Pati Gempur TB Sampai ke Rumah Warga, TOSS Didorong Jadi Senjata Menuju Nol Kasus

Date:

Korandiva-PATI.- Kabupaten Pati kini bergerak agresif dalam perang melawan Tuberkulosis (TB). Bukan lagi sekadar kampanye di fasilitas kesehatan, strategi penanggulangan TB kini menembus hingga ruang-ruang privat warga melalui gerakan TOSS (Temukan, Obati, Sampai Sembuh)—program nasional yang mulai dijalankan secara masif dan sistematis hingga tingkat keluarga.
Langkah ini menunjukkan bahwa Pati sedang diposisikan sebagai medan uji keberhasilan kebijakan eliminasi TB nasional. Hal itu tampak dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Oktavianus bersama Anggota Komisi IX DPR RI Edi Wuryanto ke Kecamatan Kutoharjo, Selasa (21/4/2026). Kehadiran dua pejabat pusat itu menegaskan satu pesan penting: perang melawan TB tidak bisa dilakukan setengah-setengah.
TB yang selama ini dikenal sebagai penyakit menular kronis dengan rantai penyebaran kompleks, kini ditangani dengan pola yang lebih agresif. Pemerintah tidak hanya mencari pasien, tetapi juga memburu potensi penularan hingga ke lingkaran keluarga.

Melalui program TOSS, tim kesehatan melakukan tracing terhadap 2.658 penderita TB, dan menelusuri sekitar 13.290 kontak erat, dengan asumsi setiap pasien memiliki lima orang kontak serumah atau sekitarnya. Operasi besar-besaran ini melibatkan penggunaan rontgen portable dan Tes Cepat Molekuler (TCM) yang dibawa langsung ke desa-desa.

“Program ini bukan sekadar pemeriksaan, tetapi memastikan pasien mendapatkan pengobatan sampai sembuh total. Penderita TB tidak boleh hanya diberi obat lalu dilepas tanpa pengawasan,” tegas Wamenkes.

Pernyataan itu menjadi penanda bahwa pemerintah mulai menggeser pendekatan penanganan TB dari model administratif menuju model intervensi total. Sebab, selama ini banyak pasien TB terdeteksi, namun gagal sembuh karena lemahnya pendampingan dan buruknya kondisi sosial. Karena itu, pemerintah juga mulai menyentuh akar masalah yang selama ini diabaikan: kondisi rumah penderita. Rumah lembap, minim ventilasi, dan pencahayaan buruk dinilai memperparah risiko penularan serta memperlambat kesembuhan. Untuk itu, pemerintah pusat menyalurkan bantuan renovasi rumah bagi pasien TB sebagai bagian dari paket intervensi kesehatan. Langkah ini memperlihatkan bahwa perang melawan TB bukan hanya urusan obat, tetapi juga urusan kemiskinan dan kualitas lingkungan hidup.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edi Wuryanto, menyebut skala operasi ini sebagai upaya serius memutus penularan dari hulu. Pemeriksaan dilakukan langsung di balai desa dan kantor kecamatan agar masyarakat tidak terbebani akses layanan kesehatan.

“Setiap titik ditargetkan mampu memeriksa 100 orang per hari, dan di Pati ada sekitar 130 titik layanan. Ini adalah gerakan besar untuk memutus mata rantai penularan,” ujarnya.

Skema penanganannya pun dibuat berlapis. Pasien yang terkonfirmasi positif langsung masuk pengobatan sampai tuntas, sedangkan kontak erat yang belum positif tetap diberi terapi pencegahan secara berkala.
Namun di balik optimisme tersebut, tantangan besar tetap ada. Program sebesar ini membutuhkan konsistensi pengawasan, ketepatan distribusi obat, dan keberlanjutan anggaran. Tanpa itu, program TOSS hanya akan menjadi gebrakan sesaat tanpa dampak jangka panjang.
Bupati Pati, Risma Ardhi Candra, mengakui bahwa dukungan pemerintah pusat dan DPR RI memberi dorongan besar bagi percepatan penanganan TB di daerahnya.

“Ini sangat membantu kami mempercepat identifikasi, pengobatan pasien, sekaligus meningkatkan edukasi masyarakat tentang pentingnya kepatuhan berobat,” ujarnya.

Dengan strategi deteksi dini, pengobatan tuntas, dan intervensi sosial yang berjalan serentak, Kabupaten Pati kini diproyeksikan menjadi contoh nasional dalam penanggulangan TB.
Namun keberhasilan program ini pada akhirnya akan diuji oleh satu hal: apakah gerakan masif ini benar-benar konsisten sampai angka TB turun drastis, atau hanya menjadi proyek gebrakan yang meredup setelah sorotan selesai.
Jika konsisten, Pati berpeluang menjadi model keberhasilan eliminasi TB nasional. Tetapi jika pengawasan longgar, maka target zero kasus hanya akan tinggal jargon di atas kertas. (*)

Koran DIVA Cetak Edisi 1065, Terbit Tanggal 13 April 2026

spot_img

BERITA TERBARU

BERITA TERKAIT
Related