Pastikan Kita Punya Urgensi dan Alasan yang Kuat untuk Mengubah Sistem Pemilu

Oleh: Susilo Bambang Yudhoyono

Sudah lama saya tidak bicara soal politik. Dari hari ke hari, kini saya lebih menggeluti dunia seni dan olahraga. Sungguh pun demikian, sebagai warga negara tentulah saya tidak kehilangan hak asasi saya untuk peduli dan menyampaikan pendapat. Materi yang ingin saya sampaikan ini, tentu berangkat dari niat dan tujuan yang baik, serta hendak saya sampaikan secara baik pula.
Saya mulai tertarik dengan isu penggantian sistem pemilu, dari sistem proporsional terbuka menjadi sistem proporsional tertutup. Informasinya, Mahkamah Konstitusi (MK) akan segera memutus mana yang hendak dipilih dan kemudian dijalankan di negeri ini. Sebelum yang lain, dari sini saya sudah memiliki satu catatan.
Benarkah sebuah sistem pemilu diubah dan diganti ketika proses pemilu sudah dimulai, sesuai dengan agenda dan “time-line” yang ditetapkan oleh KPU? Tepatkah di tengah perjalanan yang telah direncanakan dan dipersiapkan dengan baik itu, utamanya oleh partai-partai politik peserta pemilu, tiba-tiba sebuah aturan yang sangat fundamental dilakukan perubahan? Ini tentu dengan asumsi bahwa MK akan memutuskan sistem proporsional tertutup yang mesti dianut dalam pemilu 2024 yang tengah berjalan saat ini.
Apakah saat ini, ketika proses pemilu telah berlangsung, ada sebuah kegentingan di negara kita, seperti situasi krisis tahun 1998 dulu misalnya, sehingga sistem pemilu mesti diganti di tengah jalan. Mengubah sebuah sistem tentu amat dimungkinkan. Namun, di masa “tenang”, bagus jika dilakukan perembugan bersama, ketimbang mengambil jalan pintas melakukan judical review ke MK. Sangat mungkin sistem pemilu Indonesia bisa kita sempurnakan, karena saya juga melihat sejumlah elemen yang perlu ditata lebih baik. Namun, janganlah upaya penyempurnaannya hanya bergerak dari terbuka – tertutup semata.
Dalam tatanan kehidupan bernegara yang baik dan dalam sistem demokrasi yang sehat, ada semacam konvensi baik yang bersifat tertulis maupun tidak. Apa yang saya maksud? Jika kita hendak melakukan perubahan yang bersifat fundamental, misalnya konstitusi, bentuk negara serta sistem pemerintahan dan sistem pemilu, pada hakikatnya rakyat perlu diajak bicara. Perlu dilibatkan. Ada yang menggunakan sistem referendum yang formal maupun jajak pendapat yang tidak terlalu formal. Menurut saya, lembaga-lembaga negara, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif tidak boleh begitu saja menggunakan kekuasaan (power) yang dimilikinya dan kemudian melakukan perubahan yang sangat mendasar yang berkaitan dengan “hajat hidup rakyat secara keseluruhan”. Menurut pendapat saya, mengubah sistem pemilu itu bukan keputusan dan bukan pula kebijakan (policy) biasa, yang lazim dilakukan dalam proses dan kegiatan manajemen nasional (kebijakan pembangunan misalnya).
Bagaimanapun rakyat perlu diajak bicara. Kita harus membuka diri dan mau mendengar pandangan pihak lain, utamanya rakyat. Mengatakan “itu urusan saya dan saya yang punya kuasa”, untuk semua urusan, tentu tidaklah bijak. Sama halnya dengan hukum politik “yang kuat dan besar mesti menang, yang lemah dan kecil ya harus kalah”, tentu juga bukan pilihan kita. Hal demikian tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang kita anut bersama. Consensus building yang sering diwujudkan dalam musyawarah untuk mufakat, berdialog dan berembuk, take and give, itulah nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendiri republik dahulu. Saya mempelajari secara mendalam, bagaimana dengan cerdas dan arifnya, founding fathers kita ~ Bung Karno, Bung Hatta, Yamin, Supomo, Ki Bagus dan lain-lain, bersedia untuk berembuk dan saling mendengar untuk merumuskan dasar-dasar negara baru (Republik Indonesia) yang dinilai paling tepat.
Kembali ke pokok bahasan, rakyat memang sangat perlu diberikan penjelasan yang gamblang tentang rencana penggantian sistem pemilu itu. Apanya yang berbeda antara sistem terbuka dengan sistem tertutup. Mereka harus tahu bahwa kalau yang digunakan adalah sistem proporsional tertutup, mereka harus memilih parpol yang diinginkan. Selanjutnya partai politiklah yang hakikatnya menentukan kemudian siapa orang yang akan jadi wakil mereka. Sementara, jika sistem proporsional terbuka yang dianut, rakyat bisa memilih partainya, bisa memilih orang yang dipercayai bisa menjadi wakilnya, atau keduanya ~ partai dan orangnya. Rakyat sungguh perlu diberikan penjelasan tentang rencana penggantian sistem pemilu ini, karena dalam pemilihan umum merekalah yang paling berdaulat. Inilah jiwa dan nafas dari sistem demokrasi.


Dalam artikel sangat singkat ini saya memang tidak hendak menyampaikan pikiran saya tentang mana yang paling tepat antara sistem proporsional tertutup versus sistem proporsional terbuka. Meskipun saya punya sejumlah pandangan dan pemikiran, namun bukan itu inti tulisan singkat saya ini. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa perkara besar yang tengah ditangani oleh MK ini adalah isu fundamental, hakikatnya salah satu “fundamental consensus” dalam perjalanan kita sebagai bangsa. Apalagi, putusan MK bersifat final dan mengikat. Bagaimana jika putusan MK itu keliru? Tentu bukan sejarah seperti itu yang diinginkan oleh MK, maupun generasi bangsa saat ini.
Mungkin ada yang bicara, “tidak ada yang tidak bisa diubah di negeri ini”. Konstitusi pun bisa saja diubah. Demikian juga sistem pemilu. Pendapat demikian tidaklah salah, dan saya pun amat mengerti.
Saya hanya mengingatkan dengan cara menyampaikan pertanyaan seperti ini. Kalau sebuah konstitusi, undang-undang dan juga sistem pemilu hendak diubah; mengapa dan bagaimana semua itu diubah? Bangsa yang maju dalam tatanan kehidupan yang baik, mesti mengedepankan pentingnya “what, why, how”. Dalam perjalanan ke depan, negeri ini harus memiliki budaya untuk selalu mengedepankan “the power of reason”. Begitulah karakter bangsa yang maju dan rasional. Permasalahan bangsa mesti dilihat secara utuh dan seraya tetap berorientasi ke depan, serta untuk memenuhi aspirasi besar rakyatnya. Bukan pikiran dan tindakan musiman, apalagi jika bertentangan dengan kehendak dan pikiran bersama kita sebagai bangsa. (*)

Bambang Sulistya: Kejujuran = Barang Langka

BLORA.-

Salah satu bentuk krisis akhlak yang berdampak luas adalah krisis kejujuran.
Hal itu diungkapkan oleh Bambang Sulistya, mantan Sekda Blora, saat menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) setelah salat subuh di masjid Nurul Falah RW V Kelurahan Karangjati, Kec/Kab Blora, Minggu (19/2/2023) pagi
Bambang Sulistya yang kini menjadi Ketua PWRI Blora mengatakan, ada pameo di masyarakat jaman saiki sing jujur ajur (jaman sekarang yang jujur akan hancur).
Narasumber atau pemberi kultum di masjid Nurul Falah bergantian dari para jemaah yang sudah ditunjuk dan disusun oleh pengurus takmir.
“Saya bersyukur tadi pagi minggu legi 19 Februari 2023 mendapat amanah untuk menyampaikan kultum.Tema yang saya pilih adalah kejujuran itu mulia,” ucapnya.
Mengingat saat ini kejujuran merupakan barang langka yang sudah mulai merambah dan mewabah di segenap lapisan masyarakat baik di tingkat akar rumput maupun di tingkat atas atau kelompok elit.
“Ada yang berpendapat bahwa krisis yang melanda di negara kita saat ini bermuara pada krisis akhlak.Salah satu bentuk krisis akhlak yang berdampak luas adalah krisis kejujuran,” ujarnya.
Karena ada pameo di masyarakat jaman saiki sing jujur ajur (jaman sekarang yang jujur akan hancur).
“Namun saya masih meyakini dalam hati wong sing jujur bakal mujur lan makmur (Orang yang jujur akan beruntung dan sejahtera),” tuturnya.
Sehingga untuk mensikapi didalam pergaulan hidup sehari-hari ada ungkapan bijak yang mengatakan, jangan dengar ucapan seseorang penuh aroma ketidak jujuran tapi perhatikan apa tindakan yang sudah dilakukan.
Mengingat kejujuran adalah sikap untuk menyelaraskan antara perkataan dan perbuatan.
“Dalam agama Islam kejujuran adalah sikap terpuji yang memberikan dampak positif untuk diri sendiri juga untuk orang lain,” tegasnya.
Jujur adalah salah satu karakter yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang. Melaksanakan kejujuran adalah merupakan perintah dari Allah SWT.
Sebagaimana yang tersurat dalam surat At Taubah ayat 119 : “Wahai orang yang beriman. Bertaqwalah kepada Allah,dan bersamalah dengan orang-orang benar”.
Hadist Riwayat Bukhari juga menyebut, Hendaklah kalian selalu jujur karena kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan menghantarkan ke surga.
Bahkan sikap jujur telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW hingga beliau memperoleh gelar Al Amin, serta Abu Bakar sebagai Ash-Shiddig.
Kemudian terkait dengan ungkapan bahwa kejujuran adalah MULIA merupakan sebuah akronim yang mencerminkan berbagai manfaat ketika seseorang bersikap jujur.
Diawali dari huruf M-Meningkatkan rasa percaya diri dan dipercaya orang lain.
Seorang yang bersikap jujur selalu memiliki pola berpikir positif yang tidak meragukan lagi atas kemampuan diri sendiri dan melihat orang lain dari sisi baiknya. Sehingga segala ucapan,sikap dan tingkah laku akan dipercayai orang lain.
U-Ujudkan rasa nyaman dan banyak teman. Sikap jujur akan membuahkan rasa nyaman baik di lingkungan keluarga, kantor maupun di masyarakat karena tidak ada lagi kebohongan yang disembunyikan dan tidak ada kecurigaan yang dirasakan orang lain.Sehingga hati merasa tenang dan damai.
Demikian pula sikap jujur juga akan menciptakan banyak teman karena segala perkataan,sikap dan tingkah laku disukai orang lain serta diyakini bisa membangun hubungan pertemanan yang harmonis dan bahagia.
Berikutnya huruf L-Lancarkan dalam berusaha dan menggapai cita-cita atau karier.
Orang yang selalu bersikap jujur dan mendengar suara hati pasti akan diberi kemudahan dalam segala usaha dan untuk meraih cita-cita, mimpi dan prestasi.
Kemudian, I-Intensitas perhatian,simpati dan empati dari masyarakat bagi seorang yang bersikap jujur pasti akan meningkat seiring dengan kualitas kejujuran yang diwujudkan.
“Saat ini bisa belajar dari kasusnya Barada Elizer semula tuntutan 12 tahun vonis menjadi 1 tahun 6 bulan karena yang bersangkutan siap bersikap jujur sebagai Justice Colaburator (JC),” sambungnya.
Selanjutnya A-Ada jaminan untuk memperoleh ridho dari Allah bahwa kejujuran hidupnya akan berkah, amanah dan insya Allah akan masuk surga.Salah satu keistimewaan orang jujur adalah pasti disayang Allah dan mendapat banyak pahala sehingga dapat dipastikan kelak menjadi penghuni surga.
Islam tidak akan tumbuh dan berdiri kokoh dalam pribadi yang tidak jujur. Karena Islam memandang kebohongan adalah induk dari berbagai dosa dan kerusakan dalam masyarakat.
“Untuk itu marilah kita tegakkan kejujuran dan berhenti berbohong. Kejujuran tidak cukup sekedar slogan tetapi harus menjadi karakter dan kultur masyarakat,” tegasnya.
Katakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah supaya kita tidak gagal paham dalam memahami keadaan saat ini yang penuh dengan sandiwara.
Selanjutnya disampaikan sepenggal patun, buah pepaya buah anggur, kalau hidup pingin bahagia maka kita harus bertindak jujur.
Kemudian dalam memanfaatkan momentum musim hujan selesai kultum para jemaah sudah disediakan bibit buah buahan, yaitu bibit kelengkeng dan bibit alpukat untuk ditanam sebagai kenang- kenangan yang bermanfaat untuk lingkungan dan amal jariyah. (*)

Setelah Panen Raya, Pembangunan Masjid Al Mujahidin-Pilang Akan Dilanjutkan Lagi

BLORA.-

Setelah sempat terhenti, pembangunan Masjid Al Mujahidin di Dukuh Bulakan, Desa Pilang Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora akan segera dilanjutkan lagi.
Legi Mawardi selaku takmir masjid mengatakan, bahwa pembangunan berukuran luas 23 meter persegi itu sudah dimulai sejak Tahun 2018 dan merupakan wakaf dari keluarga Kyai Salikin (almarhum) yang dikelola oleh Yayasan Al Mujahidin.
“Pelaksana pembangunan Bapak Yatimo, ketua panitia pembangunan Azasudin, dan Humas Bapak Sugimin. Semuanya warga Dukuh Bulakan,” ujarnya.
Sementara itu Humas pembangunan Masjid Al Mujahidin, Sugimin kepada wartawan mengatakan bahwa anggaran pembangunan Masjid Al Mujahidin sekitar Rp 3,5 miliar. Sementara sumber dana murni dari swadaya masyarakat Dukuh Bulakan Desa Pilang dengan cara donasi seikhlasnya setiap bulan.
“Jadi, setiap bulan panitia melakukan penarikan dari pintu ke pintu untuk mengambil uang donatur tersebut dari masyarakat,” ujar Sugimin ketika ditemui wartawan di salah satu sawah penduduk bersama salah satu anggota panitia bernama Pujianto.
Selain itu, panitia bersama tokoh masyarakat juga mencari tambahan dana melalui penarikan padi di sawah-sawah pada musim panen.

“Seperti yang dilakukan pada hari ini, panitia mengambil padi ke sawah-sawah sebanyak satu sak dari setiap pemilik sawah yang sedang panen,” tambah Sugimin, Selasa (14/2/2023).
Dengan adanya bantuan padi dari petani, panitia berharap bisa menambah dana kas Masjid Al Mujahidin untuk melanjutkan pembangunan yang sudah terealisasi 60 persen.
“Kekurangannya 40 persen. Insya Allah setelah panen raya pembangunan Masjid Al Mujahidin akan dilanjutkan lagi”, tandas Sugimin optimis.
“Kami segenap panitia pembangunan Masjid Al Mujahidin mengucapkan terimakasih kepada semua warga yang telah membantu, dan semoga para dermawan mau membantu menyumbang dana untuk melanjutkan pembangunan masjid ini,” pungkasnya. (*)

Jaga Kelestarian Hutan, Perhutani KPH Randublatung Sambang Desa Gempol

BLORA.-

Dalam rangka menjaga kelestarian hutan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, Senin (13/02/2023) melakukan penguatan melalui kegiatan silahturahmi dan koordinasi terkait keamanan hutan (Kamhut) serta pengelolaan sumber daya hutan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Solohender, ikut Desa Gempol Kecamatan Jati, Kabupaten Blora.
Kunjungan pejabat Perhutani yang diwakili Asmui (Administratur Perhutani KPH Randublatung), Poedji (Kaur TK Sologender) tersebut diterima oleh Kepala Desa Gempol Nurdiyanto beserta perangkatnya di balai desa setempat.
Administratur Perhutani KPH Randublatung melalui Asmui menyampaikan, bahwa Perhutani KPH Randublatung akan selalu bersinergi dengan Pemerintah Desa Gempol dalam pengelolaan sumber daya hutan di wilayah kerja BKPH Sologender.
Perhutani sangat mendukung program pemerintah dalam memperdayakan masyarakat sekitar hutan, dengan senantiasa mengajak masyarakat dan pemerintah desa sekitar hutan untuk terlibat dalam kegiatan keamanan hutan serta pengelolaan sumber daya hutan disekitar desa Gempol.
“Semoga dengan terjalinnya koordinasi yang baik,kedepan program pemeritah desa Gempol dan Perhutani dapat berjalan lancar untuk kesejahteraan bersama,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Desa Gempol Nurdiyanto dalam kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih kepada jajaran Perhutani atas terjalinnya koordinasi yang baik dengan pemerintah Desa Gempol
“Kami atas nama masyarakat Desa Gempol siap mendukung program kerja Perhutani yang ada di wilayah Desa Gempol, emoga program kerja yang sudah berjalan yang sudah ini dapat ditingkatkan lagi,” kata Nurdiyanto. (*).

Beda OPD..?

RAMAI di jagat maya Blora, debat kusir antara warga masyarakat dengan wakil rakyatnya. Tema perdebatan masih seputar honorarium narasumber anggota dewan yang bisa dikategorikan tidak wajar. Dalam satu tahun seorang anggota DPRD ada yang mendapatkan hingga Rp 500 juta dari kegiatan narasumber. Tak ayal pada Tahun 2021 itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sekretariat DPRD Blora mengeluarkan anggaran hampir Rp 11 milyar.

Di kabupaten lain kegiatan narasumber juga ada tapi kontroversinya nyaris tak terdengar, karena honor yang diberikan kepada anggota dewan masih dalam batas wajar. Contohnya di Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur) yang pada tahun ini APBD-nya menembus Rp. 7,4 Triliun, rerata pendapatan anggota dewan dari honor nara-sumber tak lebih dari Rp 20 juta dalam satu tahun.
Ketidak-wajaran dalam penggunaan uang negara yang bisa dikategorikan pemborosan uang rakyat ini akhirnya dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah pada Januari 2022, dan yang terbaru pada minggu kemarin kasus ini juga dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.
Dalam sebuah grup WhatsApp (WA) yang di dalamnya terdapat diri pelapor dan sebagian terlapor terjadi debat keras hingga keluar kata dan kalimat yang tak santun didengar oleh publik. Hingga, kalimat saling ancampun tak terhindarkan.
Yang menarik dalam perdebatan ini, antara pelapor dan terlapor sepakat menggunakan aturan main yang sama yaitu Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2020 tentang Standar harga satuan regional honorarium, dan bahkan kedua pihak juga memahami betul bahwa honorarium narasumber yang berasal dari satu OPD besarannya Rp 1 juta / jam.
Namun, kedua pihak ada beda persepsi dalam menterjemahkan salah satu pasal dalam Perpres tersebut. Menurut pelapor ada pasal yang menyebut, bila narasumber berasal dari luar OPD diberikan 100 persen sementara narasumber berasal dari satu OPD hanya mendapatkan 50 persen. Maka harusnya yang boleh diterima oleh anggota dewan adalah separoh dari ketentuan yaitu Rp 500 ribu per jam, dan bukan Rp 1 juta per jam.
Sementara pihak terlapor meyakini dirinya tidak salah, karena anggota dewan itu tidak satu OPD dengan Sekretariat DPRD, karenanya mereka berhak menerima honor 100 persen yaitu Rp 1 juta per jam.
Benarkah anggota DPRD tidak satu OPD dengan Sekretariat DPRD? Yang ini nantinya perlu mendengarkan keterangan saksi ahli di Pengadilan.
Bila terbukti DPRD adalah bagian yang terpisahkan dari Sekretariat DPRD maka konsekwensinya para wakil rakyat wajib mengembalikan separoh dari penghasilan honorarium yang pernah diterimanya. Bisa lebih 5 miliar nantinya uang kembalian yang harus disetor ke Kas Daerah.
Tidak cukup itu, dengan terbuktinya penyimpangan anggaran di salah satu OPD di jajaran Pemkab Blora ini maka Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI harus membatalkan penghargaan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang pernah diberikan kepada Kabupaten Blora pada Tahun 2021. Penghargaan kala itu disampaikan langsung oleh Ketua BPK RI Perwakilan Jawa Tengah kepada Bupati Blora dan Ketua DPRD Blora secara luring pada tanggal 27 April 2022 di Gedung BPK RI Perwakilan Jateng, Semarang. Yang pada waktu itu ditandai dengan penyerahan dokumen hasil pemeriksaan dan penandatanganan berita acara.
***

Senam Bersama Forkompincam Diikuti 50 Perades se-Kecamatan Sambong

BLORA.-

Bertempat di halaman pendopo kantor Kecamatan Sambong, sekitar 50 perangkat desa (Perades) mengikuti senam bersama yang digelar bersama Forkompincam Kecamatan Sambong, Jum’at pagi (17/2/2023). Mbak Hesty selaku instruktur senam, pagi itu mampu memompa semangat peserta dengan iringan musik lagu “Jogja Istimewa”
Salah satu peserta senam Suwandi yang merupakan anggota Koramil Sambong sempat bikin heboh karena pada pagi itu tampil sangat luar biasa. Selain terlihat sangat menikmati dan menghayati lagu yang mengiringi, Babinsa Desa Biting itu menggoyangkan tubuhnya hingga meliuk-liuk. Tak ayal, banyak peserta yang fokus mengarahkan perhatian kepadanya.
“Senam seperti ini dilaksanskan setiap Jum’at pagi. Selain untuk meningkatkan stamina agar fresh juga untuk menjaga guyub rukun sinergi Forkompincam Kecamatan Sambong,” ujar Ari Sumarno, staf kantor Kecamatan Sambong. (*)

Budaya Kerja ASIIK di Kecamatan Jiken, untuk Memberikan Pelayanan Prima kepada Masyarakat

BLORA.-

Gema Jumat berkah yang digelorakan oleh Camat Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Joko Lelono memberi spirit para anggota Sepeda Pancal BJJS.
Hal itu dibuktikan saat kelompok sepeda pancal Blora-Jepon-Jiken-Sambong yang dikomandani H. Soedadyo mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos) Kabupaten Blora untuk melakukan olahraga bersepeda ke wilayah Jiken, Jumat (17/2/2023).
“Start sepeda santai diawali dari lapangan Kridosono mulai jam 06.30 pagi menuju ke Kantor Kecamatan Jiken berjarak diperkirakan 11 Km,” kata Soedadyo.
Dalam perjalanan para peserta sepeda santai yang mayoritas adalah para purna tugas menunjukan semangat antusias penuh rasa kegembiraan sambil menikmati panorama yang indah dan udara segar.
Sesekali muncul candaan dan gojegan dengan kata-kata lucu hingga tidak terasa sudah sampai di tempat tujuan.
Kedatangan para pecinta sepeda santai di Kecamatan Jiken disambut oleh Camat Jiken beserta para pegawai ASN Kecamatan setempat dengan penuh rasa kehangatan, kegembiraan dan Kekeluargaan.
Suasana seperti ini ternyata mampu memberi hiburan dan kesan yang mendalam bagi para anggota kelompok Sepeda pancal BJJS karena merasa diwongke, dihormati dan dihargai bagaikan tamu istimewa.
Acara diawali sambutan Camat Jiken Joko Lelono dengan ucapan bahwa hari ini Jumat Wage hari yang penuh berkah.
Camat Jiken Joko Lelono mengucapkan selamat datang kepada rombongan kelompok sepeda pancal di kantor kecamatan Jiken. Ia bersyukur karena hari ini dirawuhi/didatangi tamu para senior yang dulu pernah memberi pembinaan, bimbingan, tauladan dan motivasi agar bisa bekerja menjadi pelayan masyarakat baik dan profesional.
Dirinya ingat petuah tentang “Moco Tanpo Tulisan dan Otak Kanan”.
Saat ini dalam membangun kinerja yang baik dirinya juga mengamalkan budaya kerja ASIIK agar bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Makna dari akronim ASIIK yang digagas oleh Camat Jiken Joko Lelono adalah, (A) – Amanah yang telah diberikan kepada seluruh petugas di kecamatan Jiken hendaknya harus dapat diwujudkan dengan semangat dan tekad untuk kerja keras, kerja cerdas dan kerja iklhas.
Disamping itu para petugas harus memiliki spirit dan tanggung jawab tinggi dalam memberikan pelayanan baik kepada masyarakat.
(S) – Sopan satun harus menjadi landasan etika kerja bagi para petugas dalam menunaikan dan mengemban tugas dinas sehari- hari.
Petugas dalam bersikap tidak boleh arogan, egois dan bermetal minta dilayani, apalagi masih menggunakan budaya “mengapa harus dipermudah kalau masih bisa dipersulit, harus diganti mengapa harus dipersulit kalau masih bisa dipermudah.”
(I) – Iman para petugas harus makin kokoh dan kuat sehingga mampu menangkal dan menghindari berbagai tindakan yang melanggar aturan dan menimbulkan keresahan,kegaduhan,ketakutan dan kerugian negara. Stop para petugas menebarkan berita hoaks.
Berikutnya, (I) – Inovatif, merupakan sikap dan kemampuan petugas untuk menerapkan solusi cerdas terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi guna menumbuhkan kinerja lebih baik.
Seiring dengan kemajuan informasi dan teknologi petugas juga harus siap mereformasi diri untuk dapat beradaptasi dan mengikuti perkembangan jaman serta selalu berikhtiar untuk meningkatkan sumber daya manusia.
Sehingga setiap petugas dalam melaksanakan amanah harus siap mengopersionalkan berbagai inovasi baru dan tidak lagi mengandalkan pola kerja copy paste dari dulu sampai saat ini tidak ada perubahan.
Selanjutnya, (K) – kreativitas petugas terus dimantapkan terutama dalam mengembangkan ide baru dan menerapkan cara-cara baru untuk menciptakan setiap persoalan atau masalah jadi peluang.
Jadikan kreativitas sebagai tulang punggung bagi keberlangsungan dan kemajuan institusi.
Dalam kesempatan itu, mantan Sekda Blora, Kemudian Bambang Sulistya, selaku senior, mengawali sambutan dengan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Camat beserta staf atas respon dan sambutan yang baik penuh ramah tamah dan nuansa kekeluargaan.
Saya juga memperkenalkan bebera peserta yang mengikuti acara jumat berkah, bahwa kelompok sepeda pancal BJJS anggotanya sangat variatif seperti NKRInya Blora,” ucapnya.
Karena ada yang berasal dari purnawirawan Polri bahkan ketua Purnawirawan Polri cabang Blora Eko Septi Supriana juga ikut bergabung sebagai anggota, ada dari purnawirawan militer Letkol Pur. Sri Harjanto dan Kapten Pur. Sudarmono, mantan kadin Nakertransos H.Soedadyo, mantan Asisten dua , Kabag Hukum Sugito dan wirausaha.
“Saya juga memberikan ungkapan bahwa acara pertemuan hari ini merupakan implementasi dari Sesarengan Mbangun Blora dalam mewujudkan kerukunan dan kekeluargaan dalam masyarakat,” tambahnya.
Dikatakannya, kalau Camat Jiken dalam membangun kinerja dengan sesanti ASIIK, maka dalam pertemuan hari itu Bambang Sulistya memberikan motivasi KISS sebuah akronim yang sangat bermakna.
(K) – Kerukunan, kekeluargaan dan kebersamaan antara para petugas kecamatan Jiken dengan para anggota Sepeda pancal BJJS agar dapat tercipta dengan baik dan harmonis semoga mampu memberikan spirit dalam kehidupan.
Kemudian, (I) – Ikatan tali silaturahmi bisa dijalin dan ditumbukan diantara kita tentu dengan harapan akan memberi kontribusi positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Berikutnya, (S) – Semangat diantara kita untuk saling memberi,saling menguatkan,saling membatu,saling bersinergi adalah sebuah keniscayaan yang harus kita rawat dan pelihara.Karena akan membuahkan kebaikan dan kebahagian.
(S) – Sesanti kita melalui kegiatan Jumat berkah ini dapat membangkitkan kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama umat yang belum beruntung.
Disampaikan, ada ungkapan bijak yang bisa dijadikan motivasi diri, Menyang Blora numpak sepur sopo sing pingin mulyo kudu wani kepyur. (Pergi ke Blora naik kereta api siapa yang ingin sejahtera harus berani berbagi).
Sementara itu, H. Soedadyo yang sehari-hari sebagai Sekretaris PWRI Kabupaten Blora dalam sambutannya menceritakan bahwa Joko lelono dulu sebagai petugas yang baik, disiplin dan memiliki loyalitas tinggi.
Sehingga ia tidak kaget kalau hari ini bisa melaksanakan kegiatan akrobatik yang memiliki nilai manfaat bagi kita semua.
“Semoga amalan yang baik dari pak Camat ini mampu melancarkan kariernya dan mendapat pahala dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” harapnya..
Acara kemudian dilanjutkan makan bersama dengan menu ala empat sehat lima sempurna. (*).

Pasca Pandemi, Omset Penjualan Sepeda Turun Drastis

BLORA.-

Bersepeda salah satu olahraga yang merakyat dan hemat karena dapat dilakukan oleh siapa saja baik oleh rakyat, pejabat maupun konglomerat tanpa memandang jenis kelamin dan usia.
“Saat masa pandemi Covid-19 tahun 2020 dan tahun 2021 olahraga bersepeda menjamur dan naik daun. Namun saat ini setelah pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) gairah masyarakat untuk berolahraga naik sepeda mulai meredup alias menurun,” kata Bambang Sulistya, mantan Sekda Blora, penggemar olahraga sepeda, Rabu (15/2/2023).
Salah satu indikasinya adalah omzet penjualan sepeda di berbagai toko sepeda dan konsumen yang datang ke perbengkelan sepeda ontel menurun dratis.
“Kemarin ketika saya datang ke bengkel sepeda gowes di Kelurahan Kedungjenar Kecamatan Blora Kabupaten Blora untuk memperbaiki kerusakan sepeda ternyata tidak seramai dulu waktu pandemi penyakit Corona sedang merebak,” ucapnya.
Agus Waluyo, pemilik bengkel sekaligus sebagai servis sepeda menceritakan bahwa sekarang bengkel sepedanya sudah sepi dari pengunjung kira-kira tinggal 10% dari penghujung tahun 2020 dan 2021.
“Kalau dulu pendapatan bersih tiap hari bisa mencapai Rp 400 ribu tapi sekarang tidak menentu,” katanya.
Sehingga untuk menghidupi keluarga sehari-hari Agus harus melakukan kegiatan tambahan, yaitu berjualan roti yang dititipkan di warung tetangga.
Bengkel sepeda gowes merupakan salah satu bengkel sepeda yang terkenal di Kota Blora karena selain melakukan servis juga menyediakan asesoris, dan jualan sepeda jadi.
Kelebihan lain Agus sendiri termasuk generasi milenial yang memiliki semangat kerja secara profesional, familiar, teliti dan ramah serta harga pelayanan servis murah.
Ia juga gemar bersepeda untuk menambah semangat hidup dan imunitas diri agar bisa menikmati hidup dengan kesehatan prima.
Bahkan Agus menitipkan tip agar bersepeda tidak cepat lelah dan aman, dengan cara antara lain, sebelum goees periksa dulu kondisi sepeda apa layak dipakai atau perlu diperbaiki terutama ban sepeda, rem dan rantai.
Kemudian untuk menambah energi sebelum berangkat minum air putih atau minum kopi manis atau pait sesuai kebiasaan dan asupan pisang godok. Dalam bersepeda jangan memaksakan diri atau mefosir diri jaga gerakan untuk mengayuh sepeda secara stabil.
Lakukan bersepeda secara rutin dan waktu bersepeda jangan terlalu lama maksimal dua jam, yang penting dapat menikmati kegiatan bersepeda untuk penyegaran tubuh dan penghibur nurani.
Sementara itu, menurut pendapat seorang dokter keluarga di Perumnas RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora bahwa bersepeda dapat memberikan berbagai manfaat diantaranya, meningkatkan kekuatan otot dan melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh.
Mengontrol berat badan agar tetap ideal sehingga sangat cocok untuk program menurunkan berat badan karena bersepeda membakar kalori dan meningkatkan metabolisme. Menjaga kesehatan jantung,paru paru dan sirkulasi darah.
Dengan bersepeda secara rutin bisa menurunkan kadar lemak dalam darah menurun sehingga berdampak positif pada penderita tekanan darah tinggi. Menurunkan resiko depresi,stres,dan gangguan kecemasan serta meningkatkan Imunitas tubuh.
“Namun bagi saya secara pribadi bersepeda merupakan kebutuhan hidup yang dapat memberi manfaat untuk berzikir sambil menikmati keindahan alam dan udara segar,” kata Bambang Sulistya.
Disamping itu bersepeda dapat memperoleh inspirasi dan ide cerdas yang bermanfaat bagi kehidupan, selain itu bersepeda sebagai wahana untuk bersilahturahmi, menambah sedulur dan teman serta membuat hidup makin berkah.
“Saya menyarankan kepada siapapun yang ingin hidup sehat tanpa obat dan tenang, damai serta untuk meningkatkan keimanan silahkan untuk tetap menggelorakan gerakan bersepeda kapanpun dimanapun kita berada. Ingat bersepeda juga dapat dijadikan filosofi hidup,” ucapnya.
Kalau kita berhenti bergerak seperti sepeda maka kita akan jatuh karena tidak ada keseimbangan hidup. (*).

Bersama Perhutani, Wartawan Giat Menanam Pohon dan Baksos di Desa Jepangrejo-Blora

BLORA.-

Hari Pers Nasional, Rabu (15/02/2023) diperingati di Desa Jepangrejo Kecamatan Blora, Kabupaten Blora dengan melakukan kegiatan menanam dan baksos bersama awak media.
Dalam giat tersebut tampak hadir Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si, Wakil Bupati Tri Yuli Setyowari ST.MM, Forkompinda, perwakilan SKPD, Camat Blora, Pengurus dan anggota PWI Kabupaten Blora, ADM Perhutani KPH Randublatung, Kapala Desa Jepangrejo Tomas dan Pemuda Jepangrejo.

Dalam kesempatan itu Ketua PWI Kabupaten Blora sebagai penyelenggara Heri Purnomo menyampaikan kepada para peserta kegiatan, bahwa kegiatan menanam dalam rangka HPN adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Biasanya dilakukan di kawasan hutan bekerjasama dengan Perhutani. Untuk tahun ini mengambil tempat di Mbung Jepangrejo dengan pertimbangan bahwa ada potensi di mbung Jepangrejo untuk dikembangkan sebagai tempat wisata baru, mengingat jalan menuju lokasi sudah bagus,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si menyampaikan ucapan selamat kepada PWI Blora yang meperingati Hari Pers Nasional.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Blora terima kasih atas semua masukan dan kritikannya, karena pada dasarnya Pemkab tidak anti kritik,” pungkasnya.

Dikesempatan yang sama Administratur KKPH Randublatung Dewanto S.Hut,M.Sc yang mewakili Adm se Blora raya mengatakan, Perhutani sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh PWI Blora dalam peringatan Hari Pers Nasional setiap tahunnya. (*).

Musrenbang, Camat Jiken: Semoga Usulan-usulan dari Bawah Lolos dan Aman

BlORA.-

Pemerintah Blora menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat Kecamatan (Musrenbangcam) Tahun 2024 pada tanggal 8 s/d 15 Februari 2023. Dan pada Selasa (14/2/2023) Musrenbang digelar di Kecamatan Jiken.
Camat Jiken, Joko Lelono dalam sambutanya menyampaikan, usulan dari desa yang sudah diinput akan dibagi per bidang.
“Semoga usulan-usulan dari bawah di wilayah Jiken lolos dan aman semua,” ujarnya ketika ditemui di pendopo Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. (*)

Koran Lokal Terpercaya