Pengelolola Dapur SPPG di Cepu Menjemput Berkah Ramadan Lewat Senyum Anak Yatim

Korandiva – BLORA.- Sore itu, suasana di halaman Rumah Makan Maulana, Mentul, Cepu terasa berbeda. Menjelang waktu berbuka puasa pada Sabtu (14/3/2026), puluhan warga dan tokoh masyarakat mulai berdatangan. Di antara mereka, puluhan anak yatim tampak duduk rapi, sebagian dengan wajah penuh rasa ingin tahu, sebagian lagi tak mampu menyembunyikan senyum harapan.
Di tempat itulah para pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cepu 1, Karangboyo 2, dan Nglanjuk 1 menggelar acara buka puasa bersama sekaligus pemberian santunan bagi anak-anak yatim.
Sebanyak 50 anak yatim hadir dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda berbuka puasa. Lebih dari itu, momen Ramadan dimaknai sebagai ruang untuk mempererat ukhuwah serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Joko K, pengelola SPPG Cepu 1, Karangboyo 2, dan Nglanjuk 1, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kebersamaan antara pengelola dapur program pemenuhan gizi dengan masyarakat di sekitar lingkungan mereka.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk berbagi. Kami ingin menjadikannya sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan rasa saling peduli,” ujarnya.
Menurut Joko, santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim tidak hanya berupa makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga pakaian serta sejumlah uang saku. Bantuan sederhana itu diharapkan dapat sedikit meringankan beban mereka yang berasal dari keluarga kurang beruntung.
“Alhamdulillah, di bulan suci ini kami masih diberi kesempatan untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan,” tuturnya.
Menjelang azan magrib berkumandang, suasana semakin terasa khidmat. Anak-anak yatim duduk berdampingan dengan warga dan para tokoh masyarakat.
Kebersamaan yang tercipta seakan menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menghadirkan kasih sayang kepada sesama.
Melalui kegiatan seperti ini, Joko k, berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat menjadi tradisi yang terus berlanjut setiap Ramadan di tahun-tahun mendatang.
“Semoga kebersamaan seperti ini bisa terus kita jaga, dan kegiatan santunan anak yatim dapat rutin kita lakukan setiap Ramadan,” harapnya.
Di tengah hangatnya kebersamaan sore itu, senyum anak-anak yatim menjadi gambaran sederhana bahwa berbagi, sekecil apa pun, selalu mampu menghadirkan kebahagiaan. (*)



