Beranda blog Halaman 87

SMP Rimba Taruna Randublatung: Pengajar Terbatas, SSN Digabung dengan PAI

0

Korandiva–BLORA.- Program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) di SMP Rimba Taruna Randublatung sudah mulai diterapkan, meski pelaksanaannya masih menghadapi beberapa tantangan, khususnya dalam hal minat siswa yang kurang.

Kepala SMP Rimba Taruna, Drs. Sudarno, menyatakan bahwa program SSN digabungkan dengan proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah. Hal ini dilakukan mengingat keterbatasan tenaga pengajar di sekolah, terutama dalam bidang PAI.

“Kami sudah melaksanakan SSN, namun minat anak-anak masih kurang. Karena keterbata-san guru PAI, pelaksanaan SSN terpaksa digabungkan dengan pembelajaran PAI. Sehingga, program ini belum berjalan secara mandiri,” ujar Sudarno.

Sekolah dengan tiga rombongan belajar (rombel) ini, terdiri dari kelas 7 hingga 9, masing-masing hanya memiliki dua siswa per kelas. Meski begitu, guru PAI berupaya menjalankan program ini secara mandiri, termasuk dalam penyediaan literatur.

“Untuk literatur, saat ini kami lakukan secara mandiri. Guru PAI yang berinisiatif menyediakan buku-buku pendukung untuk kegiatan SSN,” tambahnya.

Meskipun program SSN masih menemui beberapa hambatan, Sudarno memiliki harapan besar agar ke depannya program ini bisa berjalan lebih baik. Ia berharap ada dukungan berupa buku-buku penunjang dan pendamping dalam pelaksanaan SSN di sekolah.

“Kami sangat berharap ke depan bisa mendapatkan buku-buku yang lebih lengkap untuk menunjang keberhasilan program ini. Literatur yang tepat akan membantu siswa lebih termotivasi,” ungkapnya.

Dengan jumlah siswa sedikit ,Sudarno optimis pelaksanaan SSN di SMP Rimba Taruna bisa lebih ditingkatkan. “Demi pengembangan karakter siswa melalui pembelajaran agama,” tutupnya. (*)

SMP Negeri 2 Blora, Libatkan 12 Guru Agama untuk Program Sekolah Sisan Ngaji

0

Korandiva-BLORA.- Program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) di SMPN 2 Blora telah berjalan efektif sejak dimulai Februari lalu. Selama kurang lebih delapan bulan, program ini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam kemampuan siswa, terutama dalam pengajaran Al-Qur’an.

Kepala SMPN 2 Blora, Tri Handayani, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa program SSN dijadwalkan pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis, selama jam pertama dan kedua, dengan alokasi waktu 80 menit.

Tri Handayani menjelaskan bahwa pengelolaan SSN di sekolahnya dibagi menjadi tiga tingkatan: terendah, tengah, dan atas, untuk menyesuaikan dengan kemampuan siswa.

“Siswa yang sebelumnya belum bisa melafalkan huruf hijaiyah atau menulisnya, kini sudah mampu melafalkannya dengan baik. Sementara untuk siswa di tingkatan tengah, yang dulunya cara membaca dan harakatnya belum benar, sekarang sudah ada perubahan yang luar biasa. Adapun untuk siswa di tingkatan atas, hafalan mereka meningkat jauh dibanding beberapa bulan yang lalu,” jelas Tri.

Dukungan dari guru Madrasah Diniyah (Madin) di SMPN 2 Blora juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Saat ini, sekolah telah melibatkan 10 guru dari Madin, serta satu guru agama dari gereja Katolik dan satu guru pengajar agama Kristen, dengan total 12 guru yang mengajar dalam program SSN.

“Para guru sangat luar biasa, mereka datang pagi-pagi dan mengajar dengan disiplin. Peran mereka sangat krusial dalam kelancaran program ini,” tambahnya.

Terkait literatur, Tri Handayani menyatakan bahwa kebutuhan buku untuk SSN telah terpenuhi. Sekolah menggunakan buku-buku yang disarankan oleh guru agama dan guru Madin, mulai dari buku Qiroati jilid satu hingga enam, Juz Amma, hingga Al-Qur’an.

“Buku-buku ini sederhana namun sangat efektif. Kami bisa mencukupi kebutuhan literatur ini berkat sumbangan dari para guru dan kepala sekolah,” pungkasnya. (*)

Pesta HW ke-10 Ponpes At-Tajdid, Hidupkan Pendidikan Karakter

0

Korandiva-BLORA.- Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tajdid Blora baru saja menggelar Pesta HW ke-10, sebuah perayaan penuh syukur oleh seluruh warga Muhammadiyah yang dilaksanakan selama tiga hari dua malam, dari 19 hingga 21 September 2024.

Acara ini berlangsung di Lapangan Desa Nglaren, Kecamatan Kradenan, dan bertujuan tidak hanya sebagai ajang perayaan, tetapi juga untuk memperkuat pendidikan karakter serta keimanan para santri.

Dalam sambutannya, Ustaz Ahmad Furqoni, S.Ag., selaku pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tajdid, menekankan bahwa Pesta HW ini merupakan wujud rasa syukur atas anugerah dan kekuatan yang diberikan Allah.

Menurutnya, kegiatan ini adalah cerminan dari komitmen dan kebersamaan warga Muhammadiyah dalam menjaga dan menghidupkan nilai-nilai keimanan. “Keimanan kepada Allah adalah dinding yang menjaga komitmen kita untuk terus menegakkan kebaikan, baik ketika diawasi maupun tidak,” ujar Ustaz Ahmad.

Beliau juga menambahkan bahwa kesenangan yang dirasakan saat ini harus disikapi dengan rasa syukur dan sikap positif. “Di balik setiap kesenangan, selalu ada ujian yang harus dihadapi dengan bijak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ustaz Ahmad Furqoni menjelaskan bahwa Pesta HW ini juga merupakan bagian dari pendidikan karakter yang selama ini ditanamkan di Pondok Pesantren At-Tajdid.

Dengan beragam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam, santri tidak hanya diajarkan untuk memiliki mental yang kuat, tetapi juga untuk menghilangkan sikap sombong dan angkuh dalam mengekspresikan diri.

Hal ini sangat penting di tengah dinamika kehidupan saat ini yang membutuhkan kerendahan hati dan introspeksi.

Dalam kesempatan yang sama, Ustaz Wajiyanto, M.Pd.I., yang mewakili Ketua PDM Kabupaten Blora, menyampaikan pesan khusus kepada santriwan dan santriwati kelas IX agar tetap istiqomah dalam menempuh pendidikan di Ponpes At-Tajdid.

Menurutnya, masa enam tahun tinggal di pondok adalah waktu yang ideal untuk membentuk kematangan diri. “Agar tiga tahun ke depan lebih berkualitas dalam mendapatkan pendidikan berkelanjutan, penting bagi santri untuk memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Ustaz Wajiyanto juga mengingatkan akan tantangan zaman yang dihadapi generasi muda saat ini, terutama terkait perkembangan teknologi. Dunia yang sudah berada dalam genggaman tangan melalui gadget membawa dampak positif dan negatif yang harus diwaspadai.

Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung anak-anak untuk tetap istiqomah di pondok dan memahami keterbatasan waktu kunjungan.
“Pembatasan akses dunia luar adalah wujud kecintaan dan kasih sayang kita agar anak-anak lebih terjaga dari pengaruh negatif, baik itu dari gadget maupun pergaulan sosial,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Blora, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Kradenan, KOKAM Kecamatan Cepu, serta para wali santriwan dan santriwati Ponpes Muhammadiyah At-Tajdid.

Kehadiran ratusan pengunjung dalam malam Pesta HW ke-10 ini menjadi bukti nyata partisipasi dan dukungan mereka terhadap kesuksesan Ponpes Muhammadiyah At-Tajdid dalam membimbing putra-putri mereka menjadi santriwan dan santriwati berkemajuan.

Pesta HW ke-10 ini juga semakin semarak dengan penyalaan api unggun dan pentas seni yang ditampilkan oleh para santriwan dan santriwati. Beragam kreasi seni seperti tarian, drama, dan musik menambah gegap gempita malam perayaan, menunjukkan bakat dan kreativitas para santri.

Selain menjadi ajang perayaan, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan serta menjadi inspirasi bagi para santri untuk terus mengembangkan karakter yang kuat, berpegang teguh pada nilai-nilai keimanan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)

Sunyi Senyap

0

EMPAT kali perhelatan Pilkada langsung (2005, 2010, 2015 dan 2020) di Blora, selalu ramai, di warung-warung kopi selalu ada menjadi perbincangan hangat dari para pendukung masing-masing kandidat. Satu tahun menjelang pertarungan, bahkan mulai menghiasi pemberitaan koran-koran harian.

Tapi Pilkada kali ini, kondisinya hening, sunyi dan senyap. Hiruk pikuk pesta demokrasi lima tahunan di Bumi Samin tenggelam dibandingkan kabupaten tetangga seperti Bojonegoro dan Rembang.
Apalagi situasi sebelum pendaftaran 27 Agustus lalu, bakal calon yang muncul hanyalah Arief Rohman sebagai petahana didampingi Sri Setyorini (ASRI) yang menyatakan maju bertarung di Pilkada Blora 2024 dengan dukugan 13 partai koaliasi, PKB dan KIM Plus.

Sementara, pasangan Abu Nafi dan Andika Adikrishna (ABDI) baru resmi dideklarasikan pada hari yang sama ketika mendaftar ke KPU. Pasangan ini diusung oleh 2 partai, PPP dan PDI Perjuangan.
Munculnya dua pasangan calon sedikit membuat lega bagi sebagian masyarakat, daripada petahana harus berhadapan dengan lembar surat suara tanpa gambar, melawan musuh tanpa fisik dan sulit diterka untuk menaklukkannya.

Siapa yang tidak mengenal Arief Rohman yang sekarang masih menjabat Bupati Blora, dan Abu Nafi yang pernah menjabat wakil bupati Blora pada periode 2010-2015.

Kabupaten Blora dikenal sebagai daerah yang telah banyak melahirkan pejabat penting dan berpengaruh di Republik ini seperti halnya Komjen Pol. Agus Andrianto yang sekarang menjabat Wakapolri, dan Irjen Pol Syahar Diantono yang saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Namun pada Pilkada Blora 2024 sepertinya telah terjadi krisis ketokohan dan pemimpin dengan munculnya hanya satu penantang yang layak menandingi calon bupati petahana.

Menilik kembali sejarah panjang perjalanan Pilkada Blora sejak tahun 2005 hingga 2020, sekedar untuk mengingat. Berikut sejarah ringkas perjalanan Pilkada Blora.

Pilkada 2005
Memunculkan pertarungan empat pasangan calon antara lain (1) Basuki Widodo-Yudhi Sancoyo, (2) Rubiyanto-Bambang Wijanarko, (3) Didik Lukardono-Mahmudi Ibrahim, dan (4) Hartomy Wibowo-Bambang Susilo. Pertarungan di-menangkan oleh pasangan Basuki Widodo-Yudhi Sancoyo.

Pilkada 2010
Diikuti tiga pasangan calon yaitu (1) Yudhi Sancoyo-Hestu Bagijo Sunjoyo, (2) Warsit-Lusiana Marianingsih, dan (3) Djoko Nugroho-Abu Nafi. Pemenangnya pasangan Djoko Nugroho-Abu Nafi.

Pilkada 2015
Diikuti tiga pasangan calon. (1) Abu Nafi-Dasum, (2) Djoko Nugroho-Arief Rohman, dan (3) Kusnanto-Sutrisno. Pemenangnya pasangan Djoko Nugroho-Arief Rohman.

Pilkada 2020
Diikuti tiga pasangan calon. (1) Dwi Astutiningsih-Riza Yuda Prasetya, (2) Arief Rohman-Tri Yuli Setyowati, dan (3) Umi Kulsum-Agus Sugiyanto. Pemenangnya pasangan Arief Rohman-Tri Yuli Setyowati.
Dari sejarah itu, ada catatan menarik dalam Pilkada Blora.

Selama ini belum ada petahana yang terkalahkan posisinya hingga dua periode berturut-turut. Petahana selalu bisa mengalahkan sang penantang seperti halnya Basuki Widodo (2 periode), dan Djoko Nugroho (2 periode).

Mungkinkah prediksi ini bisa dipatahkan oleh pasangan Abu Nafi-Andika?
***

Ibu-ibu Pengajian AN-NISA Balun Graha Permai Peringati Maulid Nabi

0

Korandiva–BLORA.- Ibu-ibu Pengurus Pengajian AN-NISA menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah di Masjid Al Muhajirin, Perumahan Balun Graha Permai, Cepu, Sabtu malam (21/09/2024).

Kegiatan Maulid ini merupakan agenda pengajian yang biasa digelar rutin setiap bulan di masjid. “Kalau yang rutin setiap bulan dilaksanakan sore hari setelah shalat Ashar,” ujar Sri Sundari, ketua Pengurus Pengajian AN-NISA ketika ditemui sebelum acara pengajian.

Pengurus Pengajian AN-NISA menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan undangan yang berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini.

“Semoga amal kita, perjuangan kita mampu dibalas kebaikan karena kita telah memperingati Maulid Nabi. Semoga kita mendapat syafaat yang terbaik karena betapa cintanya kita kepada baginda Nabi,” ujarnya.

Ketua Takmir Masjid Al Muhajirin, H. Agus Purnomo Adi dalam sambutannya menyampaikan perkembangan pembangunan masjid yang kondisinya sudah hampir 90 persen. “Monggo bagi para jamaah yang memiliki rezeki lebih bisa menyampaikan infak dan sedekahnya kepada panitia pembangunan masjid,” pesannya.

Sementara itu, penceramah Gus Rahmat Suyuti selain bicara pentingnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan setiap tahun. Ia juga menyampaikan pesan Nabi, bahwa akan dijamin masuk surga bagi ummat yang mampu menjaga sembilan lubang.

“Tapi Nabi sudah memberikan keringanan, kalau tidak bisa menjaga yang sembilan, cukup kita jaga yang dua lubang saja,” ujar Gus Rahmat sambil menjelaskan, yang dimaksud dua lubang itu adalah mulut dan kemaluan.

Penyebab terbanyak yang akan mengantarkan manusia ke neraka adalah mulut dan kemaluan. Mulut yang tidak dijaga akan gampang makan barang haram dan riba, mulut yang tidak dijaga dengan baik akan gampang menggunjing, memfitnah, adu domba, menyebarkan ujaran kebencian, dan lain sebagainya.

“Begitu juga kemaluan yang tidak terjaga dengan baik akan menjadi sumber malapetaka,” tandasnya.
Pada malam itu Gus Rahmat juga mengajak jamaah yang hadir untuk membaca sholawat bersama-sama sambil diplesetkan ke bahasa Jawa yang bernada sindiran kepada orang-orang yang sudah lanjut usia.

Rasulullah SAW juga sangat menginginkan umatnya memperoleh hidayah serta kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. “Maka segala hal yang diperintahkan Allah untuk disampaikan kepada umatnya telah beliau sampaikan. Segala hal yang mendekatkan ke surga dan menjauhkan dari neraka beliau paparkan,” pungkasnya. (*)

Pertemuan Hangat dengan Pak Pinar: Menjaga Eksistensi Koran di Era Digital

0

Pada suatu hari yang cerah, saya berkesempatan bertemu dengan Pak Pinar, seorang pensiunan Kantor Pos yang kini menetap di Randublatung, Kabupaten Blora. Sebelum bertemu langsung, kami telah sepakat untuk bertemu di depan Kantor Pos Randublatung, tempat di mana Pak Pinar pernah mengabdi hingga tahun 2011.

Pertemuan kami bermula dari tujuan yang sama, yaitu ingin menemui salah satu kepala desa di daerah Randublatung. Namun, karena kepala desa tersebut sedang berada di luar kota, kami memutuskan untuk berkunjung ke rumah Pak Pinar yang jaraknya tak begitu jauh dari tujuan awal kami. Setibanya di sana, saya langsung disambut ramah dan dipersilakan duduk di ruang tamu.

Obrolan kami dengan cepat mengarah pada topik yang cukup familiar bagi kami berdua, yaitu Koran Diva. Tidak mengherankan, karena kami berdua sama-sama terlibat aktif di koran tersebut, meskipun saya lebih baru dibandingkan dengan Pak Pinar yang sudah lebih lama berkecimpung di sana.

Sebagai sosok yang lebih berpengalaman, Pak Pinar banyak berbagi cerita dan wawasan seputar bagaimana memperkenalkan dan memasarkan Koran Diva ke masyarakat agar bisa menjangkau lebih banyak pembaca.

Bagi Pak Pinar, keberadaan Koran Diva memiliki tempat istimewa selama media tersebut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di tengah era digital yang semakin maju, koran ini harus tetap menjadi penyedia informasi yang positif, edukatif, dan informatif bagi masyarakat.

Pesan penting ini begitu kuat disampaikan oleh Pak Pinar dalam setiap kalimatnya, menunjukkan betapa ia peduli dengan masa depan Koran Diva.

Pak Pinar mengapresiasi keberadaan Koran Diva yang tetap eksis dan bahkan berhasil menjadi pilihan masyarakat di beberapa daerah, berkat dedikasi orang-orang seperti dirinya yang secara konsisten memperkenalkan dan mempromosikan koran ini.

Banyak hal positif yang dibicarakan, mulai dari pentingnya kolaborasi dengan berbagai instansi hingga bagaimana menyajikan berita yang mendidik tanpa menimbulkan kontroversi atau keresahan di kalangan pembaca.

Tak hanya berbicara serius, suasana perbincangan kami di rumah Pak Pinar terasa semakin hangat dengan secangkir kopi dan roti sebagai teman ngobrol. Tawa ceria sesekali menghiasi percakapan kami yang tidak hanya diisi dengan diskusi seputar Koran Diva, tetapi juga obrolan ringan yang mengundang gelak tawa.

Salah satu pesan yang sangat melekat di benak saya adalah pentingnya menjaga profesionalitas dalam mengelola Koran Diva. Pak Pinar menekankan bahwa kolaborasi dengan instansi-instansi lain harus menjadi salah satu fokus ke depan, agar program-program yang dihasilkan lebih edukatif dan informatif bagi publik.

Mengakrabkan Koran Diva dengan masyarakat juga menjadi perhatian penting, karena sebuah media harus mampu memberikan dampak positif yang membuat pembacanya merasa bahagia dan terinspirasi, bukan malah menimbulkan perpecahan atau luka.

Ada pula hal-hal yang menurut Pak Pinar tidak perlu disentuh oleh Koran Diva, terutama jika hal tersebut sudah menjadi wewenang pihak lain. Koran Diva, lanjutnya, harus berorientasi pada masa depan, dengan membawa nilai-nilai pendidikan yang kaya dan bermakna.

Pesan ini terasa sangat relevan di tengah kondisi dunia yang terus berubah cepat, di mana peran media harus semakin adaptif namun tetap menjaga esensi edukasinya.

Di penghujung obrolan, saya merasa sangat beruntung bisa belajar banyak dari Pak Pinar. Tidak hanya tentang bagaimana cara memasarkan koran atau menghadapi tantangan era digital, tetapi juga tentang bagaimana media bisa menjadi sarana yang lebih dari sekadar penyampai informasi.

Koran, dalam pandangan Pak Pinar, adalah jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan informasi yang bermutu, sekaligus menjadi penjaga nilai-nilai positif di tengah kehidupan yang semakin kompleks.

Pertemuan kami berakhir dengan perasaan yang hangat dan optimis terhadap masa depan Koran Diva. Pesan-pesan Pak Pinar akan selalu saya ingat, sebagai pedoman dalam melanjutkan langkah sebagai pegiat media di era yang serba digital ini.

_____
Rumah kayu, 21 September 2024.

 

Pengelola AUM Harus Selaraskan Visi Pribadi dengan Visi Muhammadiyah

0

Korandiva-BLORA.- Pada acara silaturahim dan koordinasi yang dilaksanakan di Aula SMK MUDA Cepu, Rabu (18/9/2024), dalam rangka Hari Bermuhammadiyah, Ahmad Furqoni, S.Ag., Wakil Ketua Bidang Tabligh, Pustaka, dan Informasi PCM Cepu, menyampaikan paparan penting terkait pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ia menekankan bahwa para pengelola harus mampu menyelaraskan visi pribadi mereka dengan visi Muhammadiyah.

Dalam paparannya, Furqoni menjelaskan bahwa misi AUM tidak hanya sekadar menjalankan usaha, tetapi lebih luas dari itu, yaitu menegakkan tauhid, menyebarkan Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta mewujudkan amal Islami di tingkat pribadi, keluarga, dan masyarakat. “Setiap AUM harus menjadi media dakwah Muhammadiyah, bukan sekadar tempat mencari nafkah,” ujarnya.

Furqoni juga mengingatkan bahwa AUM adalah amanah besar yang harus dijaga dengan komitmen tinggi. Para pengelola AUM diharapkan taat pada aturan persyarikatan dan memiliki kepedulian terhadap gerak Muhammadiyah. Komitmen ini tercermin dalam keinginan untuk mencapai tujuan organisasi, memberikan kontribusi bagi kemajuan organisasi, motivasi bekerja secara efektif, serta aktif berpartisipasi dalam pertemuan dan diskusi tim.

“Tenaga AUM harus memiliki komitmen kuat terhadap Muhammadiyah. Mereka harus menjaga amanah, taat persyarikatan, dan aktif berkontribusi dalam gerakan dakwah ini. Dengan komitmen tersebut, kita bisa menyebarkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan,” tegas Furqoni.

Ia juga mendorong para pengelola AUM untuk siap menghadapi tantangan di era digital dengan terus berinovasi dan meningkatkan profesionalisme demi kemajuan bersama. (*)

Peluncuran Program Kelas Tahfidz di SMP N 2 Blora: Upaya Menjaga dan Menambah Hafalan Al-Qur’an Siswa

0

Korandiva-BLORA.- SMP N 2 Blora, di bawah kepemimpinan Tri Handayani, S.Pd., M.Pd., meluncurkan program Kelas Tahfidz sebagai bagian dari inisiatif pendidikan keagamaan yang unggul. Program ini dirancang khusus untuk siswa kelas 7 hingga 9, dengan tujuan mempertahankan dan meningkatkan hafalan Al-Qur’an yang telah dimiliki para siswa.

Peluncuran Kelas Tahfidz dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. pada Jum’at (20/9) pagi tadi di Hall SMP N 2 Blora, yang turut menghadirkan penceramah Hj. Siti Komariyah, S.Pd.I.

Kepala Sekolah, Tri Handayani, menegaskan pentingnya program ini sebagai bagian dari upaya sekolah untuk membentuk generasi muda yang cerdas secara intelektual dan kuat dalam aspek spiritualitas.

“Banyak siswa yang datang ke sekolah ini dengan membawa hafalan Al-Qur’an yang telah mereka dapatkan dari pondok pesantren atau lingkungan keagamaan lainnya. Melalui program Kelas Tahfidz ini, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa hafalan tersebut tetap terjaga, dan bahkan kami berharap siswa dapat menambah hafalannya selama mengikuti program ini,” jelas Tri Handayani.

Saat ini, ada 15 siswa kelas 7 yang sudah terdaftar dalam Kelas Tahfidz, terdiri dari 4 siswa putra dan 11 siswa putri. Tri Handayani menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi kelas unggulan di bidang keagamaan Islam, khususnya dalam hafalan Al-Qur’an.

“Kami optimistis bahwa selama tiga tahun siswa dapat menambah hafalan hingga 3 juz. Ini adalah target yang realistis dan bisa dicapai dengan pendampingan intensif dari para guru”, ujarnya.
Abdul Kholiq, S.Pd.I., guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP N 2, juga menegaskan pentingnya program ini untuk menjaga hafalan Al-Qur’an siswa.

“Harapan kami, anak-anak yang sudah memiliki hafalan Al-Qur’an tetap dapat menjaga hafalannya. Dengan adanya program ini, kami juga berharap mereka bisa menambah hafalan mereka melalui metode yang efektif,” ujar Abdul Kholiq.

Menurutnya, setiap siswa akan mendapatkan bimbingan sesuai dengan kemampuannya, sehingga dapat mencapai target hafalan yang telah ditetapkan.
Tri Handayani juga menekankan bahwa Kelas Tahfidz ini tidak hanya bertujuan untuk hafalan semata, tetapi juga untuk membangun karakter siswa melalui pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Ke depan, kami ingin mengembangkan program ini agar siswa tidak hanya sekadar menghafal, tetapi juga memahami makna dari setiap ayat yang mereka hafal. Kami berharap ini bisa membentuk generasi yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengaplikasikan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Tri Handayani mengungkapkan bahwa setelah peluncuran Kelas Tahfidz di SMP N 2 Blora, program ini juga akan segera diluncurkan secara resmi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Blora dalam waktu dekat.
“Ini adalah langkah besar yang kami harapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengikuti jejak kami. Dengan dukungan dari Dinas Pendidikan, kami yakin program Kelas Tahfidz ini dapat meluas dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pendidikan di Kabupaten Blora,” jelasnya.

Tri Handayani juga menambahkan bahwa SMP N 2 Blora saat ini menjadi satu-satunya sekolah negeri di Kabupaten Blora yang memiliki program Kelas Tahfidz.
“Ini adalah kebanggaan tersendiri bagi kami. Menjadi pelopor sekolah negeri yang memiliki kelas tahfidz di Kabupaten Blora adalah sebuah prestasi yang luar biasa. Kami berharap ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain untuk lebih fokus pada pendidikan karakter melalui hafalan Al-Qur’an,” tegasnya.

Peluncuran Kelas Tahfidz bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. diharapkan dapat menjadi momentum awal bagi kesuksesan program ini, serta menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk ikut serta dalam mencetak generasi hafiz dan hafizah di masa depan. (*)

Evaluasi Bulanan Santri PPIQU: Mengasah Hafalan dan Disiplin

0

Korandiva-CILACAP.- Pesantren Ihyaul Qur’an Al-Utsmaniyyah (PPIQU) yang berlokasi di Jl. Puteran No. 10, Penikel Doplang, Adipala, Cilacap, secara rutin menggelar kegiatan Tanbih Bulanan. Acara ini menjadi agenda penting bagi seluruh santri, khususnya pada hari Jumat Kliwon setiap bulannya. Kegiatan ini berlangsung pada 15-16 September 2024, dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, kemarin.

Zakiyal Fikri Mochamad, M.Ag Al Hafidz, atau yang akrab disapa Gus Zaki, selaku dewan pengasuh sekaligus pengisi acara Tanbih Bulanan, menjelaskan bahwa istilah “Tanbih Bulanan” digunakan secara khusus di pesantren ini.

“Tanbih Bulanan merupakan istilah khusus yang digunakan oleh Pesantren PPIQU Adipala Cilacap untuk melakukan evaluasi berkala setiap bulan yang meliputi kedisiplinan santri, termasuk pencatatan sanksi. Dan juga pelaksanaan ujian hafalan, tahsin, dan kitab kuning,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, para santri akan dievaluasi secara mendalam mengenai pencapaian mereka dalam program tahsin, tahfidz, dan penguasaan Kitab Kuning.

Gus Zaki menegaskan, “Evaluasi ini penting untuk menilai sejauh mana perkembangan santri dalam sebulan terakhir, sekaligus sebagai refleksi dan perbaikan.”

Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keseriusan dalam tradisi siamaan, memperlancar hafalan santri sebelum mereka melanjutkan ke juz berikutnya.

Gus Zaki menambahkan, “Tanbih Bulanan bukan hanya sekadar evaluasi, tetapi juga menjadi sarana pembiasaan tradisi keilmuan yang lebih disiplin dan terstruktur di lingkungan pesantren. Dengan adanya acara ini, diharapkan para santri dapat mengasah kemampuan dan memperbaiki kekurangan mereka, sehingga mampu mencapai target pembelajaran yang ditetapkan oleh pesantren.” (*)

Koordinasi Lintas Sektoral: KUA Kutasari Tingkatkan Pelayanan Publik Melalui Apel Gabungan

0

Korandiva-PURBALINGGA.– Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektoral, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kutasari memimpin apel kerja gabungan di halaman Kantor Kecamatan Kutasari, Purbalingga, pada Selasa, 17 September 2024. Apel gabungan yang diadakan rutin setiap tanggal 17 ini melibatkan berbagai unsur Forkompimcam, kepala desa, serta sekretaris desa di wilayah Kecamatan Kutasari.

Pada apel kali ini, KUA Kutasari dipercaya sebagai petugas. Kepala KUA, H. Syarifudin, S.Ag., M.H., bertindak sebagai pembina apel, didampingi beberapa stafnya sebagai komandan apel dan petugas protokol lainnya. Syarifudin dalam amanatnya mengingatkan pentingnya tidak hanya memaknai peringatan bulan Rabiul Awal sebagai upaya seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk mengamalkan sunah-sunah Nabi Muhammad Saw.

Selain itu, dalam menghadapi Pilkada mendatang, Syarifudin menekankan pentingnya menjaga netralitas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan menampilkan etika politik yang baik untuk menjaga kondusivitas lingkungan masyarakat. “ASN tidak boleh terlibat politik praktis, tetapi tetap harus mampu menjaga nilai-nilai etika politik yang sehat,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa KUA kini terus bertransformasi dalam meningkatkan pelayanan publik berbasis digital, seperti melalui Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah), Sistem Informasi Wakaf (Siwak), dan Sistem Informasi Masjid (Simas). Transformasi digital ini merupakan bagian dari program revitalisasi KUA yang diinisiasi oleh Kementerian Agama untuk menghadirkan layanan yang lebih prima, kredibel, dan moderat bagi masyarakat.

“KUA bukan hanya untuk pelayanan nikah. Kita juga melayani berbagai layanan seperti wakaf, sertifikat produk halal, hingga urusan lainnya yang berkaitan dengan kehidupan beragama,” ungkap Syarifudin.

Apel kerja gabungan ini diharapkan dapat memperkuat jalur koordinasi lintas sektoral antara instansi di tingkat kecamatan. Dengan demikian, informasi yang disampaikan oleh setiap pimpinan instansi, termasuk dari kepala desa, bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Koordinasi ini, menurut Syarifudin, sangat penting untuk menciptakan sinergi yang harmonis dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan di Kecamatan Kutasari.

“Apel seperti ini bukan hanya ajang seremonial, tetapi kesempatan berharga untuk saling memberikan informasi antarinstansi, yang nantinya dapat diteruskan kepada masyarakat melalui kepala desa dan perangkatnya,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, KUA Kutasari berharap dapat lebih mempererat tali silaturahmi antara instansi dan masyarakat, serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik melalui koordinasi yang lebih baik di tingkat kecamatan. (*)