Ramadhan di Kantor BUMD: Syukur, Santunan, dan Silaturahmi

Korandiva-BLORA.- Sore itu halaman kantor PT Blora Patragas Hulu (BPH) di Jalan Sudarman No. 3, Blora, tampak berbeda dari biasanya. Kursi-kursi tersusun rapi, meja hidangan mulai dipenuhi takjil, sementara para tamu berdatangan satu per satu. Suasana khidmat bercampur hangat menyelimuti kegiatan tasyakuran dan buka puasa bersama yang digelar perusahaan daerah tersebut, Rabu (11/3/2026).
Bagi Direktur PT BPH, Moh. Khamdun, acara ini memiliki makna khusus. Pria yang akrab disapa Gus Khamdun itu menyebut kegiatan tersebut sebagai ungkapan syukur atas amanah yang kini diembannya.
“Ini bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT, sekaligus momentum mempererat silaturahmi dengan para sahabat dan mitra yang berada di kompleks perkantoran ini,” ujarnya.
Tak sekadar buka puasa bersama, acara juga diisi dengan santunan bagi anak-anak yatim piatu dari Kelurahan Mlangsen. Kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
Di hadapan para tamu, Gus Khamdun juga memaparkan sejumlah pembenahan yang dilakukan di lingkungan kantor. Mulai dari pembangunan tempat salat, pos satpam, hingga penataan taman agar kawasan perkantoran terlihat lebih rapi dan nyaman.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Blora, Retno Kusumowati, atas dukungan dalam pemanfaatan ruang kantor untuk menambah fasilitas pertemuan PT BPH.

Retno yang turut hadir mengapresiasi langkah penataan tersebut. Namun ia juga mengingatkan agar rencana renovasi dilakukan dengan hati-hati, mengingat di lokasi itu masih tersimpan arsip penting milik Dindukcapil.
“Penanganannya harus sesuai prosedur dan melibatkan petugas kami agar arsip tetap terjaga,” pesannya.
Suasana semakin khidmat ketika KH Slamet Syaifudin memberikan tausiah singkat menjelang waktu berbuka. Di tengah berbagai persoalan dunia—mulai dari maraknya hoaks hingga ketegangan geopolitik—ia mengajak hadirin untuk tetap berpegang pada tiga prinsip sederhana.
“Amalkan B3: bersyukur, bersabar, dan berdoa,” tuturnya.
Menurutnya, doa tidak pernah sia-sia. Allah akan mengabulkannya, baik dengan cara langsung, diganti dengan yang lebih baik, maupun disimpan sebagai pahala di akhirat.
Apresiasi juga datang dari Bambang Sulistya, salah satu kolega di kompleks perkantoran tersebut. Ia menilai kepemimpinan Gus Khamdun membawa suasana baru yang lebih terbuka dan hangat.
“Meski masih muda, beliau punya kecerdasan spiritual dan kepekaan sosial yang kuat. Cara beliau merangkul lingkungan sekitar patut diapresiasi,” katanya.
Menjelang azan Magrib, suasana kembali hening. Para tamu bersiap membatalkan puasa bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah dan ramah tamah.
Di tengah kesibukan dunia kerja, kegiatan sederhana itu menghadirkan pesan yang kuat: Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang mempererat persaudaraan dan berbagi kebahagiaan.



