Semua tulisan dari Prayitno

Ramadan, Jamaah Masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati Adakan Kultum Dua Kali dalam Sehari

BLORA.-

Hari ke-20 bulan Ramadan 1444 H, disambut dengan antusias tinggi dengan spirit keimanan yang lebih mantap oleh jamaah Masjid Nurul Falah Perumnas RW V Kelurahan Karangjati Kabupaten Blora. Hal itu terlihat pada kegiatan kultum (kuliah tujuh menit) yang dilaksanakan sebelum salat tarawih berjamaah, Senin (10/42023).
Kultum biasa diisi oleh jamaah yang telah ditunjuk dan dijadwalkan oleh penitia. Dan bertindak sebagai penceramah pada malam itu adalah tokoh masyarakat setempat yang pernah menjabat Sekda dan pernah menjadi anggota DPRD Blora, yaitu H. Bambang Sulistya.
“Untuk yang ketiga kali saya menyampaikan kultum, kali ini dengan tema Ramadan adalah bulan Kepyur/Sedekah/Berbagi,” kata Bambang Sulistya ketika ditemui wartawan, Rabu (12/4/2023).
Dijelaskan oleh Bambang, Ramadan disebut bulan ibadah karena aktivitas ibadah pada bulan ini makin meningkat baik ibadah wajib maupun sunah.
“Dengan peningkatan ibadah berarti pencegahan diri kita terhadap kemungkaran dan kemaksiatan makin intensif dan diharapkan kita menjadi orang yang bertaqwa,” tambahnya.
Diharapkan setelah Ramadan nanti tingkat kedisiplinan kita dalam melaksanakan ketentuan Allah dan meninggalkan larangan laranganNya akan semakin baik.
“Ada yang memaknai Ramadan bulan dakwah karena dalam bulan Ramadan kegiatan dakwah meningkat baik di masjid, mushola, perkantoran, kampus maupun dakwah yang dilakukan di media massa,” paparnya.
Seperti di Masjid Nurul Falah, dalam bulan Ramadan kultum dilaksanakan dua kali, yaitu sebelum salat tarawih dan sesudah salat Subuh berjamaah.
Bahkan dakwah dalam bulan Ramadan bisa dijadikan titik tolak penggairahan dakwah di masyarakat yang saat ini banyak bertaburan berita hoaks, fitnah dan pemecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.
Selanjutnya menurut Bambang, Ramadan adalah bulan jamaah. Ditandai hubungan sesasama umat muslim makin erat karena di bulan Ramadan umat muslim banyak melaksanakan ibadah wajib maupun sunah dilaksanakan secara berjamaah.
“Hal ini berarti komunikasi antar sesama umat muslim dapat terjalin dengan intensif dan harmonis sehingga berbagai persoalan bisa kita tuntaskan,” lanjutnya.
Ramadan juga sebagi bulan Qur’an (Syahrul Qur’an) karena pada bulan Ramadan itulah Allah pertama kali menurunkan Al Qur’an.
Hal itu yang mendorong tiap bulan Ramadan setiap umat muslim mendekatkan dirinya kepada Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami maupun mengamalkannya.
“Sementara ada yang maknai Ramadan adalah bulan pendidikan. Sebutan ini menggambarkan bahwa pada bulan inilah kaum muslimin dididik secara langsung oleh Allah SWT agar kepribadian umat islam makin berkualitas,” sambungnya.
Demikian pula ada ungkapan yang memberi predikat Ramadan adalah bulan Kepyur/Sedekah/Berbagi.
Karena di bulan Ramadan Allah menjajikan siapapun yang melakasanakan kepyur/sedekah/berbagi di bulan Ramadan Allah akan melipat gandakan pahalanya.
Sebagaimana tersurat dalam Hadist Riwayat At Tirmidzi bahwa sedekah paling utama adalah sedekah di bulan Ramadan.
Sedekah salah satu amalan yang paling disukai oleh Allah dan Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling dermawan dan ia semakin meningkat sedekahnya saat berada di bulan Ramadan.
Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan memijamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik,akan dilipat gandakan balasannya bagi mereka dan mereka akan mendapat pahala yang mulis(QS : Al-Hadid : 18).
Bambang menjelaskan, kepyur/sedekah/berbagi dapat dilakukan kapan saja tidak menunggu harus kaya dulu baru kepyur.
Hal itu sesuai dengan tuntunan yang tersurat dalam QS Ali Imran:133-134. “Paling utama kepyur itu harus dilandasi keikhlasan. Apapun yang dimiliki dapat dikepyurkan kepada orang lain,” tuturnya.
Baik berupa dana, barang, ucapan maupun sikap dan empati. Mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir itu kepyur, melakukan tindakan baik itu kepyur, mencegah kemungkaran dan menyuruh kebaikan itu juga kepyur. Mengucapkan kata kata baik termasuk kepyur.
Sehingga dalam tataran pragmatis suka senyum, sapa dan bersikap sopan dengan siapapun adalah budaya kepyur yang harus kita tumbuh kembangkan di bulan Ramadan.
Seseorang yang suka kepyur dalam bulan Ramadan adalah orang termasuk golongan yang berakhlak positif.
Di alam telah dicontohkan bahwa dalam Ilmu Kimia molekul dan atom yang melepas elektron menjadi bermuatan positif dan dikenal dengan nama kation, sedangkan molekul dan atom yang menerima atau mendapatkan elektron menjadi bermuatan negatif dan disebut dengan anion.
Kemudian siapapun yang gemar kepyur akan mendapat SURGA. SURGA disini merupakan sebuah akronim yang akan memberi nilai tambah bagi orang melakukan kepyur dalam kehidupan sehari-hari.
(S): Selalu mendapat kemudahan disaat mengalami permasalahan kehidupan.Fakta ini secara logika sulit dicerna dan diterima dengan akal sehat namun bila dipahami secara keimanan maka semakin yakin bahwa kepyur itu merupan solusi problema kehidupan.
(U): Umur orang yang suka kepyur maka umurnya akan diperpanjang.Sebagaimana tersurat dalam Hadist Riwayat Thabrani : “Sesungguhnya sedekah orang muslim itu dapat menambah umurnya dan dapat mencegah kematian buruk.”
(R): Rejeki orang yang suka bersedekah akan melimpah berdasarkan Surat Al Baqarah 261.
Berikutnya, (G) : Gagalkan malapetaka atau musibah kepada orang yang suka kepyur. “Bersegeralah bersedekah sebab bala bencana dan musibah tidak bisa mendahului sedekah” (HR Abu Daud).
(A): Ada jaminan orang yang suka kepyur/bersedekah/berbagi mendapat jaminan masuk surga.
Rasulullah SAW bersabda sedekah dapat menghapus dosa dan dijamin masuk surga (HR Tirmidzi).
Bambang Sulistya juga menyampaikan pantun ala Blora “Menyang MBlora numpak Sepur, Sopo sing pingin mulyo kudu wani kepyur” (Pergi ke Blora naik kereta, Siapa yang ingin sejahtera harus berani kepyur/sedekah/berbagi).
Untuk menandai bulan kepyur seusai kultum dibagikan bibit buah-buahan kepada jemaah yang hadir dan paket eggroll untuk bapak ibu yang menjalankan tadarus Al-Qur’an.
“Semoga berkah dan makin mantap beribadah di bulan kepyur,” ucapnya. (*)

Ikuti Sosialisasi Empat Pilar di Rembang, para Wredatama Terlihat Bahagia

BLORA.-

Bekerja sama dengan Anggota DPD RI, Dapil Jateng H. Bambang Sutrisno, pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di tengah bulan Ramadhan 1444 H. Kegiatan dilaksanakan, Minggu (2/4/2023) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rembang.
Peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi sebanyak 100 orang berasal dari para pengurus dan anggota PWRI Kabupaten Rembang, Instansi dan ormas terkait: Koordinator PWRI eks karesidenan Pati dan sebagian Pengurus PWRI Jateng.
Dalam laporan ketua panitia, Eddy Kiswanto yang sehari-hari sebagai Ketua PWRI Rembang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati yang telah memberi dukungan dan membantu menyediakan fasilitas tempat pendopo untuk agenda kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua PWRI Jateng H. Hendro Martoyo yang telah memberikan kepercayaan kepada pengurus PWRI untuk melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Rembang.
“Demikian pula Kepada bapak Ir. H. Bambang Sutrisno MM yang telah memberi dukungan material dan dana dalam penyelenggaraan sosialisasi ini,” katanya.
Ia juga mengukapkan perasaan senang dan bangga dari para pengurus PWRI dan para peserta sosialisasi karena bisa untuk mengenang dan menyegarkan kembali ingatan mereka tentang Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.
Wakil Bupati Rembang H. Mochamad Hanies Cholil Barro memberikan ucapan terima kasih, apresiasi positif dan rasa takjub atas penyelenggara jegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bisa dipercayakan kepada pengurus PWRI Rembang.
Pihaknya juga merasa kagum atas semangat para purna tugas ternyata masih memiliki greget dalam pengabdi dan berbuat terbaik bagi Bangsa dan Negara.
Wabup Rembang berpesan agar hasil Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dapat disebarluaskan dan ditularkan ke masyarakat supaya bisa memberikan kontribusi positif terhadap keguyuban dan kerukunan umat.
Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan terobosan dalam menanamkan nilai nilai luhur yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan.
“Karena selama ini khususnya generasi muda rata-rata sudah merasa asing bahkan sudah luntur mengenal nilai-nilai luhur tersebut,” tuturnya.
Berkenaan dengan itu H.Mochamad Hanies Cholil Barro meminta kepada para peserta sosialisasi agar kegiatan seperti hari ini ibarat para peserta diberi Vaksin NKRI harga mati sebagai upaya menangkal berbagai aliran yang akan memecah belah keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua PWRI Jateng yang dianggap sebagai seniornya mantan Bupati Jepara dua pereode yang selalu rajin hadir ke Rembang untuk memberikan perhatian dan pembinaan ke PWRI Kabupaten Rembang.
Ucapan terima kasih juga ditujukan ke Anggota DPD RI H.Bambang Sutrisno yang telah memberi bantuan atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi.
“Semoga kedepan bisa kita bangun sinergi antara Pemkab Rembang dan DPD RI dalam mendukung Kemajuan Kabupaten Rembang,” ucapnya.
Sebelum mengakhiri sambutan Wakil Bupati membuka secara resmi acara sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Kemudian dilanjutkan sambutan Anggota DPD RI H.Bambang Sutrisno.
Ia mengawali sambutan dengan mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa semoga di bulan Ramadan 1444 H ini kita mendapatkan berkah, pahala dan ampunan dari Allah SWT.
Disamping itu H.Bambang Sutrisno mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Rembang yang telah berkenan memberi fasilitas tempat beserta kelengkapannya serta kehadirannya sehingga Sosialisasi Empat Pilar dapat terlaksana.
H.Bambang Sutrisno menjelaskan dan mengingatkan kembali kepada para peserta bahwa kita patut bersyukur Indonesia memiliki Pancasila yang merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) yang berfungsi sangat fundamental.
Pancasila juga sebagai sumber dari segala sumber hukum, bersifat Filosofis dan Pancasila merupakan rujukan, acuan, sekaligus tujuan dalam Pembangunan Karakter Bangsa.
Pembangunan karakter bangsa memiliki makna membangun manusia dan bangsa Indonesia yang berkarakter Pancasila. Manusia yang berkarakter Pancasila adalah manusia dan bangsa Indonesia yang memiliki ciri dan watak relegius, nasionalis, demokratis dan mengutamakan kesejahteraan rakyat.
Nilai-nilai luhur Pancasila tertuang dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945. Oleh karena itu landasan kedua yang harus menjadi acuan dalam pembangunan karakter bangsa adalah norma konstitusional UUD 1945.
Keluhuran nilai yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 memancarkan tekad dan komitmen bangsa Indonesia untuk tetap mempertahankan pembukaan itu dan bahkan tidak akan mengubahnya.
Ia memaparkan, ada empat alasan untuk tidak mengubah isi yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945.
Pertama, di dalam pembukaan UUD 1945 terdapat norma dasar universal bagi berdiri tegaknya sebuah Negara yang Merdeka dan Berdaulat.
Kedua, dalam pembukaan UUD 1945 terdapat norma yang terkait dengan tujuan negara atau tujuan nasional yang merupakan cita-cita pendiri bangsa atas berdirinya NKRI.
Tujuan negara meliputi empat butir, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertipan dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,dan keadilan sosial.
Ketiga, pembukaan UUD 1945 mengatur ketatanegaraan Indonesia khususnya tentang bentuk negara dan sistem pemerintahan. Keempat, karena nilainya sangat tinggi bagi bangsa dan negara Republik Indonesia sebagaimana tersurat di dalam pembukaan UUD 1945 terdapat rumusan dasar negara,yaitu Pancasila.
Oleh karena itu dalam pengembangan karakter bangsa, norma-norma konstitusional UUD 1945 menjadi landasan negara yang harus ditegakkan untuk kukuh berdirinya Negara Republik Indonesia.
Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dipandu langsung oleh nara sumber Hendro Martojo yang sehari- hari sebagai Ketua PWRI Provinsi Jateng.
Hendro Martojo menyajikan dan menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar.
Yaitu, Pancasila sebagai Dasar dan Idologi Negara, UUD NRI tahun 1945 sebagai konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, NKRI sebagai Bentuk Negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.
Sajian materi yang disampaikan H. Hendro Martojo sangat menarik, mudah dipahami dan diberikan contoh pengalaman yang aplikatif bisa dijadikan referensi dalam kehidupan sehari hari.
Dirinya menekankan pentingnya pengamalan Pancasila yang diterapkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari.
Motivasi para peserta sosialisasi walaupun bulan Ramadan tetap bersemangat dan memiliki antusias yang tinggi untuk menyampaikan uneg uneg dan pertanyaan saat dibuka acara tanya jawab.
Di antaranya menyoal tentang usulan agar butir-butir Pancasila diajarkan kembali kepada anak sekolah dan anggota masyarakat. Karena saat ini masih banyak anggota masyarakat bahkan para pejabat tidak hafal sila-sila dalam Pancasila.
Disamping itu muncul keresahan para pensiun dengan adanya berita bahwa gaji pensiun akan diganti sistim baru yang kurang menghargai nilai nilai pengabdian dan perjuangan yang telah diberikan kepada negara.
Dan ungkapan sulitnya mengembangkan anggota PWRI walaupun dalam AD/ART PWRI yang baru keanggotaan PWRI dengan stesel pasif. Semua pertanyaan dan ungkapan dari para peserta dijawab dengan jelas dan tuntas oleh Bapak H.Hendro Martoyo.
Ia mengingatkan bahwa PWRI adalah satu satunya organisasi perjuangan bagi para pensiun PNS/ASN terutama untuk meningkatkan kesejahteraan.
Selama ini PWRI sudah melakukan upaya konkrit untuk memperjuangkan kesejahteraan anggota salah satu hasilnya adalah para pensiunan mendapat gaji ke 13 dan gaji ke 14 (THR) serta mendapatkan tunjangan beras.
Berdasarkan hasil pengamatan dan realisasi pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Rembang menurut Bambang Sulistya selaku koordinator PWRI eks Karesdinan Pati dapat berjalan lancar dan sukses serta mampu membuat peserta gumuyu karena para peserta mendapat tambahan ilmu dan bebungah dari pantia.
“Bunga melati bunga kamboja, sosialisasi Empat Pilar hari ini membuat bahagia para Wredatama,” ucapnya. (*).

Serahkan Surat Permohonan Perlindungan Hukum dan Keadilan, DPC Partai Demokrat Blora Geruduk PN Blora

BLORA.-

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Blora, Tety Indarti bersama anggota fraksi, pengurus dan bagian hukum dari Partai Demokrat mendatangi Kantor Pengadilan Negeri (PN) Blora, Selasa (4/4/2023). Kedatangan unsur pimpinan Partai Demokrat Blora itu untuk menyerahkan surat permohonan perlindungan hukum dan keadilan kepada Ketua Mahkamah Agung RI.
Pantauan wartawan, massa datang dengan seragam biru menggunakan kendaraan roda empat pada pukul 10.30 WIB. Mereka langsung masuk kantor PN Blora dan menunggu pimpinan untuk menyerahkan surat secara langsung.
Setelah menunggu beberapa saat, Ketua DPC Partai Demokrat Blora bersama anggota ditemui Wakil Ketua PN Blora, Muhamad Fauzan Haryadi. Setelah sesaat berdiskusi, terlihat pengurus DPC Demokrat Blora menyerahkan surat. Setelah itu berfoto bareng.
“Hari ini kami penyerahan permohonan perlindungan hukum Partai Demokrat yang sekiranya dari Pak Muldoko, KLB yang kalah terus itu mengajukan PK kembali. Walaupun dia sudah kalah sekitar 16 kali,” jelas Tety.
Pihaknya juga menyayangkan langkah dan sikap Muldoko. “Ya disayangkan sekali. Sebetulnya beliau orang terhormat jadi tidak terhormat karena seperti itu. Ibaratnya tidak daftar tentara tapi pingin jadi Kasad. Ya itulah. Orang tidak sekolah pendidikan guru, tidak predikat guru pingin jadi kepala sekolah,” tegasnya.


Menurutnya, nuansa politiknya sangat kental sekali. Untuk itu, dia berharap Pak Muldoko cepat sadar. Bahwa sebenarnya celah sudah tidak ada. “Kita tahu, saya kader lama partai demokrat. Dan kita tahu beliau tidak ada berdarah-darah di Partai Demokrat. Ujungnya mana pangkalnya mana beliau tidak tahu. Kita berdoa saja semoga beliau kembali ke jalan yang benar,” paparnya.
Tety menambahkan, PN Blora merespon baik kedatangannya bersama anggota. “Ke Pengadilan Negeri ini kita sifatnya pemberitahuan saja,” tambahnya.
Diketahui, permohonan perlindungan hukum yang dilakukan DPC PD Blora ini akibat buntut panjang dari adanya penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat pada tanggal 5 Maret 2021, dengan mengubah AD/ART Partai Demokrat oleh KSP Moeldoko yang dinilai ilegal oleh para elite Partai Demokrat.
Sebelumnya Pemerintah juga telah mengeluarkan SK Menkumham RI No.M.HH.UM.01.01-47, tertanggal 31 Maret 2021, tentang Penolakan Permohonan Pengesahan Perubahan AD/ART Partai Demokrat, (Versi KLB KSP Moeldoko). Dan, sikap tegas pemerintah dalam wujud penegakan hukum ini tercermin saat Menkumham RI bersama Menkopolhukam RI, menyatakan secara resmi bahwa berdasarkan hasil verifikasi KLB Partai Demokrat yang diajukan oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko tidak memenuhi tata cara Pendaftaran Partai Politik yang diatur oleh Permenkumham dan AD/ART Partai Demokrat yang telah disahkan dan diakui oleh Negara.
Namun karena sepanjang tahun 2021 hingga tahun 2022 KSP Moeldoko dan Jhonny Allen Marbun, mengajukan upaya hukum di 3 tingkatan Pengadilan, dengan keputusan menolak permohonan kasasi dari para Pemohon Kasasi dari Moeldoko dan Jhonny Allen Marbun. Selanjutnya dengan alasan adanya 4 bukti baru (Novum), KSP Moeldoko dan JAM pada 3 Maret 2023 mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) ke MA RI, dimana ke 4 Novum tersebut faktanya bukan merupakan bukti baru, sudah pernah dijadikan bukti pada persidangan sebelumnya di PTUN. (*)

80 Jenderal Purnawirawan TNI/Polri Usulkan Anies-AHY untuk Pilpres 2024

BOGOR.-

Lebih dari 80 Jenderal atau Perwira Tinggi (Pati) Purnawirawan TNI/Polri, mendatangi Cikeas Jawa Barat, untuk bersilaturahmi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sabtu(1/4/2023). Para jenderal dari matra darat, laut, udara dan kepolisian ini mengaku sudah terlebih dulu mendatangi Lebak Bulus, kediaman Anies Baswedan, sebelum menyambangi Cikeas.
Dalam kegiatan silaturahmi yang dibalut dengan acara buka puasa bersama itu, masing-masing perwakilan matra menyampaikan aspirasinya.
Pertama, Pati Purnawirawan matra darat diwaklili oleh Letjen TNI Purn R. Ediwan Prabowo, S.Ip. Jabatan terakhir Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan.
Kedua, Matra laut diwakili oleh Laksdya TNI Purn Dr. Deddy Muhibah Pribadi, S.H., M.A.P, mantan Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI.
Ketiga, Matra udara diwakili oleh Marsdya TNI Purn Muhammad Syaugi Alaydrus, S.Sos., M.M, mantan Kepala Badan SAR Nasional.


Terakhir, perwakilan Polri adalah Brigjen Pol (P) Drs. Eldi Azwar, MAP, mantan petinggi di Baharkam Polri.
Dalam sambutannya, mereka menyampaikan kegelisahan hatinya beberapa waktu terakhir ini. “Kami merasa Indonesia saat ini sedang tidak dalam kondisi yang baik. Kami juga merasa harus ada perubahan, maka untuk melakukan perubahan ini, kami sepakat bahwa sekarang pasangan Anies dan AHY merupakan yang terbaik. Kami ingin maju bersama-sama dengan Anies dan AHY untuk mewujudkan perubahan tersebut,” ucap Letjen TNI Purn Prabowo.
Sementara Marsdya TNI Purn Muhammad Syaugi Alaydrus menguatkan pernyataan Letjen TNI Purn Prabowo. “Pasangan Anies-AHY adalah kombinasi yang cocok antara sipil dan militer,” ujat Syaugi. Syaugi adalah lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara tahun 1984. Dia juga pernah menjabat sebagai Danlanud Iswahjudi dan Panglima Komando Operasi I.


Sementara Laksdya Purn Deddy dan Brigjen Purn Eldi Azwar sepakat. “Bagi kami, ini adalah sebuah panggilan tugas, untuk ikut mengusung Anies-AHY dalam gerakan perubahan bagi Indonesia yang lebih baik.”
AHY menyambut baik aspirasi para Pati tersebut. “Saya memiliki keyakinan dan harapan, bahwa bersama-sama saya, di belakang saya, ada patriot-patriot, ada senior-senior, yang siap mendukung, bukan hanya restu, tapi juga bertempur bersama pada saatnya nanti,” ujar AHY.
“Terima kasih juga atas dukungan kepada Mas Anies dan saya yang tadi disampaikan. Saya setuju, saat ini Indonesia sedang tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Kami juga menangkap kegelisahan para senior semua yang hadir hari ini, mudah-mudahan bisa kita ubah pada saatnya nanti di 2024,” imbuhnya.
AHY berharap silaturahmi ini bisa menguatkan keyakinan dirinya untuk memperjuangkan spirit perubahan dan perbaikan. “Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kedatangan para senior, para Perwira Tinggi, yang telah berkenan, bukan hanya hadir dalam acara ramah tamah dan buka bersama, tapi hadir dalam spirit perjuangan yang sama dengan Partai Demokrat,” ucap AHY.
“Oleh karena itu, sekali lagi terima rasa hormat kami, apresiasi kami kepada Bapak-bapak sekalian yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk kembali berada di garda terdepan untuk memperjuangkan perubahan dan perbaikan,” sambungnya.
Hadir pula dalam silaturahmi antara lain, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Sekjen DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Waketum Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Sarjan Tahir, Ketua Mahkamah Partai Demokrat Mayjen TNI Purn Nachrowi Ramli, serta Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Mayjen TNI Purn Hasan Saleh, Kolonel Purn Guntur Sasono, dan Rezka Oktoberia. (*)

Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Dicabut, Indonesia Perlu Perbaiki Persepakbolaan

BLORA.-

Sungguh tak pernah terbayangkan oleh seluruh bangsa Indonesia terkait badai kehidupan yang menimpa sepak bola Indonesia di dalam bulan Ramadan 1444 Hijriah.
Di bulan yang penuh ampunan, kemulian dan bulan penuh harapan akan terjadi peristiwa bersejarah yang meluluh lantakan mimpi dan harapan bagi bangsa Indonesia, khususnys para pemain sepak bola, para pengurus sepak bola, suporter dan pencinta sepak bola di seluruh penjuru Nusantara.
Mereka meneteskan air mata sebagai refleksi perasaan duka nestapa, sedih, gundah, jengkel, mangkel (kecewa) dan marah bercampur bersenyawa menjadi satu.
Hal itu karena status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 dicabut dan dibatalkan oleh FIFA.
Tentu pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tidak serta merta tanpa ada penyebabnya. FIFA memang tak menjelaskan dengan alasan yang pasti pembatalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. FIFA hanya menyebut Republik Indonesia gagal jadi tuan rumah karena situasi yang terjadi saat ini.
Adanya kegaduhan penolakan terhadap Timnas Israel yang bertanding di Indonesia. Meskipun Presiden Joko Widodo telah menegaskan dan memberi jaminan keamanan terhadap keikutsertaan tim sepak bola Israel namun fakta tetap saja ada Kepala Daerah (Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo) yang melakukan penolakan.
“Ibarat nasi sudah menjadi bubur kita tinggal menunggu sanksi berikutnya yang akan diberikan oleh FIFA,” kata Bambang Sulistya, peminat dan pemerhati sepak bola, di Blora, Minggu (2/4/2023).
Yang jelas saat ini batalnya Indonesia jadi tuan rumah juga membuat status keikutsertaan Garuda Muda di Piala Dunia U-20 2023 dicabut.
Hal ini karena Indonesia lolos dengan status sebagai tuan rumah.Tim yang berhak wakil Asia karena maju ke semifinal adalah Uzbekkistan, Irak, Jepang dan Korea Selatan.
“Disamping itu kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 juga mengakibatkan empat kerugian,” tutur Bambang yang Ketua PWRI Blora.
Pertama rusaknya reputasi dan nama Indonesia dimata dunia internasional karena dianggap tak punya komitmen.
“Kedua, mubazir persiapan-persiapan yang telah dilakukan dan membuat kekecewaan berat dan putusnya harapan kepada para pemain sepak bola untuk berbuat terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia,” jelasnya.
Termasuk para suporter dan para pecinta sepak bola Indonesia yang merasa kehilangan hiburan dan kebanggaan terhadap pemain Indonesia yang bisa berlaga diajang internasional.
“Ketiga, adanya kerugian material akibat dana negara telah dikeluarkan untuk persiapan penyelenggara Piala Dunia U-20,” tambahnya.
Disebut Bambang dari berbagai sumber, Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk persiapan Piala Dunia U-20 dialokasikan dana Rp 500 miliar dan Kementerian PUPR menyuntik dana Rp 314 miliar untuk renovasi stadion.
“Keempat kerugian potensial, benefit atau keuntungan ekonomi yang bisa dihasilkan jika perhelatan itu bisa dilakukan di Indonesia,” lanjutnya.
Bahkan menurut peneliti Institute For Development of Economic and Finance (Indef) Nailul Huda mengukapkan Indonesia kehilangan potensi nilai ekonomi yang mencapai Rp 188 triliun menyusul gagalnya Indonesia jadi tuan rumah piala Dunia U-20.
Menyadari banyak anggota masyarakat yang kecewa dan sedih atas keputusan pencabutan FIFA tersebut sebagai bangsa yang besar Presiden Joko Widodo mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar menjadi momentum untuk berbenah diri dan memperbaiki persepakbolaan Indonesia terus berjalan dan berkembang kearah menjadi lebih baik dan profesional.
Sekaligus menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua bahwa olahraga sepak bola bisa menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa bukan menjadi alat untuk perpecahan bangsa sehingga meminta semua pihak tidak saling menyalahkan setelah Piala Dunia U-20 batal digelar di Indonesia.
Berkenaan tersebut, untuk menjadi catatan bersejarah ada ungkapan dan bentuk simpati dari berbagai elemen masyarakat yang pernah berkecimpung di dunia persepakbolaan di Bumi Blora Mustika atas terjadinya musibah dibatalkannya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
Seperti yang disampaikan Widarto atau nama panggilan Setek, dulu di tahun 90an sebagai pemain handal di Persikaba dan saat ini sebagai pejabat yang menangani olahraga di Dinas Kepemudaan, Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora.
“Sangat sedih bin prihatin karena kesempatan emas lepas bagi generasi muda harapan bangsa untuk tampil di pentas di ajang sepakbola tingkat Internasional dan sangat mustahil peluang tersebut bisa terulang kembali,” ungkap Widarto.
Ia sangat berharap semoga duka sepakbola di Indonesia hanya sebatas pembatalan sebagai tuan rumah saja tidak ada sanksi lain yang berdampak pada partisipasi Timnas Indonesia untuk berkiprah ke level dunia.
Dirinya juga memberi spirit kepada para pemain untuk tetap semangat dan berprestasi.
Kemudian, Agus Puryanto yang saat ini berdomisili di Kecamatan Ngawen Blora yang dari tahun 1995-2012 pernah berkecimpung menjadi pemain Persis Solo, Asyabab Surabaya, Persibat Batang, PSKPS Padang Sidempuan dan Persipur Purwodadi. Pada tahun 2014-2018 pernah menjadi manager Teknik Persikaba.
Ia sangat menyayangkan dan sedih kesempatan untuk jadi Tuan rumah Piala Dunia U-20 dibatalkan oleh FIFA, Perjuangan semua pihak yang ingin jadi tuan rumah jadi sia sia belaka lebih khusus impian para pemain U-20 musnah.
Dirinya memberi motivasi kepada seluruh pemain Timnas U-20 agar tetap tegar dan jangan putus asa badai pasti akan berlalu karena sepak bola sudah menjadi pilihan hidup maka harus tetap semangat dan yakin esok pasti akan datang hadiah dari langit yang memberi kesempatan yang lebih baik untuk berjuang demi kejayaan persepakbolaan Nusantara.
“Berharap tata kelola sepak bola di bawah Kepengurusan PSSI yang baru lebih bagus profesional dan komitmen dengan segala programnya,” harapnya.
Sementara H. Kunto Aji yang saat ini menjadi kepala Dinporabudpar Kabupaten Blora dulu pernah jadi pengurus Persikaba mengukapkan rasa gelo ketika harapan Indonesia menjadi tuan rumah piala Dunia U-20 gagal.
Secara singkat memberi semangat kepada para pemain Timnas U-20 dengan ucapan tetap semagat dan bersabar semoga Allah akan segera memberi peluang terbaik.
Lain halnya yang di sampaikan oleh H. Abu Nafi mantan Wakil Bupati Blora yang saat ini sebagai anggota DPRD Provinsi Jateng Komisi B.
Kyai yang dikenal santun dan ramah kepada umat itu dulu tahun 1985-1987 pernah mimpin klub sepak bola Kurnia Putra di Blora dan sebagai wakil ketua Persikaba.
Selama mengelola sepak bola di Blora mampu mewujudkan prestasi yang luar biasa walau hanya menggunakan pemain lokal bisa lolos masuk di Galakarya tingkat Nasional.
Mbah Abu, sapaannya, juga pernah mimpin olahraga Panahan, Bulu tangkis dan dayung di tingkat Jateng tak pernah bergeser dari Blora, jadi juara di tingkat Jateng.
Saat ini merasa ikut prihatin dan sedih atas gagalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
Berharap karena semua sudah terjadi sebagai orang beriman tak perlu lama-lama disesali, mari segara bangkit dan optimis untuk terus menerima realita sebagai bekal kesuksesan dimasa yang akan datang.
“Selamat berjuang adik-adik pemain Timnas jadikan pelajaran yang sangat berharga dalam menggapai masa depan yang gemilang,” ungkapnya.
Selanjutnya ada K3 yang bisa kita peroleh atas musibah Kegagalan Indonesia mendapat amanah sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20.
Pertama komitmen adalah kunci utama untuk menjadi pegangan dan landasan dalam menunaikan tugas harus dapat kita jaga dan amankan sampai realisasi kegiatan terwujud. Kedua, komunikasi yang ramah lingkungan dan berdasarkan etika birokrasi harus menjadi pegangan dari seorang pemimpin pemerintahan.
Jangan sampai memberikan pendapat atau statemen akan menimbulkan kegaduhan dan ketidakharmonisan di masyarakat. Seperti ungkapan di Jawa Lamun siro iso ngomong nanging ojo brebeki kuping (kalau anda bisa bicara jangan sampai memerahkan telinga).
Ketiga, kenetralan sikap agar dunia olahraga khususnya sepak bola tidak dijadikan alat untuk berpolitik.
“Akhirnya lagu “Hilang Permataku” bisa menjadi hiburan di saat tersadar bahwa hari ini saya masih menjalankan ibadah puasa penuh dengan harapan semoga ke depan Persepakbolaan Indonesia makin jaya dan menjanjikan,” ungkap Bambang Sulistya, mantan Sekda Blora. (*).

Bambang Sulistya: Ketakwaan Bisa Terwujud bila Umat Islam Memaknai Akronim PUASA

BLORA.-

Suasana Ramadan 1444 H di Masjid Nurul Falah RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora, Jateng mampu menebarkan aroma baru dan menciptakan spirit umat makin bergairah dalam menunaikan ibadah.
Memasuki hari pertama Ramadhan, mantan Sekda Blora H. Bambang Sulistya mendapat amanah untuk menyampaikan kuliah tujuh menit (Kultum) pada kegiatan salat Tarawih berjamaah.
“Saya mengucapkan terima kasih karena sudah 11 tahun sejak purna tugas sebagai abdi masyarakat dan abdi negara, setiap Ramadan bisa berdiri di mimbar kehormatan ini,” ucapnya sebelum menyampaikan materi kultum, di Blora, Senin (27/3/2023).
Pada malam itu, tema kultum yang disampaikan oleh Bambang adalah memaknai akronim PUASA dalam bulan Ramadan. Dijelaskan, umat Islam dimanapun berada patut bersyukur karena memiliki bulan Ramadan, yaitu bulan istimewa yang penuh keutamaan untuk menciptakan manusia yang bertakwa.
Ketakwaan itu bisa terwujud bila umat Islam mau memaknai akronim PUASA.
Yaitu, (P)-Pengendalian diri merupakan kemampuan untuk mengendalikan dirinya sendiri secara sadar agar menghasilkan perilaku selama bulan Ramadan agar tidak membatalkan ibadah puasa.
Secara lahiriah mampu mengendalikan tiga dasar kebutuhan hidup, yaitu makan, minum dan berhubungan seksual dari saat terbit matahari sampai saat matahari terbenam.
Kemudian selama berpuasa harus mampu mengendalikan atau menjaga panca indera kita terutama lisan karena ada ungkapan Mulutmu Harimaumu.
Bahkan untuk saat ini yang harus dikendalikan juga jari jemari tangan kita karena ada ungkapan baru Jarimu Harimaumu.
Sehingga sangat cerdas kalau di bulan Ramadan ada semangat untuk berhenti untuk menebarkan berita hoaks, fitnah dan berita menimbulkan perpecahan dan kebencian antar umat beragama.
“Dalam hal pengendalian di jawa ada pitutur luhur yang perlu direvitalisasi lagi, yaitu nutupi babahan howo songo artinya menutup sembilan lubang yang ada pada diri manusia agar tidak menimbulkan hawa nafsu yang bisa membatalkan puasa Ramadan,” tuturnya.
Menutup dua mata, dua lubang telinga, dua lubang hidung, mulut, lubang kemaluan dan lubang dubur.
(U)-Untuk orang beriman perintah dari Allah agar melaksanakan ibadah puasa di dalam bulan Ramadan. Sehingga selain orang beriman tidak berkewajiban untuk melaksanakan puasa Ramadan seperti orang gila dan atheis atau orang yang tidak percaya kepada Allah dan Rasulnya.
Sebagaimana tersurat dalam surat Al-Baqarah :183, “Hai orang orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Kemudian, (A)-Amalan-amalan sebagai umat muslim yang sedang berpuasa di dalam bulan Ramadan sebaiknya dapat dilaksanakan secara ikhlas dan penuh semangat.
Ada sejumlah amalan sunah dalan bulan Ramadan yang bisa dilakukan diantaranya ibadah malam (Qiyamul Lail), membaca Al-Qur’an,mendirikan salat tarawih, itikaf di masjid, mengakirkan sahur, menyegerakan berbuka puasa, memberikan makan buka puasa, bersilaturahmi ,bersedekah, mengkhatamkan Al-Qur’an, mengucapkan tasbih, takmid dan takbir, beristifar dan mencari lailatul qadar.Dengan amalan tersebut dapat membersihkan jiwa dan meningkat kepekaan spiritual.
Selanjutnya, (S)-Sambutlah bulan Ramadan dengan gembira dan semangat menggelora,karena setiap hari dalam bulan Ramadan mengandung K3 (Keberkahan, Keutamaan, Keistimewaan).
Ada ungkapan barang siapa gembira dengan masuknya bulan Ramadan ,maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.
Realita di masyarakat dalam bulan Ramadan tumbuhnya gairah dan semangat solidaritas dan umat muslim berlomba lomba untuk berbuat kebaikan kepada kaum yang lemah.
Berikutnya, (A)-Ada Jaminan orang yang berpuasa di bulan Ramadan masuk surga. Menurut Hadist Riwayat Bukhari Muslim, “Orang yang berpuasa di bulan Ramadan tidak hanya mendapatkan berkah,rahmat dan ampunan, namun Allah juga menjajikan kepada orang yang berpuasa terbebas dari panas api neraka.
Bahkan ada pendapat dari para ulama bahwa ada empat golongan manusia yang dirindukan surga, karena kegiatanya dalam kehidupan didunia di antaranya, pertama berpuasa di bulan Ramadan. Karena berbekal puasa kelak manusia menjadi jujur,sabar,takwa, dan selulu menebar kebaikan.
Kedua,mereka yang senantiasa membaca Al-Qur’an. Ketiga, mereka yang selalu menjaga lidahnya. Empat, mereka yang memberi makan orang yang kelaparan.
“Akhirnya kultum saya tutup dengan patun Ramadan, Buah mangga manis rasanya, Enaknya dimakan saat berbuka puasa, Ikhlaskan niat dalam berpuasa, Semoga terhapus segala dosa kita,” ucapnya. (*).

Dukungan kepada Anies Baswedan Semakin Kokoh: Nasdem, Demokrat, dan PKS Tandatangani Piagam Kerjasama

“…bahwa kami telah mencapai kesepakatan untuk secara bulat menetapkan Sdr. H. Anies Rasyid Baswedan, sebagai Calon Presiden 2024-2029.”

(Piagam Koalisi Perubahan, 14 Februari 2023)
***
SATU lagi batu pijak penting tercapai. Tiga partai politik yang telah memberikan dukungan resmi dan mencalonkan Anies Baswedan sebagai Calon Presiden 2024-2029 telah menandatangani dokumen kesepakatan yang diberi nama “Piagam Kerjasama Tiga Partai: Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera”.
Piagam di tandatangani oleh Ketua Umum Partai Nasdem, H. Surya Paloh; Ketua Umum Partai Demokrat, H. Agus Harimurti Yudhoyono; dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, H. Ahmad Syaikhu.
Penandatangan Piagam ini merupakan bentuk komitmen dari ketiga parpol, sekaligus menjadi ikatan formal kesepakatan ketiganya untuk mengusung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden Republik Indonesia, pada Pemilu 2024.
“…bahwa kami telah mencapai kesepakatan untuk secara bulat menetapkan Sdr. H. Anies Rasyid Baswedan, sebagai Calon Presiden 2024-2029,” demikian isi salah satu butir dari Piagam tersebut.
Kesepakatan untuk mengikat secara formal dukungan tersebut tercapai setelah melalui proses dialog mendalam, pertukaran pikiran, dan suatu musyawarah yang penuh kebersamaan.
“Kesepakatan ini didasari rasa tanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat yang menginginkan Indonesia yang terus menerus lebih baik, untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa sebagaimana yang termuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945,” tutur Willy Aditya, yang mewakili Partai Nasdem dalam tim kecil, mengutip pembukaan Piagam pada dialog dengan media, Jumat, 24 Maret 2023.
Piagam Koalisi berisi enam butir kesepakatan: 1) membentuk koalisi dengan nama Koalisi Perubahan untuk Persatuan, 2) mengusung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden 2024-2029, 3) memberi mandat kepada Calon Presiden untuk memilih Calon Pasangannya, 4) memberi keleluasaan kepada Calon Presiden untuk berkomunikasi dengan Partai Politik lainnya dalam rangka memperluas basis dukungan, 5) membentuk Sekretariat yang merupakan kelanjutan dari Tim Persiapan (Tim Kecil), dan 6) pada waktunya mengumumkan Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.
“Sesungguhnya, substansi dokumen dan keenam kesepakatan di atas telah disetujui oleh Calon Presiden Anies Baswedan dan ketiga Pimpinan Partai Politik sejak tanggal 14 Februari 2023, persis setahun sebelum pelaksanaan Pemilu 2024.
Setelah selesai perumusan, maka satu per satu Ketua Umum Partai Nasdem, Ketua Umum Partai Demokrat, dan Presiden PKS membubuhkan tanda tangan di atas dokumen piagam dimaksud,” tutur Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, anggota Tim 8.
“Menyusul selesainya proses penandatangan tersebut, atas permintaan dari para kader partai, relawan, simpatisan dan para pendukung, maka dengan ini diumumkan kepada masyarakat luas bahwa Anies Baswedan, telah resmi menjadi Calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (Koalisi Perubahan). Adapun koalisi terdiri dari Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Anies Baswedan merupakan figur pertama yang telah mengantongi syarat pencapresan. Sejauh ini Suara Koalisi 28%, dan tetap membuka ruang bagi partai lain untuk bergabung,” tegas Sudirman Said, perwakilan Anies Baswedan dalam Tim Delapan.
Dijelaskan bahwa, Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan, menyatakan siap mengemban kepercayaan yang diberikan kepadanya, dengan penuh ikhlas dan menempatkannya sebagai tanggungjawab anak negeri untuk turun tangan ketika “Indonesia Memanggil”.
Tentu Capres menyadari bahwa hal ini tidak mudah, karena makin tampak keadaan yang boleh dikatakan sebagai regresi demokrasi. Bagi Anies Baswedan, hanya dalam demokrasi, rakyat punya kebebasan dalam menyatakan kehendaknya. Hanya dalam demokrasi, rakyat dengan riang gembira menyambut perubahan. Oleh sebab itulah, Capres mengajak warga bahu membahu menghadirkan demokrasi yang berkualitas. Demokrasi yang berbasis pada gagasan, digerakkan oleh gagasan dan pada waktunya mewujudkan gagasan menjadi kenyataan yang menjawab masalah-masalah mendasar dari bangsa.


Capres memberikan apresiasi kepada semua pihak, khususnya pada Tim 8 (selama ini dikenal sebagai Tim Kecil), dan seluruh Pimpinan ketiga Partai Politik yang telah membantu memuluskan jalan perumusan Piagam Koalisi, yang hari ini disampaikan kepada publik. Capres menyadari, berdasarkan Piagam Koalisi, bahwa ada tugas dekat yang harus dikerjakan, yakni menentukan pasangan atau menentukan siapa Calon Wakil Presiden yang memenuhi kriteria yang telah disebutkan dalam Piagam Koalisi.
Untuk itu, Capres memberikan tugas baru kepada Tim 8, untuk membantu proses finalisasi pencarian pasangan, hingga pada waktunya dikomunikasikan pada koalisi, sebelum akhirnya diputuskan oleh Capres dan setelahnya disampaikan pada publik.
“Per hari ini Tim Kecil mendapat tugas dari Calon Presiden Anies Baswedan untuk membantu melanjutkan proses penentuan Calon Wakil Presiden, berdasarkan kriteria yang telah disepakati,” tutur Dr. Sohibul Iman, yang mewakili Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Menurut Sohibul Iman, terdapat lima kriteria Cawapres yang akan mendampingi Capres Anies, seperti tertuang dalam Piagam Koalisi.
“Pertama, dia memiliki kontribusi signifikan pada pemenangan. Kedua, bisa memperkuat barisan koalisi perubahan. Ketiga, memiliki kapasitas dalam membantu jalannya pemerintahan dengan efektif, Keempat, memiliki visi yang sama dengan Capres; dan kelima, mampu membangun kerjasama tim sebagai dwi tunggal,” papar Wakil Ketua Majelis Syuro PKS.
“Kerja-kerja senyap dan intensif dari Tim Kecil terus dilakukan hingga akhirnya membuahkan hasil berupa dukungan resmi seluruh Partai. Sejak hari ini, Jumat Wage 24 Maret 2023 Tim Kecil bersiap melaksanakan tugas baru dari Capres Anies untuk melanjutkan proses berikutnya. Yakni, persiapan proses untuk penetapan calon wakil presiden dari Koalisi Perubahan,” tutur Sugeng Suparwoto, salah satu Ketua Partai Nasdem, anggota Tim 8.
Sugeng menutup dengan menjelaskan bahwa koalisi ini membuka luas ruang bagi partai-partai lain untuk bergabung. “Salah satu butir kesepakatan koalisi mencerminkan spirit kolaborasi dengan kekuatan politik lainnya. Kami terus dan tetap membuka luas ruang koalisi dengan partai-partai lain yang memiliki visi yang sama,” tegas Sugeng Suparwoto.

 

*AHY CALON WAKIL PRESIDEN
Dengan telah tercapainya kesepakatan untuk secara bulat menetapkan saudara H. Anies Rasyid Baswedan sebagai Calon Presiden 2024-2029 dan telah ditandatangani dokumen kesepakatan yang diberi nama “Piagam Kerjasama Tiga Partai: Partai Nasdem,Partai Demokrat,dan Partai Keadilan Sejahtera”.
Berkenaan hal tersebut, Ketua DPC Partai Demokrat Blora Hj Tety Indarti mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Bijaksana, karena saat ini Partai Demokrat sudah punya calon Presiden yang pinter, memiliki karakter yang tangguh dan berani, serta memiliki semangat untuk mewujudkan Perubahan dan perbaikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tety sangat berharap, Calon Presiden sesuai Piagam Koalisi menggunakan kewenangan untuk memilih Ketum Demokrat H. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon Wakil Presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
“Dengan pertimbangan AHY sosok pemimpin masih muda, energik, cerdas, relegius, komunikatif dan memiliki kepekaan tinggi kepada nasibnya wong cilik, serta mampu berkontribusi positif terhadap kemenangan dalam Pemilu 2024,” ujar Tety.
Seluruh pengurus, anggota dan relawan Partai Demokrat Kabupaten Blora lanjut Tety, siap mengamankan dan menindaklanjuti operasionalisasi di lapangan untuk menggapai kemenangan.
“Buah anggur, bunga melati. Koalisi Perubahan sudah siap tempur, Insya Allah dalam Pemilu 2024 pasti jadi,” pesan Tety dalam pantun. (*)

Ngabuburit, Klub Sepeda Pancal BJJ Gowes ke Waduk Tempuran-Blora

BLORA.-

Sebagai wujud rasa syukur akan bertemu bulan Ramadan 1444 H/2023, anggota Klub Sepeda Pancal BJJ yang komandani oleh H. Soedadyo melaksanakan kegiatan sepeda santai menuju ke tempat wisata waduk Tempuran Indah, di Desa Tempuran, Kabupaten Blora, Rabu (22/3/2023).
Diawali dengan doa bersama sebelum peserta start dari Lapangan Kridosono dengan semangat membara dalam suasana guyub rukun. Setelah 40 menit perjalanan, peserta gowes tiba di tempat wisata kebanggaan masyarakat Blora.
Di lokasi yang indah yang memiliki udara segar peserta gowes berkeliling ke waduk tempuran dengan naik perahu. Salah seorang peserta gowes bernama Bu Agung sempat menyeletuk demgam canda’an, bahwa Waduk Tempuran sangat cocok untuk wisata keluarga sekaligus proses ke MK (mendinginkan kepala) di saat mengalami kejenuhan hidup.
Lain halnya komentar Sudarmono, mantan Danramil itu beranggapan Waduk Tempuran lebih mendukung untuk tempat MK (memadu kasih) bagi generasi milenia dan generasi Keren (kelompok rentan) yang berjiwa muda. “Karena tempatnya rindang, sejuk, dan damai. Pemandangan di sini cukup indah dengan terbentangnya alam persawahan serta aneka pepohonan yang mengelilingi waduk Tempuran,” ujarnya.
Sambil menunggu tersajinya hidangan makanan masakan ikan tawar, H. Soedadyo memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memberikan pencerahan kepada para anggota sepeda santai dalam menyambut datangnya bulan Ramadan 1444 H.
Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Tranmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora itu mengawali tausiahnya dengan ungkapan, mestinya kita patut bersyukur kepada Allah karena sebentar lagi kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati bulan Ramadan.
“Sebagai umat muslim dengan datangnya bulan Ramadan kita harus memperlihatkan penuh antusias, kegembiraan, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia,” pesannya mengawali tausiah.
Ramadhan lanjut Soedadyo, memiliki keutamaan yang sangat besar bila dibandingkan dengan bulan bulan yang lain.
Kegembiraan memasuki bulan Ramadhan tidak cukup dengan hanya mengucapkan Marhaban ya Ramadan atau selamat datang Ramadan, melainkan perlu pembuktian secara nyata dengan membersihkan jiwa dari noda dan dosa serta memantapkan tekad yang membaja untuk melawan hawa nafsu.
Ada 5M yang harus dihindari di dalam kehidupan ini. Tindakan tersebut sebagai upaya dalam mengendalikan diri untuk membersihkan hati di bulan Ramadhan.
“Dulu kita sering mendengarkan pitutur dari nenek moyang kita tentang Mo lima, yaitu lima hal yang berkonotasi negatif,” ucapnya.
Yaitu Madon, Medem, Maling, Main dan Madat (Main perempuan, Mabuk,Mencuri, Judi dan narkoba).
Namun yang dimaksud 5 M disini adalah lima sikap atau tindakan yang harus dieliminir dalam pergaulan hidup sehari-hari di masyarakat, antara lain sebagai berikut:
Satu, (M)-merasa dirinya paling benar baik dalam tindakan, ideanya, keputusannya, maupun segala ucapannya sehingga ada keyakinan dalam dirinya bahwa orang lain dianggap salah.
Dua, (M)-merasa dirinya paling baik, walaupun ia suka curang, mencela orang lain, munafik dan mulutnya suka berkata kotor serta tindakannya selalu berbuat maksiat dan batil. Tiga, merasa dirinya paling pintar dan orang lain dianggap bodoh, dungu atau bebal.
Sikapnya kurang (M)-menghargahi pendapat orang lain, cenderung egois dan cuek merasa sok pinter kurang peduli dengan kehidupan orang lain.
Empat, (M)-merasa tidak pernah berdosa besar dan akherat tidak begitu diyakini. Ia selalu mengikuti aliran atau pendapat bahwa masa muda untuk berfoya foya, masa tua kaya raya dan mati masuk surga.
Lima, (M)-merasa dirinya jago sedekah/kepyur/berbagi dan mengagap dirinya seorang dermawan yang suka pamer menjadi orang yang paling getol membagi bantuan.
Sementara menganggap orang lain pelit dan tidak punya kepekaan kepada orang yang kurang beruntung.
Sebelum mengakhiri wejangan H. Soedadyo menjelaskan tentang Ramadan yang memilik makna membakar atau mengasah. Disebut membakar karena dalam bulan Ramadan dosa dosa orang umat muslim akan dibakar habis.
“Sedang Ramadhan berarti mengasah karena dalam bulan inilah jiwa manusia diasah dan diasuh kembali sehingga manusia tidak lagi sombong bin mlete dan tidak tunduk pada hawa nafsu serta mementingkan dirinya sendiri,” ucapnya.
Ia mengakhiri wejangannya dengan membacakan hadist Riwayat Buchori, Rasul bersabda bukan golongan kami orang yang suka mencela, suka melaknat dan suka mulutnya berkata kotor. Selanjutnya bukan golongan kami orang yang suka berlaku curan (HR Abu Daud).
Selesai tausiah dilanjutkan makan bersama ala empat sehat lima sempurna. Baru kali ini kita merasakan nikmatnya makan bersama di wisata waduk Tempuran Indah semoga kita termasuk orang orang pandai bersyukur dan orang orang yang selalu senang dengan datangnya bulan Ramadan.
“Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1444H. Saatnya bersihkan jiwa dari segala dosa untuk kembali fitrah meraih berkah,” ucapnya. (*).

Sehat Jelang Ramadhan, Warga Perumnas Karangjati-Blora Gelar Senam Kesegaran Jasmani

BLORA.-

Dalam hitungan hari jelang Ramadhan 1444 H, sebagian warga Perumnas RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora menggelar kegiatan senam kesegaran jasmani.
Kegiatan olahraga dengan tema “Senam Jantung Sehat” yang berlangsung di Taman Perumnas, tepatnya di depan Masjid Nurul Falah pada hari Minggu (19/3/2023) itu diikuti oleh ibu ibu dan bapak bapak warga RW V Kelurahan Karangjati.
Ketua RW. V Perumnas Karangjati, Bukit Effendi mengatakan, senam kesegaran jasmani merupakan aktivitas rutin warga yang dilaksanakan dalam suasana dinamis dan penuh semangat kekeluargaan, serta kebersamaan.
“Dalam menjalani kehidupan kita harus banyak bersyukur terutama bersyukur terhadap semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah dan apa yang kita miliki,” pesan Bukit Effendi kepada peserta senam.
Menurut Bukit Effendi, makin cerdas kita bersyukur maka hidup kita pasti akan TSB (Tenang, Sehat dan Bahagia).
“Di samping itu mari kita wujudkan semangat kebersamaan untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan apalagi sebentar lagi kita akan berjumpa dengan bulan Ramadan bulan yang mulia, suci dan bulan penuh ampunan serta bulan penuh pahala,” ujarnya.
Ada ungkapan, bersama kita bisa. Ternyata, dengan kerja sama berbagai pihak kita dapat mewujudkan berbagai kegiatan yang dapat bermanfaat bagi warga RW V, yaitu bisa senam kebugaran dan hiburan gratis, sarapan gratis, pemeriksaan kesehatan gratis bahkan masih ada pencerahan kesehatan oleh dr. Galuh dari Puskesmas Kecamatan Blora.
Dalam kesempatan tersebut dr. Galuh memberi resep kepada peserta senam agar hidup tetap sehat tanpa obat khususnya untuk kaum Manula dengan resep MIO.
Yaitu, (M)-Makan makanan yang bergizi dan seimbang. Hindari makanan yang terlalu asin, manis, berkolesterol tinggi dan makanan yang mengandung banyak zat pengawet. Upayakan makan makanan sayur-sayuran dan makanan yang berserat serta makan buah-buahan.
(I)-Istirahat yang cukup jangan memforsir diri atau memaksakan diri. (O)-Olahraga yang teratur dan terukur. Bisa jalan santai, jalan cepat, bersepeda, dan senam kesegaran jasmini seperti hari ini.
“Ingat yang penting tiap hari harus ada gerakan tubuh jangan bermalas diri kalau ingin badan tetap sehat dan bugar,” tuturnya.
Di samping itu untuk menambah suasana ceria juga digelar bazar produk dari warga setiap RT dengan harga terjangkau sehingga jadi meriah dan gayeng.
Selanjutnya kegiatan rohani dari pengurus takmir Masjid Nurul Falah menjelang bulan Ramadan juga makin bersemangat dan antusias.
Seperti yang dilakukan oleh Majelis Khotmil Quran yang diketuai H.Sutardi menjelang Ramadan dengan semangat rawe-rawe rantas malang-malang putung terus menggelora untuk melaksanakan khataman Qur’an 30 juz, yang diikuti oleh para jemaah lansia yang mayoritas adalah para pensiunan ASN.
Menurut H.Sutardi kegiatan Khataman Al-Qur’an mendapat bimbingan langsung dari bapak KH Achmad Jajik Sutarji sosok ulama yang sabar, ikhlas, tanpa pamrih rela meninggalkan kepentingan pribadi untuk mengajari jemaah mengaji, membaca Al-Qur’an termasuk belajar tajwidnya sehingga para jemaah mampu membaca Al-Qur’an dengan benar dan lancar.
Untuk memberi spirit kepada jemaah yang sudah khatam Al-Qur’an diberikan sebuah piagam penghargaan dan syukuran makan bersama ala pesantren.
Bahkan untuk jemaah ibu-ibu syukuran Khatam Al-Qur’an wisata/tamasya ke Masjid Raya Sheikh Zayed masjid terbesar di Kota Solo. Dan masjid ini merupakan replika dari Sheikh Zayed Grand Mosque yang berada di Abu Dhabi Uni Emirat Arab.
Secara khusus KH Achmad Jajik Sutarji juga mengadakan syukuran secara pribadi karena putranya diangkat jadi ASN.
Itulah buah dari keikhlasan dari KH Achmad Jajik Sutarji atas pengorbanan tanpa pamrih dalam membimbing umat untuk membaca Al-Qur’an. (*).

Bhakti Praja Dibentuk sebagai Wadah Mantan Anggota DPRD Blora

BLORA.-

Bertempat di ruang pertemuan Gedung DPRD Blora, musyawarah paguyuban Bhakti Praja (mantan Anggota MPR, DPR, DPRD, DPD) Kabupaten Blora, Minggu (19/3/2023) sukses dilaksanakan.
H. Haryono SD selaku ketua panitia dalam laporannya menjelaskan, bahwa terselenggaranya musyawarah paguyuban Bhakti Praja Kabupaten Blora mulai dari tempat hingga akomodasi adalah berkat bantuan serta dukungan penuh dari Ketua DPRD Blora, H. Dasum.
“Atas nama organisasi Bhakti Praja diucapkan terima kasih,” ujar Haryono
Kegiatan musyawarah yang digelar secara sederhana dengan nuansa kekeluargaan pada hari itu mengusung tema, “Pengabdian Tanpa Akhir.”
Pada kesempatan itu Haryono mengaku bersyukur, karena dengan melalui komunikasi yang ramah lingkungan, kesabaran dan dukungan berbagai pihak yang diawali dengan kegiatan pramusda, ternyat abisa dilanjutkan pelaksanaan musyawarah paguyuban Bhakti Praja.
“Alhamdulilah bisa terlaksana dan berjalan sesuai harapan,” tandasnya.
Ketua DPRD Blora HM Dasum, dalam sambutan yang diwakili oleh Eko, salah satu pejabat eselon III dari Sekwan menyampaikan permohonan maaf karena Ketua DPRD masih ada kesibukan kedinasan sehingga tidak bisa hadir.
“Beliau menitipkan pesan semoga musyawarah paguyuban Bhakti Praja dapat berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan baru yang lebih memiliki kepekaan, berkualitas dan berdaya guna untuk memberi kontribusi positif kepada Program Pemerintah Daerah Kabupaten Blora,” kata Ketua DPRD dalam sambutan yang diwakili Eko. “Ketua DPRD siap bersinergi dengan Paguyuban Bhakti Praja,” pesannya.
“Selamat bermusyawarah dan berkarya nyata sesuai tema, Pengabdian Tanpa Akhir,” katanya.
Sementara itu Ketua Praja Masa Bhati 2018-2023, H. Soeharso yang saat ini sudah berumur lebih dari 80 tahun dan masih aktif berolahraga tenis lapangan menyampaikan, bahwa Paguyuban Bhakti Praja Kabupaten Blora merupakan satu-satunya organisasi yang anggotanya adalah para mantan anggota DPRD yang masih eksis di Eks Karesidenan Pati.
Ia menjabat ketua Bhakti Praja sudah tiga periode. Secara jujur ia menyampaikan permohonan maaf belum bisa banyak berbuat. Ia mengungkapkan aktivitas yang telah dilakukan oleh Bhakti Praja masih terbatas dalam kegiatan internal organisasi berupa pertemuan setiap bulan satu kali, kegiatan anjangsana dan bersilahtarahmi kepada anggota yang sedang sakit dan mengalami musibah.
“Untuk kegiatan eksternal masih terbatas memberi masukan atas aspirasi yang berkembang di masyarakat kepada unsur Pimpinan DPRD dan kegiatan pembagian sembako kepada anggota masyarakat yang belum beruntung,” terangnya.
Pihaknya sangat berharap agar kepengurusan yang baru di masa mendatang dapat berbuat yang lebih banyak lagi dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dikatakannya, keberadaan dan operasional organisasi Bhakti Praja selama ini didukung sepenuhnya oleh para anggota dan unsur pimpinan DPRD Kabupaten Blora.
Berkenaan dengan hal tersebut ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada unsur pimpinan dan anggota DPRD atas bantuannya.
“Semoga para wakil rakyat tetap amanah dan masih memperoleh kepercayaan lagi oleh masyarakat dalam pesta demokrasi 2024,” harapnya.
Dalam sesi musyawarah, salah seorang peserta yang juga mantan anggota DPRD Blora Bambang Sulistya menyampaikan usul kepada kepengurusan yang baru dibentuk, agar menyusun program kegiatan yang memiliki nilai manfaat, membuat sehat, menghibur dan menciptakan kebahagian lahir batin bagi para anggota. “Juga memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujar pria yang pernah menjabat Sekda Blora itu.
Menyampaikan usul seperti itu, Bambang Sulistya sambil mengingatkan peserta musyawarah akan anjuran Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yaitu menciptakan para purna tugas dengan program kegiatan yang membuat sehat dan bahagia.
“Ada parikan untuk pengurus yang baru, buah nangka buah jambu, pengurus Bhakti Praja Blora harus maju,” ucapnya.
Peserta yang hadir mayoritas didominasi mantan angota DPRD masa orde baru dan masa awal reformasi di antaranya H. Subronto Yusup (mantan Wakil Bupati Blora), H. Soeharso, Kolonel Purn Suprapto (mantan ajudan Gubernur Jateng), Letjen Purn H. Ismail, Rawuh, Yayuk dan Budi Talok (mantan kepala desa).
Berdasarkan hasil musyawarah yang dilandasi rasa kekeluargaan yang tinggi akhirnya telah disepakati secara bulat oleh seluruh peserta yang hadir tentang kepengurusan Paguyuban Bhakti Praja Kabupaten Blora masa Bhakti Praja 2023-2028 adalah sebagai berikut; Penasehat H. Subronto Yusuf dan H. Soeharso, Ketua H .Haryono SD, Sekretaris H. Budi Suryono, Bendahara Hj. Dwi Puji Rahayu.
Disamping itu, musyawarah juga telah menyepakati dan menunjuk ketua Badan Pendiri Bhakti Praja Blora H. Soeharso dan ketua Badan Pelaksana H. Haryono SD, serta disepakati Paguyuban Bhakti Praja Kabupaten Blora tidak menginduk kepada pengurus daerah provinsi Jateng. (*).