Beranda blog Halaman 72

Kasus Perampokan di Sukolilo Pati, Polisi Periksa Beberapa Saksi di Lokasi Kejadian

0

Korandiva – PATI.– Kepolisian Sektor Sukolilo, Polres Pati, saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa perampokan yang terjadi di sebuah rumah warga di Desa Kedung Winong, Kecamatan Sukolilo pada sekitar pukul 01.30, Senin dini hari (20/01/2025).

Sebagian besar saksi telah diperiksa guna mengungkap pelaku dari peristiwa yang mengakibatkan kerugian hingga ratusan juta rupiah. Itu seperti yang disampaikan oleh Kompol M Alfan Armin, Kepala Satreskrim Polresta Pati, yang menyatakan bahwa penyelidikan terus berlangsung untuk menemukan pelaku dugaan perampokan itu.

“Kami terus menyelidiki,” katanya. Selain itu, dia menyebut bahwa beberapa saksi telah dimintai keterangan. Seperti halnya melakukan pemeriksaan korban dari insiden tersebut.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan pada pelapor atau korban,” katanya. Selain keluarga korban, Kepala Unit Reserse Kriminal (Kapolres) Polda Metro Jaya juga mengaku telah memeriksa sejumlah saksi yang menduga melihat pelaku di jalan.

Selama penyelidikan, polisi berhasil menemukan ponsel korban yang dicuri tampaknya telah dibuang oleh penyerang. Ponsel tersebut ditemukan oleh warga di Kecamatan Sukolilo. “Ponsel milik korban yang dibuang oleh pelaku berhasil ditemukan kembali. Kami juga telah meminta keterangan dari orang yang menemukan ponsel tersebut,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Yuhdi, pemilik toko grosir kelontong di Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Pati, dilaporkan telah menjaadi korban perampokan pada Senin (20/1/2025). Pelaku penyerangan dilaporkan berjaga di luar rumah sementara dua orang lainnya mendobrak masuk dan melakukan perampokan.

Setelah berhasil membobol kunci gerbang, pelaku langsung membobol masuk ke dalam rumah dengan cara mendobrak pintu.
Istri korban mendengar suara keras dan berusaha keluar kamar hingga akhirnya diusir. Pelaku yang diduga membawa senjata tajam berusaha mengarahkannya ke istri korban.

Melihat hal tersebut, korban melakukan perlawanan hingga mengalami luka di bagian tangan dan kepala serta anak korban sempat memberikan perlawanan. Namun, tindakannya harus dihentikan setelah diancam dengan benda seperti pistol.

Anak korban juga mengalami cedera pada punggung dan kaki. Hanya saja lukanya tidak terlalu serius. Namun, tindakannya harus dihentikan setelah ia diancam dengan benda seperti pistol.

Anak korban juga mengalami cedera pada punggung dan kaki. Hanya saja lukanya tidak terlalu serius. Geng Kawanan perampok tersebut juga mengambil kamera CCTV untuk menghilangkan barang bukti. (*)

Patroli Balap Liar di Pati, Polsek Wedarijaksa Amankan 2 Motor

0

Korandiva – PATI.- Jajaran Kepolisian Sektor Wedarijaksa dan Kota Pati melakukan operasi balap liar dan pelanggaran lalu lintas yang dapat menimbulkan kecelakaan serta terhadap kendaraan yang knalpotnya tidak memenuhi standar atau menimbulkan kebisingan, Sabtu sore (25 Januari 2025).

Kapolres Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama melalui Kapolsek Wedarijaksa AKP Suntoro mengatakan, pihaknya melakukan patroli, memeriksa dan menyita dua sepeda motor yang terlibat balap liar. “Dari operasi preventif ini menangkap 2 orang pengendara SPM yang diduga ikut balap liar lalu dibawa ke Polsek Wedarijaksa,” ujarnya.

Kapolres Wedarijaksa menambahkan, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan knalpot yang berisik dan mematuhi peraturan lalu lintas serta tidak melakukan balap liar karena sangat membahayakan dan dapat mengganggu keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.

“Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan roda dua dan empat, dengan fokus pada barang bawaan berupa minuman keras, senjata tajam, bahan peledak, dan surat-surat kendaraan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di masyarakat,” pungkasnya. (*)

Produksi Bawang Merah Menurun Drastis, Petani di Pati Hadapi Tantangan Besar

0

Korandiva – PATI.- Produksi bawang merah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengalami penurunan yang sangat signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Para petani mengungkapkan kekhawatiran mereka akibat kondisi tersebut yang dipicu oleh berbagai faktor, termasuk cuaca ekstrim dan harga jual yang terus merosot.

Menurut para petani lokal, musim hujan yang tidak menentu dan curah hujan yang tinggi membuat tanah menjadi terlalu basah, sehingga menghambat pertumbuhan bawang merah. Selain itu, beberapa petani juga menghadapi kesulitan dalam mendapatkan bibit berkualitas yang dapat mendukung hasil panen yang optimal.

Salah seorang petugas di bidang Tanaman dan Holtikultura (TPH) Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Munjamil saat dikonfirmasi, Senin (27/01/2025) mengungkapkan bahwa kondisi ini telah membuat pendapatannya menurun drastis.
Ia mengatakan, penurunan harga bawang merah secara signifikan pada Tahun 2024 lalu. Penurunan terjadi pada Bulan Januari sampai Juli lalu.

Munjamil Menambahkan hasil bawang merah di Kabupaten Pati pada Tahun 2024 sebanyak 229.259.8o Kwintal
Angka tersebut menjadi perbandingan dengan tahun 2023 dengan total produksi bawang merah sebanyak 264.419 Kwintal.
“Pada bulan Desember 2024 Produksi bawang merah sebanyak 229.259.80 Kwintal. Capaian Produksi bawang merah tahun 2024 ini kalau dibandingkan dengan tahun 2023 memang benar mengalami penurunan. Penurunan kisaran 13,26% untuk produksinya,” ungkap Ketua Tim Hortikultura.

Faktor pengaruh tidak cuma pada harga, tetapi juga ada faktor lain seperti serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
Ia mengatakan bahwa serangan OPT pada bawang merah paling sering terjadi selama musim penghujan. Selain itu, hasil produksi bawang merah cenderung menurun selama musim kemarau.

Menurutnya, jamurnya tinggi selama musim penghujan. Namun, ketika musim kering (kemarau) dimulai pada bulan April, Mei, Juni, dan Juli, kondisinya benar-benar pulih. “Selain itu, alih-alih fungsi lahan memiliki efek yang sama pada penurunan produksi. Para petani, seperti petani di Kecamatan Batangan dan Jaken, lebih suka menanam tanaman yang lebih menjanjikan dengan harga rendah,” ungkapnya.

Di daerah ujung timur Kabupaten Pati, petani lebih suka menanam tanaman tembakau. Dia menjelaskan, sebagian besar petani, terutama di Jaken dan Batangan lebih cenderung menanam tembakau, jadi ada alih-alih fungsi lahan bawang merah ke tembakau.
“Tandanya, walaupun masih banyak yang menanam, hal-hal ini terkadang membuat petani enggan menanam,” tambahnya. (*)

CFD Pati Bakal Kembali Digelar, Warga Antusias Menyambutnya

0

Korandiva – PATI.- Acara Car Free Day (CFD Pati) yang biasanya dilaksanakan di Alun-Alun Pati, Jawa Tengah, akan kembali digelar. Sebelumnya, CFD Pati telah vakum selama lebih dari setahun.

CFD Pati akan kembali di Alun-Alun Pati pada Februari 2025 dan akan diselenggarakan secara rutin pada Minggu pertama dan ketiga setiap bulan.

Selasa, 28 Januari 2025, Agus Setiyadi, Kabid Penataan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Pati, mengumumkan berita baik itu.

Dia mengatakan, “Baru mulai lagi dengan budget yang ada, apalagi tahun lalu tidak ada CFD (Car Free Day) sama sekali. Car Free Day tahun ini akan berlangsung dua kali.”

Sebelum mengadakan CFD, berkonsultasi dengan berbagai pihak, termasuk kepala daerah setempat. Jadwal CFD Pati berlangsung dari Alun-Alun Pati hingga Jalan Panglima Sudirman.

Agus Setiyaji menyatakan, “Jalur hijau Car Free Day yaitu lingkaran Alun-Alun dan Jalan Panglima Sudirman, mulai dari Tugu Alun-Alun hingga Pertigaan Cinderamata.”

Ia mengatakan bahwa CFD di Alun-Alun Pati menyediakan berbagai layanan publik, seperti pembayaran pajak kendaraan bermotor oleh Samsat Pati dan layanan kependudukan oleh Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) Kabupaten Pati.

Kemudian, Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Pati menawarkan layanan perpustakaan keliling kepada masyarakat melalui layanan yang disediakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Selain itu, ada banyak hiburan yang ditawarkan. Ini termasuk pentas seni anak sekolah dari siswa SMP dan SMA, komunitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan senam dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pati.

Dia menutupnya dengan mengatakan, “Ada layanan gratis dari OPD yang bergerak di pelayanan, seperti Samsat, perizinan, BPJS, layanan kependudukan, dan lain-lain. Ada kegiatan edukasi, seni budaya, hiburan, juga olahraga praktis.”

Menurut informasi, CFD bertujuan untuk mengurangi polusi udara, mendorong pola hidup ramah lingkungan, dan meningkatkan interaksi masyarakat. Pihaknya juga berharap CFD ini dapat mengurangi polusi udara di Bumi Mina Tani. (*)

Jalan Winong-Gabus Pati Tak Kunjung Tuntas

0

Korandiva – PATI.- Warga mengeluhkan kondisi Jalan Raya Winong-Gabus yang terus-menerus rusak meskipun sudah beberapa kali diperbaiki.

Samsul (33), seorang warga Desa Kebowan Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, merasa heran dengan kondisi jalan yang menghubungkan Desa Winong dan Kebowan tersebut. Menurutnya, setiap kali jalan tersebut selesai diperbaiki, tak lama kemudian kerusakan kembali terjadi.

Terakhir kali jalan tersebut diperbaiki sekitar empat bulan yang lalu, namun saat ini kondisinya sudah kembali rusak parah dengan banyak lubang.

Samsul mengungkapkan bahwa Jalan Raya Winong-Gabus mengalami kerusakan sepanjang lebih dari 150 meter. Ia menduga, kerusakan tersebut disebabkan oleh aspal yang tipis dan genangan air yang muncul setiap musim hujan.

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Jaza Khoerul Sofyan, menyatakan bahwa ia selalu mengajukan usulan untuk perbaikan Jalan Raya Winong-Gabus setiap kali ada pertemuan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ia juga sering menerima keluhan dari warga dan pengendara motor mengenai kondisi jalan yang buruk tersebut.

Jaza menekankan bahwa isu ini memang selalu ia bicarakan dalam setiap pertemuan, mengingat jalur tersebut berada di daerah tempat tinggalnya, di sebelah barat SMPN 1 Winong. Ia berharap pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati segera menindaklanjuti dengan melakukan perbaikan jalan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

Ia juga berharap komunikasi lebih lanjut dengan DPUTR akan mendorong cepatnya pembangunan jalan yang sudah lama menjadi keluhan warga, dengan hasil yang tentunya bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Sementara itu Hasto Utomo, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Pati, menjelaskan bahwa perbaikan jalan tersebut sudah direncanakan pada Maret hingga April 2025, dengan anggaran sebesar Rp700 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Pati 2025. Meski demikian, ia menyebutkan kemungkinan adanya tambahan dana setelah pelantikan bupati terpilih, yang akan menyesuaikan anggaran untuk penanganan jalan rusak. (*)

Dinas Pendidikan Pati Akan Melarang Sekolah Menjual LKS

0

Korandiva – PATI.- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati berencana untuk mengeluarkan surat imbauan kepada pihak sekolah terkait larangan penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS).

Kebijakan ini muncul karena keberadaan LKS di sekolah-sekolah telah menimbulkan kontroversi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo, menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengadakan rapat untuk membahas

kebijakan terkait LKS, mengingat pihaknya sering menerima keluhan dari masyarakat mengenai penjualan LKS di sekolah-sekolah.
Tulus Budiharjo menjelaskan bahwa mereka telah melarang penjualan LKS di sekolah, namun laporan mengenai hal tersebut terus diterima. Ia juga menambahkan bahwa jika ada sekolah yang tetap menjual LKS dan orang tua merasa keberatan, maka mereka tidak perlu membeli LKS tersebut.

Sementara itu Slamet, seorang wali murid menyampaikan keluhannya tentang masih adanya iuran sukarela yang dibebankan kepada orang tua siswa. Iuran tersebut diantaranya digunakan untuk membeli LKS, kegiatan piknik, dan kebutuhan lainnya.

Slamet menegaskan bahwa orang tua menginginkan pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka tanpa adanya beban biaya tambahan yang berat. Ia berpendapat bahwa seharusnya pemerintah yang bertanggung jawab dalam menyediakan sarana dan prasarana sekolah, bukan orang tua.

Lebih lanjut Slamet berharap, pihak sekolah tidak lagi membebani orang tua dengan biaya tambahan yang memberatkan. Ia juga mengingatkan bahwa banyak masyarakat yang beranggapan bahwa pendidikan di sekolah seharusnya diberikan secara gratis, tanpa adanya biaya tambahan. Bagi kalangan masyarakat yang kurang mampu, hal ini menjadi beban berat, dan meskipun mereka merasa keberatan, mereka merasa tidak memiliki banyak pilihan. (*)

Tingkatkan Kemitraan kepada Masyarakat, KPH Randublatung Bantu Medical Check-Up Kesehatan

0

Korandiva – BLORA.– Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung menyerahkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngudi Rahayu Desa Randublatung, Rabu, 22 Januari 2025.
Bantuan tersebut berupa perbaikan jalan dan medical check-up kesehatan bagi tenaga kerja non karyawan di TPK Doplang.

Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Selasa (21/01) di aula ruang O1 KPH Randublatung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemitraan serta kepedulian kepada masyarakat desa hutan melalui program TJSL sektor sosial. Bantuan diharapkan mampu mempermudah akses jalan produksi dan meningkatkan kesehatan para pekerja non karyawan.

Administratur KPH Randublatung, Herry Merkusiyanto Putro, melalui Wakil Administratur Rastim menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, khususnya untuk perbaikan jalan menuju embung Keruk.

“Kami juga memberikan bantuan medical check-up kepada tenaga kerja non karyawan di TPK Doplang. Semoga hasilnya baik, dan semua pekerja dalam keadaan sehat,” ujar Rastim. Ia menambahkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan.

Kepala Seksi SDM, Umum, dan IT, Irwan Susanto, menegaskan pentingnya bantuan ini bagi masyarakat sekitar hutan. “Medical check-up ini bermanfaat untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan pekerja, sehingga dapat ditangani segera jika ada masalah. Semoga kerja sama dengan Perum Perhutani semakin baik ke depannya,” ucapnya.

Ketua LMDH Ngudi Rahayu, Dayat, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian KPH Randublatung. Ia berharap bantuan ini memberikan manfaat besar, khususnya bagi masyarakat Dukuh Keruk. “Semoga bantuan ini menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hutan demi kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen KPH Randublatung dalam menjalin kerja sama dan mendukung kesejahteraan masyarakat desa hutan. (*)

Sat Reskrim Polresta Pati Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian AC di Rumah Kost Bersama Barang Bukti

0

Korandiva – PATI.– Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Pati berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di sebuah rumah kost di Desa Panjunan, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka diketahui berinisial MOP (29), seorang karyawan swasta atau anak buah kapal (ABK) asal Sukabumi, Jawa Barat.

Kejadian tersebut bermula pada Selasa, 7 Januari 2025, sekitar pukul 13.00 WIB, ketika penjaga kost sedang membersihkan area kost. Ia menyadari bahwa unit AC outdoor di kamar nomor 1 telah hilang, begitu pula dengan unit AC indoor dan pemanas air (water heater).

Penjaga kost kemudian melaporkan hal tersebut kepada pemilik kost, yang langsung melanjutkannya ke Polsek Pati Kota.
Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika, melalui Kasat Reskrim Kompol M. Alfan Armin, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, Unit Jatanras Satreskrim Polresta Pati bersama Unit Reskrim Polsek Pati Kota melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku. Tersangka MOP diamankan pada Jumat, 24 Januari 2025, sekitar pukul 19.00 WIB.

“Petugas menangkap tersangka di tempat kostnya di Desa Sarirejo, Pati, dan berhasil mengamankan barang bukti hasil kejahatan serta alat yang digunakan untuk melakukan pencurian. Dalam keterangannya, tersangka mengaku telah mencuri pemanas air milik korban pada Jumat, 3 Januari 2025, sekitar pukul 01.00 WIB, dan mencuri unit AC pada pukul 11.00 WIB,” ungkapnya.

Kompol M. Alfan Armin mengungkapkan bahwa tersangka menjalankan aksinya dengan cara mencongkel jendela kamar menggunakan kunci Inggris. Setelah itu, ia mencopot AC indoor, AC outdoor, dan water heater milik korban.

“Tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Pati untuk proses hukum lebih lanjut. Perbuatannya dikenai Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, yang memberikan ancaman pidana hingga 7 tahun penjara,” tegasnya tanpa kompromi. (*)

Warga Kendeng Siap Menentang Rencana Pendirian Pabrik Semen

0

Korandiva – PATI.- Isu mengenai rencana pembangunan pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng, khususnya di Kabupaten Pati masih terus menjadi perbincangan hangat. Beberapa waktu yang lalu, warga Kendeng bahkan melakukan aksi penolakan terhadap rencana tersebut, yang dikabarkan akan dibangun di Kecamatan Tambakromo.

Menyikapi isu pembangunan pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng, warga Kendeng menyatakan kesiapannya untuk menentang rencana tersebut, agar proyek tersebut tidak terlaksana.

“Dengan terpilihnya Pak Prabowo, kami tidak akan berhenti berjuang, terus bergerak, dan bersuara hingga rencana pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng dihentikan,” tegas Gunretno, Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK).

Ia menambahkan, meskipun sudah ada pergantian pemimpin di tingkat presiden, gubernur, dan bupati, masalah pabrik semen ini tetap belum selesai sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Gunretno juga mengungkapkan bahwa mereka telah menjalin komunikasi langsung dengan para pemegang saham dan pemilik pabrik semen tersebut, dan akan terus memperjuangkan agar rencana ini tidak dilanjutkan.

“Menurut si penanam saham, yang mengundang itu memang dari pihak pemerintah Indonesia, dan pastinya yang dimaksud adalah pemerintahan sebelum Pak Prabowo,” ujarnya.

“Kami udah jelas bilang, program andalan Pak Prabowo itu fokus buat kedaulatan pangan. Tapi, kami cuma mau dukung kalau di Pegunungan Kendeng itu nggak ada pabrik semen! Dukungan dari warga Kendeng buat program Pak Prabowo pasti bakal kuat, apalagi dengan kepadatan penduduk di Jawa yang luar biasa!” tegasnya. (*)

Diduga Kumpul Kebo, Inspektorat Pati Akan Panggil Kades Tanjungrejo

0

Korandiva – PATI.- Inspektorat Kabupaten Pati telah resmi memulai penyelidikan terhadap oknum Kepala Desa di Kecamatan Margoyoso terkait dugaan skandal yang melibatkan kehidupan pribadinya. Penyelidikan ini dilakukan setelah adanya laporan dari warga yang menilai kepala desa tidak transparan dalam tindakannya.

Tokoh masyarakat Desa Tanjungrejo, Kunawi mengungkapkan bahwa masalah ini bermula dari kecurigaan warga terhadap oknum kepala desa yang diketahui tinggal serumah alias kumpul kebo dengan seorang wanita. Warga merasa sangat kecewa karena kepala desa tersebut mengaku sudah menikah siri, sementara surat nikahnya dikatakan masih dalam proses pengurusan.

“Warga meminta agar kepala desa segera diberhentikan dan posisi tersebut segera diisi oleh pejabat sementara. Kami telah menyerahkan pernyataan sikap resmi yang mewakili lima perwakilan warga,” tegas Kunawi.

Warga menuntut agar proses penyelidikan ini dilakukan secara transparan dan cepat untuk menyelesaikan masalah yang berpotensi merusak integritas pejabat desa dan kepercayaan masyarakat.

Kepala Inspektorat Pati, Agus Eko Wibowo menegaskan bahwa pihaknya telah memanggil camat, kepala seksi pemerintahan, dan sejumlah saksi yang melaporkan kejadian ini untuk memperoleh keterangan lebih lanjut.

“Kami sedang mengumpulkan semua data yang diperlukan untuk pemeriksaan menyeluruh. Dalam waktu dekat, kami akan memanggil Kepala Desa dan pihak terkait untuk memberikan klarifikasi,” ujar Agus Eko.

Inspektorat berencana memanggil Kepala Desa dan pihak-pihak terkait pada minggu depan untuk memberikan klarifikasi yang diperlukan dan memastikan keputusan yang tepat demi kepentingan masyarakat serta pemerintahan desa yang lebih baik. (*)