SRMA 18 Blora Dipaksa Buka Pendaftaran, Gedung Belum Ada

Korandiva-BLORA.– Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora menghadapi situasi serba sulit. Di tengah keterbatasan fasilitas dan belum adanya tambahan gedung baru, sekolah ini tetap diminta membuka pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran mendatang.
Kepala SRMA 18 Blora Tri Yuli Setyoningrum mengakui kapasitas bangunan yang digunakan saat ini sudah tidak memadai. Seluruh ruang yang ada telah terpakai untuk kebutuhan belajar sekaligus asrama siswa.
“Lantai satu dipakai asrama, lantai dua untuk ruang belajar. Satu gedung lainnya untuk ruang guru. Ruangnya sudah penuh, tapi tetap diminta buka pendaftaran,” ujarnya.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kesiapan sekolah rakyat dalam menampung tambahan siswa baru. Apalagi sistem pembelajaran yang diterapkan menggunakan pola boarding school, sehingga seluruh siswa wajib tinggal di asrama.
Sementara itu, pembangunan gedung baru hingga kini masih sebatas usulan. Kepala Dinsos P3A Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi mengatakan, proyek pembangunan masih menunggu persetujuan dari Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR.
“Masih berproses, semoga bisa masuk tahap III,” katanya.

Meski fasilitas belum siap, pemerintah pusat tetap mewajibkan SRMA membuka pendaftaran peserta didik baru. Alasannya, siswa angkatan pertama akan naik ke kelas 2 sehingga sekolah harus menerima siswa kelas 1 lagi.
Namun hingga kini, petunjuk teknis pelaksanaan penerimaan siswa maupun rekrutmen guru tambahan juga belum turun dari pusat.
“Rekrutmen siswa dan guru masih menunggu instruksi,” imbuh Luluk.

Saat ini SRMA 18 Blora baru memiliki dua rombongan belajar dengan total 50 siswa. Dengan kondisi ruang yang sudah penuh, penambahan siswa baru dikhawatirkan justru menambah persoalan baru di sekolah rakyat tersebut. (*)

Koran DIVA Cetak Edisi 1066, Terbit Tanggal 27 April 2026

spot_img

BERITA TERBARU

BERITA TERKAIT
Related