BLORAJAWA TENGAH

Taman PKK Kecamatan Blora, Dari Pekarangan Kantor Menuju Miniatur Swasembada

Korandiva-BLORA.- Pagi itu, udara di halaman Kantor Kecamatan Blora terasa lebih segar dari biasanya. Di antara rimbun daun mangga dan kelengkeng yang mulai berbuah, deretan tanaman jahe, kencur, dan kelor tumbuh subur di bedeng-bedeng yang tertata rapi. Siapa sangka, lahan yang dulunya sekadar taman kantor, kini menjelma menjadi miniatur pertanian terpadu.

Revitalisasi Taman PKK Kecamatan Blora menjadi wujud nyata komitmen Camat Blora, Hadi Praseno, S.Sos., dalam menindaklanjuti imbauan Bupati Blora, Arief Rohman, terkait optimalisasi pemanfaatan lahan. Momentum itu sejalan dengan peluncuran Program Gerakan Memanfaatkan Pekarangan (GEMAR) yang digelar di Grha Rajakaya DP4 Blora.

Bagi Hadi Praseno, taman ini bukan sekadar ruang hijau pelengkap kantor. Ia ingin menjadikannya ruang edukasi sekaligus contoh konkret bagaimana pekarangan bisa menjadi sumber pangan, gizi, bahkan tambahan pendapatan keluarga.

“Taman ini sebenarnya sudah ada sebelumnya. Tapi kami revitalisasi total agar benar-benar mencerminkan 10 Program Pokok PKK dan bisa menjadi role model bagi masyarakat,” ujarnya.

Kini, wajah taman itu berubah. Di sisi depan dan samping kantor, berbagai tanaman buah Nusantara tumbuh berdampingan—jambu air, mangga, alpukat, kelapa genjah, hingga kelengkeng. Di sudut lain, tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe, kencur, dan kelor dirawat khusus sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Tak berhenti di situ, konsep kemandirian pangan diterapkan lebih luas. Sayur-mayur dan umbi-umbian ditanam untuk kebutuhan sehari-hari. Kolam ikan lele dan nila melengkapi kawasan tersebut, bahkan sistem mina padi mulai diperkenalkan sebagai inovasi pertanian terpadu dalam skala pekarangan.

Penasehat KTNA Blora, Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA., yang meninjau lokasi pada Sabtu (28/2/2026), mengaku terkesan dengan perubahan tersebut. Menurutnya, suasana taman yang asri bukan hanya menghadirkan kesejukan visual, tetapi juga membawa pesan kuat tentang kemandirian.

“Kalau ditata lebih artistik lagi, ini bisa menjadi tempat healing keluarga sekaligus pusat pembelajaran pemanfaatan pekarangan. Potensinya besar, baik untuk kesehatan maupun peningkatan ekonomi warga,” tuturnya.

Letak Kantor Kecamatan Blora yang strategis—tepat di depan Pasar Tradisional Sido Makmur—menjadi nilai tambah tersendiri. Tidak menutup kemungkinan, ke depan taman ini bisa dikelola lebih profesional melalui kerja sama dengan pihak ketiga untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Program GEMAR dinilai sebagai langkah cerdas. Gerakan ini seakan menghidupkan kembali semangat BERDIKARI (Berdiri di Atas Kaki Sendiri) yang pernah digaungkan oleh Soekarno.

Lebih dari sekadar program, GEMAR membawa pesan sederhana namun kuat: kemandirian bisa dimulai dari halaman rumah sendiri. Jika semangat ini diikuti secara luas oleh ASN dan masyarakat, bukan mustahil Blora mampu memperkuat swasembada pangan, menekan inflasi daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dari sebuah taman kantor, harapan itu kini mulai tumbuh—setangkai demi setangkai. (*)

BERITA TERKAIT