Semua tulisan dari Prayitno

Gerakan Sedekah Telur setiap Jumat, Langkah Jitu Turunkan Stunting di Blora

BLORA.-

Gebrakan Bupati Blora, Arief Rohman dalam pencegahan stunting pada bayi di bawah dua tahun (Baduta) melalui Gerakan Sedekah Telur (GST) setiap Jumat patut mendapatkan apresiasi positif.
Selain langkah cerdas, GST bisa dibilang jitu dalam membumikan jurus 5M karena (m)udah untuk dilaksanakan, (m)urah biayanya, (m)emotivasi kepedulian, (m)embangun kerukunan dan (m)antap dalam pengendalian stunting.
Ditambah lagi kegiatan GST dilaksanakan setiap Jumat, sebuah hari yang diyakini memiliki keutamaan dan keberkahan.
Potensi ASN di Kabupaten Blora 9.000 lebih dan setiap ASN tiap hari Jumat mengumpulkan hanya sebuah butir telur ayam di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.
Telur yang terkumpul disetiap OPD selanjutnya disalurkan kepada keluarga yang kurang mampu yang memiliki bayi rawan stunting dibawah dua tahun sebagai tambahan makanan menu bergizi.
Menurut Gus Arief panggilan sehari-hari Bupati Blora itu, telur-telur yang terkumpul dari GST bukan untuk dikonsumsi orang tua namun ke sasaran anak-anak baduta dengan harapan untuk memenuhi gizi agar tercukupi.
Keseriusan Bupati Blora dalam menangani percepatan penurunan stunting ternyata memperoleh perhatian dari pemerintah pusat, terbukti dengan telah diberikannya penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) kepada Bupati Blora dan Ketua TP PKK Kabupaten Blora pada awal Juli 2023.
Sementara itu mantan Kepala Dinas Pertanian Blora Bambang Sulistya mengatakan, GST mengingatkan kembali peristiwa masa lalu sekitar tahun 2001 yaitu pada awal pelaksanaan otonomi daerah yang sedang ramai-ramainya pemerintah mengatasi gizi buruk masyarakat.
Saat itu ia berkesempatan memberikan spirit kepada para Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam pembinaan kepada masyarakat petani agar diselipkan materi pembinaan untuk mengatasi gizi buruk dengan anjuran mengkonsumsi menu makanan “GODOK” (Sego Endok atau nasi telur).
“Kalau di Blora praktisnya sego pecel menu bergizi lengkap murah meriah,” ujar Bambang Sulistya ketika ditemui wartawan, Senin (14/8/2023).
Dirinya merefleksi, bahwa alam keluarga yang kurang mampu biasanya untuk makan sehari tiga kali tentu mengalami kesulitan. Karena ketersedian beras terbatas sebagai sumber karbohidrat berupa nasi dan keterbatasan sumber protein berasal dari telur ayam.
Sehingga untuk mengatasi gizi buruk secara sederhana dan praktis saat itu hanya menganjurkan untuk mengkonsumsi makanan godok.
“Sego atau nasi berasal dari beras merupakan sumber karbohidrat yang memiliki manfaat sebagai sumber energi bagi tubuh dalam menjalankan berbagai fungsi dan untuk melakukan aktifitas setiap harinya,” tuturnya.
Sementara endok atau telur sebagai sumber protein yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh manusia utamanya untuk anak anak dibawah usia dua tahun .Sehingga sangat tepat bila saat ini Blora digelorakan Gerakan Sedekah Telur (GST) untuk membatu keluarga yang anaknya mengalami stunting.
Namun disisi lain apakah di dalam keluarga yang tidak mampu ketersedian beras masih tercukupi. Kalau belum tercukupi ada baiknya digulirkan Gerakan Sedekah Telur dan Bera s(GSTB) kepada masyarakat yang kurang mampu supaya bisa menikmati Godok (Sego -Endok) setiap harinya. (*).

Pekik Merdeka Diperdengarkan di Acara Senam Bugar PWRI Kelurahan Kunden-Blora

BLORA.-

“Kemerdekaan melawan penjajah memang telah usai, tetapi perjuangan melawan ketidakpedulian diri sendiri, egois, intoleran dan upaya pemecah belah bangsa masih berlanjut.”
Kalimat itu diucapkan H. Zaenal Susanto, Ketua Persatuan Wredatama RepIublik Indonesia (PWRI) Kelurahan Kunden Kecamatan Blora, Kabupaten Blora di sela acara senam bugar yang dimotorinya di pelataran Graha Larasati, Jumat pagi (11/8/2023).
Menurut Zaenal, ungkapan bijak seperti itu selalu teringat saat peringatan HUT Republik Indonesia, dan selalu memberinya spirit dalam mengisi kemerdekaan.
“Banggalah menjadi orang Indonesia yang memiliki Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Dirgahayu Indonesiaku yang ke-78, semoga NKRI tetap bersatu dan makin maju. Merdeka,” tegas mantan pejabat Dinas Kehutanan Blora, yang sekarang menekuni profesi pranatacara.
Semarak tujuhbelasan ternyata telah mampu membangkitkan generasi Keren (Kelompok retan), yang tergabung dalam wadah Persatuan Republik Indonesia (PWRI) kelurahan Kuden Kecamatan Blora Kabupaten Blora.
Mereka berupaya untuk berjuang mengisi kemerdekaan dengan kegiatan senam kebugaran jasmani dan rohani.
Suasana senam gayeng penuh kecerian dan kegembiraan dari para peserta.Bahkan yang memiliki Graha Larasati Puji beserta isterinya juga mengikuti senam.
“Kami merasa senang kalau tiap Jumat di pelataran Graha Larasati dimanfaatkan untuk kegiatan senam kebugaran untuk para lansia agar tempat ini makin berkah dan bermanfaat,” tuturnya.
Sementara itu H. Zaenal Susanto menambahkan bahwa melalui kegiatan senam bersama ini selain akan dipeloreh hasil badan sehat.
“Juga bisa menumbuhkan semangat kebangsaan, kerukunan, kekeluargaan, kebersamaan, kegotong royongan dan kepekaan,” kata H. Zaenal.
Disamping itu dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada pemilik Graha Larasati yang secara ikhlas membantu terwujudnya kegiatan senam kebugaran ini.
Selesai senam kebugaran dilanjutkan agenda makan pagi secara prasmanan dan acara doa bersama untuk mendoakan atas meninggalnya salah satu anggota kerta wredata. (*).

Penolakan PK Moeldoko Menjadi Kado Ultah ke-45 AHY

JAKARTA.-

Putusan Mahkamah Agung yang menolak peninjauan kembali perkara konflik kepengurusan Partai Demokrat yang diajukan Kepala Staf Presiden Moeldoko diapresiasi dan disambut baik oleh Deputi Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) Partai Demokrat Kamhar Lakumani. Dia menyatakan putusan itu membuat ketua umum partainya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menang telak 18-0.
“Keputusan ini sesuai dengan harapan publik dan harapan seluruh kader Partai Demokrat, sekaligus menjadi penanda masih tegaknya keadilan dan kebenaran,” kata Kamhar dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 Agustus 2023.
MA memutuskan menolak perkara tersebut pada hari ini. Dalam laman resminya, MA menyatakan menolak perkara dengan nomor 128 PK/TUN/2023 tersebut.
Kamhar menyatakan keputusan ini turut menunjukkan bahwa hakim MA masih terjaga kewarasan dan kesadarannya. Demokrat, kata Kamhar, bersyukur atas keputusan tersebut dan menganggapnya sebagai kemenangan demokrasi.
Kado Ultah AHY ke-45.
Apalagi, Kamhar menyebut putusan Mahkamah Agung ini keluar bertepatan dengan ulang tahun AHY yang ke-45 tahun pada hari ini. Kamhar mengatakan keputusan MA ini menjadi kado terindah bagi AHY.
Kamhar pun menyatakan bahwa putusan tersebut menegaskan keberhasilan AHY dalam menangani upaya perebutan partainya oleh Moeldoko. Menurut dia, AHY total telah memenangkan 18 gugatan yang diajukan kubu Moeldoko.
“Ini sekaligus menambah daftar rekam jejak keberhasilan efektifitas dan kualitas kepemimpinan Mas Ketum AHY melawan upaya begal politik KSP Moeldoko dan kompradornya genap 18-0. Menang telak,” kata Kamhar.

Berawal dari KLB.

Kisruh antara kubu Moeldoko dengan kubu AHY berawal saat mantan Panglima TNI itu dinyatakan terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Penetapan itu dilakukan oleh sejumlah kader dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang diadakan di Deli Serdang, Sumatera Utara pada Maret 2021. Kongres digelar setelah beberapa kader tersebut dipecat dan dituduh terlibat dalam kudeta.
AHY yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat hasil Kongres Jakarta 2020 lantas menyatakan KLB itu ilegal dan inkonstitusional. Pasalnya, KLB itu digelar tak sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga mereka.
Dalam AD/ART Partai Demokrat disebutkan bahwa KLB hanya bisa digelar dengan izin dari Ketua Majelis Tinggi, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.
Upaya untuk mengesahkan kepengurusan versi KLB Deli Serdang pun mentok. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyatakan tak bisa menerima pendaftaran tersebut karena sejumlah dokumen yang diajukan tidak lengkap. Dari sinilah kemudian kubu Moeldoko mengajukan berbagai gugatan baik ke Kementerian Hukum dan HAM maupun ke kubu AHY. (*)

Peringati HUT ke-61, PWRI Blora Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Bibit Jambu

BLORA.-

Dalam budaya Jawa angka tujuh yang disebut dengan pitu, memiliki konotasi sebagai pitulungan atau pertolongan.
“Karena itu, hari Senin tanggal 7 Agustus 2023 saya pilih sebagai baik untuk mengayubagya Hari Ulang Tahun ke-61 PWRI Blora,” kata Bambang Sulistya Ketua PWRI Blora, Senin (7/8/2023).
Pelaksanaan kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-61 PWRI tersebut diselenggaran secara sederhana namun penuh makna di halaman Kantor PWRI Kabupaten Blora.
Agenda utama di kantor PWRI Blora pada hari itu adalah pembagian bibit Jambu PWRI karya penangkaran oleh H. Soedadyo yang saat ini menjabat sekretaris PWRI Kabupaten dan Wakil Ketua Organisasi Muhammadiyah Kabupaten Blora.
Bibit jambu tersebut diberikan kepada seluruh PWRI Kecamatan dan Kelurahan se-Kabupaten Blora. Selain pembagian bibit juga penyaluran paket sembako sebanyak 220 buah.
Bantuan paket sebako berasal dari Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto sebanyak 150 paket sembako, Direktur BPR BKK Kabupaten Blora 50 paket dan Pimpinan Bank Jateng Cabang Blora 20 paket.
“Penyaluran paket sembako diberikan kepada kaum duafa atau saudara saudara kita yang kurang beruntung,” jelasnya.
Diantaranya para tukang becak, pengakut sampah, pemulung, janda tua, asisten rumah tangga, buruh serabutan, satpam, tukang bersih pekarangan dan tukang parkir.
Kegiatan pembagian sembako diawali dengan doa yang diwakili H. Sumarjan pengurus PWRI Kabupaten intinya memohon kepada Allah semua yang hadir diberi kesehatan dan kemudahan dalam memperoleh rejeki serta bagi yang memberikan bantuan sembako semoga selalu dalam lindungan-Nya sehat dan bahagia bersama keluarga serta lancar dalam meniti kariernya.
Atas nama keluarga besar PWRI Kabupaten Blora, Bambang Sulistya mengucapkan banyak terimakasih kepada Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto, putra terbaik di Kabupaten Blora yang selalu memberi bantuan paket sembako untuk kaum duafa.
“Beliau merupakan sosok pemimpin yang patut diteladani karena memiliki kepedulian dan kepekaan yang tinggi kepada kaum yang belum beruntung,” terangnya.
Semoga selalu diberi kelancaran dan kesuksesan dalam mengemban tugas kedinasan amanah yang baru sebagai wakapolri.


Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Pimpinan Bank jateng Cabang Blora dan Direktur BPR BKK Kabupaten Blora atas partisipasi dalam rangka HUT ke-61 PWRI untuk memberi bantuan paket sembako kepada kaum yang lemah semoga berkah dan memberi kontribusi positif bagi perkembangan dan kemajuan BPD Cabang Blora dan BPR BKK Kabupaten Blora.
Disamping itu, Bambang Sulistya juga meminta kepada penerima bantuan agar ikut mendoakan semoga di Hari Ulang Tahun ke-61 PWRI di masa yang akan datang masih memperoleh bantuan sembako seperti hari ini.
Dikatakannya, sebagai motivasi bagi kita semua hendaknya setiap kita memperingati hari ulang tahun selain sebagai wahana untuk evaluasi dan introspeksi diri juga diharapkan dapat memberikan nilai manfaat bagi kaum yang belum beruntung.
Apalagi saat ini cuaca panas dan banyak saudara saudara kita yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Sementara H. Subekti mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Blora yang mewakili keluarga Komjen Pol Agus Adrianto mengucapkan puji syukur bisa berpartisipasi dalam kegiatan HUT ke-61 PWRI.

Semoga pelaksanaan berjalan lancar dan berkah. Dirinya juga memohonkan doa kepada semua yang hadir utamanya para penerima bantuan paket sembako semoga beliau bapak Komjen Pol Agus Andrianto dapat melaksanakan tugas dengan baik,sukses dan amanah, serta mohon maaf bila bantuan paket sembako belum sesuai harapan.

H. Subekti yang sehari-hari sebagai Ketua KORMI Kabupaten Blora juga mengucapkan selamat HUT ke-61 PWRI, semoga PWRI makin berkembang, maju dan jos dalam pengabdian kepada masyarakat Blora.
Selanjutnya Direktur BPR BKK Kabupaten Blora, Puguh Haryono yang hadir secara pribadi dalam penyaluran bantuan paket sembako, mengucapkan terimakasih atas undanganya untuk ikut mendukung kegiatan dalam menyemarakan HUT ke-61 PWRI.
“Semoga bantuan paket sembako dapat memberi manfaat dan mohon maaf bila bantuan tersebut sangat terbatas dan belum sesuai harapan,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan selamat HUT ke-61 PWRI, dengan harapan semoga PWRI makin jaya dan bisa menjadi teladan bagi kita semua.
Sementara itu berbagai kesan dari para kaum duafa yang memperoleh bantuan paket sembako secara keseluruhan merasa gembira dan bahagia, di tengah situasi sulit seperti saat ini masih ada niat baik untuk memberi bantuan paket sembako itu merupakan langkah mulia yang sangat didambakan kaum duafa.
Semoga dapat menginspirasi dan memotivasi model kegiatan memperingatan HUT organisasi apapun selalu diagendakan langkah peduli dan berbagi bagi kaum belum beruntung.
“Ada pantun berbagi buat spirit kita semua, Petani sedang menggarap sawah, Di sawah banyak rumput dan lintah, Peduli dan berbagi itu indah, Karena membuat hidup bahagia dan berkah,” tutur Bambang Sulistya. (*).

Tingkatkan Semangat Kebangsaan di Bulan Agustus, Kelompok Sepeda Pancal Blora Wajibkan Pakai Merah Putih

BLORA.-

Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya, sejak memasuki bulan Agustus 2023, Ketua Kelompok sepeda pancal Blora H. Soedadyo yang mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Tranmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora meminta kepada para anggotanya agar dalam melaksanakan aktivitas sepeda santai memakai seragam bernuansa merah dan putih.
“Ini dimaksudkan untuk menambah semangat kebangsaan dalam menyambut peringatan Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia, bahwa NKRI harus mukti dan abadi,” jelasnya, Jumat (7/8/2023).
Selama menyusuri perjalanan bersepeda dari desa ke desa Soedadyo banyak bercerita kepada mantan Sekda Blora Bambang Sulistya tentang kehidupan alam demokrasi saat ini yang dalam hal kebebasan untuk berbicara sudah melampaui batas kepantasan.
“Biarkan itu semua menjadi pelajaran bagi kita semua yang penting kita tetap waras berakal sehat, memiliki nurani tanpa harus menyakiti hati orang lain dan tetap bertakwa dengan melaksanakan perintahNya dan menjahui laranganNya,” tuturnya.
Setelah bersepeda lebih dari satu jam semua anggota kelompok sepeda pancal berhenti di warung lontong tahu untuk memenuhi undangan syukuran dari salah satu anggota yang bernama Anna atas kesembuhan dari sakitnya.
Sambil menunggu lontong tahu tersaji ternyata ungkapan H.Soedayo tentang demokrasi yang sudah kebablasan tersebut menjadi bahan pembicaraan hangat oleh sebagian peserta gowes.
Diantaranya Kapten Purnawirawan Sudarmono, mantan Danramil itu dengan ungkapan serius mengatakan sudah saatnya momentum bulan Agustus ini kita gelorakan kembali semangat Berani Bela Negara (B2 N). Termasuk saat ini berani membela Presiden Joko Widodo.
Berkenaan dengan hal tersebut Bambang Sulistya ingin memaknai B2N sebagai sebuah akronim yang memiliki nilai manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
(B1)-Belajar bersyukur bahwa saat ini kita masih diberikan berbagai nikmat dari Tuhan Yang Maha Pemurah berupa nikmat sehat dan nikmat untuk selalu berupaya mengendalikan diri dari sikap sombong,angkuh dan egois serta merasa diri paling pinter dan hebat.
(B2)-Berolahraga menjadi kebutuhan hidup sehari hari.
“Entah olahraga apapun termasuk olahraga bersepeda dalam menjaga kesehatan tubuh,” tuturnya.
Karena ada ungkapan di dalam badan yang sehat terdapat jiwa sehat sehingga jiwa yang sehat tidak mudah menghujat tapi bersahabat, tidak mudah membenci tapi memuji dan tidak mudah memukul tapi merangkul.
“Ingat hidup itu seperti naik sepeda untuk bisa maju harus tetap bergerak,” tegasnya.
(N)-Niat yang baik harus jadi landasan utama dalam setiap kita melangkah dan berkiprah dalam kehidupan sehari hari.
Jangan pernah ragu atau bimbang kalau sudah punya niat baik gas pol segera laksanakan. Setiap mengawali perbuatan niat baik pasti akan memberikan hasil baik.
“Termasuk hari ini Jumat 4 Agustus 2023, Bu Ana punya niat baik untuk mengajak makan lontong tahu bersama teman-teman kelompok sepeda pancal diyakini ke depan akan memberikan dampak positif bagi kehidupan bu Ana dan semoga sukses,” ungkapnya. (*).

Sambut Peringatan Hari Kemerdekaan, Warga RW V Karangjati-Blora Serentak Kibarkan Bendara Merah Putih

BLORA.-

Menyambut datangnya bulan Agustus yang merupakan bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia, oleh warga RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora disikapi dengan penuh rasa antusias dan semangat revolusioner.
Sejak hari Minggu 30 Juli 2023 sampai 1 Agustus 2023 warga sudah berlomba-lomba membersihkan lingkungan sendiri dan memasang umbul umbul serta asesoris yang lain dalam mengayubagya memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2023.
“Bahkan Senin 1 Agustus 2023, sehabis subuh warga secara serentak mulai memasang bendera merah putih di depan rumah masing-masing,” kata Bambang Sulistya, tokoh masyarakat setempat, Senin (1/8/2023).
Gerakan pemasangan bendera merah putih oleh warga dilakukan secara sistemik, masif dan struktural.
Pemasangan tersebut karena ada imbauan dari Bupati melalui surat No 003.1/3347/2023 tanggal 27 juli 2023 perihal partisipasi menyemarakkan Peringatan HUT ke 78 Kemerdekaan RI tahun 2023 di Kabupaten Blora.
Berdasarkan surat tersebut dalam rangka memperingati HUT RI meminta kepada segenap elemen masyarakat untuk melakukan beberapa hal.
Yaitu, mengibarkan bendera merah putih satu tiang penuh mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2023. Memasang spanduk/baliho, umbul-umbul, dekorasi dan asesoris lainnya yang penempatannya tidak mengganggu estetika dan kepentingan umum. Menjaga kebersihan dan keindahan dilingkungan masing-masing.
Menurut Ketua RW V Perumnas Karangjati Blora Bukit Effendi secara stuktural imbauan untuk pemasangan umbul-umbul dan pemasangan merah putih sudah diinformasikan ke ketua RT diteruskan ke warga.


Namun secara pribadi Bukit Effendi menyatakan pemasangan dan pengibaran bendara merah putih merupakan tanggung jawab moral dan sebagai warga negara yang baik tentu harus mematuhi untuk memberikan apresiasi dan penghormatan kita kepada para pahlawan yang sudah memperjuangkan terwujudnya Indonesia merdeka.
Serta sebagai wujud rasa bangga untuk bela negara. Apalagi kita tidak pernah ikut berjuang mengusir penjajah dengan resiko rela berkorban harta, tenaga dan nyawa.
“Sementara kita hanya diimbau untuk memasang bendera kok merasa keberatan itu termasuk orang yang kurang bersyukur,” tuturnya.
Sehingga dengan semangat yang pernah digelorakan Bung Karno, yaitu rawe-rawe rantas malang-malang putung warga perumnas selalu diingatkan jangan lupa memasang bendera merah putih sebagai bendera kebanggaan kita.
Bahkan ajakan untuk pemasangan bendera itu juga dikumandangkan melalui pengeras suara masjid Nurul Falah.
Disamping itu dengan mengibarkan bendera merah putih tersebut juga dapat mengingatkan kembali perjuangan perjuangan dalam meraih kemerdekan oleh para pejuang pendahulu kita yang tanpa pamrih pribadi.
Sekaligus juga dapat meningkatkan rasa kecintaan pada tanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Diungkapkan, gebyar merah putih saat ini di Perumnas Karangjati benar-benar terwujud semarak dan memberikan semangat kebangsaan dan optimisme di alam kemerdekaan dengan terwujudnya bendera merah putih berkibar di setiap rumah.
Pihaknya berharap semoga di Bumi Blora Mustika pembangunan terus melaju untuk Indonesia maju dan mantabkan semangat Sesarengan Mbangun Blora.
“Ada pantun untuk kita semua, merah putih tetap di dada untuk mempertahankan Indonesia merdeka, Indonesia ke depan sukses segalanya. Sekali merdeka tetap merdeka,” kata Bambang Sulistya. (*).

Awali Tahun Baru Islam, Takmir Masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati Santuni Anak Yatim Piatu dan Anak Kurang Beruntung

BLORA.-

Mengawali Tahun baru Islam 1445 H, pengurus Takmir Masjid Nurul Falah di Perumnas Karangjati RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora, Jateng menyelenggarakan khotmil Qur’an, Rabu (19/7/2023) atau 1 Muharram 1445 H.
Acara pembacaan Al Qur’an jus 1-30 yang diikuti oleh lebih 50 jemaah itu dilaksanakan dalam rangka membumikan ritual langit sebagai upaya peningkatan ketaqwaan umat Islam.
Pada hari Minggu pagi (30/7/2023), dilanjutkan dengan kegiatan penyantunan anak yatim piatu dan anak yang kurang beruntung sebanyak 218 orang.
Menurut Ketua Majelis taklim Masjid Nurul Falah Hj Dewi Tedjowati, dari total penerima santunan sebanyak 204 anak masing- masing mendapat jatah santunan Rp 280.000,00 dan 14 anak tiap anak memperoleh santunan sebesar Rp 250.000,00.
“Sehingga total dana untuk santunan mencapai Rp 63.869.000,-,” terangnya, Minggu (30/7/2023).
Dana tersebut berasal dari bantuan takmir masjid Nurul Falah Rp 15.000.000,-. Kas pengajian ibu Rp 1.330.000,-. Iuran dari 9 RT Rp 2.250.000,-. Donatur 9 RT Rp48.800.000,- dan sedekah dari hamba Allah Rp 3.000.000,-.
Anak-anak yang mendapat santunan berasal dari RW V Kelurahan Karangjati dan anak anak diluar RW V Kelurahan Karangjati yang memenuhi persyaratan penerimaan santunan.
Adapun penerima santunan memiliki latar belakang pendidikan mulai dari SD, SMP sampai SMA. “Penyerahan satunan di serambi masjid Nurul Falah,” ucapnya.
Ketua Takmir masjid Nurul Falah H. Slamet Pamuji mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi yang luar biasa kepada semua pihak yang nyengkuyung dan membantu utamanya ibu-ibu Majelis Taklim Masjid Nurul Falah dalam mewujudkan kegiatan santunan untuk anak yatim piatu dan anak yang kurang beruntung
“Kiprah untuk memberikan satunan adalah ladang amal untuk bekal kita ke akhirat,” ujarnya.
Slamet Pamuji, juga menitipkan pesan agar dana santunan yang diberikan jangan digunakan untuk pembelian barang bersifat konsumtif.
Ia sangat mengharapkan kepada anak-anak tetap memiliki semangat beribadah dan belajar yang tinggi semoga kelak menjadi anak-anak yang sukses dan bermanfaat.
Disamping itu juga berpesan jangan ada anak yang tidak bisa makan dan tidak sekolah. “Kalau ada tolong dilaporkan nanti akan dicarikan solusi,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu kyai gaul, salah satu imam masjid Nurul Falah bahwa bulan Muharram ini merupakan bulan umat Islam dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menyatuni anak yatim piatu, apalagi menyatuni anak yatim piatu layaknya seperti anak sendiri juga bisa menjadi pahala jariyah untuk kehidupan di akhirat kelak.


Rasulullah SAW bersabda ,”Jika manusia mati, terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara sedekah jariyah, ilmu bermanfaat dan anak-anak soleh yang selalu mendoakannya (HR Muslim).
Perlu mendapat perhatian bagi umat yang beriman salah satu keutamaan menyantuni anak yatim piatu dijamin masuk surga (HR.Tirmidzi).
Dalam kegiatan penyantunan anak yatim piatu selain mendapat dana juga disediakan berbagai macam doorprize yang menarik. Untuk mendapatkan doorprize anak-anak harus bisa menjawab pertanyakan yang diberikan kepada anak-anak.
Seperti pertanyaan yang disampaikan ketua Takmir masjid Nurul Falah diantaranya, Setelah bulan Muharram bulan apa. kemudian pertanyaan yang lain, yaitu Rukun Islam ada berapa.
Ternyata kedua pertanyaan dijawab dengan lancar oleh anak-anak.
Bulan setelah Muharram adalah Safar dan rukun Islam ada lima:mengucapkan syahadat, mendirikan salat, menjalankan puasa, membayar zakat dan menunaikan ibadah haji.
Dengan cara pemberian santunan yang dikemas secara santai, ada daya tarik dan mengajak anak untuk merespon hal yang positif maka akan memberikan dampak yang baik dan menjadi kenangan manis serta membahagiakan bagi anak-anak yang mendapat santunan.
Diharapkan, semoga langkah dan kiprah dari para pengurus takmir masjid Nurul Falah untuk peduli dan berbagi ke anak yatim piatu dan anak yang kurang beruntung bisa menjadi inspirasi dan motivasi kepada para pengurus takmir masjid di tempat lain dalam upaya memakmurkan umat. (*).

Peringatan HUT ke-50 IPPK Blora, Ibu-ibu 60 Tahun Bawakan Tari Gambyong

BLORA.-

Pelaksanaan kegiatan resepsi peringatan HUT ke-50 Insan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Sabtu (29/7/2023) berlangsung meriah, penuh hadiah, bersejarah dan mudah-mudahan berkah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Blora, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, pengurus IPPK Kabupaten, IPPK Kecamatan di seluruh Kecamatan di Kabupaten Blora masing-masing 10 orang, Ketua IPPK di eks karesidenan Pati (Kabupaten Rembang, Pati, Jepara dan Kudus) dan IPPK Grobogan.
Selain itu dihadiri pihak Perbankan meliputi Bank Mandiri Taspen Blora, BRI dan BPD Cabang Blora. Berbagai organisasi para purnatugas PWRI, Pepabri, Legiun Veteran, Ikatan Pensiunan Polisi, Ikatan Pensiunan Angkatan laut, Ikatan Pensiunan Angkatan darat dan para pembina IPPK Kabupaten Blora.
KORMI Blora juga hadir di acara itu dan memberikan paket doorprize.
Hal yang menarik dalam kegiatan resepsi IPPK ke-50, yakni tampilnya kelompok karawitan dari IPPK Kecamatan Blora yang mampu membuat suasa resepsi menjadi regeng, gayeng dan menghibur dari awal hingga akhir acara dengan gending jawa yang enak, merdu dan penuh semangat.
Semua anggota karawitan sudah purna tugas namun tampil menawan, sigrak dan antusias dengan memakai kostum batik Blora yang menarik.
Disusul tari gambyong sebagai pembuka acara yang diperankan oleh para ibu ibu anggota IPPK termasuk isteri ketua IPPK Kabupaten Blora.
Walaupun umur sudah di atas 60 tahun namun para ibu-ibu yang menari gambyong sangat percaya diri masih mampu tampil apik, luwes dan anggon serta mampu menghibur para tamu dan peserta resepsi IPPK.
Ternyata suguhan tarian gambyong yang menarik mendapat apresiasi positif dari pimpinan Bank Mandiri Taspen Blora, Made Pasek yang langsung memberi hadiah (doorprize) tanpa diundi kepada seluruh penari gambyong.
Kemudian yang menarik lainya adalah ditampilkannya agenda tari tayuban yang diikuti oleh para bapak bapak yang berhoby main tayuban.
Tampilnya lucu dan membuat tertawa karena ada gerakan dari bapak penari tayub yang terkesan di luar pakem. Disamping itu yang membuat suasana gayeng adalah dibagikannya banyak hadiah doorprize dari berbagai sponsor, yaitu Bank Mandiri Taspen, BRI Blora dan BPD.
Sambutan diawali dari Ketua IPPK Kabupaten Blora H. Suparjan. Ia bersyukur atas terselenggaranya kegiatan resepsi HUT IPPK ke 50 yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati
“Adalah sebuah kehormatan dan sejarah baru bagi IPPK karena baru pertama kali HUT IPPK diselenggarakan di Pendopo tempat yang istimewa,” ucap H. Suparjan.
Dengan mengambil tema “Kita Berdayakan Pengalaman dan Pengetahuan Untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Kemandirian, Keaktifan Produktifitas dan Kesejahteraan Anggota IPPK”, H.Suparjan mengungkap rasa bangga, trenyuh dan bahagia atas dukungan dan bantuan dari Bupati Arief Rohman sehingga hari ini bisa menyelenggaran HUT ke-50 IPPK.
Bahkan Bupati juga memperjuangkan agar IPPK Kabupaten Blora mendapatkan kesempatan untuk mengola dana 4% dari 10 % dana purna karya mulai bulan Agustus 2023.
Dengan demikian Bapak Bupati telah memberikan motivasi kepada pengurus IPPK untuk melaksanakan tugas pengabdian di bidang pendidikan agar lebih bersemangat lagi.
Sesuai dengan motto IPPK Blora, Hati senang, Badan Sehat, bersemangat. H Suparjan siap mendukung dan membantu pelaksaan program di bidang pendidikan.
Ia juga melaporkan kepada Bupati selama ini IPPK mendorong nguri-uri budaya jawa dengan menghidupkan karawitan dan dalam menyambut HUT IPPK telah melaksanakan berbagai lomba diantaranya lomba menyanyi dan lomba senam kreasi.
Sementara itu Bupati mengawali sambutan dengan mengucapkan Selamat HUT ke-50 IPPK semoga diusia ke-50 IPPK semakin dapat memberikan kontribusi positif dan nilai manfaat bagi peningkatan sumber daya manusia di bidang pendidikan.
“Karena sebaik-baiknya manusia kalau dapat bermanfaat bagi orang lain,” ucap Bupati Blora.
Gus Arief, sapaan Bupati Blora juga meminta dukungan agar pendidikan di Kabupaten Blora semakin maju.Sekaligus memberi masukan dan saran demi peningkatan kwalitas sumber daya manusia untuk sesarengan mbangun Blora.
“Lakukan terus para pengurus IPPK untuk bersenergi dengan berbagai elemen masyarakat guna mendukung keberhasilan dalam mewujudkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia di Kabupaten Blora,” tambahnya.
“Silakan untuk memanfaatkan pendopo kabupaten maupun kecamatan untuk berbagai kegiatan yang positif termasuk untuk latihan karawitan,” tuturnya.
Bupati juga menginformasikan sampai saat ini sudah dialokasikan dana sebesar Rp600 miliar untuk pembangunan jalan, walaupun harus diakui masih ada jalan rusak yang membutuhkan dana untuk perbaikan.
“Mohon doa restunya semoga waktu yang tersisa bisa kita manfaat dengan baik untuk mewujudkan jalan baik dan berkualitas,” kata Bupati.
Selesai sambutan dilanjutkan dengan acara pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Bupati untuk diberikan kepada ketua IPPK Blora dan Para sesepuh IPPK Blora.
Koordinator IPPK Eks Karesidenan Pati, memberikan selamat dan spirit kepada pengurus IPPK Kabupaten Blora yang telah mendapatkan perhatian istimewa oleh bapak Bupati Blora.
Tingkatkan profesional kerja dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu juga memberikan acungan jempol terhadap kinerja kepemimpinan bapak H. Suparjan karena paling aktif melakukan konsultasi dan koordinasi.
Diharapkan IPPK Blora makin maju dan mampu memberi kontribusi positif kepada Pemerintah daerah dalam bidang pendidikan. Kegiatan resepsi HUT IPPK diakhiri dengan pembagian piala pemenang lomba dan undian doorprize. (*).

Rayakan Ultah ke-61, Edy Purnomo Dipersiapkan sebagai Ketua PWRI Cepu

BLORA.-

“Kami para wredatama nan lanjut usia, Bersatu di dalam PWRI sepanjang masa, Memperjuangkan tata tentrem karta raharja, Persembahkan terindah bagi penerus bangsa, Kami para wredatama selalu bertakwa, Mengabdi kepada Nusa dan Bangsa tercinta.”
***
Hymne Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) itu dinyanyikan dengan apik serta suara merdu oleh para ibu-ibu pengurus Kerta Wredatama PWRI Kecamatan Cepu yang sedang merayakan HUT PWRI ke-61, Selasa (25/7/2023).
Dengan iringan orgen tunggal, syair lagu yang diperdengarkan dari dari dalam rumah joglo nan indah milik pribadi salah seorang pengurus PWRI Kecamatan di Desa Ngroto Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, Jateng bak sebuah ungkapan bermantra.
Syair itu terasa memberikan spirit bagi yang mendengarkan untuk menjadi manusia yang bermanfaat dan selalu eling/ingat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Acara memperingati HUT PWRI tingkat kecamatan pada hari itu dihadiri oleh Sekcam Cepu, pengurus dan anggota PWRI kecamatan serta utusan pengurus PWRI Kabupaten Blora.
“Ada yang istimewa dalam merayakan HUT PWRI ke-61 di Cepu diantaranya; pertama ada salah satu anggota PWRI yang berulang tahun persis tanggal 24 Juli,” kata Ketua PWRI Blora H. Bambang Sulistya, Rabu (26/7/2023).
Ia adalah Edy Purnomo. Pria berumur 61 tahun itu adalah mantan Camat Jati. Sehingga, agendanya selain merayakan HUT PWRI ke-61 yang ditandai dengan pemotongan tumpeng juga dirayakan hari ulang tahun Edy Purnomo ditandai dengan pemotongan kue/roti ulang tahun sehingga suasana gayeng penuh riang gembira.
Kedua, diedarkan buku karya H.M. Hembing Wijaya Kusuma berjudul “15 Menit Menuju Sehat dengan Ayunan Tangan”.
Olahraga ayunan tangan merupakan gerakan sederhana namun sangat bermanfaat dan berkasiat mengatasi atau mencegah berbagai penyakit diantara stres,susah tidur, kurang nafsu makan, kanker, tumor, tekanan darah tinggi,penyakit lever, penyakit jantung, stoke, hemiplegia (lumpuh karena stroke), rematik, gangguan pencernaan, gangguan ginjal, hernia, wasir, maag, buta warna, katarak dan miopia.
“Olahraga ayunan tangan ini sangat cocok bagi kaum wredatama atau manula,karena dapat dilakukan dengan santai, mudah, murah dan aman,” kata Bambang, manta. Sekda Blora.
Ketiga semua peserta yang hadir mendapatkan doorprize dan diberikan kesempatan menghibur diri yang diiringi orgen tunggal untuk menyanyikan lagu populer masa lalu dan masa kini.
Keempat dinyanyikan sebuah lagu yang berjudul “Mengenang Lahirnya PWRI” karya Mohammad Kusen yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.
Sementara Sambutan dari Ketua PWRI Kecamatan Cepu H. Yatmo mantan kepala desa yang sudah menjabat ketua PWRI hampir dua periode, menyampaikan puji syukur hari itu masih bisa menyelenggarakan kegiatan memperingati HUT PWRI ke-61 berkat dukungan dan bantuan semua pihak termasuk iuran para anggota.
Ia secara jujur mengungkapkan, bahwa besok bulan Desember 2023 akan mengundurkan diri karena pertimbangan umur dan tuntutan dari keluarga karena saat ini istrinya perlu mendapatkan perhatian khusus.
Disamping itu di dalam anggota PWRI sudah ada kandidat yang mumpuni sebagai Ketua PWRI. “Yaitu Bapak Edy Purnomo yang tadi berulang tahun,” kata H. Yatmo.
Ketika ditawarkan kandidat tersebut kepada para peserta, sontak secara spontanitas semua peserta menyetujui dan menyambut dengan gembira disertai tepuk tangan bersama.
Sambutan diakhiri dengan yel yel yang membuat susana gayeng, regeng dan terhibur.
Selanjutnya sambutan dari Camat yang diwakili Sekcam Cepu yang dikenal panggilan Bu Echa memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan HUT PWRI ke 61 di tingkat kecamat Cepu.
Bahkan merasa kagum terhadap para senior sudah yuswo/berumur rata-rata sudah di atas 60 tahun masih memiliki semangat pengabdian yang tinggi.
Untuk itu dirinya juga mengucapkan terima kasih atas aktivitas positif yang telah dilakukan oleh para pengurus PWRI untuk mendukung program pemerintah daerah.
“Selamat merayakan HUT PWRI ke 61 semoga para pengurus dan anggota PWRI tetap semangat dalam menikmati kehidupan dimasa senja dan sehat walafiat dalam pengabdian sampai di akhir usia,” ungkapnya
Sementara itu selaku ketua PWRI Kabupaten Blora, Bambang Sulistya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota PWRI Kecamatan Cepu yang telah dapat mengadakan kegiatan HUT PWRI ke-61 secara sederhana, swadaya, meriah dan bersejarah karena mampu menciptakan agenda kegiatan yang berdapak positif bagi keguyuban, kekompakan, kekeluargaan dan dinamika organisasi.
“Dalam suasana kegembiraan saya ikut mendukung pilihan secara spontanitas tanpa mahar telah memilih bapak Edy Purnomo sebagai calon pengganti ketua PWRI Kecamatan Cepu untuk besok pada bulan Desember 2023,” terangnya.
Disamping itu di HUT PWRI ke-61 yang bertema “PWRI Bersatu, Sukseskan Pemilu 2024, Indonesia Maju” mengajak semua anggota PWRI agar dapat mengamalkan budaya sehat tanpa obat dengan langkah langkah yang terkristalisasi dalam akronim SEHAT.
(S): Selalu bersyukur kapan saja dimanapun kita berada dengan mengucapkan rasa terima kasih atas segala nikmat yang telah diberikan oleh-Nya utama nikmat sehat dan nikmat spiritual.Sehingga dengan kita pandai bersyukur hidup makin makmur dan mujur.
Serta hidup terasa indah dan damai. Bahkan kita mampu memahami dan menyadari bahwa kehidupan ini harus bisa kita jalani dengan semangat maju tak gentar untuk selalu membela kebenaran.Ucapkan syukur dalam segala perkara maka hidup kita akan bahagia.
(E): Evaluasi dan introspeksi diri terus kita lakukan agar hidup kita makin terkendali.Tidak terjebak dalam kehidupan rutinitas yang penuh kesombongan dan kemunafikan.
Tebarkan terus sikap sopan satun kasih sayang dan jauhi sikap egois serta arogan agar hidup ini makin bermakna, mapan penuh dengan harapan bahwa esuk harus lebih baik dari pada hari ini.
(H): Hati harus dibuat gembira karena hati yang gembira adalah obat paling mujarab penangkal derita dan nestapa.
“Memiliki hati gembira kita dapat memperoleh berbagai keuntungan, diantaranya meredakan gejala stress, mengurangi rasa sakit, meningkatkan imunitas diri,dan menciptakan suasana hati makin tentram dan penuh kedamaian,” tuturnya.
Lakukan terus untuk berpikir positif dan tebarkan senyum penuh kasih sayang kepada siapa saja yang kita jumpai.
(A): Aktif berolahraga jadikan sebagai kebutuan hidup dan aktif menumbuh semangat berbagi kepada sesama umat yang kurang beruntung.
“Siapapun yang suka berbagi tidak akan pernah merugi namun membuat hidup makin berarti dan sangat disukai oleh Tuhan Yang Maha Suci,” ungkapnya.
(T): Tumbuhkan terus semangat Bhineka Tunggal Eka, semangat kebersamaan, kerukunan dan kekeluargaan. Apalagi menghadapi tahun politik jangan mudah diprovokasi dan jangan mudah bersumbu pendek.
“Stop menebarkan berita hoaks dan jangan menggoreng fitnah untuk konsumsi masyarakat. Lagu wajib yang harus kita nyanyikan saat ini adalah kemesraan janganlah cepat berlalu,” ujarnya.
Acara HUT PWRI ke-61 diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh H.Soedadyo mantan kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora dan sekaligus secara khusus mendoakan salah satu pengurus PWRI Kecamatan Cepu yang sedang berbaring sakit, yaitu Magi, dengan harapan, semoga lekas sembuh dan berkarya nyata serta bahagia bersama keluarga. (*).

H. Soedadyo: Termasuk Bulan Mulia, Muharram Bukan Bulan Sial

BLORA.-

Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Jateng, menyambut 1 Suro dengan menyelenggarakan rapat rutin pada Sabtu (22/7/2023). Rapat rutin itu juga menggunakan tema spesial, “Memaknai Bulan Muharram adalah HIKMAH”.
Sekretaris PWRI Blora, H. Soedadyo mengatakan, bulan Muharram merupakan Tahun Baru Islam yang ditetapkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Menurutnya, 1 Muharram hari yang bersejarah bagi ummat Islam karena menjadi hari ketetapan atau resolusi hijrah Nabi dan para sahabat muhajirin dari Mekah ke Madinah.
“Bulan Muharram bukan bulan sial, bulan penuh bencana dan bukan bulan yang menimbulkan kesengsaraan serta ketidak beruntungan dalam kehidupan,” tambah wakil ketua organasisi Muhammadiyah Kabupaten Blora itu.
Namun menurut pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora itu, bulan Muharram termasuk bulan mulia, bulan suci dan bulan penuh berkah. Bahkan bulan Muharram dipandang sebagai bulan utama setelah bulan Ramadan.
Oleh karenanya lanjut Soedadyo, kita disunahkan berpuasa terutama pada hari Asyura yang menurut pendapat mayoritas ulama jatuh pada tanggal 10 Muharram dan ada sebagian umat Islam yang melaksanakan puasa tanggal 9 Muharram.
“Bulan Muharram adalah momen terbaik untuk meningkatkan kebaikan dan ketakwaan kepada Allah,” tutur Soedadyo yang sering menjadi Iman dan pemberi ceramah di berbagai masjid di Kota Blora.
Ia memaknai bulan Muharram adalah HIKMAH yang merupakan sebuah akronim yang memiliki spirit peningkatan keimanan umat Islam.
(H): Hidup hari ini harus lebih baik dari hari hari sebelumnya dan hidup hari esuk harus lebih baik dari pada hari ini.
‘Ingat kata hijriah berarti berpindah dan peristiwa hijrah Nabi Mohammad SAW memiliki arti agar umat Islam mempunyahi kesadaran untuk berpindah dari hal yang buruk menuju hal yang baik,” terangnya.
Disamping itu di tahun baru Hijriah mampu memberi energi positif untuk mengganti berbagai keburukan ditahun sebelumnya.
(I): Iktiar untuk selalu memiliki semangat belajar mengendalikan diri didalam pergaulan hidup sehari hari. Karena sesuai esensi bulan Muharram memiliki arti diharamkan atau yang paling dihormati.
Di bulan Muharram umat Islam dilarang untuk berperang dan melakukan kezaliman. Bahkan tahun baru Islam sebagai momentum perdamaian umat Islam.
(K): Komitmen untuk melaksanakan perintah dan wahyu yang diberikan oleh Allah. Hal itu ditunjukan oleh Nabi kita dengan hijrah beliau rela dan ikhlas meninggalkan tanah kelahirannya, saudaranya dan harta bendanya demi mewujudkan komitmen untuk menggapai kehidupan yang lebih mulia dan bahagia.
(M): Momen introspeksi diri atau muhasabah untuk mawas diri atas segala tindakan dan perbuatan yang selama ini jauh dari nilai nilai Islami dan tindakan yang dilandasi dengan niat untuk mewujudkan ramatan lil alamin.
(A): Aktif untuk mewujudkan Bulan Muharram menjadi bulan untuk meningkatkan ibadah,bulan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan bulan untuk berbagi kepada orang yang belum beruntung.
Karena bulan Muharram adalah bulan penuh pahala dan bulan yang dimuliakan dan sehingga setiap kita melakukan perbuatan baik maka pahala akan dilipat gandakan. Oleh sebab itu bulan Muharram mendapat predikat sebagai “bulan Allah”.
(H): Hapuskan stigma bahwa bulan Muharram bulan penuh ketidak beruntungan, bencana dan penuh derita,tapi gelorakan bahwa bulan Muharram adalah bulan suci yang penuh dengan berkah dan rejeki serta sangat baik untuk melakukan berbagai aktivitas positif yang bermanfaat bagi umat.
“Akhirnya Selamat tahun baru Islam 1445 H semoga ditahun baru ini kita semua punya semangat baru dan kita dijauhkan dari marabahaya serta akan membawa kebaikan untuk kita semua,” ungkapnya. (*).