Beranda blog Halaman 163

Sesuai Sasaran, Desa Pilang-Randublatung Bagikan Bansos untuk 1.260 Warga

0

BLORA.-

Bertempat di Balai Desa Pilang Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Rabu (30/11/2022) telah dilaksanakan pencairan tiga Bansos yaitu BLT BBM, BPNT, dan PKH melalui PT Pos Indonesia. Jumlah warga yang menerima Bansos pada hari itu 1.260 orang.
Biasanya cara pencairan PKH berbeda dengan BPNT dan BLT BBM yang biasanya melalui PT. Pos Indonesia, namun kali ini semua Bansos melalui PT. Pos Indonesia. Tentu saja nominal yang diterima masyarakat berbeda-beda.
Pendamping Sosial Desa Pilang, Kuspugiyanto kepada awak media menuturkan, bahwa Bansos BPNT untuk bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2022 nominalnya Rp 200.000. “Jadi jumlah yang diterima masing,” Rp 600.000,” ujarnya.
“Untuk BLT BBM bulan Nofember sampai dengan bulan Desember 2022 nominalnya Rp 150.000, jumlah yang diterima Rp 300.000,” tambahnya.
Sementara itu untuk PKH yang dicairkan triwulan terakir tahun ini, dan nominalnya berbeda-beda. “Masing-masing KPM ada yang Rp 525.000 ada yang Rp 2.975.000 sesuai komponen yang masuk dalam daftar penerima manfaat,” papar Kuspugiyanto.
Kepala Desa Pilang, Suyatno S.Sos saat ditemui awak media di kediamannya mengatakan bahwa pembagian Bansos di desanya sudah sesuai sasaran.
“Ya kalau menurutku sebagai kepala desa sudah sesuai daftar yang ada, kalaupun ada yang kurang puas itu hal yang biasa namanya masyarakat banyak,” pungkasnya. (*)

KORMI Siap Semarakkan Hari Jadi ke-273 Blora

0

BLORA.-

Organisasi Komite Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Blora siapkan sejumlah kegiatan untuk menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-273 Kabupaten Blora.
Terkait itu digelar rapat konsolidasi pengurus KORMI di Kantor PWRI Kabupaten Blora, Kamis (1/12/2022).
H. Soebekti, Ketua KORMI Kabupaten Blora mengungkapkan sejak kepengurusan KORMI dilantik oleh Bupati Blora Arief Rohman pada Desember 2021, dalam kegiatan memperingati Hari Jadi Kabupaten Blora selalu aktif berpartisipasi dengan mengadakan kegiatan olahraga rekreasi bersama masyarakat.

“Seperti yang telah dilakukan pada Hari Jadi Kabupaten Blora ke-272 telah menghelat kegiatan sepeda santai dan senam kesegaran jasmani bersama masyarakat di Alon-alon Blora,” ungkapnya.

Kegiatan itu menyediakan berbagai macam doorprize menarik mulai dari sepeda, kulkas, kompor gas dan berbagai hadiah lainnya.
Di samping itu, untuk meringankan beban hidup bagi anggota masyarakat yang kurang beruntung pengurus KORMI juga membagikan paket Sembako kepada mereka.

“Khusus untuk hari Jadi Kabupaten Blora tahun ini pengurus KORMI akan mengikutsertakan para pengurus dan anggota KORMI dalam kegiatan sepeda santai yang akan diselenggarakan Minggu, 4 Desember 2022,” jelasnya.

H.Soebekti juga terus memotivasi para pengurus dan anggota KORMI agar tetap semangat dalam mendukung program Blora Sehat. Bahkan untuk memacu diri mengejar partisipasi setiap anggota KORMI diberikan seragam olah rekreasi terbaru dengan merk cap Ratu dengan dukungan dana dari pengurus yang dermawan.

Menurutnya, meskipun sampai saat ini KORMI belum mendapatkan dukungan dana dari APBD Kabupaten Blora, namun para pengurus KORMI tetap memilik spirit yang tinggi dan konsisten memegang komitmen untuk mengemban amanah dalam mengolahragakan masyarakat dan memasyarakat olahraga rekreasi di Kabupaten Blora.

Selain akan mengikuti sepeda santai Pengurus KORMI juga merencanakan, pada 18 Desember 2022 akan mengadakan kegiatan Senam bersama Bupati Blora di Bendung Randu Gunting kecamatan Japah.

Sekretaris KORMI H.Soedadyo mengungkapkan, dalam kegiatan senam kesegaran jasmani bersama Bupati tersebut jaga akan diadakan kegiatan eksibisi permainan olahraga rekreasi egrang dan jalan bersama memakai bakiak serta akan dilakukan penebaran ribuan bibit ikan oleh Bupati Blora ke perairan bendung Randu Gunting yang dahulu peresmiannya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Dalam pelaksanaan kegiatan di Bendung Randu Gunting menurut H.Suharsono semua kendaraan angkutan untuk mengakut peserta dari Blora ke lokasi, konsumsi dan pengadakan benih ikan ditanggung secara swadaya oleh Pengurus KORMI.

Menurutnya, kalau semua agenda tersebut bisa terlaksana berarti ada sejarah baru bagi sebuah lembaga yang menaungi berbagai induk yang menangani olahraga rekreasi berkontribusi positif terhadap kesehatan masyarakat ternyata mampu berkiprah dan bersedekah walaupun tanpa dukungan anggaran dari Pemerintah.

“Selamat berkarya nyata semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu bersama kita dalam mengukir sejarah untuk Sesarengan Bangun Blora Berkelanjutan,” tutupnya. (*).

Hujan Deras, 3 warga Candi-Todanan Hanyut

0

BLORA.-

Hujan deras yang melanda sejumlah daerah di Kabupaten Blora seminggu terakhir memakan korban jiwa. Tiga warga Desa Candi, Todanan yang sedang bekerja di sawah hanyut terseret banjir ketika berusaha menyeberangi sungai untuk pulang pada Selasa (28/11/2022). Mereka adalah Ahmad Rifai (54 th) dan istrinya Siti Maryam (35 th), kemudian Sulastri (47 th) yang merupakan tetangga dekat korban.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan di Desa Candi dan lokasi kejadian menyebutkan, pada siang hari naas itu, ketiganya sedang bekerja di sawah karena musim tanam padi. Namun hujan deras tiba-tiba turun sekitar pukul 15.00 wib, Ahmad Rifai dan istrinya berniat pulang bersama Sulastri yang merupakan tetangga dekat. Diduga ketiganya hanyut terseret banjir saat berusaha melintasi jalan penyeberangan berupa beberapa gorong-gorong yang dijajar di sekitar sawahnya.

Tidak diketahui pasti bagaimana kronologi saat kejadian ketiganya hanyut terbawa arus. Begitu sampai Magrib korban belum juga pulang, pihak keluarga dan tetangga mulai khawatir dan memutuskan menyusul ke sawah. Dua sepeda motor korban masih berada di dekat sawah, namun tidak ada jawaban ketika dipanggil-panggil oleh para kerabatnya. Pihak keluarga kemudian segera melaporkan situasi tersebut kepada Kepala Desa, Sugiyanto.

Setelah mendapatkan laporan dari Kepala Desa Candi, Polsek bersama Koramil, dan Camat Todanan beserta jajaranya segera turun ke TKP untuk turut melakukan pencarian terhadap para korban. Hasilnya, korban pertama bernama Siti Mariyam ditemukan dalam kondisi meninggal di sungai Kalisoko, turut desa Karanganyar sekitar 1 KM dari lokasi hilangnya korban.

“Korban ini ditemukan warga Kalisoko di persawahan yang kebanjiran pada pukul 10.00 wib” kata Kades Karanganyar Imam Widodo di lokasi kejadian, Selasa malam (28/11/2022).

Karena cuaca makin memburuk, malam itu warga dan pihak kepolisian serta pemerintah kecamatan terpaksa menghentikan pencarian.

Pagi harinya Basarnas dan Tim SAR berbagai ormas juga turut dikerahakn untuk di sepanjang sungai Kalimalang hingga kali Kemisik Pati. Sekitar pukul 7.15 wib, pagi, jasad Ahmad Rifai suami korban Siti Maryam ditemukan juga dalam keadaan meninggal di sebelah barat jembatan Dukuh Plabuhan Desa karanganyar, sekitar 3 KM dari TKP dan 2 KM dari ditemukanya jasad korban pertama.

Kedua korban suami istri ini mengalami luka lebam dan sobek hampir di sekujur tubuhnya akibat benturan benda keras selama hanyut. Setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh pihak Puskesmas Gondoriyo-Todanan, keduanya langsung dimakamkan pada Rabu siang (30/11/2022).
Satu Korban Mengapung di dekat Lokasi Kejadian.

Penyisiran sungai Kali malang tempat lokasi hilangnya korban terus dilakukan oleh para petugas gabungan dan warga sekitarnya hingga radius 20 KM dari lokasi kejadian.

“Kami mencari korban sampai Kedungsapi dan Sungai Kedungjangan, Pati, dengan perhitungan arus selama hujan cukup santer,” kata Wagiman, salah satu SAR dari ormas di lokasi pencarian.

Kerja Keras TIM dan warga sepanjang hari Rabu tidak membuahkan hasil dan terpaksa dihentikan karena hujan sangat deras dan kali meluap menerjang sawah-sawah warga.

Pencarian baru dilanjutkan pada Kamis pagi (1/12) hingga petang. Namun lagi-lagi terpaksa harus dihentikan pada malam hari karena terkendala hujan.

Pada malam Jumat atau malam hari ke-4 kejadian, Kepala Desa Candi Sugiyanto menghimbau kepada warganya untuk bergotong royong melanjutkan pencarian korban Sulastri yang belum bisa ditemukan.

“Rencananya para pencari akan disebar di berbagai lokasi untuk melakukan pencarian kembali terhadap korban yang belum ditemukan,” kata Sumari, ketua BPD Desa Candi.

Diluar perhitungan, Sekitar pukul 08.15 wib, korban Sulastri ternyata justru ditemukan dalam keadaan mengapung di sungai tidak jauh dari lokasi hilangnya yaitu di atas aliran jalan penyeberangan, tempat para korban diduga hanyut.

“Ya memang di luar dugaan, karena ternyata korban terakhir ini justru berada di atas aliran lokasi hilangnya para korban. Sehingga lepas dari penyisiran,” kata Juwarman warga Candi.

Sulastri merupakan korban terakir dari 3 korban yang telah ditemukan. Sebelumnya, perempuan paruh baya itu menyusul suaminya yang sedang membuat lahan untuk ditanami padi. Namun ketikan sang suami mengajaknya pulang karena hujan, korban menolak dan memilih tetap melanjutkan tandur bersama tetangga dekatnya yaitu korban suami-istri yang ditemukan sebelumnya. Korban Sulastri meninggalkan suami dan 2 anak pereempuan.

“Yang satu sudah lulus SMK yang satu masih kecil sekolah di MI,” kata Eko, petugas PKH yang biasa mengurusi bantuan korban. (*)

Banjir di Pati Rendam Rumah Warga di Empat Kecamatan

0

PATI.-

Banjir seakan sudah menjadi langganan bagi warga Kabupaten Pati, banjir pasti datang setiap turun hujan, kondisi ini menjadikan warga sekitar pegunungan Kendeng merasa cemas dan was-was. Seperti yang terjadi dalam empat hari terakhir sejak Minggu (27/11/2022), warga di empat kecamatan, Sukolilo, Kayen, Gabus, Winong, dan Tambakromo mengalami musibah berupa banjir.

Air bah yang datang bercampur lumpur tersebut membuat warga sekitar cemas dan khawatir, karena hujan yang berlangsung sekitar 2 jam lebih itu membuat air bah yang datang tak nyaris tak terbendung. Beruntung guyuran hujan pada hari itu tidak membawa korban jiwa.

Hari berikutnya, Senin (28/11/2022) sekitar pukul 16.00 WIB, giliran Desa Sinomwidodo, Desa Keben, dan Desa Angkatan Kidul Kecamatan Tambakromo mengalami musibah serupa.

Menurut warga setempat, banjir kali ini adalah peristiwa keenam dalam sebulan terakhir. Hal itu seperti diungkapkan oleh Suhipto, warga Angkatan Kidul dan Zumrotun Warga Sinomwidodo.

Peristiwa serupa yang terjadi pada Selasa (29/11/2022) juga dialami warga Kecamatan Kayen. Hujan yang berlangsung sejak sore mengakibatkan banjir di beberapa ruas jalan Kayen – Sukolilo. Yang terparah adalah jalan menuju arah RSUD Kayen.

Kondisi seperti ini tampaknya menjadi PR serius bagi Pemerintah Kabupaten Pati dalam hal ini dinas terkait. Mengingat langkah tindakan yang diambil belum sepenuhnya efektif, juga dalam menyelesaikan permasalahan banjir yang terjadi di wilayah pegunungan Kendeng masih tidak sesuai harapan.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa salah satu penyebab timbulnya banjir yg akhir-akhir ini terjadi adalah akibat penambangan liar dan alih fungsi hutan yang tidak sesuai peruntukan. “Penyebab lain karena pendangkalan sungai dan kurangnya drainase,” ujarnya.

Hari berikutnya, Rabu (30/11/2022) banjir bandang menyerang Desa Sinomwidodo Kecamatan Tambakromo. Banjir di desa ini merupakan yang terparah dan terburuk sepanjang sejarah. Selain mengakibatkan 3 rumah roboh, puluhan sepeda motor dan 8 mobil hanyut, dan ratusan rumah lainnya rusak, juga menimbulkan korban jiwa atas nama Sumirah (65 th).

Berdasarkan keterangan dari Rukimin, Kades Sinomwidodo banjir di desanya itu merupakan yang ke-7 dalam satu setengah bulan terakhir. “Sekitar 200 KK warga Sinom terdampak mas,” bebernya.

“Untuk jumlah kerugian kami belum bisa merinci karena saat ini proses pendataan masih berlangsung,” katanya.

Menurut Rukimin banjir dan kiriman air bah diakibatkan gundulnya hutan karena alih fungsi lahan yang seharusnya ditanami tanaman keras kini berubah menjadi jagung.

Sementara faktor pendangkalan sungai dan kurangnya drainase di desanya juga dibenarkan oleh Parjan, selaku ketua BPD Sinomwidodo. (*)

Jangan Berkelanjutan

0

APBD Kabupaten Blora tahun ini besarannya mencapai Rp 2,57 triliun, namun di waktu yang tinggal 40 hari jelang akhir Tahun 2022 penyerapannya masih sangat rendah yaitu baru mencapai 67,4 persen. Masih ada anggaran Rp 844 Miliar yang belum terserap atau belum dibelanjakan.

Bila sampai bulan ke-11 anggaran yang diserap sebesar Rp 1,73 triliun, mungkinkah dalam waktu 40 hari kedepan bisa membelanjakan anggaran yang tersisa Rp 844 Miliar? Atau akan terjadi Silpa hingga ratusan miliar, atau bahkan lebih banyak dari Silpa tahun lalu yang 225 Miliar?
Pertanyaan-pertanyaan bernada khawatir atau tidak yakin seperti di atas wajar dilontarkan oleh warga masyarakat karena serapan paling rendah tahun ini adalah anggaran infrastruktur yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Blora. Padahal anggaran pada OPD ini mengalami lonjakan yang luar biasa hingga 300 persen, dari Rp 137 Miliar pada Tahun 2021 menjadi Rp 377 Miliar pada Tahun 2022.

Secara teknis harusnya tidak ada masalah karena APBD Blora sudah digedok pada November 2021 sehingga proses perencanaan bisa dilakukan normatif sejak awal.

Maka yang patut diduga, molornya pengerjaan proyek-proyek fisik infrastruktur di Blora lebih dikarenakan faktor politis. Hal itu terlihat pada proses lelang yang molor karena kuatnya dugaan pengkondisian. Bahkan ada proyek yang retender hingga 12 kali. Ditambah lagi banyak temuan proyek yang bersumber dari dana Bankab untuk desa kualitasnya amburadul. Contoh viralnya video paving yang mudah hancur dengan hanya dibanting.

Sudah bukan rahasia lagi, pengkondisian proyek tidak lepas dari skema pengembalian modal dalam Pilkada. Besarnya anggaran infrastruktur dalam APBD menjadi bagian dari skema pengembalian modal Pilkada melalui setoran fee proyek kepada pihak tertentu. Motif pengembalian modal Pilkada adalah efek Pilkada berbiaya tinggi yang melibatkan para bandar yang berani berjudi dengan uang puluhan miliar.

Seperti yang terjadi di Pemalang lewat pengakuan Adi Jumal Widodo, orang kepercayaan Bupati Pemalang, Jawa Tengah (nonaktif), Mukti Agung Wibowo yang menyebutkan, bupati mengembalikan pinjaman modal yang digunakannya saat Pilkada 2020 melalui setoran dari para bawahannya. Hal itu diutarakan Adi saat menjadi saksi di Pengadi-lan Tipikor, Semarang, Senin (21/11/2022).

Yang perlu digaris bawahi, kepentingan politis seorang pemimpin jangan sampai merugikan rakyatnya. Pengkondisian proyek jangan sampai mengorbankan kualitas dan waktu dalam pengerjaan. Melalui anggaran APBD 2022, masyarakat berharap semua pekerjaan proyek infrastruktur di kabupaten ini bisa selesai tuntas di akhir Desember 2022. Jangan berkelanjutan pada tahun berikutnya.

Bila itu yang terjadi, ujung-ujungnya kepentingan rakyat lagi yang dikorbankan. Uang rakyat dalam APBD yang dititipkan akhirnya hanya jadi bancaan dan “permainan” elit kekuasaan.
Rakyat yang tersakiti mungkin sekarang hanya bisa diam, tapi mereka akan selalu ingat dan kelak akan membalasnya lewat Pilkada selanjutnya.
***

Antisipasi Gangguan Kamtibmas Saat Banjir, Polres Blora Bersama Petugas Gabungan Lakukan Pengamanan

0

BLORA.-

Hujan deras yang mengguyur wilayah kabupaten Blora dalam waktu yang lama menyebabkan bencana banjir di wilayah kecamatan Jepon, Jiken dan Bogorejo. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah kawasan pasar Jepon Kecamatan Jepon.

Untuk antisipasi terjadinya gangguan kamtibmas dan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, Polres Blora bersama petugas gabungan dari TNI, BPBD Dan Satpol PP melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas.

Menurut informasi warga, banjir masuk kawasan pasar Jepon sekitar pukul 17.30 wib, selain masuk kawasan pasar, air yang meluap juga menutup ruas jalan Blora Cepu di kawasan pasar Jepon. Bahkan akses jalan sempat lumpuh. Karena tinggi air mencapai selutut orang dewasa.

Petugas gabungan dari Polsek Jepon, Polres, Koramil Jepon dan BPBD langsung turun ke lokasi untuk membantu warga. Tak jarang beberapa pengendara sepeda motor yang motornya macet karena mesinnya kemasukan air.

Kapolres Blora AKBP Fahrurozi, SIK, MM, MH melalui Kasi Humas AKP Budi Yuwono mengungkapkan, bahwa berdasarkan pantauan petugas di lapangan, banjir tersebut terjadi sekitar tiga jam mulai dari pukul 17.30 wib hingga pukul 20.30 wib. Setelah itu air sudah surut.

“Mari kita doakan semoga warga yang terdampak diberikan kesabaran menghadapi cobaan,” kata Kasi Humas, Rabu, (30/11/2022).

Sementara itu menurut cerita salah satu warga kelurahan Jepon, Sukimin, mengungkapkan bahwa ini adalah banjir besar yang kedua yang menimpa wilayah pasar Jepon.

“Peristiwa ini adalah yang kedua mas, dulu seingat saya di era tahun 1999 atau 2000 pernah juga banjir besar,” cerita Sukimin saat membersihkan rumahnya yang tadi malam terdampak banjir. (*)

Mewakili Blora, Desa Wisata Kampung Samin Dukuh Blimbing-Sambong Raih Predikat Juara Tingkat Propinsi

0

BLORA.-

Desa Wisata Kampung Samin Dukuh Blimbing Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora yang pada 19 November 2022 dinobatkan sebagai Juara 1 desa wisata tingkat kabupaten, pada 26 November 2022 meraih predikat Juara 3 dalam ajang Gelar Desa Wisata Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022.

Malam penganugerahan berlangsung pada Sabtu (26/11/2022) bertempat di Gerbang Gajah Desa Kembanglimus, Kabupaten Magelang.

Untuk juara 2 tingkat propinsi ditempati Desa Wisata Muncar Kabupaten Semarang, sementara untuk juara 1 diraih Desa Pekunden Kabupaten Banyumas.

Selama pameran, para juri melakukan penilaian untuk menentukan pemenangnya. Sementara desa wisata diminta untuk memamerkan produk-produk terbaiknya. Dan, pada kesempatan itu Desa Wisata Kampung Samin memamerkan produk pengolahan tempe, kerajinan batik, serta peternakan kambing etawa.

Ketua Pokdarwis Desa Wisata Kampung Samin Sambongrejo, Janurman kepada wartawan mengaku senang dengan dilombakannya desa wisata setiap tahun karena bisa menjadi semangat serta motivasi.

“Menjadi semangat untuk mengembangkan desa wisata gar terus berkembang dan lebih dikenal masyarakat luas serta bisa mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi, supaya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat desa,” ujarnya.

Menurut Janurman, predikat sebagai juara desa wisata merupakan hasil kerja keras warga masyarakat yang sudah sepantasnya diacungi jempol.

“Tips kedepan tentunya akan menjadi PR kami selaku pokdarwis untuk terus berbenah diri dari segala kekurangan, tentu saja mohon bimbingan dari pihak terkait, khususnya Dinporabudpar Blora,” ucap Janurman. (*)

Peringati Hari Guru Nasional, Murid SDN 1 Bogorejo-Japah Berikan Kado untuk Gurunya

0

BLORA.-

Dalam dunia pendidikan guru memiliki peran sentral dalam proses belajar mengajar hingga membentuk karakter anak didik. Tak heran jika kondisi itu mampu menumbuhkan ikatan batin antara murid dan guru.

Seperti terlihat dalam kegiatan upacara memperingati Hari Guru Nasional di halaman SDN 1 Bogorejo Kecamatan Japah, Kabupaten Blora pada Jumat (25/11/2022). Antusias menyambut diperingatinya hari guru ditunjukkan oleh murid murid SDN 1 Bogorejo dengan memberikan semacam kado buat bapak ibu gurunya.

Kepala SDN 1 Bogorejo, Suhartik S.Pd,Sd, dalam sambutannya menyampaikan pesan, agar para murid selalu berperilaku baik dan sopan, serta belajar lebih giat dan rajin.

“Persiapkan diri dalam mengikuti tes akhir semester, sehingga bisa menggarap soal dan mendapatkan nilai yang memuaskan,” ujarnya.

“Selamat Hari Guru Nasional, pahlawan tanpa tanda jasa,” tandas Suhartik mengakhiri sambutannya. (*)

Kembali Terjadi di Blora, Bansos BPNT Dipotong Rp 300 Ribu oleh Koordinator PKH

0

BLORA.-

Pemotongan Bansos (Bantuan Sosial) BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang dicairkan secara tunai untuk masyarakat kembali terjadi di Kabupaten Blora, kali ini di Desa Tawangrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora senilai Rp. 300.000 dengan dalih akan diwujudkan sembako.

Pencairan bansos dari mulai PKH, BPNT, BLT BBM di kantor balai desa setempat pada Kamis (25/11/2022 itu dihadiri oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Kepala Desa (Kades) Tawangrejo, Perangkat Desa, serta Pendamping PKH dari Kecamatan Tunjungan.

Warga saat di Kantor Balaidesa Tawangrejo menerima utuh uang bansos dengan nominal yang berbeda-beda, namun saat sampai di rumah warga didatangi koordinator PKH yang menarik uang sebesar Rp. 300.000. Selain itu ada juga warga yang menyerahkan kepada koordinator PKH di dukuhan masing-masing.

Desa Tawangrejo sendiri terdiri dari lima dukuhan, yang mana masing-masing dukuhan memiliki koordinator PKH, sehingga masing-masing koordinator juga memiliki cara sendiri-sendiri dalam mengumpulkan uang bansos tersebut, ada yang door to door kerumah KPM, dan ada juga KPM yang menyerahkan uang kerumah koordinator PKH.

Lima dukuhan yang ada di Desa Tawangrejo adalah Dukuh Karangtawang, Dukuh Ngledok, Dukuh Gagakan, Dukuh Brumbung, dan Dukuh Pohgesik, dan dari kelima Dukuhan tersebut ada yang sudah ditarik dan ada yang belum, namun yang sudah ditarik pun uangnya ada yang sudah dikembalikan.

Salah satu warga dari Dukuh Ngledok yang enggan disebut namanya menyampaikan bahwa dirinya dimintain uang Rp. 300.000 oleh koordinator PKH kerumahnya.

“Kulo bakdo saking balaidusun di puruki ting griyo mas kalih ketua pkh, di suwuni arto Rp. 300.000, nggih kulo paringke,” (saya habis dari Balaidesa di datangi koordinator PKH dirumah mas, dimintai uang Rp. 300.000, ya saya kasih),” ucapnya.

Kemudian salah satu penerima bansos dari Dukuh Pohgesik pun menyatakan hal yang sama, yakni menyerahkan uang Rp. 300.000 ke koordinator PKH.

“Kulo mpun nyerahke arto ting ketua PKH mas, tapi niki wau mpun di wangsulaken, (Saya sudah menyerahkan uang ke koordinator PKH Mas, tapi ini tadi sudah dikembalikan uangnya),” ucapnya.

SY selaku Koordinator PKH dari Dukuh Pohgesik bersama SK koordinator PKH dari Dukuh Ngledok dan Dukuh Gagakan saat di temui di kediamannya membenarkan jika ada uang Rp. 300.000 yang akan dibelanjakan sembako, bahkan sudah dibelikan sembako.

“Ide awalnya dari pendamping PKH mas, BPNT kan terimanya Rp. 600.000, yang Rp. 300.000 akan di belikan sembako, karena takutnya uangnya di pakai buat hal-hal yang lain, jadi kita belikan sembako, dan kemarin juga sudah di musyawarahkan di Balaidesa semuanya setuju, kenapa sekarang ada yang tidak setuju ?,” ucapnya.

Bahkan di grop WhatsApp keluarga penerima manfaat ada kiriman pesan dari koordinator PKH Dukuhan yang berisi imbauan kepada para penerima manfaat kalau ada yang tanya dilarang bilang bahwa itu potongan.

“Ngeten njih bu, benjang yen enten sinten mawon engkang tangklet masalah bantuan niki, sedoyo mawon ampun sanjang yen uang 300, niku uang potongan njih, yen di tangkleti uang 300 kagem tumbas sembako, (gini ya bu, besok kalau ada siapa saja yang tanya masalah bantuan ini, semua saja jangan bilang kalau uang 300 itu uang potongan, kalau ditanya uang 300 buat beli sembako_red),” pesan dari koordinator PKH Dukuhan.

Imei selaku Pendamping PKH Desa Tawangrejo yang saat itu ada di rumah koordinator PKH Dukuh Pohgesik juga membenarkan hal tersebut.

“Pertama itu saya miris melihat warga penerima bantuan, karena dulu kan ada e warong dan kadang e warong nya itu bukan toko sembako asli, sehingga banyak penerima bantuan yang mengeluh dengan nominal sekian kok dapatnya sembako seperti itu, terus juga kadang kalau dicairkan tunai diminta anaknya, bahkan kalau yang ambil anaknya kadang tidak diberikan, akhirnya diputuskan mending sembako saja, dan memang saya akui salah karena menghimbau dengan nominal, harusnya nominal Rp. 600.000 yang dibelanjakan, tapi ini kan saya mengimbau nya cuma Rp. 300.000,” jelasnya.

Parjana selaku Kepala Desa Tawangrejo saat ditemui awak media menyampaikan jika dirinya beserta Perangkat Desa baru mengetahuinya.

“Saya dan Perangkat Desa lainnya malah baru tau setelah hal tersebut ramai, akhirnya saya imbau kepada para Perangkat Desa untuk menemui koordinator PKH masing-masing Dukuhan untuk segera mengembalikan uang tersebut,” ucapnya. (*)

Nasi Tewel “Mbah Rasiah” di Tambakromo-Pati, Disajikan dengan Alas Daun Jati

0

PATI.-

Sayur tewel sudah tidak asing di telinga kita. Kalau di Jogja ada sayur gudeg, di Dukuh Ngerang Desa Tambakromo, Kabupaten Pati juga ada masakan khas yang juga terbuat dari bahan nangka muda tersebut. Dan di antara deretan panjang penjual nasi tewel di Tambakromo, Warung Nasi Tewel “Mbah Rasiah” adalah yang bisa direkomendasi.

Setiap hari, Warung Nasi Tewel “Mbah Rasiah” tidak pernah sepi dari pengunjung, baik dari dalam maupun luar kota. Salah satu ciri khas di warung ini adalah cara penyajiannya yang bisa dibilang unik, yaitu menggunakan alas daun jati.

“Pelanggan di sini mengaku senang pakai alas daun jati, katanya lebih nikmat,” ujar Siti Sofiah (49), pengelola Warung Nasi Tewel “Mbah Rasiah” ketika ditemui wartawan, Jumat (25/11/2022).

Sayurnya yang khas pedas dan tempe panas yang menjadi menu andalan bagi warung Nasi Tewel Mbah Rasiah, membuat para pengunjung ketagihan untuk datang kembali.

Seperti disampaikan Bu Hesti, salah satu pecinta nasi tewel yang datang Jauh-jauh dari Wedarijaksa. Menurutnya, tidak afdol jika akhir pekannya tidak dilalui dengan menyantap sayur tewel khas Tambakromo ini.

“Selain harganya murah, nasi tewel di sini rasanya enak,” ujar perempuan muda yang mengaku ketagihan makan dengan alas daun jati.

Menurutnya, sudah sangat susah menemukan masakan-masakan yang masih mempertahankan tradisi nenek moyang dan menjaga kearifan lokal.

“Susah, Mas. Nyari kayak gini di tempat saya, apalagi saya lama tinggal di Semarang, rasanya susah menemukan daun jati,” tutur perempuan berparas cantik itu seraya mengumbar senyum.

Lain lagi dengan Bang Toni, pengacara muda yang mengaku tidak suka masakan pedas ini mengaku sering datang ke warung Nasi Tewel Mbah Rasiah. “Selain tempe panasnya, menu burung puyuh di sini menjadi favorit saya bersama teman-teman,” ujarnya.

Sementara itu pengacara kondang Dr. Nimerodi Gulo SH.MH yang juga merupakan kuasa hukum para Capraga Kabupaten Pati yang datang bersama rombongan tersebut mengaku sangat terkesan menu ndeso itu.

Bagi Anda yang penasaran dengan cita rasa dan sensasi pedas Nasi Tewel Mbah Rasiah bisa datang ke Dukuh Ngerang, Desa Tambakromo Km.1, sebelum pintu gerbang Gapura Makam Nyai Ageng Ngerang. (*)