Beranda blog Halaman 93

Menuju Indonesia Emas, Warga Desa Pelem-Jati Meriahkan HUT RI ke-79 dengan Menggelar Berbagai Lomba

0

Korandiva-BLORA.- Pagi-pagi pukul 6.30 Wib, warga masyarakat Desa Pelem yang didominasi kaum emak-emak dan remaja putra-putri berkumpul di Lapangan Desa Pelem Kecamatan Jati Kabupaten Blora untuk mengikuti berbagai lomba yang digelar dalam rangka merayakan HUT ke-79 Republik Indonesia, Minggu (18/8/2024).

Kegiatan lomba diawsali dengan kegiatan jalan sehat yang mengambil Start dan Finish di Lapangan Desa Pelem dengan rute dimulai melewati Dukuh Serut, dukuh Pelang hingga melewati Balai Desa Pelem.

Berbagai lomba yang disiapkan oleh panitia diantaranya balap karung, dan goyang bola ibu-ibu dan para remaja. Lomba lain yang sudah dilaksanakan seminggu sebelum tanggal 17 Agustus 2024 antara lain lomba bola voli remaja putra putri antar dukuh yang dimenangkan oleh grup Dukuh Mindi Putra sementara untuk putri dimenangkan oleh Dukuh Serut.

Seorang warga yang enggan menyebutkan namanya mengatakan kepada awak media, bahwa dia merasa senang bisa menyaksikan perayaan tujuh belasan tahun ini. “Tahun ini sangat meriah ramai, sebagai warga masyarakat senang banget,” ujarnya.

Di sela-sela kegiatan lomba, Kepala Desa Pelem Yoto kepada awak media berpesan agar kegiatan ini jangan diukur dari materi, tapi tanamkan dalam diri kita rasa nasionalis. “Pemerintah Desa Pelem berharap agar warga dalam berpartisipasi memeriahkan HUT RI ke-79 untuk menuju Indonesia Emas,” pesan Kades. (*)

Sertijab Danramil Kunduran, Kapten Infanteri Subeno Gantikan Kapten Infanteri Maningsun

0

Korandiva-BLORA.- Koramil 13/0721 Kunduran menggelar acara serah terima jabatan (sertijab), untuk menandai pergantian kepemimpinan dari Kapten Infanteri Maningsun, kepada Kapten Infanteri Subeno. pada Jumat (9/08/2024).

Acara sertijab yang digelar di rumah makan Dua Putri Kecamatan Kunduran-Blora itu dihadiri sekitar kurang lebih 120 tamu undangan.
Tampak hadir pada acara tersebut antara lain,Camat Kunduran, Suharto,SE. SH. M.hum, Kapolsek Kunduran, AKP. Kumaidi, serta para tokoh masyarakat Kelurahan Kunduran.

Dalam sambutannya, Camat Kunduran selain menyampaikan apresiasi atas dedikasi Kapten Infanteri Maningsun selama menjabat, juga memberikan dukungan penuh kepada Kapten Infanteri Sebeno.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Maningsun yang telah memberikan pengabdiannya dan dedikasinya kususnya di kecamatan Kunduran. Dan selamat datang kami ucapkan kepada Bapak Subeno, semoga ada semangat baru dan dedikasi baru untuk para anggotanya.” ujarnya.

Momen sertijab Danramil Kunduran ini menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antara anggota Koramil.

Kapten Maningsun, dalam pesannya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kerjasama selama menjabat. “Saya Ucapkan terima kasih kepada semua anggota Koramil 0721/13 Kunduran, selama ini selalu siap membantu saya dalam menjalankan tugas-tugas negara dan tetap semangat,” Tegasnya.

Sementara itu Kapten Kapten Inf. Subeno sebagai Danramil baru menyatakan siap melanjutkan pengabdian dan mengajak kerjasama seluruh anggota untuk menjaga keamanan wilayah.

“Saya akan siap sedia, dan akan mengajak kerjasama kepada anak buah, supaya kecamatan Kunduran ini lebih kondusif dan aman terkendali.” ujarnya tegas.

Acara diakhiri dengan ramah tamah, memberikan kesempatan para tamu undangan berinteraksi dan mengucapkan selamat kepada Danramil baru. (*)

Meriah, Karnaval Agustusan di Desa Kalangrejo-Kunduran Diikuti Warga Tiga Pedukuhan

0

Korandiva-BLORA.- Merayakan peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Kalangrejo Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora mengadakan kegiatan karnava pada pertengahan Agustus 2024, tepatnya Kamis (15/8/2024).

Karnaval yang mengambil Start dari depan Balai Desa Kalangrejo dan Finis di depan rumah kades Kalangrejo itu selain melibatkan warga tiga pedukuhan (Dk. Kerinduan, Dk. Cangaan, dan Dk. Kalangan), karnaval keliling desa tahun ini juga diikuti murid-murid sekolah di wilayah setempat.

Kepala Desa Kalangrejo Mulyanto mengatakan, kegiatan ini intinya untuk menghormati dan mengingat para pejuang terdahulu merebut kemerdekaan demi bangsa dan tanah air Republik Indonesia.

“Karnaval dalam rangka HUT ke-79 RI di Desa Kalangrejo diikuti 18 peserta dari tiga dukuhan,” kata Mulyanto.

Pada kesempatan itu Mulyanto berpesan kepada anak-anak generasi milenial. khususnya generasi muda Desa Kalangrejo terus meningkatkan kerukunan. “Kita harus selalu mengingat para leluhur. pejuang kita yang telah berjuang demi kemerdekan RI,” tegasnya.

Mulyanto menambahkan, melalui kegiatan karnaval diharapkan bisa mempererat dan merawat tali silaturahmi. “Semoga tahun depan bisa kembali digelar lebih meriah dengan aneka tampilan,” tambahnya.

Karnaval yang dikawal petugas dari TNI-POLRI dan dibantu Linmas setempat, peserta karnaval menampilkan aneka seni budaya seperti teatrikal, tari kreasi, marching band, juga replika.
Urutan peserta pawai HUT ke-79 RI di Desa Kalangrejo Kunduran Blora, -Pemdes Desa Kalangrejo, SD Negeri Kalangrejo, TK, Paud Desa Kalangrejo – Ambulance – warga Dk. Kerduan -Dk. Cangaan- Dk. Kalangan.

“Alhamdulillah, karnaval di Desa Kalangrejo ini sangat luar biasa, semua komponen masyarakat terlibat mulai kalangan petani, pemerintahan desa, karang taruna, RT/RW, dan sekolah yang ada, semuanya bahagia, mengikuti acara ini yang digelar setiap setahun sekali,” kata Winarno, salah seorang warga Desa Kalangrejo.

Ungkapan senada disampaikan Suwadi, warga desa sebelah, Desa Blumbangrejo yang hadir menyaksikan karnaval. Menurutnya karnaval merupakan ungkapan rasa syukur rakyat dalam menyambut hari istimewa, yaitu hari Kemerdekaan Indonesia, dengan penuh kegembiraan.

Menurut Suwadi, karnaval di Desa Kalangrejo menjadi hiburan bagi masyarakat, sekaligus memberikan semangat untuk mengisi kemerdekaan dan meneruskan perjuangan pahlawan.

“Memang, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat mempertahankan kemerdekaan dalam jiwa setiap insan, serta membentuk rasa patriotisme dan cinta terhadap tanah air,” ungkapnya.

Selain itu seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-79 RI, yang digelar di Desa Kalangrejo dapat memberikan dampak bagi kembangkitan ekonomi masyarakat.

“Karnaval sebagai budaya dan juga sebagai ajang mempromosikan potensi yang ada di setiap wilayah desa, kecamatan bahkan kabupaten,” terangnya. (*)

Di Blora, Hari Veteran Nasional Tahun 2024 Diperingati dengan Makan Tumpeng Bersama

0

Korandiva-BLORA.- Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi, AP menyampaiakan para veteran patut kita teladani dan bisa menjadi inspirasi serta motivasi ketika kita memberi pelayanan kepada masyarakat, karena para veteran adalah sosok pejuang yang ikhlas, tanpa pamrih dan siap berkorban untuk kedamaian dan kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Veteran Nasional 2024 dan HUT Persatuan Istri Veteran Indonesia (PIVERI) ke-60 tingkat Kabupaten Blora, Rabu 14 Agustus 2024.

“Sesuai dhawuh dari Bapak Bupati Blora H. Arief Rohman kami harus memberi penghormatan , penghargaan dan pelayanan prima kepada para bapak pejuang yang tergabung dalam organisasi LVRI,” kata Kepala Dinsos P3A Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi, saat menghadiri acara.

Acara yang diapresiasi Kepala Dinso P3A Blora itu diselenggarakan secara sederhana dan penuh nuansa perjuangan di ruang transit Taman Makam Pahlawan (TMP) Wira Bhakti Blora.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Blora Mulyono menyampaikan ucapan terimakasih kepada H. Arief Rohman Bupati Blora yang telah memberi banyak perhatian, dukungan dan bantuan kepada anggota LVRI.

“Bahkan besok pada akhir bulan Agustus 2024 para anggota LVRI sebanyak 178 orang akan mendapatkan tali asih dari Pemda Blora sebesar Rp8 00 ribu per orang,” jelasnya.

Mulyono menyebut, tema peringatan Hari Veteran Tahun 2024 ini adalah “Veteran RI Bersama Pemerintah Siap Melanjutkan Pembangunan Indonesia Menuju Indonesia Emas”.
Tema ini mengisyaratkan bahwa sinergi dan kolaborasi antara para Veteran RI dan Pemerintah menjadi kunci keberhasilan dalam membangun Indonesia Emas.

Di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo saat ini Indonesia berada pada posisi semakin baik. Berbagai prestasi diraih dan capaian hasil pembangunan telah dirasakan oleh masyarakat termasuk perhatian istimewa dari pemerintah dalam mendukung kesejahteraan Veteran RI.

“Bagaimanapun kondisinya, upaya untuk mewujudkan kedaulatan NKRI untuk tetap utuh ,damai dan aman harus tetap jaga dan pelihara. Karena NKRI harus mukti dan harga mati,” jelasnya.

Di era digital dan kemajuan teknologi serta informasi semangat juang dan kegigihan para anggota Veteran dalam menggapai kemerdekaan masih sangat relevan dan patut dijadikan contoh bagi generasi melenia saat ini.

“Mari kita menyosong masa depan dan harapan peradaban Indonesia maju. Pancasila kita jadikan Inspirasi dunia. Bangsa yang Kuat dan bersatu adalah modal utama dalam mewujudkan Nusantara Baru,Indonesia Baru,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Persatuan Wredata Republik Indonesia (PWRI) Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA., ikut bahagia dan bangga atas terselenggaranya peringatan tersebut.

“Semoga LVRI makin mantab dan jaya dalam mengabdi dan berkarya nyata serta siap mendukung sesarengan mbangun Blora yang berkelanjutan,” tegasnya.

Acara peringatan hari veteran Nasional tahun 2024 dan HUT PIVERI ke-60, meki terkesan mendadak, namun diakhiri makan tumpeng bersama dengan menu empat sehat lima sempurna ala LVRI Blora. (*).

Resmi Dibuka, Wisata Banyu Bening di Desa Tinapan – Todanan

0

Korandiva-BLORA.- Peresmian pembukaan Wisata Banyu Bening (WBB) di Desa Tinapan Kecamatan Todanan Kabupaten Blora ditandai dengan acara sholawatan yang dikomandoi langsung Habib Syafi’i dari Solo, Kamis malam (15/08/2024).

Lokasi WBB terletak di Desa Tinapan Kecamatan Todanan persis berada disamping waduk Brentolo, tak jauh dari Pabrik Gula GMM.

Dalam sambutannya Ketua BUMDes Desa Tinapan, Agung menyampaikan bahwa pembagunan Wisata Banyu Bening awalnya dibiayai dengan anggaran Rp 400 juta yang bersumber dari Dana Desa. “Ditambah dari Banprov senilai 300 juta, selanjutnya untuk pengembangan dibantu para donatur,” paparnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Tinapan Isto-no yang juga berharap pihaknya mampu meningkatkan dan bisa menambah wahana-wahana wisata di WBB.

“Kami akan melengkapi wahana-wahana permainan air, guna menambah daya tarik para wisatawan,” terangnya.

Sementara itu Bupati Blora Arief Rohman yang hadir pada acara peresmian berharap WBB bisa menambah pendapatan dan kesejahteraan. “Kususnnya bagi warga Desa Tinapan dan sekitarnya” tegasnya.

Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan pemotongan pita, serta penanda tanganan prasasti yang dilakukan oleh Bupati Blora Arief Rohman dan Kades Tinapan Istono sebagau tanda, bahwa pada Kamis, 15 Agustus 2024 pukul 23.30 telah diresmikan Wisata Banyu Bening (WBB). (*)

PPDB Tidak Berpihak pada Sekolah, Wiwik Sulistiyowati: Sistem Zonasi Tidak Menguntungkan Sekolah

0

Korandiva-BLORA.- Sistem zonasi yang selama ini diberlakukan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), ternyata tidak selalu berpihak pada sekolah. “Zonasi itu tidak menguntungkan,” tegas Kepala SMP Negeri 1 Cepu Wiwik Sulistiyowati.

Seperti yang diungkapkan Wiwik ketika Diva menemui di kantornya, bahwa sistem zonasi itu masih bisa “dimainkan”. “SMPN 1 Cepu itu berada di Kelurahan Tambakromo. Seharusnya warga Tambakromo tidak bisa diterima di sekolah lain. Tapi kok diterima?” protes Wiwik.

Mantan Kepala SMP Negeri 2 Menden ini mengatakan, sistem zonasi yang sekarang ini belum sepenuhnya diterapkan sesuai aturan. “Yang sudah disepakati masuk Zona 1, sebaiknya jangan masuk ke sekolah lain. Harusnya tetap masuk Zona 1,” ujarnya.

Menurut alumni IKIP PGRI Semarang ini, tetapi kenyataan di lapangan justru berbeda. “Kedepan Sistem Zonasi harus ada perubahan. Calon peserta didik yang berada di Zona 1 harus masuk Zona 1. Jangan buru-buru dimasukkan sekolah lain melalui jalur prestasi. Yang seperti ini jelas tidak menguntungkan sekolah,” jelasnya.

Penerapan sistem yang tidak pas tersebut, lanjut Wiwik, berimbas pada lembaga yang dipimpinnya. “Tahun ini kami hanya mendapatkan pendaftar 143 siswa. Padahal kuotanya ada 160 peserta didik baru. Tapi ya sudahlah,” ujarnya pasrah.

Kuota jalur zonasi yang seharusnya 90 siswa, ternyata hanya mendapatkan 78 pendaftar. Sedangkan jalur prestasi 39 pendaftar, dan jalur afirmasi ada 21 pendaftar. “Sebaiknya jalur prestasi itu jangan hanya melalui raport, biar tidak mudah masuk ke sekolah lain,” katanya.

Dia menambahkan, kedepan sistem zonasi harus ada perubahan. SMP Negeri 1 Cepu yang dinilai selalu kalah kaitannya dengan letak geografis ini, selamanya akan selalu kalah. “Harus ada perubahan, jangan seperti ini lagi,” tegas wanita yang pernah bercita-cita menjadi dokter ini. (*)

Proses PPDB Dikeluhkan, Ketut Kunarwo: Sistem Zonasi Tidak Fair

0

SISTEM Zonasi yang diberlakukan saat ini dalam proses penerimaan peserta didik baru, dinilai tidak fair dan tidak menguntungkan sekolah. “Sistem Zonasi tidak fair,” begitu kata Ketut Kunarwo ketika dimintai pendapatnya.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Blora ini menyayangkan, sistem yang diberlakukan ini dinilai sangat tidak menguntungkan. “Kasihan anak yang pintar, dia tidak bisa masuk ke sekolah yang diinginkan hanya karena zonasi,” katanya.

Wakil rakyat asal Cepu ini menambahkan, sebaiknya sekolah kembali menerapkan seleksi melalui tes tertulis kepada calon peserta didik baru.

“Melalui tes, ini baru fair. Calon siswa baru bisa berasal dari manapun. Bisa masuk asal lolos tes,” usulnya.

Ketut berharap kedepannya tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait proses PPDB ini.

“Sistem Zonasi tidak dilaksanakan sepenuhnya. Jalur prestasi dan afirmasi itu hanya untuk mengisi kuota kekurangan saja,” ujarnya. (*)

Nuril: PPDB Diterapkan, Sekolah Perlu Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat

0

Korandiva-BLORA.- Penerapan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 merupakan hasil rembug bersama para kepala sekolah, mereka saling memberi masukan terkait wilayah zona. Terkait kelebihan pendaftar atau kekurangan pendaftar dikembalikan lagi kepada masyarakat yang menentukan.

Kepala Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora melalui Sekretaris Dinas Nuril Huda mengatakan, adanya sekolah berlebihan dan kekurangan dalam penerimaan siswa baru tahun ini, pihaknya merasa perlu melakukan evaluasi.

“Menimbang dan mengingat sekolah sekitar baik negeri ataupun SMP swasta, sama-sama memiliki hak untuk mendapatkan siswa,” katanya.

Jumlah SMP se-Kabupaten Blora ada 102 terdiri dari 56 negeri dan 46 swasta, sementara total jumlah lulusan SD tahun 2024 ada 10.736 murid. Sedangkan jumlah Rombongan belajar yg ditargetkan: 338 kelas dengan jumlah siswa per kelas ideal 32 siswa. Jumlah total 10.816.

Pesan Nuril, agar menjadi pilihan masyarakat dalam masa penerimaan siswa baru, sekolah perlu meningkatkan kepercayaan masayarakat dengan program-program ataupun kegiatan yang mendukung prestasi peserta didik termasuk dalam sektor keagamaan. “Contohnya sekolah sisan ngaji,” ujarnya.

Menurut Nuril regulasi selalu dinamis, yang terpenting dan utama anak usia sekolah di kabupaten Blora tidak ada yang tidak bersekolah baik itu di sekolah negeri maupun swasta.

“Semua harus bersekolah sesuai dengan harapan Bapak Bupati bahwa SDM anak Blora harus mampu bersaing dan unggul,” tandasnya. (*)

SMP Negeri 3 Bogorejo Satu Atap, Hidup Segan Mati Tak Mau

0

Korandiva-BLORA.- Satu perjuangan luar biasa untuk mencapai lokasi SMPN 3 Bogorejo Satu Atap. Sekolah yang berada di atas bukit ini tidak mudah dijangkau.

Desa Jurangjero Kecamatan Bogorejo merupakan tempat lembaga pendidikan ini berada.

“Terlalu jauh untuk melanjutkan sekolah dari Jurangjero ini, sehingga banyak anak lulus SD putus sekolah. Itulah sebabnya SMP Satu Atap ini didirikan,” ungkap Kepala SMPN 3 Bogorejo Satu Atap Aris Budi Rianto.

Ketika ditemui Diva di kantornya, pria yang berdomisili di Kridosono Blora ini menceritakan banyak hal tentang perkembangan lembaga yang dipimpinnya. “Memang tidak mudah untuk mendapatkan anak didik sejumlah yang diinginkan. Ada banyak faktor penyebabnya, yang paling utama adalah faktor geografis,” kata Aris.

Letaknya terisolasi, jauh dari keramaian. Meskipun ada desa tetangga di sekitarnya, namun tidak ada warga desa lain yang menyekolahkan anaknya di SMPN 3 Bogorejo. Medan yang sulit ditempuh, sehingga hanya mengandalkan alumni SDN 1 Jurangjero dan SDN 2 Jurangjero.

“Sebenarnya Desa Soko dan Desa Nglengkir hanya berjarak dua kilometer dari Desa Jurangjero, sedangkan Desa Gandu hanya berjarak tiga kilometer. Namun medan yang harus ditempuh tidak memungkinkan bagi anak seusia mereka. Akhirnya kami hanya bisa berharap dari Desa Jurangjero saja,” jelas Aris lebih lanjut.

Tahun ini, SMPN 3 Bogorejo hanya mendapatkan 10 pendaftar peserta didik baru. Jumlah ini jauh lebih baik daripada dua tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan empat peserta didik baru. “Yang baru saja lulus ini malah hanya tiga anak. Boleh dibilang, sekolah ini hidup segan mati tak mau,” ungkapnya.

Keprihatinan ini membuat pria yang pernah mengajar di SDN 2 Ngliron Randublatung ini berharap kepedulian pemerintah. “Semoga pemerintah menerapkan aturan zonasi yang sebenarnya. Anak dari Jurangjero sebaiknya jangan diterima di sekolah lain,” harapnya. (*)

Dinamika Zonasi dalam PPDB, Sekolah Favorit di Blora Kelebihan Pendaftar

0

Korandiva-BLORA.- Meski sejumlah sekolah mengalami penurunan pendaftar siswa baru, namun kondisi sebaliknya justru dialami oleh SMP Negeri 1 Blora.

Tiga tahun terakhir SMP yang berada di Jl. Dr. Sutomo Nomor 38 Blora itu selalu kelebihan pendaftar. Bahkan tahun ini panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terpaksa menolak hampir separo dari pendaftar yang mencapai 600 siswa.

Saat ini sekolah tersebut mempunyai 10 kelas di setiap jenjangnya sehingga dari Kelas 7 sampai Kelas 9 total ada 30 rombel dengan jumlah total siswa sebanyak 960 siswa.

Kepala SMP Negeri 1 Blora Ainur Rofiq mengungkapkan, banyaknya pendaftar disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah adanya label sebagai sekolah terbaik dan favorit yang melekat sejak dulu, sehingga menjadikan animo masyarakat tinggi dan berebut mendaftar di SMP Negeri tertua di Blora itu.

Rofiq menambahkan, prestasi guru maupun siswa yang berhasil ditorehkan juga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk mendaftar di SMP tersebut. “Alhamdulillah, semakin kesini prestasi guru dan siswa semakin membaik,” imbuh Rofiq.

Kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan SMPN 1 Blora mencapai 25 jenis. “Salah satunya ekstra robotic yang satu-satunya hanya ada di Blora ini,” katanya.

Sementara itu, panitia PPDB mengaku, dalam sosialisasi pihaknya tidak menggunakan trik khusus. Secara zonasi SMP 1 Blora hanya memiliki 1 sekolah kantong, yaitu SDN Tempelan. “Secara zonasi kami hanya memiliki 1 kantong sekolah yaitu SD Tempelan yang memiliki kelas pararel,” ungkap Karno, salah satu panitia PPDB.

Selama ini panitia hanya mengeshare informasi penerimaan siswa baru melalui media sosial sekolah dan pamlet. “Secara teknik, kami hanya sosialisasi biasa melalui medsos sekolah dan menyebar pamlet. Secara zonasi, justru dalam melakukan seleksi masuk kami tidak bisa mencari kualitas yang bagus karena seleksinya hanya berdasarkan jarak,” ungkap Karno.

Hal yang sama terjadi di SMP Negeri 2 Cepu yang dari dulu sudah dikenal sebagai sekolah favorit. Setiap masa PPDB, sekolah yang berada di Kampung Baru Kelurahan Karangboyo Cepu tersebut selalu diserbu pendaftar.

“Tahun ini ada 279 pendaftar, sehingga ada kelebihan 55 pendaftar, karena tahun ini kami hanya menerima sesuai kuota yaitu 224 siswa baru,” ungkap Ketua Panitia PPDB SMP Negeri 2 Cepu, Suprapto.

Suprapto menjelaskan bahwa setiap tahun sekolah yang sudah memiliki 9.529 alumni ini selalu diserbu pendaftar. “Ya, setiap tahun selalu kelebihan pendaftar. Pendaftar yang tidak diterima, kami alihkan ke sekolah lain,” katanya.

Alumni IKIP PGRI Semarang ini menuturkan, tahun ini pendaftar yang melalui jalur zonasi ada 141 pendaftar, jalur prestasi 96 pendaftar, jalur perpindahan orang tua ada 8 pendaftar, serta melalui jalur afirmasi sebanyak 34 pendaftar.

Suprapto menambahkan, letak geografis yang membuat SMP Negeri 2 Cepu tidak pernah kekurangan pendaftar. “Prioritas kami yang berasal dari Kelurahan Karangboyo. Tetapi ada pendaftar melalui jalur prestasi berasal dari Jakarta, Kedewan, Padangan, Sambong, dan Nglanjuk,” ujarnya.

Lembaga pendidikan yang berdiri 17 Pebruari 1979 ini semakin diminati masyarakat dikarenakan sering mengukir prestasi bergengsi. “Banyaknya prestasi sekolah yang membuat masyarakat ingin anaknya menimba ilmu di sini,” ujar Suprapto.

Sementara itu kondisi yang berbeda terjadi di SMPN 3 Todanan Satu Atap. Sejak berdiri Tahun 2005 lalu, sekolah ini tidak pernah memiliki siswa banyak. Bahkan, pada awal berdirinya hingga pertengahan 2010 akses jalan menuju sekolah yang berada di Dukuh Banat Desa Bedingin Kecamatan Todanan itu sangat memprihatinkan. Jika musim hujan, guru di sekolah tersebut terpaksa harus meninggalkan sepeda motornya di jalan persawahan karena jalan yang ada tidak bisa dilalui.

Kepala SMP Satu Atap Todanan Sutar menjelaskan, sistem zonasi yang diterapkan pemerintah tidak berpengaruh pada PPDB di sekolahnya. “Sistem Zonasi tidak mempengaruhi PPDB di sekolah kami, karena selama ini secara gegrafis sekolah kami terisolir, sehingga sekolah yang sebenarnya dekat sekalipun enggan mendaftar di sini,” kata Sutar.

Saat ini siswa keseluruhan sebanyak 39 siswa. Semua berasal dari SDN 2 Bedingin.

“Alhamdulillah sekarang siswa SDN 2 Bedingin mayoritas masuk di SMP Satu Atap, kalau dulu siswa SDN 2 sendiri enggan mendaftar,” katanya. Pada PPDB tahun ini, pendaftar Kelas 7 yang baru berjumlah 10 siswa. (*)