Beranda blog Halaman 210

Menjaring Berkah Ramadhan, Piwara Blora Bagikan 200 Paket Takjil

0

BLORA.-

Menjelang berbuka puasa, Sabtu sore (16/04/2022) suasana ramai terjadi di depan kantor DPRD Blora.

Ratusan orang terlihat sedang antri untuk mendapatkan 200 paket takjil yang dibagikan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam persatuan istri wakil rakyat Blora yang disebut Piwara.

“Hari ini kami Piwara ingin berbagi kebaikan untuk menjaring berkah di bulan suci Ramadhan dengan membagikan ratusan takjil untuk masyarakat Blora yang melintas di depan gedung DPRD ini,” ucap ibu Jayadi dari Partai Gerindra.

“Di dalam pembagian takjil, kami tetap mengatur pengendarfa motor dan sepeda agar tetap menjaga Prokes,” ucap ibu Siswanto dari Partai Golkar.

Sementara itu turut hadir dan membantu proses pembagian takjil antara lain ibu Sakijan, ibu Labib Hilmy, ibu Supriedi, ibu Mutohar, ibu Anief Mahmudi, dan dua anggota satuan pengamanan dalam DPRD Blora. (*)

Suliana, Anak Buruh Tani yang Menerima SK PNS dari Bupati Anna

0

BOJONEGORO.-

Ratusan CPNS formasi tahun 2018-2019 di lingkup Pemkab Bojonegoro, Senin (11/04/2022) menerima SK PNS dari Bupati Bojonegoro Anna Mu’awannah. Dan, ada cerita haru dari salah seorang penerimanya, yaitu Suliana.

Ketika korandiva.co menyambangi rumahnya, Kamis sore (14/04/22), dia menyambut dengan senyum ramah dan mempersilahkan wartawan masuk. “Terima kasih sudah mau datang ke gubuk saya, Mas,” begitu sambutnya.

Hidupnya penuh kesahajaan, di dalam rumah terlihat foto-foto keluarga yang dipajang dan juga beberapa ucapan selamat dari para kolega berupa karangan bunga.

Anak dari pasangan Panggeng dan Suminah ini sehari-harinya mengajar di SDN Sonorejo 1 Padangan Bojonegoro itu terlihat begitu bahagia. Sambil tersenyum dia menyampaikan,”Perjuangan panjang yang saya lalui selama ini terjawab dengan kebahagiaan tak terkira.”

Bapak dan Ibunya adalah seorang buruh tani yang tiap hari harus pergi ke sawah agar anaknya tetap bisa sekolah. “Bapak hanya buruh tani, kamu harus sekolah yang tinggi agar kamu tidak jadi buruh tani seperti bapak,” pesan sang Bapak seperti ditirukan Suliana.

“Namanya juga buruh tani, Mas. Pendapatan bapak saat itu tidak menentu, dan tidak tiap hari dapat uang,” ujar istri Supriyono itu sambil melihat-lihat foto album kelurga.

Selain mengajar di SDN Sonorejo, perempuan gigih itu juga memberikan Les Prifat di rumah. “Jangan sampai ada anak di lingkungan saya yang putus sekolah, Mas. Karena pendidikan itu penting, apapun keadaanya generasi kita wajib sekolah, saya akan merasa gagal jika di lingkungan saya ada anak putus sekolah,” seloroh Suliana sembari menyuguhkan santapan buka puasa pada korandiva.co.

Ayahanda Suliana, Panggeng kepada korandiva.co mengaku hampir tak bisa bicara ketika mendengar anaknya sekarang menjadi seorang abdi negara. “Kulo mboten saget ngomong, Mas. Nopo ingkang Kulo perjuangne dados kasunyatan, Suli sak niki dados abdine negoro (Saya tidak bisa bicara, Mas. Apa yang saya perjuangkan jadi kenyataan, Suli sekarang jadi abdi negara, : bahasa Jawa red),” ujarnya sambil berkaca-kaca.

Suliana yang gemar membaca dan mendongeng untuk anak-anak itu memang dikenal sebagai pegiat pendidikan, karena baginya pendidikan adalah kewajiban dalam hidup dan tidak boleh ditawar-tawar.

“Lihat ini, Mas. Saat saya dan kawan-kawan ikut mendukung program peningkatan angka partisipasi sekolah yang diinisiasi oleh Yayasan Padhang Bulan dengan sokongan pembiayaan dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL),” celetuk Suli sambil jarinya menunjuk beberapa foto.

“Pokoknya apapun yang berbau pendidikan dengan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa, saya harus ikut andil di dalamnya,” begitu semboyan dari ibu dengan anak semata wayang bernama Junia Hikmah Nur Latifah itu.

“Hidup ini terus berputar, Mas. Umur kita harus dihibahkan untuk bermanfaat bagi sesama, dan pendidikan adalah jalan hidup saya, pilihan hidup saya, yang harus saya pertanggungjawabkan dunia akhirat,” kata penggemar batik itu dengan senyuman tipis yang tersungging di bibirnya.

Sementara itu Sumina, ibu kandung Suliana mengaku pernah berpesan pada anak semata wayangnya itu agar tidak jadi orang sombong. “Sedoyo kedah disyukuri, nopo mawon paringane Gusti kang moho kuaos (Semua harus disyukuri, apapun yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa, : bahasa Jawa red),” kata Suminah sambil memeluk Suli dengan penuh kehangatan.

Suliana kecil lahir dan tumbuh menjadi remaja di Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, tepatnya pada 18 Agustus 1985. Dia menyelesaikan pendidikan dasarnya di SDN Mojodelik 1 dan lulus pada Tahun 1999. Dengan tekat kuatnya, dia melanjutkan pendidikan menengahnya (SMP) di SMPN 1 Purwosari dan diselesaikannya dengan hasil baik dengan lulus pada tahun 2002. Sejak itu cita-citanya sebagai guru sudah mulai tumbuh, dan Suliana remaja melanjutkan pendidikannya di sekolah yang lumayan bergengsi, yaitu SMA 2 Bojonegoro.

Di sekolah bergengsi itu, Suliana mudah sekali bergaul dengan teman sebayanya, dia aktif di OSIS dan tidak minder meski hanya anak seorang buruh tani. Saat itu kegemarannya mengajar semakin terlihat, banyak anak-anak tetangganya yang diberikan les gratis, dari situ bakat mengajarnya pun semakin terasah. Dan jenjang pendidikan di SMA 2 Bojonegoro diselesaikannya dengan baik dan lulus pada tahun 2005.

Ketika lulus SMA itu, kegundahan sempat merasukinya, dia bingung mau melanjutkan kuliah takut membebani orang tuanya yang butuh tani. Namun di saat kegundahannya datang, ibunya justru yang terus menyemangatinya, “Wis nduk, ora usah mikir, lanjutne sekolahmu sing luwih duwur yo, soal ragat ben Mak,e karo pak,e sing mikir, (Sudah nak, tidak usah mikir, lanjutkan sekolahmu yang lebih tinggi ya, masalah biaya biar ibu dan bapak yang mikir, : bahasa Jawa red)

Suliana begitu senang setelah ibunya memberikan restu dan dorongan agar dirinya melanjutkan sekolah, hal itu duwujudkanya dengan menempuh kuliah di Perguruan Tinggi, yaitu IKIP PGRI Bojonegoro. Mengambil jurusan MTK dan berhasil lulus pada tahun 2010.

Pada saat itu, semangatnya semakin membara untuk melanjutkan jenjang pendidikannya, setelah lulus dari IKIP PGRI Bojonegoro, dia melanjutkan kembali di UNIPRA Surabaya, dengan niat dan semangat, tidak ada yang tidak bisa mas, saya yakin itu, kata Suli menimpali.

Di UNIPRA Surabaya ia mampu selesaikan dengan baik dan lulus pada tahun 2019, kebanggaanya menempuh pendidikan ternyata juga dibarengi dengan kegelisahannya, karena usia Suli sudah tidak muda lagi, tapi Supriyono sang suami selalu memberikan semangat, jika Tuhan Berkehendak, sesulit apapun pasti ada jalan, kata Suli menirukan ucapan suaminya kala itu.

Mukjizat itu ada, di usianya yang sudah menginjak 35 tahun, dipenghujung tahun terakhir ikut Tes CPNS dan merupakan tes pertama kalinya itu, Suliana dinyatakan lolos, betapa gembiranya dia dan orang tua serta seluruh keluarga, perjuangannya selama ini terjawab sudah. Menjadi PNS yang sudah dicita-citakan Suli sejak remaja menjadi kenyataan.

Dikonfirmasi korandiva.co secara terpisah, Hj Yuntik Rahayu, Kepala Desa Mojodelik tempat Suliana lahir dan dibesarkan mengaku senang mendengar Suliana sudah dilantik dan diberikan SK sebagai PNS.

“Dia pribadi yang sederhana dan bersahaja. Dia aktif dalam setiap kegiatan pendidikan, semoga amanah ini bisa dijaga dan dijalankan Mbak Suliana dengan baik,” pesan Kades yang murah senyum itu.

Komentar senada juga disampaikan Yayuk, salah seorang teman dekat Suliana. Yayuk mengaku mengenal Suliana sebagai pribadi yang tangguh dan pantang menyerah. Menurutnya, SK PNS yang didapatkan itu memang pantas untuk Suliana.

“Hanya kata syukur yang bisa saya panjatkan, atas semua yang sudah diberikan Allah,” pungkasnya. (*)

Berbagi Kebahagiaan, SLB Negeri Batokan Santuni Anak Yatim

0

BOJONEGORO.-

Bulan Suci Ramadhan sering diartikan sebagi bulan berbagi kebahagiaan, tak terkecuali SLB Negeri Batokan yang pada Rabu (13/04/22) menggelar acara Gema Ramadhan Berbagi.

Bertempat di halaman sekolah dengan latarbelakang rimbunnya pepohonan, para guru yang dikomandani Kepala SLB Negeri Batokan, Hartini, S.Pd sejak pagi terlihat sibuk mempersiapkan acara.

Meski di tengah keterbatasan yang ada, semangat berbagi tetap terasa ketika mereka menggelar acara santunan kepada yatim sejak jam 8 sampai 12 siang.

Lantunan doa yang menggema mengiringi rangkaian acara berbagi 10 paket santunan berupa parsel Ramadhan dan juga uang. “Semua itu dari rekan-rekan guru dan juga donatur,” ujar Hartini kepada wartawan korandiva.co.

Setelah acara santunan usai, dilanjutkan dengan berbagi takjil untuk warga sekitar dan yang lalu lalang melewati jalan raya di depan sekolah. “Kami bagikan 250 paket makanan dan minuman hari ini,” imbuh kepala sekolah yang berpenampilan anggun pada sore hari itu.

Menurut Hartini, kegiatan berbagi dilakukan untuk memberikan motivasi pada siswa. Bahwa indahnya berbagi harus terus menjadi semangat dan menjadi pelecut agar kita selalu peduli terhadap sesama,” ujarnya.

Perempuan paruh baya yang sudah memimpin SLB Negeri Batokan selama 7 tahun itu terlihat begitu antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Terpantau oleh awak media, dia bergegas kesana kemari untuk memastikan seluruh rangkain kegiatan berjalan baik. “Ayo… ayo… ayo… Semangat,” begitu selorohnya.

Dengan semboyan ABK Bisa… ABK Istimewa…. Mandiri Tanpa Diskriminasi… Kalimat itu selalu dipekikkan Hartini untuk memotivasi anak didiknya. “ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) ini amanah yang harus kami jaga, mereka semua bagi saya adalah istimewa,” pungkasnya. (*)

Geger, Anggota Dewan Gantung Diri di Pinggir Sungai

0

BOJONEGORO.-

Masih segar dalam ingatan perihal kasus pembunuhan yang dilakukan seorang pria terhadap mantan istrinya di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam. Kali ini warga Gayam digemparkan lagi atas temuan sosok pria yang menggantung di pohon dekat Bengawan solo, tepatnya di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro pada pukul 04.00 WIB, Sabtu (16/04/2022).

Kapolsek Gayam, AKP Bambang Trenggani membenarkan jika ada penemuan mayat yang diduga gantung diri di dekat Sungai Begawan Solo.

“Petugas kami sudah berada di TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk melakukan evakuasi terhadap mayat dan memberikan garis polisi demi kepentingan penyidikan,” ujar Kapolsek ketika dikonfirmasi wartawan, Sabtu (16/4/2022).

“Kami mendapatkan laporan dari warga, ada penemuan mayat yang diduga gantung diri pada pohon kluwih di pinggir sungai Begawan solo yang berjarak 100 meter dari sungai,” tambah AKP Bambang Trenggani.

Beberapa keterangan yang dihimpun korandiva.co sosok mayat yang tergantung ini diketahui bernama Rasidjan, warga Desa Sudu, Kecamatan Gayam, yang juga seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Fraksi Partai Golongan Karya (FPG).

Kapolsek Gayam menambahkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tanda-tanda penganiayaan tidak ditemukan pada tubuh korban. Korban diduga murni melakukan tindakan bunuh diri.

“Tapi kami tetap akan melakukan penyidikan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kematiannya,” tandasnya.

Salah seorang saksi yang dimintai keterangan korandiva.co saat berada di TKP mengatakan, bahwa korban sudah beberapa hari mendatangi TKP.

“Saya tidak menaruh curiga apapun, karena saya kira Pak Rasijan sedang memeriksa lokasi dan akan dibangun, karena beliau anggota dewan,” kata saksi yang tidak ingin disebutkan namanya itu.

Setelah dilakukan olah TKP, mayat korban diturunkan dan selanjutnya diserahkan kepada keluarganya untuk proses pemakaman.

Dugaan sementara penyebab korban melakukan tindakan gantung diri akibat penyakit korban yang diderita dan tak kunjung sembuh. “Bapak depresi berat, beberapa hari belakangan kelihatan sering melamun dan menyendiri,” kata Trikasih, istri korban.

Sementara itu beberapa teman korban sesama anggota DPRD Bojonegoro, juga membenarkan jika korban meninggal. “Iyaa mas, saya dengar kabar meninggal dan ini saya mau kesana,” kata rekan satu fraksinya, Ahmad Supriyanto.

Selama ini korban dikenal sosok pria yang pendiam, dan juga humoris ketika berkumpul dengan rekan sesama anggota DPRD.

:Orangnya memang tidak banyak bicara, lebih suka becanda saja. Tapi saya mengenalnya sebagai pribadi yang baik,” kata Mitroatin, sejawat yang juga ketua Partai Golkar Bojonegoro.

“Dia sudah berkontribusi besar terhadap kemajuan partai dan juga memajukan masyarakat di daerah yang diwakilinya. Kami merasa sangat kehilangan kader terbaik kami,” pungkasnya. (*)

Jalin Sinergi, Jajaran Polsek dan BKP Tambakrejo Bagikan Takjil di perempatan Pasar Taji

0

BOJONEGORO.-

Jajaran Polsek, Koramil, dan Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) serta Satpol PP Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (16/04/2022) melaksanakan pembagian takjil untuk berbuka puasa. Sebanyak 350 takjil ludes dibagikan kepada masyarakat umum yang melintas di perempatan Pasar Taji Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo.

Kapolsek Tambakrejo Iptu M. Thohir menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud sinergitas TNI-Polri, Satpol PP dan BKP Kecamatan Tambakrejo dalam rangka berbagi kepada masyarakat.

“Selain itu, kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kami kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan,” ujar Kapolsek.

Menurut M. Thohir, salah satu kegiatan yang lazim dilakukan dalam Bulan Suci Ramadhan adalah bagi-bagi takjil. Dan ini merupakan moment yang terbaik untuk bermanfaat pada sesama.

“Takjil ini dibagikan kepada masyarakat yang sedang berada di jalan dan belum sempat berbuka puasa di rumah,” ucapnya.

Meskipun pandemi sudah melandai, selain membagikan takjil, juga dilakukan pembagian masker sebanyak 400 biji kepada masyarakat. Untuk kegiatan ini bekerja sama dengan tenaga kesehatan Tambakrejo.

“Masker dibagikan kepada pengguna jalan agar masyarakat tetap mengutamakan protokol kesehatan. Karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati,” imbuh Iptu M. Thohir.

Sementara itu salah seorang perwakilan BPK mengatakan, bahwa sinergi kegiatan ini merupakan bagian dari merawat kebersamaan dan kerukunan.

“Agar Kecamatan Tambakrejo tetap kondusif menjelang idul Fitri,” katanya.

Usai melaksanakan pembagian takjil dan masker, dilanjutkan dengan bakti sosial pemberian bantuan kepada warga yang membutuhkan. Bantuan tersebut diberikan kepada Suparmi dan Srini, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Tambakrejo dan jajaran, Danramil Tambakrejo dan anggota, Camat Tambakrejo, Satpol PP, Petugas Nakes Tambakrejo dan Ketua BKP dan 30 anggota. (*)

Ombusdman Jateng Datangi Camat Ngawen

0

BLORA, – Setelah Bupati Blora Arief Rohman bersedia menandatangani surat rekomendasi kepada Badan Sandi Siber Negara (BSSN) untuk melakukan uji forensik, Selasa (12/4) lalu, Ombudsman RI perwakilan Jawa Tengah (Jateng) mendatangi Camat Ngawen, Supriyono di kantornya

Kedatangan Ombudsman ke Ngawen, Blora itu merupakan tindak lanjut laporan masyarakat Blora 31 Januari 2022 lalu terkait kasus yang menimpa Ami’ul Khasanah, warga Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Sebelumnya, perwakilan Ombudsman RI Jateng telah menerima laporan dari Ami’ul Khasanah (perades gagal) yang intinya melapor-kan dugaan maladministrasi berupa penyimpangan prosedur oleh Camat Ngawen, terkait tidak diberikannya rekomendasi Ami’ul Khasanah sebagai perades terpilih.

“Menindaklanjuti penanganan laporan tersebut, dan sesuai ketentuan pasal 8 ayat (1) UU No 37 tahun 2008 tentang Ombudsman RI perwakilan Jateng, meminta penjelasan yang dilaksanakan hari ini, Selasa (12/04/2022) pukul 13.00 WIB, bertempat di Kantor Kecamatan Ngawen,” terang surat Ombudsman RI perwakilan Jateng.

Namun sayangnya klarifikasi tersebut dilakukan secara tertutup, beberapa awak media yang hadir tidak diperbolehkan masuk ruangan.

“Padahal agendanya hanya sekedar klarifikasi aja, tapi kenapa harus tertutup dan media tidak boleh mengambil dokumentasi saat klarifikasi berlangsung,” keluh salah satu awak media yang hadir siang itu.

Siti Farida, S.H., M.H. selaku Kepala Ombudsman RI perwakilan Jawa Tengah saat keluar ruangan menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam proses.

“Semua masih dalam proses, besok kita akan lanjutkan ke para pihak-pihak yang lain, tapi nanti hasilnya akan kita sampaikan kepada Pelapor (Ami’ul Khasanah),” ucap Siti Farida.

Supriyono selaku Camat Ngawen saat dimintai keterangan menyampaikan bahwa itu semua normatif saja.

“Tadi Ombudsman hanya klarifikasi saja terkait surat-surat itu ada semua, itu normatif saja sebenernya, dan surat-surat yang dibutuhkan lengkap semua,” ucap Supriyono. (*)

Dendam juga

0

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)Kabupaten Blora, telah bersikap tegas atas Keputusan Bupati Blora yang dianggap telah menyengsarakan para guru yang menjabat kepala sekolah. Organisasi yang merupakan wadah kaum Umar Bakri itu minta kepada bupati agar segera melakukan evaluasi.

Kenapa harus dievaluasi? Bukankah kebijakan mutasi dan rotasi aparat sipil negara (ASN) dalam organisasi pemerintah daerah sudah melalui proses panjang, dan atas petunjuk bupati.

Jika sampai dilakukan evaluasi itu sama artinya kebijakan mutasi dan rotasi guru dan kepala sekolah pada pertengahan Februari lalu dilakukan dengan sangat gegabah, seperti ketika Bupati mengangkat 3 orang staf khusus yang tanpa melalui pertimbangan matang sehingga nabrak peraturan yang sudah ada.

Memang tidak bisa dipungkiri, kebijakan Bupati Arief dalam melakukan mutasi atau rotasi ASN sejak yang pertama kali sudah tercium aroma politis. Dalam melakukan promosi atau demosi juga lebih dikarenakan faktor Like or Dislike.

Padahal ketika masih menjabat wakil bupati, Arief Rohman mengaku sangat prihatin melihat kondisi birokrasi Blora yang terkotak-kotak akibat kebijakan bupati lama yang menerapkan politik balas dendam.

“Nanti akan saya buat birokrasi Blora satu warna dan tidak terkotak-kotak. Tidak ada istilah orangnya siapa, kalau profesional harus diberikan tempat sesuai kapasitasnya,” ujar Arief Rohman menjelang pencalonannya dalam Pilkada Blora, kemarin.

Bupati bisa berkelit bahwa kebijakan mutasi dan rotasi yang dilakukan belum pernah melakukan demosi, pasalnya tidak ada ASN yang turun golongan atau gajinya berkurang. Tapi wujud demosi itu diantaranya memindahkan mereka ke OPD kering, kantor yang lebih kecil, atau ke tempat kerja yang jauh dari rumah.

Terkait ratusan guru dan kepala sekolah yang mendapat “hukuman” pindah ke sekolah yang letaknya jauh dari tempat tinggalnya, kuat dugaan mereka adalah orang-orang yang pada Pilkada Blora kemarin berada di seberang.

Sebagai pemenang dalam Pilkada, boleh-boleh saja bupati terpilih mempromosikan orang-orangnya, memberi jabatan pada OPD strategis supaya bisa membantu juga ketika sang bupati ketika akan mencalonkan kembali pada periode berikutnya.

Tapi dengan memberikan hukuman kepada ASN yang sudah puluhan tahun berkarir, sepertinya koq kurang elok. Karena mereka adalah orang-orang yang sudah berumur, punya istri juga anak yang pasti ikut tertekan psikologinya. Memangnya bisa bahagia jika melihat ada orang sengsara?

Ingat, bahwa simbol jabatan bupati adalah matahari. Kalo dalam falsafah Jawa bisa diartikan mampu menerangi yang ada dibawahnya.

Selain itu, bupati juga sosok komandan dalam birokrasi yang harus bisa memberikan komando sekaligus bisa membagi tugas. Kalaupun tidak suka dengan orang-orang yang ada di bawahnya, tetapi tugas negara harus tetap diberikan kepada ASN yang menjabat sesuai tupoksi masing-masing. Jangan malah sibuk membuat birokrasi jalanan di luar sana.


Kunjungi BLORA, Ketum Kosgoro Dave Laksono Bagikan 1.000 Paket Sembako

0

BLORA.-

Selaku Ketua Umum PPK Kosgoro Pusat, Dave Laksono yang juga Anggota DPR RI (Putra Pak Agung Laksono, Mantan Ketua Umum Partai Golkar), Kamis (14/04/2022) mengkuti acara Safari Ramadhan dan Pembagian Sembako KOSGORO 1957 di Kampung Samin, Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong Kabupaten Blora.

Dave Laksono membagikan 1.000 paket sembako untuk warga 4 kecamatan yaitu Sambong, Cepu, Jiken dan Tunjungan.

Kehadiran Dave Laksono di Blora sekaligus menutup kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Barisan Muda Kosgoro (DPD BMK) Kosgoro 1957 Provinsi Jateng di Hotel Mega Bintang, Cepu, Blora.

Dalam Musda, Ersal Aburizal dari Kabupaten Tegal terpilih menjadi Ketua BMK 57 Jateng menggantikan Plt Ketua Siswanto yang juga Wakil Ketum DPP BMK 57.

Hadir dalam rangkaian kegiatan Ketum BMK 57 Kemas Ilham Akbar, Sekjen Almanzo Bonara, Waketum Evandra Subayo, Ketua Kosgoro Jateng Sutomo, Anggota DPRD Provinsi Jateng Padmasari Mestikajati dan rombongan. (*)

Kumpul di Warung, Anggota DPR RI Riyanta Serap Aspirasi Warga Blora

0

BLORA.-

Menyerap aspirasi tidak harus dengan cara formal seperti halnya Musrenbang. Seperti yang dilakukan anggota DPR RI, Riyanta, Kamis (21/04/2022) yang menyerap aspirasi masyarakat dengan cara berkumpul di warung.

Dengan bahasa merakyat, pria asal Pati ini menampung keluhan dan masukan masyarakat sambil menunggu buka bersama di salah satu warung di Kecamatan Blora kota.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Pati, Rembang dan Blora itu menjawab satu persatu keluhan rakyat dengan ramah.

“Saya kerap melakukan cara komunikasi non formal melalui obrolan di warung seperti ini,” ujarnya.

Kebiasaan seperti ini patut dimaklumi, sebab sebelum masuk Senayan, Riyanta adalah aktivis parlemen jalanan. Dan cara komunikasi seperti ini menurutnya sudah menjadi ideologi.

“Pada dasarnya saya senang kumpul wong cilik dan masyarakat yang tertindas. ideologi marhaen itu habitat saya,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga sering dor to dor mendatangi kerukunan masyarakat, ngobrol-ngobrol, dan mendatangi permintaan advokasi–khususnya masyarakat yang tidak mampu.

“Saya siap bantu masyarakat miskin baik miskin hukum, miskin struktur, miskin kultur,” ungkap ketua Gerakan Jalan Lurus (GJL) Jawa Tengah itu.

Sementara itu ketua salah satu lembaga swadaya masyarakat di Blora, Sukisman yang juga hadir dalam acara tersebut mengaku sangat berterimakasih dan sangat senang atas respon dan tanggapan dari anggota DPR RI Riyanta.

“Terkait kecurangan seleksi perangkat desa (Perades) di Blora, saya berharap Mas Riyanta bisa membantu mencarikan keadilan untuk memberantas segala bentuk pelanggaran hukum,” ujar ketua PKN itu. (*)

Camat Kasiman Buka Kampung Kuliner Randu Alas di Desa Sambeng

BOJONEGORO.-

Pada Kamis sore (31/3/2022), jalan di sepanjang Kampung Randu Alas di Desa Sambeng, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro mendadak dipadati warga. Laki dan perempuan, mulai anak-anak TK, muda-mudi hingga kakek-nenek sejak pukul 14:00 WIB sudah merangsek memadati jalan paving yang melintang di RT. 8 dan RT. 9.

Mereka seperti sudah tidak sabar ingin segera menikmati aneka kuliner di Pasar Kuliner yang akan dibuka oleh Camat Kasiman bersama Kepala Desa Sambeng itu.

Sesaat kemudian, terdengar gemuruh tepuk tangan warga ketika Camat Kasiman, Moch. Basuki, S.Pd menggunting pita dan membanting kendhi sebagai tanda dibukanya Pasar Kuliner di Kampung Randu Alas, Desa Sambeng.

”Geliat warga Desa Sambeng mulai terlihat dengan adanya pasar kuliner ini. Semoga pasar kuliner semakin ramai pengunjungnya sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Sambeng pasca pandemi Covid-19,” kata Basuki, sapaan akrab Camat Kasiman.

Basuki berharap, nantinya Kampung Kuliner Randu Alas bisa berkembang dengan bagus dan bisa menjadi besar seperti Malioboro di Yogyakarta.

Kepala Desa Sambeng, Pujianto, mengatakan, event Pasar Kuliner di Kampung Randu Alas merupakan implementasi ide dari Karang Taruna Desa Sambeng. “Pemerintah Desa (Pemdes) Sambeng mensupport ide yang bagus itu demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Pujianto.

Menurut Pujianto, pasar kuliner Kampung Randu Alas digelar selama bulan ramadhan. Dimulai pukul 15:00 WIB hingga menjelang maghrib. Untuk sementara ini warga yang ikut jualan di pasar kuliner sebanyak 30 orang berasal dari warga RT. 8 dan RT. 9.

Menurut Pujianto, sebenarnya banyak permintaan warga dari RT-RT yang lain di Desa Sambeng dan warga dari desa lain yang ingin ikut berjualan di pasar kuliner, namun untuk tahap awal pesertanya dibatasi oleh panitia. Karena pasar kuliner ini sifatnya baru rintisan.

”Jika pasar kuliner ini nantinya mendapat respon positif dari masyarakat tentu semua permintaannya warga akan kita tampung untuk ikut berjualan. Nanti Pemerintah Desa Sambeng akan menambah sarana dan prasarana di Kampung Kuliner Randu Alas,” ungkap Pujianto.

Sementara itu Ketua Karang Taruna Desa Sambeng, Edy Siswanto mengatakan, event Kampung Kuliner Randu Alas dipersiapkan oleh panitia selama satu bulan. Dan ternyata mendapat respon positif dari masyarakat yang ingin berjualan maupun masyarakat pembeli. “Terbukti banyak juga warga desa lain yang datang ikut membeli makanan dan minuman,” kata Edy.

Untuk memeriahkan event Kampung Kuliner ini, lanjut Edy Siswanto, Karang Taruna Desa Sambeng juga menyiapkan berbagai jenis hiburan yang menjadi salah satu magnet untuk memikat pengunjung. Diantaranya kesenian tradisional Barongan yang merupakan kesenian khas Desa Sambeng, musik tradisional oklik dan musik modern serta tampilan seni dari ibu-ibu PKK Desa Sambeng.

“Pada hari pertama pasar kuliner dimeriahkan dengan lomba senam aerobic ibu-ibu PKK dan lomba mewarna anak usia TK,” paparnya.

Salah satu warga RT. 8 bernama Uli Damayanti yang ikut berjualan di pasar kuliner mengaku senang karena barang dagangannya laris diserbu pembeli. Wanita muda berparas cantik ini jualan es kuwut, es timun dan roti bakar.

”Saya senang karena jualan laris. Semua habis terjual hanya dalam waktu dua jam,” ujar Uli Damayanti dengan muka berbinar-binar.

Hadir dalam pembukaan Pasar Kuliner Kampung Randu Alas yakni Camat Kasiman, Moch. Basuki, S.Pd beserta Kapolsek dan Danramil Kasiman, Kepala Desa Sambeng beserta perangkat desa, BPD Sambeng, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sambeng serta lembaga desa lainnya, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Sambeng. (*)