Semua tulisan dari Prayitno

Sikapi Kenaikan Harga BBM, Partai Demokrat Bagikan Ratusan Makanan pada Warga di Blora

BLORA.-

Masih dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-21, DPC Partai Demokrat pada tanggal 9 September 2022 menggelar kegiatan “Jumat Berkah” di Lapangan Kridosono, arena olahraga favorit masyarakat Blora.
Kegiatan itu diikuti seratus orang peserta yang berasal dari berbagai elemen mulai dari tukang becak, buruh bangunan, para pemulung, pedagang kecil, Satpam, petugas pembuang sampah, petugas kebersihan, pegawai swasta, bakul makanan jajanan angkringan Kridosono hingga buruh tani.
Supri Edy, salah satu anggota DPRD Blora dari Partai Demokrat yang hadir pada acara itu mengatakan, bahwa mereka yang hadir adalah masyarakat terdampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberlakukan oleh Pemerintah sejak 3 September 2022.


Pada kesempatan itu Supri Edy sempat melontarkan tiga pertanyaan kepada ratusan warga yang hadir. Pertama, “Apakah bapak/ibu setuju atas kebijakan Pemerintah yang telah menaikkan Harga BBM?”
Dengan suara lantang para peserta yang mayoritas adalah kelompok wong cilik menjawab, “Tidak setuju”.
Berlanjut pada pertanyaan kedua, kata Supri Edy, “Kebijakan Pemerintah menaikkan harga BBM itu menyengsarakan masyarakat atau membuat masyarakat makin menderita? Jawaban para peserta makin keras dan tambah semangat, “Makin menderita…!!!”
Pertanyaan terakhir, “Kalau Pemerintah membuat kebijakan yang menyengsarakan rakyat, apa yang harus dilakukan?” Ada beberapa peserta meminta agar kenaikan harga BBM distop alias kembali lagi ke harga BBM semula.
Pernyataan itu diamini oleh seluruh peserta dengan ucapan setuju sambil melakukan gerakan tepuk tangan bersama.
“Dengar Bapak Presiden…!!! Itu ungkapan jujur dari berbagai elemen masyarakat yang langsung merasakan akibat buruk dari kenaikan harga BBM,” pekik Supri Edy dengan nada semangat.
Ditambahkan oleh Supri Edy, bahwa Partai Demokrat tetap menolak kenaikan harga BBM karena makin membuat wong cilik sengsara dan menderita.
“Semoga Pemerintah mendengar jeritan wong cilik ini, agar kehidupan makin membaik. Yang kita butuhkan adalah kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan kebijakan yang membuat kesengsaraan masyarakat,” tandas Supri Edy.
Tiba-tiba ada salah satu peserta yang nekat bergerak maju, tampil di depan para peserta dengan membawa bendera Partai Demokrat. Ternyata dia hanya ingin menyampaikan parikan atau pantun ala Blora, “Tuku kolak neng Pasar Blora, BBM mundak wong cilik rekasa (beli kolak di pasar Blora, BBM naik orang kecil menderita). Seketika itu suasana cair penuh dengan gelak tawa. Kegiatan Jumat Berkah diakhiri dengan pembagian paket makanan kepada para peserta.


KOMITMEN PARTAI DEMOKRAT
Kegiatan Jumat Berkah merupakan salah satu kegiatan dalam rangka memperingati ulang tahun Partai Demokrat. Hal itu seperti disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora Hj. Tety Indarti SH, bahwa untuk menyambut dan memperingati hari Ulang Tahun Partai Demokrat ke-21 difokuskan pada kegiatan yang pada prinsipnya mampu memberi hiburan dan meringankan beban kehidupan masyarakat yang saat ini sedang mengalami musibah pandemi Virus KHBBM (Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak).
Kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan diantaranya lomba volly antar kampung, pembagian sembako kepada warga yang kurang beruntung, kunjungan ke panti asuhan yatim piatu dan kegiatan Jumat berkah.
“Mudah-mudahan semua aktivitas kegiatan tersebut mampu memberi kontribusi positif bagi tumbuhnya semangat masyarakat untuk menghadapi kehidupan yang semakin terpuruk,” ujar Tety.
Menurut Tety, melalui kegiatan-kegiatan sosial ke masyarakat, diharapkan mampu memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada masyarakat, bahwa Partai Demokrat adalah satu-satu Partai yang berkomitmen untuk berkoalisi dengan rakyat, baik di saat senang maupun di saat sedang menderita seperti sekarang ini.
“Partai Demokrat siap memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak dengan mengadakan penolakan terhadap kebijakan Pemerintah tentang kenaikan harga BBM,” tukas Tety.
Ditambahkan oleh Tety, bahwa kenaikan harga BBM akan meluluh-lantakkan sendi-sendi kehidupan, dan berpengaruh sangat nyata bagi runtuhnya ekonomi keluarga.
“Semua kebutuhan rakyat harganya naik. Dan, hanya satu yang tidak naik adalah kepercayaan kepada Pemerintah,” pungkasnya.
Dirgahayu ke-21 Partai Demokrat, Bersama Rakyat Memperjuangkan Perubahan dan Perbaikan. (*)

Tumbuhkan Semangat Nasionalisme Generasi Milenial Melalui Budaya Senyum

BLORA.-

Program siaran “Wredatama Menyapa” awal September 2022 digelar di LPPL Gagak Rimang, Radionya Wong Blora, Kamis malam (1/9/2022). Tema yang diusung adalah upaya menumbuhkan semangat nasionalisme kepada generasi milenial.
Ketua Persatuan Wredatama Republik Idonesia (PWRI) Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya mengatakan, setelah dua tahun vakum dalam memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, baru pada Tahun 2022 ini berbagai elemen masyarakat menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-77 dengan menggelar berbagai kegiatan yang mampu membangkitkan semangat nasionalisme.
Mulai dari pembuatan umbul-umbul beraneka warna, pemasangan bendera merah putih, upacara bendera, berbagai macam lomba tujuh belasan, kegiatan tirakatan, karnawal pembangunan hingga munculnya gerakan nasional pembagian 10 juta bendera merah putih kepada masyarakat.
“Lalu muncul sebuah pertanyaan dari lubuk hati yang paling dalam, apakah selama ini semangat nasionalisme dari para generasi muda mulai memudar,” tanya Bambang Sulistya yang pernah menjabat Sekda Blora itu.
Untuk memberi respon atau tanggapan terhadap ungkapan tersebut ada baiknya kita memahami pengertian tentang nasionalisme agar tidak gagal paham.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) Nasionalisme adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri.
“Pengertian lain, nasionalisme adalah kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang potensial dan aktual untuk mempertahankan, mengabdikan dan memakmurkan semangat kebangsaan,” paparnya.
Ada yang memaknai nasionalisme wujud rasa cinta dan bangga pada bangsa dan tanah air tanpa memandang rendah bangsa lain.
Nasionalisme ini muncul karena faktor dari dalam dan faktor dari luar. Faktor dari dalam terjadi karena adanya penderitaan dan kesengsaraan dari rakyat serta keinginan untuk menikmati kebebasan dan kemakmuran.
Sedang faktor dari luar dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat dan canggih serta berbagai budaya dari luar dan paham seperti hendonisme, liberalisme, radikalisme dan humanisme.
“Sehingga muncul di masyarakat saat ini berbagai sikap yang bertolak belakang dari semangat nasionalisme,” terangnya.
Diantaranya meliputi, lebih mengutamakan kepentingan pribadi, kelompok dan golongan sendiri.
Mudah bersumbu pendek dan bertindak negatif dengan menciptakan kepanikan, kekerasan, keonaran, intoleran, memecah belah persatuan dan kesatuan serta kebiasaan menebar berita hoaks.
Selanjutnya sikap keras kepala, egois, ambisius dan kurang beretika dalam pergaulan di masyarakat.
Demikian pula adanya perilaku yang menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuan pribadi.
“Kondisi itulah bisa dijadikan indikasi bahwa rasa nasionalime di kalangan generasi milenial makin menurun,” terangnya.
Upaya untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.Karena sebagai upaya menjaga keutuhan persatuan kesatuan bangsa dan meningkat ketahanan nasional serta menjaga martabat bangsa di hadapan dunia.
“Generasi muda atau melenial adalah generasi penerus bagi keberlanjutan kehidupan suatu bangsa,” jelasnya.
Bangsa akan maju dan tangguh kalau generasi mudanya memiliki sikap nasionalisme yang tinggi.
Guna mewujudkan hal tersebut ada berbagai upaya untuk menumbuhkan semangat nasionalisme bagi generasi milenial melalui pengamalan Budaya Senyum.
“Bukan dimasudkan senyum yang merupakan sedekah paling mudah dan dapat memupuk hubungan baik antara sesama anak bangsa serta mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit,” tuturnya.
Namun yang dimaksud senyum di sini ada sebuah akronim yang mampu mewujudkan semangat nasionalisme yang maknanya sebagai berikut.
Diawali huruf (S): Setia kepada Pancasila sebagai idologi Negara dan Bangsa Indonesia. Siap melaksanakan nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila sebagai pandangan hidup yang mampu mempersatukan dalam berbangsa dan bernegara.
Saling menghormati dan bekerja sama dengan penganut agama dan kepercayaan lain.Tidak memaksakan kehendak dalam bermusyawarah dan menjujung tinggi hak asasi manusia dalam kehidupan sehari hari.
Selanjutnya huruf (E): Empati dan peduli dengan lingkungan hidup yang diujudkan melaluhi kegiatan sedekah bumi berupa penanaman dan pemeliharaan tanaman penghijauan.
Sehingga tercipta lingkungan hidup yang bersih, sejuk, nyaman, indah penuh kedamaian. (N): Nguri-nguri penuh kasih sayang dalam melestarikan aneka ragam budaya Indonesia.
“Banyak sekali warisan budaya yang dapat diperkenalkan kepada generasi melenia mulai dari wayang,berbagai jenis tarian, lagu, alat musik, rumah adat dan beragam cerita legenda daerah,” kata Bambang Sulistya.
Langkah sederhana ini tak sekedar memberikan wawasan tetapi juga sebagai pelajaran untuk menghormati warisan budaya dari para pendahulu kita.
Huruf (Y): Yakinkan kepada generasi milenial agar bisa sukses dalam kehidupan harus siap belajar menghargahi perbedaan dan saling menghormati.
Karena Indonesia adalah negara multikultural dengan berbagai ras, suku, agama dan budaya didalamnya.
Tanamkan sejak dini mengenahi perbedaan perbedaan yang ada dan Allah menciptakan manusia dengan beragam perbedaan untuk kebaikan manusia itu sendiri.
Berikutnya huruf (U): Upayakan secara intensif untuk memperkenalkan generasi melenia Sejarah Indonesia.
Terutama kisah-kisah kepahlawanan dan sejarah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hal itu sangat bermanfaat untuk menanamkan nilai positif dan kebaikan seperti semangat berjuang yang siap berkorban harta, jiwa dan raga.
“Sikap pantang menyerah dan semangat gotong royong, serta berani mengambil tanggung jawab atas risiko setiap keputusan yang diambil,” tegasnya.
Huruf terakhir (M): Mencintai produk dalam negeri yang diyakini memiliki kwalitas baik.Sehingga tidak merasa minder atau kurang percaya diri memakai hasil karya bangsa sendiri.
Seperti memakai kain batik dan baju kebaya bagi kaum wanita dalam setiap menghadiri resepsi bahkan telah diberikan teladan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat melantik para menteri semua memakai batik.
Demikian pula saat jemaah haji Indonesia berangkat ke tanah suci dan pulang dari tanah suci ke Indonesia semua jemaah haji pakai seragam batik.
“Demikian berbagai ikhtiar dalam rangka menumbuhkan semangat nasionalisme kepada generasi milenialsemoga dapat membangun jiwa anak bangsa menjadi lebih kuat dan tangguh serta memiliki sikap patriotisme dalam menghadapi tatangan zaman semakin komplek,” ungkapnya. (*).

Bagikan 10 Juta Bendera untuk Sesarengan Bangun Blora

BLORA.-

Di penghujung bulan Agustus 2022, Bank Jateng Cabang Blora bekerja sama dengan pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora membagikan 10 juta bendera merah putih kepada masyarakat Blora yang diwakili 100 orang dari berbagai strata dalam kehidupan di masyarakat. Mereka adalah para tukang becak, pedagang kaki lima, pengangkut sampah, Satpam Perumnas Karangjati, petugas kebersihan, pemulung, petugas kantor (PWRI, Veteran dan Pepabri), buruh bangunan, dan masyarakat umum.
Bendera dibagikan pada hari Rabu (31/8/2022), usai masyarakat menjalankan aktivitas olahraga di Lapangan Kridosono, Blora. Suasana pembagian bendera yang bisa menumbuhkan semangat nasionalisme itu menjadi pemandangan menarik dan bersejarah. Selain diberikan bendera, semua peserta juga diberi paket makanan pagi secara gratis.
Kegiatan pembagian bendera diawali pembacaan doa yang dipimpin oleh salah satu peserta bernama Sadikin. Sebelum melatunkan doa, Sadikin mengajak para peserta yang hadir untuk memekikkan kata “Merdeka” hingga tiga kali lalu mengucap, bahwa kita bangsa Indonesia harus bangga memiliki bendera merah putih yang mampu memberi spirit nasionalisme untuk mempertahankan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
Ia juga mendoakan, semoga Bank Jateng Cabang Blora tetap maju dan jaya dalam berkarya di Blora Mustika.
Bank Jateng Cabang Blora Pimpinan Aqum Salimi yang diwakili Bayu Meidianto menyampaikan, bahwa di dalam momentum hari Kemerdekaan RI ke-77, Bank Jateng Cabang Blora turut serta membangun Kabupaten Blora dengan berbagai kiprah diantaranya memberikan pelayanan perbankan yang optimal kepada masyarakat.
“Selalu memberikan dukungan dan berkontribusi positif kepada pelaksanaan pembangunan dalam program Pemerintah Kabupaten Blora,” terangnya.
Berikutnya lanjut Bayu, melaksanakan program sosial kemasyarakatan dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat di Kabupaten Blora.
Ia juga memohon doa restu dan dukungan kepada peserta yang hadir agar Bank Jateng Cabang Blora dapat melaksanakan tugas tersebut dengan lancar dan sukses.
Sementara itu Bambang Sulistya selaku Ketua PWRI Kabupaten Blora memberikan apresiasi positif kepada Pimpinan Bank Jateng Cabang Blora atas kegiatan berbagi yang berkontribusi positif untuk menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah situasi masyarakat yang sedang mengalami berbagai cobaan dan musibah.
“Semoga langkah yang mulia ini mampu memberi teladan bagi berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan semangat nasionalisme,” kata Bambang.
Karena saat ini rasa nasionalisme harus semakin dipupuk dan ditanamkan pada diri sanubari kita bangsa Indonesia.
Mengingat nasionalisme adalah sebuah perasaan cinta dan kebanggaan yang tinggi kepada Tanah air sehingga terbentuk kesetian kepada negara.
“Dan semua rakyat Indonesia harus memiliki tanggung jawab agar rasa nasionalisme tidak luntur karena pengaruh aliran sesat dan kemajuan tehnologi serta informasi,” ungkapnya.
Sepenggal pantun yang ditulis oleh H. Soedadyo Sekretaris PWRI Kabupaten Blora, dilantunkan;
Gegap gempita dan suka cita anak bangsa bergelora di lapangan Kridosono Blora, ketika mereka menerima bendera merah putih dan makan pagi bersama.
Guna memantabkan semangat nasionalisme dan kebersamaan kita. Bersama Bank jateng Cabang Blora kita berkarya, Merdeka. (*).

Bangun Semangat Gotong Royong dan Guyub Rukun, Hindari Sikap Ojo Dibanding-bandingke

BLORA.-

Sebuah pesan istimewa mengandung spirit kemerdekaan dari seorang mantan Wakil Bupati Blora, H. Subronto Yusup ketika memberikan siraman rohani di rumah kediaman H. Sukardi, Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kelurahan Tempelan Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, pada Minggu Legi (28/8/2022).
Pesan Subronto, perubahan situasi zaman jangan sampai menggerus sikap kita menjadi mental waton suloyo atau asal beda yang berkonotasi negatif.
“Apapun kebijakan pemerintah selalu ditanggapi dengan sikap negatif, bahkan selalu cari-cari kekurangan dan ditambah suka mengeluh,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu Subronto juga mengajak masyarakat agar dalam menghadapi kehidupan dengan penuh rasa syukur dan sabar. Kita dapat mencontoh para pendahulu yang memiliki semangat heroisme. Walau dengan persenjataan sederhana dan terbatas mampu mengusir penjajah dari bumi nusantara.
“Mari kita bangun semangat gotong royong sesarengan bangun Mblora. Hindari sikap ojo dibanding-bandingke antara satu dengan yang lainnya, sehingga kita bisa guyub rukun penuh rasa kekeluargaan untuk mewujudkan Masyarakat Blora yang maju, unggul dan berdaya saing,” pesannya.
Kegiatan yang berlangsung di rumah H. Sukardi itu menghadirkan anggota kelompok tembang kenangan, peserta kelompok sepeda pancal dan para anggota PWRI Kelurahan Tempelan.
Dalam sambutannya Sukardi menyampaikan puji syukur kepada Allah karena masih diberi kesempatan untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-77 kemerdekaan Republik Indonesia.
“Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari para pejuang yang telah menjadikan Indonesia Merdeka,” ucapnya.
Diantaranya, rela berkorban baik tenaga, pemikiran, harta dan nyawa. “Niatnya hanya satu Indonesia harus bebas dari penjajahan,” tegasnya.
Kemudian, semangat rela berkorban dalam situasi saat ini masih sangat relevan untuk kita bangkitkan dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dikatakannya, dengan menumbuhkan semangat berbagi kepada para saudara kita yang belum beruntung. Karena saat ini kehidupan mereka makin menderita.
Sisihkan sebagian dari penghasilan kita walupun kita sudah purna tugas untuk kegiatan bersedekah agar hidup ini makin berkah.
“Mengingat ada pesan moral yang harus kita yakini kebenarannya, yaitu disaat sempit maupun lapang lakukan bersedekah,” tuturnya.
Karena Allah akan menjamin kehidupan bagi hambanya yang tetap bersedekah di saat kekurangan.
H. Sukardi juga mengajak kepada kita semua untuk merawat persatuan dan kesatuan kita, hidup guyub rukun, damai dan bisa memberi nilai manfaat bagi orang lain, jangan menyebarkan berita hoaks yang dapat menimbulkan perpecahaan, keonaran dan ketakutan di masyarakat.
“Ingat Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis pada lambang Negara, Garuda Pancasila. Walau kita berbeda beda tetapi tetap satu. Dan sesanti yang sering kita dengar, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh,” ujarnya.


Suasana makin gayeng dan penuh gelak tawa ketika memasuki acara kuis berhadiah yang dipandu oleh H. Soedadyo, mantan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora.
Ia mengajukan berbagai pertanyaan berbagai para pejuang yang berasal dari Kabupaten Blora yang saat ini nama pejuang itu dijadikan nama jalan dan nama Rumah Sakit di Kabupaten Blora. Bagi yang bisa menjawab langsung mendapat hadiah istimewa.
Di luar dugaan tebak-tebakan seperti itu bisa menimbulkan suasana gelak tawa dan keakraban dalam mengisi kegiatan memperingati HUT ke-77 RI.
Semangat perjuangan empat lima masih menginspirasi dan memberi spirit bagi H. Sukardi (89 th) yabng mantan kepala SMA Negeri 1 Blora itu. Karena itu walaupun sudah lanjut usia, H. Sukardi masih dipercaya sebagai Ketua PWRI Kelurahan Tempelan Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
Ia sosok pemimpin yang memiliki karakter yang tangguh dan patut diteladani bagi generasi masa kini. Selain memiliki komitmen tinggi dalam berjanji, disiplin, peka terhadap kaum lemah, peduli dengan lingkungan, suka menanam dan membagikan bibit kepada yang membutuhkan.
“Saya pernah diberi bibit tanaman kurma Nabi oleh-oleh dari ibadah haji. Saat ini bibit itu hidup subur di taman Masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati,” ucap Bambang Sulistya, Ketua PWRI Blora, Senin (29/8/2022).
Menurut mantan Sekda Blora itu, sosok H. Sukardi, juga mempunyai semangat yang membara dalam menjaga kesehatan diri dengan menerapkan terapi air putih dan olah raga rutin senam kesegaran jasmani serta jalan santai.
Secara kebetulan di depan rumahnya adalah Lapangan Kridosono tempatnya olahraga masyarakat Blora sekaligus sebagai ruang publik dan santai keluarga dengan tersaji berbagai macam kuliner ala pedagang kaki lima yang rasa menu makanan bak restoran di hotel bintang lima. (*)

“MERDEKA” dalam Refleksi HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77

BLORA.-
Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 di Kabupaten Blora menorehkan catatan tersendiri bagi salah satu tokoh di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sebuah akronim MERDEKA tercetus oleh mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora, H. Bambang Sulistya yang kini menjabat Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora.

“Berkenaan dengan hal tersebut marilah dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia. Jadikanlah Akronim MERDEKA sebagai sebuah ikhtiar untuk merevitalisasi dan menyegarkan kembali serta menumbuhkan semangat toleransi dalam kehidupan sehari-hari dengan berbagai upaya,” ungkap Bambang Sulistya, di Blora, Kamis (18/8/2022).

Adapun yang dimaksudkan pada akronim MERDEKA, menurut Bambang Sulistya, yakni diawali huruf M-Merawat keberagaman, kebhinekaan dan perbedaan dengan bersikap dan menghormati orang lain secara baik tanpa memandang usia, agama, suku, ras dan budaya. Sebagaimana semboyan yang tercantum dalam lambang Negara “Bhineka Tunggal Ika” meskipun berbeda-beda Indonesia tetap satu kesatuan.

“E-Etika, dalam berkomunikasi hendaknya dibangun dengan baik. Mampu mendengar orang lain ketika sedang berbicara tanpa memotong pembicaraan dan bersikap sopan satun, sering menggunakan kata-kata yang menyejukkan seperti permisi, silahkan, tolong dan mohon maaf,” jelasnya.

Selanjutnya R- Rendah hati dan selalu menghargai serta menghormati hak orang lain.Tidak suka membicarakan keburukan orang lain. Apalagi memaksakan kehendak kepada orang lain.

Kemudian huruf D – Disiplin dalam memegang teguh janji untuk selalu bersikap toleransi kapanpun dan di mana pun Ia berada serta mampu menerima dan menghargai perbedaan yang ada. Dalam hal ini juga sikap menerima dan menghargai akan keragaman agama. Sebagaimana yang tersurat dalam hadist dari Ibnu Abas, ia berkata: Ditanyakan kepada Rasulullah SAW “Agama manakah yang paling dicintai Allah?” maka Beliau bersabda : Al-Haniffah As-Sambah (yang lurus lagi toleran). Selain itu dalam kitab suci Al-Qur’an Surat Al-Kafirun ayat 6 yang berbunyi “Lakum diinukum wa liyadiin” yang maknanya “Untukmu Agamamu dan untukku Agamaku”.

Kemudian huruf E – Etos, untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kepada diri kita masing-masing dalam kehidupan sehari hari. “Sebagai warga negara yang baik awali mulai saat ini dari diri sendiri dan mulai dari yang terkecil untuk bisa mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila di setiap kegiatan yang kita lakukan,” jelasnya.

Sedangkan huruf K-Komitmen dan bijak dalam bermedia sosial. Stop untuk menyebarkan berita hoaks yang mengandung fitnah, ujaran kebencian,menyulut amarah masyarakat dan menimbulkan perpecahaan serta intoleransi. Sebarkan berita yang menghibur, memotivasi dan memberi manfaat bagi orang banyak. Seperti anjuran dalam hadist Riwayat Bukhari – Muslim “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir katakanlah kebaikan atau diamlah”

Huruf yang terakhir, A-Aktif menjalin silaturahmi antar umat beragama supaya tidak saling curiga dan bisa menumbuhkan rasa kekeluargaan, keguyuban dan kerukunan antar umat. “Sehingga dengan bersilahturahmi bisa menghidarkan timbulnya perpecahan dan permusuhan. Hidup tentram dan damai bisa menikmati indahnya alam kemerdekaan,” tuturnya.

Untuk diketahui setelah dua tahun fakum akibat pandemi COVID-19, peringatan Hari Ulang Tahun ke 77 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Blora yang digelar di Alun-alun Kota Blora berjalan khidmat dan lancar. Di pusat bundaran kota Blora itu terpasang baliho berukuran besar dengan latar belakang merah putih yang terpasang foto para pejabat Forkopimda dan tercantum tema “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat” Sesarengan Mbangun Blora.

Baliho tersebut menghadap mimbar upacara. Memberi kesan megah dan berwibawa sehingga mewujudkan panorama indah dan memesona bagi peserta upacara dan baru kali ini dalam memperingati HUT RI di tingkat Kabupaten dilaksanakan lebih awal mulai jam 7.30 WIB. Hal itu dikarenakan setelah upacara di Alun-alun akan dilanjutkan mengikuti upacara Detik-detik Proklamasi secara virtual di pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

“Saya bersyukur masih bisa diberi kesempatan mengikuti rangkaian upacara 17 Agustus 2022. Selain sebagai wahana untuk bersilaturahmi juga untuk mengenang jasa jasa para pahlawan yang dengan iklhas dan rela berkorban jiwa raga untuk kemerdekaan bangsa Indonesia,” tambah Bambang Sulistya.

Apalagi bisa langsung melihat para petugas Paskibraka yang ganteng dan cantik dengan gerakan yang kompak dan disiplin sehingga mampu memasang dan mengibarkan Bendara Merah Putih secara baik dan lancar serta mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya. “Hati terasa bisa tersugesti untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan 1945,” ucapnya.

Dalam sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dibacakan oleh Bupati Blora Arief Rohman mengingatkan kepada kita semua bahwa sampai saat ini masih terjadi dalam pergaulan di masyarakat munculnya sikap sikap intoleransi yang kurang terpuji,saling menghina , mencerca dan memfitnah dengan menjelek jelekan keyakinan orang lain.

Bahkan ada yang nekat hendak mengganti Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Sementara Fouding Fathers Bangsa sudah memberi contoh lewat perbuatan bukan sekedar gembar gembor mengucapkan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Namun mereka berdarah-darah menegakkan Kemerdekaan Indonesia. Bung Karno, Proklamator kita pernah mengucapkan “Di atas kelima dasar itulah (Pancasila) kita mendirikan Negara Indonesia yang kekal dan abadi”.
Sebagaimana ungkapan Gus Dur Presiden Indonesia keempat “Orang tidak akan bertanya apa Agamamu dan apa sukumu ketika berbuat baik”.

Sejarah mengikat kuat kita karena hanya perasaan senasib dan sepenanggungan telah menyatukan kita bersama dan Pancasila menjadi perekat persatuan dan kesatuan yang mendasari kita sebagai bangsa dan negara yang besar. Bambang Sulistya mengungkapkan, di akhir upacara peringatan HUT ke-77 RI bagi dirinya merupakan sejarah baru. Karena dapat bertemu penuh rasa persaudaraan dan kemerdekaan dengan berbagai orang hebat yang saat ini sedang diberi amanah untuk membangun Blora Mustika.

“Mulai dari Bupati Blora Arief Rohman, beliau sosok pejabat yang gemar bersilaturahmi dan memiliki semangat gas pol untuk mewujudkan Blora makin sejahtera. Bersendau gurau dengan wakil Bupati Tri Yuli Setyowati beliau sosok pejabat yang memiliki karakter yang tangguh dan cerdas dalam komunikasi,” ungkapnya.

Bernostalgia dengan Ketua DPRD Blora Dasum karena dulu pernah sama sama pernah jadi murid di S2, yang ternyata sikap kekeluargaan dan persahabatan tidak pernah berubah. Ia dikenal sebagai pemimpin yang jawani suka kepyur dan tidak menjaga jarak. Selain itu, kata Bambang Sulistya, bisa berkomunikasi akrab dengan Sekda Blora Komang Gede Irawadi.

“Walau asli Bali tapi sering dalam setiap sambutan menyampaikan parikan. Ia sosok pejabat yang profesional dan cerdas,” ucapnya. Diluar dugaan, lanjutnya, tambah sedulur karena baru pertama kali bertemu dengan Ketua PGRI Kabupaten Blora yakni Sintong, sosok pemimpin yang loyal dan rendah hati.

“Dirgahayu Republik Indonesia semoga Indonesia makin jaya dan masyarakatnya makin sejahtera hidup rukun damai berdasarkan Pancasila. Merdeka,” katanya.

Bambang Sulistya sendiri merupakan sosok mantan pejabat Blora yang unik. Kesederhanaan tertanam dalam sanubari, ibarat ilmu padi, makin berisi makin merunduk. Kebiasaan naik sepeda ontel saat beraktivitas menjadikan tubuhnya sehat meski usianya sudah paruh baya.

Bahkan saat menghadiri upacara peringatan HUT ke-77 RI di Alun—alun Blora, dirinya mengenakan batik, tampak tidak seperti mantan pejabat dan mantan anggota DPRD Blora. Sepeda ontel kesayangannya dikayuh saat berangkat dari rumah hingga kembali pulang dengan suasana hati riang. (*)

Ajakan AHY untuk Rawat Persatuan, Demokrasi dan Kebangkitan Ekonomi Sangatlah Tepat

BLORA.-

Semangat yang digelorakan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam memperingati Hari ulang Tahun Republik Indonesia ke-77 sangatlah tepat, dan mampu memberikan semangat juang bagi kader Partai Demokrat yang sudah siap menerima amanah kemenangan. Hal itu disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora Hj. Tety Indarti SH kepada wartawan di Blora, Rabu (17/08/2022).

Menurut Tety, kita harus bisa memanfaatkan peringatan 77 tahun Indonesia Merdeka sebagai momentum untuk merawat persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus menumbuhkan demokrasi yang berkeadilan serta membangkitkan ekonomi kerakyatan.

“Maka langkah kita untuk menggapai kesuksesan makin jelas dan Focus. Dirgahayu Republik Indonesia Semoga Partai Demokrat makin jaya dan masyarakatnya makin sejahtera. Merdeka!!!,” tandas ketua DPC Partai Demokrat Blora itu.

Sebagaimana diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi Annisa Larasati Pohan mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi secara virtual, Rabu pagi (17/08/2022).

Mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir dari kediaman, tahun ini AHY dan Annisa mengenakan pakaian adat Bali kombinasi warna Hitam, Putih & Merah yang melambangkan warna Tridatu. Busana ini sengaja dipilih AHY sebagai simbol semangat optimisme untuk kita bangkit bersama menjemput sukses di masa depan. Serta menggambarkan seorang pemimpin hendaknya mampu memberi semangat kepada rakyatnya di tengah suasana suka ataupun duka. Pemimpin seharusnya memilki sikap semangat, penuh kasih, bertanggung jawab, berpengetahuan luas, berwibawa, adil, melindungi rakyat dan Pemimpin hendaknya juga bermurah hati (melayani) rakyatnya untuk tidak mengecewakan kepercayaan rakyatnya.

Bukan hanya itu, pilihan kombinasi warna yang dipilih juga memiliki arti. Warna hitam adalah warna yang memberi kesan elegan yang melambangkan keanggunan, keberanian, ketenangan, kemakmuran dan warnanya generasi milenial. Sementara warna putih dan merah memberi kesan kebebasan dan keterbukaan, warna yang murni, suci dan bersih, simbol keberanian, kekuatan dan energi, juga gairah untuk melakukan tindakan (action), serta melambangkan kegembiraan.

AHY memaknai peringatan 77 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum untuk merawat persatuan, demokrasi, dan kebangkitan ekonomi. AHY menegaskan, Indonesia adalah negara besar. Negara ini, lanjutnya, bukan lahir dari pemberian kolonial.  Negara ini dibangun di atas pemikiran-pemikiran besar dan langkah-langkah besar.

“Negara ini juga telah melalui sejarah panjang. Meski diguncang oleh berbagai macam pergolakan hingga benturan ideologi, baik yang kanan maupun kiri, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Indonesia tetap tak tergoyahkan. Indonesia lahir dan tetap mampu berdiri tegak karena komitmen kita untuk merawat persatuan bangsa,” kata alumni Kennedy School of Government, Harvard University tersebut.

Untuk itu, lanjut AHY, peringatan 77 tahun kemerdekaan ini harus menjadi momentum kita sebagai bangsa untuk kembali meneguhkan komitmen merawat persatuan bangsa. “Komitmen persatuan perlu kita wujudkan dalam ikhtiar dengan terus mengokohkan persatuan, melawan pandemi, merawat demokrasi, dan mengoptimalkan momentum kebangkitan ekonomi,” tegas AHY.

Pria kelahiran Bandung itu juga menekankan, setiap peringatan Kemerdekaan Indonesia harus menjadi momentum bagi kita sebagai bangsa untuk mensyukuri apa yang telah dicapai dan diwujudkan, meneguhkan komitmen perjuangan dan pengabdian kita untuk mewujudkan Indonesia yang semakin aman dan damai, semakin adil dan sejahtera, serta semakin maju dan mendunia.

“Itulah visi besar kebangsaan kita. Perbedaan tidak menjadi halangan bagi kita untuk mewujudkan visi besar ini. Kita harus bersatu. Dengan persatuan, energi kita akan dilipatgandakan, untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa,” pungkas AHY. (*)

Gandeng Perbankan dan Perusahaan Herbal, PWRI Blora Bagikan Sembako untuk Duafa

BLORA.-

Merayakan ulang tahun dengan hura-hura itu hal biasa, tapi kalau pada hari ulang tahun bisa berbagi sembako dengan kaum duafa itu baru luar biasa. Bertempat di Kantor PWRI Kabupaten Blora, Rabu (10/8/2022) diselenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) ke-60 dengan tema, “PWRI Peduli dan Berbagi kepada Kaum Duafa.”

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Untuk mewujudkan hal tersebut pengurus PWRI yang diketuai Bambang Sulistya itu telah membangun kemitraan dan kerja sama dengan pihak Perbankan, yaitu pimpinan Bank Jateng Cabang Blora Aqum Salimi dan Direktur Utama Perusda PT BPR BKK Blora, Puguh Haryono.
Kegiatan itu juga dihadiri Pimpinan PT Arnet Sukses Mandiri, Yusuf, yang memproduksi ramuan herbal untuk kesehatan.

Pada pkl. 09.00 WIB pagi, perwakilan dari PT. BPR BKK Blora, yakni Agus menyerahkan bantuan sembako kepada kaum duafa yang terdiri para tukang becak, pedagang kecil, pengangkut sampah, buruh bangunan, tukang kebersihan, dan buruh tani serta pekerja srabutan.

Dalam sambutannya Agus menyampaikan, bahwa BKK selalu menjalin kemitraan dengan pengurus PWRI. Untuk itu dalam HUT ke-60 PWRI, BKK ikut mengayubagya dan mengucapkan selamat ulang tahun semoga PWRI makin eksis dan bermanfaat.

“BKK juga siap melayani kebutuhan kredit untuk kegiatan usaha produktif, dan BKK setiap tahun selalu melaksanakan kegiatan sosial untuk saudara yang kurang beruntung,” ucap Agus.

Kemudian dilanjutkan doa yang diwakili oleh Sadikin, salah satu peserta yang menerima bantuan sembako. Sebelum memimpin doa ia mengungkapkan rasa syukur dan mengucapkan terimakasih atas diberikannya bantuan sembako dalam rangka memperingati HUT ke-60 PWRI pada saat situasi sulit.

“Karena saat ini masih banyak saudara saudara kaum duafa yang sangat membutuhkan bantuan dari para dermawan dan para pemangku kepentingan yang peduli kepada kaum lemah,” kata Sadikin.

Selanjutnya pada jam 09.30 WIB, dari Bank Jateng Cabang Blora yang diwakili Bayu Meidianto, seksi SDM dan Umum beserta staf, Ewa, juga membagikan sembako kepada warga yang belum beruntung yang terdiri dari para janda, manula, para pemulung, yatim piatu, petugas kebersihaan masjid, dan penjual sayur mayur eceran serta asisten rumah tangga.

Pemberikan bantuan sembako disambut antusias dan rasa syukur serta suka cita oleh para penerima bantuan.
Bahkan ada yang berucap, semoga setiap ada hari ulang tahun PWRI selalu diundang dan mendapat bantuan sembako dari Bank Jateng Cabang Blora. Karena baginya seperti saat ini bantuan sembako merupakan rejeki yang sangat bermanfaat dan dirindukan keluarga.

Disampaikan oleh Bayu, Bank Jateng Cabang Blora saat ini melayani fasilitas kredit untuk para pensiunan ASN dengan bunga menarik dan menyediakan KUR untuk para pelaku UMKM. “Kami juga melayani petani khususnya Petani Tebu guna mengembangkan usahanya dengan bunga rendah,” ujar Bayu.

Sementara itu dari PT Arnet Sukses Mandiri yang hadir dalam HUT ke-60 PWRI mengajak dan memotivasi agar para anggota PWRI kesehatannya selalu dalam kedaan prima dengan menawarkan produk-produknya berupa ramuan herbal. diantaranya adalah Nutra Herbs dan Nethunza yang memiliki segudang manfaat untuk sakit sendi, saraf kejepit, stroke, diabetes, hipertensi, ginjal, asam urat, liver dan sakit jantung.

Pada kesempatan itu juga ditawarkan kopi Cordyco yang memiliki kasiat membuat awet muda dan gairah muda dengan slogan bernada promosi, “Harga obat kaki lima, kwalitas obat terasa Bintang lima.” Ketika ada yang memberi testimoni tentang kehebatan produk herbal hampir semua peserta para manula bisa tertawa lepas. Karena imaginasi yang ada setelah mengkonsumsi produk herbal akan kembali muda lagi dengan pulihnya kekuatan yang membuat keharmonisan keluarga.

Bambang Sulistya, selaku ketua PWRI Blora mengucapkan terimakasih kepada Direktur Utama BKK Blora dan Pimpinan Bank Jateng Cabang Blora yang dalam memperingati HUT ke-60 PWRI yang telah membantu sembako untuk kaum duafa sehingga memberi makna sangat berarti, bahwa saat ini dalam setiap memperingati HUT tidak hanya kegiatan seremonial belaka namun harus bisa membumi dengan kegiatan berbagi kepada kaum yang belum beruntung.

“Karena ada ungkapan, sopo sing gelem weweh bakal pikoleh dan sopo sing gelem kepyur bakal makmur serta siapa yang suka berbagi bakal mendapat rejeki yang berlimpah,” ungkapnya.

Mantan Sekda Blora itu mengajak setiap merayakan HUT untuk menjadikan momentum berbuat kebaikan kepada siapapun. Karena orang berbuat baik kepada orang lain selain akan memberikan kebaikan kepada diri sendiri juga orang berbuat baik akan selalu punya tempat yang baik dimanapun ia berada.

“Berkibarlah merah putihku dan jayalah PWRI-ku dalam pengabdian kepada masyarakat sampai di akhir usia,” tegasnya.

AHY: Demokrat Harus Selalu Bersama dengan Rakyat

JAKARTA.-

Sejak Jumat hingga Minggu, 5 sampai 7 Agustus 2022, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono terus bergerak melakukan konsolidasi. Selama tiga hari dua malam itu, AHY mengumpulkan jajaran pimpinan dan pengurus Partai Demokrat dari seluruh Indonesia di daerah Puncak, Bogor. Pertemuan di Puncak dilakukan setelah pada tanggal 5 Agustus 2022 Partai Demokrat resmi mendaftar ke kantor KPU sebagai calon peserta Pemilu 2024.

Pertemuan bertajuk Leader’s Retreat Partai Demokrat ini dihadiri Majelis Tinggi, Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, Mahkamah Partai, para pengurus inti partai tingkat Pusat, dan juga Ketua DPD dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia.

Dalam konsolidasi ini, Ketua Umum Partai Demokrat AHY menginstruksikan kepada para jajaran pimpinan Partai dan terutama kepada 34 ketua DPD Partai Demokrat di tingkat provinsi, untuk menghidupkan mesin politik dan memperkuat sumber daya manusia Partai Demokrat.

“Pemilu 2024 sudah semakin dekat, konsolidasi internal sudah kita tuntaskan, dan kini saatnya kita melaju kencang menuju Pemilu 2024 dengan semangat baru dan tenaga baru. Mari kita semua fokus menatap ke depan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk bisa meraih kemenangan di Pemilu 2024,” tegas AHY.

Menurut AHY, sumber daya manusia merupakan elemen penting dalam pencapaian tujuan organisasi. Karena itu AHY meminta jajaran pimpinan Partai Demokrat di tingkat Pusat dan 34 ketua DPD dari seluruh Indonesia secara terus-menerus memperkuat sumber daya manusia Partai Demokrat di berbagai tingkatan.

Di tengah upaya melakukan kerja-kerja nyata dan bermanfaat untuk rakyat, para pimpinan dan ketua-ketua DPD Partai Demokrat harus selalu memberikan perhatian pada upaya peningkatan kapabilitas dan kapasitas sumber daya manusia Partai di daerahnya masing-masing.

“Tantangan ke depan akan semakin kompleks, dan kita harus menyiapkan kader-kader kita untuk menghadapi situasi yang begitu cepat berubah dan tidak pasti,” ujar AHY.

AHY juga mengingatkan jajaran pimpinan pengurus Partai Demokrat di tingkat pusat dan para ketua DPD Partai Demokrat dari 34 Provinsi, agar memegang teguh komitmen Partai Demokrat untuk menyuarakan terus apa yang menjadi persoalan dan keluhan masyarakat hari ini.
“Demokrat harus selalu bersama dengan rakyat. Karena harapan rakyat, adalah perjuangan Demokrat,” tandas AHY.

Berkenaan arahan Ketum AHY dalam kegiatan konsolidasi jajaran pimpinan dan pengurus Partai Demokrat seluruh Indonesia tersebut, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora Tety Indarti SH menyambut positif dan siap menindaklanjuti dalam upaya peningkatan Kapabilitas dan Kapasitas sumberdaya manusia pengurus dan anggota Partai Demokrat baik di jajaran tingkat Kabupaten, Kecamatan maupun di Desa/Kelurahan dengan melaksanakan penyegaran dan Reformasi kepengurusan.

“Disamping itu Partai Demokrat akan terus melakukan kiprah nyata dan komunikasi hati dengan masyarakat, bahwa kami siap menerima amanah untuk mewujudkan kemajuan dan peningkatan kesejahteraan rakyat,” tandas Tety.

Bupati Siap Berikan Ruang kepada Partai Demokrat untuk ikut “Sesarengan Mbangun Blora”

BLORA.-

SK kepengurusan dari DPP Partai Demokrat sudah diterima oleh ketua DPC Parta Demokrat Kabupaten Blora Provinsi Jateng. Surat Nomor: 489/DPP-PD/DPC/VII/2022 tanggal 26 Juli 2022 itu merupakan legitimasi kepengurusan DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora Periode 2022 – 2027 di bawah komando Hj. Tety Indarti, SH.
Hal itu disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Blora Tety Indarti saat audiensi dengan Bupati Blora Arief Rohman di rumah dinas bupati, Minggu (7/8/2022).
Bak dua sahabat yang sudah lama tak jumpa, kedatangan Tety diterima langsung oleh Bupati Blora H. Arief Rohman dalam suasana kekeluargaan yang penuh dengan rasa kehangatan.
“Ibu Tety ini dulu sama-sama dengan saya, sebagai anggota DPRD Provinsi. Jadi ini seperti bernostalgia,” ujar Bupati Blora membuka pembicaraan.
Pada kesempatan itu Tety menyampaikan maksud dan tujuannya bertemu Bupati Blora, selain untuk silaturahmi juga sekaligus memperkenalkan kepengurusan DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora Periode 2022 – 2027.
“Kami mohon dukungan dan bahan masukan kepada bupati berkaitan dengan kiprah dan kinerja teman-teman anggota Fraksi Demokrat Kabupaten Blora dalam rangka mendukung program Sesarengan Mbangun Blora,” ujar Tety.
Menurut Tety, secara prinsip dalam rangka mewujudkan visi misi bupati, Partai Demokrat akan selalu memberikan dukungan positif dan siap memberi masukan, ide dan gagasan, serta mengawal program pembangunan sampai akhir masa jabatan bupati guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Blora.
Sementara itu Arief Rohman menganggap kedatangan pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora telah memberikan spirit serta kemantaban dalam program “Sesarengan Mbangun Blora”.
“Saya berharap Partai Demokrat bisa bersinergi dengan pemerintah daerah, utamanya untuk mendapatkan peluang berbagai anggaran kegiatan pembangunan, baik di tingkat Provinsi maupun di tingkat Pusat agar bisa mengalir ke Kabupaten Blora,” kata Bupati Arief.
Di depan Tety, bupati menyatakan siap memberikan ruang yang seluas -luasnya kepada Partai Demokrat untuk ikut “Sesarengan Mbangun Blora”. (*)

Gelem Weweh dan Seneng Kepyur, Jadikan Semangat Berkurban pada Hari Raya Idul Adha

“Sopo sing gelem weweh bakal pikoleh (siapa yang suka memberi akan mendapatkan), lan sopo sing seneng kepyur bakale makmur (siapa yang suka memberi akan berlimpah rejeki).

Ungkapan tersebut diucapkan oleh Bambang Sulistya pada saat menyampaikan Kultum usai salat Subuh di Masjid Nurul Falah, Perumnas Karangjati, Blora, Minggu pagi (19/6/2022).

Menurut Bambang, ungkapan tersebut mencerminkan sebuah tindakan positif dan mulia yang sangat ditunggu-tunggu oleh kaum duafa yang saat ini makin menderita akibat ulah virus corona.

Apalagi sebentar lagi datang Hari Raya Idul Adha lanjut Bambang, umat muslim harus gelem weweh dan seneng kepyur dalam bentuk menyerahkan harta mereka yang paling berharga demi Allah SWT.

“Semoga Idul Adha mampu mengilhalmi semangat umat Islam untuk terus peduli dan berbagi kepada kaum yang belum beruntung,” tambah mantan Sekda Blora itu.

Kultum minggu pagi di Masjid Nurul Falah yang mayoritas jamaahnya adalah ASN Pemkab Blora, merupakan agenda rutin yang diisi oleh narasumber secara bergantian dari para jemaah sendiri.

Pada kesempatan itu, mantan anggota DPRD Blora itu juga mengajak jamaah salat subuh untuk terus membumikan P4 dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun P4, menurut mantan anggota DPRD Blora itu, bukan kepanjangan dari Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila melainkan sebuah akronim yang mampu mewujudkan kerukunan, keguyuban, kekeluargaan dan kebersamaan di masyarakat.

(P) pertama; Pengendalian diri dari segala perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Ini merupakan sikap dan tindakan terpuji yang perlu ditingkat mantapkan.

“Saat ini banyak orang mudah bersumbu pendek, mudah emosi, marah bahkan menjadi pendedam dan gemar menebar berita hoax,” katanya.

Pengendalian diri sangat diperlukan oleh setiap manusia agar dirinya terjaga dari hal hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Ada ungkapan, orang yang perkasa bukanlah orang yang menang dalam perkelahian, tetapi orang yang perkasa adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah. (HR Bukhari dan Muslim).

“Berbagai perilaku yang mencerminkan sikap pengendalian diri diantaranya bersabar dengan tidak membalas ketika mendapat ejekan atau hinaan, bahkan ketika difitnah,” tuturnya.

Memaafkan kesalahan orang lain yang berbuat aniaya, diterimanya dengan ikhlas sebagai bentuk cobaan dan musibah yang menimpa.

Menjahui sifat dengki, iri hati dan sombong. Seperti dalam pitutur Jawa ojo dumeh dan sikap adigang, adigung, adiguna.

Kemudian (P) kedua; Persaudaraan sesama umat muslim wajib dijaga, dikembangkan dan dilestarikan, sebagai ukhuwah berdasarkan aqidah. Menjalin hubungan yang harmonis bagi sesama muslim adalah sebuah kewajiban.

“Sesama umat Islam jangan pernah saling membenci, saling dengki, saling menghina dan saling memfitnah, apalagi saling mengkafirkan,” tegasnya.

Namun, wujudkan perilaku alami dan melangit yaitu saling mengenal (Taaruf), saling memahami (Tafahum), saling tolong menolong (Taawun), dan saling melindungi (Takaful).

Sebagaimana yang tersurat dalam Al-Qur’an Surat Al Hujarat ayat 10 : “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu, damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan takutlah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”.

“Contoh perilaku yang mencerminkan hal tersebut misalnya, tidak berburuk sangka pada sesama, selalu khusnudzan kepada sesama, tidak mencari keburukan saudara seiman. Lebik baik mencari keburukan sendiri untuk diperbaiki,” jelasnya

Selanjutnya (P) ketiga; Peningkatan kualitas diri di era informasi dan teknologi (IT) yang makin maju adalah sebuah keniscayaan.

“Sehingga sikap kita jangan pernah lelah untuk mencari ilmu dan informasi yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

Bahkan Rasulullah SAW bersabda, “Menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap umat Islam”. (HR Ibnu Majak).

Allah sangat menyukai orang yang memiliki tujuan hidup ingin bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Salah satu kewajibannya adalah menuntut ilmu. Karena menuntut ilmu itu bisa menjadikan manusia lebih bertakwa kepada Allah SWT.

Seperti tersurat dalam Hadist Riwayat Muslim, “Barang siapa menempuh satu jalan mendapatkan ilmu, maka Allah pasti memudahkan baginya jalan menuju Surga.”

Agar kita tidak terjebak kepada pemberitaan yang nantinya berdampak pada hukum, hendaknya umat Islam juga dapat mempelajari dan memahami Undang-Undang No 11 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Terakhir, (P) keempat; Peduli dan berbagi adalah salah satu ciri khas dalam budaya Islam. Hal itu dapat disimak dan dipahami secara langsung dalam Al-Qur’an surat Al Maidah ayat 2.

Demikian pula dalam ungkapan jawa yang menyebutkan, “Sopo sing gelem weweh bakal pikoleh (Siapa yang suka memberi akan mendapatkan) dan sopo sing seneng kepyur bakale makmur (Siapa yang suka memberi akan berlimpah rejeki).

Jumlah jamaah salat subuh di masjid Nurul Falah bisa dibilang cukup banyak. Usai penyampaian kultum, jamaah bisa menikmati hidangan ringan yang disediakan untuk sarana bersilaturahmi bagi warga yang hadir. (*).