Arsip Tag: HPN 2025

Sukseskan HUT PWI, KORMI Blora Meriahkan Senam Semarak HPN 2025

Korandiva – BLORA.- Ketua Komite Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Blora, Subekti, SP., M.MA., mengaku sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Bijaksana karena telah diberi amanah untuk ikut menyukseskan kegiatan Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang dipusatkan di Kabupaten Blora dengan ikut mendukung dan membantu pelaksanaan kegiatan olahraga rekreasi masyarakat, yakni senam Semarak HPN 2025.

“Ini sangat luar biasa dan tentu kami sangat mengapresiasi, insan pers dari berbagai Kota/Kabupaten di Jawa Tengah hadir di Kabupaten Blora ikut senam kebugaran jasmani bersama Bupati, para pimpinan OPD, Dharma Wanita Persatuan, PKK dan masyarakat penggemar olahraga rekreasi. Bagi kami, insan pers adalah mitra yang sangat membantu, sehingga kemitraan ini akan terus kami tingkatkan,” kata Subekti di Alun-alun Blora, Minggu (16/2/2025).

Menurut suami dari wakil bupati terpilih Hj. Sri Steyorini itu, hal tersebut termasuk kegiatan nyata yang dapat mendorong upaya KORMI dalam memasyarakat olahraga rekreasi dan mengolahragakan masyarakat guna mewujudkan kesehatan masyarakat.

Wakil Ketua KORMI Blora H.Harsono, menambahkan pihaknya juga menggelar olahraga rekreasi permainan tradisional berupa permainan egrang dan terompah bakiak panjang.

Disamping itu KORMI menghadirkan kelompok senam kebugaran Jasmani yang ada dikabupaten Blora sebanyak 250 orang di antaranya berasal dari klub senam KJS Mustika yang pakai kaos warna pink abu-abu, KJS SBC yang pakai kostum kuning, kelompok Senam MAOS mengenakan kaos kuning, kelompok Senam Nurdik, club senam Bugar, Wredo Wirogo dan partisan gemar olahraga dari PEPABRI serta para pengurus KORMI Kabupaten Blora dengan identitas kostum kuning menyala.

“Termasuk menyediakan snack untuk para peserta senam yang dihadirkan KORMI secara swadaya,” ucap Harsono.

Sementara itu Ketua PEPABRI Blora Letnan Kolonel TNI (Purn) Sri Harjanto, menyampaikan rasa bangga dan terhibur dengan terwujudnya kegiatan senam kebugaran jasmani bersama Bupati,insan pers dan berbagai unsur masyaraka.

“Itu membuktikan wujudnya dari Sesanti Sesarengan mbangun kesehatan masyarakat Blora dan terciptanya guyub rukun paseduluran sak lawase,” jelasnya. Di masa purna tugas, ia merasa tambah sedulur dengan para wartawan.

Hal senada disampaikan salah seorang pengurus dari Yayasan Jantung Sehat Pipit Windi Aryati Sam Gautama, dia mengatakan bahwa kegiatan senam semarak HPN 2025 termasuk meriah dan keren apalagi ditunjang kehadiran para penggemar olahraga senam dari berbagai klub dan kelompok senam dengan memakai seragam yang beraneka ragam terlihat seperti pelangi di pagi hari.

Ia sangat berharap di tahun depan bisa diagendakan lagi dengan di kolaborasikan pelatih senam yang sudah dimiliki oleh KORMI diantara Pambayun, Dewi dan Lilis yang sudah pernah mendapat penghargaan sebagai pelatih senam tingkat Jateng.

Sedangkan penasehat KORMI Blora Bambang Sulistya mengatakan kegiatan senam Semarak HPN a semakin mengenal orang-orang hebat di Indonesia yang lahir di Bumi Kota Sate. Selain sastrawan kelas dunia Pramoedya Ananta Toer juga Tirto Adhi Soerjo sebagai Bapak Pers Nasional yang bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk sesarengan mbangun Blora dalam mewujudkan Blora Mustika.

Acara yang dirangkaikan Car Free Day (CFD) oleh Dinkominfo Blora menjadi magnet bagi warga masyarakat. Karena, selain disediakan photo booth, juga dilayani cetak foto langsung jadi. Bahkan, Dinkominfo Blora juga menyelenggarakan lomba vlog khusus di moment itu.

Sementara pertunjukan seni barongan yang ditampilkan setelah senam bersama, menjadi bukti dan tekad Kabupaten Blora melestarikan seni tradisional.

Aneka doorprize menarik juga menjadi pemikat para pengunjung di seputar Alun-alun untuk merapat di dekat panggung. Bahkan di penghujung doorprize, Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS dan Ketua PWI Blora Heri Purnomo berkesempatan memberikan pertanyaan untuk hadiah sepeda ontel.

“HPN di Blora meriah, Terimakasih Pemkab Blora,” ucap Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS. Acara itu juga dimeriahkan pertunjukan musik Sanjaya Reborn. (*)

Momentum Hari Pers Nasional 2025. Siswanto: Era Pemberitaan Inspiratif dan Konstruktif

Korandiva – BLORA.- Wartawan di seluruh negeri baru saja memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2025 pada Minggu, 9 Februari 2025 kemarin. Pada momen peringatan HPN ini Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora Siswanto memilikli harapan besar bagi insan pers agar bisa menterjemahkan fenomena yang ada di masyarakat dan lingkungan.

“Rekan wartawan harus bisa menterjemahkan fenomena di lingkungan dengan bahasa dan tulisan yang menarik dan mengedukasi, dapat menyampaikan subtansi berita secara seimbang,” ungkap mantan wartawan televisi nasional (RCTI) dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu.

Itulah pentingnya kekayaan informasi yang diperlukan dalam setiap pemberitaan. Dan akan lebih baik jika di dalam pemberitaan itu mengandung nilai edukasi kepada masyarakat. Menurut Siswanto, berita yang edukatif, konstruktif dan inspiratif sekarang makin diminati. Banyak tokoh muda lahir karena inspirasi dari generasi diatasnya.

“Wartawan jangan hanya mem-viralkan berita, tapi juga membuat masyarakat yang membaca berita itu bisa memetik manfaat setelah menyimpulkan titik tekannya,” imbuh Siswanto.

Menurut Sisswanto, menjadi seorang jurnalis untuk menyampaikan sebuah tulisan bergantung pada kemampuan masing-masing. Itulah pentingnya sebuah informasi untuk dikembangkan secara berimbang menjadi tulisan yang menarik.

“Sekarang ini semua orang atau individu bisa menjadi jurnalis, namun masyarakat tetap akan menilai sebuah tulisan itu dikembalikan lagi pada kemampuan ketika menulis,” terang politisi Partai Golkar Kabupaten Blora ini.

Yang perlu ditekankan, lanjut Siswanto pentingnya tidak melakukan copy-paste. Sehingga seluruh proses jurnalistik harus dilakukan secara menyeluruh, agar pemberitaan jadi lebih berbobot.

Siswanto pun berharap, baik media online, cetak terlebih mainstream tidak memberikan informasi sepenggal-penggal. Hal ini yang dapat memicu informasi yang bisa meresahkan di masyarakat. Sehingga bisa menimbulkan gejolak. (*)