Korandiva-BLORA.- Sabtu pagi (17/1/2026) itu, suasana di kawasan Jalan By Pass, Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, tampak berbeda dari biasanya. Di tepian embung yang dahulu hanya dikenal sebagai pengendali banjir, kini berkumpul ratusan warga dengan wajah ceria.
Bupati Blora Arief Rohman pun tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya saat meresmikan Pasar Embung Raya, sebuah ruang baru yang memadukan ekonomi, rekreasi, dan kebersamaan warga.
Peresmian Pasar Embung Raya berlangsung meriah. Ratusan ibu-ibu dari berbagai grup senam memadati area embung sejak pagi. Hadir pula Komunitas Jalan Nordik Patra Cepu, Komunitas Nordik Blora, dan Komunitas Nordik Jiken yang tampil khas dengan tongkat nordik di tangan, menambah semarak suasana.
Bupati Blora hadir didampingi anggota DPRD Blora dari Fraksi PKB Asrofin, Camat Cepu Endah Ekawati, Camat Kedungtuban Rajiman, Camat Kradenan Priyono, Lurah Balun Mohammad Amin, serta tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota DPRD Blora, Darwanto.
Kehadiran para pejabat dan tokoh masyarakat tersebut menjadi penanda pentingnya peran Embung Raya bagi masa depan Cepu.
Lurah Balun Mohammad Amin mengenang, sebelum ramai seperti sekarang, kawasan embung sudah lebih dulu menjadi magnet warga setiap akhir pekan. Sabtu dan Minggu pagi, masyarakat berdatangan untuk jogging, senam, atau sekadar menikmati udara segar.
Kini, denyut kehidupan di embung semakin terasa dengan berdirinya belasan tenda pedagang yang menawarkan beragam kuliner dan minuman.
“Sekarang di embung ini tidak hanya ada air dan ikan, tetapi juga kegiatan ekonomi warga. Kami mohon dukungan semua pihak agar suasana di embung ini bisa berkembang seperti Sarangan,” ujar Mohammad Amin penuh harap.

Antusiasme warga juga mendapat perhatian Camat Cepu Endah Ekawati. Ia menilai Embung Raya telah membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar. Rencana penambahan lokasi berjualan di sekeliling embung pun disambut positif.
“Semangat masyarakat Cepu luar biasa kalau melihat ada peluang berjualan. Nanti akan kita arahkan agar bisa ikut meramaikan kawasan embung,” tuturnya.
Di hadapan warga, Bupati Blora Arief Rohman mengaku terkejut sekaligus bangga. Embung yang dibangun dengan dana APBD itu ternyata mampu bertransformasi menjadi sentra UMKM yang menggerakkan ekonomi lokal. Menurutnya, Cepu sebagai pintu gerbang Blora dari arah timur harus ditata dengan baik dan memiliki wajah yang membanggakan.

“Cepu ini pintu masuk dari timur. Kota ini harus kita tata,” tegas Bupati. Ia juga menyampaikan rencana penataan pedagang UMKM di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Taman Seribu Lampu di depan RSUD Cepu.
Kepada pengelola Embung Raya, Bupati berpesan agar lahan kosong di sekitar embung segera ditata dan dikembangkan menjadi pusat kuliner. Ia membayangkan hadirnya warung-warung tempat nongkrong seperti di kawasan Tempuran yang mampu menarik pengunjung dari daerah sekitar, seperti Rembang dan Tuban.
“Potensi di sini besar. Kalau ditata dengan baik, kulinernya akan jadi daya tarik. Embungnya pun bisa dimanfaatkan untuk kegiatan memancing,” pungkasnya.
Kini, Embung Raya tak lagi sekadar infrastruktur pengendali banjir. Ia menjelma menjadi ruang harapan baru, tempat ekonomi warga tumbuh, silaturahmi terjalin, dan Cepu menemukan wajah barunya sebagai kota yang hidup dan ramah bagi masyarakat. (*)



