Jakarta, KORANDIVA.CO – Dalam rangka menghadapi Pemilu Tahun 2024 yang kurang dari satu tahun lagi, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Agus Harymurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato politik di hadapan ribuan kader Partai Demokrat yang bertempat di stadium Indoor Senayan, Selasa malam (14/3/2023).
Dalam pidato politik yang disiarkan oleh beberapa stasiun televisi nasional tersebut AHY menyampaikan tiga sikap politik Partai Demokrat dalam rangka menghadapi pemilu tahun 2024 mendatang.
Yang pertama, Partai Demokrat senantiasa terpanggil dan berkewajiban untuk mencari solusi atas persoalan yang dialami warga masyarakat, terutama persoalan ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat.
Yang kedua, sikap partai Demokrat pada soal penegakan hukum, keadilan , kebebasan dan demokrasi.
Yang ketiga, harapan dan rekomendasi Partai Demokrat untuk pelaksanaan Pemilu tahun 2024.
Dalam bagian selanjutnya AHY mengungkapkan, kondisi perekonomian global saat ini sedang tidak baik baik saja. Termasuk di negara ini, dimana rakyat merasakan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok karena harga harga kebutuhan pokok naik. Petani kesulitan mendapatkan pupuk, karena harga pupuk yang tidak terjangkau sementara pupuk subsidi pun langka.
Partai Demokrat meminta pemerintah dalam menjalankan kebijakan fiskal, dalam penyusunan RAPBN maupun RAPBD harus sesuai dengan konstitusi.
Terkait dengan isu penegakan hukum, partai Demokrat memberikan apresiasi kepada aparat penegak hukum yang sudah bekerja keras menegakkan hukum dengan tanpa tebang pilih. Namun terkait keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memerintahkan penundaan pemilu, Partai Demokrat sangat berkeberatan dengan keputusan itu.
Terkait dengan kebebasan dan demokrasi, Partai Demokrat mencermati bahwa masih terjadi praktek penangkapan oleh aparatur pemerintah terhadap orang orang yang sikap dan pendapatnya berbeda dengan pemerintah.
Dalam hal menghadapi pemilu tahun 2024 mendatang, Partai Demokrat berharap akan berlangsung aman, damai, lancar, jujur dan adil.
Partai Demokrat berkeinginan adanya fair play dalam proses pemilu mendatang. Dan yang lebih utama, pemerintah dan semua aparatur di bawahnya harus benar benar netral. (*)
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disambut meriah lebih dari 3.000 warga dan jamaah yang menghadiri haul ke-12 alm. KH. Zainuddin MZ di masjid Fajrul Islam, Jakarta Selatan, Jumat malam (24/2/2023).
Kehadiran AHY diapresiasi para ulama dan Habaib.
“Ada jagoan kita yang ganteng, Ibu-ibu pada berebutan ini, Mas AHY, Ketua Umum Partai Demokrat. Mudah-mudahan bisa memimpin di Republik ini,” kata KH. Muhyiddin Ishaq, Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta. Serentak para jamaah mengaminkannya.
“Di sini ada sahabat saya, pemuda harapan bangsa, pemimpin bangsa ke depan, kita doakan yang terhormat, Bapak Haji Agus Harimurti Yudhoyono,” kata H. Rhoma Irama, yang memberikan sambutan atas nama sahabat almarhum.
Dalam sambutannya, AHY menegaskan pentingnya mengamalkan ilmu dalam kehidupan.
AHY mengutip kata-kata Alm. KH Zainuddin MZ yang selalu ia ingat. “Beliau dulu pernah mengatakan ‘Dengan ilmu, hidup menjadi lebih mudah, dengan seni hidup menjadi lebih indah, dan dengan agama hidup menjadi lebih terarah’. Ini menyiratkan pesan kuat agar kita terus berbuat yang terbaik dengan ilmu, dengan wawasan yang terus memberikan kita petunjuk dalam kehidupan yang penuh dengan dinamika, kompleksitas, dan beragam ujian dan permasalahannya,” kata AHY.
Tampak gagah dengan mengenakan setelan jas dan sarung bernuansa biru, AHY mengenang sosok Alm. KH. Zainuddin MZ sebagai sosok yang unik.
“Alhamdulillah hari ini saya bisa menghadiri secara langsung, memperingati 12 tahun wafatnya ulama yang sangat legendaris, KH. Zainuddin MZ. Senang sekali bisa menyapa masyrakat yang masih mencintai figur yang sekali lagi senantiasa menghadirkan inspirasi. Beliau dulu kita kenal sebagai Dai Sejuta Umat, dengan pendekatan, dengan gaya yang begitu menyentuh berbagai lapisan masyarakat,” kenang AHY.
“Menyiarkan Islam, tentu Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang menyejukkan, yang terus menghadirkan juga kedamaian juga kesejukan diantara masyarakat Indonesia yang sangat beragam ini. Tentu berbagai nilai, legacy yang beliau tinggalkan, patut kita jaga dan kita rawat selamanya,” imbuhnya.
AHY tiba di tempat acara disambut putra pertama Alm. KH. Zainuddin MZ, Lutfi Eman Faluti, yang menjadi tuan rumah dan putra ke-4 Ahmad Zakie Nur serta pengurus DPP PD Syahrial Nasution. Zakie dan Syahrial sedang berikhtiar untuk menjadi wakil rakyat masing-masing untuk DPRD dan DPR RI dari wilayah tersebut.
“Terima kasih Mas AHY sudah meluangkan waktunya untuk hadir,” ucap Zakie berkali-kali.
AHY berharap ke depannya acara ini juga dapat menginspirasi semua kalangan agar meneruskan ajaran-ajaran dari Almarhum.
“Insya Allah dalam perjuangan ke depan kita berharap itu bisa terus memperkuat semangat kita semua. Bisa membawa kebaikan, membawa perubahan untuk masyarakat yang semakin baik ke depan,” pungkas AHY.
Sebelum naik panggung untuk memberikan sambutan, AHY menyempatkan diri untuk berziarah ke makam alm. KH. Zainuddin MZ dan istri, di sisi masjid. Ziarah ini dipimpin KH. Muhyiddin Ishaq, Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta.
Walaupun hujan sempat turun saat acara berlangsung, ribuan jamaah yang memenuhi masjid dan jalanan sekitar masjid, tetap mengikuti dengan antusias. Mereka bergantian bersalaman dan swafoto dengan AHY.
Acara ini dihadiri pula oleh H. Rhoma Irama, dan Habib Ali Bin Abdurrahman Al Habsyi dari Kwitang serta sejumlah ulama dan Habaib lainnya. (*)
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono akan menerima silaturahmi dan kunjungan Ketua Umum Partai Nasdem, Bapak Surya Paloh, beserta rombongan pengurus teras Partai Nasdem, di kantor DPP Partai Demokrat, Rabu, 22 Februari 2023. Ketum AHY akan didampingi Sekjen Teuku Riefky, Bendahara Renville Antonio, Waketum Benny K Harman, Wasekjen Renanda Bachtar, Ka BPOKK Herman Khaeron, Ka Bappilu Andi Arief, Ka Bakomstra Herzaky, dan beberapa pengurus teras lainnya.
Rencananya, Bapak Surya Paloh beserta rombongan akan tiba di kantor DPP Partai Demokrat sekitar pk.10.00 wib. Ketum AHY didampingi Sekjen Teuku Riefky dan pengurus teras lainnya, akan menyambut langsung Pak Surya Paloh.
Kedua tokoh nasional ini akan membicarakan isu-isu kebangsaan dan kerakyatan terkini, termasuk judicial review sistem pemilu proporsional terbuka, upaya penundaan pemilu, maupun upaya-upaya perubahan dan perbaikan yang harus dilakukan ke depannya.
Pembentukan Sekretariat Perubahan, persiapan penandatangan MoU, dan deklarasi Koalisi Perubahan juga akan menjadi pokok bahasan di antara kedua tokoh ini. (*)
Sudah lama saya tidak bicara soal politik. Dari hari ke hari, kini saya lebih menggeluti dunia seni dan olahraga. Sungguh pun demikian, sebagai warga negara tentulah saya tidak kehilangan hak asasi saya untuk peduli dan menyampaikan pendapat. Materi yang ingin saya sampaikan ini, tentu berangkat dari niat dan tujuan yang baik, serta hendak saya sampaikan secara baik pula.
Saya mulai tertarik dengan isu penggantian sistem pemilu, dari sistem proporsional terbuka menjadi sistem proporsional tertutup. Informasinya, Mahkamah Konstitusi (MK) akan segera memutus mana yang hendak dipilih dan kemudian dijalankan di negeri ini. Sebelum yang lain, dari sini saya sudah memiliki satu catatan.
Benarkah sebuah sistem pemilu diubah dan diganti ketika proses pemilu sudah dimulai, sesuai dengan agenda dan “time-line” yang ditetapkan oleh KPU? Tepatkah di tengah perjalanan yang telah direncanakan dan dipersiapkan dengan baik itu, utamanya oleh partai-partai politik peserta pemilu, tiba-tiba sebuah aturan yang sangat fundamental dilakukan perubahan? Ini tentu dengan asumsi bahwa MK akan memutuskan sistem proporsional tertutup yang mesti dianut dalam pemilu 2024 yang tengah berjalan saat ini.
Apakah saat ini, ketika proses pemilu telah berlangsung, ada sebuah kegentingan di negara kita, seperti situasi krisis tahun 1998 dulu misalnya, sehingga sistem pemilu mesti diganti di tengah jalan. Mengubah sebuah sistem tentu amat dimungkinkan. Namun, di masa “tenang”, bagus jika dilakukan perembugan bersama, ketimbang mengambil jalan pintas melakukan judical review ke MK. Sangat mungkin sistem pemilu Indonesia bisa kita sempurnakan, karena saya juga melihat sejumlah elemen yang perlu ditata lebih baik. Namun, janganlah upaya penyempurnaannya hanya bergerak dari terbuka – tertutup semata.
Dalam tatanan kehidupan bernegara yang baik dan dalam sistem demokrasi yang sehat, ada semacam konvensi baik yang bersifat tertulis maupun tidak. Apa yang saya maksud? Jika kita hendak melakukan perubahan yang bersifat fundamental, misalnya konstitusi, bentuk negara serta sistem pemerintahan dan sistem pemilu, pada hakikatnya rakyat perlu diajak bicara. Perlu dilibatkan. Ada yang menggunakan sistem referendum yang formal maupun jajak pendapat yang tidak terlalu formal. Menurut saya, lembaga-lembaga negara, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif tidak boleh begitu saja menggunakan kekuasaan (power) yang dimilikinya dan kemudian melakukan perubahan yang sangat mendasar yang berkaitan dengan “hajat hidup rakyat secara keseluruhan”. Menurut pendapat saya, mengubah sistem pemilu itu bukan keputusan dan bukan pula kebijakan (policy) biasa, yang lazim dilakukan dalam proses dan kegiatan manajemen nasional (kebijakan pembangunan misalnya).
Bagaimanapun rakyat perlu diajak bicara. Kita harus membuka diri dan mau mendengar pandangan pihak lain, utamanya rakyat. Mengatakan “itu urusan saya dan saya yang punya kuasa”, untuk semua urusan, tentu tidaklah bijak. Sama halnya dengan hukum politik “yang kuat dan besar mesti menang, yang lemah dan kecil ya harus kalah”, tentu juga bukan pilihan kita. Hal demikian tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang kita anut bersama. Consensus building yang sering diwujudkan dalam musyawarah untuk mufakat, berdialog dan berembuk, take and give, itulah nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendiri republik dahulu. Saya mempelajari secara mendalam, bagaimana dengan cerdas dan arifnya, founding fathers kita ~ Bung Karno, Bung Hatta, Yamin, Supomo, Ki Bagus dan lain-lain, bersedia untuk berembuk dan saling mendengar untuk merumuskan dasar-dasar negara baru (Republik Indonesia) yang dinilai paling tepat.
Kembali ke pokok bahasan, rakyat memang sangat perlu diberikan penjelasan yang gamblang tentang rencana penggantian sistem pemilu itu. Apanya yang berbeda antara sistem terbuka dengan sistem tertutup. Mereka harus tahu bahwa kalau yang digunakan adalah sistem proporsional tertutup, mereka harus memilih parpol yang diinginkan. Selanjutnya partai politiklah yang hakikatnya menentukan kemudian siapa orang yang akan jadi wakil mereka. Sementara, jika sistem proporsional terbuka yang dianut, rakyat bisa memilih partainya, bisa memilih orang yang dipercayai bisa menjadi wakilnya, atau keduanya ~ partai dan orangnya. Rakyat sungguh perlu diberikan penjelasan tentang rencana penggantian sistem pemilu ini, karena dalam pemilihan umum merekalah yang paling berdaulat. Inilah jiwa dan nafas dari sistem demokrasi.
Dalam artikel sangat singkat ini saya memang tidak hendak menyampaikan pikiran saya tentang mana yang paling tepat antara sistem proporsional tertutup versus sistem proporsional terbuka. Meskipun saya punya sejumlah pandangan dan pemikiran, namun bukan itu inti tulisan singkat saya ini. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa perkara besar yang tengah ditangani oleh MK ini adalah isu fundamental, hakikatnya salah satu “fundamental consensus” dalam perjalanan kita sebagai bangsa. Apalagi, putusan MK bersifat final dan mengikat. Bagaimana jika putusan MK itu keliru? Tentu bukan sejarah seperti itu yang diinginkan oleh MK, maupun generasi bangsa saat ini.
Mungkin ada yang bicara, “tidak ada yang tidak bisa diubah di negeri ini”. Konstitusi pun bisa saja diubah. Demikian juga sistem pemilu. Pendapat demikian tidaklah salah, dan saya pun amat mengerti.
Saya hanya mengingatkan dengan cara menyampaikan pertanyaan seperti ini. Kalau sebuah konstitusi, undang-undang dan juga sistem pemilu hendak diubah; mengapa dan bagaimana semua itu diubah? Bangsa yang maju dalam tatanan kehidupan yang baik, mesti mengedepankan pentingnya “what, why, how”. Dalam perjalanan ke depan, negeri ini harus memiliki budaya untuk selalu mengedepankan “the power of reason”. Begitulah karakter bangsa yang maju dan rasional. Permasalahan bangsa mesti dilihat secara utuh dan seraya tetap berorientasi ke depan, serta untuk memenuhi aspirasi besar rakyatnya. Bukan pikiran dan tindakan musiman, apalagi jika bertentangan dengan kehendak dan pikiran bersama kita sebagai bangsa. (*)
“Kami Partai Demokrat sejak awal menolak dengan tegas wacana sistem Pemilu Tertutup Proporsional”. Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada pertemuan para pimpinan Partai Politik terkait wacana sistem Pemilu Tertutup Proporsional, Minggu siang (8/1), di Hotel Dharmawangsa.
“Sekali lagi kami menolak sistem Pemilu Tertutup Proporsional, sehingga pertemuan hari ini menjadi penting. Kami mengapresiasi dan mendukung agar pembahasan tentang isu-isu kebangsaan seperti ini juga bisa kita lakukan dari waktu ke waktu,” ujar AHY.
Yang pertama, lanjut AHY, jangan sampai ada hak rakyat dalam kehidupan demokrasi ini yang dirampas. “Jika terjadi sistem pemilu tertutup, maka rakyat tidak bisa memilih secara langsung wakil-wakil rakyatnya. Padahal kita ingin semua menggunakan haknya dan tidak seperti membeli kucing dalam karung. Tentu kita berharap pada saatnya para wakil rakyat dan pemimpin yang terpilih benar-benar yang bisa membawa perubahan dan perbaikan,” lanjut AHY.
AHY berharap sistem terbuka proporsional bisa tetap dijalankan sesuai dengan undang-undang yang berlaku hari ini serta bisa menyambut pesta demokrasi Pemilu 2024 dengan seksama dan berjalan dengan baik.
“Yang kedua, secara internal Partai Politik juga perlu menjaga semangat yang tinggi dari seluruh kadernya, dengan sistem pemilu terbuka proporsional tentu kita berharap setiap kader partai politik juga punya ruang, punya peluang yang adil,” ucap AHY.
“Jangan sampai mereka yang berjibaku, berusaha, berjuang untuk mendapatkan suara kemudian rontok semangatnya karena berubah sistem. Kita ingin sekali lagi, yang terbaiklah yang bisa membawa aspirasi masyarakat luas,” imbuh AHY.
Ketum Partai Politik lain yang menghadiri pertemuan tersebut adalah Ketum Partai Gokar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PKS Ahmad Syaikhu, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan. Sedangkan Partai Nasdem diwakili oleh Sekjen Jhonnh G. Plate dan PPP diwakili oleh Waketum Amir Uskara. (*)
DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora menuding ada upaya pengkhianatan demokrasi dan reformasi melalui wacana akan dikembalikannya sistem Proporsional Tertutup pada Pemilu 2024.
Apalagi disayangkan, bahwa wacana Pemilu sistem proporsional tertutup tersebut diungkapkan oleh Ketua KPU RI, Hasyim As’ari. Sebuah lembaga yang mestinya bersikap netral mengikuti aturan main, bukan malah membuat aturan baru.
“Statement Ketua KPU RI Hasyim As’ari telah memantik kontroversi yang luas di tengah masyarakat, karena selain tidak etis juga tidak kredibel karena KPU bertugas sebagai pelaksana Undang-undang,” ungkap Ketua DPC Partai Demokrat Blora H.Tety Indarti SH, Jumat (30/12/2022).
Wanita yang akrab disapa Tety itu menjelaskan, pernyataan Ketua KPU RI itu dicurigai sebagai upaya konspirasi politik guna mengembalikan Pemilu dengan sistem proporsional tertutup / coblos partai. Dampaknya adalah sistem tersebut dimungkinkan ada partai politik yang akan sangat diuntungkan demi merebut kemenangan.
Untuk itulah wacana itu lanjut Tety, kontraproduktif dalam alam demokrasi yang makin terbuka seperti ini. Kondisi yang justru akan dimundurkan lagi dengan adanya wacana Pemilu sistem proporsional tertutup.
“Bagi Partai Demokrat, penolakan tersebut sebagai ikhtiar untuk menyelamatkan demokrasi dari sandera pembajakan politik oleh kekuatan politik tertentu,” tandasnya.
Apalagi demokrasi Indonesia yang sudah diakui dunia, selama ini dijalankan secara terbuka dan transparan dengan menempatkan rakyat sebagai aktor utamanya.
Siklus yang sudah berjalan tersebut kini dikejutkan oleh upaya sistematis untuk memundurkan demokrasi.
Menurut Tety, Pemilu dengan sistem proporsional tertutup merupakan bentuk nyata pembodohan rakyat (publik), sekaligus mengkianati cita-cita reformasi yang mengamanatkan sistem demokrasi secara terbuka dengan menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.
“Pemilu dengan sistem proporsional tertutup adalah mengembalikan sistem coblos partai sehingga rakyat tidak diberi keleluasaan memilih pemimpin terbaik yang dekat dan disukai rakyat karena hanya coblos partai saja,” tandas Tety.
Menurut Tety, sistem Pemilu proporsional tertutup hanya akan membodohi rakyat sehingga harus dilawan.
Karena itu, DPC Partai Demokrat Blora mengajak semua komponen masyarakat pecinta demokrasi untuk menolak dan melawan digulirkannya sistem Pemilu proporsional tertutup demi keselamatan demokrasi di bumi pertiwi.
“Dengan diterapkan pemilihan sistem proporsional tertutup berarti bukan lagi pesta demokrasi rakyat tetapi pestanya pendukung oligarki dan menciptakan apatis serta kendornya partisipasi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kunjungan silaturahim Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera KH. Salim Segaf Al-Jufri di kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Rabu (21/12/2022).
Pertemuan kedua petinggi partai ini, berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Acara silaturahim diawali makan malam dengan menu nasi goreng racikan SBY.
“Ini silaturahim antara dua sahabat untuk memperkokoh kebersamaan Partai Demokrat dan PKS dalam perjuangan politik ke depan,” kata Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, usai mendampingi SBY mengantarkan tamu-tamunya pulang.
Pertemuan berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 19.30 hingga pukul 21.30 WIB. Baik SBY maupun Salim Segaf Al-Jufri didampingi sejumlah elite Demokrat maupun PKS.
“Kami membahas berbagai isu terkini yang menjadi perhatian rakyat, bahkan juga perhatian dunia internasional. Ini termasuk isu penundaan Pemilu yang belakangan dihembuskan lagi,” pungkas Teuku Riefky, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI. (*)
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjalan kaki datang ke kantor KPU pusat, diiringi pengurus DPP serta ratusan kader Demokrat.
Menjelang sampai ke KPU, AHY dan massa Demokrat di sambut tarian jalanan (street dance) Wota oleh sejumlah remaja berkaus Demokrat.
“Kami siap mengikuti pemilu, dan siap memperjuangkan perubahan dan perbaikan bagi Indonesia yang lebih baik,” Kata AHY sambil tersenyum pada para wartawan di depan gerbang KPU.
AHY dan rombongan DPP menggunakan jaket Varsity bertuliskan angka 14. Spanduk dan poster perubahan dan perbaikan di usung oleh massa.
Merujuk pada Perpu no 1/2022 pasal 137 ayat 3, Partai Demokrat memutuskan untuk kembali menggunakan nomor 14.
“Kebetulan hari ini tanggal 14, dan nanti pencoblosan di lakukan juga pada tanggal 14,” kata AHY.
”Kita ini menghadirkan Semangat, 14 itu kami rangkai dengan huruf S dan P, Jadi di baca S14P,” jelas AHY
“Siap juga memiliki arti, bersama rakyat kami siap memperjuangkan “Perubahan dan Perbaikan” Perubahan dan Perbaikan untuk Indonesia yang lebih baik ke depan, semakin maju, rakyatnya semakin sejahtera,” lanjutnya.
AHY juga menjelaskan makna lain dari kata SIAP yang di gunakan. “Kata SIAP juga mengandung makna bahwa Partai Demokrat harus benar-benar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, menyongsong kontestasi pemilu serentak, baik pemilihan presiden dan pemilihan legislatif,” sambung AHY.
Harapan tentu ikhtiar, doa dan perjuangan kami bersama, Demokrat bisa sukses dan menang. Selain itu tentu juga harus bisa berperan lebih banyak lagi, baik di pemerintahan Nasional maupun di Parlemen,”ujat AHY.
Terpisah, pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat AHY tersebut direspon secara positif oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang Demokrat Kabupaten Blora, Hj. Tety Indarti SH sebagai motivasi bagi para kader di daerah untuk siap tanpa ragu-ragu. Terjun langsung ke masyarakat untuk menanamkan harapan, bahwa Partai Demokrat siap memperjuangkan perubahan dan perbaikan peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
“Menurut pendapat orang winasis dari Blora, angka 14 adalah sebagai angka keberuntungan dan kemenangan bagi Partai Demokrat. Indikasinya saat ini, berdasarkan hasil dari berbagai survey jajak pendapat Partai Demokrat dan AHY selalu mendapat penilaian positif dari masyarakat,” ujar Tety. (*)
Untuk yang kesekian kali pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora mengadakan kegiatan “Jumat Berkah“, kali ini dilaksanakan di Warung Makan Monosuko, Jalan Nusantara No. 50 Kelurahan Jetis Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, pada Jumat (21/10/2022).
Peserta yang hadir diantaranya para tukang becak, tenaga pengakut sampah, para pemulung, penjual makanan/sayuran keliling, Satpam, dan peserta kelompok sepeda santai Blora.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora, Hj Tety Indarti mengatakan, bahwa kegiatan “Jumat Berkah” merupakan wujud nyata sebagai tindak lanjut instruksi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yodhoyono (AHY) pada saat pelantikan pengurus DPC Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Magelang, beberapa waktu lalu. Agar pengurus dan kader Partai Demokrat segera membangun koalisi dan komunikasikan hati dengan rakyat.
“Disamping itu, kegiatan Jumat Berkah juga sebagai bentuk kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang saat ini dalam kondisi sulit, sebagai dampak langsung dari Pandemi Virus dan Kenaikan Harga BBM,” ujar Tety.
Tety mengaku senang dan bersyukur masih bisa melaksanakan Jumat Berkah sambil menikmati suasana guyup rukun dan kegembiraan. “Saya dan pengurus lain mengucapkan terima kasih kepada Bapak Martono selaku pemilik Warung Makan Monosuko, yang telah membantu dan mendukung kegiatan Jumat Berkah ini,” tandasnya.
Tak lupa Tety juga memberikan apresiasi positif terhadap langkah mulia dari Martono selaku pengusaha muda yang memiliki keikhlasan serta kepedulian kepada kaum yang belum beruntung dengan memberi kesempatan menikmati sajian dari warung makan Monosuko yang memiliki sesanti “Makan sepuasnya dan membayar seikhlasnya”.
Sementara itu Martono dalam sambutannya menyampaikan ucapan trimakasih atas dipilihnya warung makan Monosuko sebagai tempat kegiatan Jumat Berkah, dan bahkan Ia menawarkan kepada para peserta Jumat Berkah yang hadir agar setiap melewati warung makan Monosuko berkenan mampir. “Karena warung ini milik kita,” ujar Martono.
Ungkapan bijak Martono serentak disambut oleh para peserta dengan ucapan Aamiin serta tepuk tangan. Bahkan dari para peserta merasa bangga dan senang atas ajakan dan ucapan, bahwa warung ini milik Kita, sehingga mereka berencana setelah kegiatan ini nanti pasti akan mengajak keluarga, saudara dan teman-teman untuk datang ke warung makan Monosuko.
Berbagai ungkapan dari para peserta sebagai tanda syukur karena senang dan terhibur, serta beterima kasih karena baru kali mengikuti Jumat Berkah yang selain bisa makan pagi juga masih mendapat hadiah. Semoga kegiatan Jumat Berkah semacam ini akan terus terwujud di tengah suasana masyarakat yang sedang menderita.
Kegiatan Jumat Berkah ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu peserta bernama Sadikin. Dalam doanya ia mengajak seluruh peserta untuk memohon kepada Allah agar semua peserta, pemilik warung dan para pengurus Partai Demokrat diberi kesehatan, kemudahan, dan keselamatan serta kesuksesan. Aamiin. (*)
BLORA.-
Kunjungan Anies Baswedan ke kantor DPP Partai Demokrat Jakarta untuk bertemu Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan tajuk Silaturahmi Politik di kantor DPP Partai Demokrat Jakarta, Jumat 7 Oktober 2022 mendapat respon positif dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Hj. Tety Indarti SH.
Dengan rasa suka cita, Tety menyampaikan kabar tersebut seolah ada harapan baru dengan terlaksananya agenda silaturahmi tersebut. Menurut Tety, pertemuan itu memberi sinyal baik akan terwujudnya pasangan Ideal AA (Anies-AHY) menjadi kontestan Pilpres 2024.
Sebelumnya, antara Anies dan Ketum Partai Demokrat memiliki visi, misi, prinsip dan etika yang sama untuk memperjuangkan perubahan dan perbaikan bagi Bangsa Indonesia.
“Disamping itu Anies-AHY juga merupakan sosok pemimpin muda yang cerdas, berintegritas, komunikatif dan berani, serta memiliki kepekaan yang tinggi untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujar Tety, Sabtu (8/10/2022).
“Semoga silaturahmi tersebut membuahkan spirit dan daya juang bagi para kader Partai Demokrat di daerah,” tambahnya.
Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Hj. Tety Indarti SH
Sementara itu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jumat (7/10) pagi. Selain AHY, Anies juga disambut ribuan kader Partai Demokrat yang memadati rumah perjuangan tersebut. Teriakan-teriakan “Anies-AHY” bergema di sana-sini sebagai bentuk dukungan bagi keduanya.
“Ini adalah pertemuan silaturahmi, semoga jadi awal kebersamaan kedepan, mengusung perubahan dan perbaikan yang semakin baik,” kata AHY.
“Tadi kami berdua berdisuksi banyak hal. Persahabatan ini sudah berlangsung sejak lama, dari kami berdua belum jadi politisi. Saya masih aktif perwira militer, dan beliau sebagai tokoh intelektual akademisi yang sudah banyak bahas isu kebangsaan,” AHY menjelaskan.
“Setelah itu, takdir menemukan kami di Pilgub. Itulah indahnya, persahabatan kami tidak retak. Beberapa kali kami bertatatp muka dalam berbagai kesempatan, kami tetap membangun semangat yang kuat untuk membawa perubahaan dan perbaikan,” sambungnya.
AHY berharap kedatangan Anies akan semakin mendekatkannya dengan keluarga besar Partai Demokrat. “Beliau sendiri mengikuti Konvensi Capres Partai Demokrat pada 2013-2014 lalu,” kenang AHY.
AHY juga menyampaikan, bahwa Indonesia terlalu besar untuk hanya dipikirkan oleh satu atau dua tokoh saja. “Ini pekerjaan lintas generasi, lintas kepemimpinan. Segala yang baik kita lanjutkan, tapi kalau ada yang harus diperbaiki ya harus diperbaiki,” ucap AHY.
“Bukankah itu semangat dari keberlanjutan dan perubahan, continuity and change. Mas Anies memiliki visi dan spirit yang sama, tidak heran jika chemistry yang terjadi semakin kuat, karena kami dipertemukan dengan visi, misi, prinsip dan etika yang sama untuk memajukan bangsa ke depan,” pungkas AHY.
Sementara itu dalam sambutan balasannya Anies menyampaikan rasa terima kasihnya kepada AHY atas sambutan yang hangat. “Insya Allah ini salah satu pertanda untuk jalan bersama. Keinginan bersama dari seluruh arah, setiap fase, kita terus melakukan perbaikan. Kita ingat perjalanan pemerintahan, ketika institusi ditegakkan, kami lihat Mas AHY meneruskan tradisi ini, meneruskan Pak SBY, kita ingin tradisi itu terjaga, demokrasi, sportivitas dan kesetaraan,” ujar Anies.
“Ini bukan awalan baru, ini awalan baik. Kelanjutannya arah kemajuan Indonesia yang lebih baik ke depan. Kita semua sedang dalam penjajakan, Nasdem, Demokrat, nanti juga dengan PKS. Percakapan ini semua menjadi tanggung jawab kita semua, membuat Indonesia yang lebih baik, amanat yang sebaik-baiknya,” lanjut Anies.
Pertemuan Anies dan AHY di Rumah Besar Partai Demokrat hari ini merupakan bagian tak terpisahkan dari ikhtiar Partai Demokrat mewujudkan Perubahan dan Perbaikan bangsa.
Menindaklanjuti hasil Rapimnas 15 September lalu, terkait dengan figur Capres dan Cawapres, maka seperti yang disampaikan oleh Partai Demokrat menitikberatkan pada: Integritas, Kapasitas, Elektabilitas, Punya ‘chemistry’, dan yang paling penting memiliki semangat memperjuangkan ‘Perubahan dan Perbaikan’.
Anies tiba di Kantor DPP Partai Demokrat sekitar pukul 09.30 WIB. Selanjutnya AHY mengajak Anies berkeliling melihat ruangan-ruangan di Kantor Demokrat, sebelum akhirnya mengadakan pertemuan tertutup yang hangat bersama kader Partai Demokrat di Aula Yudhoyono. (*)