Beranda blog Halaman 73

Banjir Bandang Landa Dua Desa di Kecamatan Kradenan, Blora

0

Korandiva – BLORA.- Hujan deras yang mengguyur Desa Sumber dan Desa Mojorembun pada Minggu malam (21/1) mengakibatkan banjir bandang di dua desa yang berada di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.

Hujan terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 05.30 WIB, menggenangi 14 rumah di RT 04 RW 02 Desa Mojorembun dengan ketinggian air mencapai satu meter. Akibatnya, akses jalan menuju Balai Desa Mojorembun tidak bisa dilalui.

Kepala Dusun Sendang Teliko Desa Mojorembun, Suparo menuturkan bahwa air datang secara tiba-tiba dengan arus yang sangat deras, membuat warga terkejut.

Kepala Desa Mojorembun, Syaifudin, menyatakan bahwa meskipun wilayah tersebut sering dilanda banjir, kejadian tahun ini lebih parah dibandingkan sebelumnya. “Memang setiap tahun terjadi banjir, tetapi tidak seperti tahun ini. Hujan sangat deras semalam,” ungkapnya.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pemerintah desa dan warga setempat kini sedang berupaya membersihkan sisa-sisa banjir serta memastikan kondisi lingkungan aman untuk dihuni kembali. (*)

Aminudin

0

Pada Kamis, 23 Januari 2025, Abdullah Aminudin, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKB, menggelar acara bancaan untuk merayakan terpilihnya dirinya. Yang membedakan acara ini dari tradisi selamatan biasa adalah tamu undangan yang hadir, yaitu wartawan-wartawan yang sering meliput kegiatan pemerintahan dan kantor dewan. Keputusan Aminudin untuk mengundang media ini tentu mengundang perhatian, mengingat banyak wakil rakyat yang cenderung menjaga jarak dengan wartawan, khawatir akan pemberitaan yang tidak menguntungkan.

Acara yang awalnya dimaksudkan sebagai syukuran sederhana itu kemudian berubah menjadi forum diskusi terbuka. Setelah Aminudin menyampaikan niatnya, wartawan bergantian bertanya untuk menggali lebih jauh terkait visinya sebagai anggota dewan. Dengan cara ini, Aminudin tidak hanya menunjukkan kedekatan dengan media, tetapi juga membangun komitmen untuk lebih transparan dalam menyampaikan informasi kepada publik. Langkah ini tentu patut diapresiasi, karena membuka ruang bagi publik untuk lebih memahami kerja-kerja legislatif.

Kedekatan antara wakil rakyat dan wartawan sering kali dihindari atau dijaga dengan hati-hati, terutama karena ketakutan akan pemberitaan negatif. Namun, Aminudin menunjukkan pendekatan yang berbeda dengan membuka diri dan bahkan mengungkapkan harapannya terkait kesejahteraan wartawan.

Ini menunjukkan bahwa kedekatan dengan media, jika dijalin dengan niat baik dan profesionalisme, dapat memperkuat hubungan antara pejabat publik dan masyarakat. Terlebih lagi, media memiliki peran sentral dalam membentuk opini publik dan menyampaikan informasi yang akurat.

Lebih dari itu, hubungan yang terbuka ini memungkinkan wakil rakyat untuk lebih cepat merespons isu-isu yang berkembang. Ketika kebijakan atau keputusan pemerintah dipertanyakan, media yang memiliki akses langsung ke pejabat publik bisa memberikan klarifikasi yang dibutuhkan. Ini mengurangi potensi kesalahpahaman dan mencegah terjadinya misinformasi yang dapat merusak citra pemerintahan.

Melalui komunikasi yang lancar dan jujur, kedekatan ini dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Namun, kedekatan yang terjalin harus tetap dijaga dengan profesionalisme dan integritas. Jangan sampai hubungan ini dimanfaatkan untuk tujuan pencitraan atau manipulasi pemberitaan demi keuntungan politik pribadi. Jika dilakukan dengan benar, komunikasi terbuka antara wakil rakyat dan wartawan akan menciptakan dampak yang positif bagi masyarakat. Semoga langkah Abdullah Aminudin ini bisa menjadi contoh bagi wakil rakyat lainnya dalam menjalin hubungan yang lebih konstruktif dengan media demi kemakmuran rakyat, bukan sekadar untuk pencitraan belaka.
*

Hindari Kenakalan Remaja, Jajaran Polsek Wedarijaksa Laksanakan Sosialisasi di Sekolah

0

Korandiva – PATI.- Untuk mencegah dampak negatif yang dapat memengaruhi anak dan remaja, Kapolsek AKP Suntoro bersama jajaran Polsek Wedarijaksa melaksanakan sosialisasi di beberapa sekolah pada Rabu, 22 Januari 2025. Kali ini, mereka mengunjungi SMPN 2 Trangkil Pati.

Dalam kegiatan ini, Kapolsek AKP Suntoro tidak hanya berinteraksi dengan siswa-siswi dan melibatkan para guru saja, tapi dengan mengatakan “Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang hal-hal yang berpotensi melanggar hukum”, ucap Suntoro.

Hal-hal tersebut di antaranya:
Larangan kepemilikan senjata tajam sesuai dengan UU Darurat beserta ancaman hukumannya, serta larangan keluar malam jika tidak ada keperluan mendesak. Siswa juga diingatkan untuk tidak terlibat dalam kelompok yang dapat merusak masa depan dan membawa mereka berhadapan dengan hukum. Diharapkan siswa sudah berada di rumah paling lambat pukul 21.00 WIB.

Guru diimbau untuk secara aktif menyampaikan pesan-pesan positif terkait bahaya bullying dan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat mengawasi perilaku siswa dengan baik, baik di sekolah, di jalan, maupun di lingkungan sekitar. Siswa pun diingatkan untuk menjaga perilaku baik di media sosial dan dalam pergaulan, guna mencegah terjerumus dalam hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Pihak sekolah dan guru diharapkan selalu responsif terhadap perilaku negatif yang mungkin ditunjukkan oleh siswa. Dengan memberikan perhatian yang cepat dan tepat, diharapkan permasalahan dapat segera ditangani sebelum berkembang lebih lanjut.

Jika ada yang mengetahui atau melihat potensi masalah yang dapat mengganggu ketertiban di sekolah atau lingkungan sekitar, pihak yang bersangkutan diminta untuk segera melapor ke Bhabinkamtibmas atau Polsek setempat, sehingga permasalahan dapat diantisipasi dengan cepat.

“Saya berharap bahwa setelah sosialisasi ini, siswa-siswi di wilayah hukum Wedarijaksa dan Trangkil akan lebih memahami pentingnya menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan masa depan mereka”, tutup Kapolsek AKP Suntoro. (*)

Sirkuit Panahan IV Siap Lahirkan Atlet Nasional Profesioanal

0

Korandiva – PATI.– Bertempat di Stadion Joyokusumo, sebanyak 385 atlet dari 30 kabupaten/kota mengikuti “Sirkuit Panahan IV”, Kamis (23/1/2025) yang menjadi ajang kompetisi panahan yang digelar selama tiga hari oleh Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani).

Dalam ajang yang akan berakhir hingga 26 Januari 2025 nanti, bertujuan untuk membina atlet panahan. Hal tersebut diungkapkan oleh Sujarwanto Dwiatmoko, Ketua Umum PD Perpani Jateng sekaligus Pj Bupati Pati yang menilai cabang olahraga panahan menunjukkan kemajuan selama lima tahun terakhir.

“Kegiatan ini adalah ajang pembibitan atlet secara terstruktur menuju prestasi nasional. Sirkuit ini membuktikan pembinaan kami telah melahirkan atlet nasional yang konsisten,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Abdul Razak, Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi PB Perpani yang menyatakan bahwa hasil sirkuit akan menjadi seleksi untuk ajang nasional dan internasional. “Atlet berprestasi hari ini berpeluang tampil di Kejurnas dan Olimpiade,” jelasnya.

Sementara itu dukungan dan apresiasi juga diberikan oleh Nana Sudjana, Pj Gubernur Jawa Tengah yang berharap melalui ajang tersebut Provinsi Jawa Tengah mampu menargetkan menjadi juara umum di PON 2028 untuk cabang olahraga panahan.

“Kami optimis panahan akan membawa nama Jawa Tengah semakin Berjaya. Event ini menjadi bukti keseriusan kita dalam membangun mental juara para atlet,” harapnya.

Dan dari ajang yang didukung penuh oleh beberapa sponsor baik lokal dan nasional tersebut diikuti total oleh 175 atlet putri an 210 atlet putra. (*)

Cuaca Ekstrem di Perairan Jawa, Bikin Nelayan Kecil Waspada

0

Korandiva – PATI.– Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati baru-baru ini merilis peringatan waspada untuk nelayan kecil karena cuaca buruk mulai melanda di perairan Jawa.

Nelayan dengan kapal bermuatan 5 gross tonnage ke bawah sangat beresiko jika melaut dalam keadaan cuaca buruk, karena berdasar informasi gelombang laut di perairan Jawa mencapai 1,5 sampai 2,5 meter dan hal tersebut disampaikan oleh Taryadi selaku Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap DKP Kabupaten Pati.

Diperkirakan sejak Desember 2024 sampai Januari 2025 nanti cuaca ekstren bakal terus berlangsung. “Gelombang saat ini cukup tinggi terutama untuk nelayan-nelayan kecil ini kan harus waspada. Dengan kondisi masa transisi. Angin Timur Semarang kondisinya lebih mengkhawatirkan dibandingkan angin Utara,” jelasnya.

Ditambahkan untuk para nelayan kecil diingatkan tidak beraktivitas di perairan lebih dari 5 mil dari bibir pantai jika ingin tetap melaut.

“Nelayan kita mata pencahariannya disitu, kalau tetao melaut tapi jangkauan tidak terlalu jauh di bawah 5 mil. Karena semua untuk menjaga keselamatan mereka sendiri,” himbaunya.

Sementara itu prediksi gelombang dari BMKG yang diterima oleh DKP dirilis dalam sehari sebanyak dua kali untuk terus memantau arah gelombang laut Jawa.

Dan untuk selanjutnya akan diinformasikan secara berkala kepada para Pendamping Perikanan Lapangan (PPL) serta kelompok-kelompok nelayan kecil di Kabupaten Pati. (*)

Perbaikan Jalan di Pati Menunggu Pelantikan Bupati

0

Korandiva – PATI.- Beberapa pekan terakhir ramai dibicarakan masyarakat tentang problem klasik yang terus menuai keluhan yaitu kerusakan jalan di banyak titik ruas jalan di Kabupaten Pati.

Dan yang terbaru masyarakat mulai mempertanyakan kapan waktu pengerjaan dimulainya perbaikan jalan mengingat sudah memasuki musim penghujan yang otomatis memperparah kondisi jalan. Terlebih untuk tahun 2025 Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pastinya sudah digodok oleh DPRD Kabupaten Pati.

Ditemui awak media terkait hal tersebut, Kamis (23/1/2025) Hasto Utomo selaku Kabid Bina Marga mewakili Plt Kepala Dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) menyebut upaya perbaikan selain menunggu pelantikan Bupati pati terpilih bulan Maret 2025 nanti juga karena mengikuti instruksi presiden.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa melalui Kementrian Keuangan dan Kementrian Dalam Negeri atas instruksi Presiden Prabowo Subianto bahwa transfer anggaran ke daerah ditunda.

Berdasarkan hal tersebut otomatis pemerintah di daerah belum bisa melakukan pengadaan barang dan jasa termasuk belanja daerah terkait pekerjaan infrastuktur perbaikan jalan yang dipertanyakan masyarakat.

“Tindak lanjut arahan presiden mengenai pelaksanaan anggaran transfer ke daerah tahun 2025. Intinya daerah diminta mencadangkan sebagian dana transfer ke daerah dan melakukan penundaan pengadaan barang jasa sampai terbitnya peraturan menteri keuangan tentang besaran dana transfer yang dicadangkan,” jelasnya.

Hasto menambahkan jika mengacu pada jadwal pelantikan Bupati Pati di pertengahan atau akhir bulan Maret maka perbaikan dimulai paling cepat awal bulan April 2025 atau diperkirakan setelah hari raya Idul Fitri. “Jadi perkiraan sekitar akhir Maret atau awal April 2025 pelaksanaannya,” tambahnya.

Pihaknya berharap masyarakat memaklumi perihal tersebut dan bersabar menunggu jadwal perbaikan jalan dimana untuk semua titik-titik kerusakan sendiri sudah dilakukan pendataan oleh dinas terkait. (*)

Pasar Imlek 2025 Mulai Digelar di Kawasan Pecinan Pati

0

Korandiva – PATI.– Sejumlah kegiatan mulai digelar di kawasan Pecinan untuk meramaikan perayaan Imlek di Kabupaten Pati pada Kamis sore (23/1/2025). Bertempat di Klenteng Hok Tik Bio acara dibuka secara simbolis oleh Pj Bupati Pati Sujarwanto Dwiatmoko bersama Forkompinda dengan disambut leang leong dan pementasan barongsai yang identik dengan perayaan Imlek.

Warga masyarakat tampak mulai memadati kawasan pecinan untuk melihat pasar Imlek yang rencananya akan berlangsung hingga Rabu (29/1/2025) mendatang.

Sementara itu dalam wawancara bersama awak media, Edy Siswanto, Ketua Klenteng Hok Tik Bio menjelaskan beberapa agenda kegiatan dalam rangkaian perayaan Imlek tahun 2025.

Sejumlah acara yang siap digelar selain pasar Imlek adalah kirab ritual budaya, silahturahmi klenteng dan fashion show bertema Mandarin.

“Dalam kirab nanti akan diramaikan berbagai kesenian. Ada barongsai, reog Ponorogo, barongan serta marching band,” ungkapnya.

Edy menambahkan bahwa dalam gelaran pasar Imlek kali ini akan melibatkan 103 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tidak hanya dari lokal Pati saja. Dan semoga pasar Imlek mampu meempercepat laju roda perekonomian warga.

Untuk tahun 2025 ini, Edy menyebut bahwa kita memasuki tahun ular kayu. Dan semoga tidak akan terjadi bencana banjir besar di tahun ini.

“Berbeda dengan tahun naga yang memungkinkan terjadinya banjir. Kalau tahun ular kayu kan kecil jadi tidak mungkin banjir,” ucapnya.

Harapan di Imlek tahun ini juga disampaikan Edy semoga untuk Kabupaten Pati mampu lebih baik dalam menjaga kondusifitas dan meningkatkan kesejahteraan masyaratkatnya. “Harapannya Imlek tahun 2575 ini bisa lebih baik dari tahun lalu,” imbuhnya

Hal serupa juga disampaikan oleh Pj Bupati pati yang berharap dengan digelarnya berbagai kegiatan menarik untuk perayaan Imlek tahun ini bisa menjadi daya tarik wisatawan dan mengajak masyarakat untuk datang dan berbelanja di stand UMKM. “Semoga di tahun ini bisa membawa kedamaian dan keberuntungan,” pungkasnya. (*)

Pelaku Catut Nama Wakil Ketua DPRD Pati, Camat Tayu Nyaris Jadi Korban Penipuan

0

Korandiva – PATI.– Modus penipuan dengan mengatasnamakan pejabat di Kabupaten Pati kembali terjadi. Yang terkini, dalam modus tersebut pelaku mencatut nama Bambang Susilo selaku wakil ketua DPRD Kabupaten pati yang sekaligus juga sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Pati.

Berawal dari Camat Tayu, Imam Rifai yang mengungkapkan bahwa dia hampir menjadi salah satu sasaran target pelaku penipuan tersebut.

Dikisahkan bahwa pada Selasa (21/1/2025) dia menerima pesan singkat melalui whatsapp dari nomor 081-324-569-053. Selain itu pelaku juga menelfon untuk meminta nomor perwakilan pimpinan PT. Laju Perdana Indah (LPI).

“Saat menelpon saya merasa suaranya tidak seperti suara Pak Bambang. Karena itu, saya langsung menghubungi nomor pribadi beliau. Ternyata itu bukan Pak Bambang,” ungkapnya.

Dalam aksinya pelaku belum sempat meminta sejumlah uang, karena permintaan nomor pimpinan PT LPI justru sudah memancing kecurigaan. Apalagi setelah dipastikan bahwa nomor yang menghubungi bukan milik Bambang Susilo, aksi pelaku akhirnya diabaikan oleh Imam.

Sementara itu Bambang Susilo juga membenarkan bahwa ada oknum yang berusaha mencatut nama dan kedudukannya untuk maksud dan tujuan tertentu. Dan menanggapi hal tersebut, Bambang menyikapi dengan segera memposting klarifikasi di status whatsapp pribadinya untuk mengantisipasi dan mencegah jatuhnya korban dari aksi pelaku tersebut.

Dalam pesan yang dibagikan dan disertai foto nomor pelaku Bambang menulis:
“Yth. Sahabat, teman-teman, dan Bapak/Ibu sekalian. Ada yang menggunakan profil dan kedudukan saya dengan nomor HP yang bukan milik saya. Apabila dihubungi nomor HP tersebut, mohon diabaikan karena itu bukan kontak saya,” jelasnya.

Kasus serupa sering kali terjadi bahkan sampai muncul korban dan kerugian materi yang tidak sedikit, untuk itu Bambang pun berharap kewaspadaan dari masyarakat atas munculnya kembali modus penipuan seperti ini.

“Kasus seperti ini sering terjadi, jadi kami harap masyarakat tidak mudah percaya dan langsung memverifikasi kepada pihak terkait jika ada permintaan mencurigakan,” pesannya.

Langkah verifikasi menjadi sangat penting karena itu bisa menggagalkan rencana pelaku untuk mencatut nama korbannya demi keuntungan pribadinya.

Menyikapi kejadian ini semoga ada tindak lanjut sebagai upaya mencegah kasus serupa tidak menimpa kepada siapapun. Terlebih untuk masyarakat supaya bisa lebih berhati-hati ketika mendapatkan pesan singkat atau telepon dari nomor asing atau yang tidak dikenal, apalagi belakangan ini pelaku kerap mencatut sosok pejabat atau tokoh masyarakat. Dan dengan modus yang semakin beragam semoga kita lebih waspada. (*)

Terjadi Gesekan Antar Serikat Pekerja, FSPMI Audiensi dengan Disnaker Pati

0

Korandiva – PATI.- Dinilai penting guna mengantisipasi terjadinya gesekan antar serikat pekerja, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mendesak agar ada prosedur terkait tata cara perpindahan antar serikat pekerja.

Digelar di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati, Rabu (22/1/2025) Pimpinan FSPMI cabang eks Karesidenan Pati, Erwin Kurniawan mengungkapkan bahwa telah diadakan audiensi terkait tuntutan mengenai prosedur perpindahan antar serikat pekerja. “Kami ingin menjaga kondusivitas,” ungkapnya.

Menurut Erwin anggota serikat pekerja seharusnya bisa diverifikasi terlebih dahulu sebelum dicatatkan. Namun yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Yang akhirnya menjadi polemik karena prosedurnya justru dicatatkan terlebih dahulu.

“Kalau prosedur jelas, potensi perselisihan dengan serikat pekerja lain tidak akan terjadi,” tegasnya.

Dampak yang terjadi dari ketidakjelasan prosedur tersebut diungkapkan pula oleh Erwin, bahwa ada tujuh anggota saat ini yang mendadak berpindah ke serikat pekerja lain.

“Terkait hal tersebut kami akan membawa ke pengadilan hukum industrial. Karena yang bisa menentukan anggota serikat mana, tentu ada di pengadilan,” sambungnya.

Dijelaskan pula olehnya bahwa hingga saat ini ada kurang lebih 1.200 orang anggota FSPMI di Kabupaten Pati.

Sementara itu mediator pada Disnaker Pati, Rustanto menilai persoalan tersebut salah alamat. Karena seharusnya perselisihan antar serikat pekerja dalam satu perusahaan. “Tetapi tidak memenuhi syarat untuk itu. Nanti akan ada pertemuan kedua,” jelasnya.

Diharapkan pada pertemuan lanjutan yang akan diagendakan nanti Rustanto mencoba akan mengupayakan meluruskan persoalan tersebut hingga menemui titik terang. “Akan coba kami luruskan agar ada titik temu,” tutupnya. (*)

Perampokan di Sukolilo, Bawa Kabur iPhone dan Uang Ratusan Juta

0

Korandiva – PATI.- Kota Pati dikejutkan dengan berita perampokan yang terjadi di Dukuh Krajan Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Aksi pencurian dengan kekerasan tersebut terjadi di rumah ZU (43) pada Senin (20/1/2025).

Ditemui guna memberikan informasi kepada awak media, Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama melalui Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan membenarkan, bahwa peristiwa pencurian terjadi ketika korban ZU sedang tidur di rumahnya. Kemudian terdengar ada suara pintu terbuka dan melihat dua orang berusaha merangsek masuk ke dalam kamar yang memaksa korban membela diri dan terjadilah perkelahian yang mengakibatkan korban terluka.

“Korban ZU mengalami luka sayat di kepala akibat saling merebut senjata tajam yang dibawa pelaku, kemudian korban juga diancam akan dibunuh jika melakukan perlawanan,” terangnya.

Dari peristiwa tersebut, menurut keterangan dari pihak kepolisian, korban beserta istri dan anaknya diikat oleh pelaku dan harta korban berupa uang tunai dan handphone berhasil dibawa kabur oleh pelaku yang menggunakan dua sepeda motor dan melaju ke arah Barat.

“Atas kejadian tersebut pelapor (korban) mengalami kerugian di atas Rp. 300 juta dari uang dan HP merk I phone,” tambahnya.

Berdasarkan laporan dari korban ZU saat ini pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh unit Reskrim Polresta Pati. (*)