Beranda blog Halaman 71

Tahun Ini, Puluhan SPBU di Pati akan Dilakukan Tera Ulang

0

Korandiva – PATI.– Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Metrologi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Arip Adi Purnomo menyatakan akan melakukan uji tera secara serentak pada SPBU di wilayah Pati mulai Januari hingga Maret 2025.

Dikatakan bahwa, UPT Metrologi Legal telah melakukan inspeksi di tiga SPBU pada bulan Januari ini dan tidak menemukan kendala terkait alat ukur maupun BBM yang dikeluarkan.

“Kami telah melakukan tera di tiga SPBU pada bulan Januari, dan kami berencana melakukannya lagi pada bulan Maret,” ujarnya, Kamis (30/1/2025).

Ia menambahkan, bahwa tera ulang tahun ini dilakukan setiap bulan untuk melindungi hak konsumen saat mereka membeli bahan bakar untuk kendaraan mereka. Uji tera teratur memastikan hak konsumen tidak dirampas oleh SPBU.

“Jika tera rutin dilakukan pada alat SPBU, saya jamin tidak ada hak konsumen yang terlewatkan. Ini pentingnya tera untuk perlindungan konsumen,” pungkas Arip. (*)

Kemenag RI akan Selenggarakan Pendidikan Profesi Guru, Kelompok Pertama Akan Diikuti 47 Ribu Guru Madrasah dan Guru Agama

0

Korandiva – PATI.– Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) akan menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Berkaitan dengan hal itu, peserta PPG Daljab Kemenag akan dipanggil mulai 1 Maret 2025. Batch pertama PPG Daljab Kemenag terdiri dari 47 ribu guru madrasah dan guru agama yang telah lulus tes pra-ujian.

Ahmad Syaiku, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati mengatakan, guru madrasah dan guru agama di sekolah umum akan menerima undangan untuk PPG Daljab Kemenag melalui akun EMIS 4.0 atau SIMPATIKA.

“Setelah dinyatakan lolos, peserta harus segera melaporkan diri ke LPTK yang telah ditetapkan melalui platform SIMPATIKA atau SIAGA,” ujarnya ketika ditemui di Aula Lantai 2 Kantor Kemenag Kabupaten Pati, Kamis (30/1/2025).

Menurut Ahmad Syaiku, Kemenag telah menetapkan kuota besar untuk program PPG Daljab dari tahun 2025 hingga 2026, dan 567.563 guru memenuhi syarat untuk menjadi peserta.

“Jumlah ini akan dibagi dalam dua tahun pelaksanaan pada tahun 2025, 419.168 guru, dan pada tahun 2026, 148.395 guru terakhir,” paparnya.

Dalam reaksi terhadap berita tersebut, Kantor Kemenag Kabupaten Pati juga ikut serta dalam menyukseskan program tersebut. Ahmad Syaiku menambahkan, bahwa ia sangat antusias dalam menyikapi informasi penting tentang PPG yang diberikan kepada guru madrasah dan guru agama.

Dalam rakor bersama guru Pendidikan Agama Islam Taman Kanak-kanak (PAI TK), dia menyatakan bahwa Kemenag Kabupaten Pati akan membantu menjaga agar guru agama, termasuk guru TK, menyelesaikan PPG.

“PPG ini menjadi salah satu prioritas kami. Kami akan terus mengawal agar guru agama, termasuk di TK, mendapatkan haknya untuk meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme,” pungkasnya. (*)

Berpapasan dan Saling Pepet di Jalan Raya, Pemuda Antar Desa di Kayen Berseteru Pakai Sajam

0

Korandiva – PATI.– Di Desa Kayen Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, seorang pemuda bersajam membuat keributan. Ada warga mengambil gambar peristiwa ini dan menyebarkannya di internet.

Sebuah video yang tersebar luas menunjukkan beberapa pemuda bercampur aduk dengan seorang pemuda lainnya. Penyebab kekacauan itu belum diketahui.

Beberapa orang yang menyaksikan mencoba melerai, namun seorang pemuda berjaket merah muda malah mengambil celurit, senjata tajam, dari bagasi motor Honda PCX.

Pemuda lain menerima sanjata itu dan diacungkannya. Oleh karena itu, Satpam di daerah turun tangan untuk meredam keadaan.
Kapolsek Kayen, AKP Parsa saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa video yang beredar itu dibuat di wilayahnya.

Dia menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Rabu sore (29/1/2025) di Desa Kayen Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, tepatnya di Jalan Kayen-Sukolilo.

“Itu benar-benar terjadi di Jalan Kayen-Sukolilo, tepatnya di barat pertigaan Kayen. Saat ini kami masih menyelidiki kasus itu,” kata dia pada Kamis, 30 Januari 2025.

Korban yang berseteru dengan pemuda bersajam tersebut adalah salah satu dari dua orang yang telah diminta keterangan oleh polisi terkait peristiwa itu.

Dia juga menambahkan, “Kami juga menemukan barang bukti yang diduga milik pelaku. Selain itu, kami juga telah mendalami video yang beredar.”

Dia mengatakan bahwa kejadian itu dimulai ketika korban naik motor dan para pelaku berpapasan dengan pemuda dari Desa Kayen Kecamatan Kayen, Pati. Korban kemudian dipepet secara tiba-tiba hingga terjadi perseteruan.

“Akhirnya minggir dan terjadi peristiwa itu sama-sama pemuda. Salah satu pelaku kemudian mengambil arit dari jok motor,” jelasnya.

Parsa fokus mencari pelaku dan memastikan korban dalam keadaan baik-baik saja. “Korbannya tidak apa-apa. Lecet saja juga tidak. Kalau ada pelaku sekitar empat orang,” pungkasnya. (*)

LBH Joeang Berjuang

0

Korandiva – PATI.– LBH Joeang akhirnya kalah dalam gugatan mereka atas masalah pengisian perangkat desa 2024 di Pati. Menurut Pulung Hudoprakoso SH MH, hakim tingkat pertama Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, LBH Joeang tidak layak untuk mengajukan gugatan mengenai pengisian perangkat desa di Pati.

Kamis (29/1/2025), Direktur LBH Joeang, Fatkurochman SH MH, menyatakan, “Kami harus menerima keputusan hakim.” Meskipun demikian, ia telah mencoba meyakinkan hakim agar gugatan tetap dibicarakan.

LSM atau LBH mungkin menjadi pihak penggugat yang sah secara hukum atau memiliki hak legal standing, sehingga hakim dapat mendengarkan saksi ahli. Fatkurochman mengatakan, “Namun, hakim menolak argumen kami dan menyatakan gugatan tidak dapat disidangkan.”

Dalam kasus yang disidangkan ke PTUN, tiga hal yang sangat penting: kasus harus kongkrit, individual, dan selesai. Dalam gugatannya di PTUN Semarang, Fatkurochman menyatakan bahwa LBH Joeang kalah dalam syarat individu.

“Karena belasan calon Saksi yang berasal dari calon perades yang kalah, tiba-tiba terjadi kegagalan diri dan tidak mau menjadi Saksi karena tidak secara otomatis menjadi pengganti perades yang semula lulus,” katanya.

Meski kalah dalam gugatan di PTUN Semarang, Fatkurochman menegaskan bahwa menyertakannya tidak merasa rugi. Karena kekalahan lebih disebabkan oleh kurangnya dukungan saksi dari prinsipal—calon perades yang gagal sebelumnya.

Serupa diketahui, LBH Joeang Pati telah mengajukan gugatan ke PTUN terhadap Bupati Pati mengenai masalah dasar hukum pengisian perangkat desa tahun 2024, yaitu surat izin dari Pj bupati nomor 141.4/2661.4 tertanggal 11 September 2024.

Fatlurochman mempertanyakan, apakah surat izin tersebut dianggap tidak sah secara hukum karena Pemkab Pati belum memiliki Perda atau Perbup baru yang berkaitan dengan peraturan desa?

“Jika acuan pengisian perangkat desa 2024 dari UU nomor 3 tahun 2024 tentang perubahan kedua UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa adalah salah fatal.”

Fatkurochman menyatakan, “Karena UU Desa terbaru malah mengamanatkan pengisian dan penghentian perangkat desa menjadi kewenangan bupati lagi. Kades hanya dapat mengusulkan.” (*)

Pati Banjir, Hampir Sepekan Lima Desa di Juwana Tergenang Air

0

Korandiva – PATI.– Pada hari Kamis, 30 Januari 2025, setidaknya ada lima desa di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilanda banjir. Banjir melanda Desa Jepuro, Kedungpancing, Bumirejo, Kudukeras, dan Doropayung. Karena lokasinya di dataran rendah dan dekat dengan Sungai Juwana, lima desa tersebut terendam udara.

Seorang warga, Sunaryo menceritakan bahwa hingga pukul 15.00 WIB Kamis, 30 Januari 2025, banjir belum sampai ke rumah warga melainkan hanya menggenangi pekarangan rumah.

“Nggih baru masuk pekarangan, belum ada yang masuk rumah. Nanti sore air laut pasang mungkin ada yang masuk rumah,” katanya.

Namun fakta lapangan tidak sejalan dengan pernyataan ini, banyak rumah di Desa Doropayung yang terendam banjir.
Banjir Doropayung setidaknya membuat 18 rumah kemasukan air, menurut data Pemerintah Desa (Pemdes) ada 81 rumah terdampak.

Menurut Kasi Pemerintah Desa Doropayung, Saleh, banjir menyebabkan luapan Sungai Juwana akibat tingkat hujan yang tinggi. Mereka juga menyebut, kiriman air dari Kudus dan Kecamatan Gabus juga menjadi penyebab banjir di kawasan ini.

“Karena itu, wilayah ini posisinya menerima kiriman banjir. Sudah hampir satu minggu hujan, selama perayaan Imlek,” ujar Saleh.
Ditambahkan, hoki dan rejeki tidak akan terjadi jika tidak ada hujan. Setelah 15 hari pasca cap go meh, biasanya banjir surut. “Kalau lewat ya kemungkinan bisa nambah,” ungkap Saleh.

Kades Kedungpancing, Didik Narwadi mengatakan, banjir sudah mulai masuk ke rumah warga di desanya. Setidaknya ada 20 rumah warga yang terdampak dan satu rumah sudah kemasukan air. “20 rumah terdampak di Desa Kedungpancing, air yang masuk 1 Rumah,” ungkap Didik. (*)

Parkir di Alun-alun Pati, Motor Naufal Digondol Maling

0

Korandiva – PATI.– Nasib sial dialami pemuda asal Dukuh Posono Desa Klakah Kecamatan Gembong, Moh Deki Naufal yang pada Selasa (28/01) memarkir kendaraan roda duanya di area Alun-alun, Simpang Luma, Pati.

Setelah menitipkan motornya pada tukang parkir pada jam 19.00, lalu ditinggal nonton perayaan Imlek di Pecinan Pati, ketika dia balik ke lokasi parkir pada pkl 22.00 Wib, motornya sudah tidak ada di tempat semula.

Malam itu Alun-alun dipadati banyak pengunjung, dan Naufal memarkir motornya di bagian timur dekat ATM BNI.

Menurut Naufal, oleh tukang parkir dia diminta untuk tidak mengunci stir dan diminta tukang parkir agar mudah ditata. Tidak ada keraguan padanya bahwa dia akan meninggalkan motornya di tempat tersebut karena tukang parkir telah mengaturnya. Namun, kejadian tak terduga terjadi saat dia hendak meninggalkan Alun-Alun. Motornya sudah hilang.

“Saya tanya tukang parkir, dia bilang dia tidak tahu dan diminta menunggu sampai sepi. Setelah jam 22.00, motor saya tidak ditemukan juga, jadi saya melapor ke Polsek Pati Kota,” katanya.

Naufal mengaku menyesal karena tidak mengunci stang motornya karena dia mengikuti saran tukang parkir agar mudah ditata.
“Saya mengikuti saja karena saya menganggap tukang parkir benar-benar menjaga motor saya. Saat itu juga diminta uang parkir sebesar Rp 5.000 di awal dan tidak diberi karcis,” gumamnya.

Dia berharap laporan itu akan segera ditangani oleh pihak berwajib. Pada saat yang sama, pemuda ini menyarankan orang-orang untuk tidak mudah memarkir kendaraan mereka di pinggir jalan jika kondisinya rawan, terutama jika motor mereka tidak dikunci.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama dan Kapolsek Pati Kota Iptu Heru Purnomo. Dia menyatakan bahwa mereka telah menyelidiki pengaduan dan masih menyelidikinya. (*)

Pantau Harga Bahan Pokok, Pemkab Tinjau 5 Pasar Penting di Pati

0

Korandiva – PATI.- Di sejumlah pasar tradisional, Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) melakukan kontrol harga setiap hari. Berusaha menstabilkan harga barang-barang penting yang dibutuhkan masyarakat sebagai konsumen utama.

Selain itu, Disdagperin Kabupaten Pati menyelidiki ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar. Beberapa kepokmas adalah beras, minyak goreng, daging, telur, sayur-mayur, bumbu dapur, dan lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdagperin Kabupaten Pati, Kuswantoro, mengatakan, “Kami setiap hari melakukan operasi ke seluruh pasar-pasar maupun ritel di Pati, bahkan di hari libur pun kami berkeliling ke pasar-pasar untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok.”

Dia menyatakan bahwa harga kepokmas di Kabupaten Pati selalu didasarkan pada pasar tertentu. Pasar-pasar ini termasuk Puri Baru, Ronggowongso (Gowangsan), Sleko, Juwana, dan Tayu.

Kuswantoro menyatakan bahwa libur tetap stabil. “Kami menggabungkan pasar di dalam kota seperti Puri, Gowangsan, dan Sleko. Yang lainnya di Juwana dan Tayu.

Selain pemerintah daerah (Pemda), pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan juga ikut berkumpul. Kemendag tetap memperhatikan kemarin, jadi laporan tetap dikirim ke sana,” katanya. (*)

Lokasi Kelenteng dan Gereja Berhadapan, Simbol Tingginya Toleransi Masyarakat Pati

0

Korandiva – PATI.- Masyarakat di Kabupaten Pati sangat menghargai perbedaan agama. Karenanya di kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani ini, anti toleransi hampir tidak pernah terdengar.

Seperti pemandangan di kawasan pertokoan di kampung Pecinan, Pati tempat Kelenteng Hok Tik Bio dan Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) berada. Penganut kedua agama di sini tampak rukun dan saling menghargai. Bahkan GKMI Pati memasang ucapan “Selamat Tahun Baru Imlek 2576, Tahun 2025M”.

Saat perayaan Imlek tahun ini, gerbang GKMI juga dibuka beberapa kali. Di Bumi Mina Tani, semua kelompok hidup secara harmonis, dan gambaran ini menjadi simbol artinya toleransi beragama.

Eddy Siswanto, ketua Kelenteng Hok Tik Bio Pati, mengatakan bahwa kelentengnya jauh lebih dulu dibangun daripada GKMI. Kelentengnya dibangun oleh kelompok Tionghoa sekitar tahun 1875 M, sementara GKMI membangun umat Kristen pada akhir pendudukan kolonial Belanda di Indonesia.

Eddy mengungkapkan “GKMI Pati didirikan Tahun 1941 M. Sedangkan Kelenteng Hok Tik Bio jauh sebelumnya.”

Tidak pernah ada gangguan antar golongan hingga saat ini. Kedua warga beragama saling menghargai dan hidup rukun. Eddy juga menghargai keindahan toleransi dan kerukunan ini.

Eddy menyatakan, “Kami rukun dan tidak berselisih.” Eddy juga berharap toleransi dan kerukunan ini terus berkembang dan menyebar ke tempat lain. Jadi, di Bumi Mina Tani, tidak ada konflik antar golongan, suku, atau agama.

Mengundang orang-orang dari berbagai agama dan golongan ke Kelenteng Hok Tik Bio Pati untuk merayakan Tahun Baru Imlek adalah cara untuk mendorong kerukunan dan toleransi ini.

Di Kelenteng Hok Tik Bio Pati, ada pasar Imlek sepekan, Karnaval Imlek, dan berbagai acara seni yang memeriahkan perayaan Imlek. Selain itu, kelenteng ini menyediakan sekitar 1.500 porsi makan siang gratis untuk masyarakat Kota Pati.

Eddy menjelaskan toleransi ini dengan berkata, “Semua masyarakat dari berbagai golongan silahkan mampir. Gratis. Kami tak memandang dari mana.” (*)

Pati Diguyur Hujan, Banyak Sungai Meluap Membawa Sampah Kayu

0

Korandiva – PATI.– Hujan yang mengguyur Kabupaten Pati selama berhari-hari, menyebabkan debit air sungai meluap dan membawa banyak sampah.

Sampah kayu hampir menutupi aliran sungai di Desa Sinoman, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Warga khawatir sampah kayu akan memperlambat aliran air ke Sungai Juwana dan menyebabkan banjir.

Warga setempat mengungkapkan kekhawatirannya terkait dampak banjir yang dapat merusak lingkungan dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari mereka. Selain itu, tumpukan sampah kayu yang menghambat aliran air juga berpotensi menyebabkan banjir jika tidak segera dibersihkan.

Pemerintah daerah bersama dengan relawan dan warga setempat telah mulai melakukan upaya pembersihan, namun proses ini diperkirakan memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan agar potensi banjir di masa depan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya ketika dikonfirmasi awak media mengaku akan segera meninjau lokasi sekaligus berkomunikasi dengan pihak terkait.

“Baik, terima kasih informasinya. Kami akan segera meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” katanya melalui telepon pada Rabu (29/1/2025).

Sebelumnya, ia juga meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai cuaca ekstrem yang sedang melanda Bumi Mina Tani saat ini .
Hujan yang terus menerus menyebabkan debit sungai meningkat, yang dapat menyebabkan banjir jika laju udara terhambat.

Dia menyarankan agar masyarakat bekerja sama untuk membersihkan saluran udara, sehingga banjir dapat langsung surut dan tidak menggenangi organisasi. “Udara saluran harus dibersihkan agar banjir yang langsung melintas tidak menggenang di pemukiman penduduk,” ungkapnya. (*)

Perayaan Imlek 2025 di Kelenteng Hok Tik Bio Pati, Dibagikan Makan Gratis selama Tiga Hari Penuh

0

Korandiva – PATI.– Pada perayaan Tahun Baru Imlek 2025 di Klenteng Hok Tik Bio, Pati ada acara makan gratis. Kegiatan makan gratis tidak hanya untuk Perayaan Imlek 2025, namun juga sebagai bentuk kegiatan peduli sosial masyarakat Pati dan pengunjung yang datang dari luar daerah.

Acara ini merupakan bentuk kebersamaan dalam merayakan Tahun Baru Imlek 2025 dengan penuh sukacita bersama masyarakat. Pada saat kegiatan berlangsung, terlihat puluhan masyarakat termasuk pengunjung lansia menikmati hidangan makanan gratis yang disajikan di Kelenteng Hok Tik Bio, Selasa (28/1/2025).

Kegiatan makan gratis ini merupakan rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili yang diselenggarakan oleh pihak kelenteng Hok Tik Bio. Agenda makan gratis ini dilaksanakan di Kelenteng Hok Tik Bio Pati selama tiga hari penuh, dari hari Senin sampai hari Rabu (27-29 Januari 2025).

Adapun berbagai menu yang disajikan sangat beragam. Pada hari kedua pelaksanaan makan gratis ini, Kelenteng Hok Tik Bio menyajikan hidangan yang menggugah selera, yaitu sayur lodeh, ikan pindang, tempe goreng, dan kerupuk. Hidangan tersebut disiapkan dengan penuh Sukacita dan disajikan penuh rasa serta untuk siapa saja yang datang dan berminat untuk menikmati hidangan makan gratis tersebut.

Pada kegiatan perayaan Imlek 2025 ini Ketua Kelenteng Hok Tik Bio Pati, Eddy Siswanto, menjelaskan bahwa setiap hari pihak kelenteng menyediakan sekitar 1.500 porsi makanan. “Jumlah porsi makanan 1.500-an kemarin. setiap Hari bisa lebih, kalau kurang tidak akan mungkin,” ungkapnya.

Makanan gratis ini tersedia di Kelenteng Hok Tik Bio sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. “Pagi kami akan masak, siang sudah bisa mulai untuk dimakan. Bebas untuk umum. Masyarakat dari luar kota pun kalau sekedar berkunjung tetap kami layani dengan sukacita,” tambah Eddy.

Ketua Klenteng Eddy menyampaikan harapannya kepada seluruh masyarakat yang berkunjung di Kelenteng Hok Tik Bio dalam perayaan Imlek 2025. “Harapan saya pada Tahun Baru Imlek tahun ini, semoga semuanya sehat walafiat, serta diberi kelancaran rezeki. Masyarakat Pati sukses selalu, banyak rezeki, sehat semua, perekonomian meningkat dan semakin berkembang tiap tahunnya,” ungkap Eddy.

Sambutan hangat dari warga akan pembagian makan gratis seperti halnya warga bernama Sunaryo, seorang pengayuh becak, mengungkapkan bahwa dirinya selalu memanfaatkan kesempatan ini setiap tahun.

“Sehari bisa dua kali saya makan di Klenteng ini. Siang dan sore. Menunya tadi tempe, ikan pindang, sayur lodeh. Rasanyapun tidak mengecewakan dan enak, sedap juga,” ungkap Sunaryo.

Sunaryo mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan makan gratis di Kelenteng Hok Tik Bio ini. (*)