Korandiva-BLORA.- PT BPR BKK Blora (Perseroda) memasang target agresif pada 2026. Bank milik daerah itu membidik total aset perusahaan menembus Rp 560 miliar, seiring tren pertumbuhan bisnis yang terus menanjak dalam dua tahun terakhir.
Direktur Utama PT BPR BKK Blora, Puguh Haryono, menyebut performa perusahaan tidak hanya tercermin dari pertumbuhan aset, tetapi juga dari sederet penghargaan yang diterima sepanjang 2025 hingga 2026.
“Kami sejak awal tidak pernah merencanakan mengejar penghargaan. Tetapi dalam periode 2025 sampai 2026, kami terus mendapat apresiasi dari berbagai lembaga independen karena kinerja perusahaan dinilai sangat baik,” ujar Puguh, Rabu (13/5/2026).
Hingga April 2026, total aset BPR BKK Blora tercatat mencapai sekitar Rp 540 miliar. Angka itu diproyeksikan terus meningkat melalui ekspansi usaha dan penguatan layanan keuangan di tingkat daerah.
“Posisi aset kami per April sudah sekitar Rp 540 miliar. Tahun ini kami menargetkan bisa menembus Rp 560 miliar,” katanya.
Puguh menegaskan kondisi kesehatan perusahaan saat ini berada dalam kategori sangat sehat. Ia juga memastikan dana masyarakat yang disimpan di BPR BKK Blora tetap aman karena berada dalam perlindungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Dari sisi kesehatan perusahaan, kami sangat sehat. Dana nasabah juga aman karena dijamin LPS,” tegasnya.
Di tengah persaingan sektor perbankan yang semakin ketat, BPR BKK Blora juga mengklaim mampu memberi kontribusi besar terhadap pendapatan daerah. Salah satunya melalui dividen yang disetorkan kepada Pemerintah Kabupaten Blora sebagai pemegang saham.
Menurut Puguh, nilai investasi pemerintah daerah di BPR BKK Blora saat ini sekitar Rp 12 miliar. Namun dari investasi tersebut, Pemkab Blora disebut menerima dividen hingga Rp 4,4 miliar.
“Ini menunjukkan hasil investasi yang sangat baik. Dengan penyertaan modal sekitar Rp 12 miliar, pemerintah daerah menerima dividen Rp 4,4 miliar. Itu angka yang luar biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI) yang diterima pemerintah daerah mencapai sekitar 32 persen.
“Artinya, investasi pemerintah daerah di BPR BKK Blora memberikan keuntungan sekitar 32 persen,” imbuhnya.
Tak hanya fokus mengejar profit, perusahaan pelat merah itu juga mengeklaim aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Sejumlah program sosial telah digulirkan, mulai pemberdayaan peternak milenial, bantuan bedah rumah, hingga program jambanisasi bagi masyarakat.
“CSR kami cukup banyak. Ada pemberdayaan peternak milenial, bedah rumah, sampai jambanisasi,” jelas Puguh.
Dengan tren pertumbuhan aset yang terus naik, setoran dividen yang besar, serta ekspansi layanan yang terus diperkuat, BPR BKK Blora kini mencoba menegaskan posisinya sebagai salah satu BPR daerah dengan kinerja paling agresif di Jawa Tengah. (*)


