Petani Tewas Sendirian di Ladang, Potret Buram Nasib Buruh Tani Pedesaan

Korandiva-BLORA.- Seorang petani lanjut usia, Mahmudi (65), ditemukan meninggal dunia di lahan Persil Banyu Urip Petak 113, RPH Merah BKPH Gayam, Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Kamis (14/5/2026) siang. Korban ditemukan tergeletak kaku di tengah ladang jagung yang sedang disianginya sendiri.
Peristiwa itu kembali menyingkap kerasnya kehidupan petani desa yang tetap dipaksa bekerja di usia senja, bahkan dengan kondisi kesehatan yang tidak lagi prima.

Menurut keterangan polisi, korban berangkat ke lahan sekitar pukul 09.00 WIB untuk membersihkan tanaman jagung. Namun hingga siang tak kunjung pulang. Menantunya yang curiga kemudian mencari ke lokasi dan mendapati Mahmudi sudah terbujur kaku di tanah garapan.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan diperkirakan sudah lebih dari empat jam,” kata Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono.

Teriakan histeris keluarga memecah kesunyian area persawahan. Warga sekitar dan petani lain berdatangan sebelum akhirnya polisi bersama tim medis Puskesmas Bogorejo melakukan pemeriksaan di lokasi.
Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun Mahmudi diketahui memiliki riwayat hipertensi dan diabetes mellitus.

Tragedi ini bukan sekadar kabar duka seorang petani meninggal di lahan. Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata rapuhnya perlindungan kesehatan bagi pekerja sektor pertanian di pedesaan.
Di usia 65 tahun, Mahmudi masih harus berjibaku dengan panas dan beratnya pekerjaan ladang demi mempertahankan hidup. Tidak ada sistem pengawasan kesehatan rutin di lapangan, tidak ada perlindungan kerja memadai, bahkan banyak petani lansia tetap bekerja seorang diri di area terpencil.
Ironisnya, kondisi seperti ini sudah dianggap lumrah di desa-desa agraris.
Polisi mengimbau warga yang memiliki penyakit bawaan agar tidak bekerja terlalu lama sendirian di lahan. Namun imbauan itu dinilai belum cukup menjawab persoalan mendasar: banyak petani tetap terpaksa bekerja karena tuntutan ekonomi dan minimnya jaminan kesejahteraan di masa tua.

Jenazah Mahmudi kemudian dibawa menggunakan mobil patroli Polsek Bogorejo ke rumah duka di Dukuh Ngutugan, Desa Sendangrejo. Polisi turut mengamankan barang milik korban berupa pakaian, sepeda motor Honda Astrea Grand, dan sabit yang digunakan untuk bekerja.
Di balik sabit dan ladang jagung itu, tersimpan kenyataan pahit bahwa sebagian petani di pedesaan masih menghadapi usia tua tanpa perlindungan memadai, hingga ajal pun datang di tengah sawah yang mereka rawat sendiri. (*)

Koran DIVA Cetak Edisi 1067, Terbit Tanggal 11 Mei 2026

spot_img

BERITA TERBARU

BERITA TERKAIT
Related