Beranda blog Halaman 50

Tipu Korban Ratusan Juta, Ketua Ormas Pemuda Pancasila Blora Ditangkap Polisi

0

Korandiva – BLORA.- Polda Jateng- Kota Semarang | Tim Satgas Anti-Premanisme yang tergabung dalam Operasi Aman Candi 2025 Polda Jawa Tengah menangkap Ketua Ormas Pemuda Pancasila (PP) Blora, tersangka adalah MJ (44). Pria yang akrab disapa Mbah Mun itu diamankan petugas lantaran diduga terlibat kasus Penipuan yang merugikan korbannya hingga ratusan juta rupiah.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio menyebut peristiwa penipuan ini dialami oleh WA, asal Kradenan Kab. Blora. Dalam keterangan pada Senin (19/5/2025) pagi Kombes Pol Dwi Subagio menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban yang dibuat pada 11 Mei 2025, lantaran merasa tertipu dengan janji pengadaan solar industri fiktif yang dilakukan oleh pelaku.

“Penangkapan yang bersangkutan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 17 Mei 2025 oleh tim gabungan Satgas Gakkum Ops Aman Candi 2025,” ungkapnya. Senin (19/5).

Selain MJ, petugas juga mengamankan WH, wanita berusia 45 tahun asal Todanan Blora. Dirinya ikut ditangkap lantaran diduga turut membantu tersangka untuk meyakinkan korban.

“Adapun modus yang dilakukan pelaku adalah meyakinkan korban untuk menjalin kerja sama bisnis pengadaan solar dengan mengaku sebagai Humas dari sebuah perusahaan dan menjanjikan pengiriman solar industri, padahal gudang perusahaan tersebut sudah tidak lagi beroperasi sejak Juli 2022,” jelasnya.

Keduanya disebut secara bersama-sama memberikan iming-iming dan janji palsu serta meminta korban untuk menyetor uang sebagai deposit pengiriman solar industri. Total kerugian dialami korban mencapai lebih dari Rp 333 juta.

“Pada sekira bulan Agustus hingga September 2022, korban dijanjikan pengiriman solar industri secara lancar apabila menyetorkan uang deposit kepada pelaku. Bahkan pelaku mengklaim punya jaringan dengan Komisaris perusahaan tersebut untuk meyakinkan korban,” lanjut Kombes Dwi Subagio.

Dari tangan tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa surat perjanjian kerja sama, laporan transaksi keuangan, dan dokumen lainnya terkait kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa MJ juga merupakan residivis kasus Penadahan, sedangkan WH juga pernah tersangkut kasus Penggelapan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keduanya dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun penjara.
Kombes Dwi Subagio menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini sebagai bagian dari komitmen Polda Jateng memberantas aksi premanisme terutama yang dilakukan oleh preman berkedok ormas yang kerap merugikan dan meresahkan masyarakat.

“Ini bagian dari upaya kami membersihkan ruang publik dari praktik premanisme berkedok ormas atau profesi. Siapa pun yang merugikan masyarakat akan kami tindak tegas sesuai hukum,” tegas Kombes Pol Dwi Subagio.

Menutup keterangannya, Kombes Dwi Subagio mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan janji-janji bisnis yang tidak jelas legalitasnya dan melaporkan segala bentuk dugaan penipuan ke aparat kepolisian terdekat. (*)

Polres Blora Ringkus Trio Curanmor, 10 Motor Dicuri dari 10 TKP Berbeda

0

Korandiva – BLORA.- Kepolisian Resor (Polres) Blora berhasil membekuk tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di sepuluh tempat kejadian perkara (TKP) berbeda di wilayah Kabupaten Blora. Ketiga pelaku, yakni KS (30) warga Genjahan, AFF (22), dan MADF (27) keduanya warga Bojonegoro, diringkus usai serangkaian penyelidikan intensif. Aksi mereka telah meresahkan masyarakat dengan total 10 sepeda motor yang berhasil dicuri.

Berdasarkan laporan kepolisian, sepuluh TKP tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Blora dengan dua lokasi, Jepon tiga lokasi, Jiken tiga lokasi, dan Cepu dua lokasi. Barang bukti berupa kurang lebih 10 sepeda motor berbagai merek berhasil diamankan petugas. Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi warga yang kerap was-was dengan maraknya kasus curanmor di wilayah tersebut.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kasatreskrim AKP Selamet menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan penyelidikan.

“Kami menduga ada keterlibatan jaringan yang lebih besar. Jika terindikasi ini bagian dari sindikat curanmor lintas kota, kami akan kejar hingga tuntas,” ujar AKP Selamet dalam keterangannya kepada media, Senin (19/5/2025).

Ketiga pelaku kini telah diamankan di Mapolres Blora untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang dapat mengantarkan mereka ke balik jeruji selama tujuh tahun penjara. Warga sekitar pun mengapresiasi kerja cepat Polres Blora dalam menangani kasus yang meresahkan ini.

Polres Blora juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan pengamanan kendaraan, seperti menggunakan kunci ganda atau memarkir di tempat yang aman. “Kami berkomitmen menjaga keamanan masyarakat dan mengimbau warga untuk melaporkan segera jika menemukan hal mencurigakan,” tutup AKP Selamet. (*)

Keberangkatan Jemaah Calon Haji Blora Diiringi Doa dan Isak Tangis Haru

Korandiva – BLORA.- Jemaah Calon Haji (JCH) kloter 57 dari Kabupaten Blora berjumlah 221 orang dan kloter 58 berjumlah 353 orang, pada Minggu 18 Mei 2025 berangkat ke embarkasi haji Donohudan Kabupaten Boyolali.
Jemaah Calon Haji kloter 57 berkumpul di pendopo rumah dinas Bupati Blora jam 03.00 WIB dan berangkat jam 05.00WIB ke Asrama Haji Donohudan.
Sedangkan kloter 58 kumpul di pendopo rumah dinas Bupati Blora jam 10.00 WIB dan berangkat ke Asrama Haji Donohudan jam 12.00 WIB.

Pemberangkatan ratusan jemaah calon haji dilepas langsung oleh Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini.
Sri Setyorini mengimbau agar para jemaah calon haji senantiasa menjaga kesehatan dan mendoakan Kabupaten Blora agar semakin maju.

“Harapannya semoga menjadi haji mabrur mabruroh selalu diberi kesehatan selama menjalankan ibadah di tanah suci. Dan tentunya kami juga minta didoakan agar Kabupaten Blora bisa semakin maju kedepannya,” katanya.

Salah seorang jemaah calon haji 2025 dari Kloter 58 adalah Achmad Nur Hidayat, SH., MSi., MM., Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (Dindalduk KB) Kabupaten Blora beserta istri. Sebelum berangkat ke Donohudan, ia dan istrinya menyelenggarakan kegiatan ritual keselamatan haji yang diikuti oleh sanak saudara keluarga besar, tetangga, teman dekat dan karyawan/karyawati dari Dindalduk KB. Suasana acara penuh rasa kekeluargaan, kebahagiaan dan keharuan (K-3).

Achmad Nur Hidayat menyampaikan puji syukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana. Sehingga diberi kesempatan untuk menyempurnakan rukun Islam ke lima melaksanakan ibadah haji ke Baitullah. Disamping itu Gus Nur, sapaan kekinian Achmad Nur Hidayat, mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir atas segala bentuk perhatian, dukungan, bantuan dan doa.

“Semoga semua itu, menjadi dukungan materiil dan moril selama melaksanakan rangkaian ibadah haji di Tanah suci Makkah dan Madinah,” ucapnya.

Dirinya menyadari selama ini masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dalam ucapan, sikap maupun perilaku yang membuat kekecewaan, sakit hati dan kurang berkenan di hati kepada semua.
Oleh karena itu ia memohon maaf secara tulus dan ikhlas. Sehingga beserta istri sudah tidak ada lagi beban dan siap dalam menunaikan ibadah haji yang dilandasi oleh jiwa bersih hanya pasrah kepada sang pemilik langit.

Bahkan ia mengungkapkan, sudah siap berihram sejak akan berangkat ke Baitullah, serta sangat meyakini bahwa ibadah haji merupakan momentum yang tepat untuk melakukan reformasi diri secara revolusioner dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat.

“Saya menitipkan anak-anakku dan rumah bererta isinya kepada saudaranya dan tetangganya,” ucapnya dibalut rasa haru.

Kemudian dilanjutkan doa dan acara bersalam-salaman antara calon haji dengan saudara-saudara keluarga besar calon haji, tetangga dan para tamu undangan yang hadir. Suara adzan dan iqomah kembali memantik suasana haru berpadu tetes air mata.

“Ketika bersalaman, saya hanya membisikkan ucapan selamat melaksanakan tugas mulia untuk menyempurnakan rukun Islam kelima semoga lancar dan sukses kembali ke Blora dalam keadaan sehat walafiat serta menjadi haji yang mabrur. Amin,” ucap Ir. H. Bambang Sulistya,M.MA, mantan Sekda Blora. (*)

Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci Mustika Cup Muhammadiyah Blora, Pontren At-Tajdid Cepu Raih 9 Emas dan 6 Perak

0

Korandiva – BLORA.- Santri SMP-SMA Pondok Pesantren (Pontren) At-Tajdid Muhammadiyah Cepu, Kabupaten Blora, kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci Mustika Cup Muhammadiyah Blora (MCMB) yang digelar pada 9–11 Mei 2025 di Gedung Dakwah Muhammadi-yah Blora.

Dalam kejuaraan bergengsi yang memperebutkan Piala Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Blora tersebut, Pontren At-Tajdid berhasil meraih total 18 medali, terdiri dari 9 medali emas, 6 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Capaian ini sekaligus mengantarkan Pontren At-Tajdid sebagai Juara Umum 3 Tingkat Remaja dan PraRemaja.
Kepala SMA Pontren At-Tajdid Cepu, Ustadz M. Guntur Setiowento P., S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian para santri.

“Kesuksesan ini adalah buah dari ketekunan, latihan yang konsisten, dan doa yang terus me-ngiringi. Semoga semakin banyak generasi muda yang menjadikan ilmu dan olahraga sebagai jalan menuju prestasi dan keberkahan,” ungkapnya.

SMA
Juara Umum 3 Tingkat 3 Remaja
1. Fathrurrozi bin Hari, S.Ag. Asal Randublatung-Blora (kls 5 / 11 SMA) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Tanding Putra Kelas B Remaja
2. Allibia Faathir R bin KASRAL asal Baureno-Bojonegoro (Kls 4 / 10 SMA) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Tanding Putra Kelas G Remaja
3. Zharefa Zama A binti Muhammad Zamroni asal Randublatung-Blora (Kls 4 / 10 SMA) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Tanding Putri Kelas E Remaja
4. Nailal Muna binti Zaenal Arifin, S.Ag. M.M. asal Cepu-Blora (Kls 5 / 11 SMA) Juara 2 (Medali Perak) Kategori Seni Tunggal IPSI Bersenjata Putri Remaja
5. Jauhar Ahmad bin M. Raehan asal Sukosewu-Bojonegoro (Kls 4 / 10 SMA) Juara 2 ( Medali Perak) Kategori Tanding Putra Kelas D Remaja
6. Siti Kusnul Kh binti Selamet asal Randublatung-Blora (Kls 5 / 11 SMA) Juara 3 (Medali Perunggu) Kategori Seni Tunggal IPSI Bersenjata Putri Remaja.

SMP
Juara Umum 3 Tingkat 3 Praremaja
1. Mohammad Arbi W bin Faozi Edy Handoyo asal Ngawen-Blora (Kls 2/8 SMP) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Tanding Putra Kelas D Pra Remaja
2. Alisa Nur A binti Kariyanto asal Cepu-Blora (Kls 2 / 8 SMP) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Tanding Putri Kelas E Pra Remaja
3. Muhammad Rizqulloh F.A. bin Suparno asal Cepu-Blora (Kls 2 / 8 SMP) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Tanding Putra Kelas F Pra Remaja
4. Abdullah Fakih A bin MA Mufid asal Cepu-Blora (Kls 1 / 7 SMP) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Tanding Putra Kelas H Pra Remaja
5. Janan Kamilah & Janan Karimah binti Sucipto asal Kunduran-Blora (Kls 2 / 8 SMP) Juara 1 (Medali Emas) Kategori Seni Ganda Putri Pra Remaja
6. Izzatul Islam binti Ayub Kuncoro asal Pa-dangan-Bojonegoro (Kls 1 / 7 SMP) Juara 2 (Medali Perak) Kategori Tanding Putri Kelas E Pra Remaja
7. Laga Syuhada bin Suwoto asal Todanan-Blora (Kls 2 / 8 SMP) Juara 2 ( Medali Perak) Kategori Tanding Putra Kelas G Pra Remaja
8. Naufal Khoirul A bin Choiri Noviyanto asal Blora Kota-Blora (Kls 1 / 7 SMP) Juara 2 (Medali Perak) Kategori Seni Tunggal IPSI Bersenjata Putra Pra re-maja
9. Sabila Muflichah binti Eko Wahyudi asal Randublatung-Blora (Kls 2 / 8 SMP) Juara 2 (Me-dali Perak) Kategori Seni Tunggal IPSI Tangan Kosong Putri Pra Remaja
10. Alviandra Eka A bin Wiwit Balabab asal Randublatung-Blora (Kls 2 / 8 SMP) Juara 3 (Medali Perunggu) Kategori Tanding Kelas E Putra Pra Remaja
11. QamraaFachraya E binti Surya Puguh Supriyadi, ST asal Padangan-Bojonegoro (Kls 2 / 8 SMP) Juara 3 (Medali Perunggu) Ka-tegori Seni Tunggal Tangan IPSI Tangan Kosong Putri Pra Re-maja. (*)

Kehadiran UNY

0

Setelah fokus pada pembangunan infrastruktur di periode pertama masa jabatannya, Bupati Blora Arief Rohman tampaknya kini mengalihkan prioritas ke sektor ekonomi dan pendidikan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk membuka kampus di Blora.

Tujuannya jelas: mempercepat kehadiran lembaga pendidikan tinggi yang lengkap, memiliki berbagai fakultas, program studi, dan fasilitas riset yang memadai, tanpa harus menunggu proses panjang transformasi sekolah tinggi lokal menjadi universitas.

Namun, rencana ini tak sepenuhnya disambut antusias oleh masyarakat Blora, khususnya para pengelola sekolah tinggi swasta yang telah lama berdiri. Mereka menyayangkan langkah Pemkab Blora yang hendak memberikan hibah lahan kepada UNY, dan merasa khawatir bila kampus baru itu berlokasi terlalu dekat dengan institusi mereka.

Sebagian pengelola bahkan mempertanyakan mengapa pemerintah tidak berfokus pada penguatan dan pengembangan lembaga yang sudah ada, yang umumnya telah memiliki rekam jejak cukup panjang.

Penolakan terhadap rencana masuknya UNY ke Blora tidak hanya muncul dari kalangan akademisi lokal, tetapi juga dari sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi.
Kendati demikian, bentuk penolakan yang terjadi masih dalam batas wajar, dilakukan melalui diskusi intelektual dalam forum dan penyampaian aspirasi yang elegan. Hal ini berbeda dengan bentuk penolakan kasar yang pernah terjadi di sektor lain, contohnya seperti konflik pengelola taksi bandara melawan pemain baru.

Kebijakan menghadirkan UNY tampaknya lahir dari kalkulasi realistis dan kesadaran akan keterbatasan waktu pengabdian seorang kepala daerah. Masa jabatan Bupati Arief Rohman akan berakhir pada 2029, sehingga ia tidak memiliki cukup waktu untuk menunggu tumbuh kembang lembaga lokal menjadi universitas.
Seperti ketika mempercepat pembangunan infrastruktur dengan bantuan dana dari kabupaten tetangga atau pinja-man bank, mendatangkan UNY dinilai sebagai solusi cepat untuk merealisasikan visi pendidikan dalam era kepemimpinannya.

Selain memperluas akses pendidikan tinggi, kehadiran UNY juga diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat. Selama ini, banyak pemuda Blora yang harus merantau ke kota-kota besar seperti Yogyakarta, Semarang, Solo, atau Jakarta untuk melanjutkan pendidikan. Biaya hidup dan kuliah di luar kota tentu menjadi beban berat bagi keluarga mereka.

Kampus UNY di Blora bisa menjadi alternatif berkualitas yang lebih terjangkau secara ekonomi.
Lebih jauh lagi, universitas bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga simbol kemajuan daerah. Dengan daya tarik akademiknya, UNY berpotensi mendatangkan mahasiswa dari kabupaten tetangga seperti Ngawi, Bojonegoro, Rembang, dan Grobogan, yang tentu bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam konteks ini, kehadiran UNY bukan hanya menjawab kebutuhan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar untuk meningkatkan “derajat” Blora dalam peta pendidikan tinggi di Indonesia.
***

Menghidupkan Kembali Bandara Ngloram

0

Masyarakat Blora tentu masih mengingat geliat singkat Bandara Ngloram, yang sempat beroperasi kembali sejak 2021 setelah bertahun-tahun mati suri. Dulunya bandara ini adalah milik Pertamina dan hanya melayani operasional proyek migas di Blok Cepu, tetapi kemudian diambil alih Kementerian Perhubungan dan diubah menjadi bandara komersial. Sayangnya, gaung pembukaannya tidak sebanding dengan kenyataan di lapangan. Penerbangan dari Jakarta ke Ngloram memang sempat ada, namun lebih banyak diisi penumpang ‘wajib’, bukan penumpang yang benar-benar membutuhkan layanan udara.

Ironisnya, untuk mempertahankan operasional bandara, sempat diberlakukan kebijakan tidak masuk akal: para kepala desa (kades) dan ASN digilir untuk terbang ke Jakarta setiap Senin dan Jumat. Meskipun banyak dari mereka sebenarnya tidak memiliki keperluan dinas, mereka tetap “dipaksa” terbang, membebani APBD dan dana desa. Bahkan sempat terjadi insiden seorang kades membuka pintu darurat saat boarding, hingga penerbangan dibatalkan dan penumpang pulang dengan bus. Ini bukan saja mencoreng citra daerah, tapi juga menunjukkan betapa belum matangnya ekosistem bandara tersebut.

Kini, terdengar kabar bahwa Bandara Ngloram akan kembali diaktifkan, sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Tengah. Namun sebelum gegabah melanjutkan rencana ini, Pemkab Blora semestinya melakukan evaluasi mendalam. Apa yang menyebabkan bandara tersebut sebelumnya sepi penumpang? Kenapa penerbangan tidak berkelanjutan? Tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar itu, pengaktifan ulang hanya akan mengulangi kegagalan yang sama dan memboroskan anggaran publik.

Bandara pada dasarnya adalah alat, bukan tujuan. Ia ada untuk menghubungkan orang-orang dengan pusat kegiatan: bisnis, industri, pendidikan, atau pariwisata. Bila Blora belum memiliki salah satu dari magnet ini, maka tidak heran jika bandara pun sepi. Oleh karena itu, logika pembangunan perlu dibalik. Bukan bandara yang dihidupkan untuk menarik wisatawan dan investor, tetapi destinasi dan kawasan industrilah yang harus dibangun terlebih dahulu agar menciptakan kebutuhan terhadap layanan udara.

Blora sebenarnya memiliki potensi wisata dan budaya yang kaya, namun belum dikelola dan dipromosikan secara seri-us. Sebelum bicara tentang bandara, Pemkab Blora perlu menetapkan satu ikon wisata unggulan yang benar-benar bisa menarik kunjungan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Ini bisa berupa destinasi alam, budaya, atau warisan sejarah yang dikemas secara profesional. Jika pariwisata hidup, maka pergerakan manusia meningkat, dan transportasi udara akan menjadi kebutuhan, bukan paksaan.

Selain itu, rencana membangun kawasan industri di sekitar Cepu harus segera direalisasikan. Kawasan ini bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi Blora dan sekitarnya.

Singkatnya, menghidupkan kembali Bandara Ngloram perlu komitmen nyata dari seluruh stakeholder untuk menjadikan Blora sebagai daerah yang menarik untuk dikunjungi dan dijadikan tempat berusaha. Jika tidak, Bandara Ngloram hanya akan menjadi proyek kebanggaan sesaat yang kembali redup tanpa jejak. Ke depan, mari kita bangun alasan yang kuat kenapa orang harus datang ke Blora—bukan sekadar menyediakan landasan untuk mereka mendarat.
***

Pensiunan Pos se-Indonesia Bangkit: Satukan Barisan Lawan Ketidakadilan

0

Korandiva-BLORA.– Gerakan para pensiunan PT Pos Indonesia kembali menunjukkan taringnya. Dalam pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Serba Sambal, Kamis (1/5/2025), para pensiunan Pos dari Kabupaten Blora bersatu menyuarakan tekad untuk memperjuangkan hak dan keadilan yang selama ini dirasa diabaikan oleh manajemen pusat.

Dengan strategi sederhana berupa woro-woro dari mulut ke mulut dan aksi viralisasi di media sosial, gerakan ini berhasil membangkitkan semangat kolektif pensiunan di berbagai daerah. Hasilnya mengejutkan—dukungan dari DPC dan DPW P2POS dari seluruh Indonesia mengalir deras.

Ini membuktikan bahwa gerakan yang digagas oleh GERTAKPOS dan SPPI BERSATU bukanlah gerakan kecil tanpa arah, melainkan representasi nyata dari kegelisahan ribuan insan Pos yang merasa terpinggirkan.

Namun ironisnya, DPP P2POS pusat sempat meremehkan gerakan ini dengan menyatakan bahwa para demonstran bukan bagian dari organisasi. Tuduhan ini tidak hanya keliru, tetapi juga menyakitkan bagi mereka yang selama ini berjuang dari bawah. Fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya—DPC dan DPW P2POS justru berdiri kokoh di belakang gerakan ini. Kegagalan DPP P2POS pusat membaca aspirasi anggota di bawahnya kini menjadi boomerang, menyebabkan mereka kehilangan kepercayaan dan legitimasi di mata anggota daerah.

Ketua DPC P2POS Blora, Ahmad Mubaidi, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar aksi reaktif, melainkan bentuk perjuangan moral dan legal untuk menuntut hak-hak pensiunan yang selama ini diabaikan oleh Direksi PT Pos Indonesia. Ia berharap Direksi dapat membuka telinga dan hati terhadap aspirasi ini, dan tidak terus berlindung di balik birokrasi dan retorika kosong.

Aspirasi yang Disuarakan Pensiunan Pos:

  1. Peninjauan ulang kebijakan yang merugikan pensiunan, khususnya terkait tunjangan dan jaminan sosial.
  2. Keterlibatan perwakilan pensiunan dalam pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.
  3. Audit transparan terhadap dana pensiun dan program kesejahteraan yang selama ini dinilai tidak jelas akuntabilitasnya.
  4. Penghentian sikap represif dan diskriminatif terhadap suara-suara kritis dari kalangan pensiunan.

Sebagai langkah lanjutan, para pensiunan sepakat untuk menggelar aksi damai di kantor pusat Direksi PT Pos Indonesia di Bandung. Aksi ini bukan untuk menciptakan kegaduhan, melainkan panggilan nurani agar manajemen pusat membuka ruang dialog yang jujur, adil, dan berkeadilan.

“Kami bukan pemberontak. Kami hanya ingin didengar, dihargai, dan diperlakukan dengan adil sebagai bagian dari keluarga besar PT Pos Indonesia,” tegas Ahmad Mubaidi. (*)

Kelompok Olahraga Jalan Nordic WTLB Jiken Siap Ajak Masyarakat Gemar Olahraga

0

Korandiva-BLORA.- Kelompok olahraga jalan Nordic Watulumbung (WTLB) Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, siap berkomitmen memasyarakatkan olahraga tersebut untuk kesehatan tubuh serta mengajak masyarakat gemar olahraga.

Hal itu disampaikan oleh penasihat jalan Nordic WTLB Jiken, HM. Kusnanto, SH, setelah dilantik bersama Kelompok Srikandi Kecamatan Randublatung dan Sembrani Kecamatan Ngawen, oleh Ketua Komunitas Jalan Nordic Indonesia (KJNI) Cabang Blora, Sutoyo, di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Sabtu (17/5/2025).

“Alhamdulillah, setelah dilantik kami siap untuk menggeliatkan olahraga jalan Nordic bagi masyarakat Jiken, semoga nanti bisa berkembang, dan menjadi pemacu masyarakat untuk gemar olahraga, khususnya jalan Nordic,” kata HM. Kusnanto.

Menurut mantan Ketua DPRD Blora itu, meskipun baru berdiri 12 April 2025, namun para pengurus dan anggota kelompok olahraga jalan Nordic WTLB Jiken periode 2025-2027, tampak ceria dan semangat.

Dengan seragam baru yang dimiliki, mereka tampil memikat baik saat senam bersama dan jalan Nordic mengelilingi Alun-alun Blora pada ulang tahun KJNI Blora yang kedua.

“Jiken Nordic WTLB (Watulumbung) itu nama sebuah waduk di Jiken. Baru berdiri 12 April 2025 dengan anggota 36 orang, tentu dengan seragam baru, stik baru dan topi baru, mendorong kami untuk sehat dan semangat berolahraga,” ungkapnya.

HM. Kusnanto menjelaskan, olahraga ini sangat efektif menjaga kebugaran dan dapat mengatasi rasa sakit pada punggung, leher, dan bahu, terutama bagi yang biasa beraktivitas duduk seharian.
“Ini olahraga yang menggerakan semua otot, menggerakan semua onderdil otot yang murah dan praktis,” kata HM. Kusnanto.

Olahraga murah dan sesuai untuk semua lapisan masyarakat ini harus dilengkapi dengan dua tongkat saat berjalan. Jenis tongkat yang digunakan bisa dari kayu maupun bambu. Lokasi untuk melakukannya juga bebas, bisa juga di halaman rumah sekitar 30 menit setiap harinya.

Daya tarik sesungguhnya dari olahraga ini adalah dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, misalnya dari segi waktu, kecepatan, dan lokasi latihan. “Kita tidak harus ke lapangan atau kemana. ke luar rumah itu bisa jalan,” tegasnya.

Cara berjalan Nordic adalah gerakan lengan dan kaki yang berlawanan. Meski terkesan mudah, mengayunkan kaki dengan dua tongkat ski di tangan secara berlawanan awalnya akan terasa sulit dan butuh pembiasaan. Namun jika telah membiasakan diri kecepatan dan ketepatannya seperti intensitas berlari.

Bupati Blora, Arief Rohman, mengapresiasi Komunitas Jalan Nordic Indonesia (KJNI) Cabang Blora yang sudah membangkitkan semangat, menggerakkan dan mengolahragakan masyarakat.

“Saya melihat KJNI Cabang Blora ini salah satu komunitas yang paling hebring, paling aktif, paling semangat, jadi semangatnya mengalahkan yang muda, tentunya ini mejadi semangat untuk kita, bagaimana kita menjaga kesehatan, tubuh sehat tetapi riang gembira, anggotanya heboh dan happy semuanya, menjalin silaturahim, menjalin keakraban, saya kira harus menjadi contoh bagi organisasi-organisasi lain, tentunya kita berharap organisasi ini semakin ngrembaka (berkembang), semoga nanti di semua kecamatan ada, sekarang baru tujuh, kurang sembilan, jadi nanti teman-teman diajak semuanya, ” kata Bupati Blora.

Bupati yang akrab disapa Mas Arief, mengapresiasi berbagai kegiatan positif yang telah dilaksanakan KJNI Cabang Kabupaten Blora selama dua tahun terakhir, baik dalam bentuk olahraga rutin, maupun kegiatan sosial.

“Semangat inilah yang kami harapkan terus tumbuh dan menular ke lebih banyak warga Blora,” kata Bupati Blora.

Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Blora, Bupati Blora Arief Rohman mengucapkan selamat memperingati Hari Ulang Tahun yang kedua bagi Komunitas Jalan Nordic Indonesia Cabang Kabupaten Blora.

“Semoga pengurus dan anggotanya selalu sehat, semangat dan diberikan kebahagian lahir dan batin,” ucapnya.

Disampaikan oleh Bupati Blora Arief Rohman, seperti kita tahu bahwa olahraga jalan nordic bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyehatkan jiwa. Unsur rekreasi ada di dalamnya, dan jalan nordic diklaim menjadi satu-satunya olahraga yang bisa dilakukan sambil ngobrol.

Di tengah kesibukan dan tantangan hidup modern, menjaga kesehatan fisik dan mental adalah hal yang sangat penting. Komunitas Jalan Nordic ini telah membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi gaya hidup yang menyenangkan, dan bisa dilakukan oleh siapa saja, dari berbagai usia dan latar belakang.

“Ke depan, saya berharap Komunitas Jalan Nordic Indonesia Cabang Blora dapat terus berkembang, menjangkau lebih banyak masyarakat, dan terus menjalin sinergi dengan kami, Pemerintah Kabupaten Blora. Mari kita jadikan ulang tahun ini sebagai momentum untuk terus bergerak maju, menjaga semangat kebersamaan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup sehat,” tuturnya.

Ketua panitia penyelenggara Suparjan, menyampaikan, tema yang diusung dalam peringatan HUT kedua KJNI Cabang Blora adalah “Pererat Silaturahmi Untuk Menjaga Kesehatan, Kebugaran dan Keselarasan”

“Sejatinya HUT kedua KJNI Cabang Blora akan dilaksanakan bulan Maret 2025 lalu, tetapi karena bulan Ramadan, maka baru kita laksanakan pada bulan Mei, tepatnya hari Sabtu 17 Mei 2025,” jelasnya.

Sedangkan tujuannya, adalah saling bersilaturahim antar kelompok, agar saling mengenal antara kelompok yang satu dan yang lainnya.

“Tujuan berikutnya adalah untuk memupuk kebersamaan, kekeluargan, karena ini sangat penting. Kemudian untuk memotivasi bagi kecamatan yang belum ada Nordic-nya,” terangnya.
Ketua KJNI Cabang Blora Sutoyo menjelaskan di usia satu tahun KJNI, komunitas itu sudah memiliki ratusan personel yang terdiri beberapa kelompok.

“KJNI Cabang Blora mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Blora yang telah men-support olahraga Jalan Nordic, sehingga guyub rukun, bersatu sehingga kontinyu, terus bisa kita lakukan membangun semangat olahraga di Kabupaten Blora,” ujarnya.

Pada acara yang sama, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, berkenan memotong tumpeng dan diserahkan kepada sesepuh Nordic dengan disaksikan oleh Bupati Blora Arief Rohman dan beberapa pengurus KJNI Blora.

Sementara disela acara juga diakukan pelantikan tiga kelompok Nordic oleh Ketua KJNI Blora Sutoyo, yakni kelompok WTLB Jiken, Srikandi Randublatung dan Sembrani Ngawen.

Acara dimeriahkan aneka seni pertunjukan seperti seni tayub, line dance, gerak dan lagu, senam kreasi, jatilan, DSN durasi.
Hadir dalam acara itu Kepala Dinas Porabudpar Blora Iwan Setiyarso, Ketua KORMI Blora Soebekti, Asosiasi Senam Kebugaran Indonesia.

Sebelumnya, dalam rangka menyemarakkan dan memasyarakatkan olahraga jalan Nordic, ratusan peserta mengikuti senam bersama di alun-alun Blora dengan dipandu instruktur berpengalaman, Pambayun. Setelah itu dilanjutkan jalan Nordic keliling Alun-alun Blora dan finish di depan gapura rumah dinas Bupati Blora. Olahraga Nordic adalah aktivitas fisik yang melibatkan jalan kaki sambil menggunakan tongkat ski. (*)

Aliansi Mahasiswa Kabupaten Blora, Tolak Pembangunan Kampus UNY di Blora

0

Korandiva – BLORA.- Rencana pembangunan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Blora menuai protes dari warga setempat. Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa Kabupaten Blora, Sujarnako, masyarakat mengungkapkan keberatan terhadap rencana tersebut, dengan menekankan beberapa alasan yang dianggap penting untuk dipertimbangkan.

Salah satu kekhawatiran utama adalah potensi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh pembangunan kampus tersebut.
“Blora dikenal dengan kekayaan sumber daya alamnya yang perlu dilestarikan, dan warga khawatir bahwa proyek ini akan merusak ekosistem yang ada,” ujar

Sujarnako, Kamis (15/5/2025).
Selain itu, mereka juga menyuarakan keprihatinan mengenai dampak negatif terhadap harga tanah dan biaya hidup di daerah tersebut, yang diyakini akan meningkat drastis dan membuat kehidupan masyarakat lokal semakin sulit.

Selain isu lingkungan dan ekonomi, warga Blora juga merasa bahwa pembangunan kampus UNY di wilayah mereka tidak terlalu mendesak.
“Blora telah memiliki beberapa perguruan tinggi yang cukup berkualitas, dan alih-alih membangun kampus baru, mereka lebih berharap pemerintah dan universitas fokus pada peningkatan kualitas pendidikan di perguruan tinggi yang sudah ada,” tambah Sujarnako.

Mereka juga menyoroti potensi kenaikan biaya kuliah di UNY yang bisa membuat akses pendidikan menjadi semakin sulit bagi masyarakat dengan pendapatan rendah.

Dengan berbagai pertimbangan ini, warga Blora dan koordinator aksi mahasiswa berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mempertimbangkan alternatif yang lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dan lingkungan.
“Kami menolak terhadap hibah tanah Pemkab Blora yang akan digunakan untuk pembangunan kampus, dan lebih menginginkan agar tanah tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Sujarnako. (*)

Laporan Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Dicabut, Suasana Desa Jurangjero Kembali Kondusif

0

Korandiva – BLORA.- Polemik dugaan penyalahgunaan Dana Desa dan praktik pungutan liar (pungli) yang melibatkan Kepala Desa Jurangjero, Suwoto, akhirnya mereda setelah laporan resmi terhadap dirinya dicabut. Kejaksaan Negeri Blora membenarkan bahwa surat pencabutan laporan tersebut telah diterima pada Rabu, 14 Mei 2025, pukul 15.30 WIB, dan proses administrasi selesai pada pukul 16.15 WIB.

Surat pencabutan itu diajukan oleh Waluyojati, mantan anggota DPRD Blora sekaligus pelapor. Dalam suratnya, ia menyatakan bahwa tidak ditemukan bukti yang cukup untuk mendukung tuduhan yang sebelumnya dilayangkan terhadap Suwoto.

Pencabutan laporan ini disambut baik oleh warga Desa Jurangjero. Suasana desa yang sempat memanas kini mulai kembali kondusif. Banyak warga berharap stabilitas sosial dapat segera pulih dan pembangunan desa dapat kembali berjalan lancar.

Kepala Desa Jurangjero, Suwoto, menyampaikan rasa syukurnya atas pencabutan laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa sejak awal dirinya yakin tidak melakukan pelanggaran apa pun. “Semua proses pembangunan dilakukan secara transparan dan berdasarkan musyawarah desa,” ujarnya kepada media.

Suwoto juga berharap pencabutan laporan ini dapat memulihkan nama baiknya yang sempat tercoreng akibat tuduhan tersebut.

“Saya berharap ini menjadi titik terang agar masyarakat kembali percaya, dan kita bisa melangkah bersama membangun desa dengan lebih baik,” tambahnya. Ia menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas dengan menjunjung prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, mempererat komunikasi, dan bergotong royong demi kemajuan desa.

Dalam momen penyerahan surat pencabutan, Suwoto tampak didampingi oleh Ketua Praja Kecamatan Bogorejo, Suparman, SH (Kepala Desa Nglengkir), serta Bendahara Praja Kecamatan Bogorejo, Karjin (Kepala Desa Karang), sebagai bentuk dukungan moral dan solidaritas antarperangkat desa.

Beberapa tokoh masyarakat turut menyuarakan harapan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Mereka menekankan pentingnya klarifikasi sebelum menyebarkan tuduhan, serta perlunya komunikasi yang sehat antara warga dan pemerintah desa. “Ke depan, kita harus lebih bijak dan terbuka dalam menyikapi isu apa pun,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Blora belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan proses hukum, apakah akan dihentikan sepenuhnya atau tetap berlanjut meskipun laporan telah dicabut.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam melontarkan tuduhan serta urgensi penguatan mekanisme pengawasan dan partisipasi publik dalam pengelolaan dana desa. Hanya dengan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan terpercaya, kesejahteraan masyarakat desa dapat tercapai. (*)