Semua tulisan dari Prayitno

PWRI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Blora

Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Jateng yang bekerjasama dengan Anggota DPD-RI/MPR-RI Perwakilan Jawa Tengah H. Bambang Sutrisno sukses menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Kamis (18/11/2021).

Sosialisasi dilaksanakan di pendopo rumah dinas Bupati serta mendapat dukungan dan restu Bupati Blora H. Arief Rochman.

Pada kesempatan itu, Bupati Blora H. Arief Rohman menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat mengikuti acara sosialisasi sampai selesai sebab akan segera takziah ke Jakarta.

Bupati juga mengucapkan terimakasih atas diselenggarakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Blora semoga akan memberi nilai manfaat bagi para peserta.

Arief berharap ada dukungan dan bantuan dari H. Bambang Sutrisno untuk kemajuan Kabupaten Blora baik yang menyangkut bidang infrastruktur, pendidikan, pariwisata maupun dana bagi hasil minyak dan gas bumi.

Sementara itu Bambang Sulistya, Ketua PWRI Blora selaku ketua panitia sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan menyampaikan tujuan diselenggarakan kegiatan sosialisasi untuk mengingatkan dan menyegarkan kembali tentang PBNU (Pancasila sebagai dasar Negara, Bhineka Tunggal Eka yang merupakan sesanti keragaman rakyat Indonesia, NKRI bentuk Negara Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945 seba-gai landasan konstitusi) dalam rangka berbangsa dan bernegara.

Peserta kegiatan sosialisasi para pengurus PWRI Kabupaten, Kecamatan dan Kelurahan. “Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih atas ditunjuknya PWRI Kabupaten Blora sebagai penyelenggara kegiatan Sosialisasi Empat Pilar,” ucapnya.

Mantan Sekda Blora itu juga mengungkapkan rasa syukur karena mendapat banyak pencerahan tentang kepemimpinan dan berkarya nyata di masyarakat dari Hendro Martoyo mantan Bupati Jepara dua periode yang saat ini Ketua PWRI Jateng.

Dirinya juga memanfaatkan ke-sempatan untuk mempromosikan kuliner Blora melalui parikan. “Blora Kuto Sate, Sate Ayam enak rasane, monggo sesarengan nyam-but gawe supados makmur lan sejahtera masyarakate. Numpak turonggo Gagak Rimang jenenge, Ojo lali yen neng Blora dahar soto kletuk lan tahu lontonge,” ungkapnya.

“Empat pilar kebangsaan sa-ngat penting dalam membentuk karakter suatu bangsa,” ungkap-nya.

Atas permintaan Bupati Blora, pembukaan Sosialisasi Empat pilar Kebangsaan diamanahkan kepada Bambang Sutrisno.

Selanjutnya dilaksanakan penyajian materi Sosialisasi sebagai moderator H. Wahyu Edy Suroso dan nara sumber bapak H. Hendro Martoyo.

Dalam penyajian materi dan pejelasan yang disampaikan Hendro sangat menarik dan memukau para peserta.

Mulai dari penjelasan butir-butir Empat Pilar sampai berbagai contoh implementasi yang ter-jadi dalam kehidupan di masyarakat saat ini.

“Marilah jalin silahturahmi dan komunikasi, semoga mentari bersinar cerah berseri seri, rembulan menatap mesra penuh arti, pensiun adalah dunia penuh kemandirian dan kemerdekaan diri,” ungkapnya. (*).

Bicara di Hadapan Petani Milenial, Mantan Sekda Blora Ingatkan Pesan Soekarno

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Blora, Kamis (28/10/2021) menyelenggarakan Diklat Petani milenial berbasis Information Tecknology (IT).
Acara yang berlangsung di ruang pertemuan dinas setempat diselenggarakan bertepatan dengan peringatan ke-93 Hari Sumpah Pemuda.
Salah satu narasumber yang dihadirkan adalah mantan Kepala Dinas Pertanian yang juga mantan Sekda Blora, Bambang Sulistya.
Mengawali pertemuan, Bambang Sulistya, menyampaikan sebuah ungkapan dalam situasi sulit seperti saat ini.
“Kalau kita akan ingin tetap eksis sebagai petani milenial yang man-diri dan sukses harus memiliki tekad untuk menjadi petani tangguh dan tahan uji yang tidak lekang karena panas dan rapuh karena hujan,” ungkap-nya.
Untuk mewujudkannya perlu ditumbuhkan sikap mental positif berwirausaha dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkup rumah tangga maupun di masyarakat.
Dikatakannya, ada tujuh suku kata yang terangkum dalam Akronim SIPS ATM yang harus diamalkan.
Dimulai dari huruf (S) Semangat, artinya dalam kehidupan saat ini kita semua harus memiliki semangat yang membara jangan larut dengan keadaan yang ada.
Karena sesungguhnya hasil karya seseorang sangat ditentukan oleh semangat yang dimilikinya.
Kemudian (I) Ide, sebagai petani milenial mestinya memiliki idealisme dan ide-ide cerdas serta kreatif dalam pengelolaan usaha tani mereka agar memberikan peningkatan kesejahteraan.
Mulai dibiasakan dalam setiap pengembangan usaha tani sudah dijalin kemitraan dengan pihak lain yang mampu menampung hasil panen.
“Mulai juga dirintis penguasaan informasi dan pemasaran secara online,” ucapnya.
(P) Peluang, artinya dalam berusaha tani harus selalu berikhtiar un-tuk mencoba menangkap berbagai peluang-peluang yang mampu meningkatkan pendapatan usaha tani, baik dalam mengadopsi teknologi penggunaan benih, pupuk maupun dalam pengendalian hama dan penyakit.
Berikutnya, (S) Siap, dimasudkan dalam ber-usaha tani, petani harus siap berani menerima dan mengambil risiko kegagalan usaha baik karena faktor human error, bencana alam, harga panen jatuh maupun karena serangan hama penyakit.
(A) Amati artinya untuk mewujudkan pengembangan usaha tani yang baru dan prospektif, diharapkan para petani milenial dapat melakukan upaya pengamatan di tempat pengembangan usaha tani yang berhasil.
Langkahnya bisa melakukan studi literatur, anjang sana, uji demplot, studi banding maupun dengan cara magang di tempat usaha tani andalan yang sudah sukses.
(T) Tiru, merupakan langkah lanjutan setelah meyakini bahwa hasil pengamatan yang telah dilakukan akan memberikan jaminan keberhasilan.
Sedangkan (M) Modifikasi, artinya upaya untuk mengadopsi dari suatu usaha tani, contoh untuk dilakukan perubahan dan penyempurnaan guna meningkatkan kwantitas dan kwalitas produk yang akan dihasilkan sehingga bisa menjadi identitas baru dalam berusaha tani.
Terkait dengan sumpah pemuda dirinya mengingatkan pesan Presiden Soekarno, “Beri aku 1000 orang tua akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia.” (*)

Jumat Berkah, Pengurus KERTA – PWRI Blora Berbagi untuk Kaum Duafa


BLORA. – Hari Jumat tanggal 1, mengawali kalender bulan Oktober 2021 yang bertepatan dengan peringatan hari Kesaktian Pancasila.
Terangnya mentari seterang wajah kaum duafa yang pagi itu sedang mengikuti kegiatan Jumat Berkah di Lapangan Kridosono, Blora.


Mereka tampak bersenda gurau saling menebarkan semangat optimis dan suasana kekeluargaan, kerukunan serta penuh rasa syukur. Karena hari ini masih diberi kesehatan dan rejeki dari Allah walau hanya berupa paket makanan dalam kegiatan Jumat Berkah.


Diantara mereka berasal dari para pekerja informal meliputi tukang becak, pedagang makanan kecil yang ada disekitar lapangan Kridosono, pengangkut sampah, pekerja srabutan, pemulung, asisten rumah tangga, buruh bangunan, tenaga bersih bersih kebon,dan orang orang berhak.
Pelaksanaan Jumat Berkah kali ini didukung sepenuhnya oleh seorang Ibu yang baik hati dan suka berbagi yang tidak mau disebutkan namanya.


Dulu seorang Pejabat Pemda yang dikenal sebagai wanita karier yang sangat aktif bekerja di bidang pemberdayaan peran wanita dan punya kepedulian tinggi terhadap kaum duafa.
Saat ini sebagai pengurus inti di Organisasi Kerukunan Wanita (KERTA) Wredatama dan Pengurus Persatuan Wredatama Seluruh Indonesia(PWRI) Kabupaten Blora.


Alasannya melakasanakan kegiatan Jumat berkah karena merupakan panggilan hati melihat realita saat ini masih banyak saudara saudara kita yang membutuhkan uluran tangan.
Sehingga ia ingin ikut meringankan beban mereka dan sekaligus untuk mengamalkan sebuah ungkapan “Disaat sempit dan lapang agar tetap bersedekah”.


Karena bersedekah bisa membuat hati bungah dan semangat hidup makin bertambah sumringah.
Ia juga sangat berharap mudah-mudahan langkahnya bisa memotivasi dan menginspirasi kepada teman teman yang lain yang saat ini punya kemampuan dan kesempatan.


Berkenaan dengan hal tersebut dan momentum bersejarah dimana baru saja Bupati Blora Arief Rohman telah melakukan pelantikan para pejabat baik di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah maupun di Tempat Makam Pahlawan (TMP) diharapkan semoga juga mampu menggerakan hati mereka untuk peduli kepada kaum duafa yang saat ini menderita.


Acara Jumat Berkah diakhiri doa yang dipimpin oleh Asrok yang sehari-hari sebagai tukang becak. Ia mendoakan kepada para pemimpin bangsa yang saat ini sedang memperingati hari Kesaktian Pancasila di masa pandemi.


“Semoga kepemimpinannya mampu mewujudkan masyarakat yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan peduli kepada kaum duafa. Kepada yang hari ini memberi bantuan dalam Jumat berkah diberi kesehatan prima dan rejeki yang berlimpah serta mendapat kemudahan dalam kehidupannya,” tutur Asrok. (*).

Ketua KTNA Blora: Penyusunan Program Kerja Jangan Terlalu Idealis

BLORA. – Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Blora mengikuti Kegiatan Pembukaan Rembug Nasional KTNA secara virtual yang dilanjutkan Rembug Madya KTNA Kabupaten Blora.

Kegiatan dilaksanakan di Gedung Pertemuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Blora, Kamis (23/09/2021), dikuti oleh seluruh pengurus KTNA Kabupaten Blora, dan dihadiri para staf Bidang Penyuluhan, Kabid Penyuluhan serta Kepala DPKP Kabupaten Blora.

Ketua KTNA Blora, Sudarwanto dalam sambutannya menginformasikan bahwa sebenarnya kegiatan Rembug Madya sudah diagendakan beberapa bulan lalu karena untuk mendukung suksesnya pelaksanaan kebijakan Pemerintah PPKM Darurat.

Maka baru kali ini setelah Blora berada pada level dua dalam PPKM Darurat, maka Rembug Madya KTNA dapat dilaksanakan sekaligus dibarengkan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-50 dan mengikuti Pembukaan Rembug Nasional KTNA secara virtual.

Sudarwanto merencanakan bulan depan agenda reorganisasi kepengurusan KTNA tingkat Kecamatan karena sudah habis masa kerja kepengurusan.

Disamping itu juga memotivasi agar para pengurus Koperasi Mustika Tani Sejahtera segera berkiprah agar dapat memberi kontribusi positif bagi eksistensi KTNA dalam membantu petani.

“Penyusunan Program Kerja di masa yang akan datang tidak perlu terlalu idealis yang penting sederhana, praktis dan dapat dilaksanakan bermanfaat bagi para petani,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya validitas data di tingkat lapangan terutama dalam menyusun RDKK, sehingga kebutuhan pupuk bersubsidi dapat tercover sesuai dengan kebutuhan para petani.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Blora, Reni Miharti menyampaikan, mengingat KTNA merupakan mitra kerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Maka dalam pelaksanaan kegiatan agar KTNA dapat bekerja sama dan bersinergi baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun di tingkat lapangan terutama dalam kegiatan penyuluhan, pengendalian hama penyakit maupun dalam penyusunan RDKK.

“Apabila ada persoalan di tingkat petani tolong agar ikut juga memberi pencerahan dan solusi. Kemudian dalam pengembangan tehnologi tepat guna KTNA diharapkan ikut berperan serta dalam mentranfer kepada para Petani,” terangnya.

Mengingat keterbatasan jumlah Penyuluh Pertanian Lapangan hanya 110 orang, sementara jumlah desa dan kelurahan di Kabupaten ada 295.

Sementara itu mantan Sekda Blora, Bambang Sulistya, selaku dewan Penasehat KTNA memotivasi dan mendorong supaya KTNA bisa eksis di masyarakat petani.

“Maka segala langkah dan kiprah para pengurus baik di tingkat Kabupaten, maupun tingkat kecamatan hendaknya harus dapat melaksanakan KKN,” kata Bambang.

Yang dimaksudkan bukan Korupsi, Kolosi dan Nepotisme,tapi sebuah akronim yang memiliki nilai positif, yaitu, (K) Konsolidasi artinya pengurus harus mampu membangun kekompakan, soliditas, keguyuban dan rasa persaudaraan.

Serta kekeluargaan di internal organisasi baik di tingkat kabupaten, maupun di tingkat kecamatan terutama mentalitas dan kiprahnya para pengurus harus bisa jadi teladan atau panutan bagi para anggotanya.

Kemudian, (K) Kemitraan,artinya supaya mampu membangun peran secara maksimal dalam membatu petani, para pengurus harus dapat menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dan dapat menviptakan hubungan kerja yang harmonis.

Untuk mendukung kemajuan tehnologi, pemasaran dan penyedian sarana produksi kepada para petani dan sekaligus membatu dalam memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi oleh para petani.

“Sedangkan (N) Nekat. Dahulu ada ungkapan jawa sing waras kudu ngalah (Orang yang sehat lahir batin harus mengalah) tapi di era New Normal ungkapan tersebut berubah” sing waras kudu ora ngalah (orang sehat lahir batin harus tidak boleh mengalah),” terangnya.

Sehingga memaknai nekat saat ini adalah segala upaya untuk niat yang baik harus ditempuh agar kehidupan semakin menggembirakan apalagi disaat masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang Suharto, penasehat KTNA yang sehari-hari berprofesi sebagai pengusaha besar agung di KabupatenBlora, mendukung pernyataan Bambang Sulistya.

Ia menambahkan pernyataan yang lebih konkrit untuk menyelesaikan persoalan para petani di tingkat lapangan supaya bisa terselesaikan secara sejuk dan damai hendaknya pihak terkait bisa duduk bersama untuk saling berembuk mencari solusi terbaik.

“Bukan saling menyalahkan apalagi saling mencari kebenaran sendiri seperti yang saat ini terjadi adanya polemik harga jagung dan nasib para peternak ayam,” ucapnya.

Ia juga menyoroti selama ini para petani mengeluhkan tentang kwalitas benih jagung yang kurang bagus dan serangan hama tikus yang merajalela di lahan tanaman jagung.

Pertemuan diakhiri dengan penyerapan dan masukan dari para peserta yang hadir sebagai upaya untuk memberikan bahan untuk penyusunan program Kerja KTNA.

Di antaranya, dalam rangka meningkatkan peran Koperasi agar berkontribusi positif bagi kesejahteraan para anggota, perlu adanya penambahan modal kerja bagi koperasi Mustika Tani Sejahtera.

Upaya penumbuhan BUMP yang bisa dikaitkan dengan dengan Kemandirian Koperasi dan partisipasi aktif dari para pengurus untuk mencari solusi terobosan tatkala para petani sedang mengalami musibah seperti jatuhnya harga cabai saat musim panen kemarin.

Para pengurus KTNA ditantang untuk berani mengamalkan sebuah sesanti “wani rekoso amrih mulyo dan wani mlrarat amrih sugih” (*).

Rakor se Wilayah Pati: PWRI Blora Tularkan Gerakan Memberi dan Menerima

BLORA. – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) se wilayah eks Keresidenan Pati menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) di kantor PWRI Kabupaten Rembang, Senin (20/9/2021).

Rakor diikuti para pengurus PWRI Kabupaten Blora, Rembang, Jepara, Kudus dan Pati. Mereka terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Ketua Kerukunan Wanita Wredatama (KERTA).

Ketua PWRI Blora Bambang Sulitya menyampaikan laporan tentang kiprah , langkah dan kendala selama masa pandemi COVID-19.

Meskipun mendapatkan giliran paling akhir menyampaikan laporan, justru menjadi semangat dan pemantik kiprah PWRI kedepan.

“Saya sampaikan laporan dengan memberikan kesimpulan bahwa eksistensi sebuah organisasi yang bernama Persatuan Wredatama Republik Indonesia(PWRI) akan diperhitungkan dan tampak berperan di masyarakat kalau segenap pengurus dan anggota siap menjadi panutan atau teladan di masyarakat dalam menebar Virus GMM,” kata Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya.

Yang dimaksud, bukan Gendis Multi Manis nama pabrik gula di Kabupaten Blora yang dulu sangat dirindukan petani tebu di Blora, namun sebuah akronim yang bermakna, Gerakan Memberi dan Menerima.

Karena saat ini yang ditunggu oleh masyarakat bukan indahnya Visi Misi organisasi tapi bukti karya nyata yang diwujudkan oleh organisasi dan punya nilai manfaat bagi masyarakat yang saat ini butuh bantuan dan uluran tangan bagi kita semua yang punya kepekaan sosial, kemampuan dan kesempatan.

“Karena ulah dari penyakit virus corona telah melumpuhkan dari berbagai sendi-sendi kehidupan kita,” kata mantan Sekda Blora.

Sehingga, menurut Bambang Sulistya, ungkapan yang lugas gerakan atau langkah-langkah apa saja yang telah dilakukan oleh PWRI di saat situasi masyarakat sedang mengalami kesulitan.

“Kalau sudah bisa terjawab dengan bukti karya nyata, saya yakin organisasi PWRI baru akan menerima pengakuan keberadaannya oleh berbagai pihak khususnya pemerintah daerah,” ungkapnya.

Apalagi, tambahnya, kalau kiprahnya punya nilai maanfaat bagi masyarakat.

“Kemudian pada kesempatan rakor saya gunakan juga untuk mempromosikan batik ASRI (Arjuna dan Srikandi) Produk Blora yang punya misi siapapun yang memakai batik tersebut bisa bersikap Sederhana, Berani dan Jujur untuk mengemban amanah dalam kehidupan sehari hari,” ujarnya.

Disamping batik, Bambang Sulistya juga mempromosikan sawo mentega/sawo Belanda/Alkesa adalah sawo langka dari Blora yang bahasa latinnya bernama Pouteria Campechiana.

Dijelaskannya, jus sawo tersebut pernah dinikmati oleh Ganjar Pranowo Gubernur jawa Tenga, karena rasanya enak dan khasiatnya luar biasa.

“Beliau menitipkan pesan agar sawo mentega dikembangkan,” ucapnya.

Manfaat buah sawo mentega ada 5M, Meningkatkan kekebalan tubuh dan imunitas diri cocok untuk menangkal penyakit virus corona.

Menjaga kesehatan mata, Melancarkan Pencernaan, Mencegah kanker dan Membuat awet muda.

“Baik batik maupun Bibit Sawo Mentega masing masing berjumlah 7 buah (orang jawa supaya peserta rakor dapat pitulungan) saya serahkan ke masing-masing PWRI Kabupaten dan Provinsi,” ungkapnya.

Rangkaian acara rakor yakni pembukaan,vdoa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, membaca naskah Pancasila, membaca panca ubaya PWRI, menyanyikan lagu Hymne PWRI, Mars PWRI, dan Mars Kerta Wredatama serta selanjutnya sambutan.

Sambutan diawali ucapan selamat datang yang disampaikan oleh Ketua PWRI Rembang Eddy Kiswanto.

Rakor dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Rembang Bapak HM Hanies Cholil Barro.

Kepada peserta Rakor, Wabup Rembang HM Hanies Cholil Barro, dalam sambutannya pertama-tama mengucapkan selamat datang kepada para peserta di Kabupaten Rembang dan sekaligus memberi apresiasi atas kegiatan rakor PWRI dalam rangka meningkatkan eksisitensi dan peran di masyarakat.

“Apalagi Organisasi PWRI yang bersifat Nasional dan sangat menjujung tinggi Persatuan dan Kesatuan serta tetap berjuang untuk tegaknya NKRI yang berlandaskan Idologi Pancasila,” ungkapnya.

Dirinya sangat menghormati karena orang-orang yang berada di organisasi PWRI adalah para senior yang memiliki pengalaman dan ilmu pengetahuan sangat beragam dalam pemerintahan.

Sehingga sangat diharapkan dapat memberikan kontribusi dan bersinergi berupa sumbangsih pemikiran untuk keberhasilan dalam pelayanan dan pembangunan di daerah.

Di masa pandemi COVID-19 saat ini Kabupaten Rembang dalam PPKM Darurat sudah berada di level 2.

Dan mohon doa restu para peserta rakor agar Kabupaten Rembang bisa mempertahankan kondisi tersebut, syukur bisa beranjak lagi ke level 1.

Karena sekarang ini ketentuan untuk naik atau turun level berdasarkan kamampuan daerah dalam mencapai realisasi masyarakat yang sudah divaksinasi.

Wakil Bupati Rembang juga menginformasikan, walau di masa sulit di Kabupaten Rembang telah menoreh sejarah baru mampu mewujudkan wisata baru berupa “Pembangunan Pusaka Lasem”.

Wabup berharap melalui rakor hari ini mampu memberikan hasil keputusan yang srategis bermanfaat bagi internal dan eksternal organisasi.

Di kesempatan itu, Ketua PWRI Jawa Tengah Hendro Martoyo yang juga mantan Bupati Jepara dua periode dalam pengarahannya menekankan sejumlah hal.

Pertama, di masa pandemi COVID-19 Henro sangat mengharapkan kepada seluruh pengurus dan anggota PWRI untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat serta ikut berpartisipasi aktif mendukung suksesnya program vaksinasi yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

Kedua, bahwa pengurus PWRI Provinsi Jawa Tengah telah mengusulkan agar stesel keanggotaan PWRI dirubah dari stesel aktif menjadi stesel pasif.

Sehingga kalau usulan itu bisa terwujud maka akan terjadi perubahan dinamika organisasi PWRI yang makin mantab dan bersejarah.

Ketiga, Hari Ulang Tahun PWRI ke-59 akan dilaksanakan tanggal 6 Oktober 2021 di Kabupaten Sragen dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin sehingga berdampak terhadap jumlah peserta hadir di tingkat Kabupaten hanya diberi jatah satu orang.

Kemudian, keempat, Musyawarah Nasional PWRI akan diselenggarakan besuk tanggal 20-22 Oktober 2021 di Jakarta dengan peserta yang sangat terbatas tidak seperti sebelum ada pandemi COVID-19, setiap PWRI Kabupten diundang dua orang (Ketua dan Sekretaris) sekarang hanya perwakilan.

Kelima, adanya isu tentang perubahan pemberian dana pensiun akan mengalami perubahan dengan aturan terbaru yang telah menimbulkan polemik di masyarakat.

Perubahan dana pensiun tersebut, dengan aturan baru hanya untuk ASN yang baru mau pensiun saja tidak berlaku bagi yang sudah pensiun.

Berikutnya, keenam, Hendro Martoyo miminta kepada pengurus kabupaten agar mampu melakukan komunikasi yang baik dengan Bupati/Wakil Bupati sebagai Pembina PWRI Di daerah dan agar tetap berkiprah mendukung program-program pemerintah daerah.

Dalam rakor juga disampaikan laporan dari berbagai kiprah dan kendala dalam mengelola organisasi PWRI oleh masing- masing ketua PWRI Kabupaten.

Berbagai nilai positif yang telah dilaporkan dari masing masing PWRI Kabupaten, di antaranya, Kabupaten Jepara pengurus PWRI berdasarkan laporan Suroto telah mampu mewujudkan kelompok Seni Kroncong untuk wahana penghiburan bagi para anggota PWRi.

Di Kabupaten Kudus, sesuai laporan Thomas Sarja Mulya telah mampu membangun kerjasama yang baik dengan pihak BPJS dan OPD BKD.

Sementara PWRI Kabupaten Rembang disamping telah mendapat bantuan kantor baru di dekat rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, menurut Eddy Kiswoyo selaku pelaksana tugas Ketua PWRI, juga telah dibentuk advokasi hukum untuk membela para pensiunan apabila ada persoalan hukum.

Kemudian dari Kabupaten Pati yang diketuai oleh Poerwanto Soerodiputra, sosok pimpinan yang punya kemampuan berkomunikasi dan mendekati Bupati sehingga PWRI di Pati mendapat perhatian khusus. (*).

Di Masa Pandemi, Wanita Dituntut Bisa Membagi antara Tugas Keluarga dan Tugas Sosial

BLORA. – Emansipasi wanita Indonesia saat ini boleh dibilang sudah luar biasa, setara dengan kaum adam atau laki-laki. Kalimat itu disampaikan Ketua KERTA Wredatama PWRI Blora, Tri Murjiati, Kamis (16/9/2021) dalam acara gelar wicara Wredatama Menyapa di LPPL Gagak Rimang Blora dengan tema “Peran Wanita di Masa Pandemi COVID-19”.

Dikatakannya, wanita sekarang bisa bekerja di berbagai tempat dan bisa menduduki jabatan mulai dari jabatan Kepala Desa/Kepala Kelurahan, Camat, Bupati atau Wakil Bupati.

“Seperti saat ini di Blora, Wakil Bupati dijabat oleh wanita, Ibu Tri Yuli Setyowati,” ucap wanita yang dulu pernah menjadi anggota DPRD Blora.

Contoh lain, wanita ada yang jadi gubernur/wakil gubernur, menteri wanita,

Seperti saat ini ada Ibu Sri Mulyani Endrawati yang dikenal sebagai menteri Keuangan yang profesional dan cerdas, juga ada Ibu Retno Marsudi Menteri Luar Negeri yang dikenal ahli berkomunikasi.

Kemudian, lanjutnya, kita punya Presiden Wanita, yakni Ibu Megawati Sukarno Putri, Presiden RI ke-5.

Walaupun telah berkiprah dan berkarya nyata, di masa pandemi Covid-19 wanita tetap saja dituntut untuk dapat membagi waktu dan perannya baik untuk keluarga, untuk bekerja maupun bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat.

“Tak salah jika ada ungkapan wanita itu serba mungkin dan serba bisa, bahkan ada yang memberi predikat Super Woman,” ujarnya.

Di lingkungan organisasi PWRI dibentuk Kerukunan Wanita Wredatama, disebut Kerta Wredatama, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari PWRI, dan anggotanya terdiri atas semua anggota wanita dan anggota luar biasa wanita PWRI.

Kerta Wredatama dapat bekerjasama dengan organisasi kemasyarakatan wanita lainnya.

Ia menambahkan, Kerta merupakan organisasi yang anggotanya berasal dari para istri pensiunan ASN atau Pensiunan PNS saat ini termasuk di Kabupaten Blora dalam Kasta Keren (Kelompok Rentan).

Walau Keren semangat pengabdian untuk masyarakat tak pernah padam bahkan makin bergelora sampai diakhir usia.

“Saya berharap mudah-mudahan apa yang saya sampaikan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta mampu memberi semangat bagi para pendengar LPPL Gagak Rimang di kota Sate,” kata Tri Murjiati.

Sebab, sudah selayaknya bersemangat bagi saudara-saudara para wanita yang malam Jumat Legi ini mendengar siaran Wredatama Menyapa.

“Saya sangat bersyukur di masa pelaksanaan PPKM Darurat Kabupaten Blora sudah berada di level 2 untuk itu saya tetap mengingatkan jangan lengah untuk tetap melaksanakan anjuran pemerintah 3W, yaitu, Wajib Aman, Wajib Iman dan Wajib Iman,” terangnya.

Khusus untuk Wajib Aman, kata dia, agar seluruh warga masyarakat melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin dengan menerapkan 5M dalam kehidupan sehari-hari.

Yaitu, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Dikatakannya, peran wanita bisa kita saksikan dan hayati ketika wanita atau ibu di rumah tangga yang sering disebut sebagai ratu rumah tangga sangat menentukan perannya di masa pandemi COVID-19.

“Bagaimana ibu mampu menciptakan suatu rumah menjadi surga. Sehingga sering ada ungkapan, rumahku adalah surgaku,” ucapnya.

Tentu hal itu tak gampang butuh keahlihan yang hanya dimiliki oleh seorang wanita.

Agar tidak terjadi kerutinan yang membuat kejenuhan dan kebosanan penghuni rumah, maka disini dibutuhkan peran seorang wanita yang cerdas penuh kasih sayang baik dalam membawa suasana keluarga yang dinamis maupun dalam menciptakan komunikasi yang ramah lingkungan serta dibarengi penyajian informasi dan hiburan yang membangun.

Apalagi masih ditambah kemampuan menyajikan makanan keluarga yang bervariasi dan gizi. Kalau hal itu terwujud berarti minimal telah bisa membantu suasana keluarga yang harmonis di masa pandemi.

Untuk selanjutnya, suasana kedamaian yang sudah tercipta di keluarga bisa digunakan oleh ibu dalam mendidik dan menemani anak-anaknya yang sedang belajar dirumah baik dalam melengkapi pendidikan dan pengamalan agama, memasukkan pendidikan etika dan budi pekerti.

“Bahkan dalam meningkatkan imunitas diri peran wanita juga mampu mendorong kegiatan olah raga bersama dirumah dan berkebun dengan memanfaatkan fasilitas yang ada,” kata dia.

Demikian pula dalam menghibur diri bisa diupayakan kegiatan bersama membaca dengan cerita yang lucu dan bermanfaat, menyaksikan acara televisi yang menghibur, bernyanyi bersama dengan lagu-lagu gembira dan memberikan semangat, serta melakukan ibadah yang disertai dengan suasana kebersamaan dan persaudaraan.

“Sebagai Ibu rumah tangga, seorang ibu harus punya keberanian mengingatkan suami dan anak-anak dalam melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin,” tegasnya.

Kalau tadi kiprah para wanita di rumah tangga sekarang apa yang bisa dilakukan di masyarakat pada masa pandemi.

Wanita dengan niat baik bisa melakukan kegiatan penggalangan dana untuk mengadakan sembako dan alat pelindung diri (APD) untuk nantinya diperbantukan kepada kaum duafa dan para medis yang berjuang di garda paling depan.

Kemudian, lanjutnya, melibatkan diri dalam kegiatan menyediakan dapur umum untuk membantu masyarakat yang terdampak COVID-19 dan menyalurkan sembako ke tempat isololasi mandiri.

Tidak kalah hebatnya wanita juga bisa berperan sebagai relawan yang bertugas memberikan sosialisai pencegahan dan penanggulangan penyakit virus corona ke masyarakat dan membagikan sembako dan masker di masyarakat.

Bahkan wanita sangat pintar, satun dan lembut dalam membangun komunikasi dengan kelompok khusus seperti kelompok disabilitas, anak-anak, lansia dan warga miskin.

“Peran wanita di dalam pekerjaan di bidang apapun, wanita bisa jadi teladan dan andalan dalam melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, karena wanita dalam bekerja selalu mengedapan pertimbangan nurani,” ujarnya.

Sehingga berbagai anjuran yang akan membawa keselamatan diri pasti akan dipatuhi.

Tri Murjiati mengatakan, realita yang ada banyak para wanita yang berkerja di bidang kesehatan baik sebagai perawat, bidan, dokter maupun dibidang medis lainnya.

Mereka bekerja di garda paling depan dan berjibaku mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan saudara saudara kita yang terpapar COVID-19.

“Sungguh sangat ironis mereka berjuang dan berkorban dengan ikhlas tapi meraka malahan menjadi korban, bahkan meninggal dunia,” katanya.

Untuk itu melaluhi siaran dalam Wredatama Menyapa, atas nama ibu-ibu Kerukunan Wanita PWRI Kabupaten Blora dirinya menyampaikan apresiasi yang luar biasa dan ucapan terimakasih kepada tim medis yang saat ini menjadi garda terdepan dalam penanggulangan pandemi COVID-19.

“Saya juga ikut berduka cita atas meninggalnya Tim Medis dalam mengemban tugas, semoga arwah beliau diterima disisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan dan ketabahan.Amin,” ungkapnya.

Tri Murjiati pun mempersembahkan sepenggal sajak untuk mereka yang telah berjuang di medan pertempuran pada masa pandemi COVID-19.

Mereka bekerja siang maupun malam, Semangat pengabdian tak pernah padam, Laksana Pelita terangi malam,Perjuangan dan Pengorbananmu membuat hati tentram.

Engkau Pahlawan Kesehatan,Jasa jasamu tak mudah dilupakan, Selalu dikenang di sepanjang zaman, Sebagai teladan Penyelamat Kehidupan.

“Akhirnya saya mengucapkan terimakasih dan mohon maaf bila ada sesuatu yang kurang berkenan. Salam seger waras,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PWRI Blora H. Bambang Sulistya menyampaikan pesan, dalam meningkatkan peran wanita dimanapun berada di masa pandemi COVID-19 jangan lupa tiga spirit dari langit.

Pertama, wanita adalah tiang negara, maknanya jika baik wanitanya maka baiklah negaranya dan jika rusak wanitanya, maka rusak pula negaranya.

Wanita tiang negara adalah sebagai bentuk kokoh kekuatan dan penghidupan.

Kedua, surga berada di telapak kaki ibu, maknanya adalah rasa rendah diri kepatuhan dan tak membakang kepada ibu adalah faktor penyebab masuk surga.

Ketiga, Ridha Allah terdapat pada ridha ibu. Nabi Muhammad SAW menyuruh kita untuk berbuat baik tiga kali lebih besar kepada ibu dibanding bapak.

“Demikian semoga tiga spirit tersebut bisa mengilhami dan membangkitkan diri bagi para wanita untuk lebih berperan di mana pun mereka berada di masa sulit dan lemahnya sendi-sendi kehidupan seperti saat ini,” tuturnya. (*).

Jumat Berkah, Perempuan Wirausaha di Blora Berbagi Nasi kepada Duafa

BLORA. – Seorang perempuan wirausaha di Kabupaten Blora berbagi nasi untuk makan pagi kaum duafa di lapangan Kridosono, Blora, Jumat (20/8/2021).

Gegap gempita suara gelak tawa peserta jumat berkah minggu ke 3 bulan Muharram di lapangan Kridosono pun menggema yang mengekspresikan kegembiraan di pagi hari.

Kali ini, peserta yang hadir lebih dari jumlah Jumat pertama 30 orang dan jumat kedua 50 orang. Pada Jumat ketiga ini mencapai 63 orang.

Walau sekadar sebuah paken makanan untuk sarapan pagi namun antusias para peserta yang terdiri dari para tukang becak, petugas pembuang sampah, pemulung, tukang kebersihan, buruh bangunanan dan pekerja serabutan untuk memperolehnya paket tersebut luar biasa.

Bahkan secara spontanitas terungkap ucapan terimakasih dan sisipan doa semoga hari ini seorang Ibu yang bersedekah diberi kesehatan dan rejeki melimpah sehingga ke depan masih bisa lebih banyak berbagi kepada kaum duafa.

Seorang Ibu itu bernama Dewi Kismorini atau akrab disapa Bu Anang, saat ini bergerak di bidang wira usaha,sosial dan sangat peduli dengan para kaum duafa.

Setelah kegiatan berbagi di Lapangan Kridosono dilanjutkan bersedekah dengan para anak yatim piatu di tempat yang lain.

“Saya mulai melaksanakan Jumat berkah sejak bulan April 2020,” ucap Dewi Kismoroni.

Kegiatan jumat berkah yang dilaksanakan diilhami sebuah pengertian bahwa, “Harta yang dimiliki sebagian merupakan hak orang lain”

“Disamping itu sebagai salah satu upaya untuk memberi contoh kepada anak-anak agar memiliki kepekaan sosial untuk suka berbagi kepada kaum duafa,” kata dia.

Bahkan sebagai wujud rasa bersyukur bahwa sampai hari ini dirinya dan keluarga masih selalu dalam lindungan Allah, sehat walafiat dan diberi rejeki cukup.

“Ada sebuah hikmah, ternyata semua yang dimiliki ketika kita dipanggil oleh Allah Yang Maha Bijak tidak satupun yang bisa dibawa ke alam kubur, kecuali salah satunya amal kebajikan kita selama di dunia,” ungkapnya.

Ia meyakini, hari Jumat adalah hari yang paling utama dari semua hari dalam seminggu. Sehingga banyak keutamaan yang bisa diperoleh, jika amal soleh dilakukan pada hari ini termasuk untuk bersedekah.

Keutamaan bersedekah di hari Jumat di antaranya seperti sedekah di bulan Ramadan, pahala berlipat ganda, memperkuat iman, membuka pintu rezeki, memperkuat tali silahturahmi dan merupakan amalan mulia.

Menurutnya, sangat tepat bila Jumat berkah di saat musibah pandemi Covid-19 dijadikan pemicu tumbuh suburnya kepekaan sosial di masyarakat untuk membantu meringankan derita kaum duafa.

“Pergi ke Blora membeli batik, Batik godong jati sangat menarik, Hari Jumat hari terbaik, Untuk sedekah dan berbuat baik,” tutupnya dengan sepenggal pantun. (*).

Warga Perumnas Karang Jati – Blora, Rayakan HUT RI ke-76 dengan Pesta Kebun

BLORA. – Dalam rangka memperingati HUT RI ke-76, warga Perumnas RW V Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Rabu (18/8/2021) mengadakan syukuran sederhana.

Acara syukuran diprakarsai para ibu di lingkungan RW setempat setelah para relawan berkarya nyata melakukan pemeliharaan tanaman di Taman Perumnas RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora.

“Mumpung masih suasana tujuh belasan Agustus secara spontanitas mengadakan syukuran sederhana memperingati hari Kemerdekaan dengan menggelar sarapan pagi ala pesta kebun di taman Perumnas,” kata Bambang Sulistya, tokoh masyarakat setempat.

Mantan Sekda Blora itu mengatakam, bahan sayur sudah tersedia di taman, yaitu daun ubi jalar dan ubi jepang.

“Oleh para ibu dimasak menjadi sayur asam, dan disediakan lauknya telur kopyok goreng yang dicampur dengan dedaunan dan tempe goreng,” ucapnya.

Kemudian semua hasil masakan digelar dan disajikan di taman di bawah rerimbunan pohon mangga yang sedang berbunga. Dihibur oleh suara nyanyian burung perkutut yang sedang bercengkrama di dahan pohon mangga dan sesekali juga terdengar suara burung emprit kaji yang sedang mengikat janji .

Angin bertiup sepoi-sepoi dan terasa segar sehingga membuat suasana alami, memacu gairah makan dan meningkatkan imunitas diri,” ungkapnya.

Ternyata, lanjut Banbang Sulistya, dalam memperingati hari besar saat ini di masa pandemi dapat disiasati secara sederhana tapi penuh makna.

Seperti susana pesta kebun itu, selain dilandasi rasa keikhlasan untuk berkorban mewujudkan masakan, minuman dan buah-buahan secara gratis dengan pola gotong royong, bisa menciptakan cita rasa makanan enak.

“Bahkan tadi ada salah satu yang tanduk ( menambah makanan). Bisa ngobrol tanpa beban dan dapat melupakan sejenak tentang musibah virus corona,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, acara itu juga mampu membangun rasa kekeluargaan dan kerukunan di antara para warga yang hadir dalam pesta kebun.

“Saya jadi teringat ketika masih sekolah dasar dulu setiap saat bapak/ibu Guru selalu mengajak pesta kebun,” kenang Ketua PWRI Blora itu.

Yaitu makan seadanya di kebun belakang sekolah. Suasana hingar bingar gelak tawa penuh rasa setia kawan.

Bahkan untuk membuat susana dinamis diajak nyanyi bersama-sama sambil tepuk tangan.

“Saya termotivasi diri ternyata momentum dalam memperingati hari kemerdekaan dapat dikemas dan diwujudkan melaluhi cara yang sederhana seperti pelaksanaan pesta kebun hari ini,” kata dia.

Hasilnya, menurut Bambang, mampu meningkatkan gairah makan, mendapatkan udara segar dan hiburan alami, memperoleh susana kebatinan dalam membangun rasa kekeluargaan dan rasa kerukunan.

Kemudian, yang tak kalah pentingnya melalui pesta kebun semakin meyakinkan kepada umatNya bahwa Tuhan Yang Maha Pemurah telah menyediakan di alam raya sebuah solusi musibah di masa pandemi.

Pesta kebun ala taman perumnas diikuti para relawan, di antaranya mantan Kabag Hukum Pemda Blora, matan Wakil Direktur BKK, mantan pejabat Badan Pertanahan atau ketua RW V, istiri pejabat yang suka berbagi serta yang lainnya yang terpanggil jiwanya untuk sesarengan membangun kekeluargaan dan kerukunan dalam menghadi musibah penyaki Virus Corona di Blora.

“Saya sangat berharap mudah-mudahan kegiatan Pesta Kebun ala Perumnas RW V Karangjati mampu memberi inspirasi dan motivasi dalam menghadapi pandemi saat ini,” ujarnya.

Bambang Sulistya pun mengungkapkan dengan sebait pantun, “Indahnya pesta kebun HUT ke-76 RI di taman, suasana segar dan nyaman, menjadi perekat kekeluargaan dan kerukunan. Semoga dapat meningkatkan Semangat Perjuangan mengusir Penjajahan (Virus Corona),” tutupnya. (*).

Bersama BPBD, PWRI Blora Salurkan Air Bersih

BLORA. – Persatuan Wredatama Republik Indonesa (PWRI) Kabupaten Blora bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat yang saat ini membutuhkan, selain itu juga menyalurkan 1.600 buah masker serta sembako.

“Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Bijak atas segala Kuasa-Nya dalam rangka Program PWRI Peduli dan Berbagi di masa Pandemi, bersama BPBD Blora, menyalurkan bantuan air bersih dan 1.600 masker kepada masyarakat,” kata Ketua PWRI Blora, H. Bambang Sulistya, Sabtu (14/8/2021).

Dikatakannya, PWRI juga menyalurkan bantuan sembako dari seorang pengusaha yang tidak kerso (mau) disebutkan namanya kepada kaum duafa yang saat ini sedang menderita.

Mereka adalah para tukang becak, buruh bangunan,pengangkut sampah,bakul jajan keliling, pemulung dan pekerja serabutan.

Kegiatan peduli dan berbagi tersebut sebagai wujud membumikan Visi Misi Organisasi PWRI dalam mendukung Program Pemerintah yang saat ini sedang mengatasi musibah Covid-19.

“Sekaligus mengamalkan sesanti, Setiap detik berbuat baik dan setiap langkah beribadah.Saya atas nama pribadi dan institusi mengucapkan trimakasih atas kebaikan dan keikhlasan Kepala BPBD dan Hamba Allah yang telah memberi bantuan tersebut kepada yang mereka berhak,” ujarnya.

Ia berharap, semoga berkah dan mampu membangkit spirit keimanan kepada kita semua bahwa saat ini Ibu Pertiwi sedang memanggil kita semua yang berhati nurani untuk berbagi kepada saudara-saudara kita yang sedang kena musibah Covid-19

Sementara itu, para penerima bantuan secara ekspresi terpancar rasa bahagia,senang dan terimakasih serta sangat berharap dan berdoa semoga kedepan masih ada uluran tangan dari para dermawan dan anggota masyarakat yang berkemampuan.

“Selesai kegiatan peduli dan berbagi saya melanjutkan rapat konsulidasi dengan seluruh pengurus kabupaten PWRI Kabupaten, kecamatan dan Kelurahan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

Mantan Sekda Blora itu menyebut, esensi dari rapat konsulidasi tersebut mengajak kepada para pengurus agar di masa pandemi dapat meningkatkan kepekaan sosial untuk menggalang potensi di masyarakat agar tercipta kegiatan berbagi kepada kaum duafa.

Karena mestinya kita harus bersyukur setiap bulan masih mendapat penghasilan dan masih punya kemampuan untuk memberi pengaruh kepada berbagai pihak di masyarakat agar terpanggil hatinya untuk mau membantu kepada kaum duafa.

Untuk memantabkan sikap mental dan motivasi diri juga menghadirkan tokoh agama, seorang bijak, yakni KH Achmad Mubaidi untuk memberi siraman rohani kepada para pengurus makin bersemangat dan tegar dalam menghadapi musibah.

Tema yang disampaikan adalah “Indahnya Bermuhasabah di bulam Muharram”

Ia menyampaikan dengan bermuhasabah kita akan mendapat buah manis berupa tobat meninggalkan laranganNya dan melaksanakan PerintahNya. Termasuk bisa memberbaiki tabiat STMJ (Salat Tetap Maksiat Jalan).

Khusus di dalam menghadapi musibah saat ini kita harus semakin meningkatkan diri dalam beribadah terutama meningkatkan ibadah sosial dengan cara berbagi atau sedakah kepada kaum duafa.

“Akirnya mari kita semua mumpung masih diberi kesempatan berbuatlah terbaik yang mampu memberi manfaat bagi sesama.Mari kita berdoa semoga penyakit virus corona segera musnah dari bumi Nusantara khususnya Bumi Mustika Blora,” tutur Bambang Sulistya.

Selain pengurus dan warga penerima bantuan, hadir langsung pada acara itu, Ketua Pelaksana BPBD Blora, Hadi Praseno. (*).

Jumat, Hari Berbagi Kebahagian untuk Kaum Duafa

BLORA. – Ada suatu pandangan yang menarik dalam masa pandemi covid 19 terutama sejak dilaksanakan kebijakan Pemerintah tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Bumi Mustika Blora, tepatnya di pojok sebelah selatan Lapangan Kridosono.

Setiap hari Jumat ada sekelompok orang yang berjumlah lebih dari tujuh orang didominasi para tukang becak sedang duduk duduk santai berkumpul ngobrol tentang kehidupan yang di rasa semakin sulit sambil menunggu datang rejeki yang tidak pasti.

“Saya mencoba ikut bergabung dan ngobrol dari hati ke hati untuk menyelami keadaan kehidupan mereka, yang saat ini dirasakan. Sungguh di luar dugaan terungkap sebuah fakta bahwa masa pandemi telah menciptakan kondisi ekonomi mereka semakin berantakan dan ajur-ajuran,” ungkap Bambang Sulistya, Ketua PWRI Kab. Blora, Jumat (5/8/2021).

Bisa dibayangkan selama musibah pandemi Covid -19 tiap minggu rata-rata, sebagai tukang becak hanya bisa menarik penumpang dua kali, kalau dinilai uang sekitar Rp 50.000 selebihnya blong tidak menarik penumpang sama sekali.

Untuk memenuhi kehidupan keluarga mereka menjual aset keluarga yang dimiliki, bekerja serabutan apa yang bisa dilakukan.

“Bahkan kalau sudah kepepet ada yang nekat cari pinjaman ke tetangga yang berkemampuan dengan jaminan korban perasaan,” ucapnya.

Menurut mantan Sekda Blora itu, ada yang menceritakan sebelum pandemi setiap bulan mendapat hasil dari mengantar anak-anak sekolah pergi pulang rata-rata per bulan Rp 1,8 juta.

“Namun karena sekarang belajar di rumah penghasilan dari mengantar anak sekolah hilang,” ujarnya.

Hebatnya mereka saat ini masih sabar, punya semangat dan masih mampu menghibur diri ditengah kesulitan ekonomi keluarga.

Setiap hari Jumat mereka masih setia menunggu di pojok lapangan Kridosono, datangnya rejeki dari para donatur, dermawan dan para anggota masyarakat yang tersentuh hatinya untuk peduli bagi kaum duafa.

“Karena diyakini setiap hari Jumat merupakan hari istimewa untuk melakukan sedekah atau berbagi ,kata mereka menyebut hari, Jumat Berkah,” tambahnya.

Demikian pula pada Jumat (5/8/2021), ada sekitar 30 orang terdiri tukang becak, buruh bangunan dan pengangkut sampah berkumpul di pojok Lapangan Kridosono dengan tetap menaati protokol kesehatan.

“Karena mendapat informasi, ada seorang pejabat pemerintah daerah membagikan kotak makanan utuk makan pagi kepada mereka,” ungkapnya.

Pejabat tersebut, tidak kerso (mau) disebut namanya. Sebab, niat berbagi semata-mata sebagai wujud rasa syukur karena sampai hari ini masih selalu dalam lindungan Allah sehat walafiat dan masih dapat menjalankan tugas sesuai dengan amanah.

“Disamping itu merasa terharu mendengar kehidupan para pekerja imformal.Sehingga tergerak hatinya untuk berbagi,” ujarnya.

Hal itu juga untuk menindaklanjuti arahan dari Bupati agar para pejabat pemerintah daerah ikut berpartisipasi meringankan beban kehidupan anggota masyarakat yang saat ini terdampak Covid-19.

Diungkapkan Bambang Sulistya, sungguh luar biasa kalau seandainya semua unsur pemangku kepentingan dan para anggota masyarakat yang mempunyai kemampuan serta kesempatan bisa bersinergi saling bekerjasama, bergotong-royong, dan bergandengan tangan untuk membantu meringankan beban kehidupan masyarakat.

“Memang momentum jumat berkah bisa digunakan sebagai faktor pendorong tumbuhnya kepekaan sosial di masyarakat,” terangnya.

Ia mengungkapkan, menurut Kyai Gaul Agus Budi Sukisno, Imam Masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati kecamatan Blora, hari jumat adalah rajanya hari atau disebut “Sayyidul Ayyam” hari berbagi kebahagian untuk kaum duafa.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Jumat merupakan sebaik-baiknya hari.

Sehingga ada yang berpendapat sedekah pada hari Jumat akan memperoleh pahala yang berlipat ganda, walau sedekah memang dapat dilakukan kapan saja.

Bagi kaum muslim hari Jumat memiliki keistimewaan dan keutamaan sendiri, di antaranya waktu mustajab memohon kepada Allah, memperbanyak dzikir, doa, dan bersalawat, menunaikan salat Jumat dan bersedekah.

“Marilah kita budayakan Jumat Berkah menjadi hari yang istimewa untuk berbuat baik, bersedekah, berbagi, bersinergi membangun kebersamaan untuk melawan penyakit Virus Corona dan melalui Jumat berkah kita dipermudah, dibukakan pintu rejeki yang berkah dan pintu kebahagiaan yang amanah,” tuturnya. (*).