Beranda blog Halaman 68

TPA Sukoharjo Terancam Penuh, Warga Pati Didorong Kelola Sampah Mandiri

0

Korandiva – PATI.- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah diperkirakan hanya dapat beroperasi hingga Tahun 2026. Dengan sisa waktu sekitar satu tahun, warga diminta untuk mulai mengelola sampah organik secara mandiri guna mengurangi beban TPA.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati, Tulus Budiharjo, menjelaskan bahwa TPA Sukoharjo mulai beroperasi sejak 2016 dengan proyeksi usia teknis selama 10 tahun.

“Kondisi TPA Sukoharjo memang dibangun pada 2016 dengan umur teknis 10 tahun. Saat ini, sisa masa operasionalnya tinggal satu tahun,” ujar Tulus.

Saat ini, TPA Sukoharjo menerima sekitar 150 ton sampah per hari, dan jumlah tersebut dapat meningkat hingga 200 ton saat akhir pekan atau libur panjang.

“Setiap harinya ada sekitar 150 ton sampah yang masuk ke TPA Sukoharjo. Namun, jumlah ini fluktuatif, terutama saat akhir pekan atau hari libur,” jelasnya.

Untuk memperpanjang usia operasional TPA, DLH Pati tengah mengupayakan pengurangan volume sampah dengan menggandeng bank sampah serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Kami berusaha memperpanjang usia TPA dengan memaksimalkan pengolahan sampah. Tidak hanya sekadar membuang, tetapi juga mengurangi volume sampah dengan berbagai upaya,” tambahnya.

Tulus juga mengimbau warga untuk mulai mengelola sampah organik secara mandiri, seperti dedaunan dan sisa makanan, dengan metode komposter atau teknik lain. Namun, ia mengakui bahwa penerapan ini masih menjadi tantangan di kawasan perumahan karena keterbatasan lahan.

“Selama ini, semua jenis sampah, baik organik maupun non-organik, langsung masuk ke TPA. Kami berharap warga bisa mengelola sampah organik sendiri,” pungkasnya.

Kesadaran masyarakat dalam memilah sampah masih menjadi tantangan besar ke depan. Oleh karena itu, DLH Pati terus mendorong edukasi dan sosialisasi agar warga lebih peduli terhadap pengelolaan sampah demi keberlanjutan lingkungan. (*)

Safin Pati Sports School Gelar Coaching Clinic Eksklusif bersama Pelatih dari Belanda

0

Korandiva – PATI.- Safin Pati Sports School (SPSS) menghadirkan pelatih asal Belanda, Ronald Lepez, dalam kegiatan coaching clinic eksklusif yang berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa (3-4 Februari 2025). Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi siswa dan pelatih untuk mendalami teknik serta strategi sepak bola dari instruktur berpengalaman.

Pada hari pertama, coaching clinic dipimpin langsung oleh Ronald Lepez, yang merupakan instruktur KNVB (Federasi Sepak Bola Belanda) dengan lisensi UEFA C untuk kategori pemain usia 6-12 tahun. Kegiatan ini digelar di kompleks Gelora Soekarno, Mojoagung, Trangkil, Pati, pada Senin sore (3/2/2025), dan diikuti oleh siswa Safin Pati Sports School kelompok usia 2012, SSB Safin Pati, serta para pelatih.

Puluhan siswa tampak antusias mengikuti arahan dari Ronald Lepez, yang juga merupakan mantan pemain klub Eredivisie, SC Heerenveen. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan SPSS.

“Saya senang bisa kembali ke Safin Pati, yang memiliki fasilitas luar biasa. Dua tahun lalu saya pernah datang, dan kini perkembangannya sangat pesat,” ujar Lepez.

Pada hari kedua, coaching clinic berlangsung dalam dua sesi. Sesi teori digelar di The Safin Hotel Pati pada pagi hari, sementara sesi praktik dilaksanakan di kompleks Gelora Soekarno pada sore hari. Sesi praktik ini diikuti oleh siswa SPSS dari kelompok usia U-13 dan U-14, serta para pelatih. Seluruh peserta tampak antusias menyerap ilmu dan arahan yang diberikan oleh Lepez.

Pembina Yayasan Safin Bina Bangsa, H. Saiful Arifin, berharap kehadiran Ronald Lepez dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola di Safin Pati.

“Semoga ilmu yang didapatkan dari kegiatan ini bisa diterapkan dalam latihan sehari-hari, sehingga baik siswa maupun pelatih semakin berkembang,” ungkapnya.

Coaching clinic ini menjadi bukti komitmen Safin Pati Sports School dalam meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola usia muda dengan menggandeng pelatih berpengalaman di tingkat internasional. (*)

Viral, Duel Dua Gadis Remaja di Pati Dipicu Kesalahpahaman saat Nonton Organ Tunggal

0

Korandiva – PATI.- Sebuah video yang menampakkan dua orang gadis remaja berkelahi di Waduk Seloromo, Desa/Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, viral di media sosial sejak Rabu (29/1/2025). Kejadian ini mengundang perhatian publik setelah video perkelahian tersebar luas di platform Facebook dan Instagram.

Berdasarkan penelusuran kepolisian, insiden ini terjadi pada Senin malam (27/1/2025) sekitar pukul 23.45 WIB. Kapolsek Gembong, AKP Lilik Supardi, mengungkapkan bahwa remaja yang terlibat perkelahian adalah AH (16) dari Kecamatan Margorejo dan RDA (18) dari Kecamatan Gembong.

Perkelahian bermula dari kesalahpahaman saat keduanya menghadiri hiburan musik organ tunggal di Lapangan Ketanggan, Gembong. Insiden ini dipicu oleh saling tatap mata yang menimbulkan ketegangan diantara mereka. Setelah acara berakhir, keduanya bertemu di Waduk Seloromo dan terlibat duel fisik yang kemudian direkam dan diunggah ke media sosial.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak kepolisian segera mengambil langkah penyelesaian. Kedua orang tua remaja yang bersangkutan telah dipanggil untuk memberikan keterangan.

“Kami telah mempertemukan kedua belah pihak dan mereka sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” ujar AKP Lilik Rabu (5/2/2025).

Sebagai bentuk penyelesaian, kedua orang tua remaja tersebut menandatangani surat pernyataan bermeterai di Polsek Gembong pada Kamis (30/1/2025).

“Mereka telah saling mengakui kesalahan dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut di masa mendatang,” jelas Lilik.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, kasus ini tidak dilanjutkan ke ranah hukum, dan kedua remaja dikembalikan kepada orang tua masing-masing untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Menurut pihak kepolisian, tidak ada luka serius yang dialami oleh kedua remaja akibat perkelahian ini. AKP Lilik pun mengimbau agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari, serta mengajak para remaja untuk lebih bijak dalam menyikapi setiap permasalahan yang muncul. (*)

Angkat Potensi Perikanan Pati, PT Anugerah Fishery Indonesia Ekspor Puluhan Ton Ikan ke Vietnam

0

Korandiva – PATI.- Kabupaten Pati kembali menunjukkan potensinya di sektor perikanan dengan keberhasilan ekspor puluhan ton ikan ke Vietnam oleh PT Anugerah Fishery Indonesia (Afindo). Perusahaan yang berbasis di Juwana ini terus memperluas jangkauan pasar dengan mengekspor hasil tangkapan nelayan lokal ke mancanegara.

Pada kesempatan ini, PT Anugerah Fishery Indonesia secara resmi mengirimkan 25 ton ikan ke Haiphong, Vietnam. Langkah ini dinilai sebagai bentuk penguatan sektor perikanan di Bumi Mina Tani, sekaligus meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan.
Proses pemberangkatan ekspor dilakukan oleh Owner PT Anugerah Fishery Indonesia, Saiful Arifin, bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, Hadi Santosa.

Saiful Arifin mengungkapkan, bahwa ekspor ini merupakan yang kedua bagi perusahaannya. Sebelumnya, pada Januari 2025, mereka telah mengirimkan produk perikanan ke Tiongkok.

“Pati dikenal sebagai Bumi Mina Tani, sehingga kami berupaya memperluas pasar perikanan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke luar negeri. Setelah ekspor ke Tiongkok bulan lalu, kini kami mengirimkan ikan ke Vietnam, dan pekan depan direncanakan kembali ke Vietnam,” ujarnya.

Ekspor ini diharapkan dapat meningkatkan harga jual hasil tangkapan nelayan di Juwana, serta memberikan nilai tambah bagi industri perikanan lokal.

“Tujuannya adalah memberikan nilai tambah dan memaksimalkan potensi hasil tangkapan nelayan agar bisa diekspor,” tambah Saiful.

Sementara itu, Direktur Bisnis dan Operasional PT Anugerah Fishery Indonesia, Reza Fahlefi, menyebutkan bahwa jenis ikan yang diekspor meliputi tengiri dan bawal hitam dengan total volume mencapai 25 ton.

“Ikan-ikan ini diperoleh dari nelayan di Juwana dan Rembang, lalu diolah dan dibekukan sebelum diekspor. Untuk tengiri, ikan dibekukan langsung dari kapal, sedangkan bawal hitam diproses lebih lanjut di fasilitas kami,” jelas Reza.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, Hadi Santosa, menyampaikan apresiasi atas langkah yang diambil PT Anugerah Fishery Indonesia. Menurutnya, ekspor ini tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga memperkuat posisi Kabupaten Pati dalam perdagangan perikanan internasional.

“Kami, mewakili Pemerintah Kabupaten Pati, sangat bangga dengan ekspor yang dilakukan oleh Afindo. Harapan kami, ekspor ini terus meningkat baik dari segi volume maupun negara tujuan, serta mencakup lebih banyak komoditas,” ujarnya.

Dengan adanya ekspor ini, diharapkan sektor perikanan di Pati terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi nelayan serta industri perikanan daerah. (*)

PMI dan BLOSMED Gelar Donor Darah di Kecamatan Todanan

0

Korandiva – BLORA.– Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Todanan bekerja sama dengan PMI Kabupaten Blora dan Blora Social Media (BLOSMED) mengadakan kegiatan donor darah di Pendopo Kecamatan Todanan pada Selasa (4/2/2025).

Kegiatan kemanusiaan ini berhasil menarik partisipasi sedikitnya 88 pendonor yang dengan sukarela menyumbangkan darahnya.

“Saat ini tercatat 88 peserta yang sudah diambil darahnya,” ujar Dwi R. Andriyan, salah satu panitia dari PMI.

Camat Todanan, Karyono mengungkapkan, bahwa kegiatan donor darah ini telah menjadi agenda rutin dalam dua tahun terakhir. “Sejak dua tahun terakhir, kegiatan ini rutin kami adakan setiap tahunnya,” katanya.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk TNI/Polri, pelajar dan perwakilan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Salah seorang pendonor, Sugiono (48) dari Desa Sonokulon, mengaku sudah keenam kalinya mendonorkan darahnya.

“Ini donor yang keenam bagi saya,” ujar pria yang akrab disapa Kang Giono itu. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendonorkan darah selama kesehatannya memungkinkan. “Ini adalah kegiatan sosial, jadi kita harus siap membantu,” pungkasnya.(*)

Musrenbang di Kecamatan Randublatung Bahas RKPD Tahun 2026

0

Korandiva – BLORA.– Pemerintah Kecamatan Randublatung menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 pada Rabu, 5 Februari 2025.

Acara ini dihadiri oleh Camat Randublatung, Drs. Bukri, M.Si., Sekretaris Dinas Bappeda Kabupaten Blora, Yudi Kristiawan, dan para kepala desa/lurah, serta tokoh masyarakat setempat.

Camat Randublatung dalam sambutannya mengatakan, bahwa Musrenbang ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan usulan pembangunan.

“Pembangunan harus berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Saya mengajak seluruh peserta untuk aktif berkontribusi, sehingga hasil Musrenbang ini benar-benar mencerminkan kepentingan masyarakat Randublatung,” ujar Bukri.

Pada kesempatan itu Sekretaris Bappeda Kabupaten Blora, Yudi Kristiawan menekankan pentingnya keselarasan antara usulan pembangunan tingkat kecamatan dengan prioritas pembangunan daerah.

“Kami berharap Musrenbang ini menghasilkan usulan yang realistis, berbasis potensi lokal, dan sesuai dengan visi pembangunan Kabupaten Blora,” ungkap Yudi Kristiawan.

Dengan terselenggaranya Musrenbang ini, diharapkan program pembangunan Tahun 2026 dapat lebih aspiratif, partisipatif, dan tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kecamatan Randublatung. (*)

Nyengkuyung Jalan Pram

0

Korandiva – BLORA.- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Istadi Rusmanto menggerakan pasukan kebersihan untuk melakukan kegiatan kerja bhakti membersihkan tanaman liar dan rumput di jalan yang digagas menjadi Jalan Pramoedya Ananta Toer, Selasa 4 Februari 2025.

“Tentu saja DLH Blora ikut nyengkuyung, supaya kondisi jalan kelihatan bersih serta menawan,” kata Istadi.

Jalan itu adalah jalan alternatif yang merupakan jalan baru dibangun 2017 menghubungkan dari Beran menuju pasar Sido Makmur. Jalan Pram memiliki panjang 1,7 kilometer dengan lebar 8 meter dan kondisinya saat ini merupakan jalan grosok tanah bercampur kerikil/batuan yang berada di tengah-tengah area persawahan.

Sehingga suasananya cocok untuk kegiatan olah raga pagi karena udara segar dan sepi.Bahkan dulu ketika pandemi corona jalan itu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan berjemur guna meningkat imunitas diri.

Berbagai komentar mengemuka dari anggota masyarakat dan petugas kebersihan dari Dinas lingkungan hidup yang mengikuti kerja Bhakti di antaranya Sriyono, Sriwahyuni, Jamin, Ngatmi, Munadi dan Yoto.

Mereka merasa senang dan sangat berharap dengan diberinya nama jalan baru menjadi jalan Pramoedya Ananta Toer, semoga jalan ini selalu ada pemeliharaan dan kedepan bisa diaspal atau menjadi jalan beton.

Karena jalan ini merupakan jalan alternatif yang menghemat waktu dan tenaga serta sangat bermanfaat utamanya bagi para petani untuk mengakut sarana produksi dan hasil produksi pertanian

Ibarat syair sebuah lagu tinggal “Menghitung hari” pelaksanaan peringatan satu abad kelahiran Pramoedya Ananta Toer akan digelar Kamis 6 Februari 2025 di Bumi Mustika Blora tempat kelahiran Sastrawan besar Indonesia.

Berbagai kiprah telah dilakukan dan dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Blora agar kegiatan agenda tersebut yang bersejarah itu akan berjalan lancar, monomental dan sukases.

Salah satu acaranya adalah peresmian jalan Pramoedya Ananta Toer yang rencanya akan dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Sementara itu Letkol Purnawirawan TNI Sri Harjanto Ketua PEPABRI Kabupaten Blora memberikan apresiasi positif atas keberanian Bupati Blora Dr. Arief Rohman SIP, M.Si untuk memutuskan jalan baru menjadi jalan Pramoedya Anata Toer.

“Mungkin itu satu satu jalan di Indonesia yang diberi nama jalan Pramoedya Anata Toer sebagai upaya pemerintah daerah dalam menghormati, menghargai dan mengabadikan sosok Sastrawan besar kelahiran Blora yang karyanya mendunia dan menginspirasi bagi para penggemar sastra dan budaya bagi generasi milenial,” ungkapnya.

Sementara itu Bambang Sulistya, Ketua PWRI Blora secara pribadi menyukai karya karyanya Pram terutama dalam pemikiran, semangat dan nilai nilai kejujuran, kegigihan, patriotisme, toleran dan humanis.

Ada ungkapan yang menarik dari seorang Sastrawan dari kota Sate yang pernah meraih 6 kali nominasi penghargaan Nobel di bidang Sastra dan penghargaan Ramon Magsaysay adalah sebagai berikut:

“Beliau memberi resep rahasia panjang umur,yaitu sering tersenyum, atur pernafasan, makan bawang putih dan minum air putih hangat,” terang Bambang Sulistya.

Pitutur bijaknya “Dalam hidup kita cuma satu yang kita punya, yaitu: “Keberanian, kalau tidak punya itu lantas apa harga hidup kita ini”. (*).

Gaji ke-13 dan 14 PNS, Isunya Bakal Dihapus

0

Korandiva – JAKARTA.— Isu dihapusnya gaji ke 13 dan 14 PNS merebak setelah kabar pemangkasan anggaran terkuak. Sebelumnya perlu diketahui bahwa Prabowo Subianto menginstruksikan agar Kementerian dan Lembaga mengefisiensikan anggaran dengan pemangkasan hingga Rp 306 triliun, hal ini tentu membuat PNS was-was dengan pencairan gaji ke 13 dan 14 yang biasa diberikan setiap tahun.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa gaji ke-13 dan 14 PNS diberikan setiap tahun oleh pemerintah untuk apresiasi kinerja ASN.
Adapun aspek yang diberikan dalam gaji ke 13 dan 14 atau disebut juga THR adalah
a. gaji pokok;
b. tunjangan keluarga;
c. tunjangan pangan;
d. tunjangan jabatan atau tunjangan umum; dan
e. tambahan penghasilan/ tunjangan kinerja

Karena kabar pemangkasan anggaran ini membuat PNS was-was mengenai pencairan gaji ke 13 dan 14.
Bahkan netizen di plafon TikTok dihebohkan dengan postingan @gadiscantique12 yang menyatakan bahwa gaji ke 13 dan 14 PNS akan dihapuskan.

“Hah, gaji ke 13 dan 14 PNS akan ditiadakan. Baru-baru ini PNS dibuat panik karena isinya adalah gaji 13 dan 14 akan ditiadakan. Orang-orang pun menjadi pusing,” ujar sang creator.

“Kalau benar-benar dihapus gimana sih nasib keuangan para PNS apakah bisa berdampak besar untuk perekonomian mereka. Di sisi lain, ini sebagai langkah efisiensi anggaran. Tapi apakah keputusan ini lebih baik dan banyak dampak positif atau malah sebaliknya?” Tanya sang kreator.

Banyak kabar simpang siur mengenai hal ini Kemenkeupun buka suara. menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Deni Surjantoro mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

Adapun peraturan resmi mengenai pemangkasan anggaran lebih lanjut tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1/2025, yang mengatur tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD 2025. (*)

10 Jabatan Kepala OPD di Pemkab Pati Kosong, Menunggu Langkah Bupati Baru

0

Korandiva – PATI.- Sebanyak 10 posisi eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati hingga kini masih kosong. Untuk sementara, jabatan-jabatan tersebut diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Beberapa jabatan tinggi yang setara dengan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) atau kepala dinas yang belum terisi secara definitif antara lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Selain itu, posisi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinas Arpusda), Direktur RSUD RAA Soewondo, Sekretariat DPRD, serta Staf Ahli juga masih mengalami kekosongan.

“Saat ini, ada sepuluh JPT yang masih kosong,” ujar Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pati, Muh Saiful Ikmal, Pada Selasa (4/2/2025).

Ikmal menjelaskan bahwa kekosongan jabatan ini sudah berlangsung sejak 2022, setelah pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, hingga saat ini, posisi tersebut belum diisi secara resmi. Menurutnya, pengisian jabatan yang kosong masih menunggu pelantikan Bupati Pati yang baru.

“Kami belum bisa memastikan kapan proses pengisian jabatan ini akan dilakukan. Saat ini, kami masih menunggu pelantikan Bupati terpilih, karena kebijakan pengisian jabatan berada di tangan Bupati,” jelasnya.

Untuk sementara, beberapa ASN ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas di berbagai OPD. Misalnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Riyoso, juga menjabat sebagai Plt Kepala DPUPR. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tulus Budiharjo, merangkap sebagai Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Pati. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Teguh Widyatmoko, juga bertindak sebagai Plt Kepala DKP. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Pati juga ditunjuk sebagai Plt Kepala Dispermades Pati.

Dengan masih banyaknya posisi yang belum terisi, diharapkan setelah pelantikan Bupati baru, segera ada langkah konkret untuk mengisi kekosongan tersebut guna memastikan roda pemerintahan berjalan optimal. (*)

Kawanan Perampok yang Satroni Rumah Juragan Sembako di Sukolilo-Pati Berhasil Diringkus

0

Korandiva – PATI.- Tiga pelaku perampokan di rumah juragan sembako di Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Saat ini, kasus tersebut telah diambil alih oleh Polda Jawa Tengah.

“Benar, para pelaku telah diamankan, dan kasus ini ditangani lebih lanjut oleh Polda Jateng,” ujar Kasihumas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin, pada Selasa (4/2/2025).

Menurut Hafid, ketiga pelaku yang telah diamankan berinisial BWA, AK, dan FR. Mereka ditangkap pada Minggu (2/2/25) malam.
“Jumlah pelaku yang berhasil diamankan ada tiga orang,” tambahnya.

Sebelumnya, peristiwa perampokan terjadi pada Senin (20/1/25) dini hari, ketika sekelompok perampok menyatroni rumah juragan sembako bernama Zuhdi Utsman. Dalam kejadian tersebut, uang tunai ratusan juta rupiah dilaporkan raib, sementara pemilik rumah mengalami luka akibat serangan dengan senjata tajam.

Plt Kasihumas Polresta Pati, Ipda Muji Sutrisna, membenarkan adanya aksi pencurian dengan kekerasan di rumah korban. Menurutnya, total kerugian yang dilaporkan akibat peristiwa ini mencapai Rp 300 juta.

“Korban mengalami kerugian sebesar Rp 300 juta dalam bentuk uang tunai,” jelas Muji pada Senin (20/1/25).

Muji menambahkan, kejadian bermula saat dua pelaku mendatangi rumah korban dan menggedor pintu. Karena tidak sempat melakukan perlawanan, korban langsung menjadi sasaran para pelaku.

“Dua pelaku masuk ke kamar korban dengan menodongkan senjata, menyebabkan terjadinya pergulatan yang mengakibatkan korban mengalami luka-luka,” ungkapnya. (*)