Korandiva-BLORA.- Tidak semua perpisahan dalam birokrasi berakhir dengan tepuk tangan panjang dan seremoni yang meriah. Ada yang berlangsung sederhana, namun meninggalkan kesan mendalam tentang arti pengabdian, ketekunan, dan perjalanan hidup yang dijalani puluhan tahun.
Suasana itulah yang terasa di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa (2/6/2026), saat Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, menerima Surat Keputusan (SK) pensiun bersama 62 Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya.
Di antara puluhan nama yang menerima SK purna tugas, sosok Komang menjadi perhatian tersendiri. Bukan semata karena jabatan terakhirnya sebagai Sekretaris Daerah, melainkan karena jejak pengabdian yang telah ia tinggalkan selama 31 tahun menjadi aparatur negara di Kabupaten Blora.
Pada 1 Agustus 2026 mendatang, Komang resmi memasuki masa pensiun. Sebuah titik akhir perjalanan panjang sebagai ASN. Namun bagi pria yang dikenal sebagai salah satu birokrat paling senior di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora itu, pensiun bukanlah garis akhir.
Justru dari titik itulah ia bersiap memulai babak baru.
Alih-alih menikmati masa purna tugas dengan beristirahat sepenuhnya, Komang memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral. Sebuah keputusan yang menunjukkan bahwa semangat belajar dan mengabdi tidak pernah mengenal batas usia maupun jabatan.
Selama lebih dari tiga dekade, Komang menjadi bagian dari denyut birokrasi Kabupaten Blora. Ia menyaksikan pergantian kepemimpinan daerah, perubahan regulasi, hingga dinamika pembangunan yang terus bergerak dari masa ke masa.
Kariernya tumbuh bersama perjalanan pemerintahan daerah.
Sebagai ASN dengan pangkat tertinggi di Kabupaten Blora, golongan IV/e, Komang menempati posisi strategis dalam struktur birokrasi. Sebagai Sekretaris Daerah, ia berada di simpul penting pemerintahan, menjembatani visi kepala daerah dengan pelaksanaan program yang dijalankan organisasi perangkat daerah.
Posisi itu menuntut lebih dari sekadar kemampuan administratif. Dibutuhkan ketelitian, keteguhan, kecermatan membaca situasi, serta kemampuan menjaga stabilitas birokrasi di tengah berbagai tantangan yang datang silih berganti.
Bupati Blora Arief Rohman mengakui, purna tugas Komang menjadi momen yang istimewa bagi Pemerintah Kabupaten Blora.
“Penyerahan SK purnatugas ini terasa istimewa karena ada salah satu ASN terbaik kita, ASN senior di Kabupaten Blora, Bapak Sekda Komang. Beliau ini pangkatnya pangkat tertinggi IV/e sebagai ASN tertinggi yang ada di Kabupaten Blora,” ujar Arief.

Ucapan itu bukan sekadar formalitas perpisahan. Di baliknya tersimpan pengakuan atas perjalanan panjang seorang birokrat yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk pelayanan publik.
Selama 31 tahun, Komang menjalani berbagai tanggung jawab pemerintahan. Ada keputusan yang harus diambil, persoalan yang harus diselesaikan, koordinasi yang harus dijaga, hingga tekanan pekerjaan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan seorang pejabat publik.
Tiga dekade lebih adalah rentang waktu yang panjang. Waktu yang cukup untuk meninggalkan jejak, membangun sistem, dan menanamkan nilai-nilai kerja kepada generasi ASN berikutnya.
“Pak Komang 31 tahun jadi PNS di Blora. Ini masa pengabdian yang tidak sedikit,” kata Arief.
Momentum purna tugas itu sekaligus menjadi ruang refleksi tentang makna pengabdian. Bahwa di balik jabatan, pangkat, dan kewenangan yang melekat, sesungguhnya terdapat dedikasi panjang yang sering kali tak terlihat oleh publik.
Pada hari yang sama, puluhan ASN dari berbagai profesi juga menerima SK pensiun. Mereka berasal dari kalangan guru, tenaga kesehatan, dokter, bidan, hingga pegawai pemerintahan.
Masing-masing membawa kisah pengabdian yang berbeda, namun memiliki benang merah yang sama: memberikan bagian terbaik hidupnya untuk melayani masyarakat.
Bupati Arief berpesan agar para pensiunan tetap menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
“Pensiun sejatinya bukan berhenti mengabdi, melainkan melanjutkan pengabdian dengan memberikan kemanfaatan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pesan itu terasa begitu dekat dengan sosok Komang.
Rencana melanjutkan studi doktoral menjadi simbol bahwa masa pensiun tidak identik dengan berhentinya produktivitas. Sebaliknya, pengalaman birokrasi yang telah ditempa selama puluhan tahun dapat diperkaya melalui ilmu pengetahuan, penelitian, dan kontribusi akademik.
Di tengah perubahan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks, pengalaman birokrat senior memiliki nilai yang tak ternilai. Mereka menyimpan memori kelembagaan, pemahaman sejarah kebijakan, serta pengalaman menghadapi berbagai persoalan pemerintahan yang tidak selalu tercatat dalam dokumen resmi.
Modal itu tidak hilang ketika masa jabatan berakhir.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, Arief Rohman menyampaikan penghargaan kepada seluruh ASN yang memasuki masa purna tugas.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora mengaturkan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas semua dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang sudah bapak ibu berikan selama ini. Kalau ujian itu istilahnya sudah cumlaude semua, sudah lulus semua,” ujarnya.
Sore itu, Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora menjadi saksi sebuah peralihan yang penuh makna.
Ada jabatan yang ditinggalkan. Ada masa dinas yang dituntaskan. Namun ada pula semangat yang tetap menyala.
Komang Gede Irawadi memang akan melepas statusnya sebagai ASN aktif. Tetapi ia tidak melepaskan komitmennya untuk terus belajar dan memberi manfaat.
Setelah 31 tahun mengabdi di jalur birokrasi, ia memilih melanjutkan perjalanan dengan cara yang berbeda.
Bukan lagi dari balik meja pemerintahan, melainkan dari ruang akademik yang akan membawanya menuju gelar doktor.
Karena bagi sebagian orang, pensiun adalah akhir perjalanan. Namun bagi Komang Gede Irawadi, pensiun justru menjadi awal dari pengabdian yang baru. (*)


