Beranda blog Halaman 190

Seminar Pendidikan Politik bagi Perempuan PC Fatyat NU Cepu Dihadiri Komisi A DPRD Jateng

0

BLORA.-

Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Cepu, Selasa (28/06/2022) menggelar Pendidikan Politik bagi perempuan. Kegiatan yang dilaksankan di Gedung MWC NU Cepu itu diikuti oleh 30 anggota yang merupakan delegasi dari 6 kecamatan se- Kabupaten Blora, diantaranya; Kecamatan Cepu, Sambong, Kedungtuban, Kradenan, dan Randublatung.

Tampak hadir pada kesempatan itu antara lain, Denny Siftiviant (Komisi A DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PKB), Abdul Hakim (Pengasuh Pondok Pesantren Al Muhamad Cepu), Abdul Hakim (Ketua DPC PKB Blora), Muhamad Husaini (nara sumber), dan Susmiati (Ketua PC Fatayat NU Cepu).

Acara yang dimulai pukul 09.00 Wib itu didahului dengan pembacaan Ayat Suci Alquran.

Dalam sambutannya, Ketua PC Fatayat NU, Susmiati menyampaikan perlunya pendidikan politik yang baik dan benar untuk perempuan.

“Stigma politik itu kejam harusnya dihapus dengan penjelasan dan pengertian secara terperinci dan gamblang. Dan, bagaimana sikap perempuan dalam berpolitik yang tepat dalam bertindak, sebagai perwujudan sikap dan perilaku dalam bermasyarakat dan bernegara, itu salah satu tujuan kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu komisi A DPRD Jateng Denny Septiviant dalam sambutanya menyampaikan, bahwa politik secara praktik maupun teori tidak asing lagi bagi para ulama tentunya bagi perempuan juga.

“Sebab dalam khzanah keilmuan Islam, politik dipelajari dalam kitab-kitab fiqih siyasah. Dengan berpolitik kita berbuat lebih untuk mempekuat kebangsaan dan kerakyatan,” jelasnya.

Hal senada juga dipaparkan oleh Muhammad Husen, bahwa jangankan berpolitik, dalam hal kegiatan sehari-hari saja hingga ibadahpun ada prasangka.

“Di sekitar masyarakat di sekitar kita, apapun yang kita perjuangkan tidak mungkin tidak ada efeck dalam masyarakat. Yang terpenting tetap bertindak positif dan dalam koridor kebaikan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Husen itu.

Sebagai penutup Abdul Hakim selaku Pengasuh Pondok Pesantren Almuhammad berpesan kepada peserta seminar, agar dalam berpolitik selalu didasari untuk mencari keberkahan.

“Laksanakan kegiatan dengan cara kekeluargaan dan ikhlas lahir batin,” pesannya. (*).

Empat Pesan Sigit Pada Anis Usai Dilantik Menjadi Anggota Dewan

0

BOJONEGORO;

Usai dilantik menjadi anggota DPRD Bojonegoro kemarin, banyak harap yang sandarkan pada Anis Mustofa, baik dari keluarga, warga di daerah pemilihannya, kolega dan utamanya dari internal partai yang selama ini menaunginya. Salah satunya datang dari Sigit Kushariyanto, S.E., M.M, dalam kapasitasnya sebagai ketua FPG (Fraksi Partai Golkar) DPRD Bojonegoro. “Pesta sudah usai, waktunya kerja kerja dan kerja,” ujarnya pada korandiva.co saat ditemui diruang kerjanya usai mengikuti prosesi pelantikan Anis Mustofa, Rabu, (29/06/2022).

Pria kalem yang dikenal murah senyum dalam bergaul tetapi garang saat mengkritisi kebijakan pemerintah daerah itu langsung memberikan catatan pada Anis sebagai koleganya di fraksi. “Pak Anis harus segera melaksanakan tugas sesuai tupoksi, menyesuaikan diri sesuai penugasanya di Komisi D, selain itu juga segera melakukan konsolidasi tugas dilingkup Dapil (Daerah Pemilihan) nya yang meliputi Kec Kasiman, Kedewan, Padangan, Purwosari, Gayam, Ngasem, Kalitidu dan Malo dengan memetakan kondisi dan menginventarisir problematika masyarakat sebagai acuan kebijakan.

Dengan posisinya sebagai ketua fraksi, memang sudah selayaknya Sigit mengatur dawai seluruh anggotanya, agar menghasilkan instrumentalia yang epik saat panggung kebijakan digelar. Selain dua hal yang disampaikan Sigit tadi, ada hal lain yang juga ditegaskan Sigit pada Anis. “Politik itu kan prinsip cara dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, jadi kerja-kerja sosialnya ya harus berorientasi pada kepentingan bersama, jangan malah mendahulukan kepentingan pribadi,” tambahnya.

” Pak Anis bukan orang baru, pasti faham apa-apa yang harus segera dilakukan, utamanya melakukan pendekatan kepada seluruh pemangku kepentingan di Dapil V untuk berkolaborasi dalam mensukseskan Pileg (Pemilihan Legislatif) dan Pilpres (Pemilihan Presiden) 2024. Dan yang utama tentunya membesarkan Partai Golkar dong,” sergah Sigit sambil mempersilahkan korandiva.co mendekat untuk menikmati hidangan yang ada. Tambah Sigit, kader Golkar ya wajib hukumnya memenangkan Golkar, itu yang tidak bisa ditawar,” tukasnya.

Golkar memang partai yang sudah matang dalam berdemokrasi, karena Golkar merupakan partai tertua yang eksistensinya masih bisa dirasakan hingga kini. Ketika korandiva.co menanyakan pada Sigit apakah DPD Golkar Bojonegoro akan mengajukan calon sendiri saat Pilkada nanti, dengan lugas pria berkumis tebal itu menjawab,” Belanda masih jauh, jangan bicara itu dulu lah, nanti ada waktunya sendiri. Terakhir yang disampaikan Sigit, bahwa Anis Mustofa setelah resmi menduduki kursi dewan melanjutkan kerja almarhum Rasijan, ” mitigasi potensi bencana, karena trend yang di sepanjang ASBS (Aliran Sungai Bengawan Solo) masih rawan bencana,” pungkasnya. (*)

Usai Dilantik Sebagai Anggota Dewan, Anis : Saya Akan Belanja Isu Untuk Diperjuangkan

0

BOJONEGORO;

Pagi itu rumah kediaman Anis di Desa Batokan Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro terlihat tidak seperti biasa. Keluarga dan saudara sedang mempersiapkan keberangkatan Anis menuju gedung dewan. Sesuai dengan jadwal, Anis Musthofa hari ini, Rabu (29/06/2022) dilantik menjadi anggota DPRD Bojonegoro masa bhakti 2022-2024 menggantikan Rasijan yang berhalangan tetap dikarenakan meninggal dunia 16 April 2022 yang lalu.

Terlihat para tetangga juga datang silih berganti, untuk sekedar mengucapkan selamat dan turut mendoakan Anis sebelum dilantik. “Maaf ya mas agak repot, soalnya sedang menyiapkan keperluan Bapak untuk pelantikan nanti di gedung dewan,” ungkap Lisa istri Anis kepada korandiva.co. Sejurus kemudian Anis keluar dan terlihat sudah berpakaian rapi dengan jas hitam dibalut dasi warna merah. “Sudah sarapan belum, sapanya pada korandiva.co. Tampak dihalaman rumah sebuah mobil SUV warna putih sudah bersiap mengantarkan Anis dan keluarga menuju Gedung DPRD Bojonegoro.

Setibanya di gedung dewan, tampak karangan bunga disisi kiri pintu masuk berjajar rapi tanda ucapan atas pelantikan Anis Mustafa dari para koleganya. Selamat pagi pak, ucap Pamdal DPRD didepan pintu masuk. Didalam ruang paripurna sudah berdatangan, unsur pimpinan dan juga anggota fraksi. Terlihat ketua DPRD Abdullah Umar dan juga petugas dari pengadilan negeri yang akan bertugas saat Anis mengucapkan sumpah sebagai anggota dewan.

Dari unsur pemerintah, hadir Dra. Nurul Azizah, MM mewakili Bupati Bojonegoro yang saat itu berhalangan hadir. Tampak juga para pewarta yang sudah mengambil tempat nasing-masing untuk mengikuti jalanya prosesi pelantikan Anis Mustafa. Rapat paripurna pelantikan Anis dimulai tepat jam 10.30 dengan dipimpin ketua DPRD, Sekretariat dewan membacakan SK Pengangkatan setelahnya Ketua DPRD mengambil sumpah dan sekaligus menyematkan pin didada kiri Anis sebagai penanda yang bersangkutan sudah syah sebagai anggota dewan definitif menggantikan Rasijan.

Acara diakhiri dengan ucapan selamat secara bergantian dari anggota dewan yang hadir dan para undangan dilanjutkan dengan foto bersama. Kepada awak media, Anis menyampaikan, usai dilantik akan segera belanja isu yang ada di dapil v meliputi Kec Kasiman, Kedewan, Padangan, Purwosari, Gayam, Malo, Kalitidu dan Ngasem. “Saya ingin segera belanja isu, apa-apa yang perlu diutamakan untuk diperjuangkan sesuai kapasitas saya, baik bidang pendidikan, kesehatan maupun infrastruktur,” pungkasnya. (*)

Gladi Bersih Pelantikan Anis Mustofa Sebagai Anggota DPRD Bojonegoro Digelar Hari Ini

0

BOJONEGORO;

Usulan pergantian antar waktu yang dilayangkan Bupati Bojonegoro 8 Juni yang lalu kepada Gubernur Jawa Timur dikabulkan. Dengan demikian prosesi pelantikan Anis Mustofa mengantikan Rasijam sebagai anggota dewan segera digelar. Hari ini, Selasa (28/06/2022) di ruang paripurna terlihat para staf sekretariat dewan sedang mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai penataan tempat, hingga rundown acaranya. Terpantau oleh awak media, Anis Mustofa beserta istri tampak duduk disalah satu sudut ruangan.

Ketika korandiva.co menghampirinya, Anis yang saat itu memakai kemeja batik mengungkapkan,” lagi gladi bersih untuk pelantikan saya besuk mas,” ujarnya sambil berbisik. Sesuai hasil Pemilu 2019, perolehan suara calon legislatif di daerah pemilihan (dapil) V, Rasijan mendapatkan 4.856 suara, kemudian disusul M. Anis Musthafa 4.116, setelah itu disusul Suharto dengan 2.114 suara. Dengan demikian Anis Mustofa lah yang berhak menggantikan Rasijan.

Perlu diketahui, jika merujuk pada regulasi yang ada, proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPRD diawali dari partai yang bersangkutan mengirim surat ke DPRD sebagai pemberitahuan, selanjutnya DPRD menindak lanjuti dengan bersurat kepada KPUD dalam hal menentukan caleg pengganti yang bakal duduk di DPRD. Dan KPUD menindak lanjutinya dengan melakukan verifikasi kepada partai pengusul bersama dengan Bawaslu guna memastikan bahwa calon pengganti yang diusulkan sesuai dengan data yang ada dan yang bersangkutan masih menjadi anggota partai, tidak mengundurkan diri dan atau diberhentikan.

Setelah seluruh tahap verifikasi selesai, KPUD menyampaikan laporannya kepada Bupati dan Bupati menindak lanjutinya dengan mengirimkan surat kepada Gubernur perihal usulan PAW tersebut. Setelah seluruh proses gladi bersih selesai, kepada korandiva.co, Anis menyampaikan,” saya agak grogi, mungkin karena lama tidak masuk dituangkan ini,” kelakarnya sambil membetulkan kerah kemejanya yang terlihat agak kebawah. Ketika ditanya awak media, setelah dilantik nanti akan ditempatkan di komisi apa, Anis sambil tersenyum menyatakan,” di komisi apa saja saya siap mas, itu menjadi domain partai, silahkan tanya ke Bu Mitro’atin saja,” elaknya.

Anis Mustofa menggantikan sisa masa jabatan sebagai anggota dewan, setelah beberapa waktu yang lalu Rasijan meninggal dunia, 16/04/2022. Setelah masa berkabung selesai, partai langsung memproses PAW nya agar kekosongan tidak berlangsung lama. Ketua Fraksi Partai Golkar, Sigit Kushariyanto ketika dikonfirmasi korandiva.co mengiyakan hal Ikhwal pelantikan Anis Mustofa besuk.” Iya mas, besuk Pak Anis dilantik di ruang paripurna jam 10 pagi. (*)

Habib Syech Bius Puluhan Ribu Warga Bojonegoro Dalam Gema Sholawat

0

BOJONEGORO;

Sejak sore hari warga sudah mulai berdatangan di alun-alun kota Bojonegoro, mereka rindu akan gelaran Akbar yang sudah dua tahun ditiadakan. Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf adalah momentum berharga bagi warga untuk memenuhi kerinduannya terhadap ulama kharismatik itu. Dikemas dalam Gema Shalawat, kehadiran Habib Syech begitu dinantikan. Berlangsung gegap gempita tapi tetap dalam kekusyukan Senin malam (27/06/2022) Lantunan sholawat menggema di Alun-Alun Bojonegoro. Puluhan ribu warga datang dari segala penjuru untuk turut serta daidalamnya.

Pemerintah daerah jauh-jauh hari sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Koordinasi lintas kelembagaan utamanya pada sektor keamanan dan pengaturan lalu-lintas tak luput dari perhatian. ini perhelatan besar pertama paska meredanya pandemi yang dihelat pemerintah daerah. Ribuan orang memadati alun-alun dan sekitarnya. Tampak muda-mudi hingga rombongan keluarga memadati alun-alun. Mereka mengenakan baju muslim dan muslimah. Bergamis dan juga bersarung dan berkopiah. Mereka menggelar tikar dan menempati posisi menghadap panggung. Keriuhan dan saling berdesakan sudah tidak dirasakan.

Suwarti 43 tahun warga Desa Ngasem kepada korandiva.co menyampaikan,” saya datang bersama dengan 40 orang rombongan jamaah tahlil, Jam 4 sore kami sudah berangkat.” Ungkapnya. Lain halnya yang disampaikan Sariman, 52 tahun warga Desa Blimbinggede Kecamatan Ngraho, dia bersama keluarga berangkat bersama anak dan istrinya dengan sepeda motor.” Istri dan anak saya penggemar beratnya Habib Syech mas, makanya ngotot minta diantarkan ke alun-alun Bojonegoro,” ujarnya sambil menenggak air mineral yang dipegangnya.

Untuk memudahkan warga yang hadir, panitia juga menyiapkan layar raksasa di samping kiri dan kanan panggung. Pengamanan begitu ketat, antara panggung utama dan jamaah yang hadir dikasih jarak 10 meteran dan dipasang pagar. Petugas keamanan berusaha mengatur warga yang hadir, agar tidak terjadi kegaduhan. Selain itu juga ada bantuan keamanan dari organisasi masyarakat yang bahu membahu dengan personil Polri dan juga TNI. Diperkirakan warga yang mengikuti Gema Shalawat lebih dari 15 ribu orang. Seluruh jalan diseputaran kota macet total, lahan-lahan parkir yang sudah disiapkan panitia tidak mampu menampung kendaraan yang hadir.

Acara diawali dengan suara hadrah menggema diiringi lantunan sholawat yang tak henti-hentinya. Sholawat terus menggema di langit Bojonegoro, penuh khidmat berharap memperoleh syafaat dari lantunan sholawat. Para Syekher Mania beberapa saat serentak mengayunkan senter gawai mereka. Sorakan takbir berkali kali diteruskan ketika menyambut Sang Habib didampingi Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dan jajaran Forkopimda.

Bojonegoro Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf ini dihadiri Bupati Bojonegoro, Bupati Blora, forkopimda, sekda, jajaran asisten, ketua DPRD, dan kepala OPD, dan tokoh agama serta para syekher mania. Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam sambutannya mengatakan, hari ini bersholawat bersama, perlu disyukuri dan dilaksanakan dengan tertib setelah dua tahun ada Covid-19.

“ Tingkat sebaran Covid-19 menurun, dan cenderung mereda. Mari kita tertib, tenang dan tetap menjaga prokes. Boleh bersuka ria tapi ada batasnya. Mari kita terus berdoa agar tetap dalam keselamatan dan kesehatan,” tutur Bupati Anna. Sementara itu Habib Syech mengatakan, “Sholawat bersama yang digelar hari ini berlangsung meriah. Untuk itu pihaknya memimpin doa akbar agar semua hajat kaum muslimin, pemerintah kabupaten hingga hajat bangsa Indonesia dikabulkan.” Pekiknya. “Semoga tokoh-tokoh agama dan anak kita diberi kesehatan, semua panjang umur, sehat wal afiat, berlimpah rezeki dan terhindar dari hutang. Juga bisa ibadah haji dan umroh. Semoga Allah menjadikan kita ‘min ahlil jannah,” ujar Habib.

Habib Syech juga turut mengucapkan Selamat Harlah Bhayangkara ke-76. Berdoa agar seluruh jajaran Polri dimudahkan menyelesaikan permasalahan bangsa. Serta diberi kemampuan menjadikan bangsa menjadi negeri aman dan penuh rahmat. Selain itu, Habib Syech juga berterima kasih pada TNI-Polri sebab bekerja sama dalam menentramkan dan mengamankan negara. Terakhir, berdoa agar Indonesia bertambah maju, bangkit dan tambah semangat. “InsyaAllah kita selamat dunia akhirat,” pungkasnya. (*)

Pasangan Jamal Mirdad dan Lydia Kandou yang Kali Pertama Nikah Beda Agama

0

SURABAYA.–

Pada akhirnya, tidak ada yang menghalangi lagi tekad RA dan EDS meresmikan pernikahan meski keduanya berbeda keyakinan. Permohonan penetapan pernikahan mereka telah dikabulkan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

PN Surabaya melalui kewenangan dalam putusan hakim memerintah dispendukcapil mencatatkan pernikahan RA dan EDS secara resmi. Humas PN Surabaya Suparno menyatakan bahwa putusan tersebut merupakan bagian dari tugas PN Surabaya dalam memberikan kepastian hukum.

’’Tidak ada yang secara limitatif mengatur perkawinan agama. Karena itu, kami melakukan terobosan hukum,’’ ungkap Suparno.

Permohonan penetapan pernikahan beda agama yang diajukan pasangan suami istri RA dan EDS memang baru kali ini terjadi di PN Surabaya. Namun, perkara serupa sebenarnya sudah sering terjadi di pengadilan negeri daerah lain. Humas PN Surabaya lainnya, A.A. Gede Agung Parnata, menyatakan, berdasar register perkara Mahkamah Agung (MA) tercatat bahwa permohonan seperti itu kali pertama diajukan pada 1986.

Pasangan suami istri Jamal Mirdad dan Lydia Kandou yang kali pertama mendapatkan penetapan dari PN Jakarta Selatan untuk mencatatkan pernikahan beda agama mereka di catatan sipil pada saat itu. ’’Iya, yang bintang film itu (Lydia Kandou dan Jamal Mirdad) dulu kan juga beda agama,’’ tambah Suparno, humas lain PN Surabaya.

Meski begitu, Agung tidak menjamin semua permohonan pernikahan beda agama akan dikabulkan hakim.

Dispendukcapil Surabaya sebenarnya bisa saja langsung mencatat perkawinan beda agama. Namun, mereka tidak berani karena belum ada aturan yang jelas mengatur hal itu. ’’Undang-undang tidak mengatur secara limitatif. Akhirnya (dispendukcapil) meminta pengadilan negeri untuk mencatat perkawinan,’’ kata Suparno.

RA dan EDS, kini, sudah resmi sebagai pasangan suami istri meski keduanya berbeda agama. Sang suami, RA, beragama Islam. Sedangkan istrinya, EDS, beragama Kristen. Pernikahan keduanya sudah tercatat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya. ’’Sekarang sudah jadi (akta perkawinannya, Red),’’ ungkap .

Hakim tunggal Imam Supriyadi mengabulkan permohonan pernikahan beda agama yang diajukan RA dan EDS. Tidak rumit bagi kedua pemohon untuk mendapatkan penetapan pengadilan. Hanya dua kali persidangan pada April lalu, hakim Imam dalam penetapannya memberikan izin kepada kedua pemohon untuk melangsungkan perkawinan beda agama di hadapan pejabat kantor Dispendukcapil Surabaya.

Terkait penetapan tersebut, MUI Surabaya berpendapat berbeda. Keputusan itu dinilai telah mencederai aturan UU 1/1974 tentang Perkawinan. Sekretaris MUI Kota Surabaya Muhaimin Ali menyatakan, dalam Pasal 2 disebutkan bahwa pernikahan disebut sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya. Lebih lanjut, bagi orang Islam, aturannya juga mengacu pada Kompilasi Hukum Islam (KHI). (*)

Wakil Gubernur Jawa Tengah Hadiri Pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Blora

0

BLORA.-

Pengurus dan Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora periode 2022 – 2027, Senin (27/6/2022) dilantik. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PMI Jawa tengah, Sarwa Pramana di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. Hj. Ainia Sholicah sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Blora, sementara Ketua PMI Kabupaten Blora tetap dijabat Sutikno Slamet, mantan Sekda Blora.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menghadiri pelantikan Dewan Kehormatan dan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora, didampingi Bupati Blora Arief Rohman.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin yang juga Dewan Kehormatan PMI Jawa tengah ini meminta agar PMI ini bisa bersinergi dengan stakholder yang lain terkait kemanusiaan.

Taj Yasin Maimoen yang akrab disapa Gus Yasin, meminta agar PMI dan Badan Penanggulan Bencana Daerah atau BPBD bisa bersinergi dalam penanggulangan bencana.

“Karena saya melihatnya seakan jalan sendiri-sendiri. Setelah ini antara BPBD dan PMI dalam kegiatan penanggulangan bencana harus saling bersinergi.Karena keduanya organisasi yang mengedepankan sisi kemanusiaan,”pinta Gus Yasin.

Selain itu lanjutnya, PMI juga diminta untuk bersinergi dengan seluruh Rumah Sakit baik itu dari tingkat pusat maupun daerah.

“Nantinya saya juga berharap PMI ini bisa difasilitasi untuk lebih bersinergi dengan rumah sakit pusat mau pun kabupaten atau Kota. Kita tidak ingin ada persaingan dalam kemanusiaan”jelasnya.

Sementara itu Bupati Blora Arief Rohman mengucapkan selamat atas dilantiknya Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Blora. “Semoga bisa semakin memberikan kemanfaatan untuk Kabu paten Blora ke depannya,”ucap Bupati.

Lanjutnya Bupati Arief juga meminta pengurus PMI periode 2022-2027 segera membuat program kerja yang sesuai kebutuhan masyarakat saat ini. Karena menurutnya tantangan PMI ke de semakin berat.

“Semoga pengurus baru ini semakin memberikan kemanfaatan bagi Blora ke depannya,” pungkasnya. (*)

Berniat Dandani Tata Kelola Migas, Mokh Kolison Purnawirawan Polri Maju Dalam Pilkada Bojonegoro 2024

0

BOJONEGORO;

Meski Pilkada Bojonegoro masih 2 tahun lagi, tetapi hiruk pikuknya sudah mulai dirasakan masyarakat. Sampai dikalangan warung kopi pun sudah memperbincangkan hal itu. Ruang ruang diskusi dipenuhi dengan tanda tanya, siapa yang akan memimpin bumi malowopati nanti saat gelaran pilkada dihelat. Salah satu yang berniat maju dalam kontestasi di kota Ledre tersebut adalah Mokh Kolison, seorang purnawirawan Polri yang belakangan menjadi buah bibir warga sekitar.

Ketika korandiva.co menyambangi rumahnya di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, Senin (27/06/2022) yang bersangkutan sedang menemui warga sambil berdiskusi ringan tentang Bojonegoro kedepan yang sarat dengan tantangan. “Silahkan masuk mas, begitu sapanya. Pria berperawakan kalem dan murah senyum itu begitu bersahaja menggunakan balutan kemeja bathik coklat dengan setelan celana hitam yang selama ini menjadi ciri khasnya.

Dalam diskusi bersama warga yang menemuinya itu, Mbah Son biasa dia dipanggil menyampaikan, “Saya maju dalam pilkada itu bukan karena ambisi, tapi dorongan warga yang mendambakan perubahan,” ujarnya sambil mempersilahkan warga mencicipi jamuan yang disuguhkan. Bojonegoro ini kaya mas, tetapi tingkat kemiskinan masih tinggi, ini sebuah ironi.” ujarnya dengan nada kesal. Atas dasar itulah setelah purna tugas menjadi APH (Aparat Penegak Hukum) saya ingin abdikan diri untuk melayani dan mensejahterakan warga Bojonegoro.

Selain itu, kekayaan alam berupa minyak dan gas yang dimiliki Bojonegoro belum mampu mengangkat perekonomian warga, karena tata kelolanya yang belum berpihak kepada warga,” tukasnya. Hasil dari bumi Bojonegoro yang menikmati dalam jumlah besar malah orang luar. Ini yang wajib ditinjau ulang, jangan sampai terus menerus kita hanya disuguhkan tontonan sebuah kemegahan, tanpa bisa merasakan apalagi menikmatinya. Logika dari mana, minyak dan gas diambil dari dalam perut bumi Bojonegoro, tetapi justru hanya segelintir orang di Jakarta yang menikmati,” geramnya.

Sementara itu, Jari 47 tahun, warga Desa Talok saat ditemui korandiva.co untuk dimintai komentarnya tentang Majunya Kolison menyampaikan, Mbah Son itu tokoh masyarakat sini mas, yang selama ini selalu dimintai pendapat warga tentang segala permasalahan yang ada, utamanya soal karang taruna yang masih banyak nganggur,” ujar pria yang juga menjadi Ketua RT itu sambil mencabuti rumput yang ada didepan rumahnya. Warga akan sangat mendukung jika Mbah Son maju menjadi kandidat Bupati Bojonegoro.,” pungkasnya. (*)

Indra Perwira: Soekarno Hentikan Loyalitas ke Partai saat Laksanakan Kepentingan Nasional

0

PRESIDEN Soekarno disebut menghentikan loyalitasnya kepada partai ketika melaksanakan kepentingan nasional. Hal itu berbeda jauh dengan rezim pemerintahan saat ini yang merupakan petugas partai.

Hal itu disampaikan oleh Staf Pengajar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Indra Perwira yang mengaku heran seorang Presiden tidak lebih dari sekadar pekerja partai.

“Edan nggak di sebuah republik kita yang besar ini, seorang presiden itu statusnya tidak lebih dari sekadar pekerja partai, edan nggak loh,” ujar Indra, Minggu siang (26/6).

Indra mengungkapkan hal itu saat hadiri acara diskusi publik yang diselenggarakan oleh Komite Peduli Indonesia (KPI) dan DPD RI berjudul “Koalisi Rakyat untuk Poros Perubahan” di Ballroom Masjid Agung Trans Studio, Bandung, Jawa Barat maupun melalui virtual.

Padahal kata Indra, Presiden Soekarno yang merupakan orang tua dari Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri pernah menyatakan bahwa loyalitasnya kepada partai berhenti ketika melaksanakan kepentingan nasional.

“Itu Bapaknya Megawati yang ngomong. Sekarang yang ngomong Megawati, presiden ku cuma pekerja partai,” pungkas Indra.

Dalam acara ini, juga dihadiri oleh Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti yang memberikan pidato kebangsaan. Selain itu, juga dihadiri oleh Ketua KPI, Tito Roesbandi yang juga memberikan sambutan.

Dan kemudian dilanjutkan dengan acara diskusi dengan menghadirkan lima narasumber lainnya, yaitu Direktur Eksekutif Sabang-Merauke Circle, Syahganda Nainggolan; Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Mohammad Jumhur Hidayat; Pendiri Forum Komunikasi Patriot Peduli Bangsa (FKP2B) Mayjen TNI Purn Deddy S Budiman; Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Joko Juliantono; dan Pemerhati Kebangsaan Muhammad Rizal Fadillah. (*)

Istri Bupati Blora, Canangkan Program Desa Keluarga PKK Gagah Bencana di Kecamatan Kradenan

0

BLORA.-

Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, Rabu, 22 Juni 2022, mencanangkan Desa Keluarga PKK Tanggap dan Tangguh Bencana (Keluarga PKK Gagah Bencana) yang dilaksanakan di Balai Desa Mendenrjo Kecamatan Kradenan.

Ketua TP PKK Blora Hj. Ainia Sholichah SH.M.Pd.AUD.M.Pd.BI yang hadir bersama pengurus disambut ramah oleh Forkompincam Kradenan dan perwakilan 9 desa se wilayah Kecamatan Kradenan, kepala desa se-Kecamatan Kradenan, Ketua TP PKK desa se-Kecamatan Kradenan bersama 10 anggotanya, Babinkamtibmas dan Babinsa.

Pembukaan acara diawali dengan menyanyikan Iagu Indonesia Raya dan Mars PKK serta do’a.

Dalam sambutannya, Camat Kradenan Nunik Sulistiya Haryati S.Sos menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua TP PKK Kabupaten Blora dan semua tamu undangan lainnya.

“Terima kasih selamat datang Ibu Hj Ainia Sholichah serta pengurus TP PKK Kabupaten Blora, dan terima kasih juga kepada semua tamu undangan, semoga kegiatan pencananga keluarga Gagah Bencana dan 10 program PKK ini berjalan lancar, karena 9 desa kami jadikan satu di Desa Mendenrejo hari ini, ujarnya, Rabu, 22 Juni 2022.

Pencanangan ditandai pemukulan kentongan yang dilakukan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Blora Hj Ainia Sholichah diikuti oleh hadirin semua.

“Kedatangan kami serombongan beserta Pengurus TP PKK Kabupaten Blora, yang pertama adalah pembinaan wilayah pelaksanaan 10 program Pokok PKK. Yang kedua adalah acara pencanangan dan pengukuhan pengurus Keluarga PKK Gagah Bencana. Saya ucapkan selamat dan terima kasih pengurus yang hari ini dikukuhkan,” ucap istri bupati Blora itu.

Hj. Ainia Sholichah menjelaskan, bahwa keluarga PKK Gagah Bencana adalah salah satu program prioritas dari Pusat dan harus ditindak lanjuti sampai ke tingkat Desa/Kelurahan.

“Keluarga PKK Gagah Bencana adalah merupakan suatu Desa/Kelurahan binaan PKK untuk mewujutkan keluarga dan lingkungan yang sehat melalui program kesehatan, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat,” jelasnya.

Tujuannya untuk menjadikan seseorang, keluarga atau masyarakat agar mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan dari aspek fisik manusia maupun lingkungannya.

Menurutnya, bencana tidak hanya fisik saja, tetapi ada bencana lain yaitu di bidang kesehatan. Misalnya tingginya jumlah stunting, tingginya kematian ibu, balita dan bayi.

Kemudian adanya Covid-19 yang sampai saat ini belum juga hilang, maka perlu kesiap-siagaan semua warga masyarakat untuk ambil peran dalam melakukan suatu perencanaan program bagaimana agar kita bisa tanggap dan tangguh saat terjadi bencana itu.

Kegiatan ini, lanjut Hj. Ainia Sholichah, tidak hanya simbolis pencanangan saja tetapi perlu mendapatkan perhatian, segera disosialisasikan kepada masyarakat, segera disusun program kerja dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Saya berharap pembentukan Keluarga PKK Gagah Bencana nanti diikuti oleh semua desa di wilayah Kecamatan Kradenan. Desa Mendenrejo sebagai pionirnya srmoga bisa menjadi contoh untuk desa-desa yang lain,” ungkapnya. (*).