Beranda blog Halaman 52

SLB Negeri Randublatung Terima Bantuan Minibus Mitsubishi Colt T 120 SS

0

Korandiva – BLORA.– SLB Negeri Randublatung menerima bantuan satu unit minibus Mitsubishi Colt T 120 SS yang diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariyadi, pada Senin (5/5/2025), bertempat di halaman sekolah.

Dalam sambutannya, Luluk menyampaikan bahwa meskipun mobil yang diberikan merupakan kendaraan bekas, kondisinya masih layak pakai dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan operasional sekolah, khususnya antar jemput siswa.

“Kami serahkan mobil ini meskipun tidak baru, namun masih sangat bisa digunakan untuk antar jemput siswa-siswi SLB yang membutuhkannya. Kami mohon mobil ini dirawat dengan baik dan semoga membawa manfaat,” ujar Luluk.

Kepala SLB Negeri Randublatung, Muhson, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati Blora dan Dinas Sosial P3A atas bantuan tersebut.

“Kami dan para guru sangat berterima kasih atas bantuan mobil ini. Ini sangat membantu dalam kegiatan antar jemput siswa berkebutuhan khusus serta operasional lainnya,” ucap Muhson.

Salah satu perintis SLB Negeri Randublatung, Sugiyanto yang akrab disapa Mas Antok, juga mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa SLB memang membutuhkan layanan antar jemput.

“Sekitar 80% siswa kami membutuhkan antar jemput karena mereka tidak hanya berasal dari Randublatung, tapi juga dari daerah lain seperti Kecamatan Jati dan Kradenan,” ungkapnya. (*)

Berangkat ke Tanah Suci, Achmat Nur Hidayat Berharap Memperoleh Predikat Haji Mabrur

Korandiva – BLORA.- Salah satu dari calon jemaah haji kloter 58, yang berangkat ke tanah suci Makkah adalah Achmad Nur Hidayat, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dindalduk KB) Kabupaten Blora.
Pada Sabtu 3 Mei 2025, di kediamannya, jalan Agil Kusumodiyo no 14 Blora dirinya menyelenggarakan acara Walimatul Haji.
Dihadiri oleh warga masyarakat di lingkungannya, sahabat, handai taulan dan saudara keluarga besarnya.

Gus Nur Jenggot panggilan populer sehari-hari, dalam sambutannya menyampaikan ucapan puji syukur kepada Allah Yang Maha Bijak atas diberikan izin untuk berangkat haji beserta istrinya ke baitullah.

“Insya Allah akan berangkat besok pada tanggal 18 Mei 2025. Maka kami memohon doa restu kepada seluruh yang hadir, agar dapat menyempurnakan rukun Islam ke lima dengan lancar, diberi kesehatan, kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan rukun haji, ibadah wajib dan ibadah sunah haji,” ujarnya.

Disamping itu ia juga menitipkan seluruh keluarga, rumah beserta seisinya termasuk peliharaannya berupa ayam kepada para tetangga dan saudara.

Tak lupa juga menyampaikan permohonan maaf atas segala ucapan dan tindakan yang kurang berkenan selama ini. Baik sebagai ketua RT maupun dalam kegiatan kedinasan.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerawuhan, doa dan dukungan serta bantuan kelancaran kegiatan ini.

Achmat Nur Hidayat sangat berharap melalui ibadah haji ini bisa memperoleh predikat haji mabrur dan menjadi momentum untuk melakukan reformasi diri dalam mewujudkan manusia paripurna yang produktif tetap berkarya nyata dan bermanfaat bagi orang banyak.

Sementara KH Minardi dalam tausiahnya merespon positif harapan dari Gus Nur untuk memperoleh haji mabrur.

“Memang setiap orang yang akan melaksanakan ibadah haji buah yang sangat diharapkan adalah untuk menjadi haji mabrur,” ucapnya.

Ciri-ciri haji mabrur salah satu parameter utama adalah sebelum dan sesudah naik haji harus ada perubahan dan peningkatan kearah positif.

Di antaranya, Pertama, Perubahan dalam akhlak dan perilaku lebih baik ditandai sabar, santun, lembut dan tidak mudah bersumbu pendek, tidak suka menghujat apalagi menebar fitnah dan ngeshare berita hoaks.

Kedua, Peningkatan ketaatan dan ketakwaan kepada pemilik langit termasuk menjalankan perintahNya dan menjahii larangaNya.

Ketiga, memiliki rasa kepedulian dan kasih sayang yang besar terhadap sesama umat utamanya orang yang kurang beruntung, rajin bersedekah/kepyur/ berbagi dan menebar kedamaian.

Keempat, Makin aktif menjaga dan mempererat tali silaturahmi dengan sesama umat.
Kelima, Berusaha bersikap prasojo tidak sombong dan gemar memilihara kebersihan diri dan lingkungan.

Ibadah haji hukumnya wajib bagi orang yang mampu melakukan perjalanan haji ke Baitullah.
Hal itu tertuang dalam surat Ali Imron ayat 97.

Ibadah haji diwajibkan bagi setiap muslim hanya sekali seumur hidup.
Haji adalah ziarah ke kabah di bulan haji atau Dzulhijjah dengan melakukan amalan amalan haji seperti ihram, tawaf, sai dan wukuf dipadang arawah.

Ia juga menjelaskan makna ihram secara spiritual adalah adalah lambang kesucian, penyerahan diri kepada Allah dan meninggalkan segala hal yang bersifat duniawi.
Oleh karena itu ihram merupakan rukun pertama dalam ibadah haji dan umroh sehingga harus dilakukan dengan benar.

Untuk menjamin agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar para jemaah haji harus memiliki SIM yang maknanya Sabar, Ikhlas dan Menyerahkan diri kepada Allah.
Selain memiliki SIM jemaah haji juga harus mengutamakan ibadah dan menjaga kesehatan agar tetap prima selama melaksanakan ibadah haji.

Kegiatan walimatul haji diakhiri dengan doa untuk kelancaran dan kesuksesan dalam menunaikan ibadah haji dan budaya bersalam salaman.

Untuk diketahui Calon Jemaah haji 2025 dari Kabupaten Blora yang akan berangkat ke tanah suci sebanyak 553 orang yang terbagi dalam tiga kloter : 57SOC, 58 SOC dan 59 SOC. (*)

Desa Gempol Genjot Pembangunan Jalan Demi Kemajuan Ekonomi Warga

0

Korandiva-BLORA.– Pemerintah Desa Gempol Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah nyata yang kini dilakukan adalah rencana pembangunan jalan penghubung antara Dukuh Sologender dan Dukuh Pelem, yang kini telah memasuki tahap awal pengukuran.

Pekerjaan pengukuran dilakukan oleh tim dari CP Artha Cetta pada Kamis (1/5/2025). Jalan yang direncanakan memiliki panjang 5,5 kilometer, lebar 3 meter, dan ketebalan 20 sentimeter. Proyek ini akan dibiayai dari APBD Kabupaten Blora dengan anggaran mencapai Rp10 miliar.

Doni Prasetyo, petugas dari CP Artha Cetta, mengatakan bahwa pengukuran ini merupakan langkah penting dalam memastikan pembangunan sesuai rencana.
“Ini masih tahap awal. Kami sedang melakukan pengukuran secara detail untuk memastikan jalur pembangunan jalan benar-benar sesuai dengan perencanaan,” ujar Doni.

Menariknya, proses pengukuran ini tidak hanya melibatkan pihak pelaksana teknis, namun juga mendapat dukungan langsung dari Kepala Desa Gempol, Nurdiyanto, beserta perangkat desanya. Mereka turut membantu memasang patok hingga mengawasi proses pengukuran.

“Kami ingin memastikan pembangunan ini benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan RAB. Karena itu saya dan perangkat desa turun langsung ke lapangan. Insya Allah, pembangunan fisik akan dimulai pada bulan Juli,” ungkap Nurdiyanto.

Rencana pembangunan jalan ini disambut dengan penuh antusias oleh warga, khususnya dari Dukuh Sologender dan Pelem. Masyarakat menyambut gembira pembangunan jalan dengan konstruksi rigid beton yang akan mempermudah akses dan mobilitas mereka.

Pariman (40), warga Dukuh Pelem, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Desa Gempol dan Pemerintah Kabupaten Blora.
“Atas nama warga Pelem, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Lurah dan semua pihak yang peduli. Jalan ini sangat kami harapkan karena akan mempermudah akses dan menggerakkan perekonomian desa,” ujarnya penuh harap.

Pembangunan jalan ini tidak hanya menjadi wujud nyata dari perhatian pemerintah, tetapi juga menjadi simbol semangat gotong royong antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait dalam membangun desa yang lebih maju dan sejahtera. (*)

Pemanfaatan Sumur Minyak Tua di Blora Dapat Restu Kementerian ESDM

0

Korandiva – BLORA.- Pemanfaatan sumur minyak tua di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, akhirnya mendapatkan persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, pada acara Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar di Semarang, Jumat (2/5/2025).

Meskipun selama ini pengeboran minyak dilakukan tanpa izin resmi, kegiatan ini sudah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Kementerian ESDM berencana untuk menyusun Peraturan Menteri (Permen) yang akan memberikan dasar hukum bagi pengelolaan sumur minyak tersebut.

Siswanto menjelaskan bahwa meskipun operasi sumur minyak masih ilegal, namun aktivitas ini sudah membantu meningkatkan perekonomian lokal.

Untuk itu, pemerintah berencana membuat regulasi yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengelola sumur-sumur tersebut.

Dalam rencana pengelolaannya, Menteri ESDM menginstruksikan agar kegiatan pengeboran sumur minyak kecil diserahkan kepada masyarakat melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi, atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Langkah ini diharapkan dapat membawa manfaat ekonomi langsung bagi warga Blora dan memperkuat perekonomian daerah melalui pengelolan yang lebih terstruktur dan legal. (*)

Kejaksaan Negeri Blora Lakukan Penggeledahan, Tim Penasehat Hukum Keberatan dan Akan Tempuh Langkah Hukum

0

Korandiva – BLORA.- Dugaan korupsi pengelolaan jaringan air bersih di Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora memasuki tahap pengusutan. Pada Jumat pagi (2/5/2025), Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora menerjunkan tim penyidik yang terdiri dari Kasi Pidsus, Kasi Pidum, dan Kasi PB3R, untuk melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi.

Penggeledahan dimulai dari balai desa setempat, lalu berlanjut ke rumah beberapa pihak yang diduga terkait, di antaranya Suwarni (mantan Kades Sogo periode 2007-2013), Kuwatono (kaur keuangan desa), serta dua operator PAM Desa Sogo, Suwarno dan Teguh.

Tidak berhenti di situ, penyidik juga menyambangi rumah Ngatman yang saat ini menjabat sebagai kepala desa, dan kantor Bumdesma eks PNPM Perdesaan.

Saat mendatangi rumah Kuwatono, penyidik sempat berdebat dengan menantu yang bersangkutan karena Kuwatono sedang tidak berada di tempat. Suwarno dan Teguh juga dilaporkan tidak berada di rumah saat didatangi.

Kasi Pidsus Kejari Blora, Muhammad Heriansyah, menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan untuk memperkuat bukti dalam penyidikan perkara dugaan korupsi pengelolaan aset air bersih desa yang berlangsung sejak 2010 hingga 2024.

Dari penggeledahan tersebut, pihak kejaksaan mengamankan sejumlah dokumen yang diduga relevan untuk kelengkapan proses penyidikan. “(Hasil penggeledahan) Dokumen yang diamankan,” tegasnya.

Sementara itu Billy, salah satu penasihat hukum Kuwatono menyatakan bahwa pada 24 April 2025 lalu pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Kejaksaan Negeri Blora untuk melaksanakan pemeriksaan Berita Acara Tambahan terhadap kliennya. Namun, meski permintaan itu belum terlaksana, upaya penggeledahan dan penyitaan malah dilaksanakan.

“Kami sangat menyesalkan langkah ini, karena tidak ada alasan jelas untuk melakukan penggeledahan sebelum pemeriksaan Berita Acara Tambahan,” ungkap Billy dengan nada kecewa.

Penasehat Hukum lainnya, Putra Wibowo, juga menyoroti ketidaktepatan langkah hukum yang diambil oleh Kejaksaan Negeri Blora. Ia menganggap bahwa perkara ini masih sangat prematur untuk sampai pada tahap penggeledahan, mengingat laporan yang diajukan belum terperinci dan belum ada perhitungan kerugian negara yang jelas.

“Kami keberatan dengan penggeledahan ini karena konstruksi tuduhan dalam laporan tersebut masih kabur. Kami akan menempuh langkah hukum lebih lanjut untuk membela hak-hak klien kami,” tambah Putra.

Perkara ini telah menarik perhatian pemerintah setempat, dengan Pemerintah Kabupaten Blora berharap agar proses hukum ini segera mendapatkan kejelasan dan penyelesaian. Pemerintah berharap agar pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dan transparan dalam menangani perkara ini demi kepentingan masyarakat. (*)

MPKN Blora Gelar Halal Bihalal dan Raker 2025: Komitmen Tegas dalam Pengawasan Keuangan Negara

0

Korandiva – BLORA.- Masyarakat Pengawas Keuangan Negara (MPKN) Blora menggelar acara Halal Bihalal dan Rapat Kerja (Raker) di Resto Sebara. Acara ini dihadiri oleh anggota MPKN, tokoh masyarakat,

Dalam sambutannya, Ketua MPKN Blora, Muhamad Fuad Musoha, menegaskan visi organisasi untuk “Bongkar Korupsi, Selamatkan Uang Rakyat”. Ia menyampaikan empat program kerja utama MPKN untuk tahun 2025, yaitu:

Pengawasan Keuangan Negara: Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap penggunaan anggaran negara untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.​

Advokasi: Memberikan edukasi dan dukungan kepada masyarakat dalam memahami pentingnya pengelolaan keuangan negara yang baik.​

Pembentukan Opini Publik: Membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara.​

Pelatihan Pengkaderan: Menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas anggota dalam melakukan pengawasan secara efektif.​

Fuad berharap dengan adanya program-program tersebut, MPKN Blora dapat semakin solid dan berperan aktif dalam menjaga integritas keuangan negara. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan mencegah praktik korupsi demi kesejahteraan bersama.​

Acara ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota dan mitra kerja, serta sebagai langkah awal dalam implementasi program kerja MPKN Blora tahun 2025.​

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, MPKN Blora siap menjadi garda terdepan dalam pengawasan keuangan negara dan pemberantasan korupsi di Kabupaten Blora.​ (*)

Janda Lansia Jadi Korban Pencurian, Emas 96 Gram dan Uang Rp 3,5 Juta Raib di Rumah Tak Terkunci

0

Korandiva – BLORA. – Kejadian mengenaskan menimpa Parsiyem (65), seorang janda lansia warga Desa Karangtalun, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora. Ia menjadi korban pencurian yang menghilangkan perhiasan emas seberat 96 gram dan uang tunai sebesar Rp 3,5 juta. Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 24 April 2025, sekitar pukul 08.00 WIB.

Parsiyem yang sehari-harinya bekerja di sawah, pada pagi itu meninggalkan rumah untuk membawa pupuk kandang. Setibanya di rumah sekitar pukul 10.00 WIB, ia mendapat informasi dari tetangga bahwa ada orang yang keluar dari rumahnya melalui pintu belakang. Meski tidak langsung curiga, Parsiyem kemudian masuk dan mendapati pintu kamarnya terbuka.
Namun, baru sekitar pukul 14.30 WIB, Parsiyem menyadari bahwa rumahnya telah dibobol maling. Wadah tempat perhiasan dan uang tabungannya sudah kosong. “Saya kehilangan kalung, cincin, gelang, dan uang tunai Rp 3,5 juta yang saya tabung,” ujarnya dengan wajah pasrah.

Setelah mengetahui hal tersebut, Parsiyem segera meminta bantuan tetangga untuk menghubungi polisi. Tidak lama kemudian, lima petugas dari Polsek Banjarejo tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan.

Meski telah melaporkan kejadian tersebut, hingga sepekan berlalu, Parsiyem belum mendapat kabar lebih lanjut mengenai perkembangan kasus tersebut. “Saya tidak terlalu memikirkan kehilangan itu, karena semua barang itu titipan Gusti Allah. Saya pasrahkan kepada polisi dan tinggal menunggu kabar,” ujarnya dengan ikhlas.

Kasus ini menjadi sorotan, mengingat pelaku berhasil melakukan aksi pencurian dengan cara masuk melalui pintu belakang rumah yang tidak terkunci, meninggalkan pemilik rumah yang tak menyadari kejadian tersebut hingga beberapa jam setelahnya. Kini, masyarakat berharap agar aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan memberikan keadilan kepada korban. (*)

Kunker ke Koramil Jiken, Dandim 0721/Blora Silaturahmi ke Tokoh Masyarakat

Korandiva – BLORA.- Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Inf Agung Cahyono, agenda kunjungan kerja (kunker) ke satuan jajarannya.
Kunjungan hari pertama dilaksanakan di Koramil 03 Banjarejo, Koramil 01 Blora, Koramil 04 Tunjungan.
Hari kedua, Koramil 02 Jepon dan Koramil 06 Jiken. Hari ketiga, Koramil 12 Ngawen dan Koramil 13 Kunduran. Sedangkan hari keempat, ke Koramil 07 Sambong dan Koramil 05 Cepu.

Di hari kedua, Dandim mengunjungi Koramil 02/Jepon dan Koramil 06/Jiken, didampingi oleh Pasipers Kodim, Lettu Kav Lilik Suprihatin, Rabu (23/4/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari program pembinaan dan pengawasan satuan, sekaligus sebagai ajang silaturahmi untuk mempererat hubungan antara pimpinan dan anggota.

Dalam arahannya, Letkol Inf Agung Cahyono menyampaikan sejumlah penekanan penting.
Ia mengingatkan seluruh prajurit untuk menjaga kesehatan sebagai bekal utama dalam menjalankan tugas.
“Jangan ragu untuk memeriksakan diri jika merasa tidak sehat. Usia kita terus bertambah, dan kesehatan adalah modal utama dalam bekerja secara optimal,” tegasnya.

Dandim juga menekankan pentingnya perhatian terhadap keluarga, baik dari sisi pendidikan anak maupun kesejahteraan rumah tangga.
“Jika keluarga kita aman dan bahagia, maka pelaksanaan tugas pun akan terasa lebih ringan. Jangan lupa untuk menabung dan merencanakan masa depan dengan baik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dandim mengajak seluruh personel, termasuk para Babinsa, untuk bekerja secara profesional sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga sinergi dan hubungan baik dengan masyarakat di wilayah binaan.

Menyikapi era digital, Letkol Inf Agung mengingatkan prajurit untuk berhati-hati dalam bermedia sosial.
“Hindari unggahan yang bersifat sensitif, apalagi terkait isu politik dan informasi internal satuan. Ingat, jari kita adalah harimau kita. TNI AD memiliki patroli siber yang aktif memantau aktivitas daring anggotanya,” ujar Dandim.

Ia juga menyoroti bahaya pinjaman ilegal dan judi online yang kian marak.
“Jangan sampai terjerat. Gunakan lembaga resmi seperti koperasi atau bank. Dalam judi online tidak ada yang benar-benar menang, yang rugi adalah keluarga kita,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Letkol Inf Agung membuka sesi komunikasi langsung dengan para prajurit, serta memberikan arahan agar Koramil aktif menjaring pemuda-pemuda potensial di wilayah masing-masing sebagai calon prajurit TNI.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi penyemangat baru bagi seluruh jajaran Kodim 0721/Blora, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga profesionalisme, loyalitas, dan dedikasi terhadap bangsa dan negara.

Silaturahmi ke Kediaman Mantan Ketua DPRD

Menutup kegiatan di hari kedua itu, Dandim juga menyempatkan untuk bersilaturahmi ke kediaman mantan Ketua DPRD Kabupaten Blora, H.M. Kusnanto, S.H., didampingi Danramil 06/Jiken, Lettu Inf Sumarno.

Silaturahmi itu selain untuk meningkatkan hubungan kekeluargaan dan persaudaraan juga ingin mendapat tambahan ilmu pengetahuan, wawasan dan menimba pengalaman dari seorang tokoh masyarakat yang yang sudah sangat dikenal dan populer di Kabupaten Blora.

Karena HM Kusnanto pernah menjadi anggota DPRD Blora sampai empat periode dan saat ini masih diberi amanah sebagai Ketua HKTI Kabupaten Blora, Ketua DHD 45, Ketua Perkumpulan Bhakti Praja yang para anggotanya mantan anggota DPRD, Selain itu juga Ketua Perkumpulan mantan Kepala Desa Kabupaten Blora.

“Terima kasih atas kunjungan Bapak Dandim dan Bapak Danramil, beserta para perwira lainnya, semoga silaturahmi ini tetap terjaga, kita selalu diberikan kesabaran dan kesehatan, semoga dalam menjalankan tugas, semua TNI di Blora senantiasa aman dan kondusif,” kata HM Kusnanto.
Ia memberi apresiasi positif atas kunjungan Dandim 0721/Blora dan Danramil Jiken.

Menurutnya, kunjungan semacam itu merupakan langkah yang cerdas dan bijaksana. “Oleh karena itu siap mengadakan kerja sama, berkolaborasi dan bersinergi untuk mencipkan situasi guyub rukun sesarengan mbangun Blora,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini TNI-POLRI baik di tingkat desa maupun kecamatan mendapat penugasan baru untuk menyukseskan program swasembada pangan, khususnya di Kecamatan jiken. Bahkan HM Kusnanto juga menawarkan pola kerja sama kemitraan dengan HKTI untuk mendukung suksesnya swasembada pangan di Kecamatan Jiken.

Sementara itu Danramil 06 Jiken, Lettu Inf Sumarno, menambahkan selain bisa mewujudkan kondusifitas masyarat di sebelas desa di kecamatan Jiken, juga sangat bersemangat untuk terus melakukan silaturahmi kepada berbagai tokoh masyarakat di wilayah setempat. Tentunya juga ikut nyengkuyung bersama dengan petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mewujudkan peningkatkan kesejahteraan para petani melalui gerakan untuk mewujukan kedaulatan pangan.

Pertemuan silaturahmi ini ternyata juga bisa dijadikan wahana hiburan dan menumbuhkan motivasi dan inspirasi agar hidup ini semakin bermakna dan bermanfaat bagi orang banyak. Mengingatkan, syair lagu jawa yang sangat populer, “Suwe ora jamu, Jamu godong telo, suwe ora ketemu ketemu pisan karo bapak Kusnanto.
Suwe ora jamu, Jamu godong bayem, Suwe ora ketemu, ketemu pisan atine ayem” (*)

Pemerintah Desa Bandungrojo Berhasil Jalankan Program Ketahanan Pangan Lewat Pipanisasi

0

Korandiva – BLORA.- Pemerintah Desa Bandungrojo berhasil melaksanakan program ketahanan pangan melalui sistem pipanisasi. Program ini dimulai sejak tahun 2021 dengan memanfaatkan aliran Kali Lusi melalui pembangunan cek dam di tiga titik, yaitu di wilayah Banjarkerto, Bandungrojo, dan Karangrowo.

Pembangunan cek dam ini bertujuan untuk mengatur debit air agar pemanfaatan air dapat dilakukan secara efisien.

Salah satu petani dari Dukuh Karangrowo RT 08 RW 07, Haji Khamidi, menyampaikan bahwa tahun ini ia berani menanam padi hingga musim tanam ketiga (MT3) dengan varietas M70.

Peluang berhasil cukup besar karena pasokan air yang melimpah berkat adanya cek dam tersebut,” ujar Khamidi optimis.

Khamidi juga berharap agar dinas terkait dapat memberikan dukungan berupa benih berkualitas dan bantuan pompa sibel untuk mendukung kegiatan pertanian di Desa Bandungrojo.

“Saya tetap berharap agar penyuluhan pertanian rutin dilakukan di desa kami,” tambah Khamidi di depan awak media. (*)

PWRI Provinsi Jateng Bersiap Gelar Raker dan HUT ke-63

Korandiva – BLORA.- Pengurus Persatuan Wredatama Indonesia (PWRI) Provinsi Jawa Tengah dibawah komando Drs. H. Hendro Martojo, MM membuat lembaran baru 2025, yakni memimpin langsung silaturahmi kepada Bupati Rembang H. Harno, SE, Selasa (29/4/2025).

Hendro Martojo, MM adalah mantan Bupati Jepara dua pereode dan seorang sosok pimpinan yang memiliki sikap lembah manah,sopan satun,beretika tinggi dan mengedepan komunikasi hati yang ramah lingkungan.

Dalam silaturahmi tersebut Hendro Martojo, MM., didampingi sebagian pengurus PWRI Provinsi Jateng di antaranya, Dr. H. Warsono, SH., M.Hum, mantan Kepala PT KAI Jateng, Hj. Dwi Retno B Purwadi, S.Pd, Ketua Kerta Jateng, H. Suryo Hadi Winarno, SH mantan Kepala BKKBN Jateng, Drs. Bambang Sukardjo, MM., mantan Kabag Kerja sama Pemkot Semarang, Drs. Sri Wurni mantan Camat Pedurungan Semarang dan Suryo Hadi Winarno, SH., mantan Kabag Biro Hukum Provinsi Jateng, serta Ir. H. Bambang Sulistya., M.MA., Koordinator PWRI Eks Karesidenan Pati/Ketua PWRI Kab. Blora.

Rombongan silaturahmi diterima secara langsung oleh Bupati Rembang H. Harno, SE dengan suasana kekeluargaan, keakraban dan kegembiraan (K3) di ruang pertemuan Bupati Rembang.

Diawali ucapan terima kasih dari H Hendro Martojo atas diterimanya rombongan dari PWRI oleh Bupati Rembang, di tengah kesibukan yang padat dalam menunaikan tugas negara.

Selain bersilaturahmi Hendro Martojo, MM., menyampaikan tujuan kegiatan kunjungan ini, yaitu Pengurus PWRI Provinsi Jateng berencana menyelenggarakan rapat kerja tahunan dan kegiatan memperingati HUT ke-63 PWRI di Kabupaten Rembang.

“Rencananya kegiatan itu akan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jateng, Ketua PB PWRI Pusat, Ketua Kerta Kabupaten/Kota, Ketua PWRI Kabupaten/Kota se Jateng dan pangurus PWRI Jateng serta berbagai instansi terkait,’ jelasnya.

Berkenaan dengan hal tersebut H.Hendro Martojo mohon berkenan kepada Baputi Rembang untuk memberikan izin dan dukungan serta bantuan guna kelancaran dan kesuksesan agenda Rakor PWRI tingkat Jateng dan HUT ke-63 PWRI di Kabupaten Rembang.

Menerima tamu ‘istimewa’ itu, Bupati Rembang Harno, menyampaikan ucapan sugeng rawuh.
Bupati Harno mengungkapkan bahwa pernah bersama-sama dengan Ketua PWRI Jateng ketika melaksanakan ibadah umroh dan pencalonan anggota legistatif dari Partai Demokrat beberapa tahun yang lalu.

H. Harno juga menyampaikan permohonan maaf kepada tim silaturahmi karena agenda kesibukan dinas terpaksa belum sesuai waktu yang diagendakan.
Secara prinsip H. Harno dengan semangat keterbukaan dan kekeluargaan menyatakan Kabupaten Rembang siap menerima sebagai tempat ajang Raker dan HUT ke-63 PWRI.
Hal itu mencerminkan bahwa H. Harno adalah sosok pemimpin yang berani, profesional dan prasojo.
Tentu dengan catatan, disesuaikan dengan kondisi dan situasi serta dikaitkan dengan kebijakan pemerintah pusat tentang efisensi.

“Mengenai waktu terbaik pelaksanaan kegiatan agar dimusyawarahkan secara internal supaya bisa berjalan lancar,” kata Harno.

Ketika berembuk tentang waktu pelaksanaan, Koordinator PWRI Eks Karesidenan Pati yang juga mantan Sekda Blora Ir. H. Bambang Sulistya. M.MA., mengusulkan apabila akan dilaksanakan di akhir bulan Agustus 2025 mohon diambil tanggal yang hari pasaran legi (manis) karena pasaran legi sering digunakan hari awal giling pabrik gula supaya giling lancar dan rezeki melimpah.

“Selain itu bisa ambil tanggal yang merupakan kelipatan angka tujuh, mengingat angka tujuh di Al-Qur’an angka istimewa dan bagi orang Jawa angka tujuh diyakini simbol pitulungan,” ungkapnya.

Akhirnya disepakati pelaksanaan Rakor dan HUT ke-63 PWRI direncanakan hari Rabu Legi 27 Agustus 2025 di komplek Gedung Musium Kartini.

Menurut H Hendro Martojo dipilihnya Kabupaten Rembang karena dinilai sebagai kota santri, kota pariwisata, kota batik dan kota bersejarah tempat makam RA Kartini pejuang emansipasi wanita Indonesia, sehingga raker bisa sambil berwisata. (*)