Semua tulisan dari Prayitno

Anies dan Tim Kecil Koalisi Perubahan Sambangi AHY di Kantor Demokrat

JAKARTA.-

Upaya percepatan deklarasi bersama Koalisi Perubahan sedang terus dimatangkan. Pasca pernyataan dukungan Partai Demokrat dan PKS minggu ini, pertemuan Tim Kecil Koalisi Perubahan kembali digelar Kamis sore (2/2/2023). Kali ini, rapat konsolidasi itu dilakukan di kantor DPP Partai Demokrat, dengan menghadirkan semua pihak, mulai dari perwakilan Partai Nasdem, Partai Demokrat, PKS, dan juga menghadirkan Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Baswedan.

Kedatangan Anies dan rombongan Tim Kecil Koalisi Perubahan di kantor DPP Partai Demokrat disambut langsung oleh Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Anies dan AHY tampak akrab lewat perbincangan singkat, sebelum mereka bersama-sama naik ke ruang kerja AHY.

Selaku tuan rumah, AHY menyambut baik pertemuan tim kecil Koalisi Perubahan tersebut. “Sebagai tuan rumah, saya merasa senang dan bahagia. Rapat berjalan baik, cair, dan penuh semangat kebersamaan. Ini menunjukkan tiga partai solid,” kata AHY singkat di markas Partai Demokrat di Jl. Proklamasi Jakarta Pusat.

Kedepan, lanjut AHY, ketiga partai politik anggota Koalisi Perubahan akan terus menjalankan misi bersama untuk membangun harapan masa depan. “Misi bersama untuk kita perjuangkan, dari sekarang sampai nanti Pemilu 2024,” ujar alumnus Kennedy School of Government, Harvard University, Amerika Serikat itu.
Selanjutnya, Anies Baswedan yang didampingi AHY juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan wujud soliditas Koalisi Perubahan. “Hari ini, saya menemui Pak Ketua Umum Partai Demokrat, untuk memberikan update secara langsung dan juga membahas berbagai hal,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Anies mengaku bersyukur, kejelasan sikap Nasdem, telah diperkuat oleh Demokrat dan PKS. “Pada tanggal 3 Oktober 2022, Partai Nasdem telah menyatakan sikapnya. Tanggal 26 Januari 2023 Partai Demokrat juga mengutarakan sikap politiknya. Lalu, tanggal 30 Januari 2023, PKS juga mengutarakan sikap politiknya. Selanjutnya, diskusi tim kecil ini akan semakin teknis dan makin solid untuk bersiap menuju perjalanan ke depan,” ujar alumnus Northern Illinois University, Amerika Serikat itu.

Sementara itu, utusan Partai Nasdem Willy Aditya menyatakan bahwa pertemuan Tim Kecil pasca pernyataan sikap Demokrat dan PKS kemarin, menepis semua tudingan melemahnya soliditas Koalisi Perubahan. “Ini membuktikan bahwa rumor yang digoreng media, tidak benar. Kami berprinsip, sekali layar terkembang, surut kita berpantang,” kata Willy. Karena itu, lanjut Willy, kunjungan Partai Nasdem ke partai-partai politik yang lain merupakan upaya agar tradisi politik tidak mundur ke belakang. “Kunjungan kami ke partai-partai lain, agar politik kita tidak set back ke belakang. Itulah moralitas politik yang kita pegang,” kata Willy.

Pasca dukungan Demokrat dan PKS untuk mengusung Anies Baswedan sebagai Bacapres 2024, maka persyaratan Presidential Threshold 20 persen telah tercapai. Bahkan, bersatunya kekuatan Nasdem, Demokrat, dan PKS, bisa menggabungkan 25 persen suara nasional dan juga 28,5 persen kekuatan kursi Senayan. Dengan kecukupan persyaratan ini, tim kecil ketiga partai akan semakin memperkokoh kerja sama untuk menciptakan mesin politik yang efektif ke depan.

Usai bertemu dengan AHY, Anies Baswedan dan Tim Kecil rencananya juga akan bersilaturahmi ke kantor-kantor partai politik pengusung, yakni PKS dan Nasdem. Kunjungan Anies Baswedan dan Tim Kecil melakukan silaturahmi ini untuk memperkokoh soliditas partai, juga untuk mematangkan strategi dan kerja-kerja nyata pemenangan.
Selain Anies dan AHY, hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Sudirman Said, Dadang, dari Tim Anies, lalu utusan Partai Nasdem Willy Aditya dan Sugeng Suparwoto, utusan PKS M. Sohibul Iman, Almuzammil Yusuf, dan Pipin Sopian, serta Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya. (*)

Dinsos Dukung PWRI Blora Sukseskan Hari Lansia

BLORA.-

Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora mengadakan silaturahmi ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, Kamis (26/1/2023).
Silaturahmi itu dilakukan menindaklanjuti hasil audiensi dengan Sekda Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi pada awal Januari 2023 lalu.
Peserta yang mengikuti silaturahmi dari PWRI adalah H. Bambang Sulistya Ketua PWRI, H. Soedadyo, Sekretaris PWRI mantan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora, Sugito bendahara, mantan Kabag Hukum dan Sugeng Saptono mantan Kabid Dinas Perdagangan Dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora.
Kegiatan silaturahmi diterima langsung oleh Kepala Dinsos P3A Indah Purwaningsih didampingi Widodo Prasetyo Budi Sekretaris Dinsos P3A dan Nurkholis pejabat fungsional setempat.
“Suasana pertemuan sangat cair penuh nuansa kekeluargaan dan gelak tawa seakan bisa jadi wahana refreshing,” kata Bambang Sulistya, mantan Sekda Blora.
Apalagi dalam menjalankan tugas Kadinsos P3A Blora Indah Purwaningsih memiliki prinsip kerja, bahwa bekerja itu harus dapat memberi pelayanan prima yang dilandasi oleh hati tulus dan gembira.
Sehingga wajar pertemuan silaturahmi bisa menciptakan kesan dan kenangan yang sulit terlupakan.
“Mengawali pertemuan saya menyampaikan ucapan terimakasih atas respon positif dalam pertemuan silaturahmi ini karena diperlakukan seperti tamu istimewa,” terangnya.
Pihaknya juga mengutarakan berbagai kegiatan PWRI yang mendapat dukungan atau bantuan dari Dinsos P3A di antaranya bantuan sembako bagi anggota PWRI para janda yang kurang beruntung dengan harapan kedepan masih memperoleh kesempatan lagi.
Kemudian tentang bantuan dana hibah sangat diharapkan pada awal tahun anggaran sudah dapat dicairkan sehingga peruntukanya bisa tepat waktu dan sasaran.
Selanjutnya dalam program yang berkaitan dengan lansia secara prinsip pengurus PWRI siap bersinergi dan membantu untuk suksesnya dalam pelaksanaan.
Karena saat ini sesuai arahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di PWRI Kabupaten Blora direncanakan ada program BS (Bahagia dan Sehat) dengan langkah riil menyelenggarakan kegiatan sepeda santai, senam kebugaran dan rekreasi dengan sasaran baik tempat wisata lokal maupun keluar dari Kabupaten Blora.
Seperti tahun 2022 Pengurus PWRI telah melaksanakan tamasya ke Bendung Randu Gunting Kecamatan Japah Blora sambil melakukan tebar benih ikan sebagai perwujudan kegiatan berbagi/kepyur.
Diterangkannya, pengurus PWRI telah bekerja sama dengan Komite Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Blora yang dikomandani oleh Subekti melaksanakan kegiatan bersama sepeda santai dan senam jantung sehat.
Sementara tanggapan yang diberikan Kadinsos P3A Blora Indah Purwaningsih sangat melegakan hati.
Karena segera akan ditindaklanjuti harapan dari pengurus PWRI tersebut bahkan di tahun 2023 dalam rangka memperingati Hari Lansia di Kabupaten Blora PWRI akan dilibatkan dalam pelaksanaannya.
“Kalau itu terjadi maka akan menjadi catatan sejarah,” ucapnya.
Kegiatan memperingati Hari Lansia direncanakan akan berlangsung di bulan Mei 2023.
“Diluar dugaan ternyata bu Indah pada awal Juni 2023 sudah memasuki masa purna tugas, ketika saya tawarkan untuk masuk menjadi anggota PWRI setelah pensiun dijawab dengan ucapan, Monggo Siap,” sambungnya.
Sesuai ungkapan dari Kadinsos P3A Blora Indah Purwaningsih, hidup itu mengalir saja tak perlu ada yang perlu dikwatirkan karena semuanya sudah ada yang mengatur, yaitu Tuhan.
Silaturahmi diakhiri dengan semangat bersama kita bisa, ketika kita rajin bersilaturahmi maka pasti akan kita peroleh kemudahan dan solusi. (*).

Permainan Lato-lato Digemari Seluruh Lapisan Masyarakat Blora

BLORA.-

Demam permainan lato-lato ternyata sudah menjamur di Bumi Blora Mustika, Jawa Tengah. Penggemarnya menyebar di berbagai lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga para orang tua.
Demikian pula permainan nok-nok sebutan lain dari lato-lato ini juga sudah menjadi daya tarik untuk hiburan bagi masyarakat di desa maupun di kota.
“Bahkan ada beberapa mantan pejabat juga menyukai permainan tersebut seperti Bapak Djoko Nugroho, mantan Bupati Blora dua periode beberapa waktu lalu sempat viral karena melalui rekaman video sedang bermain lato-lato,” kata Bambang Sulistya, pemerhati permainan lato-lato di Blora, Jumat (20/1/2023).
Mantan Sekda Blora itu menilai permainan lato-lato makin menggema dan tambah populer di Bumi Nusantara tak terlepas dari pengaruh keterlibatan Presiden Joko Widodo dan Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat yang ikut memainkan permainan lato-lato di saat mengunjungi salah satu pasar di Subang, Jabar.
Aksi Jokowi bermain lato-lato diunggah oleh Ridwan Kamil di akun instagram resminya akhir Desember lalu.
Permainan lato-lato merupakan permainan anak yang terbuat dari bahan plastik terdiri dua bandulan pendulum dan disambungkan dengan seutas atau benang nilon.
Di bagian tengah tali terdapat sebuah cicin yang berfungsi sebagai pegangan untuk menggerakan dua bandulan tersebut.
Dari berbagai sumber, disebutkan, permainan lato-lato memiliki banyak nama di antaranya Clackers, Click-Clacks dan not-not.
Cara memainkan lato-lato pun terlihat cukup mudah, yakni dengan membenturkan dua bandulan yang dikendalikan cicin bagian atasnya sehingga menimbulkan suara nyaring, khas dan unik bunyinya tok, tok, tok.
Munculnya bunyian ini akan memberikan kepuasan tersendiri bagi para pemainnya. Sebab ketika bunyian muncul artinya mereka berhasil membenturkan ke dua bola lato-lato.
“Ternyata permainan lato-lato memiliki nilai motivatif, yaitu interaktif, kompetetif dan kesenangan,” jelasnya.
Kemudian fenomena semaraknya permainan lato-lato kini menjadi sorotan sejumlah kalangan masyarakat, pro-kontra terjadi utamanya di dunia pendidikan.
Bagi yang pro berargumentasi agar memanfaatkan semaraknya bermain lato-lato sebagai momentum untuk mengembalikan dunia bermain anak-anak dari ketergantungan dan kecanduan terhadap penggunaan HP/gawai dan sekaligus sebagai sarana dalam membentuk karakter dan kreativitas peserta didik.
Mengingatkan bermain lato-lato dapat memberikan nilai manfaat di antaranya untuk menumbuhkan sikap pantang menyerah, mengoptimalkan gerak motorik, melatih kesabaran, menambah kepercayaan diri, melatih ketenangan pikiran dan pengendalian emosi.
“Sementara bagi yang kontra bahwa bermain lato-lato dapat menimbulkan kecelakaan dan mengganggu jalannya proses pembelajaran di sekolah,” tambahnya.
Namun bagi masyarakat luas hadirnya permainan lato-lato dapat menjadi hiburan murah meriah yang menyenangkan dan menimbulkan gelak bahkan dapat menangkal perasaan gelisah dan gangguan stres.
Sementara itu, menurut Sugeng Saptono mantan pejabat Blora yang baru saja menikmati masa purnatugas, menjelaskan bermain lato-lato ternyata bisa memberi kesegaran dan kecerian baru dalam memanfaatkan waktu purnatugas.
“Tapi bagi saya secara pribadi bermain lato-lato itu mengasyikkan dan membuat dinamika baru dalam kehidupan karena ada tantangan, pengendalian dan kesabaran,” ungkapnya.
Lain halnya pendapat dari seorang tokoh masyarakat Blora bernama Singgih Hartono mantan anggota DPRD Blora dan sehari-hari hari sebagai ketua LSM Ampera.
Singgih Hartono, memiliki kepekaan tinggi untuk membaca fenomena alam yang sedang terjadi.
Ia berpendapat permainan lato-lato itu merupakan tanda-tanda zaman atau sinyal bahwa ke depan pasti akan terjadi peristiwa penting yang berdampak atau mewarnai bangsa dan Negara Indonesia.
Mbah Singgih, sapaannya, memberi contoh ketika permainan lato-lato viral pada tahun 1990-an ternyata ada peristiwa besar terjadinya reformasi.
“Kita tunggu saja apa yang terjadi di masa depan. Mari mulai saat ini kita rekatkan persatuan dan kesatuan, terus mantabkan guyub rukun untuk bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas sesarengan mbangun Blora,” tuturnya. (*).

Tuntut Revisi UU Desa, Ratusan Kades Asal Blora Geruduk DPR RI

BLORA.–

Ratusan kepala desa (Kades) Blora, Selasa (17/1/2023) berangkat ke Jakarta. Para Kades menuntut revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, salah satunya tentang masa jabatan 6 tahun tiga kali pencalonan menjadi 9 tahun dua kali pencalonan.
Kades mengklaim ingin kembalikan kedaulatan desa, sebab Undang-Undang Desa saat ini masih ada Peraturan Presiden dan menteri dalam musyawarah desa (Musdes). Dengan memasukkan prolegnas di DPR RI 2023 diharapkan desa semakin berdaulat.
Kades Jipang Kecamatan Cepu, Ngadi mengatakan, salah satu point yang perlu direvisi dalam UU Desa perubahan masa jabatan dari 6 tahun satu periode, maksimal menjabat tiga periode. Diubah satu periodes menjadi 9 tahun. Namun, maksimal dua periode.
“Semua kades Blora sepakat, ada sekitar 90 persen kades di Blora datang ke jakarta,” klaimnya.
Menurutnya, periodes kades 6 tahun dirasa belum cukup untuk menstabilkan pemerintahan desa, pemulihan masyarakat yang terbelah butuh waktu lama. Hal itu berdampak pada rencana jangka menengah desa (RPJM Des).
Hal senada disampaikan Kepala Desa Buloh, Kecamatan Kunduran Joko Priyanto, bahwa para Kades minta kebijakan-kebijakan desa dikembalikan kepada kedaulatan desa. “Artinya, musdes adalah suara tertinggi, jadi tidak dititipi dengan keputusan-keputusan menteri dan keputusan presiden,” ujarnya, Selsa (17/1/2023).
Joko menjelaskan, beberapa keputusan yang dirasa membatasi undang-undang desa seperti Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 mengenai pengaturan penggunaan dana desa. Sebab pada aturan tersebut terdapat pembatasan penggunaan dana desa seperti 40 persen untuk BLT DD. Menurutnya, peraturan itu membatasi kedaulatan desa.
“Kades-kades di wilayah kunduran sepakat jika ada revisi UU Desa,” terangnya.
Ia mengungkapkan, sekitar 90 persen kades di Kecamatan Kunduran hadir dalam unjuk rasa di Jakarta, Selasa (17/1/2023). Hanya tiga kades yang izin tidak bisa ikut berangkat, namun tetap mendukung revisi.
Ketua Komisi A DPRD Blora Pardi menerangkan, tuntutan kades terkait masa jabatan dirasa wajar. Sebab ketegangan di desa usai pilkades sulit diurai, dibanding ketegangan pada pemilihan kepala daerah (Pilkada). “Itu (Perubahan) masih terukur, resistensi di masyarakat kalau enam tahun masih tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk mewujudkan revisi undang-undang memang perlu dimasukan kedalam prolegnas tahun ini. Namun, ketika sudah diubah menjadi 9 tahun dalam dua kali pencalonan menurut Pardi, kades seharusnya tidak bisa mencalonkan lagi pada pilkades ketiga kalinya. Sebab, 18 tahun akan berubah menjadi 27 tahun jika terpilih selama tiga periode.
“Kalau 9 tahun dua kali masih wajar, tiga kali terlalu banyak,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Blora Yayuk Windrati mengungkapkan, sekitar Agustus dan Oktober tahun ini terdapat 27 kades masa jabatan habis.
Namun, pihaknya belum bisa memastikan pemilihan bisa dilangsungkan tahun ini, karena tahun politik. Sebelumnya pihaknya telah menganggarkan pilkades 2023 sebanyak Rp 700 juta. (*)

Memasuki Tahun Lato-lato, Kelompok Sepeda Pancal BJJ Blora Menggelar Kegiatan Sepeda Santai

BLORA.-

Sinar mentari pada Selasa pagi (17/1/2023) menggugah minat dan semangat serta gairah warga Blora Mustika untuk berolahraga, setelah beberapa hari kabupaten berjuluk kota sate ini diguyur hujan. Tidak ketinggalan, para penggemar sepeda santai yang tergabung dalam kelompok Sepeda Pancal BJJ Blora pun ikut mengayuh pedal.
Kelompok sepeda pancal yang dikomandani H. Soedadyo itu melaksanakan kegiatan sepeda santai dengan mengambil start dari Lapangan Kridosono, Blora. Protap protokol spiritual pun diterapkan dengan membaca doa bersama sebelum berangkat, agar diberikan keselamatan dan kebugaran selama beraktivitas di jalan raya.
Pencerahan pun masih sempat dilakukan oleh mantan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora itu dengan menyampaikan untaian kata bijak sebagai motivasi mengawali Tahun 2023, dengan harapan kelompok sepeda pancal ini tetap eksis, rukun, damai dan sukses.
Menurut Soedadyo agar sukses dalam memasuki Tahun Lato-lato, hendaknya dapat mengamalkan tujuh langkah sakti.
“Pertama, mengupayakan dalam hidupnya selalu membangun persahabatan dan silaturahmi kepada siapapun dan dimana pun ia berada,” ujar Soedadyo.
Kedua, gemar belajar dari kesalahan dan selalu memperbaiki kekurangan diri serta tidak suka mencari kambing hitam ketika menghadapi persoalan hidup.
Ketiga, setiap melangkah dalam berkiprah selalu dilandasi dengan niat baik dan selalu berbuat kebaikan, benar, jujur serta bermanfaat untuk umat.
“Keempat, mampu mengendalikan tindakan, sikap dan ucapan yang akan merugikan dan menyakitkan hati orang lain,” lanjutnya.
Kemudian, kelima, suka peduli dan berbagi/sedekah/kepyur kepada orang yang kurang beruntung.
Yang keenam, bersikap syukur ketika mendapat nikmat dari Allah dan bersikap sabar ketika mendapat ujian, bencana dan musibah.
Selanjutnya, ketujuh, selalu menebar kasih sayang kepada semua umat tanpa memandang status sosial, ras, suku dan agama. “Stop menebarkan berita berita hoax, fitnah dan memecah belah persatuan kesatuan bangsa,” ajaknya.
Setelah pencerahan yang disampaikan H.Soedadyo, baru dilaksanakan kegiatan bersepeda santai yang rute perjalanan menelusuri jalan-jalan dari desa ke desa dengan panorama yang indah dan meneduhkan hati.
Bahkan dalam perjalanan sepeda santai masih diisi oleh candaan yang menghibur dari peserta gowes.
Salah satu candaan yang menggelitik dan membuat tertawa ucapan ibu Agung dan Bu Lis. “Rajin bersepeda bisa membuat lemu tanpa jamu lan gumuyu marahi rahayu,” ungkapnya.
Inspirasi dari candaan itu berasal dari lagu jenaka nostalgia Ayo Ngguyu dari penyanyi legendaris Waljinah.
Lain halnya ucapan yang disampaikan oleh Sugito yang mantan Kabag Hukum Setda Blora, bahwa bersepeda itu juga dapat mewujudkan 5A, yaitu Awake sehat, Akeh Kancane, Atine Seneng, Awet Uripe dan Ana Gunane.
Selanjutnya kegiatan sepeda santai berakhir di rumah makan murah meriah yang memenuhi gizi ala empat sehat lima sempurna, masih ditambah pelayanan yang ramah penuh etika Jawa.
Sehingga bersepeda bisa untuk refreshing dan menjadikan hidup makin bermakna dan berguna.
“Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi, Kalau umur panjang, Boleh kita berjumpa lagi. Ayo Ngguyu ha ha ha,” ungkapnya menirukan sepenggal syair Ayo Ngguyu dari Waljinah. (*).

Peras Kepala Desa, Wartawan Gadungan Ditangkap Polres Pemalang

PEMALANG.-

Mengaku sebagai wartawan, dua pria berinisial D (45) dan NE (42) mengancam serta memeras seorang kepala desa (kades) di Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Keduanya dibekuk jajaran Satreskrim Polres Pemalang.
Korban M, selaku kepala desa yang bertanggung jawab atas pembangunan proyek jalan desa pada bulan Desember 2022. Kedua tersangka mempermasalahkan adanya retakan pada bagian pinggir jalan rabat beton dengan panjang sekitar 30 centimeter.
“Kedua tersangka mengaku sebagai wartawan, lalu mengancam korban akan memuat informasi keretakan jalan tersebut di media sosial, cetak dan online, bila korban tidak memberikan sejumlah uang pada kedua tersangka,” kata Kapolres Pemalang AKBP Ari Wibowo melalui Kasatreskrim, AKP Ferry Sihaloho di Media Center Wicaksana Laghawa, Kamis (12/01/2023).
Kedua tersangka mendatangi korban setelah proyek jalan selesai. Karena korban merasa terancam, M memberikan sejumlah uang pada kedua tersangka secara bertahap.
Korban memberikan uang pada tersangka pada tanggal 2 Januari 2023 senilai Rp 600 ribu. Lalu pada tanggal 5 Januari 2023 memberikan uang senilai Rp 500 ribu.
Hingga Senin (9/1/2023), kedua pelaku menghubungi kembali korban dengan alasan dana kurang. Hingga akhirnya korban memberikan uang Rp 1 juta pada kedua tersangka yang mengaku dari RI.
“Warga yang melihat korban memberikan uang pada tersangka dan mencurigai aktivitas tersebut, kemudian melaporkan pada personil Polres Pemalang yang sedang patroli di sekitar tempat kejadian perkara (TKP),” kata Kapolres Pemalang.
Polres Pemalang telah mengamankan kedua tersangka beserta barang bukti untuk diproses lebih lanjut. Kedua tersangka dikenakan pasal 368 dan atau 369 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (*)

Rekreasi, Resep Awet Muda dan Bahagia bagi Wredatama Blora

BLORA.-

Dampak Virus Bahagia dan Sehat (BS) yang ditebarkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam Musyawarah PWRI Jateng beberapa waktu lalu di Hotel Khas Semarang ternyata telah memberikan inspirasi dan motivasi bagi para pengurus PWRI baik di tingkat kelurahan, kecamatan maupun kabupaten.
Hal itu terlihat pada hari Minggu 8 Januari 2023 lalu, pengurus PWRI dari kelurahan dan kecamatan telah tergerak hati mereka untuk mengajak para anggotanya untuk berekreasi ke tempat tempat wisata. Baik tempat wisata lokal maupun wisata di luar Kabupaten Blora.
Karena di Kabupaten Blora sendiri juga banyak potensi wisata yang bisa dikunjungi sebagai tempat rekreasi mulai dari wisata Waduk Tempuran, Goa Terawang, Gua Sentono, waduk Greneng, wisata Bukit Kunci, Bukit Serut, Bendung Randu Gunting, Gunung Manggir, Heritage Trainz Loco Tour hingga wisata Sumur Minyak Tua.
“Kemarin pada Hari Minggu 8 Januari 2023 PWRI Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora telah melaksanakan rekreasi di daerah wisata Solo dan Kabupaten Karanganyar,” kata Ketua PWRI Kelurahan Karangjati Blora, Edy Widodo, Rabu (11/1/2023).
Dijelaskannya, terselenggaranya kegiatan rekreasi tersebut didukung dari dana swadaya para anggota yang secara sukarela berminat untuk menghibur diri di tempat wisata bersama keluarga, para anggota lain dan pengurus PWRI.
Karena sejak pandemi Covid-19 selama lebih dari dua tahun aktivitas rekreasi vakum. Disamping itu kegiatan rekreasi ini sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas diri dari para wredatama dan untuk menciptakan guyub rukun serta rasa kekeluargaan dan persaudaraan agar tetap sehat dan bahagia.
Bisa dibayangkan selama perjalanan sejak dari Blora sampai ke tempat wisata di dalam bus dihibur dengan lagu-lagu nostalgia dan lagu masa kini lewat karaoke yang dinyanyikan oleh para peserta rekreasi.
Sesekali masih diselipi geguyonan dan candaan yang membuat suasana makin gayeng dan menghibur.
Berbagai ungkapan mengemuka dari peserta yang mengikuti wisata secara swadaya. Ada yang mengatakan bahwa rekreasi di tempat wisata membuat hati senang karena dapat menyalurkan uneg-uneg dan budaya selfi dengan latar belakang yang menarik, indah dan mengesankan.
“Bahkan, rekreasi ternyata bisa melupakan sejenak beban hidup dan dapat untuk mengatasi stres serta mengurangi rasa cemas karena rutinitas kehidupan yang menjenuhkan,” jelas Edy Widodo.
Namun, menurut berbagai hasil penelitian kegiatan rekreasi bagi para wredatama adalah langkah yang bijak dan cerdas karena memberikan berbagai manfaat, di antaranya mampu menimbulkan rasa kepuasan dalam hidup karena dengan berekreasi dapat menyeimbangkan antara harapan dan realita yang menyadarkan bahwa dalam kehidupan ternyata alam telah menyediakan hiburan yang bisa membuat hidup penuh dengan kedamain dan rasa syukur.
Kemudian berwisata juga dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan mencegah tekanan daerah tinggi serta stroke.
Sementara itu, H Soekardi mantan Kepala Sekolah SMAN 1 Blora yang kesehariannya sebagai pengurus PWRI Kabupaten Blora mengungkapkan bahwa bertamasya atau berekreasi adalah hukumnya wajib kalau ingin awet muda. Beliau membuktikan diri sendiri hampir setiap bulan sekali selalu mengadakan kunjungan ke tempat wisata bersama keluarga, saudara dekat dan teman-teman akrab.
Sampai saat ini sudah hampir 90 tahun masih aktif membaca, berorganisasi dan berbagi/sedekah. Apalagi berwisata sambil beramal jariah seperti beberapa waktu lalu dalam rangka memperingati hari Jadi Kabupaten Blora ke-273 Pengurus Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Blora bersama Bupati Arief Rohman telah melaksanakan aktivitas positif sambil berekreasi dan senam bersama di Bendung Randu Gunting juga melaksanakan kegiatan tebar ribuan bibit ikan.
Upaya dari para pengurus PWRI Kelurahan, Kecamatan dan Kabupaten untuk menggelorakan semangat sehat tanpa obat dan bahagia dengan berekreasi bersama di tempat wisata dapat memberi spirit bagi kita semua untuk menjalani kehidupan di tahun Kelinci air ini dengan harapan hidup makin S3, Sehat, Semangat dan Sejahtera. (*).

Demokrat Kembali Tolak Keras Sistem Pemilu Proporsional Tertutup, AHY: Jangan Sampai Hak Rakyat Dirampas

JAKARTA.-

“Kami Partai Demokrat sejak awal menolak dengan tegas wacana sistem Pemilu Tertutup Proporsional”. Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada pertemuan para pimpinan Partai Politik terkait wacana sistem Pemilu Tertutup Proporsional, Minggu siang (8/1), di Hotel Dharmawangsa.

“Sekali lagi kami menolak sistem Pemilu Tertutup Proporsional, sehingga pertemuan hari ini menjadi penting. Kami mengapresiasi dan mendukung agar pembahasan tentang isu-isu kebangsaan seperti ini juga bisa kita lakukan dari waktu ke waktu,” ujar AHY.

Yang pertama, lanjut AHY, jangan sampai ada hak rakyat dalam kehidupan demokrasi ini yang dirampas. “Jika terjadi sistem pemilu tertutup, maka rakyat tidak bisa memilih secara langsung wakil-wakil rakyatnya. Padahal kita ingin semua menggunakan haknya dan tidak seperti membeli kucing dalam karung. Tentu kita berharap pada saatnya para wakil rakyat dan pemimpin yang terpilih benar-benar yang bisa membawa perubahan dan perbaikan,” lanjut AHY.

AHY berharap sistem terbuka proporsional bisa tetap dijalankan sesuai dengan undang-undang yang berlaku hari ini serta bisa menyambut pesta demokrasi Pemilu 2024 dengan seksama dan berjalan dengan baik.

“Yang kedua, secara internal Partai Politik juga perlu menjaga semangat yang tinggi dari seluruh kadernya, dengan sistem pemilu terbuka proporsional tentu kita berharap setiap kader partai politik juga punya ruang, punya peluang yang adil,” ucap AHY.

“Jangan sampai mereka yang berjibaku, berusaha, berjuang untuk mendapatkan suara kemudian rontok semangatnya karena berubah sistem. Kita ingin sekali lagi, yang terbaiklah yang bisa membawa aspirasi masyarakat luas,” imbuh AHY.

Ketum Partai Politik lain yang menghadiri pertemuan tersebut adalah Ketum Partai Gokar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PKS Ahmad Syaikhu, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan. Sedangkan Partai Nasdem diwakili oleh Sekjen Jhonnh G. Plate dan PPP diwakili oleh Waketum Amir Uskara. (*)

Wredatama Blora Antusias Praktik Pembuatan Eco Enzym

BLORA.-

Dalam rangka peningkatan sumber daya manusia bagi pengurus Wredatama tingkat kecamatan, kelurahan dan kabupaten, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Kamis (5/1/2023) menggelar praktik pembuatan Eco Enzym di ruang pertemuan kantor PWRI Kabupaten Blora.
Antusias dan semangat para wredatama dalam mengikuti kegiatan, tak lepas dari motivasi yang disampaikan oleh Ketua PWRI Kabupaten Blora Bambang Sulistya yang pada kesempatan itu menyampaikan ungkapan bijak dari almarhum Prof Dr.Fuad Hassan, tokoh pendidikan Indonesia yang pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Era Presiden Soeharto, yaitu, “Karya Lebih Unggul dari pada Gaya dan Prestasi Lebih Unggul dari pada Gengsi”.
Tidak hanya itu, Bambang Sulistya juga memberikan contoh spirit dari orang bijak yang bernama Confusius, bahwa orang yang lebih tinggi bertindak sebelum dia berbicara dan setelah itu berbicara sesuai tindakannya.
“Berbagai ungkapan tersebut kiranya sangat pantas apabila kita sosialisasikan saat ini ketika orang orang cenderung suka mengobral kata-kata dan mudah menebar janji,” ujarnya.
Sehingga, sebagai upaya untuk mengadakan peningkatan sumber daya manusia Wredatama dari para pengurus PWRI Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten melalui kegiatan praktik pembuatan Eco Enzym(EE) di ruang pertemuan kantor PWRI Kabupaten Blora.
Kegiatan praktik Pembuatan Eco Enzym tersebut sekaligus sebagai jawaban atau tindak lanjut atas arahan Gubernur Jawa Tengah saat pelaksanaan Musyawarah PWRI Provinsi Jateng beberapa waktu yang lalu, beliau menekankan agar para purna tugas atau para pensiunan PNS/ASN bisa diarahkan dalam berbagai kegiatan program yang mampu menciptakan BS (Bahagia dan Sehat).
“Ternyata, ketika berlangsung kegiatan pembuatan Eco Enzym telah menciptakan suasana gelak tawa,canda ria,guyub rukun dan penuh dengan antusias untuk bertanya, memahami serta mempraktikan materi pelatihan yang disajikan oleh nara sumber,” kata Bambang Sulistya.
Bahkan waktu yang dialokasikan semula satu jam membengkak menjadi dua jam. “Saya kaget dan baru pertama kali ini menyelenggarakan kegiatan praktik pembuatan EE bisa menghibur dan gayeng bin heboh,” ungkapnya.
Adapun narasumber yang dihadirkan adalah Pipit Windri Aryati Samgautama Karnajaya selaku Ketua Organisasi Eco Enzym (EE) Nusantara Blora yang sehari-hari sebagai Ketua DPW DPUPR atau istri Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blora.
Turut hadir pada kesempatan itu para ibu relawan pengembangan Eco Enzym sebanyak enam orang, yakni Puji Suharjo, Damiri, Mukibi, Soberi, Erik Subiyanto dan Edi Jasman, yang berasal dari Perumnas RW V RT 06 dan 09 Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora.
Dalam penyajian materi mengenai pengertian EE manfaat EE, bahan yang diperlukan dan proses pembuatan EE di sampaikan oleh Pipit dengan cara berkomunikasi yang menarik, diselingi joke segar, runtut, jelas dan tuntas sehingga membuat peserta pelatihan terkesima , semangat, penuh perhatian dan merasa terhibur.
Mengawali kegiatan, ia mengenalkan apa itu Eco Enzym. Setelah ditanyakan ke para peserta pelatihan semua yang hadir belum tahu dan baru pertama kali mendengar nama Eco Enzym.
“Pengertian Eco Enzym adalah merupakan larutan zat organik komplek yang di produksi dari proses fermentasi campuran sisa limbah organik dapur, gula/molase,dan air dengan perbandingan 3:1:10,” terangnya.
Disampaikannya, Eco Enzym pertama kali ditemukan dan dikembangkan di Negara Thailand oleh Rosukon Poompanvong.
Ia telah melakukan penelitihan lebih dari 30 tahun.Hasil penilitian hanya di peruntukan untuk karya kemanusian dan penyelamatan lingkungan hidup.
Sehingga produk EE tidak boleh diperjual belikan hanya untuk berbagai bagi yang membutuhkan. “Ada yang menyebut Eco Enzym merupakan cairan ajaib karena memiliki segudang manfaat,” terangnya.
Berdasarkan pengalaman pribadi, menurut Pipit, dengan memanfaatkan EE dalam kehidupan sehari-hari ternyata bisa membuat hidup tenang dan makin percaya diri serta semangat untuk berbagai melayani sesama umat makin tinggi.
Sementara itu informasi yang telah dari berbagai sumber menyebutkan ada 15 manfaat dari Eco Enzym di antaranya untuk bahan mengepel lantai,bmencuci piring, mencuci pakaian, membersihkan kamar mandi-mandi dan cuci pangan, mencuci rambut/kramas.
Membersihkan sayur dan buah buahan, membersihkan area dapur, pembersih udara, gosok gigi dan kumur, mengobati luka bakar, membunuh bakteri, mengobati bisul dan luka goresan, pengusir hama termasuk tikus dan nyamuk, serta untuk pupuk organik.
Bahkan berdasarkan pengalaman para peternakan sapi yang kemarin diserang PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit tersebut.
Dalam proses pembuatan EE kemarin seluruh Peserta yang berasal dari 16 kecamatan dan 12 kelurahan dikelompokkan menjadi 15 buah kelompok.
Masing masing kelompok sudah disiapkan satu botol besar berisi air satu liter, satu botol kecil yang berisi molase 100 cc dan bahan sisa organik sebanyak 300 gram berupa kulit buah buahan,dan sisa sayuran, minimal dalam sisa bahan organik mengandung 5 jenis limbah buah buah dan sayuran.
Jenis limbah buah antara lain buah apel, jeruk, mangga, semangka, melon, nanas, alpukat dan jambu.
Sebelum digunakan sisa bahan organik harus dicuci bersih.Sementara air yang digunakan air sumur, air aqua jangan menggunakan air ledeng.
Kemudian untuk bahan molase bisa diganti dengan gula jawa atau gula aren.
Proses pembuatan larutan molase masukan ke botol yang sudah berisi air lalu dikocok agar tercampur,setelah itu baru bahan organik di masukan ke botol yang sudah berisi campuran molase dan air.
Kalau semua bahan organik sudah di masukan maka botol ditutup dengan plastik yang sudah ditusuk tusuk pakai jarum atau penusuk lain untuk jalan keluarnya gas hasil fermentasi.
Botol yang sudah ditutup plastik langsung disimpan diruangan yang tidak terkena mata hari langsung selama satu minggu .Setelah satu minggu botol ditutup pakai tutup botol sampai selama tiga bulan.
Pada saat praktek kemarin setiap Peserta oleh Nara sumber diberi EE satu botol untuk contoh dan oleh oleh atau buah tangan serta mereka juga melakukan kegiatan proses pencampuran sampai tahap akhir sehingga suasana jadi dinamis dan gayeng.
Disamping itu antusias para peserta untuk menularkan ilmu pembuatan EE kepada anggotanya sangat tinggi.Terbukti ketika proses praktik pembuatan selesai berencana akan mengundang narasumber untuk hadir di setiap PWRI Kelurahan dan Kecamatan.
Tentunya langkah kegiatan yang berkontribusi positif dan memiliki nilai manfaat bagi kehidupan dan lingkungan hidup dapat menginspirasi dan memotivasi kepada seluruh eleman masyarakat untuk melakukan gerakan penyelamatan lingkungan hidup dengan menggunakan Eco Enzym.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada ketua Organisasi Eco Enzym Nusantara Blora dan para Relawan yang telah iklas berkorbanan untuk memberi pencerahan kepada para Wredatama mendapat balasan dari langit.
“Semoga pengabdian untuk berkarya nyata tanpa pamrih kepada masyarakat terus dapat ditingkat mantabkan guna mendukung sesarengan mbangun Blora berkelanjutan,” ucap Ketua PWRI Blora. (*).

Kritisi Perppu Cipta Kerja, AHY: Hukum Dibentuk untuk Melayani Kepentingan Rakyat, Bukan Kepentingan Elite

JAKARTA.-

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengkritik tajam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perppu Cipta Kerja, Senin (2/1).

“Perppu No.2/ 2022 tentang Cipta Kerja ini tidak sesuai dengan Amar Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020, yang menghendaki pelibatan masyarakat dalam proses perbaikannya. Selain terbatasnya pelibatan publik, sejumlah elemen masyarakat sipil juga mengeluhkan terbatasnya akses terhadap materi UU selama proses revisi,” ujar AHY.

Menurutnya proses yang diambil tidak tepat dan tidak ada argumen kegentingan yang tampak dalam Perppu tersebut.

“Setelah dinyatakan inkonstitusional bersyarat, jelas MK meminta perbaikan melalui proses legislasi yang aspiratif, partisipatif dan legitimate. Bukan justru mengganti UU melalui Perppu. Jika alasan penerbitan Perppu harus ada ihwal kegentingan memaksa, maka argumen kegentingan ini tidak tampak di Perppu ini. Bahkan, tidak tampak perbedaan signifikan antara isi Perppu ini dengan materi UU sebelumnya,” jelas AHY.

AHY menegaskan bahwa keluarnya Perppu Cipta Kerja ini adalah kelanjutan dari proses legislasi yang tidak aspiratif dan tidak partisipatif.

“Lagi-lagi, esensi demokrasi diacuhkan. Hukum dibentuk untuk melayani kepentingan rakyat, bukan untuk melayani kepentingan elite. Janganlah kita menyelesaikan masalah, dengan masalah,” tegas AHY.

Terakhir AHY mengingatkan untuk jangan sampai terjerumus ke dałam lubang yang sama.

“Terbukti, pasca terbitnya Perppu ini, masyarakat dan kaum buruh masih berteriak dan menggugat lagi tentang skema upah minimum, aturan outsourcing, PKWT, aturan PHK, TKA, skema cuti, dan lainnya. Mari terus belajar. Janganlah kita terjerumus ke dałam lubang yang sama,” tutup AHY.

Putusan MK pada 2020 mengamanatkan UU Cipta Kerja inkonstitusional dan harus direvisi dalam waktu dua tahun. Namun kini, bukan revisi yang dilakukan, melainkan Perppu yang dikeluarkan pemerintah agar UU Cipta Kerja tersebut tetap berlaku.
Pernyataan dari Ketum AHJ tersebut juga direspon oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora Hj Tety Indarti SH.

“Penerbitan Perpu No 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja tersebut merupakan bentuk pembangkangan terhadap Konstitusi dan tidak memenuhi standar dan indikator putusan Mahkamah Konstitusi serta terkesan memaksakan diri,” ujarnya. (*)