Beranda blog Halaman 104

Galang Anbayu Santoso, Juara Cerdas Cermat yang Ingin Jadi Pemain Sepak Bola Ternama

0

MENJADI Juara 1 Cerdas Cermat dalam rangka Peringatan Ulang Tahun PPSDM Migas yang ke-58 lalu, membuat Galang Anbayu Santoso semakin bersemangat dalam menimba ilmu. Siswa Kelas 5 SD Negeri 6 Cepu ini dalam kesehariannya tampak optimis menjalani kegiatan-kegiatan yang ada di sekolahnya.

“Saya itu sebenarnya suka semua mata pelajaran di sekolah, tetapi yang paling saya sukai yaitu mata pelajaran Bahasa Indonesia,” ungkap Galang memulai perbincangan ringan ketika ditemui Diva di ruang kepala sekolah.

“Ya karena saya suka membaca juga,” imbuh Galang dengan wajah santai tanpa beban sedikitpun.
Sebagai generasi penerus bangsa, anak kelahiran 18 Januari 2013 ini kian gigih mengejar cita-citanya. “Kelak saya ingin menjadi pemain sepak bola ternama,” ujar penggemar Ronaldo ini mantap.

Itulah sebabnya kini Galang terus berlatih sepak bola untuk mewujudkan cita-cita besarnya menjadi pemain sepak bola ternama.

Meskipun menyandang predikat Juara Cerdas Cermat dengan menguasai semua mata pelajaran, namun anak pasangan Irawan Bagus Santoso dengan Puji Rahayu ini masih menyempatkan diri bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Jaka Utama. “Karena sepak bola memang hobi saya dan tempat menyalurkan bakat,” ujarnya.

Demi keinginannya mewujudkan impian, Galang siap mengikuti kompetisi apapun. “Jika ada lomba cerdas cermat lagi, ya saya siap,” ucap penyuka nasi goreng ini.

“Saya senang dan bangga ketika meraih predikat juara. Makanya saya ingin selalu mengikuti kompetisi lagi,” katanya.
“Bahkan kalau ada kompetisi sepak bola, siap ikut,” ujarnya bersemangat.

Anak bungsu dari dua bersaudara ini berharap, kedepan akan ada banyak kompetisi sepak bola untuk mengasah kemampuannya. Pemain sepak bola sudah menjadi obsesinya sejak lama. Tanpa sepak bola, bagi Galang seolah ada yang kurang. “Sepak bola itu menyenangkan,” ujarnya dengan wajah berbinar. (*)

Rafa Zaki Anaqi, Juara 1 OSN IPA yang Bercita-cita Jadi Masinis

0

DIA dikenal sebagai siswa yang aktif di kelasnya. Cara belajarnya juga unik tidak seperti teman-teman seusianya. Anak pasangan dari Yusman dan Etik Ulfa Farida ini lebih suka mencari cara khusus dalam memahami materi pelajaran yang diberikan oleh gurunya.

“Dia ini tidak mau didikte, ketika mengerjakan soal temanya bisa sampai 1 jam, tapi dia bisa hanya setengah jam,” ujar Siti Rupik Atun, S.Pd, kepala SD Negeri Kedungringin, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

Rafa Zaki Anaqi yang lahir di Blora, 10 Januari 2013 ini adalah siswa kelas 5 SD Negeri Kedungringin yang pada Olimpiade Sains nasional (OSN) tingkat SD Tahun 2024 ini berhasil meraih prestasi Juara 1 bidang IPA.

Untuk menyabet Juara 1 itu, Rafa sudah mempersiapkan diri sejak kelas 4 dibawah bimbingan guru yang sekaligus ibu kandungnya, Etik Ulfa Farida. Namun secara khusus, persiapan yang dilakukan sekolah efektif hanya 2 minggu.
Jika dilihat dari rekam jejak prestasinya, Rafa memang sudah menunjukan bakatnya sejak kelas 1 SD dengan selalu menjadi Juara 1 di setiap kelasnya.

“Rafa bercita-cita menjadi seorang masinis,” ujar sang ibu menceritakan putranya yang kesehariannya di rumah aktif mengaji di Madin dan rajin membantu orang tua itu.

Disela-sela kegiatan belajar secara mendiri ketika di rumah, siswa penyuka burger dan kebab ini masih menyempatkan diri bermain sepak bola di kampungnya RT 02 RW 01 Desa Kedungringin Kecamatan Tunjungan, Blora.

Beberapa prestasi yang pernah diraihnya antara lain juara 2 lomba Mapsi tahun 2022 bidang TIKI dan juara 3 Mapsi tahun 2023 dibidang yang sama. Juara 4 OSN bidang IPA tahun 2023 tingkat Kecamatan Tunjungan, juara 3 OSN bidang IPA tingkat Kecamatan dan terbaru sebagai juara 1 OSN bidang IPA tahun 2024 tingkat Kabupaten Blora.

Kepala SD Negeri 1 Kedungringin mengaku bangga atas prestasi yang dicapai Rafa. “Atas prestasi Rafa kami sebagai sekolah dan juga Korwil sangat bangga dengan prestasinya,” ungkap Rupik sembari menambahkan kalau pihaknya juga mengadakan syukuran bersama atas prestasi Rafa.(*)

Gas LPG Langka, Ibu Rumah Tangga di Todanan Kelabakan

0

BLORA.-

Memasak menggunakan kompor gas telah menjadikan kebiasaan dan cara memasak ibu-ibu zaman sekarang. Mereka akan merasa kesulitan jika harus di dapur menggunakan kayu bakar sebagai alternative jika terjadi kelangkaan gas LPG seperti saat ini.

Akhir-akhir ini, sejumlah ibu-ibu mengaku kelabakan karena sudah seminggu lebih gas LPG menghilang di pasaran. Sedangkan aktivitas dapur meningkat pada momen-momen bulan puasa.

Siti Duriatin, warga Kedungwungu Kecamatan Kedungtuban, Blora mengatakan, dia kesulitan mendapatkan gas sejak seminggu terakhir. Bahkan upaya untuk mencari dan menghubungi beberapa warung langganannya juga tidak membuahkan hasil. “Padahal, hampir seluruh aktivitas memasak hingga merebus air saya mengandalkan gas,” ujar ibu dua anak itu.

Kondisi serupa juga dialami ibu-ibu di Kalitengah dan wilayah lain. Meski ada alternative kayu bakar, kemampuan dan ketrampilan menyalakan api di dapur menggunakan kayu bakar dirasa merepotkan.

“Apa lagi ini bulan Ramadhan ditambah cuaca dingin seperti ini, kayu bakarnya agak basah sehingga sulit untuk dinyalakan,” kata Marmijah yang mengaku agak sering menggunakan kayu bakar untuk memasak air dan juga memasak nasi.

Sejumlah agen dan distributor gas LPG di Kecamatan Todanan mengaku sudah beberapa hari tidak menerima pasokan gas. “Kami sendiri juga kesulitan mendapatkan gas dari pangkalan,” kata wanita pemilik agen gas yang biasa dipanggil Mbak Lis ini.

Akibat kelangkaan gas tersebut, harga LPG di wilayah Todanan dan sekitarnya naik dari biasanya sekitar Rp. 20.000, per tabung ukuran 3 kg, kini menjadi Rp.22.000 hingga Rp.28.000. “Itu pun barangnya tidak ada,” ungkap Titin.

Sementara itu Bupati Blora Arief Rohman melalui postingan di medsos pribadinya mengungkapkan jika penyebab kelangkaan gas LPG di Kabupaten Blora di akibatkan oleh cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini. Kapal pengangkut LPG belum berani bersandar. ”Kapal pengangkut LPG berani bersandar jika kecepatan angin masih 20 Knot. Pagi tadi masih 20 hingga 35 Knot di pelabuhan Semarang apalagi diperparah banjir,” tulis Arief Rohman di akunnya.

Untuk mengatasi kelangkaan ini, pihaknya telah meminta bantuan pasokan LPG dari pelabuhan Gresik Jawa Timur. Targetnya, kamis malam atau Jum’at (15/3/2024) LPG telah normal di Kabupaten Blora. (*)

PKBM Upat Upat Bumi-Todanan, Jadi Ajang Penelitian Perguruan Tinggi Ternama di Indonesia

0

BLORA.-

Unik. Itulah kesan pertama ketika sambang ke Rumah Budaya Upat-Upat Bumi yang ada di Desa Dalangan Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Rumah budaya ini merupakan salah satu dari 2 PKBM yang ada di Kecamatan Todanan untuk menempuh pendidikan Paket C.

Direktur Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Upat-Upat Bumi, Supat menceritakan, bahwa rumah padepokannya sering mendapatkan kunjungan tokoh dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia untuk melakukan penelitian.

“Profesor ITB, UKSW, UNNES, STTR Cepu, dan IAIN lainnya pernah berkunjung dan melakukan penelitian di padepokan ini,” ujar pria yang akrab disapa Mbah Supat itu.

Memiliki lembaga pendidikan PAUD dan TK yang dilengkapi Taman Baca Masyarakat (TBM), tempat ini juga memiliki fasilitas belajar berupa ula rumah Joglo yang sering dijadikan tempat untuk senam dan latihan menari oleh warga sekitar.

Dari tempat ini pula kegiatan lamporan yang melegenda dipusatkan dan digerakkan. “Para tokoh-tokoh besar pendidikan yang datang ke sini rata-rata mengaku penasaran,” katanya.

Ditambahkan oleh Mbah Supat, para dosen yang datang ke rumah budaya itu merupakan tokoh yang tergabung dalam Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Dari buku tamu yang ditunjukkan kepada Diva, sudah tidak terhitung lagi tamu-tamu yang berkunjung untuk melakukan riset dan penelitian terkait keunikan Omah Budaya Upat Upat Bumi.

“Awalnya, saya sebagai komunitas yang dipercaya mengelola perpustakaan desa dan taman baca masyarakat di bawah binaan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora masa ketika dikepalai Ratnani Widowati alm,” papar bapak dari 4 orang putri yang komunitasnya sekelas Budayawan Sujiwo Tejo, Gus Nuril dan Emha Ainun Najib itu.

“Awalnya kami ini komunitas di luar. Baru Tahun 1998 saya merintis rumah budaya ini,” ungkapnya.

Berkat dukungan sejumlah perguruan tinggi sebagai patner penelitian, pihaknya pernah menerima hibah berupa rumah Joglo yang difungsikan sebagai aula dan tempat kumpul komunitas dari berbagai daerah.

“Saya punya cita-cita ingin punya komunitas ngaji budaya,” ucap Mbah Supat.

Pria kelahiran 1979 yang tinggal bersama Lina Sugiyarti istrinya dan 4 anaknya di Desa Dalangan ini mengaku telah lama mendorong agar tokoh Samin Suro Sentiko dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

“Sudah lama saya mendorong banyak pihak agar Samin Suro Sentiko dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional, bukan hanya untuk jadi lucu-lucuan seperti selama ini,”pungkas Supat. (*)

Bambang Sulistya: Gunakan Prinsip ‘SIAP’ untuk Melaksanakan Amal Saleh di Bulan Ramadan

0

BLORA.-

Amal saleh merupakan perbuatan baik yang berdampak positif dan memberi nilai manfaat serta mendatangkan pahala. Pesan itu disampaikan oleh Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Bambang Sulistya dalam ceramah singkat sebelum melaksanakan salat tarawih di Masjid Nurul Falah, Perumnas Kelurahan Karangjati, Blora, Sabtu (16/03/2024).

Amal saleh lanjut Bambang, merupakan perbuatan baik yang berdampak positif dan memberi nilai manfaat serta mendatangkan pahala. “Adapun prinsip-prinsip amal saleh yang harus kita pedomani terumuskan dalam akronim SIAP,” ucapnya.

Bambang lalu menjelaskan makna dari akronim SIAP yaitu, (S) Segera mungkin dilaksanakan ketika kita memiliki niat baik untuk beramal saleh. Jangan sampai ditunda dengan alasan menunggu hari yang baik. (I) – Ikhlas karena Allah, karena keikhlasan merupakan dasar amal dari seorang muslim. Tanpa keikhlasan amalan apapun yang dikerjakan meskipun baik dan banyak tidak memiliki nilai pahala sedikitpun dari Allah SWT. Berikutnya, (A) – Ada tujuan yang hendak dicapai ketika melaksanakan amal soleh, yakni ridha Allah bukan karena gila pujian, harta, takhta dan wanita. “(P)-Prosedur cara-cara yang benar dalam melaksanakan amal kebaikan sebagaimana contoh yang dilakukan oleh Nabi kita yang tersurat dalam Al-Qur’an dan hadist,” beber Bambang.

Bambang menyebut berbagai amalan sosial yang bisa dilakukan di bulan Ramadan antara lain berbagi takjil, berbuka dan sahur bersama kaum duafa, memberikan santunan anak yatim piatu dan kaum belum beruntung, wakaf Al-Qur’an, membersihkan tempat ibadah dan pemakaman, mengajar taman pendidikan Al-Qur’an, serta menggelar bazar Ramadan.

Mantan Sekda Blora itu menyebut bulan Ramadan adalah bulan penuh keistimewaan, penuh harapan mulia, serta bulan yang dirindukan seluruh umat muslim. Karenanya, menurut Bambang, umat muslim harus bangga dan bahagia memiliki bulan Ramadan yang mampu menumbuhkan semangat dan tekat melakukan berbagai aktivitas positif, termasuk berbuat amal kebaikan atau amal saleh.

Bambang mengutip ayat Al-Quran yakni surat An-Nahl: 97, Allah SWT berfirman : “Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman,maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesunggunya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”
Apalagi kegiatan amal saleh itu dilaksanakan di bulan Ramadan pasti akan memperoleh kehidupan yang penuh kebahagian dan pahala yang berlipat. “Ke pasar Sido Makmur beli ikan, dimasak balado langsung dimakan, tunaikan segenap amal kebaikan, mumpung dalam bulan Ramadan,” tuturnya dengan pantun. (*).

Mumuk: Jadikan Ramadan sebagai Bulan untuk Meningkatkan Keimanan

0

BLORA.-

Kalau kita tahu dan kita sadari kehebatan dan keutamaan bulan Ramadan itu, tentu kita sangat mengharapkan agar setiap bulan itu dijadikan oleh Allah sebagai bulan Ramadan. Kalimat itu disampaikan Slamet Pamuji saat memberikan kuliah tujuh menit (kultum) setelah salat Isya berjamaah di Masjid Nurul Falah, Kelurahan Karangjati, Blora, Senin (11/03/2024).

Menurut Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Blora itu, Ramadan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang luar biasa bila dibandingkan dengan bulan lain.

Pada kesempatan itu pria yang akrab disapa Mumuk itu mengajak seluruh jemaah yang hadir mengucapkan puji syukur karena telah dipertemukan kembali dengan Ramadan. Bulan suci yang selalu dirindukan kehadirannya oleh seluruh umat Islam di dunia.

“Salah satu bentuk kegembiraan dan kebahagian yang harus kita perlihatkan ketika memasuki bulan Ramadan dengan mengucapkan ‘Marhaban ya Ramadan’ atau selamat datang Ramadan,” ucap Mumuk.

Disampaikan Mumuk, ketika menyambut Ramadan ada tiga kelompok masyarakat. Kelompok pertama, merespons hadirnya bulan Ramadan dengan sikap biasa-biasa saja karena merupakan peristiwa rutinitas dari tahun ke tahun. Kelompok kedua adalah mereka yang menyikapi Ramadan dengan sikap waton suloyo yakni selalu melihat dari aspek negatif. Bulan Ramadan dimaknai penuh kesengsaraan dan penuh ujian.

“Sementara kelompok ketiga adalah orang-orang yang menyambut bulan Ramadan dengan perasaan riang gembira penuh suka cita,” tuturnya.

Kelompok ini lanjut Mumuk, masih dibagi menjadi dua klasifikasi, yaitu menyambut Ramadan dengan rasa gembira karena euforia Ramadan.

Sedangkan kelompok kedua adalah yang meyakini dan percaya bahwa bulan Ramadan adalah bulan penuh keberkahan, kemulian, keimanan, keilmuan, penuh ampunan dan bulan melimpahnya pahala bagi umat yang berbuat amalan kebaikan.

Slamet berharap, masyarakat memanfaatkan bulan Ramadan sebagai moment untuk meningkatkan keimanan di mana jiwa manusia diasah dan diasuh melaluhi berbagai macam ibadah. Oleh karena itu jadikan Ramadan sebagai bulan untuk menabur benih dan bibit kebajikan sehingga dapat mewujudkan manusia bertakwa dan bermanfaat bagi sesama.

“Mari kita jalani bulan Ramadan dengan penuh rasa syukur dan senang hati serta laksanakan berbagai aktivitas untuk memakmurkan masjid serta melaksanakan berbagai amalan Ramadan dengan penuh keikhlasan dan kekhusukan,” kata Mumuk yang juga Ketua Takmir Masjid Nurul Falah. (*).

Diguyur Hujan Selama Dua Hari, Tanggul di Desa Tambakromo Longsor

0

PATI.-

Hujan deras yang mengguyur Desa Tambakromo Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, mengakibatkan tanggul yang berada di wilayah RT 08. RW .02 longsor, Rabu (13/03/2024).

Derasnya guyuran hujan selama dua hari berturut-turut membuat tanggul setinggi 4 meter itu mengalami longsor sepanjang kurang lebih 20 meter.

Salah seorang warga yang tinggal persis di tepi sungai, Sugiman mengaku was-was dan khawatir, terlebih jarak rumah dengan bibir sungai hanya tinggal beberapa jengkal saja.

“Semoga pihak terkait, utamanya pemerintah desa bergerak cepat dalam mengambil langkah agar longsor susulan tidak terjadi dan melebar ke permukiman warga,” harap Sugiman.

Sementara itu Mohamad Su’udi selaku Kepala Desa Tambakromo merespon cepat laporan warganya, dan mendatangi lokasi kejadian dengan petugas dari BPBD Kabupaten Pati.

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk dapat memberikan bantuan peralatan guna mengatasi permasalahan longsoran di desanya.

“Desa akan mengambil langkah, Mas. Paling lambat Senin nanti kita akan membuat rajek, dan mengisi karung dengan batu sebagai langkah awal, biar longsoran tidak melebar,” papar Kades.

Menurut Kades, kejadian longsor tidak hanya terjadi di tempat Sugiman,tapi juga di Bendung Keden, sisi sebelah barat, tepatnya di depan rumah Sarwi.

“Karenanya kami harus bekerja ekstra, dan membutuhkan kerjasama semua pihak. Terlebih kesadaran warga, untuk ikut bergotong-royong dalam menghadapi masalah longsor,” pungkasnya. (*)

SMP Negeri 2 Todanan Raih Juara 1 Lomba Musik Tradisional

0

BLORA.-

SMP Negeri 2 Todanan berhasil meraih juara pertama dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N)Tingkat Kabupaten Blora pada cabang Musik Tradisional yang digelar pada tanggal 4 Maret 2024 lalu.

Prestasi itu menambah koleksi piala dan deretan prestasi yang pernah diraih sekolah yang bangunan gedungnya berdiri di eks tanah bengkok Desa Todanan itu.

Menurut Kepala SMP Negeri 2 Todanan, Jaka Subiyana, S.pd.,M.Pd, dalam ajang FLS2N, sekolahnya sengaja memilih jenis musik karawitan.

Hal itu mengingat masyarakat dan juga hampir semua siswa sekolah yang ada di Kecamatan Todanan tertarik pada seni Barongan yang notabene beriringan musik gamelan Jawa. Sehingga pihak sekolah berusaha untuk memfasilitasi hobi yang dimiliki oleh sebagian besar siswa.

“Ke depan kami akan mengembangkan kesenian di sekolah dan menjadikan SMP N 2 sebagai role model kesenian di Todanan,” kata Jaka Subiyana selaku Kepala SMP N 2 Todanan.

SMP Negeri 2 Todanan dalam ajang tahunan itu menyertakan sebanyak 5 siswa dengan jadwal latihan 5 kali per bulan selama 5 bulan. Pemilihan karawitan jawa tengah sebagai pilihan lomba itu sendiri diinisiasi oleh Jaka Subiyana sang kepala Sekolah.

Terpisah, Sulastri, S. Ag., salah seorang guru di sekolah tersebut menyampaikan bahwa keberhasilan siswa SMPN 2 Todanan tak lepas dari peran kepala sekolah selaku inisiator, serta kekompakan guru dan siswa dalam bersinergi untuk berusaha bersama membangun prestasi.

Selain itu, ada juga si tangan dingin seorang guru seni bernama Ridwan Rosidi, dan komposer musik Hera Masrian yang didampingi oleh Yuliasih. “Mereka tim yang kompak dan penuh semangat,” kata Sulastri. (*)

Gapura Majapahit, Wisata Kisah Sejarah di Kabupaten Pati

0

PATI.-

Jika anda ke Pati, Jawa Tengah, jangan lewatkan destinasi wisata edukasi yang juga merupakan wisata sejarah di Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo di Kabupaten Pati yaitu Gapura Majapahit.

Di lokasi yang merupakan peninggalan Kerajaan Mojopahit ini wisatawan akan disuguhkan sebuah seni peradaban yang tinggi, serta sejarah Nusantara yang kisahnya perlu menjadi teladan.
Seperti dikisahkan oleh Juru Kunci Gapura Majapahit Budi Santoso kepada wartawan, keberadaan Gapura (Pintu Gerbang) Majapahit di Pati bermula dari kisah Raden Bambang Kebo Nyabrang yang merupakan anak Sunan Muria–yang tidak diakui karena sejak kecil diasuh oleh kakeknya.

“Syarat agar bisa diakui sebagai anak, Sunan Muria menyuruh Bambang Kebo Nyabrang untuk membawa pintu Gerbang Majapahit dari Mojokerto (Jawa Timur) menuju Gunung Muria dalam waktu satu malam,” ujar Budi Santoso, Rabu (13/03/2024).

Sementara itu tempat lain, salah satu murid Sunan Ngerang yang bernama Raden Ronggo ingin menyunting putri Sunan Ngerang yang bernama Roro Pujiwat.

“Putri Sunan Ngerang itu mau diperistri dengan syarat Raden Ronggo harus bisa memboyong pintu gerbang Majapahit ke padepokan Sunan Ngerang yang berada di Desa Pekuwon, Juwana,” tambah Budi.

Alhasil terjadilah peperangan untuk memperebutkan pintu Gerbang Majapahit hingga membuat Sunan Muria turun ke tempat pertarungan dan berkata: “Wes padha lerena, sak kloron padha badhole” dan menjadikan tempat tersebut sekarang dinamai Rondhole.

“Akhirnya Raden Bambang Kebo Nyabrang diakui sebagai anak dari Sunan Muria, dan beliau menyuruh anaknya untuk menjadi penjaga Pintu Gerbang Majapahit,” pungkas sang juru kunci.

Sementara itu dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati menghimbau kepada masyarakat agar turut membantu menjaga kelestarian budaya dan pariwisata, khususnya wisata edukasi sejarah karena dapat membantu menjaga lingkungan hidup.

“Pastinya warga masyarakat bisa terlibat langsung dalam merawat peninggalan sejarah tersebut,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Pintu Gerbang Majapahit ini sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah Kabupaten Pati dimana Cagar Budaya ini telah dilindungi oleh Undang-Undang No 11 Tahun 2010.

Dinporapar Kabupaten Pati juga menekankan, selain mengelola obyek wisata secara optimal, tetap diperlukan upaya pengembangan destinasi sesuai prinsip pengelolaan pariwisata.

“Karena sektor pariwisata memiliki peranan penting sebagai salah satu sumber bagi penerimaan devisa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dalam mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan produktivitas suatu negara,” tandasnya. (*)

Wakili Bupati, Kepala Dinas PMD Blora Hadiri RPL di Bengkulu

0

BENGKULU.-

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati menghadiri peringatan Hari Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Desa 2024 yang digelar di Gedung Serba Guna, Komplek Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (7/3/2024).

Kehadiran Yayuk pada acara yang dibuka oleh Menteri Desa PDTT A Halim Iskandar itu didampingi oleh Sekretaris Dinas PMD Blora, Heksa Wismaningsih. “Kehadiran kami pada acara ini untuk mewakili Bapak Bupati,” ujar Yayuk.

Peringatan Hari RPL yang berlangsung meriah itu dihadiri Sekda Propinsi Bengkulu, Forkompimda Propinsi Bengkulu, dan Kepala OPD Propinsi Bengkulu.

Selain itu, tampak hadir pejabat eselon 1 dan 2 Kemendes PDTT, Ketua Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides), dan Rektor yang tergabung dalam Pertides (UGM, UNESA, UNES, UNS, UNY, dan UT Bengkulu), serta mahasiswa RPL UT Bengkulu.

Pada kesempatan itu, Menteri Desa PDTT yang akrab disapa Gus Menteri menyampaikan kuliah umum yang dalam materinya menekankan, bahwa Indeks Desa membangun harus dimaknai secara menyeluruh.

“Desa mandiri justru harus mendapat support yang lebih pada pendanaan, karena ada hal yang urgen yang harus ditangani yaitu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM baik perangkat maupun masyarakat,” pesan Gus Menteri.

Dari materi yang disampaikan Menteri, Yayuk berpesan kepada 272 mahasiswa RPL Blora yang tersebar di 271 desa agar tetap semangat untuk menambah ilmu. Tidak hanya mengejar gelar SI dari Universitas Negeri ternama (UNES) tetapi memang benar-benar untuk meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan, agar tugas utama sebagai pelayan masyarakat dapat semakin baik. “RPL bukan cara mudah memperoleh ijazah tetapi cara lain mendapatkan ijazah,” tandas Yayuk. (*)