30 C
Blora

Momentum HUT ke-80 PGRI, PGRI Blora Perkuat Peran Guru dan Kukuhkan Bunda Guru

Korandiva-BLORA.– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tahun 2025 dimanfaatkan PGRI Kabupaten Blora sebagai momentum untuk memperkuat peran organisasi, meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, serta menegaskan komitmen dalam mendukung kemajuan pendidikan dan kesejahteraan guru di Kabupaten Blora. Kegiatan tersebut dirangkai dengan penobatan Bunda Guru Kabupaten Blora, Rabu (17/12/2025).

Ketua PGRI Kabupaten Blora, Yatni, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa puncak peringatan HUT ke-80 PGRI menjadi momen penting bagi kepengurusan PGRI Blora yang baru berjalan satu tahun. Ia menegaskan, peringatan HUT PGRI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi titik awal kebangkitan peran dan eksistensi PGRI di Kabupaten Blora melalui berbagai kegiatan nyata.

“Insya Allah kami berupaya menghidupkan kembali peran PGRI di Kabupaten Blora dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat,” ujar Yatni.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan HUT ke-80 PGRI telah dilaksanakan sejak September hingga Desember 2025, meliputi berbagai perlombaan, pentas seni ketoprak, serta keikutsertaan dalam pameran inovasi pendidikan tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Dalam pameran inovasi tersebut, PGRI Blora mendapat kepercayaan untuk menampilkan Ketoprak PGRI, yang seluruh pemain dan kru merupakan guru-guru dari Kabupaten Blora. “Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Hal ini menunjukkan kuatnya sinergi dan kolaborasi antaranggota PGRI,” katanya.

Lebih lanjut, Yatni menuturkan bahwa PGRI Blora terus membangun komunikasi dan sinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Pemerintah Kabupaten Blora. Koordinasi dilakukan secara intensif dengan Bupati, Sekda, Dinas Pendidikan, BKPSDM, serta OPD terkait lainnya.

“Tujuannya agar program-program PGRI sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dan dapat berkolaborasi dengan seluruh OPD,” jelasnya.

PGRI Blora juga aktif mendukung berbagai agenda daerah, di antaranya Grebeg Sedekah Bumi, Kirab Budaya Hari Jadi Kabupaten Blora ke-276, serta program pembangunan lainnya. Meski dengan keterbatasan jumlah peserta, PGRI tetap berpartisipasi sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah.

Yatni turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Blora dalam sektor pendidikan, salah satunya melalui alokasi anggaran pendidikan yang mencapai sekitar 34 persen, melampaui ketentuan minimal nasional sebesar 20 persen. Selain itu, PGRI Blora juga mendukung langkah pemerintah daerah dalam menuntaskan persoalan tenaga honorer, khususnya honorer guru pada tahun 2025, meskipun masih terdapat sekitar 700 tenaga honorer kategori R5 yang menjadi pekerjaan rumah bersama.

IMG 20251220 WA0003

Sebagai penutup, Yatni menegaskan bahwa PGRI Kabupaten Blora siap mendukung penuh program Pemerintah Kabupaten Blora dengan mengusung slogan “Nyawiji Bangun Blora, Akur Makmur.”

Dalam kesempatan tersebut, PGRI Kabupaten Blora juga menobatkan Hj. Ainia Shalichah, S.H., M.Pd. AUD., M.Pd.BI., sebagai Bunda Guru Kabupaten Blora.

Usai penobatan, Ainia Shalichah menyoroti maraknya berbagai persoalan di dunia pendidikan. Menurutnya, dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan serius, terutama dalam menjaga integritas, etika, dan keteladanan insan pendidik. Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai panutan bagi peserta didik, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

“Guru harus menjaga integritas dan kode etik profesi, karena guru adalah teladan bagi siswa,” ujarnya saat ditemui awak media.

Ainia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan sejak dini melalui penguatan pendidikan karakter, komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua, serta pengawasan bersama. Ia menilai, apabila suatu persoalan tidak dapat diselesaikan secara internal, maka perlu dilakukan koordinasi dengan dinas pendidikan maupun pihak berwenang.

“Tidak semua masalah bisa diselesaikan oleh sekolah dan orang tua. Jika menyangkut pelanggaran serius, harus ditangani sesuai aturan dan melibatkan pihak terkait,” tegasnya.

Ia berharap, melalui peran Bunda Guru, dapat terbangun sinergi yang kuat untuk menciptakan lingkungan pendidikan di Kabupaten Blora yang aman, beretika, dan bermartabat. (*)

Berita Terbaru

spot_img

Berita Terkait