Beranda blog Halaman 64

Flowing, Sumur Tua di Kedinding-Kedungtuban Semburkan Minyak Campur Air Setinggi 9 Meter

0

Korandiva – BLORA.- Sebuah sumur minyak di Dk. Kedinding Desa Ngraho Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora menyemburkan air campur minyak dan gas setinggi kurang lebih 9 meter pada Kamis tanggal 13 Februari 2025 pukul 09.00 Wib.

Kepala Desa Ngraho Kecamatan Kedungtuban Sri Lestari Indahjani menjelaskan, lokasi sumur minyak itu di atas tanah milik Perhutani turut Dkh. Kedinding. “Jaraknya 10 meter dari Sumur Pertamina PT. KSO FIELD “CALUK 1”, katanya.

Menurut Sri, kejadian ini pertama kali diketahui oleh warganya bernama Karmin yang pagi itu hendak pergi ke sawah hutan untuk mencari rumput. “Saat hendak mendekati TKP (berjarak 1 KM) warga saya itu mencium bau gas yang sangat menyengat, selanjutnya dia mencari dan melihat sumber bau tersebut,” papar Sri.

Ketika Karmin berada di atas tebing (berjarak 20 M dari TKP) melihat bekas sumur tua tersebut flowup/flowing menyemburkan air campur minyak dan gas setinggi kurang lebih 9 meter. Karmin juga melihat tanah di samping (arah selatan) bekas sumur tua tersebut merekah/terbelah sehingga teraliri air campur minyak tersebut.

Melihat kejadian tersebut Karmin memberitahukan kepada warga lain bernama Hendra Lasmoni dan perangkat desa serta pihak Kepolisian. Setelah menerima laporan, petugas dari Polsek Kedungtuban mendatangi lokasi kejadian.

Penjabat Sementara (PS) Kapolsek Kedungtuban Polres Blora, Iptu Hadi Setyo P, SH mengatakan, bahwa lokasi flowing tersebut merupakan bekas sumur tua yang mana pada sekitar tahun 2004 pernah mengalami flowing yang kemudian ditutup rapat oleh pihak Pertamina.

Pada sekitar tahun 2010 samping bekas sumur tua tersebut (sebelah utara berjarak 10 meter) telah di bor oleh pihak Pertamina dengan sebutan Sumur Pertamina “CALUK 1”.

“Sumur CALUK 1 tersebut dalam pengerjaannya di bawah PT. KSO FIELD, namun hingga saat ini belum ada pengerjaan/belum operasional sama sekali,” tandas Iptu Hadi.

Hingga saat ini air campur minyak dan gas tersebut masih mengalir ke sungai Kali Uyah Dkh. Kedinding yang bisa mengalir ke sungai gelandangan Kedungtuban hingga Ds. Wado.

“Kejadian tersebut sampai saat ini masih dalam proses investigasi dari pihak Pertamina PT. KSO Filed Cepu,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina belum bisa dikonfirmasi. (*)

Sekolah Wajib Umumkan Siswa Penerima Beasiswa PIP

0

Korandiva – JAKARTA.- Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Suharti mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan sekolah umumkan siswa penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).

Hal ini sebagai tanggapan atas banyaknya kasus penyalahgunaan dana PIP di berbagai daerah. Dengan begitu diharapkan dapat menjaga transparansi penyaluran dana bantuan PIP tepat sasaran.

“Pihak sekolah wajib mengumumkan siswa yang menerima PIP,” terang Suharti dalam keterangannya di Jakarta pada 12 Februari 2025.

Dalam hal ini, pihak sekolah wajib menginformasikan bahwa para penerima PIP tersebut berasal dari keluarga tidak mampu dan sudah memperoleh SK penetapan penerima PIP.

Sekolah juga wajib memfasilitasi proses aktivasi rekening siswa dan mengingatkan kalau tidak teraktivasi hingga tenggat waktu yang ditentukan, uang akan dikembalikan ke kas negara.

Suharti pun menegaskan bahwa dana bantuan PIP ini langsung disalurkan negara ke rekening siswa masing-masing yang tercantum dalam SK tersebut. Kemudian, hanya siswa atau orang tua/wali yang bisa mengambilnya melalui teller bank atau ATM.

“Memang ada dispensasi, yakni pencairan bisa dilakukan secara kuasa oleh pihak sekolah, yaitu oleh Kepala Sekolah, jika siswa belum cakap hukum, usianya belum mencukupi untuk memiliki rekening, dan mengambil sendiri atau yang tempatnya ada di daerah tertinggal yang belum ada perbankan,” tambahnya.

Namun demikian, langkah tersebut harus dilakukan dengan melampirkan surat kuasa dari siswa atau orangtua. Ia juga menegaskan bahwa sekolah dilarang menarik iuran kepada siswa apabila mendapatkan kuasa untuk menarik uang PIP.

“Itu dimungkinkan mengambil dana dari dana BOS, jangan mengambil dana dari yang sudah kita alokasikan untuk anak-anak. Uang PIP tersebut 100 persen harus sudah sampai ke siswa penerima,” tandasnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2024, jumlah siswa yang menerima bantuan PIP sebanyak 18.594.627 siswa dari semua jenjang pendidikan.

Program ini menganggarkan sebanyak Rp13,45 triliun, termasuk tambahan penerima PIP jenjang SMA dan SMK di tahun 2024 sebanyak 666.000 siswa.

Adapun penyaluran PIP mengacu pada data Dapodik, nama-nama siswa yang membutuhkan bantuan akan diusulkan oleh sekolah. Kemudian, data tersebut dipadankan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial dan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan (P3KE)) milik Kemenko PMK, serta data kependudukan Dukcapil Kemendagri. (*)

Efisiensi Anggaran, DPR Minta Pemerintah Setop Tambah Staf Khusus

0

Korandiva – JAKARTA.- Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah untuk tidak menambah atau melantik jajaran staf khusus kementerian saat kebijakan efisiensi anggaran yang dilakoni pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Said berharap seluruh menteri dapat bersikap legawa dengan menahan diri tidak melantik staf khusus ketika pemerintah memutuskan menghemat pengeluaran atau belanja.

“Harapan saya ketika efisiensi dilakukan, sedemikian rupa, mohon dengan segala kerendahan hati, pemerintah bisa setidaknya mengerem stafsus yang ada,” kata Said di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/2/2025).

Lebih lanjut, Said menilai pemberhentian penambahan staf khusus kementerian juga agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat. “Supaya di publik juga elok,” ujar dia yang juga Ketua DPP PDIP itu.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan melantik selebritas Deddy Corbuzier menjadi Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Sosial dan Publik, Selasa (11/2) pagi.

Selain Deddy, pada Selasa pagi lalu, Menhan Sjafrie Samsoeddin juga melantik empat sosok lain menjadi stafsus menhan dan satu orang jadi asisten khusus.

Karo Infohan Kemhan Brigjen Frega Wenas mengatakan Deddy dilantik karena punya kepakaran di bidang komunikasi dan jangkauan (engagement) media sosial yang luas Hal tersebut dinilai jadi nilai plus untuk membantu sosialisasi kebijakan pertahanan nasional.

Adapun, pelantikan itu dilakukan saat Presiden Prabowo Subianto memangkas besar-besaran pos APBN 2025.
Pemangkasan tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang diterbitkan Prabowo pada 22 Januari. Prabowo ingin APBN tahun ini hemat Rp 306,69 triliun.

Dua hari berselang, Menteri Keuangan Sri Mulyani menerbitkan Surat Nomor S-37/MK.02/2025. Surat itu merinci 16 pos belanja yang harus dihemat pimpinan di Kabinet Merah Putih senilai Rp 256,1 triliun. (*)

Sekda Blora Respon Positif Permintaan PEPABRI, dan Akan Wujudkan Kerjasama dengan PWRI

0

Korandiva – BLORA.- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) Kabupaten Blora, Letnan Kolonel TNI (Purn) Sri Harjanto berharap mendapatkan solusi berkaitan dengan dukungan dana (anggaran) dari Pemerintah Kabupaten Blora untuk kegiatan program pengabdian dari organisasi yang dipimpinnya.

Agenda utama Ketua DPC Pepabri Kabupaten Blora menemui Sekda Blora selain untuk mempererat tali silaturahmi dan memperoleh arahan guna mewujudkan sinergitas dan kolaborasi dalam pengembangan organisasi.

“Kami juga berharap untuk mendapatkan solusi berkaitan dengan dukungan dana dari Pemerintah Kabupaten Blora, untuk kegiatan program-program pengabdian dari organisasi Pepabri,” kata Ketua Pepabri Blora, Letkol TNI (Purn) Sri Harjanto, Senin (10/2/2025).

Di hadapan Sekda Blora Komang Gede Irawadi, Letkol TNI (Purn) Sri Harjanto juga menyampaikan persoalan sertipikat kepemilikan tanah yang ada di Pepabri, supaya perlu segera dituntaskan, karena sudah lebih lima tahun persoalan tersebut masih belum ada titik terang atau penyelesaiannya.

Turut bersama Letkol TNI (Purn) Sri Harjanto dalam silaturahmi di ruang kerja Sekda Blora, yakni Kabid Organisasi Pepabri Mayor TNI (Purn) Muntoyono bersama perwakilan PWRI Kabupaten Blora.

Kedatangan rombongan Pepabri diterima langsung oleh Sekda Blora dengan nuansa kekeluargaan dan kegembiraan.

KERJASAMA KORPRI DAN PWRI
Sementara itu Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Bambang Sulistya memohon agar Sekda Blora selaku Ketua Korpri Kabupaten Blora segera mewujudkan pola kerja sama antara organisasi Korpri dan PWRI dalam upaya peningkatan sumberdaya manusia dan kegiatan olahraga bersama berupa senam kebugaran jasmani serta sepeda santai di daerah wisata kabupaten Blora.

Disamping itu dalam upaya pengembangan anggota PWRI mohon diberikan kesempatan agar setiap agenda penyerahan SK pensiun dari para ASN yang memasuki purna tugas agar PWRI diberi kesempatan untuk memberikan tawaran spirit pengabdian kepada para pensiunan ASN di masyarakat.

“Ada pantun buat kita semua. Disana gunung disini gunung, di tengah-tengahnya ada hutan jati, disana bingung disini pun bingung, agar tidak bingung tetaplah mengabdi kepada ibu pertiwi,” ucap Bambang Sulistya.

Masukan, permasalahan ide gagasan direspon secara positif oleh Sekda Blora. Termasuk segera mengupayakan melalui dana APBD untuk biaya proses pensertipikatan kepemilikan tanah yang ada di Pepabri.

“Kami sangat merespon positif, kami juga meminta kepada PEPABRI agar segera mengajukan usulan yang bersifat urgen dan sangat mendukung untuk eksistensi organisasi,” kata Sekda Blora Komang Gede Irawadi.

Kemudian tentang kerja sama kemitraan antara Korpri dengan PWRI, menurut Komang, akan segera diwujudkan termasuk diagendakannya kehadiran PWRI dalam setiap penyerahan SK pensiun ASN menjelang purna tugas. (*)

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H Jatuh pada Tanggal 1 Maret 2025

0

Korandiva – JAKARTA.- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan awal puasa 1 Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Hal ini berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, Zulhijan 1446 H.

“Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1446 Hijriyah jatuh pada hari Sabtu Pahing, 1 Maret 2025,” ungkap Sekretaris PP Muhammadiyah M. Sayuti pada konferensi pers daring di Yogyakarta, 12 Februari 2025.

Penetapan hari besar keagamaan ini dilakukan Muhammadiyah dengan berpedoman pada Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Pihaknya melakukan ijtima menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal jelang pergantian bulan pada 29 Sya’ban 1446 H atau 28 Februari 2025 M.

“Ijtima jelang Ramadan terjadi pada pukul 7.46.49 WIB. Tinggi bulan pada saat matahari terbenam untuk di Yogyakarta yaitu 4° 11′ 8″ sehingga hilal sudah wujud,” paparnya.

Kemudian, pada saat matahari terbenam, Jumat, 28 Februari 2025 masehi, bulan di seluruh wiayah Indonesia sudah berada di atas ufuk, karena hilal sudah wujud.

“Di wilayah Indonesia, tanggal 1 Ramadan 1446 Hijriyah dengan demikian jatuh pada hari Sabtu Pahing, tanggal 1 Maret 2025 Masehi,” tandasnya.

Selain awal Ramadan, pihaknya juga mengumumkan Hari Raya Idulfitri 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Dengan metode yang sama, pihaknya melakukan ijtima jelang Syawal 1446 H pada 29 Ramadan atau 29 Maret 2025 pukul 17.59.51 WIB. Tinggi bulan pada saat matahari terbenam untuk Yogyakarta yaitu -1° 59′ 4″ dan hilal belum wujud.

“Pada saat matahari terbenam, Sabtu, 29 Maret 2025 M itu di seluruh wilayah Indonesia, bulan berada di bawah ufuk. Hilal belum wujud, karena itu umur bulan Ramadan 1446 Hijriyah disempurnakan atau istikmal menjadi 30 hari,” lanjutnya.

Dengan demikian, 1 Syawal 1446 H berdasarkan perhitungan Muhammadiyah akan jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025. (*)

Patroli Cipta Kondisi di Pati, Polsek Sukolilo Amankan Enam Remaja dan Gagalkan Aksi Balap Liar

0

Korandiva – PATI.- Jajaran Polsek Sukolilo Polres Pati melaksanakan patroli cipta kondisi pada Selasa (11/02/2025) dari pukul 16.30 WIB hingga 17.30 WIB di Jalan Raya Desa Cengkalsewu, Sukolilo, Pati. Patroli ini bertujuan untuk mengantisipasi balapan liar yang sering terjadi di wilayah tersebut.

Kapolresta Pati, Kombes Pol Andhika, melalui Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, menjelaskan bahwa patroli ini merupakan bagian dari operasi cipta kondisi untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Sukolilo.

Dalam patroli tersebut, petugas melakukan beberapa tindakan, antara lain dengan melakukan razia terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot brong serta kendaraan yang diduga akan digunakan untuk balapan liar di sepanjang jalan Cengkalsewu – Poncomulyo.

Pada kesempatan ini, AKP Sahlan juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak menggunakan knalpot brong dan selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Himbauan ini juga bertujuan untuk mendukung operasi keselamatan lalu lintas Candi 2025.

Dari hasil Patroli ini petugas mengamankan beberapa unit sepeda motor diantaranya satu Honda Astrea, satu Kawasaki Ninja, satu Honda Tiger dan satu Honda Vario serta enam pemuda MD (15), KN (15), MN (16), MR (17), MB (13) dan MFG (14) yang diduga akan melakukan balapan liar .

Saat ini, sepeda motor yang diamankan berada di Polsek Sukolilo untuk proses penindakan lebih lanjut, Pungkasnya.
Kegiatan patroli cipta kondisi ini akan terus dilakukan oleh Polsek Sukolilo untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mencegah terjadinya balapan liar yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. (*)

Tenaga Non-ASN Tidak dapat Diangkat Menjadi PPPK, Pemkab Pati Tidak akan Rekrutmen Tenaga Honorer Baru

0

Korandiva – PATI.– Nasib guru honorer di Kabupaten Pati semakin tidak menentu setelah pemerintah daerah menegaskan bahwa tenaga non-ASN (Aparatur Sipil Negara) tidak dapat diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Keputusan ini semakin menyulitkan mereka, terutama bagi peserta yang gagal dalam seleksi PPPK 2024 kategori R3, yakni mereka yang tidak lulus dalam seleksi tersebut. (11/2/25).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyatakan bahwa seleksi PPPK 2024 merupakan langkah akhir dalam penyelesaian tenaga non-ASN, khususnya guru honorer. Setelah seleksi ini, pemkab tidak akan membuka kembali rekrutmen tenaga honorer baru guna menghindari bertambahnya jumlah guru honorer di daerah tersebut.

“Secara normatif, penyelesaian tenaga non-ASN diatur melalui seleksi PPPK 2024. Karena itu, ada seleksi tahap pertama dan kedua,” ujar Kepala BKPSDM Pati, Muh. Saiful Ikmal.

Ikmal menjelaskan bahwa dalam seleksi tahap pertama, beberapa peserta berhasil lulus dan diangkat sebagai PPPK penuh waktu. Sementara itu, bagi yang tidak lulus, mereka diusulkan untuk menjadi PPPK paruh waktu.

Terkait skema PPPK paruh waktu, Ikmal menegaskan bahwa istilah tersebut bukan berarti jam kerja mereka hanya setengah dari biasanya, melainkan sebagai masa transisi sebelum mereka dapat diangkat menjadi PPPK penuh waktu.

“Kami mengusulkan agar mereka menjadi PPPK paruh waktu karena sudah tidak ada lagi tenaga kerja non-ASN. Saat ini, hanya ada dua status pegawai, yaitu PNS dan PPPK. Sejak larangan pengangkatan tenaga non-ASN diberlakukan, tidak ada lagi penerimaan tenaga honorer baru,” jelasnya.

Dengan kebijakan ini, guru honorer yang tidak lulus seleksi PPPK 2024 menghadapi ketidakpastian mengenai status pekerjaan mereka di masa mendatang. (*)

Setelah Gas Elpiji, Minyakita Juga Mulai Langka di Pati

0

Korandiva – PATI.– Setelah dibikin susah akibat kelangkaan gas elpiji, kini warga Kabupaten Pati juga menghadapi sulitnya mendapatkan Minyakita, minyak goreng subsidi dari pemerintah. Dalam beberapa pekan terakhir, stok minyak goreng ini semakin menipis di pasaran, membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan mereka.

Salah satu warga Margorejo, Triswati, mengaku telah berusaha mendapatkan Minyakita selama beberapa minggu terakhir, namun selalu kehabisan stok.

“Tadi saya mau beli Minyakita, tapi kosong. Minggu lalu masih dapat, sekarang cari lagi tapi tidak ada,” ujarnya, Selasa (11/2/2025).
Triswati menambahkan, meskipun stok kosong, ia enggan membeli minyak goreng jenis lain seperti minyak curah karena minyak tersebut akan dijual kembali ke pelanggan.

“Kami menjual kembali minyak goreng ini. Pembeli lebih memilih Minyakita daripada minyak curah,” imbuhnya. Saat ini, harga satu karton Minyakita berkisar Rp 200 ribu, sedangkan per liter mencapai Rp 18 ribu.

Rudi Sulistiyanto, seorang pemilik agen Minyakita di Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, membenarkan kelangkaan ini. Menurutnya, pasokan Minyakita mulai langka dalam dua minggu terakhir. “Sudah dua minggu ini sulit didapat. Memang keadaannya begitu,” kata Rudi.

Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab kelangkaan adalah harga Minyakita yang lebih murah dibandingkan minyak curah. Saat ini, harga minyak curah berkisar Rp 17.800 hingga Rp 17.900 per liter, sementara harga Minyakita hanya Rp 17.100 hingga Rp 17.200 per liter.

“Harga minyak curah lebih mahal. Satu karton Minyakita biasanya dijual sekitar Rp 180 ribu,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan Minyakita di pasaran. (*)

Kerusakan Jalan Raya Seso-Sayuran, Blora Sering Membawa Korban

0

Korandiva – BLORA.- Jalan raya Seso-Sayuran yang terletak di samping Mapolres Blora, kondisinya kini mengalami kerusakan yang cukup parah. Beberapa bagian jalan dipenuhi lobang cukup dalam yang bisa mengancam keselamatan pengendara.

Diduga kerusakan jalan ini akibat seringnya dilalui oleh kendaraan besar milik CV Wahyu Jaya, yang sering membawa muatan melebihi tonase yang seharusnya. Kondisi ini membuat jalan tersebut semakin tidak layak untuk dilalui, terutama bagi pengendara sepeda motor dan kendaraan kecil.

Ida, salah satu pemilik ruko di sekitar kawasan tersebut menyampaikan keprihatinannya. Dia mengaku sangat khawatir, karena lobangnya semakin dalam dan bisa berbahaya bagi orang yang melintas. “Banyak pengendara motor yang hampir jatuh atau mengalami kerusakan pada kendaraan mereka,” ujarnya.

Ia berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan tersebut sebelum ada korban yang lebih banyak.

Sejumlah warga juga mengungkapkan hal serupa, merasa resah dengan kondisi jalan yang semakin parah. Mereka berharap pemerintah setempat segera melakukan perbaikan agar jalan tersebut dapat kembali aman digunakan oleh masyarakat. Selain itu, penegakan aturan mengenai tonase kendaraan besar diharapkan dapat lebih diperketat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. (*)

Rapat Rutin PWRI Blora, Bambang Sulistya: Stop Ghibah Diselamatkan dari Api Neraka

0

Korandiva – BLORA.- Ketua Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA, mengingatkan kepada seluruh anggota PWRI agar jangan mengikuti tren budaya baru yang saat ini menjadi buah bibir dan menu harian dalam pergaulan hidup sehari-hari.

“Yaitu kebiasaan hidup yang suka berperilaku ghibah dan menebar berita hoaks/fitnah. Karena perilaku gibah adalah perbuatan yang tercela yang dilarang keras oleh agama,” tegas Bambang Sulistya dalam rapat pertemuan rutin istimewa di rumah pribadi H. Winarno, S.Sos, mantan kepala inspektorat Kabupaten Blora Jl. Gunung Lawu Gang Sate, Kelurahan Tempelan, Blora, Senin 10 Februari 2025.

Menurut mantan Sekda Blora itu, perbuatan ghibah atau menggunjing bin menghujat adalah membicarakan aib, kejelekan dan keburukan orang lain. Bagi umat Islam larangan untuk bergibah harus taat dan patuh kepada Al-Qur’an surat Al Hujarat ayat 12.
Bahkan dalam Hadist Riwayat Tirmidzi 1854 disebutkan: “Barang siapa menahan ghibah akan menyelamatkan dari api neraka”.
“Saya menganjurkan untuk mengamalkan SGPC, bukan sego pecel warung makan legendaris Bu Wiryo dekat UGM yang sudah tenar sejak 1959 tapi SGPC yang maknanya. Stop Ghibah Pancar Cinta kepada segenap umat kapanpun dan dimanapun kita berada,” tuturnya.

Pada rapat pertemuan itu telah membuahkan hasil pemikiran yang sangat bermanfaat bagi kehidupan dalam berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara. Pertemuan berlangsung penuh rasa K3 : Kekeluargaan, Kerukunan dan Kegembiraan.
Diawali sambutan dari tuan rumah H.Winarno. Ia mengeluarkan uneg-uneg selama menikmati masa purna tugas dengan menyalurkan hobi menyanyi dengan diiringi dengan solo organ yang dimainkan sendiri.

“Karena menyanyi memiliki banyak manfaat baik kesehatan fisik maupun mental. Untuk kesehatan jasmani dengan mendendang lagu-lagu kenangan dapat meningkatkan kekuatan paru paru, memperlancar aliran darah, meningkatkan kesehatan jatung dan membantu mencegah kanker, sedang secara rohani dapat menangkal stres dan bisa menjadi jamu awet mudam,” ungkapnya.
Secara jujur Winarno mengutarakan sejak tahun 2003 sudah menikmati penyakit gula. Sehingga sangat paham dan profesional bagaimana cara mengatasi dan mengelola penyakit gula agar hidup tetap sehat dan bahagia.

Dalam menyikapi realita dinamika kehidupan saat ini, Gus Win panggilan terbaru saat ini. memiliki resep 5M (Madhep, Manteb, Melu, Marang, Maha Kuasa).

Berdasarkan hasil musyawarah telah disepakati oleh pengurus PWRI Blora untuk membentuk grup musik solo organ “Wreda Mustika Nada” yang dikomandani oleh Winarno (yang pernah menyabet juara lomba menyanyi tingkat Jawa Tengah) dan dibantu oleh Drs. Sugiyono, M.Si., dan Suharto, SH.

Sebagai motivasi dan tantangan Wreda Mustika Nada direncanakan akan tampil dan menjadi penghibur utama dalam acara halal bi halal keluarga besar PWRI Kabupaten Blora di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Akhir pertemuan semua peserta menyanyikan lagu Lansia Bahagia. Sepenggal syair lagu tersebut “Walau kita sudah purna. Jangan hanya mengeluh saja, Nikmati hidup dengan bersukaria, Agar sehat dan bahagia”. (*)