Semua tulisan dari Gunawan Umardani

PWRI: Subuh Berjamaah Itu HEBAT

Pengurus dan anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) baik yang di kelurahan, kecamatan maupun di tingkat Kabupaten Blora, bagi yang beragama Islam dihimbau melaksanakan ibadah subuh berjamaah di masjid di lingkungan masing-masing. Selain untuk meningkatkan keimanan, sekaligus mendukung dan mengamalkan program Bupati Blora Arief Rohman.

Hal itu disampaikan ketua PWRI Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya pada rapat konsolidasi yang digelar di kantor PWRI Kecamatan Ngawen, Senin (04/07/2022).

Karena menurut Bambang, ibadah subuh berjamaah itu hebat. “Tidak sekedar untuk meningkatkan komunikasi dan silahturahmi namun hebat sebagai sebuah akronim yang memiliki berbagai keutamaan sangat bermanfaat bagi orang beriman yang menjalankan salat subuh di masjid,” tuturnya.

Yaitu, (H)-Hati menjadi tenang ketika kita sudah bisa melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid, karena salat subuh merupakan salah satu ibadah wajib yang paling berat.

Disamping itu menunaikan ibadah subuh berjamaah di masjid berarti Allah telah memberikan kesempatan kepada kita untuk menikmati segarnya udara pagi, indahnya kebersamaan dan menyerap aura positif yang sangat bermaanfat bagi peningkatan imunitas diri.

“Ada ungkapan, biarlah salat subuh menerangi hatimu sebelum matahari menyinari tubuhmu,” ujarnya.

Selanjutnya, huruf (E)-Enyahkan dari penyakit kemunafikan pada diri manusia.

Seperti yang telah dijelaskan dalam hadist, bahwa tidak ada salat yang lebih berat dilaksanakan bagi orang munafik dari pada salat subuh dan isak.

Seandainya mereka tahu keutamaan yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan melakukan kendati dengan merangkak.

Sungguh Aku telah hendak memerintahkan kepada petugas azan untuk salat kemudian Aku mengambil bara api dan membakar rumah orang yang tidak keluar salat di masjid. (HR Bukhari & Muslim).

(B)-Berada dalam jaminan Allah dan mendapatkan pahala yang besar bagi umat muslim yang melakasanakan salat subuh berjamaah di masjid.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadist: “Barang siapa yang melaksanakan salat subuh berjamaah maka dia berada dalam jaminan Allah dan akan memperoleh pahala yang besar. (HR.Muslim).

Kemudian huruf (A)-Akan memperoleh keberkahan bagi umat muslim yang rajin melaksanakan ibadah subuh.

Karena salat subuh merupakan salah satu aktivitas di pagi hari yang didoakan oleh Rasulullah SAW. “Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu pagi”. (H R. Abu Dawud,Tarmidzi, dan Ibn Majah).

Selanjutnya hurut (T)-Terhindar masuk neraka bagi umat muslim yang memiliki semangat untuk melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid.

Seperti yang tersurat dalam Hadist Riwayat Muslim, “Tidaklah akan masuk Neraka orang yang melaksanakan salat sebelum terbitnya matahari (salat subuh) dan salat sebelum tenggelamnya matahari (salat Asar)”.

Demikian betapa hebatnya keutamaan melaksanakan salat subuh khususnya salat subuh berjamaah di masjid sehingga anjuran Bupati kepada para ASN melaksanakan salat subuh berjamaah wajib kita dukung karena hebat dan memiliki nilai positif bagi peningkatan keimanan.

Rapat konsolidasi diikuti seluruh pengurus dan anggota PWRI Kecamatan Ngawen dan Forkompincam Ngawen, serta utusan pengurus PWRI Kabupaten Blora, Sugito (mantan Kabag Hukum Setda Blora).

Sementara itu Sekretaris PWRI Kecamatan Ngawen, Sunarto, mewakili ketua PWRI setempat, ngudo roso (menyampaikan ungkapan), bahwa H. Sumadi selaku Ketua PWRI Kecamatan Ngawen sudah lama sakit-sakitan sehingga peran dan aktivitasnya fakum.

“Walaupun demikian kegiatan PWRI di Ngawen tetap berjalan baik dalam pertemuan rutin maupun dalam pengabdian di masyarakat,” kata Sunarto.

Acara konsolitasi diakhiri dengan musyawarah dan mufakat bahwa Pujianto Said, mantan Sekretaris Dewan DPRD Blora yang saat ini sedang melaksanakan ibadah haji ditunjuk menjadi Ketua PWRI Kecamatan Ngawen sekaligus peserta rapat juga ikut mendoakan Pujiato Said beserta istri menjadi haji mabrur. (*).

Berkas sudah Diserahkan ke Kejaksaan, Kasus Perades Blora segera Dilimpahkan ke Pengadilan

“Ini hak jaksa dan kewenangan kami (penyidik, red), karena di Polres saja tidak ditahan. Ditangguhkan, tapi proses hukum tetap jalan. Ada penjamin dari pihak keluarga, sehingga ini tidak dilakukan penahanan. Jadi tahanan rumah,” tegas Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blora, Djatmiko.


Kasus perangkat desa (Perades) di Kabupaten Blora me-masuki babak baru, berkas empat orang tersangka dugaan pemalsuan SK dalam seleksi pengisian perangkat desa (Perades) sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Blora.

Keempat orang tersangka, dua tersangka dari Kecamatan Kradenan adalah Kepala Desa Nginggil Darno dan operator desa bernama Supron. Sementara dua tersangka lain dari Kecamatan Japah, Kasno (kepala desa Beganjing) dan Muh Romli (pendamping desa).

Keempatnya disangkakan pasal 263 KUHP terkait pemalsuan dokumen dengan ancaman hukumannya maksimal 6 tahun.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blora Djatmiko mengatakan, dua berkas tersangka Desa Nginggil sudah diserahhkan ke Kejaksaan Negeri Blora pada tanggal 16 Juni 2022. “Berkas dua tersangka Desa Beganjing dilimpahkan ke kejaksaan pada tanggal 24 Juni 2022,” ujar Djatmiko.

Dia menegaskan, usai pelimpahan berkas dan tersangka, keempatnya memang tidak dikurung. Tapi pihaknya memastikan proses hukum tetap berjalan. Alasan kejaksaan tidak menahan tersangka, karena saat di Polres kemarin tidak ditahan. Sehingga penyidik memutuskan, keempat tersangka juga tidak ditahan.

“Ini hak jaksa dan kewenangan kami (penyidik, red), karena di Polres saja tidak ditahan. Ditangguhkan. Tapi proses hukum tetap jalan. Ada penjamin dari pihak keluarga, sehingga ini tidak dilakukan penahanan. Jadi tahanan rumah,” tegasnya.

Djatmiko menambahkan, ada beberapa pertimbangan dalam memutuskan ini. Pertama saat penyidikan tidak dilakukan penahanan. Roda pemerintahan biar tetap jalan. Ada surat permohonan dari keluarga. Rencananya, Minggu depan akan dilimpahkan ke Pengadilan. “Kita murni melakukan tahapan hukum. Kalau ditahan di rutan, nanti pemerintahan tak jalan,” imbuhnya.

Diketahui bersama, Kasno (Kades Beganjing) dan Muh Romli (pendamping desa) dilaporkan ke Polres Blora oleh warganya. Sebab diduga memalsukan Surat Keputusan (SK) Badan Usaha Millik Desa (BUMDes) untuk persyaratan penjaringan tes perangkat desa (Perades).

Pengisian perangkat desa (perades) di Kabupaten Blora diikuti sekitar 194 desa dengan jumlah lowongan perangkat sebanyak 857 jabatan sudah sele-sai dilaksanakan. Antusiasme masyarakat untuk mengisi lowongan tersebut sangatlah banyak. Maka tak heran, mereka rela melakukan segala cara untuk dapat menempati lo-wongan itu.

Beragam dugaan bermunculan terkait adanya kejanggalan. Usai pelaksanaan tes pengisian perades, perangkat desa yang tidak lolos melakukan aksi unjuk rasa dan membuat laporan ke pihak kepolisian karena merasa dicurangi. Beberap desa yang dilaporkan adalah Desa Nginggil, Desa Beganjing, Desa Talokwohmojo, Desa Cabean, Desa Kentong, Desa Sumber, Desa Sembongin, Desa Trembul, Desa Jepangrejo dan lainnya. (*)

Manfaat Waduk Greneng-Blora Belum Optimal

“Forum Pemred gelar lomba mancing dan dialog interaktif pemanfaatan waduk Greneng untuk kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian dan pariwisata Kabupaten Blora.”


ADA dua pesan penting dari Presiden Joko Widodo saat meresmikan Bendungan Randugunting di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu, 5 Januari 2022 lalu yang patut dikawal implementasinya. Pertama, Bendungan Randugunting , harus dapat menjadikan ketahanan dan kemandirian pangan menjadi makin baik.

Kedua, Bendungan Randugunting harus memiliki fungsi konservasi dan pariwisata.
Dari pesan orang nomor satu di Republik Indonesia ini, terkandung harapan besar, bila keberadaan waduk atau bendungan, termasuk yang ada di Blora harus bisa mensejahterakan masyarakat.

Baik dari sisi pemanfaatan air, untuk sektor pertanian dan perikanan maupun konservasinya untuk penyelamatan alam, lingkungan dan pariwisata. Harapan Presiden itu, tentu bukan hanya untuk waduk atau bendungan baru seperti Randugunting, tapi juga untuk waduk-waduk yang lain.

Pemanfaatan Waduk Greneng
Maka ketika ada waduk atau bendungan, termasuk yang ada di Blora ini, belum banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tentu pantas dipertanyakan.
Seperti keberadaan Bendungan atau Waduk Greneng, yang berada di wilayah Kecamatan Tunjungan Blora.
Waduk dengan luas kurang lebih 64 hektar yang dibangun tahun 1919, konon hingga kini belum mampu memberi kontribusi yang maksimal, kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Blora secara luas.
Adanya keluhan dari para petani yang masih kerap kesulitan mendapat air saat memasuki musim tanam, juga pemanfataan aset lain untuk pengembangan pariwisata atau pemberdayaan ekonomi, seperti akan jadi deret panjang ‘potret’ buram Waduk Greneng.
Untuk itu, Forum Pemred Media Blora, wadah ajang curah pikir para wartawan senior di Blora, yang menangkap kegalauan dari stake holder waduk peninggalan jaman Belanda itu, untuk ikut mencarikan jalan solusinya.
Event Lomba Mancing
Bersamaan dengan event yang digelar Lomba Mancing “GRENENG CUP” bekerjasama dengan Dinporabudpar Kab. Blora, Minggu 26 Juni 2022 di Pemancingan Go Green, Greneng, Tunjungan, juga diadakan dialog (Podcast) “Membedah Potensi Menumbuhkan Kreasi dari Waduk Greneng”.
Akan tampil di acara dialog langusung itu Bupati Blora H. Arief Rohman, SIP.MSi, Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto, SPd, MH, Kepala BWWS Pemali Juana M. Adek Rizaldi, ST.MTech, anggota DPR RI, Ketua Heri Agung ST, Ketua APDESI Blora dan perwakilan kelompok tani Kecamatan Tunjungan.
Hary Subiyantoro, Ketua Forum Pemred Media Blora, yang juga Ketua Panitia Lomba Mancing dan Dialog Membeah Potensi Waduk Greneng mengatakan Waduk Greneng, dengan luas daerah tangkapan 4,99 KM2 itu dapat dimanfatkan untuk mengalirkan irigasi seluas 251 ha.
Dengan kondisi ini membuat Waduk Greneng menjadi pilar penyangga kebutuhan air pertanian bagi masyarakat Blora yang tinggal di Kecamatan Tunjungan. Selain potensi air untuk pertanian, Waduk Greneng juga menyimpan potensi besar lain yang bisa dikembangkan menjadi objek wisata yang menarik.
Dialog Forum Pemred
Namun demikian, potensi besar dari Waduk Greneng itu ternyata belum dimanfaatkan secara maksimal, untuk memberikan out put kesejahteraan masyarakat sekitar. Berbagai persoalan masih muncul, mulai dari carut marut tata kelola penyaluran air irigasi bagi petani, maupun belum maksimalnya pengelolaan Waduk Greneng pada sektor pariwisata.
“Maka dengan melihat hal itu, kami Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) Media di Blora bermaksud menyelenggarakan dialog dengan tema “Mengelola Waduk Greneng, Mengalirkan Kesejahteraan” terang Pemimpin Redaksi Majalah Edukasi.
Melalui dialog dari pihak-pihak yang berkompeten terhadap keberadaan Waduk Greneng, bisa memahami arti dan manfaat waduk untuk kesejahteraan masyarakat.
“Disamping itu juga bertujuan untuk Optimalisasi Manfaat Waduk Greneng sebagai pemasok air bagi Petani untuk dan sektor Pariwisata” papar Hary.
Bazaar Produk UMKM
Selain itu, juga akan digelar Bazaar produk – produk UMKM dari Tim Penggerak PKK Desa se Kecamatan Tunjungan, DPC Barisan Wirausaha Muda Indonesia (BMWI) Kabupaten Blora dan produk UMKM binaan Pertamina EP Cepu, dan Wings Group Area Blora – Grobogan.
Hal itu juga diungkapkan oleh Abas A. Darsono Pembina Forum Pemred Media Blora, bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sekedar memberi fasilitas penghobby mancing atau mancing mania, sekaligus sebagai sarana bedah potensi dan peluang ekonomi yang harus digali melalui dialog dan Bazaar produk lokal.
“Jadi ini bukan lomba mancing biasa, agar lebih hidup dan bisa menghasilkan rekomendasi kebijakan yang menguntungkan bagi masyarakat, kami gelar dialog interaktif yang disiarkan secara live, juga berupaya memasarkan produk – produk unggulan warga Blora,” tandas Pemimipin Umum Koran Diva, media cetak senior di Blora. (()

Haji Keikhlasan, Berangkatkan Wong Cilik secara Gratis ke Tanah Suci

BLORA.-

Menjelang keberangkatan jamaah haji Blora pada 30 Juni 2022, mantan Sekda Blora yang sekarang menjabat Ketua PWRI Blora, H. Bambang Sulistya sibuk bersilaturahmi ke beberapa teman haji yang memiliki predikat “Haji Keikhlasan”.

Haji keikhlasan itu hanya sebutan yang mengingatkannya kepada orang-orang yang telah berangkat haji dengan dibIayai dari dana keikhlasan para pegawai Setda Kabupaten Blora. Ditambah dana dari hamba Allah yang peduli untuk memberangkatkan calon jemaah haji wong cilik ke tanah suci secara gratis.

“Pengumpulan dana dilakukan setiap awal bulan dalam kegiatan apel pagi,” ujar Bambang Sulistya, Kamis (23/6/2022).

Sebelum mengikuti apel, tambah Bambang, seluruh karyawan diberikan amplop yang masih kosong dan selesai apel semua peserta apel memasukan amplop yang telah diisi uang secara ikhlas ke Kotak Amal Akherat Setda (KAAS).

Didorong juga dengan kata-kata motivasi, siapapun yang telah memasukan amplop ke KAAS nantinya diharapkan masuk surga.

“Pelaksanakan kegiatan untuk mewujudkan Haji Keikhlasan itu berlangsung dari Tahun 2008 sampai dengan 2012, dan telah memberangkatkan calon Haji Keikhlasan sebanyak 13 orang,” jelasnya.

Kegiatan yang bersifat kelangitan oleh para pegawai Setda baik dari para petugas honorer, para ASN, staf maupun pejabat akhirnya mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang dipimpin oleh Jaya Suprana, Bos Jamu Jago.

Adapun yang berhak berangkat menjadi calon Haji Keikhlasan diantaranya karyawan Setda Blora yang beragama Islam yang rajin memakmurkan masjid dari kelompok honorer serta para ASN golongan satu.

“Yaitu para petugas kebersihan, penjaga kantor dan sopir Setda Blora,” tandas Bambang.

Semangat untuk mewujudkan Haji Keikhlasan diilhami oleh sebuah ungkapan syarat paling utama untuk naik haji adalah atas ijin dari Allah SWT. Dengan izin-Nya orang yang tidak mampu bisa dimampukan dengan berbagai cara. Ada yang menabung, ada mendapat bantuan dari para dermawan dan ada yang mendapat dukungan dana dari Pemerintah.

Sehingga di kalangan masyarakat ada berbagai istilah atau anekdot tentang nama haji sekedar untuk membuat senyum dan menghibur diri. Seperti halnya; Haji Abidin (Anggaran biaya dinas), Haji Sokeh (Sokongan wong akeh), Haji Abu Bakar (Atas budi baik saudagar), Haji Gamal (Gantian orang meninggal), Haji Dadang (dananya dari utang), dan Haji Najuwar( Dananya jual warisan).

“Berdasarkan hasil silaturahmi kepada beberapa haji keiklhasan di Kabupaten Blora saya memperoleh pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan saat ini,” jelasnya.

Karena dari berbagai ungkapan yang disampaikan ada berbagai perubahan sikap mental positif setelah mereka naik haji yang dapat dirumuskan kedalam sebuah Akronim SPDI, bukan kepanjangan dari Sarjana Pendidikan Islam.

“Namun maknanya sebagai berikut, (S) – Syukur menjadi kebiasaan hidup yang saat ini selalu dilakukan oleh para haji keikhlasan dalam menikmati dan menghadapi realita kehidupan yang semakin sulit,” kata Bambang Sulistya.

Mengapa saat ini mereka terus belajar bersyukur karena ternyata dalam hidup itu misteri, manusia hanya punya wilayah berikhtiar dan hasilnya adalah Allah yang menentukan.

“Dulu sebagai wong cilik tak terbayangkan kalau bisa naik haji secara gratis. Atas dasar pengalaman hidup itulah sekarang hidup tidak lagi kemrungsung,grusa grusu dan bingung tapi makin tenang dan pasrah kepada Allah,” tambahnya.

Paling penting hidup prasojo ora neko-neko (hidup sederhana tidak aneh aneh) pasti bakal mulya. “Karena hidup itu sudah ada yang mengatur yaitu Allah Yang Maha bijaksana,” ucapnya.

(P)-Pengendalian diri dalam kehidupan sehari hari makin teruji dan terkendali serta menjadi semangat untuk menggapai kehidupan yang lebih baik, terarah dan makin sejahtera.

Karena hidup penuh amarah akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Sebagai predikat penyadang haji ternyata juga makin hati hati baik dalam bersikap, berucap dan bertindak.

Stop untuk menyebarkan berita hoaks, apalagi berita yang mengandung unsur fitnah dan ujaran kebencian dan intoleransi.

Dalam memberikan pelayanan kepada siapapun samakin santun dan penuh dengan perhatian.

Huruf (D)-Disiplin dalam melaksanakan tugas dan disiplin dalam beribadah menjadi motto dalam kehidupan saat ini.

“Hindari sikap yang selalu ingkar janji dan melanggar komitmen. Bahkan saat ini mereka makin memiliki kepekaan yang tinggi kepada saudara saudara kita yang belum beruntung,” ungkapnya.

Karena selalu diingatkan oleh sebuah petuah, sopo sing seneng nulung bakal ditulung (Siapa yang suka menolong pasti akan ditolong).

Berikutnya, huruf terakhir (I)-Iman mereka makin meningkat dan mantab, salat lima waktu tidak pernah bolong tepat waktu dan berjamaah bahkan saat ini makin rajin salat sunah tahajud dan dhuha. Demikian pula juga melakasanakan puasa Senin-Kamis.

Semangat dalam hidup mereka saat ini dimana saja dan kapan saja segala tindakannya selalu dimaknahi sebagai niat untuk beribadah.

Melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi Larangan-Nya.Demikian buah dari silaturahmi kepada para Haji Keikhlasan semoga mampu memberi spirit dan teladan kepada kita semua.

Untuk diketahui, menjadi sebuah catatan bersejarah berkenaan dengan musim haji tahun 2022.

Karena sudah dua kali penyelenggaraan haji tahun 2020 dan 2021 mengalami kefakuman gara-gara adanya pandemi COVID-19.

Sebagai umat Islam kita mestinya patut bersyukur sebab tahun 2022 Pemerintah Indonesia kembali bisa memberangkatkan lagi calon jemaah haji ke tanah suci.

Bahkan ada kabar terbaru dari Arab Saudi akan beri tambahan kouta haji 2022 sebanyak 10 ribu untuk Indonesia.

Disamping itu ada kabar gembira puncak haji tahun ini diprediksi pada hari Jumat yang merupakan Haji Akbar. (*).

Dipimpin AHY, Elektabilitas Demokrat Naik Lagi Capai 11,6 Persen di Survei Kompas

BLORA.-

Berdasarkan survei Litbang Kompas yang dirilis hari Selasa, 21 Juni 2022, tiga besar elektabilitas Partai Politik ditempati oleh PDIP 22,8 persen, Gerindra 12,5 persen, dan Demokrat 11,6 persen. Adapun peringkat selanjutnya diduduki oleh Golkar 10,3 persen, PKB 5,4 persen , PKS 5,4 persen, Nasdem 4,1 persen, PAN 3,6 persen, dan PPP 2 persen.

Litbang Kompas sendiri melakukan survei secara berkala. Berdasarkan survei tersebut pada Oktober 2021, elektabilitas Demokrat masih di 5,4 persen. Sedangkan survei di bulan Januari 2022, Demokrat menembus dua digit, yaitu 10,7 persen. Dan kini, Demokrat naik kembali mencapai 11,6 persen. Hal ini menunjukkan elektabilitas Demokrat meningkat secara konsisten selama setahun terakhir.

Demokrat mengapresiasi hasil survei Litbang Kompas ini. Hasil positif ini semakin memacu Demokrat agar terus memperjuangkan dan menyuarakan aspirasi dan harapan rakyat, untuk perubahan dan perbaikan. Ada tiga kunci kenaikan elektabilitas Partai Demokrat.

Pertama, konsistensi Partai Demokrat menyuarakan aspirasi masyarakat terkait kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, yang disampaikan secara terintegrasi di ruang publik, baik di parlemen pusat maupun daerah.

Hal ini terjadi dikarenakan oleh kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang lebih kolaboratif, terbuka, dan menggunakan pendekatan terukur berbasis data, membuat setiap gerak langkah yang diambil Demokrat sesuai dengan harapan publik.

Kedua, konsolidasi organisasi yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono juga membuahkan hasil positif. Soliditas semakin terjaga. Kebersamaan dan loyalitas kader semakin terbentuk.

Kesatuan gerak langkah organisasi Partai Demokrat di berbagai tingkatan sebagai buah konsolidasi ini pun, memudahkan Demokrat mendekatkan diri dengan rakyat dan melaksanakan program-program yang bermanfaat bagi rakyat, seperti disampaikan Peneliti Senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor di Harian Kompas (21/06).

Ketiga, intensitas dan konsistensi Partai Demokrat dalam membantu rakyat secara masif saat menghadapi kesulitan selama masa pandemi covid-19 dalam dua tahun terakhir ini merupakan program konkrit yang sangat menyentuh dan bermanfaat langsung bagi rakyat.

Dengan hasil survei ini tidak akan membuat Demokrat jumawa namun justru akan membuat para kader Demokrat semakin giat dalam mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi rakyat khususnya dalam hal perubahan dan perbaikan, karena harapan rakyat adalah perjuangan Demokrat. (*)

Kurang Diminati Masyarakat, MPP Blora Sepi Pengunjung

BLORA.-

Setelah satu tahun lebih berjalan, yaitu sejak diresmikan oleh Bupati Blora Arief Rohman pada Juni 2021 lalu, Mal Pelayanan Publik (MPP) Blora terlihat belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.

Padahal keberadaan MPP ini dimaksudkan untuk memberi kemudahan pada masyarakat dengan model pelayanan satu pintu dalam hal pengurusan perijinan serta berbagai pengurusan surat-surat yang diperlukan masyarakat dan dunia usaha. Dan, strategi ini pada waktu itu menjadi prioritas program kerja 99 hari bupati Arief Rohman.

Ada 29 instansi yang membuka gerai pelayanan di MPP Blora namun sejak diresmikan sampai setahun ini, antusias masyarakat untuk mengurus berbagai surat dan perijinan di MPP masih sangat rendah. Terbukti dalam sehari-hari pengunjung yang mendatangi MPP masih relatif sepi. Hal ini bisa disimpulkan bahwa masyarakat masih lebih suka datang langsung ke kantor atau dinas terkait dibanding mengurus ke MPP.

Dari pantauan korandiva.co pada Selasa (14/06/2022), yang terlihat ramai pengunjungnya adalah gerai instansi Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil), yang melayani seputar surat-surat kependudukan seperti Kartu Keluarga, KTP dan lainnya.

Hal itu dibenarkan oleh Kukuh Setiyo, petugas security bahwa gerai ini konsisten setiap hari rata-rata antriannya sekitar seratus orang. “Kalau gerai Dukcapil hampir setiap hari banyak yang datang,” ujarnya.

Di gerai instansi lain, meski ada petugas yang standby terlihat sangat sepi. Misalnya gerai KPP Pratama, dari mulai buka sampai menjelang istirahat siang baru ada 1 orang yang datang. Di gerai Pendidikan Nasional, pada hari itu malah tidak ada seorang pun yang datang.

Sementara di gerai lain bahkan sudah ditinggalkan oleh petugasnya karena memang tidak ada nasabah yang datang. Di sebagian gerai lagi, memang petugasnya hanya datang di hari-hari tertentu saja, misalnya gerai imigrasi.

Ketika ditanya kenapa sepi, Naufal Haidar petugas KPP Pratama yang bertugas hari itu menjawab, “Masyarakat sepertinya masih lebih nyaman datang langsung ke kantor pusat di Blora karena disana lebih lengkap pelayanannya. Apalagi kalau wajib pajaknya perusahaan atau lembaga,”.

Jika Gedung MPP ini terasa terlalu besar karena bangunan megah yang awalnya bernama Gedung Konco Tani yang sengaja didisain bisa menampung dan menjadi wadah bagi petani yang merupakan profesi mayoritas penduduk Blora. Eks Gedung Konco Tani ini disainnya mempunyai auditorium atau ruang pertemuan yang bisa menampung lebih dari seribu petani.

Sudah tidak penting mempertanyakan, lebih bermanfaat untuk gedung pertanian atau MPP? Yang lebih penting untuk dipikirkan adalah bagaimana mensosialisasikan masyarakat untuk lebih memaksimalkan pemanfaatan Mal Pelayanan Publik ini. (*)

Proyek Kandang Ayam Rp 1,4 Miliar Mangkrak di Sambong

“Saya berharap dari aset yang ada bisa dimanfaatkan. Butuh solusi, masukan dan pengarahan dari Pemkab Blora. Kami harus bagaimana?” terang Kepala Desa Brabowan, Indarsih, Senin (06/06/2022).


Kandang ayam di Desa Brabowan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora yang diresmikan pada Tahun 2019 oleh oleh Wakil Bupati Blora, Arief Rohman (sekarang bupati), kondisinya sekarang mangkrak.

Kepala Desa Brabowan, Indarsih sangat menyayangkan kandang ayam yang mangkrak sejak 2020, setelah pemeliharaan pertama. Hasil tidak maksimal, sulit pemasaran dan berdampak pada pembiayaan.

“Sekarang kandangnya mangkrak. Terus dananya dari mana lagi? Dana yang dulu sudah hilang dan masyarakat tidak mau lagi. Yang tersisa hanya kandang, mesin penetas, kulkas 2 unit dan mobil. Barang tersebut masih ada semuanya. Yang tidak ada ayamnya. Asset tersebut sudah diserahkan ke BUMdes,” ujarnya.

Pembangunan pusat pengembangan ayam joper di desa ini dibiayai oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) melalui program PIID-PEL (Pilot Inkubasi Inovasi Desa – Pengembangan Ekonomi Lokal) sebesar Rp 1,4 milyar.

Kandang itu pernah produksi doc (anak ayam) 700 ekor, ayam joper 500 ekor sampai 2 kali dan pengelolaan doc 8 kali. Awalnya diharapkan mampu menekan angka kemiskinan.

Menurut Indarsih, kegagalan program itu akibat kurangnya pendampingan sehingga hasilnya tidak maksimal. “Harusnya pendampingan dari awal sehingga masyarakat bisa yakin dan bisa diberdayakan. Padahal pendamping itu ada anggarannya,” tukasnya.

Kandang ayam yang dibangun di atas lahan desa seluas 5000 meter persegi itu terdiri atas unit inseminasi, unit peternakan joper, unit pembuat pakan, unit pengelola hasil panen, pengemasan karkas, fasilitasi inkubasi dan operasional. (*)

Poltekkes Blora Mempunyai Kampus Baru

BLORA.-

Bertempat di gedung baru Kampus 4 Blora, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Semarang, Jumat (3/6/22) mengadakan tasyakuran. Hal ini menandai serah terima selesainya pembangunan gedung baru tersebut sebagai kampus 4 untuk Prodi Keperawatan dan Prodi Kebidanan.

Acara yang penuh kehangatan dan kekeluargaan ini dihadiri oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang, Dr Marsum BE, SPd, MHP serta jajaran Kaprodi dan keluarga besar Poltekkes Kemenkes Semarang.

Pada hari itu, secara simbolik dilakukan penyerahan kunci kepada Kaprodi Kebidanan Krisdiana Wijayanti, dan Kaprodi Keperawatan Joni Siswanto.

Gedung kampus baru yang menempati area seluas tiga hektar itu berlokasi di Kelurahan Sonorejo, Blora, bersebelahan dengan Gedung BPPKAD Kabupaten Blora. Hal ini sebagai wujud perkembangan Poltekkes Semarang terutama prodi keperawan dan kebidanan.

Kedepan, kampus baru yang dibangun dengan dana 15 milyar ini nantinya akan menjadi kampus sekaligus asrama Poltekkes kemenkes Blora. Mengingat kampus yang selama ini dipakai merupakan aset dari Pemda Kabupaten Blora.

Poltekkes Kemenkes Semarang sendiri mempuyai beberapa prodi yang tersebar di beberapa kota seperti Magelang, Purwokerto, Tegal, Kendal, Pekalongan dan Blora. Blora sendiri merupakan kampus 4 untuk Prodi Kebidanan dan Prodi Keperawatan.

Dalam sambutannya Dr Marsum berharap semoga dengan adanya gedung baru dan kampus ini bisa memajukan kelurahan Sonorejo khususunya dan Blora Mustika yang unggul dan sejahtera.

Tasyakuran Kampus baru ini sendiri merupakan rangkaian dari Dies Natalies Poltekkes Kemenkes Semarang yang ke-21, yang pada tahun ini dipusatkan di Kota Blora. (*)

Sudah Pegang SK, Atun Seolah Diatas Angin

BLORA.-

Meski gelombang penolakan dirinya cukup besar dari sebagian warga yang menolak dirinya menjadi Sekdes, atau bahkan menginginkan dirinya dicopot dari perangkat, namun Siti Rubiyatun alias Atun, tidak gentar.

Bukan tanpa alasan, dia tetap berpegang pada ucapan Kades Nglobo, bahwa proses mutasi dirinya dari Kaur Keuangan menjadi sekretaris desa (Sekdes) sudah sesuai prosedur.

Padahal fakta di lapangan, pelantikan Sekdes yang sudah dipersiapkan pada Sabtu (19/3) pekan lalu yang dihadiri Camat Jiken disertai pengamanan dari Kepolisian dan Koramil setempat, akhirnya batal.

Bagaimana sebenarnya kinerja seorang Atun? Seberapa hebat dia sehingga Kades harus pasang badan untuk mempertahankannya?

Dari sesama rekan kerjanya yang tidak mau disebut namanya menjelaskan bahwa Atun itu memang pintar. “Atun itu pinter, Mas. Komputer pinter, buat laporan pinter, wis opo-opo pinter,” katanya.

Lha terus, kenapa?

“Tapi ya itu, kadang malah untuk minterin…,” jelas-nya.

Seolah diatas angin, Atun berpegang pada SK yang sudah turun. Dan dia akan terus memperjuangkannya. Terbukti untuk menyelesaikan hal ini Atun menggandeng pengacara sebagai kuasa hukum. (*)

Jelang Rakerda, PKS Blora Silaturahmi ke Sedulur Sikep Samin

BLORA.-

Menjelang Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Blora, Rabu (16/03/2022) melakukan silaturahmi ke salah satu tokoh sedulur sikep di Dukuh Blimbing, Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Acara silaturahmi ke tokoh sikep Samin ini merupakan rangkaian dari rakerda. Kami belajar, ngobrol gayeng sambil ngopi ” kata Santoso Budi Susetyo, Ketua DPD PKS Blora.

Beserta rombongan, Budi sapaan akrab ketua DPD PKS Blora ini ditemui sesepuh sedulur sikep Samin yaitu Mbah Pramugi Prawiro Wijoyo.

“Selain belajar kearifan lokal, kami mengambil spirit perjuangan Samin Surosentiko melawan Belanda,” imbuh pria yang juga anggota DPRD Blora ini.

“Maturnuwun, PKS serombongan telah silaturahim kesini, kabeh iki tak anggep anak, tak anggep saudara (semua ini saya anggap anak, saya anggap saudara, Red), mudah-mudahan di dalam Rakerda yang akan dilaksanakan nanti, bisa merancang program-program yang dapat membentuk kerukunan dan kebaikan,” tutur Mbah Pram sesepuh Sikep dengan penuh kebijaksanaan.

Banyak masukan yang disampaikan oleh Mbah Pram. “Insyaallah, pesan ini terus kami pegang dan kami laksanakan sebaik mungkin,”. pungkasnya. (*)