Bertempat di Kopi Antara yang juga sekre-tariat Cepu Max Owner’s, Jalan Pramuka, Cepu, Kamis (28/1) lalu, Komunitas Peduli Yatim Cepu (KPYC) memberikan santunan kepada 63 anak yatim.
Ketua KPYC H. Maksum dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Ketua Cepu Max Owner, Rudi selaku yang selalu memberikan dukungan dalam pelaksanaan santunan anak-anak yatim di Cepu.
“Kegiatan ini sejak Tahun 2009. Diawali dari kegiatan menyantuni 13 anak yatim, hingga sekarang bisa membantu 283 anak yatim yang berstatus pelajar SD dan Madrasah,” ujarnya.
Hadir dalam acara tersebut, Kapolsek Cepu me-wakili Muspika Kecamatan Cepu, para pengurus dan anggota komunitas seperti DGCI (Datsun Go+ Komuniti Cepu Indonesia) dan Komunitas Sedulur Cepu.
Pada hari itu KPYC memberikan santunan kepada 63 anak yatim dari berbagai sekolah, namun untuk mematuhi protokol kesehatan maka diwakili oleh 27 anak dari dua madrasah yang ada di Cepu.
Dalam menyantuni anak-anak yatim, KPYC mendapatkan sumber dana secara mandiri, ban-tuan dari para donatur yang terdiri dari pengu-saha dan grup komunitas yang nilainya mencapai puluhan juta setiap tahunnya. “Alhamdulillah, selalu ada saja pihak-pihak yang peduli,” tambah Maksum.
Walaupun sudah sepuluh tahun lebih eksis dalam mengelola bantuan anak yatim, KPCY ternyata belum pernah mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten Blora.
“Sudah beberapa kali kami masukkan proposal ke Dinas Sosial, tapi belum pernah dapat respon,” pungkas Maksum. (nn)
Sudadiyo, Selalu Baca Do’a Perlindungan Diri
Tidaklah mudah bagi orang lanjut usia (lansia) menjalani hidup di era New Normal yang rawan kesehatan dan kurang pengasilan.
Tapi tidak demikian bagi Sudadiyo, Sekjen PWRI Kabupaten Blora ini setiap harinya selalu menebar senyum baha-gia kepada siapa saja.
Seminggu sekali mengikuti kegiatan senam, seminggu 2 kali bersepeda bersama kawan-kawan pensiunan. “Saya sekali seminggu bersepeda ber-sama cucu,” ujar pria yang pernah menjabat kepala dinas tenaga kerja di Blora itu.
Kepada wartawan, alumni Fakultas Hukum Unair, Surabaya itu berbagi resep dan pengalaman, agar dapat hidup sehat dan bahagia.
Selain rajin olahraga, Sudadiyo tak lupa meng-amalkan doa perlindungan diri dua kali sehari. “Saya baca doanya setelah subuh, dan setelah Ashar,”, ujar pria kelahiran Boyolali 1947 itu.
Dengan membaca doa tersebut, Sudadiyo mera-sa mendapat perlindung-an dari yang Maha Kua-sa selama 24 jam. “Sewaktu-waktu dipundut, lnsyaallah Surga,” tegasnya.
Menurut Sudadiyo, ada unsur 7 M dalam dzikir atau do’a perlindungan diri, diantaranya: (1). Mendatangkan rodho Allah, (2). Mengusir syetan, (3). Menghilangkan Kesedihan, (4). Mendatangkan Kegembiraan, (5). Menguatkan rohani – jasmani, (6). Membuat hati & wajah berseriseri, dan (7). Melapangkan Rezeki.
Untuk menularkan kebiasaannya, Sudadiyo pernah memborong 2 doz kitab kecil berjudul “Dzikir Pagi Petang” di toko buku Semarang, dan sempat dibagi-bagikan kepada kawan-kawan sesama pensiunan. “Supaya teman-teman juga bisa mengamalkannya setiap hari,” ucap Dadiyo yang pensiun Tahun 2008 itu.
Manfaat yang jelas sudah dirasakan oleh Sudadiyo dengan mengamalkan doa perlindungan diri adalah dijauhkan dari rasa was-was. Walaupun di musim Corona, dia tidak pernah ragu melakukan takzia ke rekan yang meninggal. “Takzia itu kan kewajiban sosial, tetapi ya tetap menggunakan protokol kesehatan,” ujar Dadiyo.
Manfaat lain yang didapat adalah ketena-ngan bathin, termasuk masalah ekonomi. “Yang saya rasakan betul. Rah duwe duwit rasanya cukup, gak butuh apa-apa. Ketika butuh, ya cul ada uang, ya kecu-kupan,” paparnya. (nn)
Kalina Terima Lamaran Vicky Prasetyo
Jakarta –
Selebgram dan model, Kalina Ocktaranny menerima lamaran dari kekasihnya, Vicky Prasetyo yang digelar secara resmi pada sore hari ini, Ahad, 24 Januari 2021. Ia terus menangis saat calon suaminya menyampaikan niatnya untuk memperistri Kalina.
“Kalina okctaranny, hari ini, 24 Januari 2021, di depan ibu yang melahirkanku. Hari ini aku akan melamarmu untuk jadi istri, untuk jadi ibu dari anak-anakku, semoga aku bisa membawa kedamaian dan kebahagian untuk kamu, jika semua menjadi kesatuan, semoga Alah membawa rahmat untuk kita semua,” kata Vicky Prasetyo.
Vicky Prasetyo berharap pertunangan ini menjadi hari yang berbahagia untuknya dan keluarganya. “Untuk kamu, keluarga kamu, dan semua yang ada di sini. Inilah aku dengan dengan masalahku, kelamnya masa laluku tidak bisa kukembalikan, yang bisa kubanggakan menjadi kebanggaanku,” tutur Vicky yang masih menjalani sidang sengketa dengan mantan istrinya, Angel Lelga.
Melalui akun Instagramnya Kalina Ocktaranny memamerkan cincin di jari manisnya setelah resmi dilamar oleh kekasihnya Vicky Prasetyo. Kalina memberikan caption “Di saat aku bilang ‘I Do’, itu berarti, aku siap menjadi makmum kamu,” dalam postingan tersebut. Instagram/@kalinaocktaranny
“Inilah aku dengan kekuranganku, tapi insyaallah dengan keteguhan hati, pelajaran yang dulu aku pernah belajar di pesantren bertahun-tahun, insyaallah ada adab agama yang aku perbaiki secara perlahan, aku berharap bisa jadi pendaping kamu. Begitupun aku akan menerima segenap masalah kamu, karena tidak pernah bisa menggapai kelebihan seperti kita tak bisa mengejar bayangan kita,” ujarnya.
Vicky kemudian berdiri di depan Kalina dengan membawa buket bunga yang dibawakan Benzema, anak laki-lakinya. Ia memberikan dua pilihan kepada ibunda Azka Corbuzier ini. “Jika kamu menerima aku, untuk kita lanjut pada proses selanjutnya yakni akad nikah dan kamu jadi istri aku, jika kamu bersedia menerima lamaran aku untuk bisa jadi suamimu, ambil bunga ini. Jika menolaknya, cukup kamu kembalikan bunga ini, aku simpan cintaku dan tidak akan kujadikanmu teman masa depanku,” ujarnya.
Mendengar penuturan kekasihnya, Kalina berdiri dengan berlinang air mata. Ia membalas lamaran itu dengan suara tercekat, terbata-bata, dan emosional. Mantan istri Deddy Corbuzier ini mengaku, meski sudah pernah menikah tiga kali, hari ini adalah hari yang paling membahagiakannya sebagai perempuan. Ia menerima lamaran itu dengan kalimat indah.
“Aku berharap ini pernikahan terakhir aku dan kamu. Jaga aku sampai akhir. Kalau sampai aku harus dipanggil duluan, aku mau jadi istri kamu, aku mau ada kamu di samping aku,” ucap Kalina sambil menerima buket bunga itu dan memeluk Vicky. Keduanya menangis terharu.
Hubungan Kalina Ocktaranny dan Vicky Prasetyo baru berbilang bulan. Meski baru sebentar saling mengenal, keduanya mantap untuk melanjutkan hubungan itu ke jenjang pernikahan. Rencananya, pernikahan akan digelar pada 21 Februari 2021. (mpo)
Perpres 7 Tahun 2021 Dinilai Berpotensi Picu Konflik
Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) yang diteken Joko Widodo menjadi sorotan.
Di satu sisi, ada yang menganggap perpres itu bisa membantu masyarakat mendapat perlindungan dari kelompok eksktremis. Di sisi yang lain, ada pihak yang menilai konflik horizontal jadi lebih berpotensi terjadi, karena masyarakat jadi lebih mudah curiga satu sama lain.
Pokok persoalannya berakar dari ketentuan mengenai pelatihan yang akan diberikan masyarakat agar bisa melaporkan terduga ekstremis ke kepolisian.
“Pelatihan pemolisian masyarakat yang mendukung upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah ke terorisme,” seperti dikutip dari Perpres 7 Tahun 2021.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Christian Aryani termasuk orang yang mendukung. Menurutnya, pelibatan masyarakat bisa semakin meminimalisir tindakan terorisme yang bermula dari paham ekstremisme.
Terlebih, menurutnya, persoalan ekstremisme sudah menjadi permasalahan seluruh elemen bangsa. Bukan hanya Pemerintah.
“Ini menjadi langkah maju yang perlu diapresiasi,” kata Aryani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/1) lalu.
Dia juga menyebut penyebaran propaganda dan rekrutmen yang dilakukan kelompok ekstremis sudah sangat masif. Terutama dengan dukungan perkembangan teknologi informasi.
Oleh karena itu, pelibatan masyarakat dinilai perlu untuk mengatasi persoalan tersebut. Demi penerapan yang ideal, Aryani mengatakan DPR akan terus melakukan pemantauan.
“Kami di Komisi I siap melaksanakan komitmen Pemerintah yang menjadi porsi masing-masing mitra dalam rencana aksi nasional ini,” ucapnya.
*Konflik Horizontal
Terpisah, Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mewanti-wanti penerapan Perpres No.7 tahun 2021 itu. Terutama mengenai pelatihan masyarakat untuk melaporkan terduga ekstremis ke kepolisian.
Menurutnya ada banyak hal yang perlu disiapkan. Jika tidak, ada implikasi negatif di masyarakat. Terutama ketika warga menjadi lebih mudah curiga dengan suatu kelompok dan berani melakukan tindakan tertentu.
“Jika rambu-rambunya tak disiapkan dan disosialisasikan dengan baik, ada kekhawatiran bahwa hal ini akan meningkatkan potensi konflik horizontal dan pelanggaran hak asasi manusia melalui praktik-praktik intoleransi baru, persekusi,” kata Khairul.
“Bahkan kekerasan berbasis penistaan (blasphemy based violence) di tengah masyarakat, apalagi dengan telah diakomodirnya berbagai bentuk sistem pengamanan lingkungan swakarsa,” imbuhnya. (cnn)
Menko Mahfud: Jangan Hina Orang Pakai Gambar Hewan
Penghinaan bernada rasial dari Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Ambroncius Nababan kepada tokoh Papua, Natalius Pigai turut mengundang perhatian dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Lewat kicauannya di akun Twitter pribadi, secara tersirat Mahfud meminta kepada sejumlah pihak untuk tidak melakukan penghinaan dalam mengungkap ketidaksukaan dengan pernyataan atau tudingan orang lain.
Secara spesifik, Mahfud meminta agar tidak melontarkan cacian dan gambar hewan dalam mengekspresikan ketidaksukaan tersebut.
“Kalau Anda tak suka dengan statement atau tudingan seseorang yang Anda anggap ngaco, tak usahlah menghinanya dengan cacian atau gambar hewan. Diamkan saja,” ujarnya, Minggu (24/1).
Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjelaskan bahwa ada ungkapan dalam bahasa arab yang menyatakan bahwa tidak menjawab statement atau tudingan orang dungu adalah jawaban terhadap orang dungu tersebut.
“Ada ungkapan, ‘tarkul jawaab alal jaahil jawaabun’, ” tegasnya.
Sebuah tangkapan layar dari akun Facebook Ambroncius Nababan viral di media sosial. Dalam gambar tersebut Ambroncius memasang foto Natalius berdampingan dengan seekor gorila dengan tambahan kalimat yang berbunyi:
“Mohon maaf yg sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat utk MANUSIA bukan utk GORILLA apalagi KADAL GURUN. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu di Vaksin. Faham?”. (rmo)
Dokter Tewas, Sehari Setelah Disuntik Vaksin Covid-19
Jakarta.-
Dokter forensik RS M Hasan Bhayangkara Palembang Indra Nasution menduga tewasnya seorang dokter berinisial JF (49) karena penyakit jantung. Hal itu karena dari pemeriksaan luar yang dilakukan ditemukan adanya bintik merah pendarahan. Kondisi tersebut diduga karena kekurangan oksigen di sekitar mata, wajah, tangan, dan dada.
“Diduga sakit jantung, bukan karena vaksin. Memang sehari sebelumnya korban ini sempat disuntik vaksin,” kata dokter forensik RS M Hasan Bhayangkara Palembang Indra Nasution melalui telepon, Sabtu (23/1/2021).
Ia menegaskan penyebab kematian korban tidak ada kaitannya dengan vaksin. Pasalnya, vaksin Covid-19 yang disuntikan kepada korban sehari sebelumnya dilakukan dengan cara disuntikkan. Sehingga ketika terjadi efek samping, seharusnya langsung dirasakan korban saat itu juga.
“Korban divaksin Kamis, meninggal diperkirakan Jumat. Kalau disuntik, pasti reaksinya lebih cepat. Kalau menurut saya, ini bukan karena vaksin, tapi jantung,” ujar Indra.
Hal senada juga disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Palembang Yudhi Setiawan. Menurutnya, meninggalnya korban dianggap tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19 yang disuntikan sehari sebelumnya.
Sebab, usai dilakukan vaksinasi itu kondisi korban diketahui baik dan tidak ada keluhan sama sekali. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada tenaga kesehatan dan masyarakat untuk tidak takut dengan vaksin tersebut.
“Setelah disuntik itu ditunggu 30 menit. Selama itu, korban ini tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga ini dipastikan bukan karena divaksin, tapi sakit jantung sesuai hasil pemeriksaan forensik. Kami imbau tenaga kesehatan tidak takut divaksin, karena kematiannya tidak ada hubungan sama sekali dengan vaksin,” ujar Yudhi.
Seperti diberitakan sebelumnya, dokter JF ditemukan meninggal dunia sehari setelah disuntik vaksin Covid-19. Korban ditemukan tewas oleh warga di dalam mobilnya sendiri yang terparkir di minimarket di Jalan Sultan Mansyur, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum. (kom)
Sriyono, Mantan PPL yang Sukses Jadi Petani Jambu
BLORA-
Pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Prinsip itulah yang dipegang oleh Sriyono, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) UPT Dinas Pertanian Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora yang sudah purna tugas pada April 2020 lalu.
Sarjana pertanian jebolan Unigoro (Bojonegoro) itu sekarang, hari-harinya dihabiskan untuk mengurus jambu madu. Mulai dari mengelola tanaman jambu di pekarangan miliknya, hingga menjadi pembina serta pendamping para petani jambu di beberapa kecamatan di Kabupaten Blora.
Selain membina dan mendampingi para petani jambu, Sriyono juga memberikan jasa konsulitasi pemelirahaan jambu madu hingga membantu pemasarannya.
Pemasaran jambu yang indukannya berasal dari Sumatera itu sampai hari ini bisa dibilang tidak ada masalah. Belum sampai dijual ke pasar umum, karena untuk melayani pembeli yang datang langsung atau pesan inden sudah kuwalahan.
“Jambu jenis ini di Blora tidak ada duanya. Selain buahnya besar-besar dan banyak air, rasanya manis juga renyah,” ujar suami Bunari itu ketika ditemui wartawan, Senin (18/1) lalu.
Menurut Sriyono, penanaman dan perawatan jambu madu sangatlah muda. Satu bibit pohon cukup ditanam di dalam planter bag ukuran 75 kg, bisa ditempatkan di pekarangan atau ladang hingga usia 5 hingga 7 tahunan.
“Pada usia 6 bulan, tanaman jambu yang tingginya 1,5 meter itu sudah berbuah, dan buahnya ngeri karena besar sekali. Satu kilo isi 6 buah, besarnya sak botol Aqua tanggung,” tandas pria yang tinggal di Dukuh Bapangan, Desa Menden Rejo Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora itu.
Bagi warga Kota Blora dan sekitarnya yang ingin membeli jambu madu bisa datang langsung ke Pasar Tani di Gedung Konco Tani, Seso, Blora setiap Jumat pagi. Harganya Rp 25 ribu per kilo.
“Tiap hari Jumat saya dapat jatah 25 kg. Pertama kali saya bawak 85 kilo sak klemetan sudah habis,” tandas pria kelahiran Boyolali Tahun 1960 itu
Menurut bapak dua anak itu, potensi usaha jambu madu di Blora cukup besar karena belum belum banyak orang yang membudidayakannya secara besar-besaran.
Selain di Kradenan, tambah Sriyono, jaringan petani jambu madu sudah berkembang di Cepu, Jepon, Jiken, dan Banjarrejo.
“Kami selalu ada komunikasi lewat WA Grup. Para petani yang tergabung dalam jaringan bisa konsultasi jika ada permasalahan dengan tanaman jambunya,” ujar pria yang sekarang tergabung sebagai anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora itu.
Bagi yang ingin memulai budi daya jambu madu, lanjut Sriyono, bisa bergabung. “Untuk jadi anggota harus nanam minimal 25 pohon,” tambah pria yang sejak tahun 84 sudah aktif sebagai PPL di dinas pertanian itu.
Melihat perkembangannya, Sriyono yakin kedepan jambu madu ini bisa menjadi icon Blora. “Obsesi saya ingin menjadikan Blora sebagai Kota Jambu Madu,” pungkasnya. (nn)
BEM STAI Al-Muhammad Cepu Gelar Webminar Bertema Resesi, Pandemi, dan Bonus Demografi
BLORA-
Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Muhammad Cepu pada 1 Februari 2021 mendatang akan menggelar Webinar Nasional dengan tema Resesi, Pandemi, dan Bonus Demografi.
Ketua Pelaksana Webinar Nasional BEM STAI Al-Muhammad Cepu, Khairul Amin mengungkapkan, dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka pandangan mahasiswa dan masyarakat dalam tantangan menghadapi pandemi, khususnya dalam bidang ekonomi.
“Untuk menjawab itu semua, kita akan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya mulai dari Wakil Bupati Blora, Aparatur PPSDM Bandung, serta Waka Pendidikan STAI Al-Muhammad Cepu,” ungkapnya.
Lebih lanjut dirinya mengajak semua mahasiswa dan masyarakat umum secara luas untuk bergabung dalam acara Webinar Nasional yang juga akan disiarkan langsung di Youtube chanel STAI AMC TV.
“Untuk seluruh mahasiswa dan masyarakat semuanya yang ingin bergabung bisa mendaftarkan diri melalu nomor Whatshapps: 0888-2609-908 atau kunjungi Bit.ly/WebinarAMC2021,” pungkasnya. (nn)
Warga Binaan Rutan Blora Dilatih Bercocok Tanam Sistem Hidroponik
BLORA –
Sebagai upaya pengembangan pertanian di tengah masa pandemi Covid-19, warga binaan pemasyarakatan (WBP) rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Blora, mengisi kegiatan dengan bercocok tanam dengan sistem hidroponik.
Kepala Rutan kelas II B Blora, Dedi Cahyadi melalui Kasubsi Pengelolaan Didik Sugiarto menerangkan, bahwa adanya tanaman dengan sistem hidroponik sangat tepat dilakukan di dalam Rutan.
“Ide kreatif dengan memanfaatkan lahan yang sangat terbatas ini, salah satu bentuk upaya kami untuk melatih kemandirian para WBP,” kata Didik, Senin (25/01/2001).
Didik kembali menjelaskan, ide yang berawal dari salah seorang pegawainya tersebut diharapkan dapat membantu para WBP untuk memiliki keahlian. Sehingga modal keterampilan ini dapat digunakan ketika sudah keluar dari Rutan.
“Ini adalah panen perdana kami, kebetulan untuk pelatihan awal yang ditanam adalah sayuran kangkung,” ujarnya.
Lanjut Didik, proses produksi tanaman Kangkung mulai dari pembibitan hingga masa panen hanya membutuhkan waktu selama 27 hari.
Mulai penyemaian, perawatan, sampai pengemasan, semua proses melibatkan warga binaan yang didampingi oleh salah satu pegawai.
“Kangkung yang telah dipanen, sementara akan diolah oleh bidang dapur untuk dikonsumsi WBP. Tidak menutup kemungkinan untuk kedepannya juga akan kita kemas dan dijual. Yang jelas kita akan menambah varian baru seperti selada, sawi,” pungkasnya. (yud)
Sudah Ada yang Catut Nama Bupati Blora Terpilih
BLORA-
Nama Arief Rohman-Tri Yuli Setyowati mulai dicatut orang tidak bertanggungjawab, setelah resmi ditetapkan KPU sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Blora. Pencatutan nama terkait pengaturan posisi, jabatan hingga proyek.
“Ini masa transisi, saya sudah mendengar ada yang menggunakan nama saya, dan mbak Etik (sapaan Tri Yuli Setyowati) untuk mengatur jabatan dan yang lain. Itu tidak benar,” kata Arief Rohman, Jumat (22/1) lalu.
Jika ada pihak yang mengatasnamakan dirinya atau Etik, maka diminta untuk diabaikan.
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Blora tersebut kini bersiap menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) sebagai terjemahan visi-misi saat kampanye.
Selain itu keduanya juga tengah sedang menyusun struktur organisasi dan tata kerja (SOTK). (dwi)