Beranda blog Halaman 99

Gudang Sembako di Ngawen Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Korandiva – BLORA.- Sebuah gudang penyimpanan sembako yang terletak di tengah permukiman padat penduduk di Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, ludes terbakar, Jum’at (14/06/2024).

Kebakaran ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Gudang yang terbakar tersebut adalah milik dua orang yaitu Darmining (59), warga Desa Sambongrejo, Kecamatan Ngawen, dan Daryanto (49), warga Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen.

Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan terkait kebakaran tersebut sekitar pukul 10.10 WIB.

“Begitu mendapat laporan, anggota kami bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Kami menerjunkan dua unit pemadam kebakaran, satu unit suplai Damkar, dan dua unit suplai dari BPBD,” jelas AKP Lilik.

Kobaran api sulit dipadamkan karena tumpukan kardus dan barang-barang mudah terbakar lainnya di dalam gudang membuat api cepat menyebar.

“Banyak bahan yang mudah terbakar di dalam gudang, sehingga api dengan cepat merambat ke seluruh bagian,” tambah AKP Lilik.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran ini disebabkan oleh korsleting listrik.

“Penyelidikan awal menunjukkan bahwa kebakaran kemungkinan besar disebabkan oleh korsleting listrik. Namun, kami masih terus mengumpulkan informasi lebih lanjut,” ungkap AKP Lilik.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian material yang ditimbulkan sangat besar.

“Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Kami mengimbau kepada warga untuk lebih berhati-hati dan memastikan instalasi listrik mereka aman untuk mencegah kejadian serupa,” tutup AKP Lilik.

Pemilik gudang, Darmining, mengungkapkan kesedihannya karena ini adalah kali ketiga ia mengalami kebakaran.
“Setelah rumah, kemarin kios di pasar, sekarang gudang yang baru saja mulai beroperasi terbakar. Saya benar-benar terpukul,” kata Darmining.

Ia juga menceritakan bahwa sebelum kejadian, ia mencium bau masakan gosong.
“Sebelumnya saya mencium bau masakan gosong, tapi tidak menyangka kalau itu berasal dari gudang. Tak lama kemudian saya mendapat kabar bahwa gudang saya terbakar,” jelasnya.

Kebakaran ini mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di daerah padat penduduk. Semoga langkah-langkah pencegahan lebih ditingkatkan untuk menghindari kerugian yang lebih besar di masa mendatang. (*)

Tingkatkan Kualitas Layanan Publik, Desa Digital Akan Segera Dilaksanakan di Blora

0

Korandiva-BLORA.- Kemajuan teknologi informasi (TI) yang begitu pesat menuntut Pemerintahan Desa (Pemdes) bisa memberikan layanan cepat kepada masyarakat, karena itulah desa digital akan segera dilaksanakan seiring dengan target Pemkab Blora dalam mewujudkan pemerintahan berbasis digital.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati melalui Sekretaris Dinas PMD Heksa Wismaningsih, bahwa pemerintahan desa di Blora sudah merintis desa digital dengan mulai memiliki Website dan Medsos.

“Desa digital sebagai tindak lanjut pemenuhan kewajiban pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik–khususnya pemenuhan informasi layanannya,” ujar Heksa, Rabu (12/06/2024).

Selanjutnya lanjut Heksa, Dinas PMD bersama Kominfo akan kembali melakukan pembinaan terhadap pemerintah desa. “Bagi desa yang belum mempunyai Website dan Medsos diperintahkan segera membuat, bagi yang sudah punya segera mengaktifkan kembali,” tambahnya.

Masih menurut Heksa, selama ini desa-desa di Blora sudah melaksanakan digitalisasi di bidang administrasi dengan menerapkan aplikasi siskeudes (sistem keuangan desa).

Sementara untuk mewujudkan desa digital, pemerintah desa dituntut bisa mempercepat pelayanannya dengan mengaplikasikan IT. “Selain harus melek IT, desa juga harus mampu menyiapkan SDM yang memadai serta mampu menyiapkan akses jaringannya,” lanjutnya.

Sehubungan hal itu, Pemkab Blora akan menunjuk 4 desa inklusi menuju desa digital sebagai pilot project antara lain Desa Ngampel Kecamatan Blora, Plosorejo Kecamatan Kunuran, Bangsri Kecamatan Jepon, dan Mojorembun Kecamatan Kradenan.

Terwujudnya desa digital harus didukung profesionalisme aparatur Pemdes dalam meningkatkan kepuasan masyarakat guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembangunan desa yang dikelola Pemdes. “Setelah terwujud desa digital, masyarakat juga harus mampu berinovasi dalam mengikuti perkembangan zaman yang sangat dinamis seperti sekarang ini,” pungkasnya. (*)

Pemdes Bandungrojo, Manfaatkan Dana Desa untuk Pipanisasi Air Irigasi Pertanian

0

Korandiva-BLORA.- Upaya menanggulangi kebutuhan air untuk pertanian di desanya, Pemerintahan Desa Bandungrojo melakukan upaya pipanisasi air bersih serta membangun saluran irigasi pertanian. Program pipanisasi di desa yang dikenal sebagai wilayah tadah hujan itu dibiayai oleh Dana Desa.

Kepala Desa Bandungrojo, Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora, Nurudi menyampaikan apa yang dilakukan sesuai arahan Dinas PMD Blora bahwa Dana Desa boleh untuk ketahanan pangan atau prasarana pengairan.

“Atas dasar itulah kami lakukan pipanisasi guna mengantisipasi kebutuhan air bagi petani,” ujar Mas Nur, panggilan akrab Kades Bandungrojo itu.

Selain berhasil dalam mengatasi ketahanan pangan secara mandiri dengan pipanisasi, Nurudi juga membuat peraturan desa (Perdes) soal pemburuan hewan hewan di sawah seperti ,katak, ular, dan binatang lain yang hidup di sawah. Juga tidak boleh mengambil ikan di kali dengan cara meracun.

“Apabila Perdes ini dilanggar, sanksinya diwajibkan mengembalikan 5 ekor untuk 1 hewan sawah seperti katak dan ular,” tambahnya.

Menurut Nurudi, cara ini sangat efektif dan membuahkan hasil. Peraturan desa yang diberlakukan sejak Tahun 2021 itu sudah bisa dinikmati hasilnya oleh warga Desa Bandungrojo.

“Semoga kedepan Pemkab Blora melalu dinas terkait–khususnya Dinas Pertanian bisa memberikan bantuan untuk pengembangan Desa Bandungrojo agar lebih maju lagi,” harap Nurudi. (*)

Bancaan di Makam Mbah Boyang dengan 18 Gunungan, Sedekah Bumi di Randublatung Dimeriahkan Seni Barongan

0

Korandiva-BLORA,- Sedekah bumi di Kelurahan Randublatung Kabupaten Blora yang digelar pada Jum’at Pon (30/5/2024) dimeriahkan dengan 18 gunungan yang dibuat dari hasil bumi, serta pementasan kesenian barongan Boyang Seto.

Selain itu kesenian Jawa yang juga turut tampil diantaranya tari gambyong oleh siswa SMK PSM, tari Tani yang berkabolarsi anak SD dengan siswa SMK PSM. Semua penampilan seni dipusatkan di depan Gedung Sasono Runenggo, Randublatung.

Dari depan Sasono Runenggo, 18 gunungan, barongan dan seluruh grup kesenian diarak keliling desa menuju tempat yang masi dianggap sakral yaitu peninggalan Mbah Boyang.

Kepala Kelurahan Randublatung Lasdi S.Sos pada kesempatan itu membeberikan arahan kepada peserta agar selama di perjalanan semuanya bisa menjaga ketertiban mulai start sampai tempat syukuran atau bancaan di Makam Mbah Boyang.

“Saya yang dituakan di kelurahan ini, merasa lega dan senang dan terima kasih warga Randublatung kususnya yang sangat antosias menyambut acara tradisi yang setahun sekali dilaksanakan seperti hari ini,” pesan Lasdi.

Camat Randublatung Drs, Bukri sebelum memberikan aba-aba pemberangkatan mengaku lega dan senang melihat kegiatan sedekah bumi pada siang itu yang dianggapnya sebagai wujud kerukunan dan kekompakan tiap-tiap RT. Mereka mau bergotong royong dan merangkai gunungan dari hasil bumi yang ada.

“Nanti saya hitung satu sampai tiga ya baru berangkat. Walaupun ini kearifan lokal namun juga perlu dilestarikan karena kegiatan sedekah bumi ini menumbuhkan rasa kerukunan, kegotong royongan,” ucapnya.

“Sebentar lagi kita menghadapi Pilkada serentak, yaitu Pilgub dan Pilbub bulan Nopember 2024, agar semua warga bisa menjaga kerukunan,” pesan Bukri. (*).

Kawal Pilkada Blora 2024, Panwaslucam Randublatung Lantik 18 PKD

0

Korandiva-BLORA.- Bertempat di Gedung Sasono Rinenggo, Panwaslucam Randublatung telah melantik delapan belas Penwaslu Kelurahan Desa (PKD) Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Sabtu (1/6/2024). Hal itu ditujukan untuk mengawal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024.

Dalam sambutannya, Ketua Panwaslucam Randublatung Arif Nugroho menyampaikan, bahwa perekrutan PKD telah melalui tahapan yang extra ketat.

“Selamat kepada delapan belas Panwaslu Kelurahan Desa (PKD) terpilih yang dilantik pada hari ini. Kenapa dikata terpilih? karena perekrutan PKD ini melalui seleksi yang lumayan ketat,” kata Arif.

Lalu ia menyampaikan pesan kepada 18 PKD yang selesai dilantik, “Setelah Bapak/ Ibu dilantik saya harap segera menyesuaikan, karena tugas sudah menunggu di hadapan kita maka dalam melaksanakan tugas nanti yang sesuai dengan regulasi yang telah ditentukan.”

Pada kesempatan itu Camat Randublatung Drs Bukri memberi pengarahan kepada delapan belas PKD yang baru dilantik berkaitan dengan Pilkada Nopember 2024 yang akan datang nanti.

“Selamat kepada kalian semua para petugas Panwaslu Kelurahan Desa yang baru dilantik, tentunya semua sudah ngerti tupoksinya masing masing. Karena sebagai pengawas harus teliti dan hati-hati juga tegas dalam menjalankan tugas, karana ini hajat negara,” tutur Camat. (*).

Kegiatan Jaksa Jaga Desa di Kediren, Diikuti Seluruh Kades se Kecamatan Randublatung

0

Korandiva – BLORA.- Bertempat di Balai Desa Kediren Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Kejaksaan Negeri Blora melaksanakan kegiatan Jaksa Jaga Desa dengan tema “Penegakan Hukum yang Humanis” pada Senin (20/5/2024).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 Wib itu dihadiri perwakilan Dinas PMD Blora Wahyu Triatmoko S.Com, Inspektorat Kabupaten Blora Mulyadi Camat Randublatung Drs Bukri, dan kepala desa se Kecamatan Randublatung, serta pengurus BPD dan pengurus RT/RW Desa Kediren, Tomas Toga desa setempat.

Pada kesempatan itu Camat Randu latung Drs Bukri menyampaikan rasa kegembiraannya kepada para Kades yang hadir dalam pertemuan tersebut. “Saya yang dituakan di Kecamatan Randublatung merasa lega dan senang melihat para kepala desa yang hadir dalam acara penerangan hukum yang diselanggarakan oleh Kejaksaan Negeri Blora. Hal ini sangat penting untuk didalami,” ucap Bukri.

Sementara itu dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Wahyu Triatmoko S.Com mungcapkan terima kasih adanya Jaksa Jaga Desa untuk memberi pencerahan hukum kepada aparat pemerintah desa.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua Kades yang hadir di momen penting Jaksa Jaga Desa karena akan lebih hati-hati dan teliti dalam melayani masyarakat dan tugas yang lain,”ucapnya.

“Juga saya ucapkan selamat atas tambahan dua tahun untuk masa kerja kepala desa, yang sebelum enam tahun menjadi delapan tehun, supaya dimanfaatkan yang sebaik baiknya,” imbuhnya.

Mulyadi dari Inspektorat juga menjelaskan, dengan adanya Jaksa Jaga Desa untuk ajang sharing terkait pencairan keuangan agar dilakukan secara terbuka dan transparan,
“Mengenai masalah keuangan saya pesan harus ekstra hari-hati,” pesan Mulyadi.

Sementara itu acara inti yang disampaikan oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blora, Jatmiko Raharjo menjelaskan terkait diadakan Jaksa Jaga Desa melalui sosialisasi penerangan hukum ini merupakan perintah langsung dari Kejaksaan Agung RI.

Hal ini, menurut Jatmiko dikarenakan keuangan desa berpotensi terjadinya tindak pidana korupsi (Tipikor). “Karena itu mari kita sharing, apa yang dianggap sulit mari kita pecahkan sama teman teman kades. Dan acara ini kami buka sesi tanya jawab,monggo mana yang kurang paham silahkan bertanya,”papar Jatmiko.

Perlu saya tambahkan, kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan politik ya, semua membangun penegakaan hukum yang humanis,” pungkasnya.

Dalam sesi terakir, Suyatno S.Sos selaku kepala Desa Pilang menanyakan perihal pencairan Dana BLT DD, “Apakah BLT Dana DD dicairkan oleh desa sendiri? Kok harus lewat Bank Jateng karena regulasinya terlalu ruwet dan kelamaan,” tanya Yatno. (*).

Pilkada Blora Menarik Perhatian Pejabat Jakarta: Kisworini Kandidat Cawabup, Berpeluang Dampingi Arief Rohman

0

“Kalau itu pasti, saya paling setuju, cocok Pak Arief yang jadi lagi. Kalau ditanya DPP pasti saya jawab, Pak Arief,” jelas Ketua DPC PKB Blora, Abdul Hakim.

*****
SETELAH dua partai besar di Kabupaten Blora, PKB dan PDI Perjuangan membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati pada awal Mei lalu, bermunculan nama kandidat calon diantaranya Arief Rohman (bupati Blora), Siswanto (ketua Partai Golkar), dan Prayogo Nugroho (putra Mantan Bupati Blora, Djoko Nugroho), serta Aan Rokhayanto (pengusaha asal Cepu).
Ketua DPC PDI-P Blora, Dasum mengatakan, kemungkinan calon dari internal PDI-P sendiri juga akan menyusul belakangan. Namun untuk kandidat bakal calon masih digodok. “Dari partai PDI-P mestinya ada yang ikut mencalonkan diri. Dan, sosok yang dicalonkan siapa belum tahu,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua DPC PKB Blora, Abdul Hakim mengaku tengah mempersiapkan kader terbaik untuk bertarung di Pilkada 2024 tahun ini. “Bupati Blora Petahana Arief Rohman dinilai paling cocok untuk memimpin periode yang akan datang,” katanya.
Di tengah dinginnya dinamika politik di Bumi Samin ini, tiba-tiba tersiar kabar adanya seorang Komisaris Polisi (Kompol) Kisworini yang akan turun di kancah politik Blora. Wanita cantik yang masih aktif bertugas di Mabes Polri ini siap mewarnai Pilkada Blora dalam kapasitas sebagai calon wakil bupati.
Arief Rohman yang katanya sudah lama memiliki kedekatan, dikabarkan telah “meminang” Kisworini untuk dijadikan pasangannya sebagai cawabup pada Pilkada Blora, November mendatang.
Dikonfirmasi melalui pesan WhatsAap tentang pencalonannya dalam Pilkada Blora 2024, Arief Rohman merespon pendek. “Blm mas.. msh dlm proses2 loby politik d ats,” jawabnya.
Ketika ditanya peluangnya berpasangan dengan Kisworini, pria yang sekarang menjabat bupati Blora itu mengaku masih menunggu keputusan DPP PKB. “Krn yg keluarkn rekom dpp,” tukasnya.
Dengan 9 kursi yang dimiliki di legislatif Blora, PKB sudah memenuhi syarat untuk mengusung paslon secara mandiri. Ditambah lagi, kiprah Kisworini di Jakarta yang kabarnya ada kedekatan dengan pejabat polisi yang memiliki akses langsung dengan ketua umum PDI Perjuangan.
Maka bila pengaruh Jakarta akan dibawa ke Blora, bisa dimungkinkan PDI P akan besanan lagi dengan PKB untuk mengusung Arief-Kisworini. (*)

Harga Tebu di GMM Rendah, Petani Tebu Mengeluh, APTRI Blora Akan Temui Dirut Bulog di Jakarta

0

Korandiva-BLORA.-

“Dulu kami pernah berjaya. Jadi saya minta kepada PT Gendhis Multi Manis (GMM) dan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog), kejayaan masa lalu ketika tebu benar-benar manis ini bisa kami rasakan kembali, termasuk soal harga.”
***

Kalimat bernada protes itu disampaikan oleh Bupati Blora Arief Rohman dalam pidatonya saat menghadiri acara pelantikan pengurus APTRI Kabupaten Blora di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora yang juga dihadiri oleh perwakilan manajemen PT. GMM, Rabu (15/05/2024).

Sebagaimana informasi yang disampaikan para petani yang hadir pada acara pelantikan pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora periode 2024-2029, GMM yang dulunya menjadi motivator petani Blora untuk beralih menanam tebu, sejak manajemen dikelolah oleh Perum Bulog kebijakannya dianggap tidak berpihak dan cenderung merugikan petani Blora-khususnya masalah harga tebu di GMM yang terlalu rendah dibanding PG lain.

“Setelah ini, perwakilan APTRI yang telah dilantik sowan ke Bulog Pusat. Nanti tolong diagendakan. Kami ingin petani yang dulu merasakan hasil yang bagus, bisa merasakan kembali,” tandas Arief yang langsung mendapat applause dari ratusan petani tebu yang hadir.

Hal senada juga disampaikan Ketua APTRI Blora masa bakti 2024-2029, H. Sunoto, bahwa sejak dikelola Perum Bulog, kebijakan GMM tidak berpihak pada petani tebu. Mulai dari harga tebu yang tidak menguntungkan petani, pembayaran tebu tidak tepat waktu, hingga PG membeli tebu tidak sesuai keputusan Mentan.

Sunoto menambahkan, ketika kepengurusan APTRI Blora tidak aktif hampir 4 tahun, petani merasa bagaikan anak ayam kehilangan induknya. “Inilah yang menjadi semangat APTRI diaktifkan kembali. Agar petani memiliki advokasi (pembela) dalam mengalami masalah, sekaligus memiliki tempat bernaung,” paparnya.

Seperti yang terjadi pada musim giling bulan ini, banyak kita saksikan ratusan truk setiap harinya mengirim tebu Blora ke luar kota seperti ke PG Lamongan (KTM) dan PG Trangkil, serta PG Pakis.

Menurut Sunoto, hasil panen tebu Blora yang banyak dibawa keluar kota itu penyebab yang jelas adalah masalah harga. “Harga tebu di KTM Lamongan 81 ribu, Trangkil 75 ribu, Pakis 73 ribu. Tapi di GMM tebu petani hanya dihargai Rp 67.000 per kwintal,” tandas Sunoto.

Terkait rencana pengurus APTRI Blora menemui Direktur Utama Bulog di Jakarta, Sunoto menyatakan pasti akan me ngikuti intruksi bupati.

Sementara itu Sunoto juga mengaku pihaknya telah berkirim surat ke DPRD Blora agar bisa segera dipertemukan dengan Dirut PT GMM dan dinas terkait untuk melakukan audiensi. “APTRI sudah kirim surat tentang harga tebu yang ditentukan PG GMM 67 ribu untuk dievaluasi kembali,” tukasnya.

Dari sumber lain, PG GMM dikabarkan sedang ada kendala teknis sehingga sejak sepekan terjadi tumpukan tebu di pelataran sebelah selatan pabrik. (*)

Bupati Blora Berikan Bantuan Bibit Lele Rp 300 Juta kepada Kelompok Peternak Ikan “Minta Tani” Desa Tanjung, Kedungtuban

0

Korandiva-BLORA.- Bertempat di Balai Desa Tanjung Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora, secara simbolis Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan bantuan kepada 5 kelompok peternak ikan lele yang tergabung dalam wadah “Mina Tani Grup” yang dikoordinir oleh Sukisman, ketua Masyarakat Pengawas Keuangan Negara (MPKN).

Bantuan senilai Rp 300 juta itu diwujudkan dalam bentuk kolam ikan, bibit lele, dan pakan ikan. “Semoga bermanfaat, dan bisa berkembang,” pesan bupati, Kamis (16/5) lalu.

Sebelum menerima bantuan, para calon peternak ikan terlebih dahulu diberi bekal ilmu melalui pelatihan budidaya ikan lele oleh Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora.

Kepala DP4 Ngaliman mengatakan, bahwa terselenggaranya pelatihan budi daya ikan lele ini terinspirasi dari usulan Ketua MPKN Sukisman, bahwa Blora sebenarnya memiliki potensi besar untuk beternak ikan. “Khususnya ikan lele yang tidak membutuhkan air berlimpah,” ujar Ngaliman.

Hadir dalam pelatihan dan ikut menyaksikan pemberian bantuan diantaranya Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Blora HM. Kusnanto, Ketua Masyarakat Pengawas Keuangan Negara (MPKN) Sukisman, Camat Kedungtuban, Kapolsek Kedungtuban, Danramil Kedungtuban, Camat Cepu, dan beberapa kepala desa serta lurah dari Kecamatan Kedungtuban dan Cepu. (*)

Pelatihan Ketrampilan Tata Rias di Desa Temulus-Randublatung Diikuti 25 Peserta

0

Korandiva-BLORA.- Bertempat di Balai Desa Temulus Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah menggandeng Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Merpati menyelenggarakan pelatihan ketrampilan usaha produktif bidang Tata Rias mulai tanggal 13 hingga 17 Mei 2023.

Pelatihan yang diikuti 25 peserta yang kesemuanya adalah kaum hawa itu dihadiri Balatkop Prop Jateng (Dani beserta staf), LPK Merpati Blora (Umy Ardiyah S.Pd), serta Kepala Desa Temulus (Suhartono beserta isteri).

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Balatkop Propinsi Semarang, Dani menyampaikan, bahwa pihaknya bekerjasama dengan LKP Merpati Blora adalah untuk mendukung UMKM yang ada di desa Temulus dalam mengadakan pelatihan keterampilan.

“Kami mohon pelatihan ini jangan hanya seremonial, tetapi harus sungguh sungguh agar kalian dapat ilmu yang bermanfaat,” pesan Dani.
Dalam pelatihan selama lima hari, Ibu Umy Ardiyah S.Pd sebagai tutor dalam menyampaikan beberapa materi pelatihan dibantu seorang asisten. Dan untuk prektek merias langsung dilaksankan pada saitu itu juga.

“Karena keterbasan waktu, maka yang dapat kami ajarkan baru tiga karakter, (1) Tata rias penganten Solo putri berkerudung non paes, (2) Tata rias panggung tari reog gedhog, dan (3) Tata rias ledhek tayub,” tutur Umy.

Pada acara penutupan, Jum’at (17/5/2024), Kepala Desa Temulus, Suhartono lega dan senang karena sebagian warga telah dapat ilmu atau keterampilan merias manten, rias reyog gedhog dan rias ledek tayup.

“Pelatihan ini harus ditindak lanjuti, dan mungkin akan mengundang LKP Merpati Blora dengan cara urunan agar lebih pintar,” pungkas Hartono.

Pada hari terakhir itu, Disperindakop Jateng menyerahkan sertipikat dan tas, serta uang saku kepada 25 peserta masing-masing Rp 500.000,- per orang yang diserahkan olah Dani dari Balatkop Semarang. (*).