Arsip Tag: PWRI

Primkoptama Subur Jepon Gelar RAT, SHU Naik 4 Persen

Korandiva-BLORA.– Pengurus Primkoptama Subur PWRI Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2025 di Aula Kantor KPRI Dwi Eksa Jepon, Selasa (27/1/2026).

Ketua Primkoptama Subur, Tasmi, mantan kepala sekolah dasar yang dikenal disiplin, komunikatif, bersahaja, dan jujur, menegaskan bahwa pengelolaan koperasi selalu mengedepankan prinsip efisiensi, pelayanan prima, serta peningkatan kesejahteraan anggota. Hasilnya, Sisa Hasil Usaha (SHU) tahun buku 2025 meningkat 4 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ketua PWRI Kecamatan Jepon, Rajiman Santarko, SE, M.Si, menyampaikan bahwa jajaran pengurus Primkoptama diisi oleh SDM berpengalaman di bidang perkoperasian, termasuk pernah menjadi pengurus KUD Jepon. Ia berharap Primkoptama Subur semakin maju dan RAT mampu menghasilkan program yang berdampak nyata bagi kesejahteraan anggota.

Perwakilan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Blora, Dita Noviani Puspasari, SE, menilai Primkoptama Subur sebagai koperasi yang sehat, tertib administrasi, rutin menggelar RAT, serta mampu memberikan pelayanan prima. Ia juga membuka peluang konsultasi bagi pengurus apabila menghadapi kendala dalam pengelolaan koperasi.

Sementara itu, Ketua PWRI Kabupaten Blora, Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA, memberikan apresiasi atas kinerja pengurus yang mampu menjaga kesehatan koperasi. Ia juga mengajak anggota menyambut tahun 2026 dengan semangat positif melalui budaya senyum.

Menurutnya, senyum membawa banyak manfaat, mulai dari mengurangi stres, menjaga kesehatan, hingga mempererat hubungan sosial. Dalam Islam, senyum juga bernilai sedekah, sebagaimana hadis riwayat Tirmidzi: “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.”

Ia memaknai SENYUM sebagai akronim motivatif:

  • S – Selalu ceria,
  • E – Enyahkan pikiran negatif,
  • N – Nuansa kekeluargaan,
  • Y – Yakin dan bersyukur,
  • U – Utamakan empati,
  • M – Mantapkan niat berbuat baik.

“Buah jambu buah rambutan, senyummu tak bisa kulupakan,” tutupnya dengan pantun. (*)

Merajut Silaturahmi, PWRI Tunjungan Meneguhkan Semangat Pengabdian

Korandiva-BLORA.- Sabtu pagi (10/1/2026) di Kecamatan Tunjungan terasa berbeda. Suasana kebersamaan begitu kental ketika para pengurus dan anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) berkumpul dalam sebuah rapat konsolidasi organisasi yang dikemas unik dalam konsep Three In One. Tidak sekadar rapat, kegiatan ini menjadi ruang temu, refleksi, sekaligus penyemangat pengabdian bagi para purna aparatur negara.

Kegiatan dimulai dengan senam bersama yang diikuti penuh antusias. Gerakan demi gerakan dilakukan dengan wajah ceria, seolah menjadi simbol bahwa usia tak menghalangi semangat untuk tetap sehat dan aktif. Selepas itu, kebersamaan berlanjut dalam makan pagi bersama ala MBG, sebelum akhirnya masuk ke sesi sambung rasa antara pengurus PWRI, Koperasi PWRI Koptama Mardi Santosa, dan para anggota.

Hadir pula jajaran pengurus PWRI Kabupaten Blora yang memberikan perhatian khusus sekaligus suntikan motivasi. Ketua PWRI Kecamatan Tunjungan, Fauzi, S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai wahana evaluasi organisasi, mencari solusi atas berbagai tantangan, sekaligus mempererat tali silaturahmi.

“Dengan kehadiran pengurus PWRI Kabupaten Blora, kami berharap semangat juang pengabdian para pengurus dan anggota PWRI Kecamatan Tunjungan semakin tumbuh dan menguat,” ujarnya.

Di balik suasana hangat itu, tersimpan cerita kerja keras dan kolaborasi yang membuahkan hasil nyata. Ketua Koperasi PWRI Koptama Mardi Santosa Kecamatan Tunjungan, H. Supriyadi, S.Pd., memaparkan berbagai aktivitas koperasi yang selama ini menjadi penopang kesejahteraan anggota. Puncaknya, koperasi berhasil membeli lahan dan membangun Gedung PWRI Kecamatan Tunjungan pada periode 2022–2023.

Gedung yang kini berdiri megah tersebut dibangun dengan total dana Rp 1,21 miliar, terdiri dari pembelian lahan sebesar Rp 550 juta serta pembangunan gedung, pagar, dan ruko senilai Rp 660 juta. Tak hanya menjadi pusat kegiatan organisasi, gedung itu juga memberikan pemasukan rutin dari sewa ruko sebesar Rp 1 juta per bulan, yang dimanfaatkan untuk operasional dan pemeliharaan.

Apresiasi tinggi datang dari Ketua PWRI Kabupaten Blora, Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA. Ia menilai sinergi antara PWRI dan koperasi di Tunjungan sebagai contoh kolaborasi yang patut diteladani. Bahkan, ia menyebut Gedung PWRI Kecamatan Tunjungan sebagai yang terbaik di Blora, dan berpotensi menjadi yang termegah di Jawa Tengah.

“Gedung ini sangat representatif dan megah. Bisa jadi belum ada yang menyamai, bukan hanya di Blora, tetapi juga di Jawa Tengah, bahkan mungkin se-Indonesia,” ungkap mantan anggota DPRD Blora itu.

Semangat kebersamaan PWRI Tunjungan tak berhenti pada urusan internal. Di penghujung tahun 2025, organisasi ini berhasil menghimpun dana keikhlasan sebesar Rp2.100.000 yang disalurkan kepada korban bencana tanah longsor dan banjir bandang di Pulau Sumatera. Sebuah bukti bahwa kepedulian sosial tetap menjadi denyut utama gerak organisasi.

Dalam pesannya, Bambang Sulistya mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk membumikan semangat SBY: Siap berjuang meningkatkan kesejahteraan dan pengabdian, Berani berbuat baik serta bertanggung jawab, dan Yakin bahwa setiap langkah akan membawa manfaat serta perubahan.
Ia juga mengingatkan agar keluarga besar PWRI tetap bersikap prasaja, lomo, dan ora neko-neko dalam menghadapi Tahun Kuda Api (Fire Horse). Selain itu, PWRI diajak berperan aktif mendukung program Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si. dalam menjadikan Blora sebagai pusat pengembangan buah nusantara melalui gerakan menanam.

Sebagai simbol, diserahkan bantuan bibit jambu air dersono atau jambo bol yang dikenal bermanfaat bagi kesehatan. Pada kesempatan yang sama, Surat Keputusan Kepengurusan PWRI Kecamatan Tunjungan Masa Bakti 2025–2030 juga diserahkan, disertai pesan agar pengurus menjadi teladan dalam mengamalkan sesanti PWRI, “Setiap detik berbuat baik dan setiap melangkah untuk beribadah.”

Suasana semakin cair ketika H. Soedadyo, S.H., mengajak peserta melakukan tepuk tangan lansia A5: Awak sehat, Ati seneng, Awet urip, Ana gunane, lan Ajeg ibadahe. Ia pun menutup dengan pengingat spiritual tentang pentingnya budaya menanam sebagai amalan jariyah, mengutip hadis riwayat Ahmad: “Jika hari kiamat terjadi sementara di tangan salah satu di antara kamu ada bibit tanaman, maka tanamlah.”
Di Tunjungan pagi itu, PWRI tidak sekadar berkumpul. Mereka merawat silaturahmi, merayakan kebersamaan, dan meneguhkan komitmen untuk terus memberi arti bagi masyarakat. (*)

PWRI Jateng Gelar HUT ke-63 dan Rakerda, Teguhkan Semangat Lansia untuk Indonesia Emas 2045

Semarang-DIVA.— Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Jawa Tengah menggelar Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Tingkat Provinsi, yang dirangkai dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), di Aula Wisma Perdamaian, Jalan Imam Bonjol 209, Semarang, Rabu (27/8/2025).
Dalam sambutannya, Ketua PWRI Jawa Tengah, Drs. H. Hendro Martoyo, MM., menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi momentum untuk menunjukkan semakin kuatnya kecintaan para lanjut usia (lansia) terhadap organisasi. “Dengan ungkapan Jawa tresnaku PWRI sak lawase, kami ingin menegaskan bahwa rasa cinta terhadap PWRI terus tumbuh dan menyala,” ujar Hendro, yang juga pernah menjabat Bupati Jepara selama dua periode.

Tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini adalah “Dengan Semangat Merah Putih, PWRI Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Lansia Menuju Indonesia Emas 2045”. Menurut Hendro, ini merupakan momen bersejarah untuk menghormati kontribusi para pensiunan serta mendorong mereka agar terus berpartisipasi aktif dalam pengabdian hingga akhir usia.

PWRI, lanjut Hendro, berfokus pada upaya peningkatan kebugaran jasmani, kesejahteraan wredatama, serta mempererat silaturahmi, kerukunan, dan persatuan para lansia. Ia juga memotivasi seluruh anggota agar tetap berdaya dan menginspirasi, mengingat pengalaman mereka yang telah teruji. “Setiap detik kita bisa berbuat baik sebagai bentuk ibadah,” tegasnya.

Hendro juga memperkenalkan semangat hidup lansia dengan akronim SIGAP, yakni:
S: Syukur dan sabar sebagai modal utama dalam menghadapi kenyataan hidup.
I: Ikhlas dalam mengabdi kepada masyarakat.
G: Gigih dalam perjuangan menggapai cita-cita mulia.
A: Aktif berkarya nyata demi menjadi manusia yang berguna.
P: Pengendalian diri untuk menjauhi larangan dan melaksanakan perintah-Nya.

Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan sosialisasi dari PT Taspen, BPJS, dan pemaparan success story strategi penambahan anggota PWRI dari Kabupaten Grobogan. Selain itu, diserahkan pula berbagai bentuk apresiasi dan bantuan, seperti:
Penganugerahan PPTKWN dan Piagam Penghargaan Wredatama Nugraha
Bantuan alat kesehatan berupa kursi roda dan tripod
Tali asih dan bibit sukun mentega dari Hendrawan, mantan Sekda Jateng
Penyerahan hadiah lomba taplak meja tingkat Jawa Tengah
Untuk lomba taplak, Juara 1 diraih Korwil Pati, Juara 2 Korwil Banyumas, dan Juara 3 Korwil Kedu. Sementara juara harapan berturut-turut diraih oleh Korwil Kota Semarang, Surakarta, dan Pekalongan.

Sambutan dari Pengurus Besar (PB) PWRI Pusat diwakili oleh Wakil Ketua Umum, Joko Sidik Pramono. Ia menekankan pentingnya peringatan HUT sebagai upaya memperkuat rasa cinta terhadap organisasi serta menumbuhkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kerukunan di antara anggota. Ia juga menegaskan bahwa setiap program kerja harus selaras dengan yel-yel PWRI: Sehat, Bangkit, dan Sejahtera.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, Joko berkomitmen untuk terus mendorong perangkat aturan yang bisa mengimplementasikan makna keanggotaan PWRI dengan sistem pasif.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWRI Kabupaten Blora dan Korwil Pati, Ir. Bambang Sulistya, M.MA., juga mengusulkan nama Prof. Dr. Drs. H. Hadi Prabowo, MM., sebagai calon Ketua Umum PB PWRI Pusat pada Munas mendatang. Hadi Prabowo dikenal sebagai tokoh berkualitas asal Jawa Tengah, dengan pengalaman sebagai mantan Rektor IPDN, Sekjen Kemendagri, Pj. Gubernur Sumsel dan Kalteng, serta mantan Sekda Provinsi Jawa Tengah.

Acara ditutup dengan penampilan paduan suara ibu-ibu Kerta Kota Semarang serta lantunan pantun segar yang menghibur:
“Minyak kayu putih digosok di kepala, biar rambut putih semangat tetap menyala.”
“Joko Sembung makan roti, ayo bergabung ke PWRI!”
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para Ketua PWRI Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, seluruh Korwil (Pati, Surakarta, Semarang, Kedu, Banyumas, dan Pekalongan), perwakilan dari PB PWRI Pusat, serta undangan dari pihak terkait dan perwakilan Gubernur Jawa Tengah. (*)

PWRI Kecamatan Cepu Peringati HUT ke-63 dengan Semangat Persatuan dan Kesejahteraan Lansia

Korandiva-BLORA.– Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, menggelar peringatan HUT ke-63 PWRI di kediaman Ibu Mugik, pengurus PWRI Desa Ngroto, pada Kamis (24/7/2025).

Acara dihadiri oleh anggota PWRI Cepu, ibu-ibu Kerta Wredatama, Camat Cepu, para kepala kelurahan se-Kecamatan Cepu, serta pengurus PWRI Kabupaten Blora dan Kecamatan Sambong.

Ketua PWRI Cepu, Edy Purnomo, menyampaikan bahwa peringatan kali ini mengusung tema “Dengan Semangat Merah Putih, PWRI Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Lansia Menuju Indonesia Emas 2045.” Ia juga berbagi pengalaman dalam mengembangkan keanggotaan, antara lain lewat Program BS (Bahagia dan Sehat) yang meliputi senam rutin, latihan seni, dan wisata gratis.

Camat Cepu yang diwakili Guruh Robi Yulihananto, S.Psi., MA, mengapresiasi semangat PWRI dalam menciptakan suasana kekeluargaan, kekompakan, dan kegembiraan. Ia menilai para Wredatama tetap produktif dan menginspirasi meski telah purna tugas.

Sementara itu, Ketua PWRI Kabupaten Blora, Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA., mengajak seluruh anggota untuk membudayakan sikap SIGAP: Syukur, Ingat, Gigih, Aktif, dan Pengendalian diri dalam menjalani kehidupan di usia senja.

Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng, makan bersama, serta hiburan musik dari para anggota dan kepala kelurahan, yang menciptakan suasana hangat, meriah, dan penuh keakraban. (*)

PWRI Provinsi Jateng Bersiap Gelar Raker dan HUT ke-63

Korandiva – BLORA.- Pengurus Persatuan Wredatama Indonesia (PWRI) Provinsi Jawa Tengah dibawah komando Drs. H. Hendro Martojo, MM membuat lembaran baru 2025, yakni memimpin langsung silaturahmi kepada Bupati Rembang H. Harno, SE, Selasa (29/4/2025).

Hendro Martojo, MM adalah mantan Bupati Jepara dua pereode dan seorang sosok pimpinan yang memiliki sikap lembah manah,sopan satun,beretika tinggi dan mengedepan komunikasi hati yang ramah lingkungan.

Dalam silaturahmi tersebut Hendro Martojo, MM., didampingi sebagian pengurus PWRI Provinsi Jateng di antaranya, Dr. H. Warsono, SH., M.Hum, mantan Kepala PT KAI Jateng, Hj. Dwi Retno B Purwadi, S.Pd, Ketua Kerta Jateng, H. Suryo Hadi Winarno, SH mantan Kepala BKKBN Jateng, Drs. Bambang Sukardjo, MM., mantan Kabag Kerja sama Pemkot Semarang, Drs. Sri Wurni mantan Camat Pedurungan Semarang dan Suryo Hadi Winarno, SH., mantan Kabag Biro Hukum Provinsi Jateng, serta Ir. H. Bambang Sulistya., M.MA., Koordinator PWRI Eks Karesidenan Pati/Ketua PWRI Kab. Blora.

Rombongan silaturahmi diterima secara langsung oleh Bupati Rembang H. Harno, SE dengan suasana kekeluargaan, keakraban dan kegembiraan (K3) di ruang pertemuan Bupati Rembang.

Diawali ucapan terima kasih dari H Hendro Martojo atas diterimanya rombongan dari PWRI oleh Bupati Rembang, di tengah kesibukan yang padat dalam menunaikan tugas negara.

Selain bersilaturahmi Hendro Martojo, MM., menyampaikan tujuan kegiatan kunjungan ini, yaitu Pengurus PWRI Provinsi Jateng berencana menyelenggarakan rapat kerja tahunan dan kegiatan memperingati HUT ke-63 PWRI di Kabupaten Rembang.

“Rencananya kegiatan itu akan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jateng, Ketua PB PWRI Pusat, Ketua Kerta Kabupaten/Kota, Ketua PWRI Kabupaten/Kota se Jateng dan pangurus PWRI Jateng serta berbagai instansi terkait,’ jelasnya.

Berkenaan dengan hal tersebut H.Hendro Martojo mohon berkenan kepada Baputi Rembang untuk memberikan izin dan dukungan serta bantuan guna kelancaran dan kesuksesan agenda Rakor PWRI tingkat Jateng dan HUT ke-63 PWRI di Kabupaten Rembang.

Menerima tamu ‘istimewa’ itu, Bupati Rembang Harno, menyampaikan ucapan sugeng rawuh.
Bupati Harno mengungkapkan bahwa pernah bersama-sama dengan Ketua PWRI Jateng ketika melaksanakan ibadah umroh dan pencalonan anggota legistatif dari Partai Demokrat beberapa tahun yang lalu.

H. Harno juga menyampaikan permohonan maaf kepada tim silaturahmi karena agenda kesibukan dinas terpaksa belum sesuai waktu yang diagendakan.
Secara prinsip H. Harno dengan semangat keterbukaan dan kekeluargaan menyatakan Kabupaten Rembang siap menerima sebagai tempat ajang Raker dan HUT ke-63 PWRI.
Hal itu mencerminkan bahwa H. Harno adalah sosok pemimpin yang berani, profesional dan prasojo.
Tentu dengan catatan, disesuaikan dengan kondisi dan situasi serta dikaitkan dengan kebijakan pemerintah pusat tentang efisensi.

“Mengenai waktu terbaik pelaksanaan kegiatan agar dimusyawarahkan secara internal supaya bisa berjalan lancar,” kata Harno.

Ketika berembuk tentang waktu pelaksanaan, Koordinator PWRI Eks Karesidenan Pati yang juga mantan Sekda Blora Ir. H. Bambang Sulistya. M.MA., mengusulkan apabila akan dilaksanakan di akhir bulan Agustus 2025 mohon diambil tanggal yang hari pasaran legi (manis) karena pasaran legi sering digunakan hari awal giling pabrik gula supaya giling lancar dan rezeki melimpah.

“Selain itu bisa ambil tanggal yang merupakan kelipatan angka tujuh, mengingat angka tujuh di Al-Qur’an angka istimewa dan bagi orang Jawa angka tujuh diyakini simbol pitulungan,” ungkapnya.

Akhirnya disepakati pelaksanaan Rakor dan HUT ke-63 PWRI direncanakan hari Rabu Legi 27 Agustus 2025 di komplek Gedung Musium Kartini.

Menurut H Hendro Martojo dipilihnya Kabupaten Rembang karena dinilai sebagai kota santri, kota pariwisata, kota batik dan kota bersejarah tempat makam RA Kartini pejuang emansipasi wanita Indonesia, sehingga raker bisa sambil berwisata. (*)

Halalbihalal PWRI Kecamatan Bogorejo Dihadiri Pengurus Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan

Korandiva – BLORA.- Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) menyelenggarakan halalbihalal di rumah pribadi ketua PWRI Kecamatan Bogorejo, H. Suliman., S.Pd. di Desa Nglengklir Kecamatan Bogorejo pada Rabu, 9 April 2025.
Selain anggota dan pengurus PWRI Kecamatan, acara dihadiri Pengurus Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Bogorejo, Kepala Puskesmas Kecamatan Bogorejo, Camat Bogorejo beserta Kasi Pembangunan dan sebagian pengurus PWRI dan IPPK Kabupaten Blora.

“Puji syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan halalbihal 1446 H/2025 M secara swadaya dan bisa tampil istimewa sehingga membuat yang hadir bahagia. Alahmdulillah, halalbihalal ini bisa diikuti oleh para anggota PWRI dan IPPK serta berbagai tamu undangan,” kata H. Suliman, S.Pd., mengawali sambutan.

Ia menceritakan kisah perjuangan sebagai ketua PWRI dan Ketua IPPK perlu bekal bonek dan dilandasi sebagai bentuk ibadah. Semula pada saat awal menjabat sebagai Ketua PWRI anggotanya hanya 30 orang sekarang sudah mencapai lebih dari 90 orang berarti ada pengembangan anggota lebih dari 300 persen.

Untuk mendukung kiprah dalam mendinamisasikan organisasi PWRI, ia membentuk kelompok GESIT, yaitu Gerakan Etos Sedekah Iman dan Takwa.
Sebuah ikhtiar untuk membangun kerukunan dan membangkitkan semangat spiritual dari beberapa anggota yang secara ikhlas memberi dukungan dan bantuan dana.
Kegiatan meliputi pengajian rutin, Yasinan, Tadarusan Al-Qur’an dan Senam bersama serta bertamasya religius ke berbagai tempat di luar Kabupaten Blora.

Sementara dari Kepala Puskesmas Bogorejo Joko Susilo menyampaikan informasi penting yang menyangkut kesehatan bagi para wredatama, yaitu program CKG , yaitu program populis dari Presiden Prabowo Subianto berupa Cek Kesehatan Gratis untuk masyarakat termasuk memberikan obat untuk berbagai penyakit.
Disamping itu juga disampaikan pula gebrakan Bupati Blora Dr. H .Arief Rohman, SIP., M.Si., memberi peluang kepada masyarakat untuk memiliki kartu BPJS agar semakin terjamin kesehatan masyarakat sehingga bisa memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis.

Kedua info tersebut disambut peserta secara senang penuh antusias dan gegap gempita.
Sementara dari IPPK Kabupaten Blora diwakili oleh H Djasmo., M.Pd menyampaikan informasi tentang sejarah dan manfaat tali asih bersama yang selama ini dihimpun oleh IPPK.

Dana tali asih akan diberikan disaat yang aktif memberi iuran tiap bulan meninggal dunia.
Pada kesempatan yang sama, Camat Bogorejo yang diwakili Sekcam Bogorejo Drs. Kasmu, memberi apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan halalbihalal yang dilakukan oleh ketua PWRI Kecamatan Bogorejo yang dapat dijadikan ajang silaturahmi dan meningkatkan kerukunan umat.
Sehingga suasana masyarakat semakin kondusif, guyub rukun paseduluran sak lawase.
Kasmu juga menawarkan kepada pengurus PWRI Kecamatan Bogorejo agar bisa memanfaat ruang pertemuan kecamatan Bogorejo untuk kegiatan pertemuan rutin bagi pengurus dan anggota PWRI.

Sementara itu Ketua PWRI Kabupaten Blora Ir. H. Bambang Sulistya. M.MA., memberi spirit dan apresiasi positif kepada para pengurus PWRI Kecamatan Bogorejo yang telah aktif ikut nguri-nguri budaya adi luhung kegiatan halalbihalal 1446 H.
Mengingat kegiatan halalbihalal dapat memberi kontribusi positif bagi kerukunan umat dan peningkatan keimanan.
Ia menyebut, kegiatan halalbihalal dilaksanakan setelah umat Islam melakasanakan ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Selama satu bulan penuh umat islam digembleng seperti dalam Kawah Candradimuka melalui diklat kesalehan agar menjadi manusia takwa sebagaimana tersurat dalam Al-Baqarah ayat 183, yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”.

Untuk mengetahuhi apakah diklat kesalehaan selama bulan Ramadan itu telah berhasil menjadi manusia yang mutaqim atau kondisi kita masih seperti sebelum bulan Ramadan maka dapat diuji dengan metode 5M, yaitu :

M1 : Menyukai kegiatan berinfak, bersedekah, berbagi atau kepyur kepada orang-orang yang kurang beruntung.
M2 : Mampu menahan amarah dan mengendalikan diri saat mendapat ujian dan musibah.
M3 : Memberi maaf kepada orang orang yang telah berbuat salah,menyakiti dan memfitnah kepada dirinya.
M4 : Mengamalkan perbuatan baik kepada sesama umat dalam kehidupan sehari-hari.
M5 : Menjalankan ibadah wajib dan sunah secara berjamaah dan menjahui laranganNya seperti Syirik,munafik dan Zina.

“Kelima hal tersebut kalau saat ini masih melandasi dalam segala kiprah kita dalam kehidupan sehari-hari maka diklat kesalehaan selama satu bulan Ramadan berarti telah berhasil dan menorehkan predikat kita menjadi manusia takwa seperti yang tersurat dalam Surat Ali Imron ayat 134,” tuturnya.

“Selamat Idulfitri 1446 H. Mohon maaf lahir batin semoga seluruh ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadan diterima olehNya dan kita masih diberi kesempatan untuk menikmati dan menjalani Ramadan 1447 H/2026 M,” sambungnya.
Sedangkan hikmah halalbihalal disampaikan oleh Kyai Rochmat yang mengukapkan bahwa dengan melaksanakan halalbihalal kita akan memperoleh keuntungan di antaranya bisa menyambung tali silaturahmi dan mencegah perbuatan perbuatan negatif yang akan menimbulkan keretakan kerukunan umat.

Kyai Rochmat juga menyampaikan pesan istimewa, manfaatkan lima perkara sebelum datangnya lima perkara : Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Masa Kayamu sebelum datang masa kefakiranmu. Masa luangmu sebelum masa sibukmu. Masa hidupmu sebelum datang kematian.

Halalbihalal diakhiri dengan berjabat tangan sambil mengucapkan mohon maaf lahir batin dan makan bersama menu empat sehat lima sempurna ala Wredatama. (*)

H. Rajiman Santarko Terpilih Kembali sebagai Ketua PWRI Kecamatan Jepon Masa Bakti 2025-2030

Korandiva – BLORA.- Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Jepon , Kabupaten Blora menyelenggarakan reorganisasi dan pengukuhan pengurus baru, Sabtu 15 Agustus 2025.

Bertempat di PWRI Kecamatan Jepon jl Raya Blora Cepu Km 7 Jepon Blora, pelaksanaan reorganisasi berlangsung lancar, demokratis dan jurdil tanpa ada unsur rekayasa apalagi terjadinya money politik.

Secara aklamasi akhirnya terpilih kembali untuk periode ke dua Drs H. Rajiman Santarko M.Si sebagai ketua PWRI Kecamatan Jepon masa bakti 2025-2030.

Menurut Sekretaris PWRI Kecamatan Jepon Drs Sutoto, M.M.Pd., figur Rajiman Santarko merupakan sosok pimpinan yang telah banyak memberikan kontribusi positif bagi kemajuan organisasi PWRI.

“Diantaranya jumlah anggota berkembang pesat berkat strategi pendekatan anjasana keluarga melakukan silaturahmi dan berbagi kepada para ASN yang baru memasuki purna tugas,” terang Sutoto.

Kemudian juga membenahi kepengurusan koperasi wredatama sehingga koperasi PWRI Jepon mendapat predikat koperasi sehat yang setiap tahunnya selalu dapat menyelenggaran RAT tepat waktu dan memberikan SHU menjanjikan.

Bahkan dalam menyegarkan suasana kebatinan juga telah dilakukan kegiatan wisata religi ke tempat wisata ke luar dari Kabupaten Blora selama ia mengemban amanah.

Rajiman Santarko, saat terpilih kembali sebagai ketua PWRI Kecamatan Jepon menyampaikan ucapan puji syukur kepada Allah atas amanah yang diterima.Ia akan berkiprah dan berupaya untuk memberikan karya nyata yang terbaik untuk mewujudkan kesehatan, kesejahteraan dan kebahagian bagi para anggota PWRI dengan niat baik dan dilandasi sesanti “Setiap detik untuk berbuat baik dan setiap langkah untuk beribadah”.

Ia juga siap menerima masukan dan kritik yang bersifat membangun.

Sementara Ir. Bambang Sulistya,M.MA, selaku ketua PWRI Kabupaten Blora, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pengurus PWRI lama dan memberikan testimoni tentang sosok Rajiman Santarko.

Bambang Sulistya menambahkan, sosok Rajiman adalah mantan Kepala kelurahan Jepon, mantan Camat Tunjungan dan anggota DPRD kabupaten Blora masa bhakti 2014-2019.

Rajiman Santarko selama berkarier di birokrasi termasuk petugas memiliki PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tanpa cela) yang baik.

Ia prasojo, suka bergaul,memiliki tanggung jawab tinggi dan suka kepyur atau berbagi kepada orang yang kurang beruntung.
“Saya juga menitipkan pesan agar dalam melaksanakan amanah pada periode kedua, dapat mengamalkan filosofi jari tangan dalam masa bakti kepemimpinannya,” tuturnya.

Menurut mantan Sekda Blora itu, ada ungkapan bijak setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya.

Sehingga setiap pemimpin pasti memiliki nilai-nilai positif yang dapat mempengaruhi dan menggerakan orang lain seperti yang dilambangkan dalam kelima jari yang kita miliki, yaitu Ibu Jari melambangkan bahwa setiap pemimpin/ketua pasti memiliki kebaikan, keunggulan, keistimewaan, kehebatan dan kelebian dari yang dipimpin.

“Sehingga segala nilai tambah tersebut hendaknya dapat dijadikan panutan dan keteladanan bagi para anggota/staf yang dipimpin.Apalagi bisa disinergikan dan kolaborasikan dengan nilai nilai positif dari anggota/staf,” jelasnya.

Jari telunjuk, memberi informasi bahwa seorang pemimpin/ketua seharusnya bisa mengetahui dan menyadari, ia memiliki peran dan tugas untuk memberikan perintah,arahan dan petunjuk kepada anak buah.

Untuk itu dalam melakukan peran tersebut mestinya jangan dilakukan secara emosional, arogan, kasar apalagi kurang menghargai atau nguwongke kepada para anggota/staf. Upayakan bisa mewujudkan komunikasi yang menyejukan jiwa dan ramah lingkungan.
“Ketika memberi petunjuk jangan pernah menimbulkan amarah dan sakit hati,” ucapnya.

Jari tengah, melambangkan bahwa seorang pemimpin harus bisa ngayomi, melindungi, memperjuangkan anak buah dan siap berkorban untuk kepentingan yang lebih mulia.

Selanjutnya, jari manis mengamanahkan bahwa seorang pemimpin/ketua harus bisa bersikap dan bertindak cantik, manis dan menarik yang memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan staf dan mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif sesuai dengan peribahasa rukun agawe berkah dan crah agawe bubrah.

Kemudian, jari kelingking mengekspresikan bahwa pemimpin/ketua dalam melaksanakan tugas hendaknya mampu memberikan dorongan, spirit, motivasi dan gas pol kepada anak buah atau staf.

Selesai pengukuhan pengurus PWRI diagendakan makan bersama seperti program MBG (Makan Bergizi Gratis) ala para wredatama. (*)

Sekda Blora Respon Positif Permintaan PEPABRI, dan Akan Wujudkan Kerjasama dengan PWRI

Korandiva – BLORA.- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) Kabupaten Blora, Letnan Kolonel TNI (Purn) Sri Harjanto berharap mendapatkan solusi berkaitan dengan dukungan dana (anggaran) dari Pemerintah Kabupaten Blora untuk kegiatan program pengabdian dari organisasi yang dipimpinnya.

Agenda utama Ketua DPC Pepabri Kabupaten Blora menemui Sekda Blora selain untuk mempererat tali silaturahmi dan memperoleh arahan guna mewujudkan sinergitas dan kolaborasi dalam pengembangan organisasi.

“Kami juga berharap untuk mendapatkan solusi berkaitan dengan dukungan dana dari Pemerintah Kabupaten Blora, untuk kegiatan program-program pengabdian dari organisasi Pepabri,” kata Ketua Pepabri Blora, Letkol TNI (Purn) Sri Harjanto, Senin (10/2/2025).

Di hadapan Sekda Blora Komang Gede Irawadi, Letkol TNI (Purn) Sri Harjanto juga menyampaikan persoalan sertipikat kepemilikan tanah yang ada di Pepabri, supaya perlu segera dituntaskan, karena sudah lebih lima tahun persoalan tersebut masih belum ada titik terang atau penyelesaiannya.

Turut bersama Letkol TNI (Purn) Sri Harjanto dalam silaturahmi di ruang kerja Sekda Blora, yakni Kabid Organisasi Pepabri Mayor TNI (Purn) Muntoyono bersama perwakilan PWRI Kabupaten Blora.

Kedatangan rombongan Pepabri diterima langsung oleh Sekda Blora dengan nuansa kekeluargaan dan kegembiraan.

KERJASAMA KORPRI DAN PWRI
Sementara itu Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Bambang Sulistya memohon agar Sekda Blora selaku Ketua Korpri Kabupaten Blora segera mewujudkan pola kerja sama antara organisasi Korpri dan PWRI dalam upaya peningkatan sumberdaya manusia dan kegiatan olahraga bersama berupa senam kebugaran jasmani serta sepeda santai di daerah wisata kabupaten Blora.

Disamping itu dalam upaya pengembangan anggota PWRI mohon diberikan kesempatan agar setiap agenda penyerahan SK pensiun dari para ASN yang memasuki purna tugas agar PWRI diberi kesempatan untuk memberikan tawaran spirit pengabdian kepada para pensiunan ASN di masyarakat.

“Ada pantun buat kita semua. Disana gunung disini gunung, di tengah-tengahnya ada hutan jati, disana bingung disini pun bingung, agar tidak bingung tetaplah mengabdi kepada ibu pertiwi,” ucap Bambang Sulistya.

Masukan, permasalahan ide gagasan direspon secara positif oleh Sekda Blora. Termasuk segera mengupayakan melalui dana APBD untuk biaya proses pensertipikatan kepemilikan tanah yang ada di Pepabri.

“Kami sangat merespon positif, kami juga meminta kepada PEPABRI agar segera mengajukan usulan yang bersifat urgen dan sangat mendukung untuk eksistensi organisasi,” kata Sekda Blora Komang Gede Irawadi.

Kemudian tentang kerja sama kemitraan antara Korpri dengan PWRI, menurut Komang, akan segera diwujudkan termasuk diagendakannya kehadiran PWRI dalam setiap penyerahan SK pensiun ASN menjelang purna tugas. (*)

Rapat Rutin PWRI Blora, Bambang Sulistya: Stop Ghibah Diselamatkan dari Api Neraka

Korandiva – BLORA.- Ketua Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA, mengingatkan kepada seluruh anggota PWRI agar jangan mengikuti tren budaya baru yang saat ini menjadi buah bibir dan menu harian dalam pergaulan hidup sehari-hari.

“Yaitu kebiasaan hidup yang suka berperilaku ghibah dan menebar berita hoaks/fitnah. Karena perilaku gibah adalah perbuatan yang tercela yang dilarang keras oleh agama,” tegas Bambang Sulistya dalam rapat pertemuan rutin istimewa di rumah pribadi H. Winarno, S.Sos, mantan kepala inspektorat Kabupaten Blora Jl. Gunung Lawu Gang Sate, Kelurahan Tempelan, Blora, Senin 10 Februari 2025.

Menurut mantan Sekda Blora itu, perbuatan ghibah atau menggunjing bin menghujat adalah membicarakan aib, kejelekan dan keburukan orang lain. Bagi umat Islam larangan untuk bergibah harus taat dan patuh kepada Al-Qur’an surat Al Hujarat ayat 12.
Bahkan dalam Hadist Riwayat Tirmidzi 1854 disebutkan: “Barang siapa menahan ghibah akan menyelamatkan dari api neraka”.
“Saya menganjurkan untuk mengamalkan SGPC, bukan sego pecel warung makan legendaris Bu Wiryo dekat UGM yang sudah tenar sejak 1959 tapi SGPC yang maknanya. Stop Ghibah Pancar Cinta kepada segenap umat kapanpun dan dimanapun kita berada,” tuturnya.

Pada rapat pertemuan itu telah membuahkan hasil pemikiran yang sangat bermanfaat bagi kehidupan dalam berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara. Pertemuan berlangsung penuh rasa K3 : Kekeluargaan, Kerukunan dan Kegembiraan.
Diawali sambutan dari tuan rumah H.Winarno. Ia mengeluarkan uneg-uneg selama menikmati masa purna tugas dengan menyalurkan hobi menyanyi dengan diiringi dengan solo organ yang dimainkan sendiri.

“Karena menyanyi memiliki banyak manfaat baik kesehatan fisik maupun mental. Untuk kesehatan jasmani dengan mendendang lagu-lagu kenangan dapat meningkatkan kekuatan paru paru, memperlancar aliran darah, meningkatkan kesehatan jatung dan membantu mencegah kanker, sedang secara rohani dapat menangkal stres dan bisa menjadi jamu awet mudam,” ungkapnya.
Secara jujur Winarno mengutarakan sejak tahun 2003 sudah menikmati penyakit gula. Sehingga sangat paham dan profesional bagaimana cara mengatasi dan mengelola penyakit gula agar hidup tetap sehat dan bahagia.

Dalam menyikapi realita dinamika kehidupan saat ini, Gus Win panggilan terbaru saat ini. memiliki resep 5M (Madhep, Manteb, Melu, Marang, Maha Kuasa).

Berdasarkan hasil musyawarah telah disepakati oleh pengurus PWRI Blora untuk membentuk grup musik solo organ “Wreda Mustika Nada” yang dikomandani oleh Winarno (yang pernah menyabet juara lomba menyanyi tingkat Jawa Tengah) dan dibantu oleh Drs. Sugiyono, M.Si., dan Suharto, SH.

Sebagai motivasi dan tantangan Wreda Mustika Nada direncanakan akan tampil dan menjadi penghibur utama dalam acara halal bi halal keluarga besar PWRI Kabupaten Blora di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Akhir pertemuan semua peserta menyanyikan lagu Lansia Bahagia. Sepenggal syair lagu tersebut “Walau kita sudah purna. Jangan hanya mengeluh saja, Nikmati hidup dengan bersukaria, Agar sehat dan bahagia”. (*)

Doakan Anggota PWRI Blora yang akan Berangkat Haji, Bambang Sulistya: Harus Selalu Ingat NKRI

BLORA.-

Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Sabtu (17/6/2023) mendatangi rumah salah satu anggota yang akan berangkat menunaikan ibadah haji. Kedatangan pengurus PWRI ke rumah tinggal Sutiyam Sukino di Kelurahan Kunden Kecamatan Blora hari itu diwarnai suasana kekeluargaan, kegembiraan, dan kebahagian tanpa meninggalkan nuansa spiritual.
Sutiyam Sukino yang pernah menjadi guru SD yang salah satu muridnya adalah Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs Agus Andrianto itu merupakan calon haji 2023 dari Kabupaten Blora.
Mengawali kegiatan silaturahmi, Ketua PWRI Kabupaten Blora, Bambang Sulistya mengucapkan puji syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Bijaksana atas rencana keberangkatan Sutiyam untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
Disamping itu, mantan Sekda Blora itu juga mengukapkan rasa kegembiraan dan kebanggaan dari seluruh teman-teman PWRI karena Sutiyam mendapat kesempatan istimewa menjadi tamu Allah ke Baitullah.
Guna memantapkan langkah untuk melaksanakan ibadah haji, Bambang Sulistya mempersilakan kepada H. Soedadyo untuk memimpin doa bersama agar Sutiyam diberi kesehatan, kelancaran dalam melaksanakan ibadah haji dan pulangnya haji diberi keselamatan serta mendapatkan anugrah haji mabrur.
Doa bersama yang dipimpin oleh mantan kepala Dinas Tenaga Kerja ,Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora itu berlangsung secara khusuk dan penuh rasa iklhas mudah mudahan diijabah oleh Allah.
Selesai doa bersama, Bambang Sulistya menitipkan jimat kepada Sutiyam berupa sebuah Akronim NKRI agar dapat dijadikan spirit kesuksesan dalam melakukan ibadah haji di tanah haram.
NKRI disini bukan harga mati namun NKRI harus Mukti yang maknanya akronim, (N)-Niat untuk melaksanakan ibadah haji harus ikhlas untuk membersihkan jiwa dari segala sifat riya, ujub, sombong dan hanya mengharap keridhaan Allah semata.
Sehingga sikap lembah manah,adap asor dan selalu menebar rasa kasih sayang kepada sesama umat serta suka sedekah/berbagi/kepyur kepada orang yang kurang beruntung seharusnya menghiasi setiap sikap, ucapan dan tindakan oleh calon haji.
Disamping itu selain niat yang ikhlas juga sebelum berangkat haji harus bisa mengaplikasikan amalan amalan bertubbat, salat dua rakaat sebelum berangkat, berdoa sebelum menaiki kendaraan dan diperjalanan serta salat dua rakaat ketika sampai di tanah suci.
“(K)-Kesehatan tubuh harus menjadi prioritas utama selama menjalani ibadah haji,” tegasnya.
Mengingat pelaksanaan haji cukup menguras tenaga. Sejumlah rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sai, proses lempar jumrah dan perjalan wukuf ke padang arafah menuntut jamaah untuk memiliki kondisi fisik yang kuat.
Sehingga untuk mewujudkan kondisi tetap prima selama beribadah haji jangan meforsir diri,atur jam istirahat,makanan bergizi dan tambah suplemen vitamin serta siapkan obat-obatan untuk mencegah penyakit.
‘Pengalaman saya naik haji 2007 untuk mematahkan mitos orang naik haji pasti kena batuk dan pilek, saya lakukan upaya tiap hari saya makan buah pisang dan minum juise buah jeruk dan apel serta obat vitamin,” tuturnya.
Dampaknya selama menjalankan ibadah haji sampai pulang ke Indonesia tidak terkena pilek dan batuk.
Selanjutnya, (R)-Rajin melaksanakan ibadah solat lima waktu berjamah di masjid Masjidil Haram.Bila jarak antara pemondokan haji dengan masjid Masjidil Haram terlalu jauh dapat disikapi tetap salat berjamaah di masjid disekitar pondokan.
Disamping itu rajinlah memanfaatkan waktu untuk membaca Al-Qur’an dan berbagai aktivitas positif untuk memantabkan keimanan.
(I)-Ilmu tentang pelaksanaan ibadah haji wajib bagi calon jemah haji untuk mem pelajari dan memahami mulai dari tata cara berihram, tawaf, sai,lempar jumrah dan wukuf.
Serta ilmu tentang hukum dan adap adap yang berkaitan dengan tentang tata cara bersafar, bersuci, berjamaah, dan qasar dalam perjalanan.
Setelah kegiatan doa bersama dan pemberian spirit moral tersebut utiyam memberikan ucapan terima kasih dan respon secara positif penuh rasa kebahagian dengan harapan Ia mampu melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan sukses serta menjadi haji mabrur. Akhirnya silaturahmi ditutup dengan menikmati makan bersama.
Untuk diketahui bersilahturahmi ke tempat seseorang yang akan melaksanakan ibadah haji adalah tindakan sangat mulia dan memiliki hukum sunnah sebagaimana yang tersurat dalam Al-Qur’an surat Ad Dhuha ayat 11.
Karena dengan mengunjungi ke saudara, sahabat, teman yang akan berangkat haji dapat memberikan spirit moral dan mendoakan agar dalam melaksanakan ibadah haji diberi kemudahan, kelancaran dan keselamatan serta mendapat predikat haji mabrur. (*).