Korandiva-BLORA.- Suasana haru bercampur euforia meledak di Desa Plantungan, Kecamatan Blora, Senin (11/5/2026). Setelah berbulan-bulan aktivitas sumur minyak rakyat lumpuh akibat tarik-ulur regulasi, empat truk tanki berisi minyak mentah akhirnya resmi diberangkatkan ke Pertamina Cepu.
Pengiriman perdana itu disambut layaknya pesta rakyat. Ratusan warga memadati jalan desa mengikuti prosesi slametan dan pelepasan armada tanki secara simbolis. Masing-masing truk mengangkut sekitar 5.000 liter minyak mentah.
Iring-iringan tanki dikawal warga menggunakan sepeda motor, mobil pribadi hingga truk bak terbuka. Bagi masyarakat Plantungan, momen tersebut bukan sekadar pengiriman minyak, melainkan penanda berakhirnya masa paceklik akibat sumur rakyat yang lama terhenti karena persoalan legalitas.

Di salah satu badan tanki terpasang baliho besar berisi ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas legalisasi sumur minyak masyarakat. Legalitas itu muncul setelah penandatanganan kerja sama pengelolaan bersama Pertamina EP Cepu Regional 4.
Pengawas BUMDes Plantungan, Ahmad Hanafi alias Pipin, menyebut pengiriman minyak ke Pertamina menjadi tonggak penting bagi sumur rakyat yang selama ini hidup di wilayah abu-abu regulasi.
“Ini harapan masyarakat sejak dulu. Sekarang sumur rakyat punya kepastian hukum,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama dengan Pertamina tidak berhenti pada legalitas semata, tetapi benar-benar berdampak pada kesejahteraan warga dan penguatan energi nasional.
Namun di balik kemeriahan pelepasan tanki, tersimpan catatan panjang tentang nasib warga yang sempat kehilangan penghasilan berbulan-bulan akibat kebijakan yang tak kunjung memberi kepastian.
“Sebelumnya penjualan berhenti total karena regulasi. Masyarakat kehilangan pemasukan untuk kebutuhan keluarga,” kata warga setempat, Fajar.
Warga juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang dinilai membuka jalan legal bagi sumur minyak rakyat di Blora. (*)


