Hangatnya Kebersamaan Ramadan di Masjid At-Taqwa Randublatung

Korandiva-BLORA.- Sore itu, suasana di Masjid At-Taqwa Randublatung terasa lebih hidup dari biasanya. Menjelang waktu berbuka puasa, Rabu (4/3/2026), halaman dan serambi masjid yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat tersebut mulai dipenuhi jamaah.
Sebagian duduk bersila di lantai masjid, sebagian lainnya tampak berbincang santai sambil menunggu azan Magrib berkumandang. Senyum dan sapaan akrab mengalir di antara para jamaah, tokoh masyarakat, hingga para musafir yang kebetulan singgah. Ramadan benar-benar menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi.
Kegiatan buka puasa bersama itu diselenggarakan oleh Takmir Masjid At-Taqwa Randublatung yang bersinergi dengan lembaga sosial Yatim Mandiri (YM) Bojonegoro. Kebersamaan sore itu terasa semakin istimewa karena dihadiri seorang ulama tamu dari Yordania, Syekh El Tayyib Saleh.
Sejumlah tokoh daerah juga turut hadir memeriahkan kegiatan tersebut, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Blora, Camat Randublatung, Danramil, perwakilan Polsek Randublatung, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para jamaah dari berbagai kalangan.
Ketika waktu berbuka semakin dekat, jamaah mulai memadati ruang utama masjid. Di hadapan mereka, Syekh El Tayyib Saleh menyampaikan tausiyah singkat sebelum azan Magrib berkumandang.
Dengan bahasa Arab yang fasih, ulama asal Yordania itu menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami oleh para jamaah.
Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa menjadi seorang Muslim merupakan sebuah anugerah besar. Umat Islam, katanya, diberikan kesempatan untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Menjadi seorang Muslim adalah keberuntungan, karena umat Islam diberi kesempatan untuk makrifat dan mengenal Allah SWT,” tuturnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kejujuran adalah fondasi utama dalam membangun kehidupan yang baik, baik di dunia maupun di akhirat.
“Manusia di dunia hendaknya tidak berdusta, karena kejujuran adalah modal utama menuju kehidupan di akhirat,” pesannya menutup tausiyah.
Tak lama kemudian, azan Magrib pun berkumandang. Para jamaah membatalkan puasa bersama dengan hidangan sederhana yang telah disiapkan. Meski sederhana, suasana kebersamaan yang tercipta terasa begitu hangat.
Bagi masyarakat Randublatung, kegiatan seperti ini bukan sekadar tradisi berbuka puasa bersama. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kepedulian sosial, serta meneguhkan semangat keimanan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan Ramadan seperti ini, Masjid At-Taqwa Randublatung diharapkan terus menjadi pusat syiar Islam sekaligus wadah pemersatu umat, tempat nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian sosial tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu. (*)



