Semua tulisan dari Prayitno

Petugas Pengawas Pemilu 2024 Disarankan Amalkan Akronim NABI

BLORA.-

Badan Pengawasan Pemilian Umum (BAWASLU) Kabupaten Blora, Selasa (28/11/2023) telah menggelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu Serentak Tahun 2024 di Alun-alun Blora.
Tema yang dipilih adalah “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”. Kegiatan apel siaga diikuti unsur Forkompida, para ketua partai peserta Pemilu 2024, berbagai pihak terkait dan 494 pengawas Pemilu di seluruh jajaran Pengawas Pemilu di Kabupaten Blora.
Dalam sambutannya Ketua Bawaslu Blora Andyka Fuad Ibrahim menegaskan, bahwa sebagai pengawas Pemilu sudah siap melaksanakan tugas pengawasan secara profesional sesuai aturan yang berlaku, yaitu untuk mengawasi, mencegah dan menindak agar pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan luber dan jurdil.
Ia mengedepankan upaya pencegahan dari pada penindakan dan mengfokus pengawasan politik uang, netralitas ASN dan berbagai berita ujaran kebencian dan hoaks.
Kemudian arahan singkat dari Kajari Blora kepada para pengawas khusus yang berada di tingkat lapangan agar dalam mengemban tugas bisa amanah jangan main main kalau melakukan pelanggaran akan ditindak sendiri atau dengan bahasa lugas akan diangkut sendiri.
Selanjutnya arahan dari Kapolres Blora AKBP Agus Puryadi meminta kepada para pengawas Pemilu harus bisa mengubah kebiasaan baru untuk berperan sebagai pengawas yang profesional dan menjaga kesehatan agar tetap prima.
Upayakan mencegah kampanye hitam yang dapat menciptakan situasi kurang kondusif. Niatkan dalam menjalankan tugas sebagai amalan untuk beribadah.
Sementara sambutan Bupati Blora H Arief Rohman, mendukung dan memberikan apresiasi positif atas pelaksanakan apel siaga pengawasan tahapan kampanye Pemilu 2024. Bupati juga sangat berharap Pemilu di Kabupaten Blora berkwalitas dan bermartabat serta mampu mendorong partisipasi pemilih semakin meningkat sehingga kwalitas demokrasi akan lebih baik dan tercipta situasi yang kondusif.
Berkenaan dengan hal tersebut Bambang Sulistya mewakili partai Demokrat Blora, salah satu peserta Pemilu 2024 yang ikut hadir dalam kegiatan apel siaga pengawasan Pemilu serentak Tahun 2024 menitipkan sebuah harapan kepada seluruh petugas pengawas Pemilu 2024 di Kabupaten Blora dalam menjalankan tugas sehari-hari agar dapat mengamalkan sebuah akronim NABI.
Maknanya sebaga berikut, (N): Netralitas para petugas pengawas pemilu adalah harga mati. Supaya dapat menjalan tugas dengan baik dan menciptakan suasana pemilu yang sejuk dan damai serta berkeadilan.
“Jangan sampai mengawasi para ASN untuk bersikap Netral ternyata petugas pengawas sendiri tidak Netral ibarat dalam peribahasa “Guru kencing berdiri murid kencing berlari,” ujarnya.
(A): Aktif terjun langsung ke masyarakat sehingga tahu kejadian sebenarnya.Aktif berkoalisi dengan rakyat untuk melakukan pengawasan mandiri.
“Jangan sampai terjadi petugas pengawas pemilu hanya berada di kantor atau di rumah menunggu adanya pelaporan pelanggaran dan baru melakukan aksi ke lapangan,” jelasnya.
(B): Bijak dalam mengatasi persoalan pelanggaran pemilu dengan mengedepankan upaya pencegahan dan membangun komunikasi yang ramah lingkungan agar tercipta kondisi masyarakat tetap kondusif .
(I): Ilmu dan pengetahuan tentang pengawasan harus dikuasi oleh para petugas pengawas pemilu utama berbagai aturan perundang-undangan dan pedoman yang menyangkut tentang pengawasan pemilu.
Sehingga diharapkan para pengawas bisa bersikap profesional dan amanah dalam menjalankan tugas mulia untuk mengeliminir terjadi praktek Money Politik dan pelanggaran netralitas bagi para abdi masyarakat dan abdi Negara dalam pesta demokrasi 2024. (*).

Sambut Hari Jadi Blora ke-274, KORMI Akan Gelar Aneka Olahraga Rekreasi Berhadiah

BLORA.-

Merayakan hari jadi Blora ke-274, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Blora akan menggelar aneka olahraga rekreasi berhadiah. Rencana tersebut dibahas dalam rapat pengurus KORMI yang dilaksanakan di ruang pertemuan kantor PWRI Kabupaten Blora, Senin (6/11/2023).
Ketua KORMI Blora, H. Subekti mengatakan, selain mengadakan evaluasi dalam rapat tersebut juga dibahas berbagai rencana aktivitas dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Blora ke-274.
“KORMI merupakan organisasi keolahragaan nasional sebagai satu satunya wadah berhimpunnya berbagai induk organisasi olahraga rekreasi masyarakat Indonesia yang berstatus mandiri,” ujar Subekti.
KORMI lanjut Subekti, bertanggung jawab untuk mempromosikan, mengembangkan dan meningkatkan olahraga rekreasi di masyarakat.
“Sejak pengurus KORMI Blora dilantik oleh Bupati Blora pada 6 Desember 2021, berbagai aktivitas telah dilaksanakan oleh pengurus. Setiap hari jadi Blora selalu berkiprah menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak seperti sepeda santai dan senam kebugaran bersama Bupati Blora,” kata H. Subekti.
Event-event kegiatan olahraga rekreasi tersebut selalu disediakan hadiah doorprize yang menarik dan pemberian paket sembako kepada kaum yang belum beruntung. Walaupun belum mendapat dukungan dana dari APBD namun dengan semangat dan tekat yang membara serta niat positif untuk memajukan kegiatan olahraga rekreasi tetap berjalan dan mampu memberi nilai manfaat bagi masyarakat.
Bahkan para pengurus Kormi Kabupaten Blora dengan mengedepankan semangat rawe-rawe rantas malang putung selalu membangun koordinasi dengan pihak terkait dan proaktif terhadap berbagai kegiatan yang di helat oleh KORMI tingkat Nasional dan tingkat provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu Bambang Sulistya selaku penasehat KORMI memberikan spirit kepada pengurus agar jangan patah semangat apalagi putus asa dalam mengemban amanah untuk memajukan olahraga rekreasi di Bumi Blora Mustika.
“Jadikan semua itu sebagai lahan ibadah yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Kemudian dalam membangun komunikasi dengan pihak terkait dan berbagai elemen masyarakat agar diamalkan komunikasi yang ramah lingkungan dan mampu membumikan sesanti pitutur jawa yang adi luhung, yaitu “Lamun siro iso ngomong nanging ojo mbrebeki kuping apo maneh nganti gatelke kuping”.
Untuk rencana memeriahkan hari jadi Kabupaten Blora, KORMI harus tetap berkiprah untuk ikut berperan serta mengagendakan kegiatan olahraga rekreasi dengan menyediakan hadiah doorprize serta kegiatan pembagian paket sembako kepada kaum yang belum beruntung.
Berdasarkan berbagai masukan terutama gagasan dari Sekretaris KORMI H. Soedadyo dan usulan H. Umartono mantan asisten 2 Setda Blora, maka dapat disepakati sumbangsih dari Pengurus KORMI untuk memeriah hari jadi Kabupaten Blora ke-274.
Pertama, senam bersama Bupati yang diikuti seluruh peserta di Alun-alun Kota Blora. Kedua, penampilan senam oleh grup-grup senam dengan kreasi masing-masing, ada 4 grup, tiga dari club senam dan satu grup senam nordik.
Ketiga, diselenggarakan parade sepeda antik/kuno dengan memakai kostum khas sesuai klub sepeda kuno masing-masing dengan rute Alun-alun, jalan pemuda sampai ke tugu Pancasila kembali ke Alun-alun. Keempat, ekshibisi egrang oleh lima orang peserta. Lima ekshibisi lomba bakiak empat regu.
Enam, ekhsibisi gerobak sodor satu permainan. Kalau rencana tersebut bisa terwujud mungkin baru pertama kali di hari jadi Kabupaten Blora ada agenda olahraga rekreasi yang dapat menghibur bagi masyarakat utamanya bagi anak-anak. (*).

Bukit Effendi: Saatnya Menjadi Orang Baik

BLORA.-

Kuliah tujuh menit (kultum) seusai salat subuh berjamaah, Minggu (29/10/2023) pagi di masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora berlangsung dengan suasana penuh pencerahan keimanan dan motivasi kelangitan
Kultum disampaikan oleh Bukit Effendi yang sering dijuluki ustaz pujangga. Mengingat setiap tampil selalu memberi tausiah, selalu diselipkan pantun jenaka dan relegius yang bisa menghibur dan memberi spirit para jemaah.
Namun untuk kali ini dalam memberi kultum yang bertema “Saatnya Menjadi Orang Baik”. Ia tidak menyampaikan pantun tetapi mengukap kata bijak dari H. Bacharuddin Jusuf Habibie Presiden Indonesia ketiga, yaitu “Keburukan orang lain cukup hanya sampai ditelingamu saja.Jangan sampai terucap di lisanmu. Apalagi sampai kau tulis di sosial media”
Ungkapan tersebut sangat tepat bila dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari di tahun politik saat ini.
Apalagi menurut Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia mencatat telah terjadi tren peningkatan hoaks terkait isu pemilian umum (Pemilu) sepanjang 2023.
Peningkatan berita hampir 10 kali lipat isu berita hoaks dibanding tahun 2022.Kondisi yang demikian ini pasti akan menimbulkan keresahaan dan kondisi yang kurang kondusif di masyarakat.
Sehingga sangat tepat kalau sekarang ini saatnya untuk belajar menjadi orang baik. “Seorang muslim yang baik adalah orang yang mampu menjadi manfaat bagi sesama umat dan istiqomah dalam beribadah,” tuturnya.
Bersih dari penyakit hati. Bersikap jujur, iklhas, sabar dalam menghadapi realita kehidupan dan peduli kepada kaum yang belum beruntung.
Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.Dan Jika kamu berbuat jahat,maka kerugian kejahatan itu untuk dirimu sendiri (QS.Al-Isra:7).
Ada lima tanda orang baik dan bijak, Pertama, Wajhu Mumbasyar (Wajah yang senantiasa menggembirakan). Dia memiliki penampilan diri yang menyenangkan bila dipandang, murah senyum, hangat percakapan dan kehadirannya senantiasa dirindukan.
“Kedua, Lisanun Na’imah (tutur bahasa yang indah). Dia memiliki bahasa yang indah meskipun sederhana, mudah dipahami dan tidak membuat orang tersinggung,” lanjutnya.
Ketiga Qolbur Rahmah (hati yang menyenangkan). Hati adalah cerminan sikap pribadi seseorang.Sikap dan perilakunya memberikan rahmat bagi sekitarnya. Kehadirannya memberi manfaat,kata-kata yang terucap berfaedah buat yang mendengarnya.
Keempat, Shodrul Muftihah (lapang dada). Jiwanya terbuka, jujur, berterus terang dan bertoleransi. Arif menghadapi suasa gembira dan sedih,bijaksana dalam mengambil keputusan.
Lima, Yadul Muftihah (tangan yang senantiasa terbuka). Dia senang membantu siapa saja, bahkan tanpa perlu dimintapun dia akan peka untuk membantu.
“Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat, sabar, iklhas, bersyukur serta istiqomah dalam ketaatan menjalankan perintahNya,” katanya.
Akhirnya ustad pujangga mengajak seluruh jemaah yang hadir, janganlah berpikir untuk sempurna tetapi berpikirlah untuk berguna bagi sesama umat manusia (hairunnas anfauhum linnas) terutama yang saat ini masih banyak saudara saudara kita yang menderita dan duafa. (*).

Nur Hidayat Jabat Ketua Badan Pelaksana Klub Jantung Sehat Blora Masa Bakti 2023-2028

BLORA.-

Bertempat di ruang pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora, dilaksanakan revitalisasi kepengurusan Badan Pelaksanaan Klub Jantung Sehat (BPKJS) Kabupaten Blora, Rabu (25/10/2023).
Kegiatan yang dilakukan dengan semangat kebersamaan serta ketulusan itu diikuti peserta dari berbagai elemen masyarakat baik dari perwakilan organisasi pemerintah (OPD), Perbankan, BUMD, pecinta olah raga senam jantung sehat maupun dari para mantan pengurus lama BPKJS Blora.
Berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat, dari para peserta yang hadir terpilih sebagai Ketua Badan Pelaksana Klub Jantung Sehat Kabupaten Blora masa bakti 2023-2028 adalah Achmad Nur Hidayat. Pria yang memiliki nama populer Nur Jenggot itu sehari-harinya menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora.
Sedangkan jabatan sekretaris dipegang oleh Pipit Windri Aryati Samgautama Karna Jaya yang dikenal aktif sebagai ketua Organisasi Eco Enzym Nusantara Kabupaten Blora yang juga menjabat ketua DPW DPUPR Kabupaten Blora.
Dalam sambutannya selaku ketua BPKJS terpilih Achmad Nur Hidayat menyampaikan, bahwa amanah yang baru diterima semoga menjadi berkah dan dapat memberi nilai tambah serta manfaat bagi banyak orang.
“Saya mengajak semua yang hadir dan nantinya terpilih sebagai pengurus agar bisa bersikap iklhas dan jadikan lahan ibadah yang baru. Biarkan di masyarakat sedang bereforia tentang Capres dan Cawapres. Namun bagi kita pilihlah jalan pengabdian yang mulia untuk membuat sehat dan bahagia,” ujarnya.
Nur Jenggot berharap, BPKJS mampu menciptakan selain sehat jasmani dan rohani juga bisa mewujudkan suasana guyub rukun paseduluran sak lawase dalam rangka mendukung program sesarengan mbangun Blora melaluhi kegiatan bersama senam jantung sehat.
Sementara itu Bambang Sulistya selaku penasehat dan mantan ketua BPKJS memberikan spirit kepada para calon pengurus agar mampu berkarya nyata dalam pengabdian sebagai bentuk ibadah dengan sesanti wani rekoso amrih mulya dan wani kepyur amrih makmur.
Bahkan dalam tataran operasional agar bisa diterapkan managemen GG (Gawe Guyub, Gawe Guyu,Gratis Gratisan, Gawe Gagasan,dan Golek Ganjaran). “Ingat hidup itu misteri maka salah satu kunci adalah berani berbuat baik kepada siapapun walau harus siap menerima cercaan dan siap berkorban,” tuturnya.
Disamping itu sangat di harapkan BPKJS ke depan harus bisa memberikan sumbangsih dan berkinerja lebih baik dari kepengurus tahun sebelumnya.
Menurut catatan Pengurus BPKJS Blora pernah ikut andil dalam mendapatkan penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) pada saat perayaan HUT 34 Yayasan Jantung Sehat Indonesia di halaman Kantor Gubernur Jateng pada Minggu 1 November 2015.
Penghargaan diberikan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo selaku Pembina Yayasan Jantung Indonesia(YJI), Ketua YJI Cabang utama Jateng Hj. Sri Lestari Sudiro dan Pejabat (PJ) Bupati Blora Ihwan Sudrajat selaku penyelenggara pendukung Senam Jantung Sehat Kreasi Tradisional Jateng yang pertama kali di Indonesia.
Karya senam jantung sehat kreasi tradisional diciptakan oleh salah satu pengurus BPKJS Blora yang bernama Dewi Titiek berprofesi sebagai guru kesenian SMPN 4 Blora.
“Akhirnya selamat berjuang para pengurus yang baru, semoga bakti karya nyata mampu mewujudkan masyarakat Blora menjadi semakin sehat dan bahagia penuh dengan rasa suka cita,” ujarnya.
Acara itu muncul sebagai langkah cerdas dari beberapa figur elemen masyarakat untuk medinginkan suasana agar Blora makin sejuk, damai dan sehat di tengah suasana politik yang memanas. (*).

Soedadyo Ajarkan Tujuh Langkah untuk Terus Berkarya Nyata

BLORA.-

Sehat itu hebat, bermanfaat, dan menjadi jimat bagi para wredatama dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat hingga akhir usia.
Itulah ungkapan yang disampaikan oleh Sekretaris Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, H. Soedadyo ketika memberikan pencerahan dengan tema “Spirit Tujuh Rahasia Super Sehat dan Super Tua” kepada para pengurus PWRI Kabupaten Blora, Sabtu (7/10/2023) di ruang pertemuan Kantor PWRI Kabupaten Blora, Jateng.
Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Tranmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora termasuk sosok pemimpin di kota satai yang punya banyak talenta dan super sibuk karena lebih dari 15 buah organisasi yang diikuti termasuk saat ini juga di beri amanah sebagai wakil ketua Muhammadiyah Kabupaten Blora dan Sekretaris KORMI Kabupaten Blora.
Ia punya sesanti BPK dalam hidupnya, yaitu bermanfaat, produktif dan Komitmen untuk bisa membantu kepada kaum yang belum beruntung.
“Adapun tujuh Rahasia Super Sehat dan Super Tua merupakan tujuh langkah yang harus diamalkan dalam hidup sehari-hari agar bisa hidup panjang usia seperti Bapak Mahatir Mohamad umur 95 tahun masih menjadi Perdana Menteri Malaysia,” tuturnya di Blora, Senin (9/10/2023).
Diantaranya tujuh langkah tersebut sebagai berikut, pertama, orang harus banyak bergerak untuk terus berkarya nyata walaupun sudah purna tugas.
“Jangan pernah berpangku tangan, malas malasan apalagi punya kesukaan gemar mengeluh, sambat dan merasa diri sudah tidak bermanfaat,” jelasnya.
Upayakan setiap hari harus ada aktifitas positif sejak bangun tidur sampai istirahat malam.Setiap aktivitas jangan dinilai atau diukur dapat menghasilkan uang atau tidak tapi nilailah aktivitas yang dilakukan memberi manfaat baik pada diri sendiri maupun orang lain.
Hindari kegiatan yang merugikan orang lain seperti kegiatan ngrumpi,ghibah apalagi provokasi yang menyebapkan perpecahan kerukunan,persatuan dan kesatuan bangsa.
Kedua, makan jangan terlalu banyak hanya 80% dari kenyang yang penting asupan gizi seimbang dan hindari makanan yang terlalu manis,asin dan berkolesterol.
Tiga, mencegah makan daging dan memprioritaskan makanan vegetarian seperti menu sopo tahu, gado- gado,ketoprak,sup jagung,sate jamur,opor tahu,plencing kangkung dan pecel sayur lauk tahu tempe.
Keempat, memiliki tujuan hidup yang jelas,yaitu ingin hidup bahagia dunia dan akherat sehingga kegiatan olah raga rutin dijalankan menjadi kebutuhan hidup dan ibadah diamalkan dalam kehidupan nyata suka berbagi dan silaturahmi.
Kelima, dalam menjalani hidup secara teratur,disiplin tidak terburu buru, kemrungsung seperti ada yang mengejar ngejar dan tidak grusa-grusu.
Sehingga menjalani hidup secara alami dengan nuansa hati tenang penuh rasa kegembiraan.
Keenam, berani menghadapi realita kehidupan dengan penuh rasa syukur dan sabar.
Ketujuh, mampu menciptakan hubungan kekeluargaan yang kuat dan harmonis diantara keluarga sendiri, saudara, sahabat dan teman teman seperjuangan. “Ungkapan rukun agawe santosa dan crah agawe bubrah menjadi motivasi kehidupan dalam pergaulan hidup sehari hari,” jelasnya.
Kemudian dalam pencerahan tersebut juga muncul gagasan cerdas tentang upaya menyembuhkan penyakit lambung dari H.Winarno mantan Kepala Inspektorat kabupaten Blora.
Mengingat selësai acara tersebut akan dilanjutkan kegiatan menjenguk salah seorang anggota PWRI yang sedang berbaring di rumah sakit karena sakit lambung.
H. Winarno sudah biasa memanfaatkan daun Afrika untuk menyembuhkan penyakit lambung dengan cara meminum godokan daun afrika.
Kebetulan H.Winarno di halaman rumahnya juga ada tanaman daun Afrika. Bahkan menurut penjelasan ahli kesehatan daun afrika juga bermanfaat selain menyembuhkan penyakit lambung juga dapat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol, mengobati kanker payu dara,mencegah penyakit jantung dan membatu mengobati diabetes.
“InsyaAllah, lantaran daun Afrika ini penyakit lambung sembuh, ini sudah saya alami,” terangnya.
Demikian berbagai ikhtiar untuk mewujutkan sehat tanpa obat dan membangun kebahagian hidup dengan resep untuk mengamalkan tujuh rahasia super sehat dan super tua semoga dapat memberi manfaat dan berkah bagi kita semua khususnya para Wredatama. (*).

Tahun Politik, Bambang Sulistya: Pentingnya Menjaga Mulut

BLORA.-

Di dalam tahun politik ada kesan, atas nama kebebasan berpendapat dan keterbukaan informasi yakni munculnya eforia orang bebas tanpa kontrol mengeluarkan ucapan di luar kelaziman dan kepantasan hingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Selaku tokoh masyarakat di Perumnas Karangjati Blora Bambang Sulistya mengatakan, berdasarkan hasil survey saat ini udara bebas di Bumi Nusantara sudah tercemar tidak hanya polusi udara tapi juga polusi suara dari kelompok masyarakat yang memiliki predikat WTS (Waton Suloyo).
“Berkenaan dengan hal tersebut tadi pagi seusai salat subuh berjamaah saya memberikan kultum (kuliah tujuh menit) di Masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati Blora Jateng dengan tema MU,” tuturnya Minggu (8/10/2023).
Mantan Sekda Blora itu menandaskan, MU bukan kepanjangan dari Manchester United klub sepakbola profesional Inggris yang memiliki julukan Setan Merah, melainkan MU adalah Menjaga Ucapan.
Mengapa ucapan harus dijaga karena menurut Imam Al Ghazali seorang filsuf dan teolog muslim Persia mengungkapkan bahwa, “Bencana paling besar bagi manusia adalah selama manusia tidak bisa mengendalikan lisan”.
Bahkan ada pepatah Arab yang menyebutkan bahwa ucapan manusia lebih tajam dari jarum. Karena ucapan dapat menembus apa apa yang tidak mungkin di tembus oleh jarum.
Di Jawa banyak ungkapan yang berkaitan ucapan yang dapat dijadikan pitutur yang bijak, diantaranya, Ajining diri soko lati lan ajining raga soko busono.
Kemudian ungkapan lain lamun siro iso ngomong nanging ajo brebeki kuping. Sak dawa dawane lurung isih dawa gurung. Dalam bahasa Indonesia ada ucapan “Mulutmu Harimaumu”.
Sementara dalam sebuah Hadist Riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata baik atau diam”.
Dari hadist ini kita memperoleh petunjuk bahwa perkataan baik itu lebih di kedepankan dan sikap diam diperintahkan pada saat tidak berkata yang baik.
Disamping itu perintah untuk diam,yaitu perintah untuk tidak mengatakan yang buruk yang dibenci atau dimurkai oleh Allah.Ingat Islam tidak menyukai omong kosong (QS Al- Shaff (61:2) dan sangat mencela ucapan yang menyebakan bencana karena lisan seperti ghibah, fitnah, adu domba dan kabar bohong.
Dalam ajaran Islam hanya mengajurkan berucap perkataan baik yang bisa menumbuhkan kasih sayang sesama umat,pembelajaran iman, pelurusan kemungkaran dan saling menasihati.Dalam konteks ucapan ini nasehat menjadi sangat penting.
Bagi orang yang berucap, nasehat diperlukan agar ucapannya tidak menebarkan kebencian dan menyakitkan lawan bicara.Kemudian Sikap diam sendiri ternyata juga memiliki nilai keutamaan yang dapat dirumuskan dalam sebuah akronim DAMAI.
Yang maknanya, (D)-Dapat melahirkan ketenangan hati dan meningkatkan imunitas diri bagi umat yang berani mengambil sikap diam.
(A)-Anti hoaks dan bisa mencegah penebaran aib seseorang. (M)-Menghindari diri dari permusuhan dan musibah. (A)-Ada jaminan bagi seseorang yang mengambil sikap diam membuka peluang masuk surga.
Sebagaimana tersurat dalam Hadist Riwayat Ibnu Hibban bahwa sesungguhnya sikap diam dapat mengusir setan dan menjadi penolong masuk surga.
(I)-Ibadah paling mudah dan paling ringan setiap umat dapat melaksanakan dan dampaknya luar biasa bagi kehidupan. Bahkan sikap diam adalah identitas dan perhiasan bagi golongan umat alim.
Di akhir kultum disampaikan Bambang Sulistya bahwa menjaga ucapan/lisan ibarat pisau bermata dua, bila digunakan pada hal-hal yang baik maka akan mendatangkan kemaslahatan (kebaikan), namun sebaliknya bila digunakan pada hal hal yang buruk maka kemudharatan pua (keburukan) akan mengiringinya. “Dan sikap diam adalah emas,” ucapnya.
Sebelum mengakiri pencerahan Bambang Sulistya menyampaika sebuah pantun untuk kita semua.
Menyiram tanaman di taman Perumnas, airnya bersal dari masjid Nurul Falah, Janganlah berucap kalau membuat hati panas agar hidup kita jadi barokah.
Selesai kultum semua peserta dapat mengambil bibit buah buahan secara gratis di teras masjid agar dapat ditanam untuk memperoleh amal jariah.
Susana berubah jadi gayeng penuh rasa kekeluargaan ketika peserta yang mengikuti kultum sedang mengambil bibit karena bisa pulang sambil membawa oleh oleh bibit jambu krista. “Semoga berkah,” ucapnya. (*)

Spirit M5 untuk Menambah Semangat dan Panjang Usia

BLORA.-

Agar bisa tetap Sehat, Produktif dan Bermanfaat disarankan untuk mengamalkan M5 dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikan penasehat PWRI Blora, H. Soekardi yang sekarang sudah berusia 90 tahun.
Dalam acara rapat pengurus Persatuan Wredatama RepIublik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora di ruang pertemuan setempat, H. Soekardi memaparkan makna 5M pada Sabtu (7/10/2023).
Akronim M5 bila dimaknai sepenuh hati bisa untuk menambah semangat hidup dan panjang umur bagi para lansia yang tergabung dalam pengurus PWRI Kabupaten, sehingga perlu ditularkan sebagai pengalaman pribadi yang selama ini telah dijalani dan terbukti memberi hasil.
(M1) – Melaksanakan ibadah secara teratur dan tepat waktu serta diupayakan secara berjamaah.
Sebagai seorang muslim salat lima waktu dan salat sunah tidah pernah lowong bahkan amalan langsung diwujudkan dalam tindakan nyata untuk selalu peduli dan berbagi kepada sesama umat yang saat ini sedang menderita.
Apa yang dilaksanakan dalam menebar kasih sayang kepada kaum lemah dilandasi dengan niat baik dan keiklhasan.
(M2) – Minum air putih hangat setiap pagi sebelum kegiatan wudu salat tahajud dengan keyakinan bahwa di dalam mulut banyak produk enzym yang sangat bermanfaat bagi kesehatantubuh yang langsung bisa terbawa air minum ke perut saat pagi hari.
(M3) – Menjadikan budaya silaturahmi sebagai kebutuhan hidup sehari-hari karena dengan silaturahmi membuat hati jadi senang dan hidup makin tenang serta punya banyak teman.
Sepekan sekali di rumah pribadi selalu diagendakan kegiatan tembang kenangan dengan para teman teman purna tugas dan sahabat yang suka menyanyi.
(M4) – Menikmati keindahan alam bersama keluarga,sahabat dan teman sejawat dengan melaksanakan kegiatan tamasya baik di wilayah Blora maupun ke tempat wisata di luar kabupaten Blora.
Ia punya prinsip biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan tamasya tidak akan membuat hidup miskin atau sengsara malah hasilnya sebaliknya hidup makin bahagia dan hilang duka lara.
(M5) – Membiasakan hidup sehat tanpa obat dengan melakukan kegiatan olah raga secara rutin, makan dengan menu gizi sesuai kebutuhan dan seimbang. Utamanya sering makan sayur sayuran, buah-buahan dan hindari makanan terlalu manis, asin, berkolestorol serta istirahat yang cukup paling lambat jam 23 malam harus sudah tidur.
Wejangan H. Soekardi menjadi sebuah anugrah yang tak ternilai bagi pengurus dan anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia(PWRI) Kabupaten Blora.
Sebagai penasehat, H.Soekardi yang saat ini sudah berumur 90 tahun adalah sosok tokoh masyarakat kota satai yang memiliki hoby menyanyi dan menikmati keindahan alam atau gemar bertamasya bersama keluarga di alam terbuka.
H. Soekardi adalah mantan Kepala SMAN 1 Blora yang sampai saat ini masih banyak aktivitas kegiatan sosial kemasyarakatan, kegiatan seni budaya tembang kenangan dan keroncong serta sangat peduli kepada kaum yang belum beruntung dengan selalu aktif berbagi memberi paket sembako kepada kaum duafa.
Ada pitutur yang bijak sebelum mengakhiri wejangan yang bertuah, yaitu dalam pergaulan hidup sehari-hari jangan pernah menghina, memfitnah apalagi menyakiti orang lain tapi tebarkan terus aura kasih sayang dan spirit guyub rukun sesarengan mbangun Blora Mustika. (*)

519 Pensiunan PNS/ASN Belum Terima Pengembalian Dana Tabungan Uang Muka Perumahan, Pengurus PWRI Blora Datangi Kantor BKD

BLORA.-

Sebagian pengurus PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kabupaten Blora, Jawa Tengah mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, Rabu (4/9/2023).
Kedatangan rombongan pengurus PWRI yang bermaksud untuk mengadakan audensi dan konsultasi itu diterima secara langsung oleh Sekretaris BKD Nunik Sulistijo yang juga mantan Camat Sambong. Pertemuan berlangsung di ruang Sekretaris BKD dalam suasana keakraban penuh rasa kekeluargaan dan menorehkan sejarah baru.
Ketua PWRI Blora, H. Bambang Sulistya mengungkapkan, latar belakang yang melandasi pengurus PWRI Blora untuk melakukan audensi dan konsultasi ke BKD adalah menindaklanjuti kerja sama PB PWRI dengan Badan Pengelola Dana Tabungan Perumahan Rakyat (BP TAPERA) tentang upaya untuk membantu memperlancar pengembalian dana tabungan uang muka perumahan yang sebelumnya dikelola oleh BAPERTARUM, dan saat ini dilanjutkan oleh BP TAPERA kepada para purnabakti Pegawai Negeri Sipil atau Aparatur Sipil Negara (PNS/ASN) yang belum mengambilnya.
Sebagai gambaran informasi yang telah disampaikan oleh Ketua PWRI Provinsi Jawa Tengah H. Hendro Martoyo, mantan Bupati Jepara dua periode, yaitu pada saat sosialisi di BKKBN Semarang bahwa para pensiunan PNS/ASN di Jateng yang belum mendapatkan pengembalian dana tabungan uang muka perumahan sebanyak 17.211 orang dengan nilai dana sebesar Rp41,3 miliar.
“Sementara di Kabupaten Blora ada 519 orang pensiunan PNS/ASN sampai saat ini yang belum menerima pengembalian dana tabungan uang muka perumahan,” ungkap Bambang Sulistya yang juga mantan Sekda Blora.
Upaya pengurus PWRI untuk membantu memperlancar pengembalian dana tabungan uang muka perumahan tersebut adalah ikhtiar kelangatin yang merupakan komitmen bahwa PWRI satu satunya organisasi yang anggotanya adalah para purna tugas atau wredatama dari PNS/ASN yang siap membantu program pemerintah dan memperjuangkan para anggotanya untuk meningkatkan kesejahteraan.
Sekaligus juga untuk membumikan sesanti PWRI, “Setiap detik untuk berbuat baik dan setiap melangkah adalah untuk beribadah”.
Persoalan yang ada berkaitan dengan para pensiunan PNS/ASN eks Bapertarum sebanyak 519 dari Kabupaten Blora tersebut hanya ada data yang berisi nama dan NIP lama tidak diketahui alamat dan asal instasi yang bersangkutan sehingga kesulitan untuk melacak keberadaan para pensiunan tersebut.
Oleh karena itu para pengurus PWRI melakukan audensi dan konsultasi ingin membangun sinergi untuk mencari solusi dalam membantu para purna tugas PNS/ASN yang belum memperoleh dana tabungan uang muka perumahan.
“Saat audensi data 519 orang saya serahkan kepada Sekretaris BKD, Bu Nunik Sulistiyo agar segera mendapatkan kelengkapan imformasi tentang alamat dan instansi yang bersangkutan,” terangnya.
Ada ungkapan bijak dari Nunik panggilan akrab sehari-hari Sekretaris BKD Blora ketika menerima berkas data 519 dari PWRI Blora.
Dengan ungkapan penuh kesatunan berucap, “Setiap orang yang mempunyai niat baik untuk membantu orang lain pasti akan mendapat kemudahan”. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih dan akan segara menindak lanjuti.
Sehari setelah audiensi, Kamis (5/9/2023) Nunik menyampaikan informasi melalui pesawat telepon bahwa 519 orang purna tugas belum bisa dilacak alamatnya karena BKD hanya bisa melacak secara elektronik untuk para purna tugas mulai tahun 2017, sehingga sebulum tahun itu hanya tercatat dalam data manual yang keberadaan perlu spirit perjuangan alias tertutup.
Semoga upaya untuk membantu memperlancar pengembalian dana tabungan uang muka perumahan eks Bapertarum ada jalan keluarnya.
Karena ada ungkapan bijak yang selalu memberi inspirasi dan motivasi kepada kita semua, bila satu pintu tertutup carilah pintu yang lain yang masih terbuka,tapi bila semua pintu sudah tertutup carilah cendala yang masih terbuka tapi bila cendala juga tertutup carilah atap yang barangkali ada yang terbuka.Namun bila semuanya sudah tertutup maka hanya ada satu pintu yang selalu terbuka, yaitu pintu doa. (*).

Gowes Bersama, Kelompok Sepeda Pancal Blora Ikuti Acara Syukuran di Beran

BLORA.-

Kecerian dan kegembiraan para peserta gowes kelompok sepeda pancal Blora yang komandani oleh H. Soedadyo mantan kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Blora sudah terpancar sejak start dari lapangan Kridosono kota Blora, Selasa (3/10/2023).
Karena diumumkan bahwa nanti finish gowes di rumah pribadi purnawirawan Kompol Larno di Kelurahan Beran Kecamatan Blora Kabupaten Blora diagendakan untuk acara syukuran.
Suasana keguyuban, kekeluargaan dan kebersamaan juga tercipta selama dalam perjalanan yang menyusuri jalan-jalan dari desa ke desa dengan pemandangan yang mengharukan sebagai dampak dari kemarau ekstrim tahun ini.
Semua peserta sepeda pancal yang mengikuti gowes merasa bersyukur air bersih untuk kebutuhan keluarga masih cukup dan masih bisa tertawa menyegarkan jiwa raga.
Sementara sebagian masyarakat di Kabupaten Blora mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih sehingga harus bersabar menunggu droping air bersih dari Pemerintah Daerah dan berbagai elemen masyarakat yang peduli untuk mengulur tangan membantu pengiriman air bersih.
Ketika acara syukuran di tempat Tini isteri Larno dimulai, diawali sambutan dari H.Soedadyo. Ia mengucapkan terimakasih atas agenda syukuran ala kelompok sepeda pancal Blora nuansanya gembira dan penuh rasa paseduluran serta dapat memberi asupan gizi tanpa mengeluarkan biaya.


“Teman teman juga merasa senang bisa bersilaturahmi di rumah pak Larno yang tersaji berbagai hidangan empat sehat lima sempurna,” kata H.Soedayo.
Ia mengajak semua hadir untuk selalu banyak bersyukur karena akan membuat kehidupan semakin bermakna dan bisa menciptakan 5A, yaitu Awak Sehat, Ati Seneng, Awet Urip, Ano Gunane dan Ajeg Ibadahe.
“Ingat sesungguhnya bahagia itu sederhana kalau kita bisa melihat sahabat dan teman kita saling bercanda dan gelak tawa ditengah kehidupan nyata yang penuh dengan cobaan serta tantangan,” ucapnya.
Bahkan bahagia itu sederhana kalau kita masih bisa tersenyum untuk menjalankan perintahNya dan menjahui laranganNya
Sementara dalam sambutan sebagai tuan rumah Kompol purnawirawan Larno juga menyampaikan rasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pemurah ternyata setelah purna tugas masih diberi kesempatan untuk bergembira ria bersama teman teman kelompok sepeda pancal yang mayoritas nyedulurke, guyup rukun penuh perhatian dan bisa membuat kebahagian hidup.
“Disamping itu teman teman gowes juga mendorong semangat untuk bersilaturahmi dan berbagi.Semoga kita semua selalu dalam lindunganNya. Sehat bermanfat dan bahagia di dunia dan di akhirat,” tuturnya.
Ada ungkapan bijak, empat cara dalam meraih kebahagian, yaitu Syukur, Ikhlas, Pasrah dan Sabar (SIPS) agar bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. (*).

Jadikan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2023 sebagai Momentum untuk Menumbuhkan Nasionalisme dan Patriotisme Generasi Milenial

BLORA.-

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2023 diharapkan dapat dijadikan momentum untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi generasi milenial.
Ungkapan itu disampaikan Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya yang juga mantan Sekda Blora, Minggu (1/10/2023).
“Pada hari Kesaktian Pancasila kita selalu diingatkan oleh peristiwa berdarah dan bersejarah tentang tragedi Gerakan 30 September (G30S) oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terjadi pada Tahun 1965 atau 58 tahun yang lalu. Saat itu saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar Kanisius kelas dua di Kota Wedi Kabupaten Klaten, Jateng,” tuturnya.
Bambang Sulistya mengenang dan mengaku menyaksikan sendiri beberapa orang yang diborgol tangannya dipajang di depan kantor Kecamatan Wedi dan dijaga ketat oleh orang-orang yang memakai seragam militer.
“Menurut wejangan orang tua saya, mereka yang diborgol tangannya tersebut adalah anggota masyarakat yang tergabung dalam anggota PKI,” kenangnya.
Pada saat itu lanjut Bambang, guru saya juga menceritakan, bahwa G 30 S telah menelan korban tujuh anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang tewas di Pondok Gede Jakarta Timur yang dikenal dengan nama Lubang Buaya pada 30 September 1965.
Tujuh anggota TNI AD tersebut adalah korban penculikan dan pembantaian biadab yang dilakukan oleh kelompok PKI. Mereka adalah almarhum R. Soeprapto, Sutoyo Siswomiharjo, S. Parman, Pierre Andreas Tendean, Ahmat Yani, MT Haryono, dan DI Pandjaitan.
Jenazahnya ditemukan 4 Oktober 1965 dan dimakamkan secara kenegaraan di Taman Makam Pahlawan di Kalibata, Jakarta Selatan pada 5 Oktober 1965.
Sehingga setiap tanggal 1 Oktober kita memperingati Hari kesaktian Pancasila agar kita semua dapat memahami sejarah bangsa Indonesia, bahwa PKI pernah berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi Negara.
Begitu pula pentingnya peran Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan sebagai falsafah hidup Bangsa Indonesia. Tema Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2023 adalah Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Maju.
Berkenaan hal tersebut tambah Bambang Sulistya, selaku warga negara Indonesia saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat dengan semangat kebersamaan dan ketulusan hati agar membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari, demi tegak dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari upaya pemecah belah bangsa.
Saat ini anggota masyarakat yang termasuk kelompok PKI bukan kepanjangan dari Partai Komunis Indonesia, tapi PKI disini adalah orang orang yang masih suka melakukan kegiatan P: Provokasi, K:Korupsi, I:Intoleransi.
“Semoga Tuhan Yang Maha Bijaksana mengabulkan niat kita semua untuk mewujudkan NKRI harus lestari dan mukti,” ungkapnya. (*).