Beranda blog Halaman 54

Pemkab Blora Seriusi Gagasan Kawasan Industri, Pemanfaatan Hutan jadi Opsi Solutif

Korandiva – BLORA.- Pemerintah Kabupaten Blora mengambil langkah serius dalam mewujudkan kawasan industri dengan mempersiapkan lahan dan membentuk kelompok kerja (Pokja) khusus. Langkah ini diambil untuk mengatasi hambatan utama yang selama ini menghalangi masuknya investasi ke daerah tersebut, yakni keterbatasan lahan.

Bupati Blora, Arief Rohman, menjelaskan bahwa sekitar separuh wilayah Blora merupakan kawasan hutan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan lahan untuk kawasan industri. Karena itu, Pemkab saat ini tengah menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Perhutani.

“Lahan kita ini sebagian besar berupa kawasan hutan. Kami sedang bahas kemungkinan kerja sama dengan Perhutani agar kawas-an tersebut bisa dimanfaatkan secara legal dan terencana,” ujarnya, Rabu sore (16/4/2025).

Menurut Arief, kawasan industri harus dibangun di atas lahan yang memiliki izin legal, bebas dari konflik, serta ditawarkan dengan harga yang rasional agar menarik bagi investor.

“Tujuannya agar tidak menyulitkan investor dalam proses perizinan maupun pembebasan lahan. Justru kita harus memudahkan,” lanjutnya.

Langkah pembentukan Pokja Kawasan Industri ini juga merupakan tindak lanjut dari masukan berbagai pihak, termasuk Himpu-nan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Blora.

Ketua KADIN Blora, Siswanto, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, keberadaan kawasan industri sangat penting agar para investor tidak harus berhadapan dengan proses perizinan dan pembebasan lahan yang terpisah-pisah.

“Selama ini, tanpa kawasan industri, pengadaan lahan dan perizinan cenderung tersebar di banyak titik, sehingga memperlambat proses investasi,” kata Siswanto, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Blora.

Siswanto juga menyampaikan bahwa konsep kawasan industri ini akan dikembangkan berdampingan dengan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) yang sebelumnya telah dirancang.

Ia menilai bahwa KPI belum mampu mendongkrak nilai investasi secara optimal, sehingga diperlukan terobosan baru yang lebih progresif.

“Kita apresiasi langkah Bupati yang memberi ruang bagi pembentukan Pokja ini. Harapannya ada tim yang fokus mengawal dari hulu ke hilir,” ucapnya. (*)

Siswanto, Wakil Ketua DPRD Blora: Kuliner Menjadi Daya Tarik Wisata Lokal

0

Korandiva – BLORA.– Destinasi wisata di Kabupaten Blora yang dibangun beberapa tahun terakhir bisa dinilai sudah cukup baik, hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto ketika ditemui wartawan, Sabtu (19/4/2025).
Namun demikian menurut Siswanto, dari kondisi yang ada sekarang tetap masih butuh peningkatan dalam hal inovasi baik pemilihan wahana maupun kuliner lokalnya. Hal itu dikarenakan pengunjung wisatanya tidak hanya warga lokal Blora, melainkan juga dari luar kota seperti Rembang dan Bojonegoro.

Destinasi wisata tidak hanya mengandalkan pemandangan alam dan menyediakan spot foto, tetapi juga menawarkan kuliner dan oleh-oleh yang berbau lokal. Seperti yang ada di Desa Sumberpitu Kecamatan Cepu. Selain ada wahana menarik untuk arena bermain anak-anak, juga ada kerajinan yang diproduksi oleh UMKM setempat.

“Yang menarik lagi, di tempat ini ada kuliner makanan khas pinggiran Bengawan Solo yaitu masakan ikan Jendil,” kata Siswanto.

Menurut Siswanto, untuk meningkatkan apa yang sudah ada di Desa Sumberpitu ini bisa dimintakan bantuan dari Pemkab Blora, Propinsi atau pemerintah pusat setelah melewati kondisi efisiensi nanti.

“Tapi nanti, setelah situasi sudah membaik, pemerintah desa bisa dapat bantuan dalam bentuk pelatihan sumber daya manusia, atau bantuan dana,” ujarnya.

Menurut Siswanto, Pemerintah bisa memberikan bantuan kepada pengelola warung atau usaha tapi sifatnya kelompok usaha bersama, bukan perorangan.

“Kelompok usaha bersama yang dikelola bersama bisa dapat bantuan peralatan dari dinas teknis di perindustrian atau perdagangan,” paparnya.

“Kepala desa juga bisa merangkul teman-teman dari HIPMI yang bisnisnya macam-macam seperti biro travel, pengusaha batik, dan lain-lain,” katanya. (*)

Bersama Bupati Blora, PWRI Gelar Halal Bihalal Akbar

Korandiva – BLORA.- Halalbihalal akbar digelar oleh keluarga besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora bersama Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP.,M.Si di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Selasa 22 April 2025.

Ketua panitia H. Soedadyo., SH., mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora dalam laporannya menyampaikan halalalbihalal 1446 Hijriah sangat istimewa karena diikuti oleh sekitar 250 orang dari seluruh pengurus PWRI Kabupaten, Kecamatan dan Kelurahan.

Bahkan dihadiri berbagai tamu undangan diantaranya Bupati Dr. H. Arief Rohman. SIP., M.Si, Ustaz H. Sofyan, S.H.I, Asisten Sekda Blora, Ketua KORMI, Ketua Pepabri, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia, Ketua IPPK, Perwakilan Bank Jateng Cabang Blora, PT. BPR BKK Kabupaten Blora, BPR Bank Blora Artha, PT. Blora Patragas Hulu (BPH), PT. Blora Patra Energi (BPE) dan paguyuban Setya Rukun.

Diinformasikan pula terwujudnya halalbihalal keluarga besar PWRI bersama Bupati berkat pengamalan managemen GG (Good Governance), yaitu memanfaatkan dukungan dan bantuan dari pemerintah daerah dan pihak swasta untuk suksesnya pelaksanaan hallalbihalal PWRI Kabupaten Blora.

“Saya sampaikan bahwa bapak Bupati membantu sepenuhnya segala kebutuhan dan fasilitas yang diperlukan untuk halalbihalal ini,” kata Soedadyo.

Pada halalbihalal itu juga dibagikan lebih dari 70 buah hadiah doorprize yang terdiri dari 5 buah sepeda istimewa berasal dari bantuan Bupati, Wakil Bupati dan dari Bank jateng Blora.

Sementara doorprize menarik lainya berasal dari PT. BPR BKK Blora, BPR Bank Blora Artha dan dari PT BPH serta berbagai OPD terkait.

H. Soedadyo juga mengajak seluruh peserta halalbihal untuk melakukan tepuk tangan lansia ala PWRI dengan mengikuti akronim 5A. Yaitu Awak Waras, Ati Seneng, Awet Urip, Ana Gunane, Ajek Ibadahe.

Menumbuhkan Kerukunan
Ketua PWRI Kabupaten Blora, Ir. H. Bambang Sulistya M.MA., mengawali sambutan dengan membacakan sebuah patun yang berjudul Kupu Kupu. Yiatu, Kupu kupu menari riang. Hinggap di bunga sambil berdendang. Halalbihalal tidak boleh hilang. Karena membuat kerukunan dan hati senang
Selesai membacakan sepenggal pantun, mantan Sekda Blora itu disambut oleh undangan dengan ucapan setuju dan tepuk tangan bersama.

Dijelaskannya, menurut Prof Dr.H. Muhammad Quraish Shihab halalbihalal merupakan fenomena keagamaan dan budaya yang ada satu satunya di dunia hanya di Indonesia.

“Kegiatan halalbihalal mampu menumbuhkan kerukunan dan kebahagian bagi umat. Karena terjadi interaksi saling mengulurkan tangan dan melapangkan dada guna saling memaafkan satu sama lainnya,” terangnya.

Harapan setiap orang yang berhalalbihalal dapat menjalin silaturahmi sekaligus sebagai momen strategis untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan perekat persatuan dan kesatuan umat.

Bambang Sulistya juga melaporkan kepada Bupati Blora bahwa berdasarkan hasil curhat kepada para pengurus PWRI di Kabupaten Blora mayoritas menginginkan agar dalam kegiatan halalbihalal dapat diciptakan H3.

H1: Harapan bisa bersalaman dan berfoto bersama dengan Bapak Bupati.
H2: Hiburan yang membuat hati gembira dengan menyanyikan dan mendengarkan lagu populer, nostalgia dan lagu rohani.
H3: Hadiah doorprize yang bisa menambah semangat dan sebagai pengendali peserta untuk tetap bertahan mengikuti acara halalbihalal sampai selesai.

“Masih dalam bulan Syawal 1446 Hijriah, ijinkan saya atas nama pribadi, keluarga dan PWRI Kabupaten Blora, menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan baik dalam bertutur kata maupun perilaku dalam kehidupan sehari hari. Saya tetap berkomitmen untuk terus memperbaiki diri dan ikut mendukung Visi Pemerintah Daerah Sesarengan mbangun Blora untuk mewujudkan masyarakat Blora yang maju, unggul dan berdaya saing,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu H. Winarno, S.Sos., mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Blora menyanyikan lagu tombo ati yang diawali zikir hasbunallah penolong di setiap kesulitan.

Lantunan vokalnya ternyata mampu membuat suasana berubah jadi syahdu penuh nuansa spiritual dan sebagian peserta terlihat ada yang meneteskan air mata.
H. Winarno memang memiliki suara emas karena pernah jadi juara lomba menyanyi tingkat Jawa Tengah.

Bupati Apresiasi Semangat dan Loyalitas PWRI
Bupati Dr. Arief Rohman, SIP., M.Si merespon terhadap ungkapan dan harapan dari seluruh peserta halalbihalal, dan langsung memberi tambahan hadiah doorprize dua buah sepeda onthel, satu langsung diundi sebagai hadiah utama dan satunya lagi diberikan kepada H.Winarno atas kehebatan menyanyikan lagu tombo ati yang bisa menyentuh hati para peserta halalbihalal.

Bupati Blora yang akrab disapa Gus Arif juga memberikan persetujuan agar di masa depan kegiatan halalbihalal 1447 Hijriah keluarga besar PWRI bersama Bupati dan Wakil Bupati tetap diselenggarakan di pendopo rumah dinas Bupati Blora.

Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan oleh peserta halalbihalal. Disamping itu Bupati Blora juga memberi apresiasi positif atas semangat dan loyalitas para pengurus PWRI untuk menumbuhkan kerukunan dan keguyuban dengan berhasil nguri-uri menyelenggarakan kegiatan halalbihalal atas dukungan berbagai pihak.

Gus Arief mengungkapkan ternyata animo masyarakat untuk menyelenggarakan halalbihalal tidak terbatas di bulan Syawal tetapi di luar bulan itu masih ada yang mengundang untuk hadir pada kegiatan halalbihalal.

Ia juga memberi informasi bahwa berdasarkan hasil Musrenbang di wilayah eks karesidenan Pati persoalan infrastuktur jalan Provinsi akan teratasi menjadi mulus dan walaupun ada kebijakan efisiensi anggaran dari pusat pelaksanaan pembangunan jalan Kabupaten pada tahun 2025 akan didanai dari pinjaman bank sebesar Rp200 miliar.

Anekdot dari Bupati, anehnya kalau jalan mulus masyarakat lupa dengan dirinya, tapi kalau jalan jelek ingat dengan dirinya.
Prioritas berikutnya adalah swasembada pangan, Kabupaten Blora telah memberi kontribusi positif terhadap swasembada pangan sebagai lumbung pangan dengan menghasilkan produksi padi diperingkat enam tingkat Jawa Tengah dan produksi jagung nomer dua di Jateng.

Kemudian Bupati akan memberi prioritas pembangunan kualitas sumber daya manusia dan salah satu upayanya akan memberikan beasiswa kuliah kepada anak-anak yang telah lulus dari Sekolah Menengah Atas.

Bahkan akan mendirikan perguruan tinggi politeknik Agroindustri di Kabupaten Blora.
Bupati sangat mengharapkan adanya masukan, ide dan gagasan dari para senior yang sudah memiliki pengalaman yang tergabung dalam wadah organisasi PWRI.

“Selamat berkarya nyata semoga kita termasuk umat yang bermanfaat bagi orang lain,” ucap Bupati.

Selanjutnya hikmah halalbihalalal disampaikan oleh Ustaz Sofyan, S.H.I. Ia membahas tentang tema halalbihalal keluarga besar PWRI bersama Bupati “Saling Memaafkan Untuk Mempererat Kerukunan”
Diutarakan pula peran umat muslim setelah berpuasa bulan Ramadan harus ada perubahan yang nyata seperti puasanya ulat berubah jadi kupu kupu.

“Harus semakin peka terhadap orang lain utamanya kepada orang yang kurang beruntung. Suka bersedekah/berbagi/kepyur baik dalam keadaan sempit maupun lapang, selalu menjaga silaturahmi.
Menjadi umat yang pemaaf dan meningkatnya perilaku yang mulia tidak mudah marah dan tetap mampu mengendalikan diri dalam pergaulan sehari hari.

Ustaz Sofyan mengajak kepada seluruh peserta halalbihalal agar menjadikan hari-hari sebelas bulan ke depan seperti hari hari di bulan Ramadan.

Ia mengingatkan bahwa predikat manusia takwa harus memiliki ciri-ciri yang tersurat dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 134.
Halalbihalal diakhiri dengan pembagian hadiah doorprize dan bersalam-salaman saling meminta maaf serta swafoto bersama Bupati Blora dengan ekspresi riang dan gembira. -(*)-

Kecelakaan Maut di Jalan Blora-Cepu: Nenek 75 Tahun Tewas Tertabrak Motor Koperasi Sumber Rejeki, Arak Ditemukan di TKP

0

Korandiva – BLORA.- Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Blora-Cepu KM 3, yang melibatkan sepeda motor hingga menewaskan seorang nenek berusia 75 tahun. Korban, yang bernama Rame dan merupakan warga Desa Seso, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, sedang dalam perjalanan pulang dari mengambil rumput di lapangan tembak 410. Kecelakaan ini terjadi saat Rame sedang melintas di jalan tersebut, dan sebuah sepeda motor milik pegawai koperasi menabraknya dengan keras.

Saksi mata, Sariono, mengungkapkan bahwa dua botol minuman keras jenis arak ditemukan di sekitar lokasi kejadian, yang menambah kecurigaan adanya faktor alkohol yang mungkin mempengaruhi kecelakaan tersebut. Kendaraan yang terlibat, dengan nomor polisi K 3936 IE, adalah sebuah motor jenis Versa yang biasa digunakan oleh pegawai koperasi. Polisi kini sedang menyelidiki apakah pengendara motor dalam keadaan terpengaruh alkohol saat terjadi kecelakaan.

Korban yang mengalami luka parah, termasuk patah kaki, tiga tulang rusuk patah, dan tekanan pada paru-paru akibat benturan keras, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Blora untuk penanganan intensif. Kondisi korban yang sudah kritis tidak bisa ditolong, sementara pihak kepolisian terus menggali keterangan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti dari kecelakaan ini. (*)

Rekonstruksi Mencekam! Korban Sempat Koma, Pengeroyokan Brutal di Sambong Dibongkar Polisi

0

Korandiva – BLORA.- Drama kriminal yang sempat mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya memasuki babak baru. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang nyaris merenggut nyawa seorang warga. Aksi brutal ini sempat membuat heboh masyarakat, setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara keji.

Rekonstruksi digelar di halaman Polres Blora setelah korban menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan mampu memberikan keterangan penting kepada penyidik. Dalam proses yang berlangsung tegang dan penuh perhatian itu, polisi menghadirkan para tersangka, saksi, dan tentunya korban untuk mengungkap kronologi kejadian secara gamblang.

Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, menegaskan bahwa langkah ini krusial untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi tersebut.

“Rekonstruksi ini kami laksanakan agar mendapatkan gambaran yang utuh dari sudut pandang korban, pelaku, dan saksi. Ini penting agar fakta-fakta di lapangan bisa kami cocokkan dengan keterangan mereka,” ujarnya (21/04/2025).

Menurut informasi, pengeroyokan yang terjadi melibatkan sejumlah pelaku yang bertindak di luar batas kemanusiaan. Korban dihajar habis-habisan hingga tak sadarkan diri, memicu kemarahan dan keprihatinan warga Sambong dan sekitarnya. Beberapa tersangka telah ditangkap, sementara motif di balik kekerasan ini masih dalam pendalaman intensif oleh aparat. Satreskrim Polres Blora menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini tanpa pandang bulu.

“Kami ingin kasus ini menjadi pelajaran. Proses hukum akan kami jalankan seadil mungkin, agar tidak ada lagi kejadian mengerikan seperti ini di kemudian hari,” tambah AKP Selamet.

Dengan digelarnya rekonstruksi ini, publik berharap keadilan bisa ditegakkan, dan pelaku mendapat ganjaran setimpal atas perbuatannya. Warga pun diminta tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada pihak kepolisian. (*)

Keberhasilan Ahmad Nurudin dalam Meningkatkan Pembangunan Desa Bandungrojo

0

Korandiva – BLORA.- Di bawah kepemimpinan Ahmad Nurudin, Desa Bandungrojo mengalami kemajuan signifikan dalam berbagai sektor. Salah satu pencapaian utama adalah pemasangan lebih dari 350 tiang lampu penerangan jalan di seluruh desa, yang memberikan rasa aman bagi warga. Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti rabat beton, paving jalan, drainase, dan talud jalan juga dilaksanakan secara merata, mencakup pusat hingga pinggiran desa. Pembangunan gedung pertemuan dan olahraga turut memperlihatkan kemajuan desa.

Di sektor pendidikan, Ahmad Nurudin berhasil membangun 1 gedung TK PAUD dan 2 gedung Madrasah Diniyah. Selain itu, beliau juga memberikan anggaran honor bulanan untuk guru-guru pendidikan anak usia dini dan Madin. Di bidang kesehatan, pembangunan 2 gedung posyandu mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi warga.

Di sektor pertanian, program ketahanan pangan berhasil meningkatkan hasil pertanian dengan adanya irigasi pipanisasi yang memadai. Penambahan sumber mata air juga mengatasi masalah kekurangan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Meski berbagai keberhasilan telah tercapai, Ahmad Nurudin mengungkapkan bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Dengan sinergitas yang baik antara pemerintah desa, kabupaten, provinsi, dan pusat, beliau berharap pembangunan di Desa Bandungrojo terus berlanjut. (*)

Kinerja Perangkat Desa Bandungrojo Dipertanyakan, Warga Soroti Ketidakhadiran Jalil dan Nur Rohman

0

Korandiva – BLORA.- Desa Bandungrojo Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora kini tengah dilanda keluhan masyarakat terkait kinerja perangkat desanya. Warga setempat mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran dua perangkat desa, Jalil dan Nur Rohman, yang jarang masuk kantor.

Jalil yang sudah lama tidak rutin bekerja, bahkan seminggu sekali pun tak pernah terlihat hadir di balai desa. Begitu juga dengan Nur Rohman, sering tidak hadir di kantor tanpa alasan yang jelas. Kekecewaan ini disampaikan oleh warga, salah satunya Halimah, yang menilai kedua perangkat desa tersebut tak pernah menjalankan tugasnya dengan baik.

“Meski keluhan sudah disampaikan kepada Kepala Desa (Kades), Camat, hingga ke pihak PMD, kondisi ini tetap tidak berubah. Warga berharap agar ada tindakan konkret agar pelayanan publik di desa ini berjalan lebih optimal,” ujar Halimah.

Nurdin selaku Kepala Desa Bandungrojo, saat dikonfirmasi mengungkapkan, bahwa tidak semuanya benar, karena banyak perangkat desa yang masih aktif masuk kantor.
“Kalau ada yang tidak ngantor, mungkin karena ada halangan. Pelayanan di desa kami tetap berjalan lancar dan semua urusan masyarakat dilayani dengan baik,” ujarnya.

Nurdin juga menambahkan, bahwa Pemerintah desa memang bekerja 24 jam dalam memberikan pelayanan, namun pihaknya tidak bisa lepas dari tanggung jawab jam kerja.
“Jika memang ada masalah dengan kehadiran, sebaiknya kantor ditutup dan pelayanan dilakukan di rumah,” jelasnya. (*)

Visualisasi Jalan Salib Perkuat Iman Umat Katolik Blora

Korandiva – BLORA.- Umat Katolik di Kabupaten Blora, Jawa Tengah menggelar visualisasi Jalan Salib di Wireskat Desa Sendangharjo Kecamatan Blora, Jumat pagi (18/4/2025) mulai pukul 07.00 WIB.
Cuaca pagi yang sejuk di lokasi Wireskat Desa Sendangharjo menjadi spirit religius dan membangkitkan keimanan umat Katolik sehingga visualisasi Jalan Salib berjalan khidmat, tertib dan lancar dalam rangka memperingati wafat Yesus Kristus.

Romo Kepala Paroki Santo Pius X Blora Benediktus Prima Novianto Saputro menyampaikan apresiasi yang sangat luar biasa atas pelaksanaan visualisasi Jalan Salib yang diperankan oleh orang muda dan umat dewasa Katolik.

“Ini hal yang sangat luar biasa, mereka telah berlatih dengan baik dan juga sudah mempersiapkan diri semuanya dengan baik, dan terima kasih dukungan semua pihak, yang telah ambil bagian dalam visualisasi ini,” kata Romo Novi, sapaan akrab Kepala Paroki Santo Pius X Blora.

Ia menyebut mulai jam 04.00 WIB para pemeran visualisasi Jalan Salib sudah mempersiapkan diri dan memerankan dengan baik sehingga memukau umat yang menyaksikan.

“Tentu ini bukan hanya soal pertunjukan, tapi ini sebuah usaha untuk merenungkan Sabda Tuhan yang diwujudkan dalam visualisasi. Maka, semoga hal ini bisa membantu kita semua untuk memahami betapa besar cinta Tuhan kepada kita,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Romo Novi dalam sambutannya, Dia bisa sampai menjadi manusia dan wafat di kayu salib.
“Sebuah misteri yang sulit untuk kita pahami, karena cinta itu memang luar biasa. Maka, bapak/ibu, hanya dengan mata hati kita, kita bisa merenungkan dan mengimani betapa besar baiknya Tuhan kepada kita. Semoga dengan peristiwa ini kita semakin dipenuhi dengan cinta kasih kepada-Nya. Bukan hanya kesedihan, bukan hanya penyesalan, dan taubat, tetapi mari kita wujudkan, kita bangun hidup kita berdasarkan kasih kepada Tuhan dan kepada sesama. Tuhan memberkati kita semuanya,” ungkapnya.

Sementara itu Koordinator Visualisasi Jalan Salib Maximiana Pancastuti, menjelaskan persiapan dilakukan lebih kurang satu bulan.
“Ini melibatkan Orang Muda Katolik (OMK), ketua lingkungan, kategorial dan beberapa umat, khususnya kami melibatkan banyak OMK-nya. Ini tadi prosesinya sekitar 1 jam lebih 15 menit. Memang ada perbedan untuk variasi, tahun lalu dilaksanakan di gereja, dua tahun lalu di Wireskat, tetapi melewati Jalan Salib, tahun ini kita buat beda karena hanya melewati jalan utama saja, tapi rangkaian peristiwanya hampir sama,” ucapnya.

Melalui visualisasi tersebut, ia berpesan supaya umat lebih benar-benar menghayati kisah sengsara Yesus yang sudah menebus dosa umat manusia, supaya umat berani melayani seperti apa yang elah diteladankan oleh Yesus Kristus ini.
Dalam pelaksanaan itu, ada 14 perhentian atau stasi Jalan Salib.

Yaitu, Yesus dijatuhi hukuman mati. Yesus memanggul Sali. Yesus jatuh untuk pertama kali. Yesus berjumpa dengan ibu-Nya. Yesus ditolong oleh Simon dari Kirene. Wajah Yesus diusap oleh Veronika. Yesus jatuh untuk kedua kalinya. Yesus menghibur perempuan-perempuan yang menangisi-Nya. Yesus jatuh untuk ketiga kalinya. Pakaian Yesus ditanggalkan. Yesus disalibkan. Yesus wafat di kayu salib. Yesus diturunkan dari salib. Yesus dimakamkan.

“Bersyukur sekali, masih diberi kesehatan oleh Tuhan dan diberikan kesempatan untuk mengikuti visualisasi Jalan Salib. Nanti siang dilaksanakan Ibadah Jumat Agung,” kata Ignatius Ary Soesanto, Sekretaris Paroki Santo Pius X Blora.

Dengan mengenangkan kembali kesengsaraan Tuhan Yesus, makin menyadari betapa besar kasih Allah kepada kita. Jalan Salib adalah devosi yang mengarahkan pandangan spiritual kita pada peristiwa Yesus Kristus mulai dari keputusan hukuman mati pada Yesus hingga peristiwa pemakaman-Nya.

Dalam bahasa Latin, Jalan Salib disebut Via Dolorosa artinya Jalan Penderitaan. Inilah saat-saat terakhir hidup Yesus secara historis di dunia. Devosi itu adalah peringatan akan peristiwa tersebut.
Dari berbagai sumber disebutkan tradisi Jalan Salib dirintis oleh Santo Fransiskus Asisi, diperkenalkan oleh Ordo Fransiskan abad ke-14 lalu meluas di Gereja Katolik Roma pada abad pertengahan. Paus Klemens XII menetapkan secara resmi terkhusus perhentian-perhentiannya secara definitif pada abad XVII yang berlaku sampai sekarang. (*)

Dukung Pembangunan Infrastruktur, Masyarakat Desa Plantungan Sukses Selesaikan Tahap Kedua Pembangunan Jalan Cor

0

Korandiva – BLORA.– Masyarakat Desa Plantungan Kecamatan Blora, Kabupaten Blora bersama pemerintah setempat berhasil menyelesaikan tahap kedua pembangunan jalan cor sepanjang 1 kilometer dengan lebar 7 meter dan ketebalan 20 cm. Proyek senilai Rp2,5 miliar ini didanai melalui Pendapatan Asli Desa (PADes) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), bertujuan memperbaiki infrastruktur yang sebelumnya rusak parah, serta meningkatkan kesejahteraan dan mobilitas warga.

Kasi Pelayanan Pemdes Plantungan, Fajar, menjelaskan bahwa kondisi jalan sebelum diperbaiki sering kali menimbulkan masalah, terutama saat musim hujan. Jalan yang licin dan berbahaya pernah menyebabkan beberapa kecelakaan, termasuk anak-anak sekolah yang terjatuh akibat kondisi jalan yang buruk.

“Masalah ini mendorong warga dan Pemerintah Desa untuk mengambil inisiatif perbaikan secara bertahap. Kami ingin memastikan warga, terutama anak sekolah, dapat beraktivitas dengan aman,” terang Fajar.

Fajar juga menambahkan bahwa tahap pertama pembangunan yang melibatkan partisipasi masyarakat secara bergotong-royong telah selesai pada tahun 2024. Sementara itu, tahap kedua ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan. Lebih dari 40 warga terlibat dalam kegiatan gotong royong secara bergiliran untuk memastikan proyek ini berjalan lancar.

“Proyek ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat. Partisipasi aktif warga menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi untuk membangun desa yang lebih baik,” tambah Fajar.

Dengan selesainya tahap kedua, pembangunan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga, terutama anak sekolah, dan mendukung kegiatan ekonomi di Desa Plantungan. “Kami berharap tidak ada lagi kejadian anak terjatuh atau kesulitan transportasi setelah perbaikan ini,” ujar Fajar.

Selain itu, dengan total panjang jalan yang rusak mencapai 3 kilometer di wilayah Plantungan-Ngadipurwo, Pemerintah Desa berkomitmen untuk terus melanjutkan perbaikan secara bertahap, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Yanto, salah satu warga yang terlibat dalam pengecoran jalan, menyampaikan bahwa dana untuk proyek ini berasal dari PADes dan BUMDes, yang merupakan upaya nyata dalam pemberdayaan ekonomi lokal.

“Melalui proyek ini, Desa Plantungan menjadi contoh kolaborasi yang sukses antara Pemerintah Desa dan masyarakat untuk membangun infrastruktur yang berkelanjutan,” ungkap Yanto.
Pembangunan jalan cor ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur desa, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan warga dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (*)

“Five in One”, DP4 Blora Kemas Lima Kegiatan dalam Momentum Halalbihalal

Korandiva – BLORA.- Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora telah membuat sejarah dan gebrakan baru, yaitu mampu menciptakan dan melaksanakan kegiatan yang sangat strategis dengan merangkai lima kegiatan penting dalam satu momen, atau bahasa aktualnya “Five in One”.

Meliputi kegiatan halalbihalal, Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan, Launching Desa Organik, Lauching Duta Pangan Milenial dan Sosialisasi Diversifikasi Pangan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora Rabu, 16 April 2025.

Kepala DP4 Kabupaten Blora, Ngaliman, SP., M.MA. menjelaskan tujuan utama kelima kegiatan tersebut.
Pertama, Nguri-uri budaya adi luhung untuk menyambung dan merabuk tali silaturahmi di antara para petugas dari berbagai instansi terkait yang mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Blora.
Kedua, Meningkatkan sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ketiga, Mendorong transisi pertanian berkelanjutan melalui pengembangan desa organik.
Keempat, Memberdayakan generasi muda melalui peran sebagai duta pangan milenial.
Kelima, Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diversifikasi pangan lokal sebagai solusi ketahanan pangan dan gizi.

Capaian dan prestasi yang telah diwujudkan dalam mendukung swasembada pangan di Bumi Blora Mustika menunjukan tren positif.
Pada bulan Maret 2025 Kabupaten Blora menjadi kabupaten dengan luas panen peringkat 8 di tingkat nasional.
Demikian pula target tanam padi yang ditetapkan Kementerian Pertanian Republik Indonesia seluas 20.000 hektar mampu direalisasikan luas tanam padi mencapai 25.475 Ha.

Sementara produksi padi yang dihasilkan oleh para petani di Kabupaten Blora mencapai 630 ribu ton adalah menempati rangking terbesar ke enam di Jawa Tengah.
“Bila produksi gabah tersebut dikonversi menjadi beras produksinya mencapai 310 ribu ton. Sedangkan konsumsi per tahun di Kabupaten Blora diperkirakan mencapai sebesar 73 ribu ton, berarti hanya 24% beras yang dikonsumsi masyarakat Blora. Sehingga Kabupaten Blora bisa surplus beras mencapai sekitar 76%,” jelas Ngaliman.

Selain beras di Kabupaten Blora merupakan lumbung jagung dengan produksi sebesar 430 ribu ton terbesar kedua se Jawa Tengah.
Kemudian desa yang akan dikukuhkan sebagai rintisan desa organik adalah Desa Sidorejo, Bajo, Gondel ,Pulo dari Kecamatan Kedungtuban, Desa Gembyungan dari kecamatan Randublatung, Desa Sumber dari Kecamatan Kradenan, Desa Andongrejo dari kecamatan Blora, Desa Pengkoljagong dari Kecamatan Jati dan Desa Sendangwongu dari Kecamatan Banjarejo.

Selanjutnya di sektor peternakan, di Kabupaten Blora jumlah populasi sapi potong terbesar di Jawa Tengah sehingga dikenal Kabupaten Blora sebagai gudangnya sapi Jawa Tengah dan memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan swasembada daging.

Sedangkan potensi di sektor Perikanan pengembangan perikanan darat telah dilaksanakan sistem bioflok, mina padi dan pemanfaatan embung untuk budidaya ikan sudah berjalan baik.Bahkan di Kabupaten Blora telah tersedia kebun benih ikan yang siap menyediakan benik ikan nila, lele dan gurami.

Ngaliman juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan bantuan dari semua pihak utamanya dari unsur TNI dan Polri yang telah ikut dalam pendampingan dan pengamanan pangan strategis.

Disamping itu ucapan terima kasih ditujukan kepada OPD terkait yang telah ikut mengawal pembangunan pertanian di Kabupaten Blora.
Termasuk kepala desa dan tokoh masyarakat yang telah menjadi motor penggerak di tingkat akar rumput.

Ngaliman juga menginformasikan langkah cerdas dalam memilih dan menghadirkan duta pangan milenial desa se Kabupaten Blora.
Mereka diberi peran untuk menjadi agen perubahan dalam pengembangan agrobisnis, edukasi pangan lokal,penguatan pertanian organik dan promosi gizi seimbang di lingkungannya masing-masing. Melalui agenda akbar hari itu, sangat diharapkan Kabupaten Blora mampu memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan, kedaulatan dan kemandirian pangan Republik Indonesia.

Bupati Blora Dr H. Arief Rohman, SIP., M.Si., dalam mengawali sambutan mengucapkan Selamat Idulfitri 1446 H mohon maaf lahir batin semoga kita semua yang hadir menjadi umat yang takwa dan semakin bermanfaat bagi orang lain.

Gus Arief panggilan akrab sehari-hari juga menyampaikan ungkapan rasa kegembiraan dan kebanggaan atas terwujudnya agenda hari itu. Karena dapat menumbuhkan dan memotivasi diri dalam membangkitkan kinerja dan kebersamaan dari berbagai pihak yang selama ini telah ikut memberikan sumbangsih untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Kabupaten Blora.

Bupati Blora juga akan memperjuangkan agar para petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) mendapatkan sarana mobilitas berupa sepeda motor baru untuk bisa berkarya nyata lebih handal dan mantap.
Disamping itu Bupati memberi apresiasi positif dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berjuang dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Blora.

Khusus kepada seluruh petugas dari DP4, Bupati Blora memberi spirit agar tetap bersemangat dan berjuang untuk mewujudkan swasembada pangan menuju Blora yang tangguh dan berdaya saing.
Pertahankan kinerja dan prestasi yang telah dicapai selama dua tahun berturut-turut mendapat penghargaan tingkat nasional di bidang teknologi pertanian.

Sementara itu, KH Minardi dalam tausiahnya memberi semangat spirutual kepada seluruh peserta yang hadir agar momentum halalbihalal dapat melahirkan peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

Mampu menjadi manusia yang suka berbagi/bersedekah/kepyur kepada orang yang kurang beruntung, menjaga dan menahan diri dari amarah supaya bisa menciptakan situasi kondusif dan suasana damai guyub rukun paseduluran sak lawase, suka memberi maaf dan meminta maaf atas segala kesalahan diperbuat.
Mengamalkan berbagai perbuatan yang baik, stop bergibah dan menyebarkan berita hoaks dan fitnah .(QS Ali Imron 134). Kegiatan five in one diakhiri dengan pembagian doorprize dan budaya bersalam-salaman. (*)