora mengukir sejarah baru dan istimewa. Dan, untuk pertama kalinya pelaksanaan resepsi hari jadi dilaksanakan di luar pendopo rumah dinas Bupati.
Selain mendapat respon positif dari berbagai elemen masyarakat, pagelaran resepsi hari jadi Kabupaten Blora di Lapangan Kridosono kali ini juga mendapat sambutan yang cukup menggembirakan dari penonton baik yang berasal dari Blora maupun penoton dari luar seperti dari Kabupaten Rembang, Grobokan, Pati, Tuban, Bojonegoro, dan Ngawi (Jatim).
Mantan Sekda Blora, Bambang Sulistya mengemukakan hasil kontemplasi yang dilakukan selama mengikuti acara resepsi dari awal hingga akhir. Ternyata, resepsi peringatan hari jadi Kabupaten Blora ke 274 yang mengambil tema “Guyub Rukun Sesarengan Mbangun Blora Berkelanjutan, Nguri-uri Budaya hingga Desa” tersebut merupakan ekspresi puncak dari berbagai aneka kegiatan yang sudah digelar sekaligus dapat dijadikan wahana untuk mewujudkan beraneka hal.
“Pertama, promosi kinerja Pemerintah Daerah baik dalam keberhasilan membangun daerah dan sumber daya manusia maupun dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujarnya Senin (18/12/2023).
Disamping itu dapat juga dijadikan spirit untuk menumbuhkan inspirasi dan motivasi atas berbagai penghargaan yang telah diterima dan karya nyata yang telah dirasakan oleh masyarakat. Promosi itu bisa disampaikan oleh Bupati dan Ketua DPRD. Kenyataan itu telah dimanfaat dengan cerdas oleh Bupati Blora H.Arief Rohman dan ketua DPRD HM Dasum.
Gus Arief panggilan akrab sehari-hari ketika memberikan sambutan mempromosikan ikhtiar dalam mewujudkan jalan alus yang sudah dibangun pada tahun 2023 panjang jalan mencapai 63.967,85 meter dengan dukungan dana Rp.204.395.441.
Demikian pula upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Blora dengan program 1 desa 2 sarjana ada 130 penerima beasiswa dengan anggaran Rp 1.120.500.000 dan program 1 desa 1 hafidz melaluhi pemberian beasiswa kepada santri penghafal Al-Quran pada tahun 2023 mencapai 128 santri.
Disamping itu berbagai penghargaan salah satunya adalah Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)telah diraih 9 kali berturut turut dari Menteri Keuangan.Kedua Sebagai upaya mewujudkan silaturahmi diantara para pejabat yang sudah purna tugas dengan pejabat yang masih aktif.Bahkan juga sebagai ajang untuk reuni.
“Secara pribadi saya bersyukur bisa bertemu dengan Prof. Dr.Ir. Hj. Kesi Widjajanti isteri matan Bupati Blora almarhum H. Ir Basuki Widodo. Pertemuan dengan beliau mengingatkan kenangan masa lalu yang sangat indah dan melekat di hati ketika saya sebagai Kepala Dinas Pertanian bekerjasama dengan Ibu ibu Tim Penggerak Kabupaten untuk mengembang tanaman empon empon Kunir Putih atau Curcuma Zedoaria di Blora.” tutur Bambang Sulistya.
Sehingga dikenal dari Dinas Perkebunan Provinsi Jateng Bumi Blora Mustika menjadi salah satu pusat pengembangan kunir putih di Jawa Tengah. Animo masyarakat untuk menanam kunir putih sangat tinggi.Karena kunir putih memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.
Diantaranya untuk mengatasi gangguan pencernaan,mencegah kanker,mengatasi alergi makanan,meredakan saat mentruasi,mengatasi radang sendi,mencegah diabetis dan menetralisir asam lambung dan mengurangi peradangan di kerongkongan.
“Kelebihan dari bu Kesi adalah disiplin dan semangat yang tinggi ingin memajukan ibu-ibu PKK di daerah,” ucapnya.
Ketiga resepsi hari jadi Blora 274 telah mampu memberikan hiburan secara gratis kepada masyarakat luas. Dengan menghadirkan dua kelompok musik, yaitu Cadensa band dan Ndarboy Genk ternyata telah mampu memberi hiburan kepada para generasi melenial dan tamu undangan yang hadir ikut terhipnotis tampilnya penyanyi dari Ndarboy Genk yang bernama Helarius Daru Indrajaya, para penoton ikut bergoyang sambil bernyanyi.
Bahkan wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati juga ikut menyanyi sambil berjingkrak-jingkrak yang diikuti oleh para pejabat pemda. Hiburan diakhiri dengan menyanyi bersama Bupati,wabup dan Forkompinda bersama penyanyi Ndarboy genk dengan membawakan lagu Blora Koyo Yogya Istimewa.
Keempat, melalui kegiatan resepsi hari jadi bisa terwujud kerukunan, kebersamaan dan kekeluargaan antara para pejabat dan masyarakat dalam menikmati hiburan yang merakyat dan menghibur.
“Selamat hari jadi Kabupaten Blora ke-274 semoga Blora makin maju, aman, mempesona, unggul dan sejahtera,” ucapnya. (*).

PWRI Ikhtiarkan Pengembalian Dana Tabungan Uang Muka Perumahan Eks PNS

BLORA.-

Genderang pesta demokrasi telah memasuki tahapan kampanye mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Di tengah hiruk pikuk itu para pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora memanfaatkan momentum tersebut untuk berikhtiar mencari informasi dan solusi bagi 519 orang para purna tugas Pegawai Negeri Sipil atau Apatatur Sipil Negara (PNS/ASN) di Kabupaten Blora, yang sampai saat ini belum mendapatkan atau belum mengambil dana tabungan uang muka perumahan yang dulu dikelola oleh BAPERTARUM dan saat ini dilanjutkan oleh BP TAPERA.
Ketua PWRI Provinsi Jawa Tengah, H. Hendro Martoyo yang mantan Bupati Jepara dua periode mengatakan, bahwa para pensiunan PNS/ASN di Jateng yang belum mendapatkan pengembalian dana tabungan uang muka perumahan sebanyak 17.211 orang dengan nilai dana mencapai Rp 41,3 miliar.
“Langkah dan kiprah para pengurus PWRI untuk membantu dan memperlancar dalam memperoleh dana tabungan uang muka perumahan bagi para wredatama tersebut sebagai tindak lanjut kerja sama PB PWRI Pusat dengan Badan Pengelola Dana Tabungan Perumahan Rakyat(BP TAPERA),” jelasnya, Sabtu (29/11/2023).
Persoalan yang ada berkaitan dengan para pensiunan PNS/ASN eks Bapertarum sebanyak 519 orang yang berasal dari Bumi Blora Mustika adalah kesulitan untuk memperoleh alamat saat ini dan asal instasi yang bersangkutan, hanya tersedia data yang berisi nama dan NIP lama.
“Berbagai upaya dan kiprah yang dilandasi dengan niat untuk beribadah dan pengabdian tanpa pamrih yang sudah dilakukan oleh para pengurus PWRI Kabupaten Blora,” ucapnya.
Pertama, membentuk Tim Pengabdian Kelangitan(TPK) yang diketuahi oleh H.Umartono wakil Ketua PWRI Blora mantan asisten dua Setda Blora dengan tugas utama ,yaitu melacak keberadaan ke 519 orang melaluhi pendekatan berbagai pihak terkait untuk memperoleh kelengkapan imformasi tentang para purna tugas tersebut.
Kedua, melakukan audensi,konsultasi dan senergi ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Blora.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2023 yang diterima langsung oleh Sekretaris BKD Nunik Sulistiyo matan camat Sambong.
Dari kegiatan audensi tersebut belum bisa membuah hasil.Karena BKD hanya bisa melacak secara elektronik untuk para pensiun PNS/ASN mulai tahun 2017,sebelum tahun itu hanya tercatat dalam data manual yang beradaan data sangat sulit dilacak.
Pengalaman ini menumbuhkan spirit baru bagi para pengurus PWRI yang diilhami oleh ungkapan bijak sebagai berikut: Bila satu pintu tertutup carilah pintu lain yang masih terbuka.
Tapi bila semua pintu sudah tertutup carilah cendela yang masih terbuka.Tapi bila cendela juga tertutup carilah atap yang barangkali ada yang terbuka. Namun bila semuanya sudah tertutup maka hanya ada satu pintu yang selalu terbuka, yaitu pintu doa.
Ketiga, memotivasi para pengurus PWRI baik di tingkat Kabupaten,Kecamatan maupun PWRI Kelurahan untuk ikut berkiprah mencari kelengkapan data dari 519 para purna tugas tersebut dengan memberikan waktu hanya dua minggu untuk mendapatkan data alamat dan keadaan saat ini apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia.
Keempat, melakukan kerjasama dengan pengurus IPPK (Insan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan )Kabupaten Blora yang dikomandani oleh H.Suparjan yang kebetulan pengurus PWRI Kecamatan.
Mengapa langkah ini ditempuh, karena mayoritas dari 519 orang pensiunan tersebut ber NIP dari Pendidikan dan Kebudayaan.
Dari berbagai ikhtiar tersebut ternyata sampai awal bulan November 2023 telah dapat diperoleh data yang lengkap sebanyak 43 orang. Selanjutnya pengurus PWRI Kabupaten melakukan konsultasi dan koordinasi dengan BRI Cabang Blora.
Hasilnya pihak BRI Cabang Blora siap mencairkan dana tabungan uang muka perumahan bagi para pensiun PNS/ASN yang belum diambil tidak dibatasi waktu kapanpun bisa dicairkan dengan persyaratan sebagai berikut, bagi para pensiunan yang masih hidup dokumen yang harus dipersiapkan dan datang langsung ke BRI, di antaranya foto copy KTP penerima, foto copy SK Pensiunan atau KARIP, copy halaman depan buku tabungan dan surat pernyataan bermaterai (format ditentukan BP Tapera).
Namun bagi yang sudah meninggal dapat dicairkan oleh ahli waris atau kuasa atau perwakilan dari pensiunan ASN/PNS dengan membawa kelengkapan dokumen copy seluruh KTP Peserta pensiun,Ahli waris/kuasa/perwakilan.copy SK Pensiun atau KARIP, Copy halaman depan buku tabungan,Copy pernyataan bermateri(Format ditentukan BP TAPERA),Copy surat keterangan ahli waris,dan Asli Surat Kuasa ditandatangani seluruh ahli waris diatas materi jika ahli waris lebih dari satu orang.
Sesuai informasi dari Yanita atau panggilan akrab Nita petugas transaksi BRI Cabang Blora silahkan datang ke BRI pasti akan diberi pelayan prima,bila dokumen sudah lengkap langsung dicairkan saat itu.
Bahkan Ia juga menginformasikan sudah banyak para pensiunan eks Bapertarum yang sudah mencairkan tanpa ada pungutan biaya administrasi.
Ada ungkapan bijak yang patut jadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua”Setiap orang yang mempunyai niat baik untuk membatu orang lain pasti akan mendapat kemudahan dan kebahagiaan hidup”. (*).