Beranda blog Halaman 161

Sedekah Bumi, Warga Dukuh Delok, Pojokwatu-Sambong Akan Mengadakan Pagelaran Wayang Kulit

0

BLORA.-

Bertempat di rumah kediaman kepala dusun (Kadus) Dukuh Delok, Desa Pojokwatu Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Selasa malam (13/12/2022) telah dilaksanakan pembentukan panitia sedekah bumi. Terpilih Riyadi Purnomo (ketua), Sonip (wakil ketua), Ludviana Dwi S (sekretaris), Suremi (bendahara).

“Pembentukan panitia dihadiri masyarakat dari RT 01 s/d 05 serta kepala desa. Tetapi ketua BPD Mujianto tidak diundang,” ujar Damin, warga RT 03.
Pada malam itu diputuskan, bahwa dalam acara sedekah bumi akan digelar kesenian wayang kulit dengan dalang Dodik. “Pelaksanaannya di pablengan sumber garam Dukuh Delok, pada hari Jumat Pon tanggal 23 Desember2022. Dimulai ba’da shalat Jum’at sampai Sabtu pagi,” ujar Damin.

Informasi dari berbagai sumber, acara sedekah bumi dengan pagelaran wayang kulit dilaksanakan setahun sekali, pelaksanaannya selesai tanam padi. Pagelaran wayang kulit dengan lakon watu gunung sejak leluhur Dukuh Delok untuk mengenang permintaan Yai Karsinah, pepunden (dayang) Dukuh Delok.
Pablengan yang bersumber garam, riwayatnya dulu masyarakat mengambil air untuk dimasak malah jadi garam dapur.

Anggaran yang digunakan untuk kegiatan pagelaran wayang kulit diperoleh dari iuran warga masyarakat Rt01-Rt05 Dukuh Delok. “Ditambah dari donatur dengan mengumpulkan hasil jimpitan hingga bulan Desember. Satu tahun terkumpul Rp 19 juta,” ujar Damin yang dalam kegiatna ini menjabat Humas. (*)

Warga Ngawen, Blora Keluhkan Susahnya Beli Set Top Box

0

BLORA.-

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mulai setop siaran TV analog untuk migrasi ke TV digital pada 2 Desember. Semenjak itu, masyarakat mengeluhkan susahnya untuk membeli Set Top Box (STB).
Selain dikarenakan kemampuan untuk membeli, yang membuat susah untuk mendapatkan STB dikarenakan beberapa toko elektronik di Blora, khususnya di wilayah Kecamatan Ngawan tidak memiliki persediaan.

Suri, warga Kelurahan Ngawen mengaku jika dirinya harus menyisihkan uang dari hasil kerja narik becak untuk sekedar beli Setop Box sangatlah sulit.

“Gak iso tuku setopbox gak due duit nggo tuku. Dak alung kanggo mangan sik, Mas (tidak bisa beli setopbox gak punya uang. Mending buat makan dulu),” kata istri Suri.

Sementara itu seorang pengusaha Toko elektonik di Ngawen, Toko Melati mengatakan sulitnya mendapatkan setobox ini setelah siaran analog diberhentikan oleh pemerintah.

“Barange sulit di dapat Mas. Biar adil, pembelian oleh masyarakat dibatasi untuk satu orang hanya boleh beli 2 biji,” kata pemilik toko Melati itu.

Sementara itu Dimas, pekerja di Toko Latif Cell juga mengaku prihatin karena kebijakan ini memaksa masyarakat harus keluar uang lagi lebih banyak untuk keperluan menonton televisi.

“Kasihan wargam selain harus keluar uang, juga kalau mau beli barangnya sulit,” katanya sambil melayani pelangan. (*)

Kapolsek Termuda di Jajaran Polres Blora, Umbaran Wibowo Jabat Kapolsek Kradenan

0

BLORA.-

Bertempat di halaman depan Mapolres, Senin (12/12/2022) dilaksanakan upacara serah terima jabatan (Sertijab) pejabat utama dan Kapolsek jajaran Kepolisian Resort (Polres) Blora. Upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Blora AKBP Fahrurozi, SIK, MM, MH itu dihadiri pejabat utama Polres Blora, Kapolsek Jajaran, para Kanit, Kasi, dan Perwira Staf Polres Blora dan anggota Polres Blora serta PNS. Turut hadir Ketua Bhayangkari Cabang Blora Ny. Jean Fahrurozi beserta Pengurus Bhayangkari Cabang Blora.

Adapun jabatan yang diserah-terimakan pada hari itu diantaranya jabatan Kabag SDM, Kasat Intelkam, Kapolsek Bogorejo, Kapolsek Tunjungan, Kapolsek Banjarejo, Kapolsek Cepu, Dan Kapolsek Kradenan Polres Blora.
Pejabat Lama Kabag SDM Polres Blora Kompol Bambang Sugito,S.Sos,MH alihtugas sebagai Kabag Ops Polres Rembang selanjutnya digantikan oleh Kompol Slamet Riyanto, SH, MH yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit 3 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Jateng.

Pejabat Lama Kasat Intelkam Polres Blora AKP Yun Iswandi,SH alih tugas sebagai Kapolsek Bogorejo selanjutnya digantikan oleh AKP Soeparlan,SH yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Tunjungan.

Pejabat lama Kapolsek Bogorejo AKP Nur Dwi Edi, SH, MH selanjutnya menjabat sebagai Kapolsek Tunjungan, dan digantikan oleh AKP Yun Iswandi,SH yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Intelkam Polres Blora.

Pejabat Lama Kapolsek Tunjungan AKP H. Soeparlan,SH selanjutnya menjabat sebagai Kasat Intelkam dan digantikan oleh AKP Nur Dwi Edi,SH,MH yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Bogorejo.

Pejabat Lama Kapolsek Banjarejo AKP Sumaryono, SH, MH alih tugas sebagai Kasat Reskrim Polres Pekalongan selanjutkan digantikan oleh Iptu Setio Udin yang sebelumnya menjabat sebagai KA SPKT Polres Blora.

Pejabat Lama Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana,SH selanjutnya alih tugas sebagai Kasubbag Dal Ops Bag Ops Polres Blora digantikan oleh AKP Lilik Eko Sukaryono,SH,MH yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Kradenan.

Pejabat Lama Kapolsek Kradenan AKP Lilik Eko Sukaryono,SH,MH digantikan Oleh Iptu Umbaran Wibowo,SH yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolsek Blora.

Dalam amanatnya, Kapolres Blora AKBP Fahrurozi mengungkapkan bahwa serah terima jabatan dilingkungan Polri adalah suatu hal yang biasa yaitu untuk penyegaran dan pengembangan karier dari anggota.

“Kami ucapkan selamat jalan kepada pejabat yang mutasi keluar Polres Blora yaitu bapak Kompol Bambang Sugito dan AKP Sumaryono semoga sukses ditempat yang baru. Dan kepada pejabat yang baru masuk yaitu Kompol Slamet yang dulu pernah bertugas di Polres Blora. Selamat datang kembali ke Blora dan segera menyesuaikan,” ungkap Kapolres Blora.

“Dimanapun bertugas agar seluruh anggota Polri melaksanakan tugas dengan semangat dan dilandasi dengan integritas dan moral yang baik,” tegasnya.

Mantan Kapolres Purworejo ini berpesan kepada seluruh anggota untuk selalu menjaga kekompakan dan kesehatan. Karena pada bulan November 2022 hingga Desember 2022 ini banyak kegiatan yang harus diamankan seperti rangkaian kegiatan hari Jadi Blora yang akan dilanjutkan pengamanan Nataru.

“Tetap jaga kekompakan dan jaga kesehatan, serta selalu jalin sinergitas dalam melaksanakan tugas. Kedepan tugas semakin banyak apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru 2023,” tegasnya
Iptu Umbaran Wibowo beberapa bulan lalu, baru menjabat Wakapolsek Blora Kota, dan kali ini jabatannya Kapolsek Kradenan, paling muda diantara Kapolsek jajaran Polres Blora. (*)

Lampu PJU Mati sudah Setahun, Jembatan Wulung dan Jembatan Randublatung Mengerikan di Malam Hari

0

BLORA.-

Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jembatan Wulung dan Jembatan Randublatung Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora yang sudah hampir setahun mati dan hingga kini belum ada pihak yang peduli. Kondisi seperti itu tidak hanya mengerikan, namun juga membahayakan bagi pengguna jalan di malam hari.

Suji (54), mantan anggota Koramil 09 Randublatung yang tempat tinggalnya di samping barat jembatan menuturkan kepada awak media, Senin (12/12/2022). Setahu dia, PJU di atas jembatan itu padam sudah ada kurang lebih ya satu tahun.

Jembatan Wulung

“Setiap aku lewat malam hari mau ke masjid itu keadaan selalu gelap, terus kalau aku mau lapor kepada siapa saya kurang paham,” tuturnya seraya berharap agar pihak yang bertanggung jawab segera memperbaiki lampu penerangan yang berlokasi di jembatan Wulung dan jembatan Randublatung itu.

Kondisi itu dibenarkan oleh Kasi Trantib Kecamatan Randublatung Sugiyanto, bahwa lampu penerangan di jembatan Wulung dan jembatan Randublatung sudah lama mati,
“Memang sudah lama mati, ini segera kami laporkan ke istansi terkait agar segara dibenahi,”kata Giyanto. (*).

Desa Mendenrejo Laksanakan Musdes Transformasi PNPM ke Bumdes Mandiri

0

BLORA.-

Bertempat di Balai Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Kamis (08/12/2022) dilaksanakan agenda Musdes Transformasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) menjadi Bumdes Mandiri.

Musdes hari itu dihadiri Forkompincam Kradenan yang diwakili Joko Susilo (kasi pembangunan), Kasdi (kasi pelayanan), Peltu Suwarno (Babinsa), Bripka Pargo (Babinkamtibmas), Kepala Desa Mendenrejo Supari beserta seluruh peradesnya, Ketua TP PKK beserta anggota dan undangan lainnya.

Dalam musyawarah desa tersebut kepala Desa Supari kepada peserta musdes menyampaikan beberapa hal terkait transformasi PNPM ke Bumdes Ma.

Menurut Supari, dialihkannya PNPM menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama punya tujuan untuk menciptakan jenis usaha yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pedesaan. “Maka kami mohon Bumdesma ini dikelola dengan sungguh-sungguh dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian desa khususnya di Desa Mendenrejo,” tandas Supari.

Sementara itu Kasdi, Kasi Pelayanan Kecamatan Kradenan memberi pemaparan maksud dan tujuan Bumdes Bersama. Menurutnya, PNPM yang sudah diterapkan sejak Tahun 2009 sampai dengan 2015 dalam prosesnya dua jenis kegiatan yaitu kegiatan Fisik dan simpan pinjam perempuan yang sampai saat ini masih berjalan dengan baik.

“Yang akan dijalankan BUMDESMA ini sebagai upaya menciptakan jenis usaha baru yang langsung dikonsumsi oleh masyarakat dan hal ini diawasi langsung oleh Pemerintahan Desa,” katanya. (*).

Banjir Bandang di Pati Selatan Mengundang Keprihatinan Pengurus PPDI Kecamatan Tlogowungu

0

PATI.-

Banjir bandang yang melanda wilayah Pati Selatan beberapa waktu lalu, mengundang rasa keprihatinan dan kepedulian dari Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Pati.
Tepatnya pada hari Jumat (09/12/2022), perwakilan pengurus PPDI Kecamatan Tlogowungu yang dikomandani oleh Lasno, mengirimkan paket bantuan berupa air mineral, pampers, buku, peralatan mandi dan sembako.

Bantuan tersebut disalurkan pada dua titik bencana di Kecamatan Winong yaitu di Desa Godo dan Desa Gunungpanti.

Kepala Desa Gunung Panti, Suwawi mengaku sangat bersyukur dengan adanya kepedulian dari segenap OPD dan beberapa relawan serta donatur yang masih mengalir ke desanya.

Selain bantuan dari para relawan dan donatur yang sudah ada, Sumawi berharap segera ada kejelasan mengenai tempat tinggal bagi korban banjir yang rumahnya roboh atau rusak parah untuk dapat ditanggung oleh Pemda atau pemerintah pusat.

“Sekalipun tidak menimbulkan korban jiwa, Desa Gunungpanti mengalami dampak kerugian yang cukup besar,” tutur nya.

“Pesan saya kepada pemerintah hanya satu, yaitu kembalikan hutan sesuai dengan fungsinya,” tambahnya.

Sementara itu seorang pengurus PPDI Kecamatan Tlogowungu, Anggraeni Kusumastiwi SE menyoroti masalah hutan, khususnya galian C yang sudah sangat parah di Pati Selatan.

“Hal ini harus jadi perhatian serius, selain normalisasi sungai dan perawatan setelahnya. Jangan hanya kepentingan dan keuntungan segelintir orang namun dampak yang ditimbulkan harus dirasakan oleh seluruh warga,” imbuh Tiwi yang menjabat Sekdes Tamansari Tlogowungu itu. (*)

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pasokan BBM Jenis Pertalit dan Solar ke SPBU Sering Terlambat

0

BLORA.-

Menjelang Natal dan Tahun Baru, warga masyarakat Blora mengeluhkan terjadinya kekosongan BBM jenis Solar dan Pertalite hampir di semua SPBU di Blora. Pertalit yang saat ini sudah tergolong mahal harga per liternya, untuk mendapatkannya harus melalui antrian yang sangat panjang.

Ditambah lagi BBM jenis solar yang stoknya sangat terbatas, banyak masyarakat menduga bahwa kedua jenis BBM bersubsidi itu dimainkan oleh oknum atau pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.

Salah seorang pengeola Pertamini di Desa Kamolan Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, ksebut saja Wanto mengatakan bahwa sekarang ini dia dan kawan-kawan senasib mengaku bingung dengan pasokan BBM yang selalu tidak menentu.

“Sebagai pedagang dan masyarakat kecil kadang saya bingung ketika Pertalite sulit didapatkan dan keterlambatannya bisa mencapai dua hari maximal,” ujarnya.

“Kalau dulu saya biasa beli setiap hari pasti ada, Mas. Apa emang ini karena mau tahun baru apa gimana ya saya kurang tahu,” keluhnya.

Wanto mengaku mencoba beli di SPBU Kamolan sekitar 2 hari lalu juga tidak ada. “Ketika saya bertanya ke salah satu pegawai SPBU dijawab masih menunggu kiriman,” tambahnya.

Salah satu pegawai di SPBU Ketangar yang tidak mau disebutkan namanya, RS, kepada wartawan membenarkan bahwa akhir-akhir ini agak telat pengiriman Pertalite dan Solar. Walaupun tidak sampai lewat 1 hari keterlambatan itu.

“Setiap hari, pengendara motor, mobil, dan truk sudah antri menunggu datangnya kiriman BBM,” katanya, Kamis (08/12/2022).
Dia juga mengakui, bahwa pasokan BBM yang terlambat membuat petugas di SPBU kuwalahan mengatur panjangnya antrian. “Untuk Hari ini stok aman,” tuturnya. (*)

Bekerjasama dengan PT JIVA, Petani di Randublatung Bisa Jual Jagung Langsung ke Pabrik

0

BLORA.-

Bertempat di Rumah Makan Bu Endang di Desa Ploso Kediren, Selasa (07/12/2022), PT JIVA melakukan sosialisasi penawaran kerja sama permodalan dan perdagangan jagung. Dalam kegiatan sosialisasi yang diikuti kurang lebih 50 peserta itu PT JIVA menawarkan modal untuk petani jagung dengan syarat penjualan hasil panennya harus melalui PT JIVA yang beralamat di Surabaya, Jawa Timur dengan syarat jagungnya kering menurut aturan pabrik.
Teguh, selaku fasilitator dari PT JIVA menjelaskan kerja sama ini sangat menguntungkan buat para petani. “Selain harga standart pabrik , PT JIVA memberi bonus untuk pengiriman 1 truk pertama hingga pengiriman ke 6,” ujar pria tampan itu.
“Bagi yang tertarik harus segera melengkapi persyaratannya yaitu foto KTP, foto KK, dan Nomor Rekening. Itupun bisa dikirim lewat HP, tidak harus diantar ke alamat PT JIVA,” tambah Teguh.
Merespon tawaran PT JIVA, banyak petani yang langsung mendaftar dan mengikuti interview. “Yang persyaratannya belum lengkap bisa menyusul dengan mengirim lewat WhatsApp,” tandas Teguh.
Dari pantauan awak media di lapangan, tanaman jagung para petani di wilayah Randublatung dan sekitarnya sekarang rata-rata sudah berumur kurang lebih 2 bulan.
Iswandi, petani asal Desa Plosorejo Kecamatan Randublatung saat ditemui awak media mengaku sangat senang karena selama ini setiap panen jagung petani selalu diombang-ambing harga tengkulak (pedagang kecil). “Sekarang para petani merasa lega, karena melalui PT JIVA hasil panen jagung bisa dijual langsung ke pabrik,” ujarnya. (*)

Evaluasi

0

PERINGATAN Hari Jadi Kabupaten Blora ke-273 tahun ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi 2 tahun kinerja Bupati Arief Rohman. Janji Arief dalam kampanye Pilkada berupa slogan “dalane dadi alus banyune lancar terus” memang ampuh dan telah berhasil membius mayoritas warga masyarakat Blora yang memang sudah cukup lama memimpikan jalan halus hingga ke desa-desa.

Tak heran jika pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Blora Tahun 2020, Arief Rohman mampu mendulang 318.380 suara atau 59,71 persen suara. Mengungguli calon bupati lain Umi Kulsum yang meraih 199,646 suara atau 37,44 persen. Dan Astutiningsih yang hanya meraih 15.187 suara atau 2,85 persen.

Buruknya kondisi infrastruktu yang hampir menyeluruh di 16 wilayah kecamatan, menjadikan warga yang berada di desa-desa lumpuh perekonomiannya akibat sulitnya menjual hasil produksi pertanian. Karena itulah Blora sulit melepas predikat kabupaten miskin di Jawa Tengah.

Bagi bupati-bupati sebelumnya memang tidak mudah mewujudkan impian masyarakat untuk membangun infrastruktur dari kota hingga ke desa-desa. Pendapatan asli daerah (PAD) yang sangat minim menjadikan pos anggaran untuk pembangunan infrastruktur tidak bisa ditingkatkan setiap tahunnya.

Tak heran jika awalnya banyak masyarakat yang meragukan Arief untuk bisa mewujudkan janjinya dalam membangun infrastruktur Blora dalam era kepempinannya yang terbatas hingga Tahun 2024.
Keputusan nekat “ngutang” di bank dan “ngemis” ke kabupaten tetangga tentunya jauh dari pemikiran masyarakat awam, terlebih para tokoh dan pemerhati sosial.

Sebenarnya tahun ini Blora hanya memiliki anggaran Rp 137 milyar yang hanya cukup untuk membangun infrastruktur sepanjang 30 Km, tetapi dengan cairnya utangan bank Jateng dan bantuan dari Bojonegoro maka anggaran infrastruktur naik hingga 300 persen, yaitu menjadi Rp 377 miliar. Jika pekerjaan infrastruktur bisa berjalan sesuai rencana, jalan mulus di Blora yang dibangun tahun ini men-capai 60 Km. Luar biasa.

Namun jangan buru-buru senang dulu guys, karena dari hasil pantauan di lapangan, hingga awal Desember ini dana yang belum terserap untuk kegiatan Tahun 2022 masih Rp 797 miliar, dan dari jumlah tersebut yang Rp 200 milar adalah anggaran untuk infrastruktur.

Masyarakat baru bisa melakukan evaluasi pada akhir tahun nanti. Jika anggaran infrastruktur terserap habis berarti masyarakat diuntungkan karena sudah bisa langsung menikmati hasil pembangunan ruas jalan di Kabupaten Blora. Sebaliknya, jika nantinya terjadi SiLPA yang nilainya ratusan miliar maka masyarakatlah yang sangat dirugikan akibat beban bunga dari hutang bank yang nilainya miliaran rupiah tapi dananya tidak dimanfaatkan.

Selamat HUT ke-273 Kabupaten Blora. Semoga cepat terlepas dari kemiskinan dan semakin berjaya. Aamiin.
***

JUT Ambrol, Akses Petani Desa Mernung-Cepu Menuju Sawah Terputus

0

BLORA.-

Pasca ambrolnya jalan usaha tani (JUT) di Desa Mernung Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Senin (05/12/2022) digelar rapat koordinasi bersama DPRD Blora. Kegiatan yang dikemas dalam Focus Group Discusion (FGD) dengan melibatkan Kepala Desa Mernung bersama warga desanya itu diikuti tiga orang anggota DPRD Blora dari Komisi C diantaranya HM. Warsit, Darwanto, dan Moh. Sahari. Juga hadir pada kesempatan itu Camat Cepu, Budiman.

Kepala Desa Mernung, Munandar dalam pemaparannya mengatakan, bahwa pihak CV akan bertanggungjawab memperbaiki JUT yang ambrol. “Tetapi nanti menunggu situasi dan cuaca,” ujarnya.

Ambrolnya JUT mengakibatkan akses menuju sawah terputus karena jalan tidak dapat dilalui. Pada kesempatan itu Kades Mernung belum bisa memberikan solusi, apakah akan segera dibangun kembali atau dibuatkan jembatan darurat.

“Kalau soal gorong-gorong itu yang menentukan petani, CV hanya manut saja,” tambah Kades.
Pernyataan Kades Mernung itu langsung disanggah oleh warga bernama Sowo. Menurutnya, untuk gorong-gorong dia dernah mengajukan 4 tapi dari CV cuma membuatkan 3. “Teng lekuan niku kulo sukani deker, niku deker kulo piyambak, usaha kulo piyambak, inisiatif kulo piyambak,” sanggahnya.

Forum pada hari itu tidak membuahkan hasil yang maksimal karena perdebatan antara petani dengan Kades pada hari itu belum ada konfirmasi dari pihak CV Arum Jaya dan Konsultan yang mengetahui standarisasi pembangunan JUT tersebut.

Kades menjelaskan lagi, bahwa JUT di desanya itu dananya berasal dari aspirasi PDIP, dan masih dalam masa perawatan. Tapi ditanya soal panjang jalan JUT, Kades tidak bisa menyebut menyebut angka namun hanya menjawab, “niku plange ada, mbak”.

Dan, ketika wartawan membaca papan proyek tersebut tidak ditemukan informasi tentang panjang jalan maupun lebar jalan.
Di tempat terpisah Ketua BPD Desa Mernung, Kasmin mengatakan bahwa pihaknya tidak tahu persis perihal pelaksanaan proyek JUT di desanya. Dia mengaku pernah diberitahu bahwa JUT itu dari aspirasi, namun dalam pelaksanaan pembangunan Kasmin tidak pernah diajak rembukan. “Kami juga tidak tau RAB nya,” papar ketua BPD itu.
“Sebelum ambrol pihak inspektorat sudah datang, karena belum sesuai, kon mbenahi neh. Belum ada serah terima dari Inspektorat,” tambah Kasmin.

Sementara itu Camat Cepu Budiman yang pernah meninjau ke lokasi beberapa hari setelah JUT ambrol mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait, dalam hal ini dinas pertanian.
Namun Sampai berita ini diturunkan belum ada solusi terkait akses jalan yang terputus, padahal jalan tersebut merupakan jalan utama bagi para petani untuk menuju sawah mereka. (*)