Yuyus Waluyo Serap Aspirasi Grassroot, Komitmen Perjuangkan Kebutuhan Warga

Korandiva-BLORA.– Dinamika politik kerap menjadi perbincangan di tengah masyarakat desa. Tak sedikit warga yang merasa hubungan dengan anggota legislatif terkesan jauh dan kurang menyentuh kebutuhan riil mereka. Namun anggapan tersebut ditepis dalam kegiatan reses yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Blora dari Partai NasDem, Yuyus Waloyo, di Desa Gempol, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jumat (27/2/2026).
Kehadiran Yuyus di tengah masyarakat berlangsung hangat dan penuh dialog. Dengan latar belakang sebagai petani, ia tampil sederhana dan membumi. Reses kali ini bukan sekadar menjalankan amanat konstitusional, tetapi menjadi ruang rembug warga untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa beserta perangkatnya, tokoh masyarakat, para petani, serta warga Desa Banglean dan sekitarnya. Momentum ini dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi secara langsung sekaligus memastikan kebijakan daerah tidak mengabaikan kelompok petani yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian desa.
Dalam dialog tersebut, kelompok petani menyampaikan sejumlah persoalan mendasar, antara lain ketersediaan pupuk bersubsidi, belum optimalnya jaringan irigasi, stabilitas harga hasil panen, hingga kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan). Aspirasi itu disampaikan dengan harapan adanya perhatian dan keberpihakan nyata dari pemerintah daerah.
Menanggapi hal tersebut, Yuyus Waloyo menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat, khususnya para petani.
“Pertanian bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan pondasi kehidupan masyarakat desa.
Pendekatan pembangunan yang terlalu berorientasi administratif sering kali belum sepenuhnya menyentuh kehidupan riil petani. Karena itu, anggaran daerah harus diarahkan pada penguatan sektor produktif desa agar para petani tidak selalu berada pada posisi rentan,” tegas Yuyus penuh semangat.
Ia juga menambahkan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program dan anggaran di DPRD, sehingga hasil reses benar-benar bermuara pada kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Melalui kegiatan reses ini, Yuyus berharap jembatan komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat semakin erat, serta mampu menghadirkan kebijakan yang lahir dari kebutuhan nyata warga desa. (*)



