BLORAJAWA TENGAH

Blora Pertahankan Predikat Lumbung Pangan, BIB Jadi Andalan Peningkatan Populasi Sapi Nasional

Korandiva-BLORA.- Di bawah kepemimpinan Bupati Arief Rohman dan Wakil Bupati Sri Setyorini, Kabupaten Blora terus menunjukkan progres signifikan di berbagai sektor pembangunan. Dengan visi “Sesarengan Mbangun Blora, Maju dan Berkelanjutan”, pemerintah daerah berhasil menjaga posisi daerah sebagai lumbung pangan sekaligus pusat populasi sapi potong nasional.

Salah satu capaian terbaru datang dari sektor pertanian dan peternakan. Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Ngaliman, baru-baru ini menerima penghargaan dari media harian di Kudus pada Jumat (13/2/2026).

Penghargaan tersebut diberikan atas komitmennya dalam mendorong kedaulatan pangan melalui pengembangan pertanian organik dan pemberdayaan petani milenial.

Menurut Ngaliman, populasi sapi potong di Blora saat ini telah menembus lebih dari 270 ribu ekor. Jumlah tersebut merepresentasikan sekitar 14 persen dari total populasi sapi di Jawa Tengah, sekaligus menempatkan Blora pada peringkat kedua nasional dalam populasi sapi potong.

BIB Blora Jadi Satu-satunya di Tingkat Kabupaten se-Jateng
Keunggulan strategis Blora juga ditopang keberadaan Balai Inseminasi Buatan Blora (BIB) yang dikelola UPTD Pembibitan Ternak di Desa Tunjungan. Balai ini menjadi satu-satunya balai inseminasi buatan tingkat kabupaten di Jawa Tengah yang mampu memproduksi semen beku (straw) berkualitas tinggi.

Sejak 2024, BIB Blora telah memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Produk semen beku yang dihasilkan telah mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan ISO 9001, sehingga kualitasnya diakui secara nasional.

Kepala UPTD Pembibitan Ternak, drh. Juliah Subaningsih, menjelaskan saat ini tersedia tujuh pejantan unggul jenis Simental dan Limosin. Selain memproduksi dan memasarkan semen beku, BIB juga berfungsi sebagai pusat pelatihan, magang, serta layanan pemeriksaan kesehatan ternak. Keberadaan fasilitas ini diyakini mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternak sapi di Blora.

Sejarah Panjang dan Semangat Keberanian
Eksistensi BIB Blora yang telah berjalan selama 24 tahun tidak lepas dari sejarah panjang dan semangat keberanian para perintisnya. Mantan Kepala Dinas Peternakan Blora, Ir. Puspito Wardoyo, mengenang masa awal pendirian balai pada era Bupati Ir. Basuki Widodo. Saat itu, kebijakan provinsi belum memperbolehkan pendirian BIB di tingkat kabupaten.

Namun dengan semangat Rawe-rawe rantas, malang-malang putung, pemerintah daerah tetap berupaya meningkatkan kualitas ternak lokal Peranakan Ongole (PO) dengan menjalin komunikasi langsung hingga tingkat Direktorat Jenderal Peternakan serta pakar inseminasi buatan dari IPB, termasuk mendatangkan pejantan unggul dari Australia.

Apresiasi Tokoh Senior
Apresiasi juga datang dari mantan Kepala Dinas Pertanian Blora, Ir. Bambang Sulistya, M.MA. Ia menilai pengelolaan balai inseminasi membutuhkan prinsip K3, yakni Kesabaran, Ketulusan, dan Kegigihan. Menurutnya, keberadaan BIB harus terus dijaga agar menjadi sumber peningkatan kesejahteraan peternak di daerah.

Sebagai bentuk penghormatan kepada para petugas inseminator yang bekerja di lapangan, sebuah pantun penutup disampaikan:
“Buah jambu buah pepaya,
Bergizi tinggi manis rasanya.
Jangan ragu terus berkarya,
Demi Blora makin sejahtera.” (*)

BERITA TERKAIT