Beranda blog Halaman 177

Kepergok Curi Kotak Amal, Maling Diarak Pakai Keranda Mayat

0

BEREDAR video viral seorang pria diarak warga menggunakan keranda mayat usai kedapatan mencuri kotak amal di sebuah masjid di Pontianak.

Beredar video viral seorang pria diarak warga menggunakan keranda mayat usai kedapatan mencuri kotak amal di sebuah masjid di Pontianak. /Instagram/@pontianak_infomedia
Beredar video viral seorang pria dimasukkan ke dalam keranda mayat. Hal itu dilakukan lantaran dia kedapatan mencuri kotak amal di salah satu masjid di Pontianak.
Aksi pria yang diduga maling tersebut terekam oleh CCTV. Potongan rekaman CCTV tersebut disisipkan pada video yang beredar.
Selain rekaman CCTV, dalam video juga memperlihatkan pria yang diduga maling tersebut diikat dan dimasukkan ke dalam keranda mayat oleh warga setempat.
Dia juga terlihat terkulai lemas tidak berdaya di dalam keranda dengan tangan serta kaki yang diikat.
Dalam video, warga juga sempat menggeledah tas milik pria tersebut.
Berdasarkan keterangan dari akun @pontianak_infomedia tersebut, pria yang diduga maling itu saat ini sudah diamankan oleh polisi.
Proses pengamanan yang dilakukan polisi pun terekam dalam video yang beredar.
Video pria yang dimasukkan ke keranda tersebut viral, hingga mendapatkan banyak tanggapan dari warganet.
“Itung-itung latihan buat persiapan lah,” tulis @m.ismail_18 pada kolom komentar.
“Kurang tuh dimandikan terus dikafankan osa (gak usah) pakai sholat, langsung dikubur,” ujar @irfanhaz24
Bahkan ada salah satu warganet yang mengaku bahwa kejadian tersebut terjadi di salah satu masjid dekat rumah temannya.
“@garizmuhammad69 masjid deket rumah nte (kamu),” ucap @rrezaf.
Namun, ada juga warganet yang mengasihani pria yang diduga maling tersebut.
“Kasihan sih sebenernye, mungkin terpaksa karena ekonomi… cuma ya gitu lah ga harus mencuri, tapi manusia nda semue nye peka sama keadaan orang yang lebih membutuhkan. Hanya karena mencari uang buat makan, die dipenjare karena salah milih jalannye. Astagfirullah buntu dah pikirannye mungkin (Kasihan sih sebenarnya, mungkin karen ekonomi… cuma ya gitu lah ga harus mencuri, tapi manusia gak semuanya peka sama keadaan orang yang lebih membutuhkan. Hanya karena mencari uang buat makan, dia dipenjara karena salah memilih jalannya. Astagfirullah buntu deh pikirannya mungkin) ucap @resita.rere.
Video pria yang dimasukkan ke keranda unggahan milik @pontianak_infomedia tersebut hingga artikel ini terbit sudah ditonton hingga 18 ribu lebih kali. (*)

Peringati HUT RI ke-77, Desa Bacem Gelar Jalan Sehat Berhadiah

0

BLORA.-

Dalam rangka mensukseskan dan memeriahkan HUT Republik Indonesia ke-77, Pemerintah Desa Bacem Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora menggelar acara jalan sehat berhadiah, Sabtu (20/08/2022). Untuk kegiatan jalan sehat diikuti oleh anak-anak usia TK, SD, dan guru serta warga desa setempat.
Puluhan hadiah menarik dalam kegiatan yang dikemas dengan Hari Keakraban (Hakrab) Masyarat Desa Bacem. Menurut Kepala Desa Bacem Sarmini, bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian semua warga desanya.
“Untuk itu saya sangat berterima kasih banyak kepada semua pihak yang terlibat, yang dengan penuh semangat bisa mensukseskan acara ini. Luar biasa,” ujarnya kepada awak media.
“Saya berharap kepada semua peserta jalan sehat agar tidak melihat isi hadiahnya, tapi menghargai kepedulian dan kekompakan kita semua,” tambahnya.


Salah satu peserta dari guru SD yang ikut acara ini sebut saja Santi mengungkapkan, dia mengaku sangat senang dan gembira dengan diselenggarakannya acara jalan sehat.
“Selain menghormati para pahlawan yang telah gugur mendahului kita, kita juga menghargai semangat anak didik kita yang juga terlihat sangat menggebu-gebu,” ujar Santi. (*)

Diikuti Warga 6 Pedukuhan, Karnaval Budaya Desa Kamolan Berlangsung Meriah

0

BLORA.-

Setelah dua tahun ditiadakan, karnaval budaya Desa Kamolan kembali digelar, Sabtu (20/8/2022). Penampilan sejumlah atraksi dan kesenian daerah menjadikan kegiatan karnaval berlangsung meriah.
Berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan karnaval kali ini mengambil Start di lapangan Dukuh Dumpul dan Finishnya pun kembali ke lapangan Dukuh Dumpul.
Kepala Desa Kamolan Majianto mengatakan, kegiatan karnaval budaya ini digelar untuk memperingati HUT kemerdekaan ke 77 RI. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar warga.
“Kegiatan karnaval semacam ini tiap tahun kita gelar dalam rangka HUT kemerdekaan. Tahun ini bisa dikatakan lebih meriah lagi karena dua tahun tidak digelar karena Covid-19,” kata Majianto.
Kegiatan karnaval diikuti warga seluruh Pedukuhan di Desa Kamolan. Selain itu sejumlah sekolah juga turut memeriahkan karnaval ini.
“Ada 6 dukuhan di Desa Kamolan, semua tumplek brek ikut memeriahkan karnaval tahun ini. Termasuk sekolah-sekolah juga kita minta ikut tampil,” ucapnya.
Kegiatan karnaval berlangsung meriah. Sejumlah pedukuhan maupun sekolah menampilkan berbagai pertunjukan kesenian masing-masing. Seperti tarian Bleker wengker dari pelajar SMK Muhammadiyah 1 Blora, Marching band anak dari sekolah Bina Insan serta kesenian tradisional barongan.


“Saya ucapkan terima kasih kepada semua warga Desa Kamolan yang ikut sengkuyung meramaikan karnaval kali ini. Semoga tahun depan bisa kembali digelar semakin meriah dengan berbagai tampilan-tampilan lain,” pungkasnya.
Salah satu peserta Iman Sofyan berharap kedepan digelar kegiatan kegiatan serupa demi mengangkat nama Desa. Sebab Desa Kamolan memiliki potensi besar untuk menjadi desa Wisata.
“Kami dari warga sangat berharap Kamolan kedepan bisa jadi Wisata. Semoga acara semacam ini bisa terus digelar agar nama Kamolan semakin dikenal,” harapnya
Rute karnaval digelar berbeda dari tahun sebelumnya. Start dari lapangan Dukuh Dumpul dengan Finish kembali ke lapangan Dukuh Dumpul.
Kepala Desa Kamolan, Majianto mengatakan, kegiatan karnaval budaya ini digelar untuk memperingati HUT kemerdekaan ke 77 RI. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar warga.
“Kegiatan karnaval semacam ini tiap tahun kita gelar dalam rangka HUT kemerdekaan. Tahun ini bisa dikatakan lebih meriah lagi karena dua tahun tidak digelar karena Covid-19,” kata Majianto.
Kegiatan karnaval diikuti seluruh Pedukuhan di Desa Kamolan. Selain itu sejumlah sekolah juga turut memeriahkan karnaval ini.
“Seluruh Dukuh ikut tampil ada 6 dukuhan Semua tumplek brek ikut memeriahkan karnaval tahun ini. Termasuk sekolah-sekolah juga kita minta ikut tampil,” ucapnya.
Kegiatan karnaval berlangsung meriah. Sejumlah pedukuhan maupun sekolah menampilkan berbagai pertunjukan kesenian masing-masing. Seperti tarian Bleker wengker dari pelajar SMK Muhammadiyah 1 Blora, Marching band anak dari sekolah Bina Insan serta kesenian tradisional barongan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua warga Desa Kamolan yang ikut sengkuyung meramaikan karnaval kali ini. Semoga tahun depan bisa kembali digelar semakin meriah dengan berbagai tampilan-tampilan lain,” pungkasnya.
Salah satu peserta Iman Sofyan berharap kedepan digelar kegiatan kegiatan serupa demi mengangkat nama Desa. Sebab Desa Kamolan memiliki potensi besar untuk menjadi desa Wisata.
“Kami dari warga sangat berharap Kamolan kedepan bisa jadi Wisata. Semoga acara semacam ini bisa terus digelar agar nama Kamolan semakin dikenal,” harapnya. (*)

Jajaran TNI-Polri Gelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Sukma Kencana, Randublatung

0

BLORA.-

Apel kehormatan dan renungan suci bersama Forkompincam Kecamatan Randublatung, Rabu (17/8/2022) dilaksanakan tengah malam pkl. 00.00 WIB di Taman Makam Pahlawan Sukma Kencana di jalan Diponegoro, Randublatung, Kabupaten Blora.
Kegiatan upacara yang diikuti jajaran TNI-Polri itu dipimpin oleh Pelda Sudarno, sementara yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Komandan Koramil 09 Randublatung, Kapten CHD Sudyono.


Upacara dalam rangka memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada arwah para pahlawan atas jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia dan dharma bhaktinya untuk Nusa dan Bangsa itu berlangsung khidmat.
“Semoga kita generasi penerus dapat melanjutkan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan debgan kebermanfaatan kita, tentunya sesuai bidang masing-masing,” pesan Kapten CHD Sudyono.
“Terimakasih para Pahlawan bangsa atas jasa-jasamu, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menempatkanmu di tempat terbaik di sisi Nya, Amin.” tutup Sudiyono.(*).

Persiapkan Demo ke KPK, Pemuda Pancasila Kabupaten Blora Gelar Pertemuan di Hotel Kencana

0

BLORA.-

Bertempat di ruang pertemuan Hotel Kencana Blora, Ormas Pemuda Pancasila, Kamis (18/08/2022) mengadakan pertemuan internal organisasi guna persiapan demo di KPK Jakarta yang akan digelar pada Senin, 22 Agustus 2022.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Ketua MPC (Majelis Pimpinan Cabang) Pemuda Pancasila Kabupaten Blora, Munaji, dan diikuti oleh masing-masing ketua PAC Pemuda Pancasila (PP) se-Kabupaten Blora, serta setiap perangkat organisasi yang ada di dalam strutur organisasi yang ada, juga para kader pemuda Pancasila sekabupaten Blora.

“Ormas PP adalah ormas yang solid, berani dan militan,” ujar Munaji membakar semangat para anggotanya. ”Dan tugas kita adalah menjaga idiologi Pancasila dan yang nanti terpilih sebagai pengurus Pemuda Pancasila adalah orang yang berani dan kredibel,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Munaji juga menekankan pentingnya menjaga kualitas organisasi, juga para kader Pemuda Pancasila di wilayah Kabupaten Blora guna meningkatkan militansi dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mari kita kawal jalannya pemerintahan, juga jaga nama baik organisasi, kita punya harapan besar, jangan bikin malu. Perlihatkanlah ormas kita bukan kaleng kaleng, bahkan kita memberi contoh bagi masyarakat,” lanjut Munaji.

Sementara itu menurut Humas PP Hadi Suhartono, tujuan demo ke KPK adalah untuk menuntut penegakan hukum dugaan kasus jual beli jabatan dalam seleksi Perades di Kabupaten Blora.

“Kita akan sampaikan beberapa laporan serta bukti-bukti yang sudah ditemukan, dan oleh BPPH MPW PP Jawa Tengah sudah dikaji, serta sudah mantap untuk kami bawa ke KPK Jakarta,” tandas Hadi. (*)

Marching Band Gita Surya Bahana, Meriahkan Upacara 17 Agustus di Randublatung-Blora

0

BLORA.-
Atraksi Marching Band Gita Surya Bahana binaan SMK Muhammadiyah 1 Randublatung tampil menarik pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 yang dilaksanakan oleh Forkompincam Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora pada Rabu (17/8/2022).

Bertempat di Lapangan Gelora Randublatung penampilan Marching Band Gita Surya yang dihelat sesaat sebelum kegiatan upacara dimulai sangat spetakuler dan menarik perhatian peserta upacara.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Randublatung Suwit S.Ag.S.Pd.M.Pd kepada awak media mengatakan, bahwa tidak mudah membimbing anak-anak berusia 15 tahun keatas untuk dilatih Marching Band.

Menurut Suwit, keberadaan grup Marching Band ini sudah lama, namun sempat terhenti karena ada pademi Covid 19 selama dua tahun lebih. “Setelah Covid mereda ya kita mulai lagi latihan, kita jadwal satu minggu dua kali itupun di luar kurikulum,” kata Suwit.

Sementara itu selaku inspektur upacara, Camat Randublatung Sutarso.S.Sos.M.Si.di atas Podium tepat pukul 10.00 Wib. membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. (*).

“MERDEKA” dalam Refleksi HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77

0

BLORA.-
Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 di Kabupaten Blora menorehkan catatan tersendiri bagi salah satu tokoh di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sebuah akronim MERDEKA tercetus oleh mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora, H. Bambang Sulistya yang kini menjabat Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora.

“Berkenaan dengan hal tersebut marilah dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia. Jadikanlah Akronim MERDEKA sebagai sebuah ikhtiar untuk merevitalisasi dan menyegarkan kembali serta menumbuhkan semangat toleransi dalam kehidupan sehari-hari dengan berbagai upaya,” ungkap Bambang Sulistya, di Blora, Kamis (18/8/2022).

Adapun yang dimaksudkan pada akronim MERDEKA, menurut Bambang Sulistya, yakni diawali huruf M-Merawat keberagaman, kebhinekaan dan perbedaan dengan bersikap dan menghormati orang lain secara baik tanpa memandang usia, agama, suku, ras dan budaya. Sebagaimana semboyan yang tercantum dalam lambang Negara “Bhineka Tunggal Ika” meskipun berbeda-beda Indonesia tetap satu kesatuan.

“E-Etika, dalam berkomunikasi hendaknya dibangun dengan baik. Mampu mendengar orang lain ketika sedang berbicara tanpa memotong pembicaraan dan bersikap sopan satun, sering menggunakan kata-kata yang menyejukkan seperti permisi, silahkan, tolong dan mohon maaf,” jelasnya.

Selanjutnya R- Rendah hati dan selalu menghargai serta menghormati hak orang lain.Tidak suka membicarakan keburukan orang lain. Apalagi memaksakan kehendak kepada orang lain.

Kemudian huruf D – Disiplin dalam memegang teguh janji untuk selalu bersikap toleransi kapanpun dan di mana pun Ia berada serta mampu menerima dan menghargai perbedaan yang ada. Dalam hal ini juga sikap menerima dan menghargai akan keragaman agama. Sebagaimana yang tersurat dalam hadist dari Ibnu Abas, ia berkata: Ditanyakan kepada Rasulullah SAW “Agama manakah yang paling dicintai Allah?” maka Beliau bersabda : Al-Haniffah As-Sambah (yang lurus lagi toleran). Selain itu dalam kitab suci Al-Qur’an Surat Al-Kafirun ayat 6 yang berbunyi “Lakum diinukum wa liyadiin” yang maknanya “Untukmu Agamamu dan untukku Agamaku”.

Kemudian huruf E – Etos, untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kepada diri kita masing-masing dalam kehidupan sehari hari. “Sebagai warga negara yang baik awali mulai saat ini dari diri sendiri dan mulai dari yang terkecil untuk bisa mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila di setiap kegiatan yang kita lakukan,” jelasnya.

Sedangkan huruf K-Komitmen dan bijak dalam bermedia sosial. Stop untuk menyebarkan berita hoaks yang mengandung fitnah, ujaran kebencian,menyulut amarah masyarakat dan menimbulkan perpecahaan serta intoleransi. Sebarkan berita yang menghibur, memotivasi dan memberi manfaat bagi orang banyak. Seperti anjuran dalam hadist Riwayat Bukhari – Muslim “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir katakanlah kebaikan atau diamlah”

Huruf yang terakhir, A-Aktif menjalin silaturahmi antar umat beragama supaya tidak saling curiga dan bisa menumbuhkan rasa kekeluargaan, keguyuban dan kerukunan antar umat. “Sehingga dengan bersilahturahmi bisa menghidarkan timbulnya perpecahan dan permusuhan. Hidup tentram dan damai bisa menikmati indahnya alam kemerdekaan,” tuturnya.

Untuk diketahui setelah dua tahun fakum akibat pandemi COVID-19, peringatan Hari Ulang Tahun ke 77 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Blora yang digelar di Alun-alun Kota Blora berjalan khidmat dan lancar. Di pusat bundaran kota Blora itu terpasang baliho berukuran besar dengan latar belakang merah putih yang terpasang foto para pejabat Forkopimda dan tercantum tema “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat” Sesarengan Mbangun Blora.

Baliho tersebut menghadap mimbar upacara. Memberi kesan megah dan berwibawa sehingga mewujudkan panorama indah dan memesona bagi peserta upacara dan baru kali ini dalam memperingati HUT RI di tingkat Kabupaten dilaksanakan lebih awal mulai jam 7.30 WIB. Hal itu dikarenakan setelah upacara di Alun-alun akan dilanjutkan mengikuti upacara Detik-detik Proklamasi secara virtual di pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

“Saya bersyukur masih bisa diberi kesempatan mengikuti rangkaian upacara 17 Agustus 2022. Selain sebagai wahana untuk bersilaturahmi juga untuk mengenang jasa jasa para pahlawan yang dengan iklhas dan rela berkorban jiwa raga untuk kemerdekaan bangsa Indonesia,” tambah Bambang Sulistya.

Apalagi bisa langsung melihat para petugas Paskibraka yang ganteng dan cantik dengan gerakan yang kompak dan disiplin sehingga mampu memasang dan mengibarkan Bendara Merah Putih secara baik dan lancar serta mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya. “Hati terasa bisa tersugesti untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan 1945,” ucapnya.

Dalam sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dibacakan oleh Bupati Blora Arief Rohman mengingatkan kepada kita semua bahwa sampai saat ini masih terjadi dalam pergaulan di masyarakat munculnya sikap sikap intoleransi yang kurang terpuji,saling menghina , mencerca dan memfitnah dengan menjelek jelekan keyakinan orang lain.

Bahkan ada yang nekat hendak mengganti Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Sementara Fouding Fathers Bangsa sudah memberi contoh lewat perbuatan bukan sekedar gembar gembor mengucapkan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Namun mereka berdarah-darah menegakkan Kemerdekaan Indonesia. Bung Karno, Proklamator kita pernah mengucapkan “Di atas kelima dasar itulah (Pancasila) kita mendirikan Negara Indonesia yang kekal dan abadi”.
Sebagaimana ungkapan Gus Dur Presiden Indonesia keempat “Orang tidak akan bertanya apa Agamamu dan apa sukumu ketika berbuat baik”.

Sejarah mengikat kuat kita karena hanya perasaan senasib dan sepenanggungan telah menyatukan kita bersama dan Pancasila menjadi perekat persatuan dan kesatuan yang mendasari kita sebagai bangsa dan negara yang besar. Bambang Sulistya mengungkapkan, di akhir upacara peringatan HUT ke-77 RI bagi dirinya merupakan sejarah baru. Karena dapat bertemu penuh rasa persaudaraan dan kemerdekaan dengan berbagai orang hebat yang saat ini sedang diberi amanah untuk membangun Blora Mustika.

“Mulai dari Bupati Blora Arief Rohman, beliau sosok pejabat yang gemar bersilaturahmi dan memiliki semangat gas pol untuk mewujudkan Blora makin sejahtera. Bersendau gurau dengan wakil Bupati Tri Yuli Setyowati beliau sosok pejabat yang memiliki karakter yang tangguh dan cerdas dalam komunikasi,” ungkapnya.

Bernostalgia dengan Ketua DPRD Blora Dasum karena dulu pernah sama sama pernah jadi murid di S2, yang ternyata sikap kekeluargaan dan persahabatan tidak pernah berubah. Ia dikenal sebagai pemimpin yang jawani suka kepyur dan tidak menjaga jarak. Selain itu, kata Bambang Sulistya, bisa berkomunikasi akrab dengan Sekda Blora Komang Gede Irawadi.

“Walau asli Bali tapi sering dalam setiap sambutan menyampaikan parikan. Ia sosok pejabat yang profesional dan cerdas,” ucapnya. Diluar dugaan, lanjutnya, tambah sedulur karena baru pertama kali bertemu dengan Ketua PGRI Kabupaten Blora yakni Sintong, sosok pemimpin yang loyal dan rendah hati.

“Dirgahayu Republik Indonesia semoga Indonesia makin jaya dan masyarakatnya makin sejahtera hidup rukun damai berdasarkan Pancasila. Merdeka,” katanya.

Bambang Sulistya sendiri merupakan sosok mantan pejabat Blora yang unik. Kesederhanaan tertanam dalam sanubari, ibarat ilmu padi, makin berisi makin merunduk. Kebiasaan naik sepeda ontel saat beraktivitas menjadikan tubuhnya sehat meski usianya sudah paruh baya.

Bahkan saat menghadiri upacara peringatan HUT ke-77 RI di Alun—alun Blora, dirinya mengenakan batik, tampak tidak seperti mantan pejabat dan mantan anggota DPRD Blora. Sepeda ontel kesayangannya dikayuh saat berangkat dari rumah hingga kembali pulang dengan suasana hati riang. (*)

Semarakkan HUT RI ke-77, Desa Keser Gelar Karnaval

0

BLORA.-

Menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke- 77, Pemerintah Desa Keser Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jumat (19-08-2022) menyelenggarakan lomba karnaval tingkat SD hingga tingkat umum.

Berbagai kreasi seperti barongan, kuda lumping hingga tarian yang tak lepas dari adat Jawa, menjadi daya tarik ratusan masyarakat Desa Keser dan sekitarnya yang pada hari itu turut menyaksikan.

Kepala Desa Keser, Jono mengaku mengapresiasi adanya acara tersebut. Dia berharap penyelenggaraan pada tahun berikutnya bisa lebih baik dari tahun ini.

“Selain karnaval, hari ini kami akan mengadakan musyawarah desa untuk mengikuti karnaval di tingkat kabupaten,” ucap Jono.

Sementara itu menurut salah satu peserta barongan sebut saja Khamdi, ia mengaku senang bisa ikut karnaval. “Saya senang sekali bisa ada acara seperti ini, karena acara seperti ini sudah lama saya tunggu-tunggu,” ujarnya. (*)

Ajakan AHY untuk Rawat Persatuan, Demokrasi dan Kebangkitan Ekonomi Sangatlah Tepat

0

BLORA.-

Semangat yang digelorakan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam memperingati Hari ulang Tahun Republik Indonesia ke-77 sangatlah tepat, dan mampu memberikan semangat juang bagi kader Partai Demokrat yang sudah siap menerima amanah kemenangan. Hal itu disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora Hj. Tety Indarti SH kepada wartawan di Blora, Rabu (17/08/2022).

Menurut Tety, kita harus bisa memanfaatkan peringatan 77 tahun Indonesia Merdeka sebagai momentum untuk merawat persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus menumbuhkan demokrasi yang berkeadilan serta membangkitkan ekonomi kerakyatan.

“Maka langkah kita untuk menggapai kesuksesan makin jelas dan Focus. Dirgahayu Republik Indonesia Semoga Partai Demokrat makin jaya dan masyarakatnya makin sejahtera. Merdeka!!!,” tandas ketua DPC Partai Demokrat Blora itu.

Sebagaimana diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi Annisa Larasati Pohan mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi secara virtual, Rabu pagi (17/08/2022).

Mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir dari kediaman, tahun ini AHY dan Annisa mengenakan pakaian adat Bali kombinasi warna Hitam, Putih & Merah yang melambangkan warna Tridatu. Busana ini sengaja dipilih AHY sebagai simbol semangat optimisme untuk kita bangkit bersama menjemput sukses di masa depan. Serta menggambarkan seorang pemimpin hendaknya mampu memberi semangat kepada rakyatnya di tengah suasana suka ataupun duka. Pemimpin seharusnya memilki sikap semangat, penuh kasih, bertanggung jawab, berpengetahuan luas, berwibawa, adil, melindungi rakyat dan Pemimpin hendaknya juga bermurah hati (melayani) rakyatnya untuk tidak mengecewakan kepercayaan rakyatnya.

Bukan hanya itu, pilihan kombinasi warna yang dipilih juga memiliki arti. Warna hitam adalah warna yang memberi kesan elegan yang melambangkan keanggunan, keberanian, ketenangan, kemakmuran dan warnanya generasi milenial. Sementara warna putih dan merah memberi kesan kebebasan dan keterbukaan, warna yang murni, suci dan bersih, simbol keberanian, kekuatan dan energi, juga gairah untuk melakukan tindakan (action), serta melambangkan kegembiraan.

AHY memaknai peringatan 77 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum untuk merawat persatuan, demokrasi, dan kebangkitan ekonomi. AHY menegaskan, Indonesia adalah negara besar. Negara ini, lanjutnya, bukan lahir dari pemberian kolonial.  Negara ini dibangun di atas pemikiran-pemikiran besar dan langkah-langkah besar.

“Negara ini juga telah melalui sejarah panjang. Meski diguncang oleh berbagai macam pergolakan hingga benturan ideologi, baik yang kanan maupun kiri, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Indonesia tetap tak tergoyahkan. Indonesia lahir dan tetap mampu berdiri tegak karena komitmen kita untuk merawat persatuan bangsa,” kata alumni Kennedy School of Government, Harvard University tersebut.

Untuk itu, lanjut AHY, peringatan 77 tahun kemerdekaan ini harus menjadi momentum kita sebagai bangsa untuk kembali meneguhkan komitmen merawat persatuan bangsa. “Komitmen persatuan perlu kita wujudkan dalam ikhtiar dengan terus mengokohkan persatuan, melawan pandemi, merawat demokrasi, dan mengoptimalkan momentum kebangkitan ekonomi,” tegas AHY.

Pria kelahiran Bandung itu juga menekankan, setiap peringatan Kemerdekaan Indonesia harus menjadi momentum bagi kita sebagai bangsa untuk mensyukuri apa yang telah dicapai dan diwujudkan, meneguhkan komitmen perjuangan dan pengabdian kita untuk mewujudkan Indonesia yang semakin aman dan damai, semakin adil dan sejahtera, serta semakin maju dan mendunia.

“Itulah visi besar kebangsaan kita. Perbedaan tidak menjadi halangan bagi kita untuk mewujudkan visi besar ini. Kita harus bersatu. Dengan persatuan, energi kita akan dilipatgandakan, untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa,” pungkas AHY. (*)

Warga Marah, Jalan Desa Sambongwangan Ditanami Pohon Pisang

0

BLORA.-

Infrastruktur jalan di wilayah Desa Sambongwangan Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora banyak yang kurang memadai. Tidak hanya becek ketika turun hujan, tetapi pada jalan desa itu terdapat banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan.
Warga setempat sudah sering mengelukan kondisi jalan yang kian parah, karena sudah sering terjadi pengendara motor yang terjatuh akibat kondisi jalan yang sangat buruk itu. Puncaknya pada hari Rabu (17/8/2022), sekitar pkl. 16.oo ada warga yang jatuh ketika melewati jalan berada di sebelah utara Balai Desa Sambongwangan.
Kejadian itu membuat warga marah dan protes kepada pemerintah dengan menanam pohon pohon pisang di tengah jalan dengan kedalaman sekitar 40 centimeter.
Kepala Desa Sambongwangan, Wahyudi saat ditemui wartawan menuturkan, bahwa sudah sering kali dia mengusulkan perbaikan jalan tersebut ke Pemkab Blora melalui Dinas Pekerjaan Umum.


“Kami bersama Perangkat sudah mengusulkan terkait jalan tersebut melalui Musrenbang Kecamatan. Pada rakor-rakor yang lain juga selalu saya bahas, bahkan pernah langsung kepada Pak Bupati, namun demikian sampai sekarang belum ada realisasinya,” katanya.
Sementara itu Babinkamtibmas Desa Sambongwangan Bripka Mujianto menghimbau kepada masyarakat sekitar agar selalu hati-hati dalam berkendara, terutama yang punya anak yang masih SD maupun SMP.
“Sebagai aparat kepolisian saya mohon kepada warga yang punya anak masih duduk di bangku SD maupun SMP jangan diperbolehkan naik sepeda motor karena masih dibawah umur karena akan membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain,” pungkas Puji.