Beranda blog Halaman 226

Polsek Kradenan Pantau Pelaksanaan Vaksin di Desa Nglebak dan Megeri

0

BLORA. – Pelaksanaan vaksin Dosis 1 di Desa Nglebak dan Desa Megeri Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, Rabu (27/10/2021) melibatkan personel dari Polsek Kradenan dan Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Menden.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Kradenan, Tim Nakes UPT Puskesmas Menden, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Ngeblak dan Megeri, serta warga masyarakat kedua desa.

Kegiatan vaksinasi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kradenan dimulai dari proses registrasi pada Pkl. 09.oo Wib, dilanjut secrening /pemeriksaan tensi, setelah itu langsung divacsin. Jumlah peserta dari Desa Megeri 359 orang, dari Desa Nglebak 839 orang.

Dalam arahannya, Kapolsek Kradenan AKP Lilik S.SH.MH berpesan agar semua peserta vacsin sabar dalam mengikuti antrean panjang dengan cuaca yang cukup panas.

“Nanti pembagian sertipikat vacsin akan diserahkan ke Pak Kadus masing – masing untuk dibagikan kepada masyarakat yang sudah divacsin,”

katanya.

Kepada wartawan Kapolsek mengatakan, bahwa dari Kepolisian mendorong gerakan vaksinasi Covid -19 ini untuk percepatan pencapaian sasaran vacsinasi Covid – 19 ini.

“Semoga program vaksinasi di Kabupaten Blora bisa berhasil dengan baik, khususnya di wilayah Kecamatan Kradenan,” pungkasnya. (*) .

Hadapi Bupati Bojonegoro Cup Bola Volly 2021, Tim Ledre Padangan Berlatih Setiap Hari

0

BOJONEGORO. – Menghadapi dilaksanakannya pertandingan bola volly Bupati Bojonegoro Cup Tahun 2021, Tim Ledre tampak serius dalam menyiapkan diri. Hal itu terlihat dari aktivitas berlatih yang dilaksanakan setiap sore di Lapangan Desa Nguken Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro.

Seperti terlihat pada Sabtu (30/10/2021), Tim Bola Volly Kecamatan Padangan yang berjuluk Tim Ledre itu tampak serius dalam berlatih dibawah pembinaan Ngatemin, Kades Ngradin yang telah ditunjuk oleh Camat Padangan, Heru Sugiharto sebagai pelatih.

“Nanti kita ambil 14 anak terbaik U-21 untuk menghadapi kompetisi Bupati Cup Bola Volly 2021,” jujar Ngatemin di sela-sela kesibukannya mengawasi anak asuhannya berlatih. Dan tak jarang Ngatemin meneriaki anak-anak agar berlatih serius.

Sementara itu Camat Padangan, Heru Sugiharto yang merupakan Ketua Tim Official untuk mempersiapkan anak-anak Kecamatan Padangan dalam menghadapi kompetisi ini tampaknya juga tak ingin berpangku tangan, dia juga terlihat serius dalam memperhatikan timnya berlatih setiap hari untuk melakukan seleksi pemain.

Kepada wartawan, Camat Padangan Heru Sugiharto yang baru tiga minggu menjabat sebagai Camat Padangan itu mengaku optimis, bahwa Tim Ledre akan mampu berlaga dalam kompetisi mendatang.

“Ini anak-anak kita siapkan untuk menghadapi kompetisi dan tentunya dengan dukungan partisipasi stakeholder dan masyarakat sebagai bagian gerak pembangunan di bidang generasi muda, menggali potensi wilayah, meningkatkan SDM dan respon partisipasi publik,” jelas Heru Sugiharto.

“Mohon doanya, supaya Tim Ledre Kecamatan Padangan bisa tampil terbaik dalam Kompetisi Bola Volly Bupati Bojonegoro Cup U21 2021,” pungkas Heru. (*)

Meski Fasilitas Tak Layak, Perbakin Blora Tetap Semangat Bidik Prestasi

0

BLORA. – Meskipun dengan sarana dan prasarana yang tidak layak, hanya memanfaatkan tembok belakang rumah warga dan toko waralaba, dua atlet putri penembak dari Pengcab Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Blora, tetap semangat mengikuti kejuaraan virtual menembak Jateng Open, kategori Youth, atau di bawah 17 tahun.

“Mungkin di seluruh dunia, hanya Blora yang tidak punya sarana prasarana menembak indoor, tapi kita tetap semangat untuk berlatih dan meraih prestasi” ungkap Eko Budi Sulistyono, Pelatih Perbakin Blora, Sabtu (30/10/2021).

Memang seharusnya, sarana menembak itu ada dalam ruangan yang tertutup dan dingin, serta kedap suara, agar tidak mengganggu konsentrasi atlet saat membidik sasarannya. Namun karena memang belum memiliki sarana tersebut, atlet penembak Blora, harus puas menerima kondisi dan fasilitas seadanya.

Eko Budi, yang juga mantan atlet Juara menembak di PON, sekaligus anggota Kepolisian RI, dengan sabar melatih para atletnya untuk meraih prestasi di Kejuaraan Menembak Jateng Open, yang diikuti penembak nasional bahkan internasional, yaitu dari India, Bhutan, dan Benua Eropa, karena ini berjalan dengan virtual atau online.

“Harapan kami, Pemerintah Kabupaten Blora melalui KONI bisa memberikan fasilitas yang layak untuk atlet menembak Blora, yaitu sarana indoor, untuk mencetak prestasi atlet kita, lebih baik lagi, tapi sekali lagi, kami tetap semangat berlatih setiap hari dan untuk mencetak prestasi” ujar Kabag Logistik Polres Blora ini.

Untuk dapat diketahui, Blora menurunkan lima atlet putra putrinya untuk turun dalam kelas air riffle dan pistol softgun, yang akan berlangsung dalam dua hari, Sabtu dan Minggu (30 – 31 Oktober 2021). (*)

Wisuda ke-29 STTR Cepu, Tujuh Mahasiswa Lulus dengan Predikat Cumlaude

0

BLORA. – kamis (21/10/2021), Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu menyelenggarakan prosesi wisuda Diploma III dan Sarjana ke-29 Tahun Akademik 2020/2021.

Berlangsung di Aula Kampus ST TR Cepu, prosesi wisuda dipimpin Ketua Ir. Sarjono, M. Eng, Wakil Ketua Bidang Akademik Dr. Ir. Agus Dwi Korawan, M.T, Pelaksana Tugas Wakil Ketua Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Dr. Ir. Agus Dwi Korawan, M.T, dan Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan Ali Achmadi, S.T., M.T. Meski dilaksanakan secara Luring (tatap muka) dengan penerapan protokol kesehatan ketat, prosesi wisuda tetap berjalan lancar dan sukses.

103 lulusan Tahun Akademik 2021/2022 yang diwisuda terdiri dari Program Diploma-3 sebanyak 17 mahasiswa dan Program Sarjana sebanyak 86 mahasiswa, dengan rincian Program Studi S1 Teknik Sipil (32 mahasiswa), Program Studi S1 Teknik Elektro (9 mahasiswa), Program Studi S1 Tek-nik Mesin (46 mahasiswa), dan Program Studi D3 Teknik Mesin (17 mahasiswa).

Ketua Ir. Sarjono, M. Eng, dalam sambutannya menyampaikan, dengan bertambahnya program studi baru informatika diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat Blora dan sekitarnya memasukkan putra-putrinya untuk belajar di STTR Cepu.

Sekarang STTR Cepu sedang menyusun usulan pembukaan program Studi Bisnis Digital yang tidak lama lagi dikirim ke Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi untuk mendapatkan ijin operasional.

“Hal ini untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan adanya universitas di Kabupaten Blora, serta mendukung program pemerintah Kabupaten Blora satu desa 2 sarjana guna menunjang program penurunan angka kemiskinan,” ujarnya.

“Wisuda merupakan lembaran baru untuk memasuki dunia kerja. Dunia nyata yang penuh dengan dinamika dan tantangan, hadapi semua itu dengan satu tekad dan semangat serta niat yang ikhlas, guna mewujudkan cita-cita yang diinginkan semoga Allah SWT memberikan jalan kemudahan untuk mewujudkan dengan tetap menjaga nama baik almamater,” pesannya.

Pada Wisuda Program Sarjana kali ini, lulusan dengan predikat cumlaude sebanyak 7 Mahasiswa diraih Setyaningsih dari Program Studi S1 Teknik Sipil (IPK 3.58), Dyah Puspita Ningrum dari Program Studi S1 Teknik Sipil (IPK 3.57), Karidha Octaviani dari Program Studi S1 Teknik Sipil (IPK 3.54), Rina Dyah Ayu Mahda-lena dari Program StudiS1 Teknik Sipil (IPK 3.53), Dicky Kusuma Adji dari Program Studi S1 Teknik Mesin (IPK 3.53), Dwi Fitriyana dari Program Studi D III Teknik Mesin (IPK 3.52), Dentaruni Cahya Purnomo dari Program Studi S 1 Teknik Elektro (IPK 3.88). (*)

Ada Proyek Siluman di Cepu, Katanya Milik “Bu Mega”

0

“Kebutuhan pipa sepanjang 1.600 meter, tapi anggarannya hanya cukup untuk 1.200 meter. Jadi, masih kurang 400 meter,” ujar Ronggo, perwakilan kelompok tani Tambakromo.


Aktivitas pembuatan rumah pompa di bibir bengawan Solo di Desa Nglanjuk, Cepu Kabupaten Blora menimbulkan banyak speku-lasi. Karena kepala desa setempat, Wiji kepada wartawan mengaku tidak tahu menahu kegiatan yang berada di sekitar balai desanya itu.
“Saya tidak tahu siapa pelaksana pekerjaannya maupun sumber anggarannya,” ujar Wiji, Senin (25/10) lalu.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua BPD Nglanjuk, Suryanto, bahwa kegiatan pemasangan pipa yang melintasi lahan persawahan warga itu belum pernah disosialisasikan. “Itu anggaran dari mana tidak tahu, kontraktornya siapa gak tau, karena papan proyeknya tidak ada, Mas” ujarnya.
Sepenggal informasi diperoleh wartawan, bahwa pemasangan pipa yang melintasi sawah warga itu adalah proyek pipanisasi menuju embung Desa Tambakromo, Cepu.
Salah seorang warga Tambakromo bernama Ronggo yang mengaku sebagai perwakilan dari kelompok petani mengatakan, bahwa pemasangan pipa itu adalah proyek dari Kementerian Pertanian yang dialokasikan untuk kelompok tani.
“Itu proyek pipanisasi untuk menyalurkan air dari Bengawan Solo dari Desa Nglanjuk, melewati Desa Mulyorejo menuju Embung Desa Tambak Romo,” katanya.
Ditanya anggaran dan nama kontraktor pelaksananya, Ronggo menyebut nama seseorang bernama Lulus, warga Tambakromo.
Dihubungi melalui telepon, Lulus membenarkan bahwa dia adalah pelaksana pekerjaan tersebut. Namun terkait tidak adanya papan informasi proyek dia enggan menjawab. “Tapi gak usah diekspos, Mas. Ini proyeknya Bu Mega,” ujarnya ketus.
Dari hasil investigasi diperoleh keterangan, bahwa proyek tersebut menggunakan dana APBN melalui Kementerian Pertanian. Namun kegiatan senilai 2 miliar lebih itu sepertinya menjadi proyek siluman karena tidak ada satu pun lembaga di Blora yang mengaku sebagai penanggungjawabnya.
Sumber resmi di Dinas Pertanian Blora ketika dikonfirmasi, Selasa (26/10) lalu mengaku tidak merasa memiliki kegiatan pembangunan di wilayah Cepu. (*)

Sebagai SMK Pusat Keunggulan, SMK Musa Cepu Gelar FGD Bersama Dunia Kerja

0

BLORA. – SMK Muhmmadiyah 1 Cepu (SMK Musa) yang terpilih sebagi SMK Pusat Keunggulan (PK), Senin (25/10/2021) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Pengembangan Program PKL (Praktik Kerja Lapangan) dan Riset Terapan.

Acara yang digelar di ruang rapat itu dibuka oleh Kepala SMK Musa Cepu Drs. Ngaliadi, M.Pd. dan dihadiri oleh Direktur Politeknik Dharma Patria Kebumen Ari Waluyo S.T, MM, serta Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Hamid Nasrullah,S.Pd., M.Pd.

Peserta dari lembaga pendidikan antara lain SMK PGRI Cepu, SMK Muhammadiyah 2 Cepu, SMK Muhammadiyah Kradenan, SMK St. Yosef Cepu, SMK Migas Cepu, dan Dikdasmen. Semen-tara yang dari dunia kerja adalah PT. Daihatsu, Indomarco, Bravo Supermarket Cepu, Bengkel Mobil Areso Cepu, Konveksi pembuat kaos Cepu, Bengkel Anugerah Motor Padangan.

Kepala SMK Musa Cepu Drs. Ngaliadi, M.Pd, mengatakan, Focus Group Discussion (FGD) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia kerja serta pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok,

Menurut Ngaliadi, FGD dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran siswa dalam dunia kerja.

“Dengan adanya FGD hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa untuk memecahkan persoalan, berpikir kritis, dan melaksanakan observasi serta menarik kesimpulan dalam kehidupan jangka panjangnya, siswa perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dan bagaimana mencapainya,” ujarnya.

Ngaliadi menambahkan, tujuan dari riset terapan adalah untuk mendapatkan solusi jika ada permasalahan dalam dunia kerja sekaligus bisa mengetahui kesulitan sarana dan prasarana yang kurang mendukung dalam dunia kerja.

Dengan demikian lanjut Ngaliadi, sekolah bisa meriset mulai dari kendala, kemudian dianalisa setelah itu ada solusi.

“Setelah riset terapan ini dijadikan jurnal maka bisa diketahui oleh masyarakat umum, sehingga jika ada masalah sudah bisa dipahami. Dengan demikin program-program di SMK PK bisa teratasi dengan baik,” tandas Ngaliadi.

Sementara itu Ari Waluyo S.T, MM, Direktur Politeknik Dharma Patria Kebumen mengaku akan serius memberikan pendampingan karena ditunjuk sebagai tim pendamping oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai salah satu perguruan tinggi pelaksana pendampingan dalam program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) 2021 di SMK Muhammadiyah 1 Cepu.

“Saya berharap, SMK Muhmmadiyah 1 Cepu sebagai SMK PK bisa meningkatkan kualitas dan memberi manfaat bagi SMK lainnya,” pesannya. (*)

Bicara di Hadapan Petani Milenial, Mantan Sekda Blora Ingatkan Pesan Soekarno

0

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Blora, Kamis (28/10/2021) menyelenggarakan Diklat Petani milenial berbasis Information Tecknology (IT).
Acara yang berlangsung di ruang pertemuan dinas setempat diselenggarakan bertepatan dengan peringatan ke-93 Hari Sumpah Pemuda.
Salah satu narasumber yang dihadirkan adalah mantan Kepala Dinas Pertanian yang juga mantan Sekda Blora, Bambang Sulistya.
Mengawali pertemuan, Bambang Sulistya, menyampaikan sebuah ungkapan dalam situasi sulit seperti saat ini.
“Kalau kita akan ingin tetap eksis sebagai petani milenial yang man-diri dan sukses harus memiliki tekad untuk menjadi petani tangguh dan tahan uji yang tidak lekang karena panas dan rapuh karena hujan,” ungkap-nya.
Untuk mewujudkannya perlu ditumbuhkan sikap mental positif berwirausaha dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkup rumah tangga maupun di masyarakat.
Dikatakannya, ada tujuh suku kata yang terangkum dalam Akronim SIPS ATM yang harus diamalkan.
Dimulai dari huruf (S) Semangat, artinya dalam kehidupan saat ini kita semua harus memiliki semangat yang membara jangan larut dengan keadaan yang ada.
Karena sesungguhnya hasil karya seseorang sangat ditentukan oleh semangat yang dimilikinya.
Kemudian (I) Ide, sebagai petani milenial mestinya memiliki idealisme dan ide-ide cerdas serta kreatif dalam pengelolaan usaha tani mereka agar memberikan peningkatan kesejahteraan.
Mulai dibiasakan dalam setiap pengembangan usaha tani sudah dijalin kemitraan dengan pihak lain yang mampu menampung hasil panen.
“Mulai juga dirintis penguasaan informasi dan pemasaran secara online,” ucapnya.
(P) Peluang, artinya dalam berusaha tani harus selalu berikhtiar un-tuk mencoba menangkap berbagai peluang-peluang yang mampu meningkatkan pendapatan usaha tani, baik dalam mengadopsi teknologi penggunaan benih, pupuk maupun dalam pengendalian hama dan penyakit.
Berikutnya, (S) Siap, dimasudkan dalam ber-usaha tani, petani harus siap berani menerima dan mengambil risiko kegagalan usaha baik karena faktor human error, bencana alam, harga panen jatuh maupun karena serangan hama penyakit.
(A) Amati artinya untuk mewujudkan pengembangan usaha tani yang baru dan prospektif, diharapkan para petani milenial dapat melakukan upaya pengamatan di tempat pengembangan usaha tani yang berhasil.
Langkahnya bisa melakukan studi literatur, anjang sana, uji demplot, studi banding maupun dengan cara magang di tempat usaha tani andalan yang sudah sukses.
(T) Tiru, merupakan langkah lanjutan setelah meyakini bahwa hasil pengamatan yang telah dilakukan akan memberikan jaminan keberhasilan.
Sedangkan (M) Modifikasi, artinya upaya untuk mengadopsi dari suatu usaha tani, contoh untuk dilakukan perubahan dan penyempurnaan guna meningkatkan kwantitas dan kwalitas produk yang akan dihasilkan sehingga bisa menjadi identitas baru dalam berusaha tani.
Terkait dengan sumpah pemuda dirinya mengingatkan pesan Presiden Soekarno, “Beri aku 1000 orang tua akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia.” (*)

Mencari Kawan-kawan Lamanya, Camat Padangan Blusukan di Desa Kalangan

0

Mendapat tugas baru sebagai Camat Padangan Kabupaten Bojonegoro, bagi Heru Sugiharto, SE, MM tak sedikitpun menjadi beban. Karena untuk tugas-tugas Camat dia sudah memiliki banyak pengalaman ketika sebelum-nya menjadi Camat Trucuk. Sementara Kecamatan Padangan adalah wilayah yang pernah ia tinggali di era ’85-an.


Walaupun sudah menjadi pejabat, Heru Sugiharto ternyata tak pernah melupakan ka-wan lama, seperti yang dilakukannya pada Rabu malam (27/10/2021). Pada sekitar pkl. 9 malam dia blusukan ke Desa Kalangan, dan singgah di warung kopi milik Supri.


Selain langsung me-nyapa sang pemilik warung, Heru Sugiharto juga tidak segan menyalami satu persatu warga yang sedang ngopi di Desa Kalangan – Pinggiran pada malam itu.


Respon Supri yang merasa kaget, dan spontan menyebut nama Heru Sugiharto, membuat warga yang lagi nongkrong ikut berdiri untuk bersalaman dengan pria yang pernah tinggal di Kalangan pada tahun 1985 itu.


Lebih kaget lagi, setelah para penggemar kopi tahu bahwa orang yang datang pada malam itu adalah Camat Padangan yang baru.

“Sugeng dalu Pak Camat,” celetuk salah seorang warga.


Heru yang memiliki jiwa humoris, menjadikan pertemuan di warung malam itu terkesan meriah. Bahkan ia tak keberatan ketika sang pemilik warung mengajaknya untuk foto bersama.


Tidak hanya itu, beberapa hari berikutnya, tepatnya pada Jumat (29/10/2021), Heru Sugiharto juga ikut shalat Jumat berjamaah di masjid Kalangan. Usai shalat, Heru Sugiharto juga me-nyapa beberapa kawan yang masih ia kenal.


Tentu saja banyak warga yang pangling dengan Heru karena saking lamanya. Namun setelah ada warga yang menjelaskan bahwa Pak Heru ini Camat Padangan. Warga pun mengangguk senyum. “Ooo…” (*)

Dukung Kegiatan Petani, Bhabinkamtibmas Polsek Padangan Hadiri Kegiatan Program Petani Mandiri

0

BOJONEGORO. – Bhabinkamtibmas Desa Prangi Polsek Padangan Polres Bojonegoro Brigadir Edit, Kamis (28/10//2021) menghadiri kegiatan Program Petani Mandiri yaitu penyaluran hibah pupuk dan benih, yang bertempat di Aula Kantor Desa Prangi Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan penyaluran hibah pupuk dan benih kepada kelompok tani tersebut dihadiri oleh Kabid Ketahanan Pangan Pemkab Bojonegoro, Kepala PPL Kecamatan Padangan, Babinsa Desa Prangi, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa, Ketua Kelompok Tani Tegiri Trubus dan Nggotak Panen Desa Prangi.

Ketua Kelompok Tani mengungkapkan, bahwa Kegiatan Penyaluran hibah ini bertujuan untuk membantu petani terkait dengan pendistribusian pupuk dan benih bagi anggota kelompok tani.

“Supaya dapat meringankan beban petani pada saat musim tanam,” jelas Edit.

Selanjutnya Edit mengatakan, akan mendukung penuh setiap kegiatan program petani di wilayah desa binaannya. Diharapkan dengan adanya penyaluran hibah ini dapat di manfaatkan oleh kelompok tani secara maksimal.

“Diharapkan kedepan Program Petani Mandiri dapat berlanjut secara bertahap sehingga dapat meningkatkan perekenomian para petani di desa binaannya,” ujar Edit. (*)

Polsek Kradenan – Blora, Monitoring Gerakan Seribu Vaksin di Dua Desa

0

BLORA. – Di Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, Gerakan Seribu Vaksin, Selasa (26/10/2021) dilaksanakan serentak di dua tempat, Desa Medalem dan Desa Nglungger.

Bertempat di balai desa masing-masing, kegiatan vaksin dimulai jam 09.00 wib sampai selesai.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Kradenan bersama jajaran Polsek Kradenan, Tim Nakes UPTD Puskesmas Menden, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa masing-masing, operator dari Polsek Kradenan, Satpol PP Kecamatan Kradenan, dan kepala desa masing-masing.

Monitoring pelaksanaan Vaksinasi tersebut langsung dimonitor oleh Kapolsek beserta semua Kanit Polsek Kradenan yang sudah diplot dan Babinkamtibmas.

Masyarakat dua desa tampak taat mengikuti aturan sebelum vaksin seperti dimulai dari pendaftaran, antri secrening, cek tensi, terus vacsin. Jumlah vaksin yang terpakai di Desa Nglungger 369 orang dan Desa Medalem 551 orang.

Di dua Desa Kapolsek AKP Lilik Eko Sukaryono SH.MH menghimbau dan

mengumumkan agar semua warga desa ikut vacin untuk meningkatkan imun tubuh.

“Soal pembagian sertipikat vaksin di serahkan ke semua kepala dusun masing-masing untuk dibagikan kepada masyarakat yang sudah divaksin,” pesannya. (*).