Perhutani Randublatung Beri Bantuan Kitab Al Qur’an ke Takmir Masjid Al Iklas Desa Kepoh

BLORA.-

Perhutani KPH Randublatung, Rabu (12/4/2023) memberikan bantuan berupa kitab Al Qur’an ke Masjid Al Iklas Sunoto di Desa Kepoh Kecamatan Jati, Kabupaten Blora. Bantuan diserakan oleh Administratur KPH Randublatunh Dewanto S.hut, MSc melalui Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan SDH Yohan Haryanto S.hut, dan diterima langsung oleh pengurus Takmir Masjid Al Iklas, Sunoto.
Penyerahan berlqngsung di Masjid Al Iklas di Dukuh Sukorejo Desa Kepoh disaksikan Ketua RT setempat, KSS Kemitraan Produktif KPJ Randublatung, Pangat, Asper/Kepala BKPH Banyurip Junaidi S.hut, dan KRPH Gadung Purnomo.
“Semoga bantuan kitab suci dari Perhutani ini bisa bermanfaat untuk memakmurkan Masjid Al Iklas,” ujar Yohan Haryanto.
Lebih lanjut Yohan Haryanto mengatakan terkait pengelolaan hutan, bahwa Perhutani memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk bekerja sama melalui kemitraan kehutanan produktif.
“Kemitraan kehutanan produktif dengan payung hukum Perjanjian Kerja Sama (PKS),” tambah Yohan.
Pada kesempatan itu Ketua Takmir Masjid Al Iklas, Sunoto mengucapkan terima kasih kepada Perhutani atas bantuan kitab Al Qur’an.
“Semoga bantuan ini bisa memakmurkan masjid, khususnya di bulan Ramadan ini,” pungkas Sunoto. (*)

Lagi, Seorang Laki-laki Meninggal Dunia Terserempet Kereta Api

Blora, Diva.-

Seorang laki-laki bernama Lasmijan (58), Jumat (14/4/2023) sekira 01.51 Wib meninggal dunia setelah tersambar kereta api Sembrani di KM 60+1 Doplang Randublatung, turut tanah Dukuh Ngrawut, Desa Plosorejo Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.
Seorang Satpam PT KAI bernama Fitriyono yang sedang piket malam di Stasiun Randublatung mengaku mendapat informasi dari ASP Plb 78A (Sembrani) relasi Gmr – Sbi dengan Masinis Yanto dan Asisten Masinis Agung yang melaporkan, bahwa kereta yang dikemudikan telah menyerempet korban yang sedang berjalan kaki dari arah barat ke timur di pinggir perlintasan rel kereta api.
Usai mandapat laporan Satpam Fitriyono lalu melapor ke Kepala Desa Plosorejo, Karsono lalu diteruskan ke Polsek Randublatung.
“Setelah laporan, kami bersama Kades Plosorejo, Polsek dan Tim medis dari Puskesmas langsung medatangi TKP. Dan benar ada orang meninggal dunia terserempet kereta api,” ujar Fitriyono.


Hasil pemeriksaan ditemukan kepala lecet di pelipis kiri, patah leher dalam (revitasi servisal), kedau mata berwarna merah, luka lecet dan memar pada punggung belakang, serta luka lecet di lutut kiri.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan dari Tim medis Puskesmas Randublatung, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan atau penganiayaan dan disimpulkan bahwa meninggal dunia akibat terserempet kereta api,” papar dr Sapta E.P bersama tim medis Puskesmas Randublatung. (*).

Perhutani KPH Randublatung Terima Bantuan Alat Berat Modern Buatan PT Pindad

BLORA.-

Perhutani KPH Randublatung, Rabu (12/04/2023) kedatangan alat berat modern berupa dump truck crawler buatan PT. Pindad. Alat berat bantuan dari pusat itu diterima langsung oleh ADM KKPH Randublatung didampingi Kepala Seksi Madya Bidang Produksi dan Ekowisata.
Didampingi Suwarno, Kepala Seksi bidang Produksi dan Ekowisata, Dewanto S.Hut yang akan mengakhiri masa tugasnya itu mengaku bersyukur karena masih sempat menyaksikan kedatangan alat bantu bidang produksi KPH Randublatung.
Menurut Dewanto, Dump Truck Crewler merupakan alat modern yang dikirim Kantor pusat untuk membantu mempercepat kegiatan produksi kayu dan bongkar muat di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Randublatung.
“Dump truck crewler merupakan program dari kantor pusat untuk membantu mengatasi kesulitan di bidang produksi,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Seksi Bidang Produksi dan Ekowisata KPH Randublatung Suwarno mengatakan, bahwa alat modern harganya cukup mahal.
“Ini merupakan alat yang mahal, sehingga kami harus bisa mengoptimalkan dalam memprcepat proses pekerjaan bidang produksi kayu,” katanya. (*).

MAMI Gandeng Karang Taruna Bangun Sarana Air Bersih di Desa Pengkolrejo

BLORA.-

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) membangun sarana air bersih di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sarana air bersih di Desa Pengkolrejo, Kecamatan Japah, Blora itu telah diresmikan pada Selasa, 11 April 2023.
Pada acara peresmian, PT. MAMI juga membagikan 50 paket bingkisan sembako untuk para lansia, kaum duafa, dan memberikan santunan kepada 42 anak yatim piyatu.
Pengerjaan sumur bor yang berlokasi di area kantor desa itu memakan waktu sekitar dua minggu, terhitung sejak awal Bulan Ramadhan.
Dalam sambutannya, pimpinan PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia, Danil Darmawan berpesan agar warga Desa Pengkolrejo bisa menjaga dan merawat sumur bor yang ada. “Semoga tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih pada setiap musim kemarau,” ujarnya.


Sebagaimana kawasan Blora pada umumnya, warga Desa Pengekolrejo selalu mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih pada setiap musim kemarau. Kondisi itu memacu semangat Wahyu Satria Putra selaku ketua Karang Taruna Kencana Mulya untuk mencarikan solusinya.
“Saya menghubungi PT. MAMI untuk meminta bantuan. Setelah bertemu pimpinannya, akhirnya dikabulkan,” papar Wahyu Satria mengisahkan keberhasilannya menggandeng perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi keuangan dan solusi asuransi itu.
Hadir dalam acara peresmian tersebut antara lain Kandil Darmawan selaku Pimpinan P.T MAMI, Karisma Perwakilan PT. MAMI di Bojonegoro, Ozi Riayanto dari Laznas LMI, pengurus karang taruna beserta segenap perangkat Desa Pengkolrejo dan warga terdekat.
Kepala Desa Pengkolrejo dalam sambutannya yang diswakili Suyanto selaku kepala Dusun Pengkolrejo mengucapkan terima kasih kepada PT.MAMI atas bantuan Pembangunan Sarana Air Bersih tersebut. “Sumur bor ini sangat bermanfaat bagi desa kami,” ujarnya. (*)

Minta Anak Muda Gunakan Hak Pilih, AHY: Penentu Kemajuan Bangsa

SUMENEP.-

Meriahnya musik Tong-tong khas Sumenep (Madura/Jawa Timur) menyambut kedatangan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Panggung Pojur Universitas Bahaudin (Uniba), Rabu (13/4) malam. Ratusan mahasiswa dan mahasiswi memadati amphitheater yang terletak di halaman kampus. Dialog di udara terbuka berlangsung hangat. Lampion yang sengaja diterbangkan untuk menyambut kedatangan AHY pun menambah semarak suasana malam itu.
AHY datang mengenakan kaos bertuliskan “Madura Bersatu” yang sebelumnya dibeli saat mampir di Distro Madura United di Pamekasan. Sebagai narasumber utama Dialog Milenial, AHY sangat mengapresiasi keindahan kampus Uniba, bahkan menurutnya kampus yang mengandung makna Tera’ Ta’ Adhemar (benderang tanpa pelita) itu juga merupakan sebuah center of excellence.
“Malam hari ini spesial sekali saya diajak untuk secara langsung berkunjung ke sebuah kampus yang membanggakan. Awal masuk tadi saya sudah merasakan bahwa ini merupakan kampus yang benar-benar menjadi center of excellence. Saya begitu merasakan betapa para mahasiswa mahasiswinya menunjukkan antusiasme dan energi yang positif untuk kemajuan,” tutur AHY.
Di depan ratusan mahasiswa, AHY mengajak untuk mempersiapkan diri dengan baik menuju Indonesia Emas 2045.
“Maka dari itu, kita harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. Indonesia punya peluang untuk menjadi negara maju. Modal utama yang kita punya adalah SDM. Kita bersyukur dengan karunia SDA kita, tapi harus diingat kalau itu adalah sumber daya tidak tak terbatas, bisa habis. Kita harus bekerja keras jangan sampai kebutuhan kita hanya bergantung pada kekayaan alam kita. Harus tepat dan bijak mengelola sumber daya kita,” kata AHY.


Peran generasi muda Indonesia, lanjut AHY, tak terkecuali yang berada di Sumenep ini, harus sama-sama memajukan Indonesia. Terutama untuk pulih dari keterpurukan ekonomi. Sekali lagi kita bisa menjadi negara yang maju ketika pendidikan kita juga diperkuat sehingga manusia kita juga bisa berkualitas hidupnya. Lebih cerdas, lebih produktif, sehingga ekonomi bisa tumbuh lebih baik, dengan demikian harapan dan cita-cita kita sebagai bangsa yang maju di 2045 ini bisa tercapai,” lanjutnya.
AHY juga mengajak para generasi muda untuk terlibat dalam menggunakan hak suaranya di Pemilu 2024 mendatang.
“Buta yang paling buruk adalah buta politik. Jangan marah jika kita punya pemimpin buruk, karena yang baik tidak peduli. Jangan salahkan jika negara dipimpin oleh pemimpin yang tidak baik karena yang baik tidak ingin berpolitik. Jadi jangan lupa untuk berpartisipasi, gunakan hak yang kita miliki. Karena pada akhirnya kehidupan kita juga akan bergantung pada apa yang kita pilih,” tegas AHY.


Sebelumnya, Sekretaris Yayasan Uniba Madura Annisa Zafarina Qosasi, menyampaikan ucapan selamat datang dan harapannya terhadap kehadiran AHY di Uniba.
“Selamat datang Mas AHY, inilah kami keluarga besar Uniba. Prinsip Uniba adalah pendidikan nomor satu karena itu merupakan bekal untuk anak-anak Indonesia berkontribusi bagi bangsa. Tujuan membangunnya untuk mempersiapkan anak-anak Madura siap bersaing di kancah nasional dan Internasional. Kami berharap keberadaan Mas AHY di sini bisa membuka wawasan bagi para mahasiwa untuk semakin berperan dalam membangun bangsa,” kata Annisa.
Sementara itu di tempat yang sama, Rektor Uniba Prof. Rachmad Hidayat menyampaikan rasa bersykur atas apresiasi yang sudah diberikan, serta mengucapkan banyak terimakasih karena sudah memberikan motivasi yang sangat luar biasa kepada mahasiswa sebagai generasi bangsa selanjutnya.
“Saya sangat berterimakasih kepada Mas AHY atas apresiasi dan motivasinya tadi, berharap para generasi milenial nantinya bisa mempunyai karakter serta tauladan yang baik dalam memimpin bangsa ini,” terangnya. (*)

Ramadan, Jamaah Masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati Adakan Kultum Dua Kali dalam Sehari

BLORA.-

Hari ke-20 bulan Ramadan 1444 H, disambut dengan antusias tinggi dengan spirit keimanan yang lebih mantap oleh jamaah Masjid Nurul Falah Perumnas RW V Kelurahan Karangjati Kabupaten Blora. Hal itu terlihat pada kegiatan kultum (kuliah tujuh menit) yang dilaksanakan sebelum salat tarawih berjamaah, Senin (10/42023).
Kultum biasa diisi oleh jamaah yang telah ditunjuk dan dijadwalkan oleh penitia. Dan bertindak sebagai penceramah pada malam itu adalah tokoh masyarakat setempat yang pernah menjabat Sekda dan pernah menjadi anggota DPRD Blora, yaitu H. Bambang Sulistya.
“Untuk yang ketiga kali saya menyampaikan kultum, kali ini dengan tema Ramadan adalah bulan Kepyur/Sedekah/Berbagi,” kata Bambang Sulistya ketika ditemui wartawan, Rabu (12/4/2023).
Dijelaskan oleh Bambang, Ramadan disebut bulan ibadah karena aktivitas ibadah pada bulan ini makin meningkat baik ibadah wajib maupun sunah.
“Dengan peningkatan ibadah berarti pencegahan diri kita terhadap kemungkaran dan kemaksiatan makin intensif dan diharapkan kita menjadi orang yang bertaqwa,” tambahnya.
Diharapkan setelah Ramadan nanti tingkat kedisiplinan kita dalam melaksanakan ketentuan Allah dan meninggalkan larangan laranganNya akan semakin baik.
“Ada yang memaknai Ramadan bulan dakwah karena dalam bulan Ramadan kegiatan dakwah meningkat baik di masjid, mushola, perkantoran, kampus maupun dakwah yang dilakukan di media massa,” paparnya.
Seperti di Masjid Nurul Falah, dalam bulan Ramadan kultum dilaksanakan dua kali, yaitu sebelum salat tarawih dan sesudah salat Subuh berjamaah.
Bahkan dakwah dalam bulan Ramadan bisa dijadikan titik tolak penggairahan dakwah di masyarakat yang saat ini banyak bertaburan berita hoaks, fitnah dan pemecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.
Selanjutnya menurut Bambang, Ramadan adalah bulan jamaah. Ditandai hubungan sesasama umat muslim makin erat karena di bulan Ramadan umat muslim banyak melaksanakan ibadah wajib maupun sunah dilaksanakan secara berjamaah.
“Hal ini berarti komunikasi antar sesama umat muslim dapat terjalin dengan intensif dan harmonis sehingga berbagai persoalan bisa kita tuntaskan,” lanjutnya.
Ramadan juga sebagi bulan Qur’an (Syahrul Qur’an) karena pada bulan Ramadan itulah Allah pertama kali menurunkan Al Qur’an.
Hal itu yang mendorong tiap bulan Ramadan setiap umat muslim mendekatkan dirinya kepada Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami maupun mengamalkannya.
“Sementara ada yang maknai Ramadan adalah bulan pendidikan. Sebutan ini menggambarkan bahwa pada bulan inilah kaum muslimin dididik secara langsung oleh Allah SWT agar kepribadian umat islam makin berkualitas,” sambungnya.
Demikian pula ada ungkapan yang memberi predikat Ramadan adalah bulan Kepyur/Sedekah/Berbagi.
Karena di bulan Ramadan Allah menjajikan siapapun yang melakasanakan kepyur/sedekah/berbagi di bulan Ramadan Allah akan melipat gandakan pahalanya.
Sebagaimana tersurat dalam Hadist Riwayat At Tirmidzi bahwa sedekah paling utama adalah sedekah di bulan Ramadan.
Sedekah salah satu amalan yang paling disukai oleh Allah dan Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling dermawan dan ia semakin meningkat sedekahnya saat berada di bulan Ramadan.
Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan memijamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik,akan dilipat gandakan balasannya bagi mereka dan mereka akan mendapat pahala yang mulis(QS : Al-Hadid : 18).
Bambang menjelaskan, kepyur/sedekah/berbagi dapat dilakukan kapan saja tidak menunggu harus kaya dulu baru kepyur.
Hal itu sesuai dengan tuntunan yang tersurat dalam QS Ali Imran:133-134. “Paling utama kepyur itu harus dilandasi keikhlasan. Apapun yang dimiliki dapat dikepyurkan kepada orang lain,” tuturnya.
Baik berupa dana, barang, ucapan maupun sikap dan empati. Mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir itu kepyur, melakukan tindakan baik itu kepyur, mencegah kemungkaran dan menyuruh kebaikan itu juga kepyur. Mengucapkan kata kata baik termasuk kepyur.
Sehingga dalam tataran pragmatis suka senyum, sapa dan bersikap sopan dengan siapapun adalah budaya kepyur yang harus kita tumbuh kembangkan di bulan Ramadan.
Seseorang yang suka kepyur dalam bulan Ramadan adalah orang termasuk golongan yang berakhlak positif.
Di alam telah dicontohkan bahwa dalam Ilmu Kimia molekul dan atom yang melepas elektron menjadi bermuatan positif dan dikenal dengan nama kation, sedangkan molekul dan atom yang menerima atau mendapatkan elektron menjadi bermuatan negatif dan disebut dengan anion.
Kemudian siapapun yang gemar kepyur akan mendapat SURGA. SURGA disini merupakan sebuah akronim yang akan memberi nilai tambah bagi orang melakukan kepyur dalam kehidupan sehari-hari.
(S): Selalu mendapat kemudahan disaat mengalami permasalahan kehidupan.Fakta ini secara logika sulit dicerna dan diterima dengan akal sehat namun bila dipahami secara keimanan maka semakin yakin bahwa kepyur itu merupan solusi problema kehidupan.
(U): Umur orang yang suka kepyur maka umurnya akan diperpanjang.Sebagaimana tersurat dalam Hadist Riwayat Thabrani : “Sesungguhnya sedekah orang muslim itu dapat menambah umurnya dan dapat mencegah kematian buruk.”
(R): Rejeki orang yang suka bersedekah akan melimpah berdasarkan Surat Al Baqarah 261.
Berikutnya, (G) : Gagalkan malapetaka atau musibah kepada orang yang suka kepyur. “Bersegeralah bersedekah sebab bala bencana dan musibah tidak bisa mendahului sedekah” (HR Abu Daud).
(A): Ada jaminan orang yang suka kepyur/bersedekah/berbagi mendapat jaminan masuk surga.
Rasulullah SAW bersabda sedekah dapat menghapus dosa dan dijamin masuk surga (HR Tirmidzi).
Bambang Sulistya juga menyampaikan pantun ala Blora “Menyang MBlora numpak Sepur, Sopo sing pingin mulyo kudu wani kepyur” (Pergi ke Blora naik kereta, Siapa yang ingin sejahtera harus berani kepyur/sedekah/berbagi).
Untuk menandai bulan kepyur seusai kultum dibagikan bibit buah-buahan kepada jemaah yang hadir dan paket eggroll untuk bapak ibu yang menjalankan tadarus Al-Qur’an.
“Semoga berkah dan makin mantap beribadah di bulan kepyur,” ucapnya. (*)

Berkah Kiyai Balun di Makam Cungkup, Cepu

BLORA.-

Tidak jauh dari Stasiun KA Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dan berada tepat di seberang Masjid Jamik Al-Mujahidin Balun di Jalan Aryo Jipang, Cepu, tempatnya di dalam area Makam Cungkup, terdapat sebuah punden yang sangat disakralkan oleh masyarakat.
Di dalam punden itu terdapat makam Mbah Penjaringan yang diyakini dan diakui sebagai salah satu cikal bakal babat alas Desa Balun yang dikenal sangat membawa berkah bagi siapapun yang mengunjunginya.
Punden itu disebut masyarakat Desa Balun dengan sebutan Punden Mbah Penjaringan–berjuluk Kiyai Balun yang pada abad 15 mendapat tugas dari Sunan Kudus untuk mengawasi Jipang Panolan. Bertugas mengawasi Pangeran Benowo yang berkarakter menekan pada rakyat, Mbah Penjaringan dalam menjalankan tugasnya pada waktu itu didampingi para punggawa dari Kudus.
Kisah itu diceritakan oleh Intok, pemerhati sejarah yang tinggal di Balun Gg V, Cepu, Jumat (7/4/2023). Dengan alasan mencari kitab pusaka yang hilang, Mbah Penjaringan akhirnya berkeluarga dan menetap di Balun, tidak mau kembali ke Kudus.


“Di sini beliau mendirikan padepokan, mengajarkan kepada masyarakat tentang tata cara bertani dan mengaji,” ujar pria yang memiliki nama lengkap, Ristanto itu.
Pria berusia 46 tahun yang dikenal penghobi barang antik seperti radio, tivi kuno, sepatu, dan keris itu menjelaskan, di dalam punden terdapat tiga buah makam antara lain makam Mbah Penjaringan, Eyang Srikaton (istri), dan Roro Sekar (putri). “Mbah Penjaringan atau Kyai Balun itu kakaknya putri Jipang, garwane Aryo Penangsang,” tambah pria yang juga dikenal sebagai jago suwuk itu.
Punden mbah Penjaringan ini berada diantara makam umum (TPU) Desa Balun yang dijaga oleh seorang Juru Kunci Punden bernama Sugik. “Kalau juru kunci kuburan namanya Pak Tik,” tambah Intok.
Tidak ada yang tau kapan pertama kali punden itu berdiri, tetapi Intok mengaku melakukan renovasi pada Tahun 2020 lalu. Sebelum direnovasi menurut bapak dua orang anak itu, kondisi bangunan punden sudah rusak dan tidak terurus. Walaupun bangunan berukuran 3×5 M3 itu sekarang kondisinya sudah bagus, namun suasana sakral masih terasa karena batu nisan dan batu bata kuno masih tetap menghiasi lokasi itu.
Memperbaiki atau membangun tempat bersejarah bagi Intok bukan kali pertama dilakukan pada punden Mbah Penjaringan. Sebelumnya, pria berambut gondrong itu juga pernah memugar punden di wilayah Malo dan di Desa Sudu Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.


Intok mengaku terpanggil untuk melakukan renovasi punden Mbah Penjaringan setelah adanya pengalaman goib. Berawal pada tiga tahun lalu, ketika dia berziarah ke kubur orang tuanya yang lokasinya berjarak kurang dari 10 meter. Tiba-tiba Intok melihat mbahe (Mbah Penjaringan, Red.) melambaikan tangan memanggilnya sambil berucap, “Le rene Le”.
“Nggih, enten nopo, mbah?” tanya Intok.
“Kabeh-kabeh mbok urusi, koq panggonmu dewe gak mbok urusi.” ucap Intok menirukan kalimat yang disampaikan Mbah Penjaringan.
Setelah renovasi selesai, Intok mengaku ditemui lagi oleh mbahe sambil berpesan, “Nek wis dadi, ndang diwenehi nyawa”.
Intok yang mengartikan nyawa adalah kehidupan, maka dia menterjemahkan keinginan mbahe untuk mengisi kegiatan di dalam punden. “Tentunya kegiatan yang berhubungan dengan batin,” kata Intok.
Maka sejak Tahun 2020, setiap malam Jumat Kliwon diadakan kegiatan Tahlil dan Yasinan di punden Mbah Penjaringan ini. “Setelah itu saya majukan menjadi seminggu sekali, setiap malam Jumat,” jelasnya.
Supaya batin entuk dan dhohir entuk, Intok juga memberi kegiatan kepada 12 orang rekan-rekannya yang tinggal di sekitar makam untuk membersihkan makam. “Dari kegiatan bersih-bersih itu mereka dapat penghasilan, dan setiap malam Jumat ikut tahlilan,” paparnya.


Dalam acara tahlilan rutin yang diikuti sekitar 25 hingga 30 orang itu, Intok juga menyediakan makanan yang bisa disantap besama. Kadang ada warga yang datang membawa makanan, lalu digabung untuk dimakan bareng-bareng.
“Kalo kita bersedekah, gak mungkin kita gak dibalas, tapi saya tidak berharap. Itu hukum alam, tapi niat saya bersedekah pada Jumat berkah,” tandasnya.
MAQOM HABIB MUHAMMAD ALHADAR
Di lokasi yang berdekatan dengan punden Mbah Penjaringan juga terdapat Maqom Habib Muhammad Alhadar yang sering dikunjungi pengurus dan santri pondok dari wilayah Kudus dan Pati. Sebelum berziarah ke makam Syekh, pengunjung berdoa terlebih dahulu di makam Mbah Penjaringan.
Pejabat, pengusaha, dan masyarakat Cepu juga banyak yang berziarah ke punden Mbah Penjaringan. Diantara pejabat juga ada yang rutin ikut tahlilan setiap malam Jumat.
*SENANG BERZIARAH
Alasan Intok melakukan pemugaran dan merawat punden adalah karena dirinya senang sejarah.”Merawat makam bersejarah atau makam leluhur itu tunjuannya supaya anak cucu gak kehilangan enggok,” tandasnya.
Menurutnya, orang hidup tidak boleh meninggalkan akar, karena akar itu yang memberi kehidupan. “Kalau kita merawat akar, yang pasti rezeki dan apapun yang kita lakukan akan berbuah enak,” ujar pria kelahiran Cepu itu.
Bagi Intok untuk memugar dan membiayai kegiatan punden tidak pernah mengalami kesulitan. Sebagai praktisi yang sering dimintai tolong orang atau didatangi para calon pejabat, tinggal menyampaikan kalau dia ada tugas membangun punden.
“Mereka yang sudah puas bisa menjadi pejabat desa, rata-rata mau bantu. Dan saya senang karena tugas saya juga dibantu,” pungkas Intok. (*)

Jelang Lebaran, Warga Bulakan-Pilang Sukarela Perbaiki Jalan

BLORA.-

Lebaran identik dengan kedatangan para pemudik yang pulang ke desa. Menyambut Hari Lebaran Idul Fitri 1444 H warga Dukuh Bulakan Desa Pilang, Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora mengadakan kegiatan perbaikan jalan, Senin (10/4/2023).


Perbaikan jalan sepanjang 1,5 km itu dilakukan secara swadaya oleh warga Dukuh Bulakan yang dipandegani Sobirin (modin) dan Nyampan (pengusaha), mengingat sudah puluhan tahun jalan yang rusak parah itu belum pernah mendapat perhatian dari Pemkab Blora maupun Pemerintah Desa Pilang.
Karena perbaikan dilakukan secara sukarela pada bulan puasa, maka pengerjaannya dilakukan pada malam hari setelah shalat tarawih. Sementara dana yang digunakan untuk belanja material berasal dari hasil iuran warga secara sukarela.
“Dana yang dikumpulkan Bapak Shobirin dan Bapak Nyampan adalah hasil pungutan dari para pengusaha di Dukuh Bulakan, ketua kelompok tani dan dari warga yang bekerja di luar kota dengan cara transfer,” ujar Suparjo, warga setempat.
Menurut pria yang akrab disapa Mbah Jo itu, tidak adanya perhatian dari Pemerintahan Desa Pilang membuat warga Dukuh Bulakan kecewa, hingga melakukan perbaikan jalan dengan cara swadaya. “Kepala desa juga tidak pernah berkunjung atau mendatangi undangan warga di sini,” pungkasnya. (*)

Tertabrak Kereta Api Barang, Wanita Setengah Baya Meninggal Dunia

Blora Diva.-

Seorang wanita bernama Sukarti (48), Sabtu (8/2023) sekira pukul 10.25 Wib tewas setelah disambar kereta api barang di Km 65+1 Doplang Randublatung, turut Kelurahan Wulung RT 01 RW.03 Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora.
Menurut saksi mata Lasmijan, Satpam PT KAI yang sedang piket di stasiun, sekira pukul 10,25 Wib datang kereta api barang bernomor 2524 dari Jakarta menuju Surabaya, berhenti di Stasiun Randunlatung. Kemudian masinis bernama Sulaiman dan asisten masinis bernama Topi Tirwanto melapor bahwa kereta api yang dikemudikan telah menabrak korban yang sedang berjalan kaki dari barat ke timur di pinggir perlintasan rel kereta api.


Usai mendapat laporan saksi Lasmijan langsung mendatangi TKP, sementara kereta api barang tersebut melanjutkan perjalanan ke Surabaya. “Saya bersama anggota Polsek Randublatung dan Tim medis Puskesmas Randublatung mendatangi TKP, dan benar ada orang meninggal dunia tertabrak kereta api,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan ditemukan di bagian belakang kepala sebelah kiri mengalami luka robek sepanjang 10 cm lebar 2 cm. Patah leher dalam (Revitasi servical), keluar darah dari hidung, luka lecet pada tangan kiri, dan luka robek pada siku lengan kanan.
“Pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan atau penganiayaan dan disimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat tertabrak kereta api,” papar dr Sapta E.P bersama tim medis Puskesmas Randublatung. (*)

Hasil Otopsi Mayat Bayi Mengapung di Irigasi, Diduga Tewas Dibekap

BLORA.-

Tim Disaster Victim Identification (DVI)Polda Jawa Tengah telah menyelesaikan autopsi terhadap mayat bayi perempuan yang ditemukan warga di aliran irigasi persawahan di Dukuh Pojok, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Selasa (04/04/2023).
Dari hasil pemeriksaan team DVI Polda Jawa Tengah Selasa malam (04/04/2023), terdapat luka bekap pada wajah bayi yang diperkirakan laki-laki tersebut.
KBO Reskrim Polres Blora Iptu Suhari mengatakan, jenis kelamin bayi tersebut adalah perempuan, penyebab tewasnya bayi yang diduga dibunuh oleh orang tuanya.
“Dari hasil autopsi team DVI Polda Jawa Tengah terdapat luka bekap pada wajah bayi,” kata Iptu Suhari, Selasa malam (04/04/2023) seusai otopsi.
Lebih lanjut, Iptu Suhari menambahkan, bayi tersebut normal lahir sembilan bulan, secara fisik ada bekas bekapan. Dan bayi meninggal belum ada satu hari lahir.
Iptu Suhari mengaku, polisi belum mendapatkan tanda-tanda identitas orang tua yang tega membuang bayi tersebut.
“Untuk orang tua yang tega membunuh dan membuang bayi tersebut masih dalam penyelidikan,” lanjut Iptu Suhari.
Sebelumnya, Selasa siang (04/04/2023) warga Dukuh Pojok, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo digegerkan adanya temuan jasat bayi diduga berjenis kelamin laki-laki, mengapung di aliran irigasi persawahan.
Bayi pertama kali ditemukan oleh anak-anak yang sedang mencari ikan di aliran irigasi itu. Awalnya mengira boneka, namun setelah didekati ternyata bayi. (*)

Koran Lokal Terpercaya